Garis besar topik
-
-
Untuk memahami konsep struktur pasar:
1. Pasar Sempurna
2. Pasar tidak sempurna: Monopoli, monopolistik, dan Oligopoli
-
1. memahami konsep pasar persaingan sempurna dan bagaimana keuntungan dimaksimalkan
2. mampu menjelaskan monopoli dan bagaimana ia menetapkan keluaran yang memaksimalkan keuntungannya; untuk mengukur dan menentukan sumber kekuatan monopoli
3. memahami konsep persaingan monopolistik yang membantu kita untuk memahami persaingan dalam kehidupan efisiensi pasar sehari-hari
4. memahami konsep yang dapat menjelaskan persaingan ketika hanya dua atau segelintir perusahaan yang bersaing di pasar
-
Market structure atau struktur pasar mengacu pada karakteristik organisasi pasar yang menentukan perilaku perusahaan dalam suatu industri. Ini menentukan sifat persaingan dan harga dan memiliki implikasi terhadap pangsa pasar dan keuntungan yang didapat perusahaan.
Struktur pasar penting karena mempengaruhi hasil pasar, terutama dalam hal keuntungan. Ini mempengaruhi peluang, motivasi, dan keputusan strategis pelaku ekonomi yang berpartisipasi di pasar. Perusahaan menganalisisnya untuk menjelaskan dan memprediksi hasil pasar, terutama laba. Bagi pemerintah, ia memberi tahu mereka cara mengatur pasar, memastikan persaingan yang adil, dan mengurangi dampak buruk persaingan tidak adil seperti kartel bagi perekonomian.
Klasifikasi dan karakteristiknya
Empat jenis struktur pasar adalah:
Untuk klasifikasi yang lebih sempit, keempatnya digabungkan menjadi persaingan yang sempurna dan tidak sempurna. Persaingan yang tidak sempurna mencakup persaingan monopolistik, oligopolistik, dan monopolistik.
Keempat pasar memiliki karakteristik yang berbeda dalam beberapa masalah, yaitu jumlah penjual, jenis produk, hambatan masuk dan keluar, dan harga.
Pasar persaingan sempurna terdiri dari sejumlah besar pembeli dan penjual. Ukuran penjual relatif kecil dan sama, sehingga mereka tidak memiliki pengaruh di pasar. Mereka menawarkan produk yang homogen dan saling menggantikan dengan sempurna. Mereka juga mudah masuk dan keluar dari industri dalam menanggapi keuntungan industri.
Penjual di pasar persaingan sempurna tidak memiliki kekuatan penetapan harga, sehingga tidak ada persaingan non-harga di pasar. Mereka menerima harga pasar sebagai harga jual produk mereka (price takers). Contoh yang mendekati persaingan sempurna adalah pasar valuta asing.
Pasar persaingan monopolistik mirip dengan persaingan sempurna. Pasar terdiri dari sejumlah besar penjual dan pembeli. Hambatan untuk masuk dan keluar ada tetapi rendah. Yang membedakan persaingan sempurna dari persaingan monopolistik adalah jenis produk yang ditawarkan. Dalam persaingan monopolistik, setiap penjual menyediakan produk yang serupa, tetapi tidak identik. Perusahaan mencoba membedakan produk mereka dari pesaing melalui strategi non-harga seperti iklan. Oleh karena itu, produk-produk di pasar ini berfungsi sebagai pengganti yang dekat satu sama lain, tetapi bukan sebagai pengganti yang sempurna seperti dalam persaingan sempurna. Untuk alasan ini, perusahaan memiliki beberapa tingkat kekuatan harga dan bukan sebagai price taker.
Dalam oligopoli, sejumlah kecil penjual beroperasi di pasar. Mereka bervariasi dalam ukuran dan mungkin menawarkan produk yang berbeda (misalnya, Apple dan Samsung) atau homogen (seperti minyak bumi). Biasanya, perusahaan membedakan produk mereka berdasarkan kualitas, fitur, pemasaran, dan strategi non-harga lainnya.
Hambatan untuk masuk sangat tinggi, sehingga melindungi pasar dari tekanan persaingan. Penjual juga menikmati kekuatan pasar atas harga mereka sebagai akibat dari sedikit penjual dan hambatan masuk yang tinggi.
Akhirnya, pasar monopoli terdiri dari satu penjual dan beberapa hingga banyak pembeli. Jika ada satu penjual dan satu pembeli, kita menyebutnya monopoli bilateral dan memiliki karakteristik yang berbeda dari monopoli.
Seorang monopolis memiliki kekuatan harga yang besar karena tidak memiliki pengganti yang dekat dan hambatan masuk yang tinggi. Perusahaan juga menentukan jumlah output, harga, dan kualitas barang di pasar.
Yang mana merupakan struktur pasar terbaik
Secara teoritis, pasar persaingan sempurna adalah yang paling ideal. Itu karena hanya struktur pasar ini yang memungkinkan kita untuk mencapai alokasi ekonomi yang efisien. Pasar mengalokasikan sumber daya secara efisien. Semua produsen dan konsumen memiliki informasi lengkap dan simetris. Mereka berdagang tanpa menanggung biaya peralihan.
Namun, sulit untuk menemukan pasar yang benar-benar bersaing sempurna.
Sebaliknya, monopoli dianggap sebagai pasar yang paling tidak ideal secara sosial, tetapi dalam beberapa kasus, itu dibutuhkan. Karena memiliki kekuatan pasar yang besar, perusahaan monopoli yang rasional akan memaksimalkan keuntungannya. Ia dapat membebankan harga tinggi dan menawarkan produk-produk berkualitas rendah (sehingga menghemat biaya produksi).
Namun, monopoli diperlukan di beberapa pasar, seperti listrik dan utilitas. Biaya tetap yang sangat tinggi memerlukan output yang besar sehingga biaya rata-rata turun dan mencapai skala ekonomis. Itu, tentu saja, lebih cocok jika hanya ada satu produsen daripada beberapa produsen. Di pasar seperti ini, pemerintah biasanya mengintervensi dan mengaturnya, agar tidak merugikan konsumen dan produsen. Kita menyebut jenis monopoli ini sebagai monopoli alami.
