Garis besar topik

    • Assalamu'alaikum Wr. Wb, Tabik pun.......

      Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan dimanapun berada. Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT. Selamat datang di mata kuliah Leadership Stratejik Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Informatika & Bisnis Darmajaya. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S2 Magister Manajemen pada rumpun Ilmu Ekonomi dan Bisnis, terutama terkait dengan bidang Manajemen.

      Mata kuliah Leadershi Statejik ini memiliki bobot 4SKS.  Detail pembelajaran selama 1 semester dapat dilihat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) terlampir.

      Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, Salam hangat dan tetap semangat! Wassalamu'alaikum Wr. Wb

      Prof. Dr. Anuar Sanusi, SE., M.Si

      MODEL ASESMEN

      Model Asesmen dalam perkuliahan ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

      Range

      Nilai

      Bobot

      80 - 100

      A

      4

      75 ΓÇô 79.5

      A-

      3.75

      70 ΓÇô 74.5

      B+

      3.5

      65 ΓÇô 67.5

      B

      3

      55 ΓÇô 64.5

      C

      2

      30 ΓÇô 54.5

      D

      1

      <30

      E

      0


      BOBOT PENILAIAN

      Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:
      1.      Presensi Kehadiran (20%), minimal 70 %
      2.      Tugas Mandiri (20%)
      3       Etika (20%); Nilai Etika =Nilai Tugas + Nilai Presensi/2; minimal  60
      4.      Ujian Tengah Semester (20%)
      5.      Ujian Akhir Semester (20%) 
      Total Penilaian : 100%

      DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH

      Nama     :       Prof. Dr. Anuar Sanusi, SE., M.Si
      NIK         :       30010203
      NIDK      :       0010055907
      Ruang     :       Gedung B , Rektorat Lt.3
      Email       :       anuar.sanusi@darmajaya.ac.id

       

    • Kemampuan memimpin akan tercermin dari aktifitas yang dijalani dalam keseharian. Banyak orang terpilih menjadi pimpinan namun belum mampu menghadirkan karakter pemimpin (leader) dan menjalankan kepemimpinannya (leadership) dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan. Kualitas implementasi dalam menjalankan roda organisasi atau memimpin institusi hendaknya diawali dengan konsistensi dalam perkataan dan perbuatan (walk the talk). Seyogyanya seorang pemimpin itu mampu menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati.

       Tugas utama Pemimpinan (Kemampuan menjalankan tugasnya)  sepenuh hati:

      1.        Pemimpin itu adalah panutan. Menjadi teladan bagi semua pengikutnya (follower), tanggung jawab yang besar untuk memberi contoh kebaikan dalam kata dan sikap. Ing ngarso sung tulodo. Kunci keteladanan terletak pada kedisiplinan dan tanggungjawab yang mampu mempengaruhi seluruh anggota tim kerja (teamwork). Teladan kebaikan dari pemimpin akan menumbuhkan optimisme secara kolektif di internal organisasi atau lembaga.

      2.   Pemimpin itu perintis jalan. Kemampuan melakukan terobosan untuk meraih tujuan bersama. Daya inovasi dan kreativitas seorang pemimpin dibutuhkan sebagai pembuka jalan. Keberanian untuk mencoba dan mengambil resiko (risk taker) menjadi tantangan dan peluang bagi seorang pemimpin. Menjadi pelopor dan pionir bisa dilakukan seorang pemimpin jika memahami permasalahan dari hal yang mikro sampai dengan yang makro.

      3.   Pemimpin adalah penyelaras. Dinamika yang terjadi di internal organisasi atau lembaga kadangkala menimbulkan friksi antar personal. Ego sektoral yang muncul menuntut peran pemimpin agar mampu menyelaraskan setiap komponen yang ada. Kemampuan komunikasi dan kolaborasi sangat diperlukan agar seorang pemimpin mampu menyerap aspirasi yang ada di setiap bagian. Pemahaman yang komprehensif akan memudahkan seorang pemimpin bertindak proporsional dan profesional.

