Garis besar topik
-
-
asalamu'alaikum Wr. Wb
Tabik pun.......
Mahasiswa/wi yang ibu banggakan. Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT
Mata kuliah Perilaku Organisasi ini memiliki bobot 4 sks . Saya mengampu matakuliah ini dari pertemuan 1 sampai pertemuan ke 15. di pertemuan ke 8 akan dilakukan Ujian Tengah Semester, an dan di pertemuan 16 kita akan melakukan Ujian Akhir semester.
Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, Salam hangat dan tetap semangat!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
-
-
1. Ketrampilan Interpersonal
2. Fungsi dan peran manajer
3. Disiplin dan perilaku organsasi
4. Tantangan dan peluang dalam Perilaku Organisasi
5. Pengembangan Model Perilaku Organisasi Implikasi Untuk manajer
-
Pengertian, Manfaat, dan Ruang Lingkup Perilaku Organisasi
Pada dasarnya, perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang di dalamnya mempelajari tentang bagaimana seseorang ataupun individu bisa bergerak dan berperilaku sesuai dengan organisasi.
Termasuk di dalamnya mempelajari bagaimana mereka bisa berinteraksi satu sama lainnya dan bagaimana mereka bisa bekerja dalam suatu struktur organisasi untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dan juga interaksi tersebut dengan lingkungan yang berada di luar organisasi.
Salah satu tujuan utama dilakukannya studi perilaku organisasi adalah agar bisa merevitalisasi teori organisasi dan juga mengembangkan konseptualisasi kehidupan organisasi yang lebih baik.
Sebagai bidang daripada multidisiplin, perilaku organisasi ini sudah dipengaruhi dengan perkembangan pada sejumlah disiplin ilmu, termasuk di dalamnya psikologi, sosiologi, ekonomi, teknik dan juga pengalaman dari para praktisi itu sendiri.
Studi tentang perilaku organisasi ini memiliki peranan yang penting untuk dipahami, memprediksi, serta mengandalkan perilaku setiap SDM dalam suatu organisasi, sehingga organisasi tersebut bisa berjalan secara efektif.
Pengertian Perilaku Organisasi Adalah
Agar lebih memahami tentang perilaku organisasi, berikut ini kita akan bahas pengertian perilaku organisasi berdasarkan para ahli yang ada di bidangnya.
Timothy A. Judge
Timothy menjelaskan bahwa perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang menyelidiki dampak yang dipunyai oleh suatu individu, kelompok, dan juga struktur pada perilaku yang ada di dalam suatu organisasi. Tujuan dari perilaku organisasi adalah untuk menerapkan ilmu pengetahuan agar bisa meningkatkan keefektifan suatu organisasi.
Thoha
Thoha menerangkan bahwa perilaku organisasi adalah suatu studi yang berhubungan dengan berbagai aspek tingkah laku manusia di dalam organisasi ataupun kelompok tertentu.
Khaerul Umam
Menurut khaerul umam, perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari dampak dari perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku organisasi agar bisa menerapkan pengetahuan terkait tentang berbagai hal tersebut demi perbaikan efektivitas suatu organisasi.
Syamsir Torang
Syamsir Torang berpendapat bahwa perilaku organisasi adalah tentang apa yang dilakukan oleh mereka yang ada di dalam organisasi dan bagaimana perilaku mereka mampu memberikan dampak pada performa organisasi tersebut.
Baca juga: Decision Support System Adalah Tools Efektif Untuk Mengambil Keputusan yang Tepat
Manfaat Perilaku Organisasi
Beberapa manfaat dari mempelajari perilaku organisasi adalah sebagai berikut ini:
- Perilaku Organisasi akan bertindak sebagai map untuk kehidupan anggota yang ada di dalam organisasi.
- Melakukan penelitian yang sistematis dan berguna untuk memahami dan juga memprediksi kehidupan organisasi tersebut.
- Perilaku organisasi akan membantu setiap individu dalam memahami perilaku mereka sendiri dan juga orang lain yang berada di dalam organisasi, sehingga bisa meningkatkan hubungan interpersonal antar setiap individu yang berada di dalam organisasi tersebut.
- Membantu setiap manajer untuk bisa memahami dan juga memengaruhi lingkungan dan juga kejadian ataupun masalah yang ada pada organisasinya.
- Analisa perilaku organisasi juga akan sangat membantu mencegah adanya masalah dalam organisasi.
- Memberikan motivasi dasar pada setiap manajer agar bisa memberikan pengarahan dan mengontrol bawahannya secara lebih efektif.