Bagaimana kita menentukan struktur pasar
Kita perlu mempertimbangkan beberapa variabel untuk membedakan karakteristik dari empat struktur pasar di atas, termasuk:
- Jumlah pembeli dan penjual
- Jenis produk (homogen vs terdiferensiasi)
- Tingkat substitusi produk
- Hambatan untuk masuk dan keluar pasar
- Harga
- Biaya
Mengamati pasar suatu produk dengan variabel-variabel itu membantu kita menentukan struktur pasar. Alat lain untuk mengidentifikasi pasar adalah dengan statistik:
- Rasio konsentrasi pasar
- Indeks Herfindahl ΓÇô Hirschman
Kita menghitung rasio konsentrasi N-perusahaanN dengan menjumlahkan pangsa pasar perusahaan-perusahaan N terbesar di industri. Rasio konsentrasi 0% berarti persaingan sempurna, dan 100% menunjukkan monopoli (karena hanya ada satu perusahaan). Nilai 0% tidak mungkin; oleh karena itu, persaingan sempurna tidak mungkin terjadi di dunia nyata.
Rasio konsentrasi memiliki kerugian karena tidak memperhitungkan hambatan masuk. Itu juga tidak terpengaruh oleh merger di tingkat atas.
Untuk mengatasi kelemahan dari efek merger, kita dapat menggunakan Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI). Kita menghitung HHI dengan menambahkan kuadrat pangsa pasar dari masing-masing perusahaan di pasar. HHI sama dengan 1 untuk monopoli. Seperti rasio konsentrasi, HHI memiliki kelemahan karena tidak memperhitungkan hambatan masuk dan tidak mempertimbangkan elastisitas permintaan. Misalnya, ada lima perusahaan dalam suatu industri, masing-masing dengan pangsa pasar 30%, 25% , 20%, 15%, dan 10%. Kemudian rasio konsentrasi 4 perusahaan adalah 90% = 30% + 25% + 20% + 15%. Sementara itu, HHI adalah 2250 atau 22,5% = 30% 2 + 25% 2 + 20% 2 + 15% 2 + 10% 2 .
-
pasar persaingan sempurna adalah suatu pasar di mana jumlah penjual dan pembeli (konsumen) sangat banyak dan produk atau barang yang ditawarkan atau dijual sejenis atau serupa. Contoh barang yang dijual pada bentuk pasar ini adalah beras, gandum, batu bara dan kentang. Pasar persaingan sempurna merupakan pasar di mana penjual dan pembeli tidak dapat memengaruhi harga sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil kesepakatan dan interaksi antara penawaran dan permintaan.
Permintaan yang terbentuk mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen. Dalam pasar persaingan sempurna, penjual dan pembeli sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk memengaruhi harga pasar karena sudah ada ikatan batin bahwa antara penjual dan pembeli mengetahui struktur dan informasi yang ada di dalam pasar persaingan sempurna.
Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna
a. Banyak Penjual & Pembeli
Adanya sifat ini, mengakibatkan perilaku penjual dan pembeli tidak dapat memengaruhi keadaan pasar, dengan kata lain mereka hanya sebagian kecil dari unsur pasar secara keseluruhan. Interaksi antara penjual dan pembeli dianggap sebagai pengikut harga (price taker) yang menyebabkan harga di pasar ini bersifat datum (harganya tetap berapapun jumlah barang yang dijual) karena mekanisme pasar yang menentukan harganya melalui interaksi antara kekuatan permintaan dan penawaran di masyarakat.
b. Kebebasan untuk Membuka dan Menutup Perusahaan (Free Entry and Free Exit)
Artinya adalah tidak terdapat suatu hambatan apabila suatu perusahaan ingin memulai sebuah bisnis baru jika dianggapnya menguntungkan dan menutup usahanya jika ternyata merugikan. Tidak seperti pasar lain yang mungkin ada keterikatan dalam membuka dan menutup pasar misalnya dengan adanya surat perjanjian. Dengan kata lain :
- Perusahaan dapat keluar apabila mengalami kerugian pada saat produk yang dijual tidak dapat bersaing di dalam PPS atau tidak dapat memenuhi kriteria pasar.
- Perusahaan dapat bertahan di pasar karena merasa mampu menjadi perusahaan penyedia produk dengan kualitas tinggi dengan harga yang sesuai pasar.
c. Barang Bersifat Homogen
Perusahaan menghasilkan barang di mana barang tersebut merupakan pengganti yang sempurna terhadap barang yang diproduksi oleh perusahaan lain dalam semua aspek sehingga produk identik sama atau tidak bisa dibedakan. Artinya sekalipun Anda membeli disatu perusahaan, kemungkinan besar kualitas dan kuantitasnya akan sama persis dengan perusahaan lain.
d. Penjual & Pembeli Memiliki Pengetahuan yang Sempurna tentang Pasar
Penjual dan pembeli sangat mengetahui betul tentang keadaan pasar dalam hal tingkat harga yang berlaku di pasar dan meliputi setiap perubahannya. Pengetahuan tentang keadaan ini yang mengakibatkan:
- Semua sumber daya digunakan sepenuhnya untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal.
- Tidak ada produsen yang menjual barang dangan harga yang lebih rendah dari harga pasar.
- Tidak ada konsumen yang membeli barang dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar
e. Mobilitas atau Perpindahan Sumber Ekonomi Cukup Sempurna
Maksudnya adalah tidak ada kesulitan sedikit pun jika sumber daya atau faktor produksi ingin dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya karena pada dasarnya semua tempat produksi memiliki kesamaan baik dalam metode pembuatan hingga penjualannya kepada pembeli.
f. Kebanyakan Perusahaan Kecil
Pasar persaingan sempurna mengandung sebagian besar perusahaan kecil, relatif kecil dibandingkan dengan ukuran keseluruhan pasar. Hal Ini untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun perusahaan yang dapat melakukan kontrol pasar atas harga atau kuantitas. Jika satu perusahaan memutuskan untuk menggandakan outputnya atau berhenti memproduksi seluruhnya, pasar tidak terpengaruh. Harga tidak berubah dan tidak ada perubahan dalam kuantitas yang dipertukarkan.