      4.   Pemimpin adalah pemberdaya. Seluruh potensi yang ada di dalam organisasi harus mampu dikembangkan guna mendukung tercapainya hasil yang maksimal. Memberdayakan seluruh stakeholder agar aktif berpartisipasi dan berkontribusi bagi kinerja organisasi yang lebih baik. Ing madyo mangun karso. Pemimpin yang selalu mengobarkan semangat dan gairah positif sehingga memicu dan memacu semua personel mengeluarkan potensi terbaiknya. Memberi panduan dengan jelas dan gamblang arah organisasi sehingga semua sumberdaya bisa dikelola dengan maksimal.

      5.    Pemimpin itu penjaga pertumbuhan.

      Kondisi setiap organisasi dan lembaga tidak terlepas dari fluktuasi sesuai situasi dan keadaan yang terjadi. Setiap momentum harus mampu dioptimalkan untuk menjaga pertumbuhan.  Siklus yang terjadi dalam kehidupan memang mengalami pasang surut, kemampuan untuk menjaga pertumbuhan pada saat kondisi normal dapat menyimpan energi cadangan untuk mengantisipasi ketika situasi tertekan.  Pertumbuhan (growth) yang terjaga akan menciptakan daya tahan organisasi atau institusi pada saat krisis. Tut wuri handayani. Kesediaan untuk bersama mendorong personil dalam organisasi agar tidak mengalami degradasi dan demotivasi. Pemimpin sebagai manajer


    • Manajemen dankepemimpinan
      Antara kepemimpinan dan manajemen pada hal keduanya mempunyai perbedaan, yaitu
      kepemimpinan diidentikan dengan dengan visi dan nilai-nilai, sedangkan manajemen secara singkat, manajemen berorientasi pada efisiensi dan efektivitas proses.
      Realisasi Materi
      Kepemimpinan berorientasi pada pengaruh dan pengembangan orang. Keduanya penting untuk kesuksesan organisasi, tetapi memainkan peran yang berbeda.Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam suatu organisasi.
      Gaya-gaya kepemimpinan yang banyak dikenalkan oleh para ahli teori kepemimpinan.

    • Manajemen dankepemimpinan
      Antara kepemimpinan dan manajemen pada hal keduanya mempunyai perbedaan, yaitu
      kepemimpinan diidentikan dengan dengan visi dan nilai-nilai, sedangkan manajemen secara singkat, manajemen berorientasi pada efisiensi dan efektivitas proses
      Realisasi Materi
      Kepemimpinan berorientasi pada pengaruh dan pengembangan orang. Keduanya penting untuk kesuksesan organisasi, tetapi memainkan peran yang berbeda.Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam suatu organisasi.
      Gaya-gaya kepemimpinan yang banyak dikenalkan oleh para ahli teori kepemimpinan.

    • MODEL DASAR MANAJEMEN STRATEGIS Terdapat 4 Elemen Dasar Manajemen Strategis: 1. Pemindaian lingkungan 2. Perumusan strategi 3. Implementasi strategi 4. Evaluasi dan pengendalian Elemen dasar dari proses manajemen strategis (Basic elements of strategic management process). scanning is through SWOT analysis:(strengths, weaknesses, opportunities and threats).

    • PENGUSAAN KEPEMIMPINAN ( LEADERSHIP MASTERY) 

      Outline (Leadership Mastery): 

      1. Empat aspek penguasaan kepemimpinan 

      2. Kebutuhan pemimpin Masa kini 

      3. Kemampuan yang Harus dimiliki pemimpin 

      4. Kerja tim 

      5. Pemimpin yang efektif 

      6. Kepemimpinan Inspirasional

    • Gaya kepemimpinan umum (Common leadership style)

       Sheryl Sandberg, COO Facebook, dan Marvin Ellison, CEO LoweΓÇÖs? Mereka sama-sama pemimpin yang luar biasa. Sheryl melakukan perubahan dalam industri teknologi, sedangkan Marvin menerima tantangan di dunia ritel. Keduanya berpikiran maju, memiliki visi untuk pekerjaan mereka, dan cukup persuasif sehingga menarik perhatian audiens.  Kepemimpinan itu beraneka ragam. Setiap pemimpin memiliki kepribadian dan pengalaman sendiri yang memengaruhi gaya uniknya. Gaya ini dapat berkembang seiring waktu, jadi gaya kepemimpinan Anda saat ini mungkin berbeda dengan yang akan datang.  Untuk membantu memahami gaya kepemimpinan Anda saat ini dengan lebih baik dan cara menggunakannya untuk memberdayakan tim dalam menciptakan dampak, kami membahas 11 gaya dan teori kepemimpinan u

