Topic 3
Garis besar topik
-
istiadzah dan basmalah
-
Bacaan isti’adzah atau ta’awudz yang populer berbunyi أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ dan mengandung arti meminta perlindungan kepada Allah. Adapun bacaan basmalah adalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيْمِ sebagaimana yang tercantum dalam al-Qur’an. Tidak ada redaksi basmalah lain di luar itu.
Jumhur ulama menyepakati bahwa hukum membaca istiΓÇÖadzah adalah sunnah. Mereka berdasar pada firman Allah, ΓÇ£Maka apabila engkau membaca Al-Quran maka mintalah perlindungan pada Allah dari setan yang terkutukΓÇ¥ (QS. An-Nahl: 98). Namun sebagian ulama mengatakan bahwa hukum membaca istiΓÇÖadzah adalah wajib.
Mengenai basmalah, hukumnya wajib pada saat membaca setiap permulaan surat Al-Quran kecuali surat At-Taubah. Jika
dari pertengahan surat, maka seseorang boleh memilih antara membaca basmalah atau meninggalkannya. Tapi yang lebih diutamakan tentu membacanya.Tempat Membaca IstiΓÇÖadzah dan Basmalah
Orang yang membaca Al-Quran akan memulai bacaannya dengan lafal istiΓÇÖadzah dan basmalah. Para ulama bersepakat bahwa istiΓÇÖadzah bukan bagian dari Al-Quran. Namun para ulama fikih berbeda pendapat mengenai basmalah, apakah termasuk Al-Quran atau tidak. Perbedaan pendapat juga terjadi di kalangan ahli qiraΓÇÖat. Sebagian mengucapkan basmalah antar satu surat dengan surat yang lain dan sebagian yang lain tidak mengucapkannya.
Menurut periwayatan Hafsh dari Imam Ashim, basmalah harus dibaca di antara setiap dua surat kecuali antara Surat Al-Anfal dan At-Taubah. Membaca basmalah tidak disyariatkan karena tidak ada dalil yang menunjukkan kebolehannya.
Situasi dan Cara Membaca IstiΓÇÖadzah dan Basmalah
Ada empat cara yang diperbolehkan dalam mengucapkan istiΓÇÖadzah dan basmalah ketika akan mengawali membaca permulaan surat Al-Quran kecuali surat At-taubah:
- QathΓÇÖu al-jamiΓÇÖ: memutus istiΓÇÖadzah dari basmalah dan memutus basmalah dari permulaan surat.
- Washlu al-jamiΓÇÖ: menyambungkan istiΓÇÖadzah dengan basmalah dan menyambungkan basmalah dengan permulaan surat.
- Washlu al-awwal wa qathΓÇÖu at-tsani ΓÇÿan at-tsalits: menyambungkan istiΓÇÖadzah dengan basmalah dan berhenti pada akhir basmalah kemudian mulai membaca permulaan surat.
- QathΓÇÖu al-awwal wa washlu at-tsani bi at-tsalits: memutus istiΓÇÖadzah dari basmalah dan menyambungkan basmalah dengan permulaan surat.
Jika mulai membaca dari pertengahan suratΓÇö meskipun hanya satu kata setelah permulaan suratΓÇödan memilih membaca basmalah, boleh memilih dari empat cara di atas.
Baca juga: Membela Keragaman QiraΓÇÖat Al-QurΓÇÖan dari Para Pengingkarnya
Bila memilih tidak memulainya dengan basmalah, maka hanya diperbolehkan dua cara saja:
- Menyambungkan istiΓÇÖadzah dengan sesudahnya.
- Berhenti pada istiΓÇÖadzah dan memutusnya dari bacaan sesudahnya.
Jika mulai membaca dari awal surat At-Taubah, diperbolehkan dua cara yang disebutkan tadi: harus membaca bersambung (washal) atau berhenti (waqaf).
Jika berhenti pada suatu surat lalu ingin mengawali surat lain, maka di antara dua surat tadiΓÇöselain Surat Al-Anfal dan At-TaubahΓÇö boleh memilih tiga cara membaca di bawah ini:
- Menyambungkan akhir surat dengan basmalah dan menyambungkan basmalah dengan permulaan surat berikutnya.
- Memutus akhir surat dari basmalah dan memutus basmalah dari permulaan surat berikutnya.
- Memutus akhir surat dari basmalah lalu menyambungkan basmalah dengan permulaan surat berikutnya.
Dia tidak boleh melakukan kebalikan dari cara ketiga, yaitu menyambungkan akhir surat dengan basmalah lalu berhenti kemudian memulai bacaan pada permulaan surat berikutnya. Alasannya, basmalah dibaca pada permulaan surat bukan pada akhir surat.
Kemudian ada tiga cara dalam membaca antara surat Al-Anfal dan At-Taubah:
- Menyambungkan akhir surat Al-Anfal dengan awal At-taubah seperti menyambungkan dua ayat berurutan pada satu surat.
- Berhenti (waqaf) pada akhir surat Al-Anfal kemudian mulai membaca awal At-Taubah.
- Diam pada akhir surat At-TaubahΓÇöyakni waqaf tanpa bernafasΓÇödan mulai membaca pada awal At-Taubah.
Baca juga: Fenomena Orang Tak Berilmu Bicara Agama
Kedua surat tadi memang dikhususkan dengan tiga cara tersebut karena surat At-Taubah adalah satu-satunya surat yang tidak diperbolehkan membaca basmalah pada permulaannya.
Jika seseorang memutuskan bacaan karena ada halangan tiba-tiba yang lumrah terjadi seperti hendak menerangkan maknanya, sujud tilawah atau kondisi darurat (batuk atau bersin), maka dia tidak perlu mengulang istiΓÇÖadzah.
Jika memutuskannya karena halangan yang jauh hubungannya dari Al-Quran seperti menjawab salam, terlibat pembicaraan atau waktu berhentinya lama, maka dia perlu mengulang istiΓÇÖadzah.
-