Kelebihan dari pasar persaingan sempurna adalah tidak adanya persaingan di dalam pasar karena barang yang dijual bersifat homogen. Hal ini juga berpengaruh dalam hal promosi. Penjual tidak perlu melakukan promosi yang besar-besaran karena barang yang dijual homogen. Selain itu, harga barang di dalam pasar persaingan sempurna juga cukup stabil. Tidak ada kenaikan ataupun penurunan drastis antara satu penjual dan penjual lain.
Sayangnya pasar persaingan sempurna juga memiliki kekurangan. Pasar persaingan sempurna cukup minim inovasi. Selain itu karena barang yang dijual homogen, pembeli merasa kesulitan memilih barang atau jasa. Persaingan sempurna juga memberikan ongkos sosial dan distribusi pendapatan yang tidak merata.
Pasar persaingan sempurna dapat menjadi wadah yang bagus bagi Anda yang memiliki bisnis produk atau jasa yang umum dilakukan oleh banyak orang. Kesuksesan bisnis dapat diperoleh di mana pun dan kapan pun asalkan Anda memiliki strategi yang matang, salah satunya dengan selalu melakukan pencatatan keuangan perusahaan di dalam laporan keuangan. Kini, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan mudah menggunakan software akuntansi Jurnal. Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat membantu Anda membuat laporan keuangan dengan mudah, cepat dan realtime. Temukan berbagai fitur menarik dari Jurnal di sini.Untuk lebih jelas anda bisa melihat pada PPT sebagai berikut:
https://drive.google.com/file/d/1UXbDrJuaBTLU65YNTApVXrcFzTfs3Qk9/view?usp=sharing
-
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar yang hanya memiliki satu penjual / produsen dengan banyak pembeli. Orang yang melakukan monopoli terhadap suatu pasar disebut sebagai monopolis. Karena hanya ada satu penjual di pasar maka monopolis bertindak sebagai penentu harga (price maker). Monopolis dapat menentukan harga dengan cara menambah atau mengurangi jumlah barang yang disediakan di pasar.
Di Indonesia, contoh monopoli adalah perusahaan-perusahaan yang produksinya menguasai hajat hidup orang banyak, misalnya pertamina yang menguasai produksi dan distribusi minyak bumi, atau PLN yang merupakan penyedia listrik utama di negeri ini.

Ciri-ciri pasar monopoli
- Terdapat satu orang penjual dengan banyak pembeli di pasar. Karena sifatnya ini, pembeli tidak dapat beralih ke penjual lain meskipun merasa dirugikan dengan harga yang ditetapkan
- Tidak terdapat barang pengganti yang dapat disediakan oleh pihak lain selain penjual yang ada di pasar tersebut
- Terdapat hambatan dalam memasuki pasar bagi perusahaan baru. Hambatan yang ada dapat berupa undang-undang, teknologi mutakhir yang dimiliki, modal yang sangat besar dan lainnya
- Penjual pada pasar monopoli dapat menentukan harga sesuai keinginannya karena tidak tersedianya barang substitusi dekat dari barang yang dijual
- Kurva permintaan di pasar sama dengan kurva permintaan yang dihadapi perusahaan monopolis.
Sumber monopoli
Pasar monopoli dapat tercipta karena berbagai sebab, diantaranya:
- Ditetapkan oleh hukum
Di Indonesia, misalnya, telah diatur dalam undang-undang bahwa cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.
- Monopoli alamiah
Monopoli yang tercipta dengan sendirinya, karena pasar yang ada tidak efisien untuk menampung lebih dari satu penjual
- Monopoli dengan lisensi
Tercipta karena adanya pihak yang mendaftarkan hak paten, hak cipta atau hak atas kekayaan intelektual lainnya.
Kelebihan pasar monopoli
- Sifat barang yang tidak memiliki barang substitusi dekat membuat perusahaan monopolis tidak perlu menggelontorkan banyak uang untuk melakukan promosi dan iklan agar pembeli dapat membedakan produknya
- Pada monopoli secara alamiah, tambahan penjual justru akan membuat produksi tidak dapat mencapai skala ekonomi (economies of scale) sehingga monopoli justru akan meningkatkan efisiensi dalam berproduksi.
- Dengan monopoli pemerintah dapat menjaga sumber daya alam yang penting bagi masyarakat
- Melindungi hak kekayaan individu sehingga semakin mendorong dilakukannya inovasi
Kekurangan pasar monopoli
- Karena produsen dapat menetapkan harga dengan mengurangi atau meningkatkan jumlah produksi, dimungkinkan produksi tidak dilakukan secara optimum dan efisien
- Pembeli tidak dapat berpindah ke penjual lain meskipun harga yang ditetapkan dirasa mahal
- Keuntungan terpusat di produsen karena konsumen tidak memiliki pilihan selain membeli dari produsen tersebut untuk memenuhi kebutuhannya
Untuk lebih jelas lagi mari kita lihat pembahasan dalam PPT sebagai berikut:
https://drive.google.com/file/d/1lyRl_hytVlanHtYCVkHsDWjl0RJZ7FPT/view?usp=sharing
-
Pengertian pasar monopsoni adalah suatu kondisi yang mana suatu perusahaan atau bisnis atau individu menguasai penerimaan pasokan atau menjadi satu-satunya pembeli atas suatu produk barang atau jasa yang ada di suatu pasar komoditas.
Pengertian lain dari pasar monopsoni adalah suatu bentuk pasar yang didalamnya hanya ada satu pembeli saja, yang biasanya berupa satu pelaku usaha, yang menjadi pembeli tunggal, sehingga mereka menguasai pasar komoditas.
Pasar monopsoni adalah salah satu bentuk persaingan yang tidak sempurna, yang mana pasar tersebut belum terorganisir secara baik. Biasanya, kondisi pasar monopsoni ini terjadi di beberapa daerah perkebunan dan industri hewan potong ayam, sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi para petani sangatlah tidak wajar.
Artinya, ada satu atau sekelompok pengusaha pada pasar ini yang menjadi pengendali pasar tersebut, yang membuat potensi persaingan menjadi kian tidak sehat.