    • ARA BEKERJA SEMANGAT & KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI (WAY OF WORKING SPIRITS  AND SERVANT LEADERSHIP )

      Para pemimpin-pelayan (servant leader) mempunyai kecenderungan lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi orang-orang yang dipimpinnya di atas dirinya. Orientasinya adalah untuk melayani, cara pandangnya holistik dan beroperasi dengan standar moral spiritual. Mengutamakan orang lain: Seorang pemimpin yang melayani menunjukkan kepedulian dan perhatian terhadap orang lain dan membantu karyawan mencapai tujuan mereka dan tumbuh dalam organisasi

    • Materi pertemuan 1 sampaipertemuan ke 6

      Global Strategic Leadership is designed for highly accomplished senior executives who cross a variety of industry verticals and business disciplines and are regionally and culturally diverse.

      Global Strategic Leadership

      As recent events have made abundantly clear, the world is more interconnected ΓÇö in terms of markets, suppliers, customers, and operations ΓÇö than ever before. What happens ΓÇ£over thereΓÇ¥ can have an immediate, and even dire, impact ΓÇ£over here.ΓÇ¥ Thriving companies acknowledge this environment, and position themselves to identify and take advantage of opportunities in multiple geographies. They also often do so well ahead of their competition.

      In Global Strategic Leadership, Wharton faculty will help you understand the complex economic, demographic, and political forces shaping and reshaping the business landscape. You will hone your ability to anticipate future trends in your industry, in technology, and in a global context; and to assess the possibilities and challenges arising in markets around the world. The program will show you how to transform your current international business strategy while strengthening the specific leadership skills you need to execute on them.


    • MODEL DASAR MANAJEMEN STRATEGIS

       Terdapat 4 Elemen Dasar Manajemen Strategis:

      1.   Pemindaian lingkungan

      2.   Perumusan strategi

      3.   Implementasi strategi

      4.   Evaluasi dan pengendalian

       


    • Strategic leadership adalah sebuah bentuk atau gaya kepemimpinan yang muncul untuk menjawab tantangan dalam dunia bisnis yang semakin cepat berubah. Apa itu strategi leadership?Banyak pemimpin yang memiliki keahlian operasional matang untuk mempertahankan status quo organisasi. Namun, tidak banyak dari mereka yang punya aspek krusial: pengalaman, pengetahuan, serta kepercayaan diri dalam menghadapi masalah kompleks dan menantang.Studi pada 6.000 eksekutif senior dilakukan dengan metodologi riset yang dikembangkan oleh William Torbert dari Boston University dan David Rooke dari Harthill Consulting. Responden harus menjawab sekumpulan pertanyaan terbuka untuk mengungkap preferensi kepemimpinan mereka. Hasilnya? Hanya 8 persen yang dapat dikategorikan sebagai pemimpin strategis.Penelitian tersebut membuktikan bahwa masih banyak pemimpin yang tidak memahami dan menjalankan strategic leadership. Apa pengertian dan ciri-ciri dari istilah tersebut? Bagaimana cara menerapkannya?.  

    • 6 Keterampilan Kemampuan Strategis Efektif (Harvard Business Review):

      Outline:

      (1) kemampuan untuk melakukan antisipasi (anticipate)

      (2) menantang status quo (challenge)

      (3) menafsirkan data dan informasi kompleks (interpret)

      (4) mengambil keputusan (decide)

      (5) menyelaraskan pandangan berbagai pihak (align)

      (6) mengambil pembelajaran dari pengalaman (learn)