- Perilaku organisasi juga berguna untuk menjaga setiap hubungan industrial perusahaan.
- Jika berbagai prinsip manajemen bisa diterapkan secara efektif di dalam organisasi, maka akan sangat membantu dalam hal memberikan motivasi pada karyawan dan juga mempertahankan mereka di dalam organisasi.
Elemen-elemen Perilaku Organisasi Adalah
Umumnya, terdapat 4 elemen penting yang mampu mempengaruhi perilaku organisasi. Empat elemen yang mampu mempengaruhi organisasi adalah berasal dari internal organisasi dan eksternal organisasi. Berikut ini adalah penjelasannya.
1. Manusia
Manusia adalah sistem sosial di dalam internal organisasi. Mereka terdiri dari individu ataupun kelompok tertentu. Artinya, kelompok tersebut bisa dalam jumlah yang kecil atau besar, informal atau formal, tidak resmi ataupun tidak resmi.
Pada dasarnya, kelompok manusia ini sifatnya dinamis, artinya mudah dibentuk, berubah, dan juga bubar. Manusia yang membuat kelompok ini lalu akan mencoba berbagai cara agar bisa mencapai tujuan dan sasaran yang sudah dibuatnya.
Sehingga, adanya organisasi akan membantu melayani setiap orang dan bukan orang yang ada untuk melayani organisasi tersebut.
2. Struktur
Struktur adalah hubungan pada setiap orang yang terdapat di dalam suatu organisasi. Mereka yang berada di dalam suatu organisasi tentu diberikan peran yang berbeda, dan mereka mempunyai hubungan tertentu dengan yang lainnya.
Struktur ini kan mengarah pada pembagian kerja, sehingga setiap orang bisa melakukan tugas ataupun pekerjaannya agar bisa mencapai tujuan organisasi. Seluruhnya akan saling berkaitan agar bisa mencapai tujuan secara lebih terkoordinasi.
Sehingga, struktur organisasi ini akan berkaitan dengan kekuasaan dan juga tugas. Mereka yang memiliki wewenang dan lainnya memiliki kewajiban untuk mematuhi wewenang tersebut.
3. Teknologi
Teknologi mampu menanamkan kondisi fisik dan juga ekonomi dimanapun orang bekerja. Sifat dari teknologi ini akan sangat tergantung dari sifat organisasi dan juga akan turut mempengaruhi pekerjaan ataupun kondisi kerja perusahaan. Sehingga, teknologi akan membawa efektivitas dan juga memberikan batasan setiap orang dengan berbagai caranya.
4. Sistem Sosial
Sistem sosial ini akan menyediakan lingkungan eksternal tempat organisasi bergerak. Sistem sosial ini akan memberikan pengaruh pada sikap orang, kondisi kerja dan yang paling penting adalah mampu memberikan persaingan untuk sumber daya dan juga kekuasaan.
Ruang Lingkup Perilaku Organisasi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa perilaku organisasi adalah studi tentang perilaku setiap manusia yang bekerja di suatu organisasi.
Sehingga, pada dasarnya ruang lingkup organisasi adalah suatu integrasi dari tiga konsep ataupun studi perilaku yang terdiri dari perilaku individu, perilaku antar individu, dan juga perilaku kelompok.
- Perilaku Individu ΓÇô Studi perilaku individu adalah suatu studi terkait kepribadian individu, pembelajaran, sikap, motivasi dan juga kepuasaan kerja.
- Perilaku Antar Individu ΓÇô adalah suatu studi yang dilakukan dengan adanya komunikasi antara setiap karyawan diantara mereka sendiri dan bawahan mereka, memahami kualitas dari kepemimpinan orang, dinamika kelompok, konflik yang terjadi pada kelompok, kekuasaan, dan juga politik.
- Perilaku Kelompok ΓÇô perilaku kelompok ini akan mempelajari terbentuknya suatu organisasi, struktur organisasi, dan efektivitas organisasi dan berbagai upaya kelompok yang dilakukan untuk bisa mencapai tujuan organisasi.
Kontribusi Bidang Ilmu Terhadap Perilaku Dalam Organisasi
Psikologi
Psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang didalamnya mengukur, menjelaskan, dan juga mengubah perilaku. Kontribusinya ilmu ini pada perilaku organisasi adalah dalam hal motivasi, pembelajaran, kepribadian, persepsi, efektivitas kepemimpinan, pelatihan, pengambilan keputusan individu, kepuasan kerja, penilaian kinerja, pengukuran sikap, desain kerja, seleksi karyawan, dan juga stress karyawan.
