Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2024-1 | Organisasi dan Arsitektur Komputer| 1PT1| Siti Nur Laila
  3. Pertemuan 2 | 01-10-2024
  4. Materi Pertemuan 3 ( Menghitung Bilangan )

Materi Pertemuan 3 ( Menghitung Bilangan )

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

Materi Pertemuan 3 dapat Download Disini


1. Bilangan Desimal

  • Desimal adalah sistem bilangan berbasis 10, yang menggunakan angka 0 hingga 9. Ini adalah sistem yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Untuk menghitung bilangan desimal, kita mengalikan setiap digit dengan pangkat dari 10 sesuai posisinya, dimulai dari posisi paling kanan (digit paling kanan merupakan pangkat nol).

Contoh:

  • Bilangan desimal 345 dihitung sebagai:
    • 3├ù102+4├ù101+5├ù1003 \times 10^2 + 4 \times 10^1 + 5 \times 10^03├ù102+4├ù101+5├ù100
    • =300+40+5=345= 300 + 40 + 5 = 345=300+40+5=345

2. Bilangan Oktal

  • Oktal adalah sistem bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 hingga 7. Bilangan oktal sering digunakan dalam pengkodean komputer karena mudah dikonversi ke sistem biner.
  • Untuk menghitung bilangan oktal menjadi desimal, kita mengalikan setiap digit dengan pangkat dari 8 sesuai posisinya.

Contoh:

  • Bilangan oktal 157 dihitung menjadi desimal sebagai:

    • 1├ù82+5├ù81+7├ù801 \times 8^2 + 5 \times 8^1 + 7 \times 8^01├ù82+5├ù81+7├ù80
    • =64+40+7=111= 64 + 40 + 7 = 111=64+40+7=111 (dalam desimal).
  • Untuk mengonversi dari desimal ke oktal, kamu bisa membagi bilangan desimal dengan 8 berulang kali dan mencatat sisa hasil bagi.

Contoh:

  • Konversi desimal 111 menjadi oktal:
    • 111 ├╖ 8 = 13 sisa 7
    • 13 ├╖ 8 = 1 sisa 5
    • 1 ├╖ 8 = 0 sisa 1
    • Jadi, 111 dalam desimal = 157 dalam oktal.

3. Bilangan Heksadesimal

  • Heksadesimal adalah sistem bilangan berbasis 16, yang menggunakan angka 0 hingga 9 dan huruf A hingga F (A = 10, B = 11, ..., F = 15). Heksadesimal banyak digunakan dalam pengkodean komputer, terutama dalam pengaturan memori dan warna.
  • Untuk menghitung bilangan heksadesimal menjadi desimal, kita mengalikan setiap digit dengan pangkat dari 16 sesuai posisinya.

Contoh:

  • Bilangan heksadesimal 1A3 dihitung menjadi desimal sebagai:

    • 1├ù162+A├ù161+3├ù1601 \times 16^2 + A \times 16^1 + 3 \times 16^01├ù162+A├ù161+3├ù160
    • =1├ù256+10├ù16+3= 1 \times 256 + 10 \times 16 + 3=1├ù256+10├ù16+3
    • =256+160+3=419= 256 + 160 + 3 = 419=256+160+3=419 (dalam desimal).
  • Untuk mengonversi dari desimal ke heksadesimal, gunakan pembagian berulang dengan 16 dan catat sisa hasil bagi.

Contoh:

  • Konversi desimal 419 menjadi heksadesimal:
    • 419 ├╖ 16 = 26 sisa 3
    • 26 ├╖ 16 = 1 sisa 10 (A)
    • 1 ├╖ 16 = 0 sisa 1
    • Jadi, 419 dalam desimal = 1A3 dalam heksadesimal.

Ringkasan:

  • Desimal (base 10): Menggunakan angka 0 hingga 9.
  • Oktal (base 8): Menggunakan angka 0 hingga 7.
  • Heksadesimal (base 16): Menggunakan angka 0 hingga 9 dan huruf A hingga F.

Klik Materi Pertemuan 3 ( Menghitung Bilangan ) untuk membuka sumber.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler