Garis besar topik


      1. Arti Emosi dan Suasana Hati
      2. Emosi Dasar dan Suasana hati Dasar
      3. Sumber Emosi dan Suasana hati
      4. Emosi Pekerja
      5. Teori Peristiwa Efektif
      6. Kecerdasan Emosional
      7. Pengaturan Emosi
      8. Aplikasi Perilaku Organisasi terhadap Emosi dan Suasana Hati
      9. Implikasi Untuk Manajer

    • EMOSI DAN SUASANA HATI

      AFEK, EMOSI DAN SUASANA HATI ΓÇó Afek adalah sebuah istilah yang mencakup beragam perasaan yang dialami seseorang. ΓÇó Emosi adalah perasaan-perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Ciricirinya adalah: 1. Disebabkan oleh kejadian-kejadian spesifik. 2. Sangat cepat dalam durasi. 3. Bersifat spesifik dan banyak ( kemarahan,rasa takut, rasa sedih, bahagia, rasa jijik,dll) 4. Biasanya disertai ekspresi wajah yang jelas. 5. Bersifat orientasi tindakan

      ΓÇó Suasana Hati adalah perasaan-perasaan yang cenderung kurang intens dibanding emosi dan seringkali tanpa rangsangan kontektual. Ciri-cirinya: 1. Penyebabnya seringkali umum dan kurang jelas. 2. Berakhir lebih lama dari emosi. 3. Lebih umum ( dua dimensi utama, yaitu afek positif dan afek negatif). 4. Biasanya tidak diindikasikan dengan ekspresi wajah yang jelas. 5. Bersifat kognitif

      KUMPULAN DASAR EMOSI ΓÇó Rene Descartes menyebutkan enam ΓÇ£nafsu sederhana dan primitiveΓÇ¥, yaitu rasa kagum, cinta, benci, hasrat, gembira, dan sedih. Namun beberapa peneliti berargumen bahwa tidak masuk akal untuk memikirkan emosi-emosi dasar karena emosi lain yang jarang kita alami juga dapat berpengaruh sangat kuat pada kita. ΓÇó Dalam penelitian kontemporer, psikolog telah mencoba mengidentifikasi emosi-emosi dasar dengan mempelajari berbagai ekspresi wajah. Salah satu masalah dari pendekatan ini adalah, beberapa emosi terlalu kompleks untuk diekspresikan melalui wajah. Karena tidak mudah untuk mengekspresikan emosi melalui wajah. Selain itu,tiap kultur memiliki norma yang mengatur ekspresi emosi. Sehingga terkadang bagaimana kita mengalami emosi tidak akan selalu sama sama dengan bagaimana kita menunjukkannya.

      BEBERAPA ASPEK EMOSI • 1. Biologi Emosi • Semua emosi berasal dari sistem limbik otak. Orangorang cenderung merasa paling bahagia ketika sistem limbik mereka secara relatif tidak aktif. Ketika sistem limbik „memanas‟, emosi-emosi negatif seperti rasa marah dan bersalah mendominasi. Dengan kata lain, sistem limbik memberikan sebuah lensa dimana anda dapat menginterpretasikan kejadian-kejadian. Sistem limbik setiap orang berbeda. Akan lebih aktif pada orang-orang depresi. Sistem limbik pada wanita juga lebih besar daripada pria, sehingga wanita cenderung lebih mudah mengalami depresi.

      ΓÇó 2. Intensitas ΓÇó Setiap orang memberika respon yang berbeda-beda terhadap rangsangan pemicu emosi yang sama. Setiap orang memiliki kemampuan bawaan yang bervariasi untuk mengekspresikan intensitas emosional. Berbagai pekerjaan menuntut emosi yang berbeda. Ada yang menuntut untuk tetap tenangm namun ada yang menuntut ekspresi lebih untuk mengubah intensitas emosional bilamana dibutuhkan. ΓÇó 3. Frekuensi dan Durasi ΓÇó Suksesnya pemenuhan tuntutan emosional seorang karyawan dari suatu pekerjaan tidak hanya bergantung pada emosi-emosi yang harus ditampilkan dan intensitasnya, tetapi juga pada seberapa sering dan lamanya mereka berusaha menampilkannya.