Psikologi Sosial
Psikologi Sosial adalah salah satu bidang dari studi psikolog, yang didalamnya menggabungkan berbagai konsep psikologi dan sosiologi dengan memusatkan perhatian pada saling adanya keterpengaruhan pada tiap orang.
Kontribusi studi ini dalam bidang perilaku organisasi adalah perubahan sikap, perubahan perilaku, proses kelompok, dan pengambilan keputusan kelompok.
Sosiologi
Sosiologi adalah suatu studi tentang setiap orang dalam hubungannya antar sesama. Pemahaman terkait sistem sosial dan interaksi sosial manusia akan menyatu dalam suatu sistem sosial.
Sumbangsihnya dalam perilaku organisasi adalah tim-tim kerja, dinamika kelompok, perilaku antar kelompok, konflik, perubahan organisasi, teori organisasi formal, dan budaya organisasi.
Antropologi
Antropologi adalah suatu studi terkait masyarakat, terutama terkait manusia dan juga kegiatannya. Sumbangsihnya dalam perilaku organisasi adalah analisis lintas budaya, nilai komparatif, dan lingkungan organisasional
Ilmu Politik
Ilmu politik adalah pengetahuan terkait perilaku individu dan juga kelompok dalam suatu lingkungan ilmu politik. Sumbangsihnya yang sangat kuat dalam perilaku organisasi adalah tentang politik intraorganisasional, konflik, dan juga kekuasaan.
Konsep Dasar Perilaku Keorganisasian
Setiap bidang ilmu tentu memiliki landasan filosofinya masing-masing, seperti Akuntansi, Fisika, dan lain-lain. Pun sama halnya dengan perilaku organisasi yang melibatkan manusia di dalamnya. Perilaku organisasi ini akan berkaitan dengan seperangkat konsep dasar di sekitar manusia dan juga organisasi.
Baca juga: Organizational Development, Cara yang Ampuh Untuk Mensukseskan Bisnis Anda
Penutup
Demikianlah penjelasan dari kami tentang perilaku organisasi. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang di dalamnya mempelajari tentang bagaimana seseorang ataupun individu bisa bergerak dan berperilaku sesuai dengan organisasi.
Pemahaman tentang perilaku organisasi ini sangat penting untuk setiap mereka yang terlibat di dalam manajemen perusahaan. Sehingga, perusahaan bisa bergerak secara lebih efektif dan efisien.
Hal lainnya yang tidak boleh dilupakan oleh manajemen perusahaan adalah tentang pengelolaan keuangan atau manajemen keuangan. Tentunya, hal ini menjadi penting karena manajemen keuangan perusahaan menjadi salah satu penentu atas kesuksesan perusahaan
-
-
-
Keragaman dalam Organisasi
1. Keragaman
2. Karakterisitik Biografis
3. Kemampuan
4. Implementasi Strategi Manajemen Keragaman
5. Implikasi untuk manajer
-
Dalam organisasi, keragaman adalah suatu hal yang lumrah ditemui. Keragaman yang dapat dilihat dengan mudah seperti jenis kelamin, usia, warna kulit, dan agama. Agar keragaman dalam organisasi dapat memberikan dampak yang positif bagi para karyawan maupun bagi perusahaan, keragaman dalam perusahaan perlu dikelola dengan baik melalui manajemen keragaman.
Robbins & Judge (2015) menjelaskan keragaman adalah bentuk perbedaan individu yang dipengaruhi oleh karakteristik biografis maupun karakteristik pribadi. Karakteristik biografis adalah perbedaan yang mudah dinilai secara langsung seperti umur, jenis kelamin, ras, etnis, disabilitas, masa kerja, gender, agama dan identitas budaya. Sedangkan karakterisitik kepribadian adalah karakteristik perbedaan nilai-nilai kepribadian seseorang untuk menentukan kesamaan jika seseorang semakin mengenal orang lain.
Pengelolaan keragaman yang baik dapat kita lihat pada perusahaan LΓÇÖOreal, hal ini dapat kita lihat pada tahun 2020 perusahaan kecantikan LΓÇÖOreal dinobatkan oleh Refinitiv Diversity & Inclusion Index sebagai sebagai salah satu dari 10 perusahaan terbaik di dunia tepatnya berada pada posisi ke enam, hal ini merupakan perolehan tertinggi perusahaan LΓÇÖOreal dalam Diversity & Inclusion setelah pada tahun 2019 perusahaan LΓÇÖOreal berada pada peringat 12. Dalam penobatan ini Refinitiv Diversity & Inclusion Index menilai lebih dari sembilan ribu organisasi terbaik secara global dengan empat pilar utama dalam penilaian yaitu keberagaman, inklusi, pengembangan masyarakat dan kontroversi berita.
