Garis besar topik
-
-
Keterampilan Strategic Leadership yang Perlu Anda Miliki untuk dapat Menjadi Pemimpin yang Efektif
Dalam artikel Harvard Business Review, terdapat enam keterampilan kemampuan strategis esensial yang dapat mendorong seorang pemimpin untuk dapat memimpin secara efektif, yakni kemampuan untuk melakukan antisipasi (anticipate), menantang status quo (challenge), menafsirkan data dan informasi kompleks (interpret), mengambil keputusan (decide), menyelaraskan pandangan berbagai pihak (align), and dan mengambil pembelajaran dari pengalaman (learn).
1. Anticipate
Kemampuan antisipasi menjadi suatu hal yang penting bagi pemimpin strategis untuk dapat mengidentifikasi peluang dan ancaman yang sering kali tidak serta-merta mudah untuk diidentifikasi. Oleh sebab itu, seorang pemimpin di level strategis perlu untuk secara terus-menerus mengasah kemampuan antisipasinya untuk dapat menangkap sinyal-sinyal perubahan dari lingkungan sekitar.
Hal ini dilakukan dengan mencari informasi dari pelanggan dan mitra bisnis untuk memahami tantangan apa yang dihadapi oleh pasar/industri, menghadiri pertemuan-pertemuan bisnis, dan mempelajari kompetitor untuk melihat tanggapan mereka dalam menghadapi adanya disrupsi dan perubahan. Selain itu, ia juga dapat menyusun sebuah skenario untuk membayangkan berbagai jenis kemungkinan di masa mendatang untuk dapat dengan lebih baik mempersiapkannya.
2. Challenge
Kepemimpinan di tingkat strategis memerlukan kemampuan untuk secara konstan menantang status quo. Bahkan, bukan hanya status quo, seorang pemimpin strategis juga perlu untuk menantang pemahaman dan asumsi yang dimiliki oleh diri sendiri dan orang lain, sehingga ia dapat melakukan evaluasi atas sudut pandangnya dari berbagai perspektif.
Untuk dapat melakukan hal ini, ia dapat mencoba untuk mempelajari kembali asumsi-asumsi yang ada mengenai industri/organisasi dan mendorong dialog atas asumsi-asumsi tersebut dengan berbagai pihak untuk melihat apakah asumsi-asumsi tersebut benar adanya. Ia juga dapat melibatkan atau bahkan menjadi ΓÇ£devilΓÇÖs advocateΓÇ¥ dalam proses pengambilan keputusan, serta meminta input dari mereka yang tidak terlibat secara langsung dari suatu keputusan untuk memperoleh perspektif maupun tantangan yang mungkin penting untuk dipertimbangkan
3. Interpret
Ketika seorang pemimpin berhasil menentang asumsi dan status quo, maka ia tentunya akan memperoleh berbagai informasi, data, dan opini kompleks yang tidak jarang saling bertentangan. Sebagai tambahan, adanya pergerakan yang dinamis pasar dan lingkungan juga turut menambah kompleksitas informasi yang tersedia.
Seorang pemimpin strategis, dengan demikian, perlu untuk dapat mengenali pola, mempelajari ambiguitas, dan memperoleh insight baru untuk melihat apakah ada makna atau implikasi tersirat dari informasi yang ia terima.
Untuk dapat melakukan ini, seorang pemimpin strategis perlu untuk melihat gambaran besar dan detail dari suatu informasi secara berkesinambungan, aktif berusaha mencari informasi yang masih dibutuhkan , serta melibatkan berbagai pihak untuk memperoleh masukan atas bagaimana ia dapat menafsirkan berbagai data dan informasi kompleks.
4. Decide
Setiap pemimpin tentunya akan dihadapkan pada situasi di mana mereka harus mengambil keputusan secara cepat, bahkan meskipun mereka tidak memiliki informasi yang lengkap. Meski demikian, pemimpin di tingkat strategis harus menghindari terjebak dalam opsi ΓÇ£ya atau tidakΓÇ¥ dalam suatu keputusan dan mempertimbangkan berbagai pilihan.
Mereka harus memikirkan dampak dari keputusan tersebut bagi pihak yang terlibat, serta memikirkan tujuan jangka pendek dan jangka pendek organisasi. Untuk dapat melakukan hal ini, seorang pemimpin strategis perlu untuk senantiasa memastikan alternatif pilihan apa saja yang tersedia kepada anggota timnya dengan melihat opsi terbaik bagi tujuan organisasi.
Ia juga perlu untuk secara berkala menginformasikan kepada anggota tim mengenai proses pengambilan keputusannya serta meminta komitmen dari pihak yang terlibat. Dalam pengambilan keputusan besar, perlu juga untuk dapat membagi keputusan itu menjadi bagian lebih kecil untuk mengantisipasi konsekuensi yang mungkin tidak terduga. Bahkan jika perlu, sebuah pilot project juga dapat dilakukan untuk menguji kelayakan dari suatu keputusan.
5. Align
Seorang pemimpin strategis perlu untuk dapat secara terus-menerus memastikan kesamaan persepsi dari berbagai pihak dengan pandangan dan agenda beragam untuk dapat memperoleh ΓÇ£buy-inΓÇ¥ dari mereka. Oleh sebab itu, ia haruslah dapat menunjukkan kemampuan komunikasi dan mempengaruhi yang baik sehingga dapat membangun kepercayaan.
Untuk dapat melakukan hal ini, seorang pemimpin strategis perlu untuk terlebih dahulu memetakan stakeholder internal dan eksternal maupun agenda dari masing-masing stakeholder, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Ia juga perlu membangn komunikasi secepat mungkin dan sesering mungkin untuk memastikan semua stakeholder mengetahui apa yang diharapkan, dan berusaha meminimalkan adanya kesalahpahaman maupun resistensi dari berbagai pihak. Seorang pemimpin juga perlu untuk mencoba mendengarkan permasalahan yang dihadapi para stakeholder, dan juga memberikan apresiasi kepada anggota tim yang mendorong keselarasan dalam tim.
6. Learn
Untuk memastikan keberlangsungan perusahaan, seorang pemimpin strategis dapat mempelajari berbagai jenis pengalaman dan keluaran, baik yang bersifat positif (keberhasilan) maupun negatif (kegagalan). Bukan hanya itu, mereka juga memiliki bagian penting untuk mendorong budaya pembelajaran di organisasi dan anggota tim mereka.
Untuk melakukan hal ini, seorang pemimpin perlu untuk secara terus menerus melakukan review atas tindakan dan keputusan, mendokumentasi ΓÇ£lesson learnedΓÇ¥ dari keputusan, dan menyampaikan insight atas pembelajaran tersebut kepada pihak-pihak yang relevan. Selain itu, ia juga dapat
-