      ΓÇó 4. Apakah Emosi Membuat Kita Irasional? ΓÇó Rasionalitas dan emosi saling bertentangan, dan jika menampilkan emosi, kemungkinan kita akan bertindak irasional. Kita harus memiliki kemampuan untuk mengalami emosi agar dapat menjadi rasional. Karena emosi memberikan informasi penting mengenai bagaimana kita memahami dunia di sekitar kita. Kunci terhadap pengambilan keputusan yang baik adalah menerapkan pemikiran dan perasaan dalam suatu keputusan.

      ΓÇó 5. Apakah Fungsi Emosi Itu? ΓÇó Setiap emosi, baik emosi positif maupun negatif ditunjukkan karena memiliki tujuan yang bermanfaat. Contohnya marah yang bisa dibilang emosi negative. Seseorang marah bila diganggu, sebenarnya ia memberikan peringatan kepada orang-orang sekitar agar tidak melakukan hal yang sama yang membuatnya marah. Demikian pula emosi positif, contohnya karyawan pelayanan yang merasa empati terhadap pelanggan dapat memberikan layanan pelanggan yang memuaskan.

      SUASANA HATI SEBAGAI AFEK NEGATIF & POSITIF ΓÇó Sebagian besar individu lebih mengingat pengalaman negatif daripada pengalaman positif, ini karena pengalaman negatif tersebut tidak biasa terjadi. Sehingga ada sebuah penyeimbang produktivitas yaitu kecenderungan suasana hati sedikit positif pada masukan nol ( ketika tidak ada sesuatu secara khusus terjadi ).

      SUMBER-SUMBER EMOSI DAN SUASANA HATI • 1. Kepribadian • Kepribadian memberi kecenderungan kepada orang untuk mengalami suasana hati dan emosi tertentu. Beberapa orang mempunyai kecenderungan untuk mengalami emosi apapun secara lebih intens. Orang-orang seperti itu memiliki intensitas efek yang tinggi. Intensitas Efek yaitu perbedaan individual dalam hal kekuatan dimana individu-individu mengalami emosi mereka. Jadi, emosi-emosi berbeda dalam dalam intensitas mereka, tetapi juga berbeda dalam bagaimana mereka berkecenderungan untuk mengalami emosi secara intens. • 2. Hari dalam Seminggu dan Waktu dalam Sehari • Sebagian besar orang berada di tempat kerja atau sekolah pada hari Senin-Jum‟at. Dengan demikian, sebagian besar orang akan memanfaatkan akhir minggu untuk bersantai dan bersenang-senang.

      3. Cuaca ΓÇó Cuaca memiliki sedikit pengaruh terhadap suasana hati. Korelasi ilusif menjelaskan mengapa orang-orang cenderung berpikir bahwa cuaca yang menyenangkan meningkatkan suasana hati mereka. Korelasi ilusif merupakan kecenderungan orang-orang untuk mengasosiasikan dua kejadian yang pada kenyataannya tidak memiliki sebuah korelasi. ΓÇó 4. Stres ΓÇó Stress memengaruhi emosi dan suasana hati. Di tempat kerja, tingkat stress dan ketegangan yang menumpuk di tempat kerja dapat memperburuk suasana hati karyawan, sehingga menyebabkan mereka mengalami lebih banyak emosi negatif.

      ΓÇó 5. Aktivitas Sosial ΓÇó Penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas sosial yang bersifat fisik, informal, atau Epicurean (makan bersama orang lain) lebih diasosiasikan secara kuat dengan peningkatan suasana yang positif dibandingkan kejadian-kejadian formal. ΓÇó 6. Tidur ΓÇó Kualitas tidur mempengaruhi suasana hati. Ini karena orang yang kurang tidur akan mengalami kelelahan yang lebih besar, kemarahan dan ketidakramahan, sehingga alasan mengapa tidur yang lebih sedikit, atau kualitas tidur yang buruk, menempatkan orang dalam suasana hati yang buruk karena hal tersebut memperburuk pengambilan keputusan dan membuatnya sulit untuk mengontrol emosi.