Karena pasar monopsoni hanya mempunyai satu pembeli dan beberapa penjual saja, maka para pedagang pada pasar tersebut hanya bisa bergantung pada satu pembeli tersebut. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, seperti kondisi pasar yang kurang memadai, lokasi yang sulit dijangkau, tingginya biaya operasional, dll.
Baca juga: Pengertian Ekspor dan Impor: Tujuan, Manfaat, dan Komoditasnya
Faktor Terbentuknya Pasar Monopsoni
Seperti yang sudah disinggung sedikit sebelumnya, bahwa pasar monopsoni biasa terjadi di daerah industri hewan potong atau perkebunan, yang mana para petani tidak memiliki hak dalam hal tawar menawar harga.
Sementara itu, beberapa faktor yang bisa menyebabkan adanya pasar monopsoni adalah tidak adanya pembeli yang antusias di pasar tersebut, lokasi produsen yang sulit dijangkau, serta tingginya biaya operasional.
Salah satu contoh dari adanya pasar monopsoni ini adalah pasar sayuran dan juga ternak sapi perah yang ada pada suatu daerah terpencil, dan juga sulit untuk disalurkan ke tempat lain untuk menjual produk tersebut ke konsumen. Sehingga membuat para petani dan peternak menjual produknya pada satu pembeli secara borongan atau dengan harga yang murah.
Ciri-Ciri Pasar Monopsoni
Seperti yang sudah sempat dibahas sebelumnya, bahwa pasar monopsoni adalah salah satu pasar persaingan yang tidak sempurna, yang mana di dalamnya belum bisa terorganisir secara baik. Ciri-ciri dari pasar ini adalah:
1. Hanya Ada Satu Pembeli
Karena hanya ada satu pembeli saja pada pasar monopsoni, maka pembeli tersebut pun memiliki keuntungan dari sisi harga dan juga kualitas produk
Setiap produsen pada umumnya akan berada pada posisi menerima penawaran yang diajukan pembeli agar produknya tersebut bisa terjual, walau dengan harga yang cenderung murah. Para pembeli tersebut umumnya akan menjual kembali produk tersebut ke produsen dengan harga yang lebih mahal agar bisa mendapatkan keuntungan.
2. Harga Ditentukan oleh Pembeli
Pihak pembeli memiliki kuasa penuh atas harga yang ada di pasar tersebut. Sehingga, tidak jarang harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan apa yang para petani harapkan, namun mereka tetap akan menerimanya karena sulit untuk mendapatkan pembeli lain.
Meskipun pembeli menguasai harga tersebut, namun tetap ada ketentuan dan juga aturan yang didalamnya harus bisa dipertimbangkan, seperti harus disesuaikan dengan harga pasaran yang ada.
3. Produknya Adalah Bahan Mentah
Umumnya, produk yang diperdagangkan pada pasar monopsoni adalah produk mentah yang mana pembeli tersebut nantinya akan menjual produk tersebut ke pihak lain.
4. Pendapatan yang Tidak Merata
Umumnya, pasar ini sering sekali tidak ada ketidakadilan, yang mana pihak produsen atau petani tidak mempunyai peran dalam hal menentukan harga dan akan sulit untuk berkembang karena produk yang mereka jual dibeli dengan harga murah.
Sebaliknya, para pembeli akan mendapatkan keuntungan yang banyak dari kedua pihak, yaitu dari produsen atau petani dan dari konsumen yang membeli produk tersebut darinya.
5. Sering Terjadi Perselisihan
Perselisihan yang terjadi antara pihak pembeli dan penjual dalam pasar ini sudah dianggap hal yang biasa. Kondisi tersebut tentu saja terjadi karena harga yang diajukan oleh pihak pembeli sangat jauh dari harapan para penjual sehingga mereka merasa sangat dirugikan.
Perselisihan juga bisa terjadi karena adanya pihak ketiga, seperti pihak pemerintah yang belum mengatur harga produk antar kedua belah pihak.
Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopsoni
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan pasar monopsoni yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah:
1. Kelebihan Pasar Monopsoni
Kualitas Barang yang Terjamin
Dalam pasar monopsoni, kekuasaan penuh dikendalikan oleh pihak pembeli. Untuk itu, para pedagang di dalamnya harus mampu memenuhi keperluan konsumen mereka, baik itu dari sisi kualitas ataupun dari harganya.
Apabila kualitas produk yang pedangan jual ternyata rendah, maka pihak pembeli tidak akan mau membeli produk tersebut. Untuk itu, hal tersebut tentunya akan menimbulkan kerugian yang sangat besar untuk para pedagang, karena mereka akan kesulitan untuk menemukan pembeli lain.
Pihak pembeli hanya akan mau mengambil produk barang yang berkualitas terbaik saja. Untuk itu, para pedagang harus bisa menjaga atau meningkatkan kualitas dari produknya.
Meningkatnya Kreativitas dan Adanya Inovasi Baru
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pedagang jika ingin memperoleh keuntungan yang tinggi dengan biaya produksi yang rendah adalah dengan meningkatkan inovasinya pada bidang bisnis yang mereka kerjakan dan juga pada produk yang mereka mampu hasilkan.
Kemudahan Menentukan Harga
Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan, yang menentukan harga produk pedagang adalah pihak pembeli. Untuk itu, para pembeli akan sangat mudah untuk menentukan harga di pasar monopsoni.
Harga yang mereka tentukan juga tidak terikat oleh deflasi atau inflasi negara. Selain itu, para pembeli juga akan menetapkan harga yang sama untuk seluruh penjual di dalamnya.
Jalur Distribusi yang Lebih Lancar
Pihak pembeli yang ada pada pasar monopsoni ini akan melakukan perdagangan dengan sistem borongan atau grosir. Untuk itu, jalur penjualan dalam hal perdagangan tidak akan bisa berkurang. Sementara itu, proses produksi akan terus berlangsung.
2. Kelemahan Pasar Monopsoni
Tidak Adilnya Perilaku Pembeli
Seringkali pihak pembeli mengajukan harga tanpa mempertimbangkan kondisi yang sedang dialami oleh pihak pedagang atau dalam kondisi ekonomi yang para pedagang alami.