Jean-Claude Le Grand sebagai Executive Vice-President Human Relations LΓÇÖOreal mengatakan bahwa LΓÇÖOreal punya komitmen mendalam terhadap diversity and inclusion, terutama dalam 15 tahun terakhir di setiap tingkat perusahaan LΓÇÖOreal dan diversity and inclusion memiliki peran esensial dalam mencapai kesuksesan, serta kunci untuk mempertahankan semangat inovasi pada perusahaan LΓÇÖOreal. Diversity yang dinilai oleh Refinitiv Diversity & Inclusion Index dengan mengevaluasi kesetaraan gender dan keragaman budaya pada manajemen dan pemimpin perusahaan, serta tujuan, juga inisiatif yang dilakukan terkait keberagaman, dan perusahaan LΓÇÖOreal menunjukkan dukungan terhadap kesetaraan gender melalui kesetaraan gaji di seluruh grup.
Restu Widiati selaku HR Director LΓÇÖOreal Indonesia mengatakan bahwa perusahaan LΓÇÖOreal sangat mendukung kesetaraan gender dan peran wanita mengembangkan kariernya melalui berbagai program. Hal ini dapat dilihat dari perusahaan LΓÇÖOreal Indonesia yang memiliki 43 persen karyawan perempuan dari total angkatan kerja perusahaan, di mana 47 persen berada di level manajerial.
Dari segi pendapatan, perusahaan LΓÇÖOreal juga menjadi perusahaan produk kecantikan dengan pendapatan tertinggi di dunia pada tahun 2020. (Databoks, 13 Agustus 2021) dan hal ini sesuai dengan pernyataan Thomas dan Ely (1996) yang menyatakan bahwa dengan mengelola keragaman sumber daya manusia dengan baik, perusahaan dapat meningkatkan profitabilitasnya, go beyond financial measure untuk mencapai pembelajaran, meningkatkan kreatifitas, meningkatkan pertumbuhan organisasi dan individual, dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk melakukan penyesuaian secara cepat serta untuk melakukan perubahan dengan sukses.
KeragamanKita semua tidaklah sama. Hal ini cukup jelas, tetapi para manajer kadang melupakan bahwa mereka perlu mengenali dan memanfaatkan perbedaan untuk memaksimalkan para pekerjanya. Manajemen keragaman yang efektif mampu meningkatkan keberhasilan organisasi untuk menggali keahlian, kemampuan, dan ide terluas yang mungkin dimiliki para pekerjanya.Karateristik Demografis Tenaga Kerja Amerika SerikatDewasa ini, perubahan itu tidak lagi sedang terjadi; perubahan itu telah terjadi dan semakin terefleksi dalam pekerjaan-pekerjaan manajerial dan profesional. Dibandingkan dengan tahun 1976, saat ini wanita semakin mungkin dipekerjakan penuh waktu, memiliki pendidikan yang lebih tinggi, dan mendapatkan gaji yang sebanding dengan pria. Selain itu, selama 50 tahun terakhir, kesenjangan pendapatan antara kulit outih dan kelompok ras etnis lain menurun secara signifikan.Tingkat-Tingkat KeberagamanKeberagaman level permukaan adalah perbedaan-perbedaan dalam karakteristik yang mudah dinilai seperti, jenis kelamin, ras, etnis, umur atau kecacatan, yang tidak selalu mencerminkan cara orang berpikir atau merasa tetapi dapat memunculkan stereotip tertentu.Keberagaman level dalam adalah perbedaan-perbedaan dalam nilai, kepribadian dan prefensi kerja yang menjadi lebih penting secara progresif dalam menentukan kesamaan, seiring semakin mengenal orang lain dengan lebih baik.Oleh karena itu,ketika waktu telah berubah dengan pasti, orientasi seksual dan identitas jenis kelamin tetap menjadi perbedaan individu yang menerima perlakuan sangat berbeda menurut hukum dan diterima cukup berbeda dalam organisasi.DiskriminasiMengeliminasi diskriminasi yang tidak adil merupakan hal yang efektif karena biasanya kita dengan tidak adil mengasumsikan bahwa semua orang dalam suatu kelompok adalah sama. Mendiskriminasi berarti memperhatikan perbedaan hal satu dengan hal lain yang sebenarnya belum tentu buruk.Meski diskriminasi dilarang oleh hukum maupun norma sosial, ribuan kasus diskriminasi pekerja tercatat setiap tahun dan masih