      ΓÇó 7. Olahraga ΓÇó Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan suasana hati positif, karena itulah olahraga adalah salah satu terapi untuk mengurangi depresi. ΓÇó 8. Usia ΓÇó Seiring bertambahnya usia, suasana hati positif yang tinggi bertahan lebih lama dan suasana hati yang buruk menghilang dengan lebih cepat. Ini dikarenakan pengalaman emosionalnya yang cenderung membaik. ΓÇó 9. Gender ΓÇó Sudah menjadi keyakinan umum bahwa wanita lebih menggunakan perasaan mereka dibandingkan priaΓÇö bahwa mereka bereaksi lebih secara emosional dan mampu membaca emosi orang lain dengan lebih baik.

      BATASAN-BATASAN EKSTERNAL PADA EMOSI Organisasi dan kultur menetapkan batasan-batasan emosi, yaitu: 1. Pengaruh-pengaruh Organisasi ΓÇó Pada umumnya iklim dalam suatu organisasi yang dikelola dengan baik adalah iklim yang berusaha untuk bebas dari emosi. 2. Pengaruh-pengaruh Kultural ΓÇó Tingkat seberapaa besar orang mengalami emosi bervariasi dalam setiap kultur. Orang-orangdalam sebagian kultur tampaknya mengalami emosi negative atau positif tertentu, tapi sampai derajat tertentu, frekuensi pengalaman dan intensitas mereka memang bervariasi.

      KERJA EMOSIONAL Kerja emosional adalah ekspresi seorang karyawan dari emosi-emosi yang diinginkan secara organisasional selama transaksi antarpersonal di tempat kerja. Emosi yang Dirasakan versus Emosi yang Ditampilkan 1. Emosi yang dirasakan adalah emosi sebenarnya dari seorang individu. 2. Emosi yang ditampilkan adalah emosi-emosi yang diharuskan secara organisasional dan dianggap sesuai dalam sebuah pekerjaan tertentu. 3. Emosi yang dirasakan dan emosi yang ditampilkan seringkali berbeda. 4. Untuk menunjukkan emosi palsu menuntut kita untuk benar-benar menahan emosi yang kita rasakan.

      KECERDASAN EMOSIONAL Kecerdasan emosional yaitu kemampuan seseorang mendeteksi dan mengelola petunjuk-petunjuk serta informasi emosional. Individu-individu yang memiliki kecerdasan emosional akan menjadi individu yang efektif di dalam melakukan pekerjaan. Kecerdasan emosional sendiri terdiri dari lima dimensi, yaitu: 1. Kesadaran diri yaitu sadar atas apa yang anda lakukan ataupun rasakan. 2. Manajemen diri yaitu kemampuan untuk mengelola emosi dan dorongan-dorongan pada diri anda sendiri. 3. Motivasi diri yaitu kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi kegagalan dan kemunduran pada diri anda akibat kehilangan motivasi. 4. Empati yaitu kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain di sekitar anda (anda tidak menjadi individu yang cuek). 5. Keterampilan sosial yaitu kemampuan menangani emosiemosi orang lain.

      DEFINISI KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTOR ΓÇó 1. Kognitif ΓÇó Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Ranah kognitif memiliki enam jenjang atau aspek, yaitu: ΓÇó 1. Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge) ΓÇó 2. Pemahaman (comprehension) ΓÇó 3. Penerapan (application) ΓÇó 4. Analisis (analysis) ΓÇó 5. Sintesis (syntesis) ΓÇó 6. Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)

      ΓÇó Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi

      2. AFEKTIF

      ΓÇó Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciriciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. ΓÇó Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: ΓÇó 1. Receiving atau attending ( menerima atua memperhatikan) ΓÇó 2. Responding (menanggapi) mengandung arti ΓÇ£adanya partisipasi aktifΓÇ¥ ΓÇó 3. Valuing (menilai atau menghargai) ΓÇó 4. Organization (mengatur atau mengorganisasikan) ΓÇó 5. Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau ΓÇó komplek nilai)

      3. PSIKOMOTORIK

      Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungankecenderungan berperilaku). Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya. ΓÇó Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.