Hal tersebut terjadi karena mereka hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Contoh sederhananya, pembeli tidak ingin meningkatkan harga beli nya karena faktor inflasi, padahal proses produksi yang dilakukan penjual sangatlah mahal.
Pihak Pembeli Tidak Memperdulikan Penjual
Kekuasaan yang sepenuhnya dipegang oleh pembeli seringkali mereka salah gunakan. Dengan adanya kekuasaan tersebut, mereka tidak wajib mendengarkan keluhan yang dialami oleh pihak pedagang, seperti dari sisi harga, proses produksi dan lamanya produksi.
Hal tersebut pastinya akan merugikan pihak penjual, karena pembeli tersebut bersikap sangat egois saat membelanjakan keuntungan pribadinya.
Masalah Ekonomi Hanyalah Tanggungan Penjual Saja
Pihak pembeli sangat jarang sekali mengalami masalah perekonomian dalam hal ini. Kenapa? Karena mereka mempunyai kemampuan untuk bisa membuat keputusan yang hanya menguntungkan dirinya saja.
Itu artinya, pihak operator komersial yang ada di pasar ini harus mampu mengatasi berbagai kondisi ekonomi yang ada, seperti inflasi, deflasi, kekurangan bahan baku, kesulitan produksi, dan masalah lainnya.
Larangan Kegiatan Pasar Monopsoni
Larangan terkait kegiatan pasar monopsoni ini sebenarnya sudah diatur dalam UU Pasal 18 No. 5 Tahun 1999.
Merujuk pada ayat 1 tersebut, apabila operator ekonomi atau kelompok operator ekonomi mempunyai 50% saham pada jenis tertentu pada produk barang atau layanan yang dikendalikan, maka operator tersebut harus dicurigai sebagai pemilik kendali atas tanda terima pengiriman atau menjadi satu-satunya pembeli pada pasar tersebut.
Baca juga: Deregulasi Adalah : Pengertian, Alasan, Kelebihan dan Kekurangan Deregulasi
Penutup
Demikianlah penjelasan lengkap tentang pasar monopsoni. Berdasarkan penjelasan di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa pasar monopsoni adalah pasar tidak sempurna yang memberikan paling banyak kerugian pada pihak penjual. Untuk itu, pihak pemerintah pun melarang adanya praktik pasar monopsoni ini di masyarakat.
Nah, untuk itu, lakukanlah kegiatan jual beli di pasar sempurna, sehingga akan melahirkan keadilan bagi pihak pembeli dan penjual. Untuk Anda yang ingin lebih sukses melakukan kegiatan jual beli di pasar sempurna, Anda harus melakukan pencatatan keuangan yang lebih teratur dan tepat, agar manajemen keuangan Anda bisa tertata rapi.
Untuk memahami lebih jauh silahkan anda unduh PPt sebagai berikut:
https://drive.google.com/file/d/1DmA0RYCWRPFZ-rLYz6Ih53V8xgzFHTpx/view?usp=sharing
-
Pasar Oligopoli adalah pasar persaingan tidak sempurna. Disebut demikian karena di dalam pasar tersebut jumlah produsen dan pedagang tidak sebanding dengan jumlah pembeli atau konsumen.
Untuk kelanggengan usaha pasar oligopoli aktivitas pemasaran dan promosi produk harus terus ditingkatkan. Ini untuk mencegah perpindahan konsumen ke produk yang lain yang bisa mengakibatkan omzet penjualan menurun.
Salah satu bentuk produk yang masuk kategori pasar oligopoli adalah rokok. Di Indonesia, perokok aktif sangat banyak. Bahkan jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah perusahaan pembuat rokok yang ada.
Karena itu, untuk menjaga agar konsumen tidak berpindah ke vapor atau produk lainnya, maka perusahaan rokok meningkatkan promosinya dalam bentuk melahirkan produk-produk rokok yang baru dengan harga dan rasa lebih disukai oleh konsumen.
Jika dilihat dari pengertian ini, pasar jenis ini merupakan wadah transaksi jual beli produk yang memang tidak sempurna, tetapi persaingannya sangat ketat. Karena pihak produsen sama melancarkan tips dan trik untuk menjaga konsumen tetap bertahan. Termasuk dengan cara memainkan harga produk di pasaran.
Baca juga : Mengetahui Pentingnya Pelatihan Karyawan dan 7 Tips Pelatihan Efektif
Ciri-Ciri Pasar Oligopoli
Pasar jenis ini memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Ini yang membedakannya dengan jenis pasar yang lain. Berikut ciri-ciri pasar oligopoli yang dimaksud:
1. Dijalankan Dua Produsen atau Lebih
Ciri-ciri pasar oligopoli yang pertama adalah dijalankan dua produsen atau lebih. Sedangkan batas jumlahnya adalah kurang dari sepuluh produsen atau pihak penyedia barang.
Karena ciri-ciri inilah pasar jenis ini disebut persaingan tidak sempurna disebabkan jumlah produsen yang menjual produk sangat sedikit. Tentu berbeda dengan produsen teknologi yang jumlahnya banyak sehingga persaingannya juga maksimal.
Baca juga : Pasar Persaingan Sempurna
2. Produk yang Dijual Homogen dan Saling Menggantikan
Ciri-ciri pasar oligopoli yang kedua adalah produk yang dijual homogen dan bisa saling menggantikan. Salah satu contohnya adalah produk rokok. Yang mana produk yang dijual hanya satu rokok, tetapi variasi produknya banyak.
Selain itu, rokok yang dianggap tidak laris di pasaran bisa digantikan oleh rokok yang lainnya. karena alasan inilah produk rokok disebut produk yang dipasarkan di pasar jenis ini.
3. Kebijakan Produsen Utama Sebagai Acuan Produsen Lainnya
Di dalam pasar oligopoli kebijakan produsen utama menjadi acuan produsen lainnya (produsen cabang). Oleh karena itu, pihak produsen cabang hanya menjalankan saja kebijakan tersebut.
Yang termasuk ke dalam kebijakan produsen utama yang harus diikuti produsen lainnya adalah penarikan produk lama dan digantikan oleh produk yang baru. Termasuk juga pergantian fungsi, harga dan rasa dari produk.