      Sederhananya, strategic leadership (kepemimpinan strategis) merupakan gabungan keahlian, perspektif, tingkah laku, dan kejelian dari seorang pemimpin. Istilah ini juga diartikan sebagai keseimbangan antara seni dan ilmu pengetahuan.
      Selain itu, para pemimpin strategis mampu mengombinasikan rencana dengan manajemen. Organisasi menghormati peran dan pandangan mereka sembari mewujudkan visi tersebut menjadi kenyataan.
      Pola pikir manajemen dan produktivitas memainkan peran besar, yakni cara pikir pemimpin sama dengan strategis leadership:
      (1) kemampuan untuk melakukan antisipasi (anticipate)
      (2) menantang status quo (challenge)
      (3) menafsirkan data dan informasi kompleks (interpret)
      (4) mengambil keputusan (decide)
      (5) menyelaraskan panda

    • Keterampilan Strategic Leadership yang Perlu Anda Miliki untuk dapat Menjadi Pemimpin yang Efektif

      Dalam artikel Harvard Business Review, terdapat enam keterampilan kemampuan strategis esensial yang dapat mendorong seorang pemimpin untuk dapat memimpin secara efektif, yakni kemampuan untuk melakukan antisipasi (anticipate), menantang status quo (challenge), menafsirkan data dan informasi kompleks (interpret),  mengambil keputusan (decide), menyelaraskan pandangan berbagai pihak (align), and  dan mengambil pembelajaran dari pengalaman (learn).

      1. Anticipate

      Kemampuan antisipasi menjadi suatu hal yang penting bagi pemimpin strategis untuk dapat mengidentifikasi peluang dan ancaman yang sering kali tidak serta-merta mudah untuk diidentifikasi. Oleh sebab itu,  seorang pemimpin di level strategis perlu untuk secara terus-menerus mengasah kemampuan antisipasinya untuk dapat menangkap sinyal-sinyal  perubahan dari lingkungan sekitar. 

      Hal ini dilakukan dengan mencari informasi dari pelanggan dan mitra bisnis untuk memahami tantangan apa yang dihadapi oleh pasar/industri, menghadiri pertemuan-pertemuan bisnis, dan mempelajari kompetitor untuk melihat tanggapan mereka dalam menghadapi adanya disrupsi dan perubahan. Selain itu, ia juga dapat menyusun sebuah skenario untuk membayangkan berbagai jenis kemungkinan di masa mendatang untuk dapat dengan lebih baik mempersiapkannya.

      2. Challenge

      Kepemimpinan di tingkat strategis memerlukan kemampuan untuk secara konstan menantang status quo. Bahkan, bukan hanya status quo, seorang pemimpin strategis juga perlu untuk menantang pemahaman dan asumsi yang dimiliki oleh diri sendiri dan orang lain, sehingga ia dapat melakukan evaluasi atas sudut pandangnya dari berbagai perspektif.

      Untuk dapat melakukan hal ini, ia dapat mencoba untuk mempelajari kembali asumsi-asumsi yang ada mengenai industri/organisasi dan mendorong dialog atas asumsi-asumsi tersebut dengan berbagai pihak untuk melihat apakah asumsi-asumsi tersebut benar adanya. Ia juga dapat melibatkan atau bahkan menjadi ΓÇ£devilΓÇÖs advocateΓÇ¥ dalam proses pengambilan keputusan, serta meminta input dari mereka yang tidak terlibat secara langsung dari suatu keputusan untuk memperoleh perspektif maupun tantangan yang mungkin penting untuk dipertimbangkan

      3. Interpret

      Ketika seorang pemimpin  berhasil menentang asumsi dan status quo, maka ia tentunya akan memperoleh berbagai informasi, data, dan opini kompleks yang tidak jarang saling bertentangan. Sebagai tambahan, adanya pergerakan yang dinamis pasar dan lingkungan juga turut menambah kompleksitas informasi yang tersedia.

      Seorang pemimpin strategis, dengan demikian, perlu untuk dapat mengenali pola, mempelajari ambiguitas, dan memperoleh insight baru untuk melihat apakah ada makna atau implikasi tersirat dari informasi yang ia terima.

      Untuk dapat melakukan ini, seorang pemimpin strategis perlu untuk melihat gambaran besar dan detail dari suatu informasi secara berkesinambungan, aktif berusaha mencari informasi yang masih dibutuhkan , serta melibatkan berbagai pihak untuk memperoleh masukan atas bagaimana ia dapat menafsirkan berbagai data dan informasi kompleks.