Baca juga : Bagaimana Cara Membangun Strategi Bisnis yang Benar dan Efektif?
4. Harga Barang di Pasar Relatif Sama
Ciri-ciri yang selanjutnya adalah harga barang di pasar relatif sama. Sekalipun ada perbedaan selisihnya tidak terlalu besar. Misal, harga sabun merek A di toko Intan harganya tidak akan jauh berbeda dengan harga sabun merek yang sama di Toko Barokah.
Ini disebabkan oleh kebijakan naik turunnya harga ditentukan oleh produsen utama. Sehingga produsen yang di bawahnya akan menyesuaikan dengan harga-harga tersebut. Karena jumlah produsennya tidak terlalu banyak, tentu selisih harga yang muncul di pasaran juga tidak terlalu besar.
5. Produsen Baru Kesulitan Masuk Pasar
Produsen baru akan sangat kesulitan untuk memasuki pasar oligopoli. Karena produsen yang lama sudah eksis dengan cara memainkan harga agar konsumen tidak berpindah.
Sedangkan produsen baru tentunya tidak akan bisa mengejar eksistensi tersebut. Memang perusahaan bisa memberikan harga murah, tetapi sebagai usaha baru tentu sangat riskan. Karena keuntungan yang didapatkan sangat kecil.
Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Berbagai Jenis Struktur Organisasi Perusahaan
6. Membutuhkan Strategi Pemasaran yang Matang
Ciri-ciri terakhir jenis pasar ini adalah membutuhkan strategi pemasaran yang matang. Karena produk yang dipasarkan homogen dengan jumlah produsen yang sedikit. Dikhawatirkan jika sosialisasi pasar tidak dilakukan dengan intensif, konsumen akan berpindah ke produk lain.
Oleh sebab itu, promosi atau strategi marketing perlu untuk dijalankan dengan baik. Karena ini yang menentukan produk masih beredar atau malah tenggelam.
Contoh-Contoh Pasar Oligopoli
Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri pasar oligopoli, maka berikut ini akan dijelaskan tentang contoh-contoh perusahaan yang bergerak di dalam jenis pasar ini yang semoga juga bisa menjadi pengetahuan.
Sudah dijelaskan di muka kalau pasar jenis ini berisi produk homogen yang bisa saling menggantikan satu sama lain dan diproduksi secara besar-besaran oleh perusahaan yang jumlahnya tidak sampai 10 unit.
Jika dilihat dari pengertian ini tentu contoh produk yang masuk kategori pasar jenis ini adalah perusahaan rokok. Ini dia contoh-contoh yang lainnya:
- Industri semen
- Industri kendaraan bermotor
- Rokok
- Layanan Telekomunikasi
- Jasa penerbangan
Baca juga : Pasar Monopoli : Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, Ciri, dan Contohnya
Jenis-Jenis Pasar Oligopoli
Selain memiliki ciri-ciri atau karakteristik tertentu pasar d juga terbagi menjadi beberapa jenis. Ini dia jenis-jenis pasar yang dimaksud:
1. Pasar Oligopoli Murni (homogen)
Jenis yang pertama adalah pasar murni atau homogen. Maksudnya adalah produk yang dipasarkan hanya satu macam tetapi variasinya banyak alias beragam. Selain itu, jenis ini memiliki ciri-ciri perbedaan harga tidak terlalu signifikan.
Oligopoli murni juga ada kecenderungan berpatokan pada satu produsen. Jika produsen ini menaikkan harga, maka produsen yang lainnya juga ikut melakukan hal yang sama.
2. Pasar Oligopoli Terdiferensiasi
Jenis yang selanjutnya adalah pasar terdiferensiasi. Ciri-cirinya adalah produsen tetap menjual produk homogen tetapi persoalan harganya tidak berpatokan kepada produsen yang lainnya.
Sehingga ada kemungkinan produsen tidak menaikkan harga sekalipun produsen lain harga produknya sudah meningkat. Bisa juga sebaliknya, produsen menaikkan harga justru ketika produsen lain harganya masih stagnan.
Baca juga : Manajemen Risiko: Pengertian, Komponen, Jenis, dan Contohnya pada Bisnis
3. Pasar Oligopoli Non Kolusi
Jenis yang ketiga adalah pasar non kolusi. Jenis ini maksudnya adalah produsen yang akan memainkan harga tetapi dengan membaca perkembangan produsen lainnya sebagai pesaing usaha.
Salah satu tujuan produsen mandiri semacam ini ialah, mencoba eksis dengan harga yang dimainkan sendiri setelah yakin produsen yang lain tidak akan mengikuti jejaknya. Biasanya produsen ini sudah mempelajari penyebab keputusan dinaikkannya harga produk atau sebaliknya.
4. Pasar Oligopoli Kolusi
Jenis pasar yang terakhir adalah pasar kolusi. Maksudnya adalah kerjasama produsen dengan produsen lainnya untuk menaikkan harga bersama-sama atau membiarkannya stagnan.
Ini merupakan kebalikan dari pasar oligopoli non kolusi yang mana setiap produsen mencari celah menaikkan atau menurunkan harga tanpa diketahui produsen yang lain.
Kesimpulan
Demikian penjelasan singkat tentang pengertian dan unsur lainnya terkait pasar oligopoli. Semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan untuk Anda semua. Jenis pasar ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda akan kesulitan untuk menembus pasar ini, namun jika Anda sudah masuk kedalam pasar ini maka Anda akan mendapat keuntungan besar dan stabil.
Untuk Lebih jelas silahkan unduh PPT sbb:
https://drive.google.com/file/d/1r8lw2lEBJuKOPz7Y4zkcAWABhJegIWyM/view?usp=sharing
http:// -
I. PPS
1. Dikethui Sebuah perusahaan monopoli menghadapi permintaan : Q = 18 - 2P dimana Q adalah jumlah barang yang diminta (unit). Monopolis memiliki biaya rata (AC) konstan = 3 per unit.
1) Dari informasi di atas, turunkan persamaan-persamaan penerimaan rata (AR), penerimaan marjinal (MR) dan biaya marjinal (MC).
2) Berapa jumlah output yang harus diproduksi dan harga jual per unit untuk mencapai laba maksimum. Hitung besarnya laba maksimum tersebut.
3) Berapa selisih harga dan output yang dihasilkan perusahaan dibanding dengan harga danoutput bila perusahaan beroperasi pada pasar persaingan sempurna.
Jawab
1) - Kurva penerimaan rata-rata perusahaan : sama dengan kurva permintaan perusahaan (AR=D).
- Kurva penerimaan marjinal (MR) :
TR = P * Q MR = dTR/dQ MR = 9 - Q
Q = 18 ΓÇô 2P TR = (9 -1/2Q)*Q AR = TR/Q
P = 9 -1/2 Q TR = 9Q -1/2Q2 AR = 9Q ΓÇô 1/2Q2 = 9 ΓÇô 1/2Q
Q
Biaya Marginal (MC) = dTC/dQ
Jika Biaya rata-rata (AC) = 3; maka TC = (AC)*Q = 3Q à MC = 3
2) Laba maks tercapai bila MR=MC maka 9 – Q = 3 à Q = 6 (Jumlah output = 6 unit)
Jika jumlah output 6, maka 6 = 18 – 2P à P = 6 (harga jual per unit adalah 6)
Besarnya laba maksimum = Q (P ΓÇô AC) = 6 (6 ΓÇô 3) = 18
3) Jika perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan sempurna, laba maksimum tercapai bila D = AR = MC, atau 9 – ½ Q = 3 à ½ Q = 6 à Q = 12 unit
Jika Q = 12, maka 12 = 18 – 2P à 2P = 6 à P = 3 / unit
Jika perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan sempurna:
Output yang dihasilkan adalah 12 unit atau 2 kali jumlah yang dihasilkan bila per­usahaan beroperasi dalam pasar monopoli.
Harga jual per unit jika perusahaan beroperasi dalam persaingan sempurna (3/unit), jauh lebih murah dibanding harga jual per unit jika perusahaan beroperasi dalam pasar monopoli (6/unit), harga barang dalam pasar monopoli 2 kali lebih besar dari pasar persaingan sempurna.
II. Monopoli
Price
(dollars per pound)Quantity demanded
(pounds per day)2,200
5
2,000
6
1,800
7
1,600
8
1,400
9
1,200
10
1. Diketahui:
1. Tabel dibawah menjelaskan skema permintaan untuk perusahaan berlian Dolly's Diamond Mines, sebuah monopoli harga tunggal.
a. Hitunglah skema pendapatan total Dolly.
b. Hitung jadwal pendapatan marjinalnya
Quantity produced
(pounds per day)Total cost
(dollars)5
8,000
6
9,000
7
10,000
8
11,600
9
13,200
10
15,000
2. Diketahui Tambang Berlian Dolly dalam masalah 1 memiliki jadwal biaya total dalam tabel. Hitung tingkat yang memaksimalkan keuntungan dari
a. Output
b. Harga
c. Keuntungan ekonomis
d. Apakah DollyΓÇÖs Mines menggunakan sumber daya secara efisien? Jelaskan jawabanmu.
Jawaban
Price
(dollars
per pound)Quantity demanded
(pounds per day)Total revenue
(dollars
per day)Marginal revenue
(dollars
per pound)2,200
5
11,000
1,000
2,000
6
12,000
600
1,800
7
12,600
200
1,600
8
12,800
−200
1,400
9
12,600
−600
1,200
10
12,000
1. a. Tabel di atas menunjukkan jadwal pendapatan total. Jadwal pendapatan total Dolly mencantumkan pendapatan total di setiap kuantitas yang terjual. Misalnya, Dolly's dapat menjual 10 pound seharga $ 1.200 per pon, yang memberikan pendapatan total $ 12.000 dengan kuantitas 10 pound.
b. Tabel di atas menunjukkan jadwal pendapatan marjinal. Jadwal pendapatan marjinal Dolly mencantumkan pendapatan marjinal yang dihasilkan dari peningkatan jumlah yang terjual sebesar 1 pon. Misalnya, Dolly's dapat menjual 5 pound masing-masing seharga $ 2.200, yang merupakan pendapatan total $ 11.000 dengan jumlah 5 pound. Dolly's dapat menjual 6 pound masing-masing seharga $ 2.000, yang merupakan $ 12.000 dari total pendapatan dengan kuantitas 6 pound. Dengan meningkatkan kuantitas yang terjual dari 5 pound menjadi 6 pound, pendapatan marjinal adalah $ 1.000 per pound ($ 12.000 dikurangi $ 11.000).
2. a. Output memaksimalkan keuntungan Dolly adalah 5,5 pound. Biaya marjinal untuk meningkatkan kuantitas dari 5 pound menjadi 6 pound adalah $ 1.000 per pon ($ 9.000 dikurangi $ 8.000). Artinya, biaya marjinal 5,5 pound adalah $ 1.000 per pon. Pendapatan marjinal dari peningkatan kuantitas yang terjual dari 5 pound menjadi 6 pound adalah $ 1.000 ($ 12.000 dikurangi $ 11.000). Jadi, pendapatan marjinal dari 5,5 pound adalah $ 1.000 per pon. Keuntungan dimaksimalkan ketika kuantitas yang diproduksi sedemikian rupa sehingga biaya marjinal sama dengan pendapatan marjinal. Output yang memaksimalkan keuntungan adalah 5,5 pound.
b. Harga memaksimalkan keuntungan Dolly adalah $ 2.100 per pon. Harga yang memaksimalkan keuntungan adalah harga tertinggi yang dapat dijual Dolly's dengan output yang memaksimalkan keuntungan sebesar 5,5 pound. Dolly's dapat menjual 5 pound seharga $ 2.200 dan 6 pound seharga $ 2.000, sehingga dapat menjual 5,5 pound seharga $ 2.100 per pound.
c. Keuntungan ekonomi sama dengan pendapatan total dikurangi biaya total. Pendapatan total sama dengan harga ($ 2.100 per pon) dikalikan dengan kuantitas (5,5 pound), yaitu $ 11.550. Total biaya produksi 5 pound adalah $ 8.000 dan total biaya produksi 6 pound adalah $ 9.000, jadi total biaya produksi 5,5 pound adalah $ 8.500. Jadi, keuntungan ekonomi Dolly sama dengan $ 11.550 dikurangi $ 8.500, yaitu $ 3.050.
d. Dolly tidak efisien. Dolly's menetapkan harga $ 2.100 per pon, sehingga konsumen menerima keuntungan marjinal sebesar $ 2.100 per pon. Biaya marjinal Dolly adalah $ 1.000 per pon. Artinya, keuntungan marjinal sebesar $ 2.100 per pon melebihi biaya marjinal Dolly.