      4. Decide

      Setiap pemimpin tentunya akan dihadapkan pada situasi di mana mereka harus mengambil keputusan secara cepat, bahkan meskipun mereka tidak memiliki informasi yang lengkap. Meski demikian, pemimpin di tingkat strategis harus menghindari terjebak dalam opsi ΓÇ£ya atau tidakΓÇ¥ dalam suatu keputusan dan mempertimbangkan berbagai pilihan.

      Mereka harus memikirkan dampak dari keputusan tersebut bagi pihak yang terlibat, serta memikirkan tujuan jangka pendek dan jangka pendek organisasi. Untuk dapat melakukan hal ini, seorang pemimpin strategis perlu untuk senantiasa memastikan alternatif pilihan apa saja yang tersedia kepada anggota timnya dengan melihat opsi terbaik bagi tujuan organisasi. 

      Ia juga perlu untuk secara berkala menginformasikan kepada anggota tim mengenai proses pengambilan keputusannya serta meminta komitmen dari pihak yang terlibat.  Dalam pengambilan keputusan besar, perlu juga untuk dapat membagi keputusan itu menjadi bagian lebih kecil untuk mengantisipasi konsekuensi yang mungkin tidak terduga. Bahkan jika perlu, sebuah pilot project juga dapat dilakukan untuk menguji kelayakan dari suatu keputusan. 

      5. Align

      Seorang pemimpin strategis perlu untuk dapat secara terus-menerus memastikan kesamaan persepsi dari berbagai pihak dengan pandangan dan agenda beragam untuk dapat memperoleh ΓÇ£buy-inΓÇ¥ dari mereka. Oleh sebab itu, ia haruslah dapat menunjukkan kemampuan komunikasi dan mempengaruhi yang baik sehingga dapat membangun kepercayaan.

      Untuk dapat melakukan hal ini, seorang pemimpin strategis perlu untuk terlebih dahulu memetakan stakeholder internal dan eksternal maupun agenda dari masing-masing stakeholder, baik yang tampak maupun tersembunyi. 

      Ia juga perlu membangn komunikasi secepat mungkin dan sesering mungkin untuk memastikan semua stakeholder mengetahui apa yang diharapkan, dan berusaha  meminimalkan adanya kesalahpahaman maupun resistensi dari berbagai pihak. Seorang pemimpin juga perlu untuk mencoba mendengarkan permasalahan yang dihadapi para stakeholder, dan juga memberikan apresiasi kepada anggota tim yang mendorong keselarasan dalam tim. 

      6. Learn

      Untuk memastikan keberlangsungan perusahaan,  seorang pemimpin strategis  dapat mempelajari berbagai jenis pengalaman dan keluaran, baik yang bersifat positif (keberhasilan) maupun negatif (kegagalan). Bukan hanya itu, mereka juga memiliki bagian penting untuk mendorong budaya pembelajaran di organisasi dan anggota tim mereka.

      Untuk melakukan hal ini, seorang pemimpin perlu untuk secara terus menerus melakukan review atas tindakan dan keputusan, mendokumentasi ΓÇ£lesson learnedΓÇ¥ dari keputusan, dan menyampaikan insight atas pembelajaran tersebut kepada pihak-pihak yang relevan. Selain itu, ia juga dapat


    • KEPEMIMPINAN DAN PERUBAHAN SOSIA

      Model perubahan 3 tahap menggambarkan keadaan saat ini sebagai status quo. Ini menyajikan proses perubahan dan kemudian dimulai dengan perubahan yang diusulkan dan kemudian berkembang ke keadaan masa depan yang diinginkan.
      Menurut Lewin, perubahan dalam organisasi dapat melalui tiga tahap dasar:
      Realisasi Materi
      Model perubahan 3 tahap menggambarkan keadaan saat ini sebagai status quo. Ini menyajikan proses perubahan dan kemudian dimulai dengan perubahan yang diusulkan dan kemudian berkembang ke keadaan masa depan yang diinginkan.
      Menurut Lewin, perubahan dalam organisasi dapat melalui tiga tahap dasar:
      TAHAP PENCAIRAN (UNFREEZING)
      TAHAP PERUBAHAN (CHANGE)
      TAHAP 3 ΓÇô STABILISASI (REFREEZING )