III. OLOGOPOLI (Studi Kasus)
Boeing dan Airbus Memprediksi Lonjakan Penjualan di Asia
Diketahui:
Maskapai di wilayah Asia-Pasifik muncul sebagai pelanggan terbesar bagi pembuat pesawat Boeing dan Airbus. Kedua perusahaan memperkirakan bahwa selama 20 tahun ke depan, lebih dari 8.000 pesawat senilai hingga $ 1,2 triliun akan dijual di sana.
Sumber: BBC News, 3 Februari 2010
Pertanyaan:
a. Jenis pasar apa pasar pesawat tersebut?
Jawaban
Hanya ada dua penjual pesawat besar, jadi pasar ini adalah oligopoli.
b. Menganggap persaingan antara Boeing dan Airbus sebagai permainan, apa saja strategi dan imbalannya?
Jawaban:
Boeing dan Airbus sedang memainkan permainan duopoli. Mereka dapat menetapkan harga rendah atau harga tinggi. Jika Boeing dan Airbus menetapkan harga rendah, mereka berdua akan mendapat untung lebih kecil, bahkan mungkin untung ekonomi nol. Jika sama-sama mematok harga tinggi, maka keduanya akan menghasilkan keuntungan ekonomi yang besar. Namun jika yang satu menetapkan harga rendah dan yang lain menetapkan harga tinggi, maka yang satu menetapkan harga rendah akan mendapat untung ekonomi yang sangat besar dan yang harga tinggi akan mengalami kerugian ekonomi.
c. Tetapkan matriks pembayaran hipotetis untuk game yang telah Anda jelaskan di bagian (b). Apa keseimbangan dari permainan tersebut?
Jawaban:

Gambar diatas menjelaskan Matriks pembayaran ada di sebelah kanan. Di dalamnya, keuntungannya mencapai jutaan dolar. Ekuilibrium adalah ekuilibrium dilema tahanan, yaitu, kedua perusahaan menetapkan harga rendah dan sama-sama menghasilkan keuntungan ekonomi nol.
d. Menurut Anda, apakah pasar pesawat besar efisien? Jelaskan dan ilustrasikan jawaban Anda.
Jawaban:

Pasar pesawat besar mungkin tidak efisien. Efisien hanya jika Boeing dan Airbus bersaing satu sama lain seolah-olah mereka bersaing sempurna. Tetapi hasil ini tidak mungkin. Yang lebih mungkin adalah hasil di mana Boeing dan Airbus bersama-sama menjalankan monopoli atau, jika tidak tepat sebagai monopoli, mendekati status itu. Hasil ini sangat mungkin terjadi karena Boeing dan Airbus akan memainkan permainan berulang di mana mereka (berpotensi) bersaing satu sama lain selama lebih dari dua dekade. Dalam situasi tersebut, permainan yang berulang membuat mereka lebih mungkin mencapai ekuilibrium koperasi di mana mereka beroperasi bersama sebagai monopoli.
Gambar 15.3 menunjukkan kisaran hasil. Jika kedua perusahaan bersaing satu sama lain, ekuilibriumnya adalah ekuilibrium kompetitif, di mana mereka menjual total 300 pesawat per tahun dengan harga $ 15 juta per pesawat. Hasil ini adalah hasil yang efisien. Namun jika Boeing dan Airbus mencapai keseimbangan kerja sama di mana mereka bertindak bersama untuk mencapai hasil monopoli, maka total 200 pesawat per tahun dijual dan harganya $ 20 juta per pesawat. Dalam hal ini hasilnya tidak efisien dan hasil kerugian bobot mati.
IV. Monopolistik

Gambar 14.1 menunjukkan situasi yang dihadapi Well Done, Inc., seorang produsen saus steak.
a. Berapa kuantitas yang diproduksi dengan baik?
b. Apa biayanya?
c. Berapa keuntungan yang dihasilkan Well Done?
d. Jika semua perusahaan saus steak memiliki kurva biaya yang identik dan menghadapi kurva permintaan yang identik, apa yang terjadi pada jumlah perusahaan di pasar dalam jangka panjang?
e. Dalam jangka panjang, apakah harga saus steak akan naik, turun, atau tidak berubah?
Solusi :
a. Untuk memaksimalkan laba, Well Done menghasilkan kuantitas di mana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal. Well Done menghasilkan 200 botol seminggu.
b. Untuk memaksimalkan keuntungan, Well Done mengenakan harga tertinggi yang memungkinkannya menjual 200 botol saus steak yang diproduksi. Harga ini dibaca dari kurva permintaan dan menjadi $ 4 per botol.
c. Keuntungan ekonomi sama dengan pendapatan total dikurangi biaya total. Harganya $ 4 dan jumlah yang terjual 200 botol, jadi total pendapatan $ 800. Biaya total rata-rata adalah $ 3, jadi biaya total sama dengan $ 600. Keuntungan ekonomi sama dengan $ 800 dikurangi $ 600, jadi Well Done menghasilkan keuntungan ekonomi $ 200 seminggu
d. Perusahaan menghasilkan keuntungan ekonomi sehingga perusahaan baru akan memasuki pasar. Dalam jangka panjang jumlah perusahaan lebih banyak daripada jangka pendek.
e. Dalam jangka panjang jumlah perusahaan meningkat sehingga permintaan masing-masing perusahaan lebih sedikit dibandingkan dalam jangka pendek. Dengan permintaan yang lebih rendah harga saus steak lebih rendah dalam jangka panjang.
-