banyak lainnya yang tidak dilaporkan. Kebanyakan bentuk-bentuk nyata telah hilang, namun menjadi bentuk tertutup seperti kurang sopan dan pengucilan, sehingga sukar untuk dihilangkan karena tidak mudah diamati dan pelakunya tidak menyadari efek dari tindakannya. Baik disengaja maupun tidak, diskriminasi membawa dapak negatif, seperti menurunnya produktivitas, konflik-konflik negatif, dan meningkatnya perputaran pekerja (turnover). Sekali saja tuntutan diskriminasi pekerjaan dilayangkan, akan berdampak kuat pada kasus bisnis sebagai upaya agresif untuk mengeliminasi ketidakadilan diskriminasi.Keragaman (diversity) adalah suatu istilah yang luas yang menyebabkan seseorang berbeda dari yang lain.Karakteristik Biografiskarakteristik biografis ialah karakteristik pribadi seperti umur, jenis kelamin, ras dan lama bekerja yang bersifat objektif dan mudah diperoleh dari catatan personel. Variasi dalam karakteristik level permukaan mungkin menjadi dasar diskriminasi terhadap kelas-kelas pekerja, sehingga layak untuk mengetahui seberapa erat kaitannya terhadap pentingnya hasil kerja. Banyak ternyata yang tidak terlalu penting sebagaimana diyakini orang-orang, dan lebih banyak lagi variasi yang terjadi dalam kelompok dengen berbagai karakteristik biografis dibandingkan di antara mereka.UmurHubungan antara umur dan kinerja mungkin menjadi suatu isu yang semakin penting selama dekade mendatang karena banyak alasan. Salah satu tingkat usia angkatan kerja diseluruh dunia bertambah. Sebagai contoh, tingkat partisipasi sipil dari pekerja Amerika Serikat di atas umur 59 tahun meningkat dari sekitar 22% tahun 2002 ke 29% di tahun 2012, dan 93% pertumbuhan angkatan kerja dari 2006 ke 2016 akan berasal dari pekerja di atas 54 tahun.Jenis KelaminTerjadi diskriminasi gender dalam sebuah organisasi, dimana kinerja pria dianggap lebih berpotensi dan lebih kompeten daripada wanita meskipun dalam jabatan dan keahlian yang sama. Dan tercatat bahwa wanita masih memperoleh upah yang lebih rendah daripada pria dengan posisi jabatan yang sama.Ras dan EtnisRas merupakan sebuah isu kontroversial. Ras dan etnis telah dipelajari karena terkait dengan hasil perekrutan seperti keputusan perekrutan, evaluasi kinerja, gaji, dan diskriminasi tempat kerja. Kebanyakan riset menunjukkan bahwa anggota dari ras dan etnis minoritas melaporkan level diskriminasi yang lebih tinggi di empat kerja.Diskriminasi sendiri, atas dasar apapun berujung pada meningkatnya perputaran pekerja, yang berbahaya bagi kinerja organisasi. Saat representasi yang lebih baik dari semua kelompok ras dalam organisasi tetap menjadi sebuah sasaran, riset terkini manunjukkan bahwa seorang individu dengan status minoritas semakin tisdak mungkin meninggalkan organisasinya jika ada perasaan diinklusikan. Beberapa riset menyatakan bahwa memiliki sebuah iklim keragaman positif secara keselurruhan dapat berujung pada meningkatnya penjualan.DisabilitasDengan terbentuknya paragraf undang-undang mengenai produk dengan disabilitas atau disebut Americans with Disabilities Act (ADA) thun 1990, perwakilan individu penyandang cacat dalam tenaga kerja Amerika Serikat meningkat cepat. Menurut ADA, pemberi kerja disyaratkan untuk menyediakan akomodasi yang sesuai sehingga tempat kerjanya dapat di akses oleh individu dengan cacat fisik atau mental. Salah satu aspek yang paling kontroversial dari ADA adalah adanya provinsi yang mensyaratkan pemberi kerja untuk memberikan akomodasi yang sesuai untuk orang dengan disabilitas psikiartik. Oleh karena prasangka negatif pemberi kerja, banyak penderita gangguan mental enggan mengungkapkan keadaannya sehingga menyembunyikan masalah. Meskipun demikian, kemajuan teknologi yang berkelanjutan telah meningkatkan lingkup ketersediaan pekerjaan bagi penyandang distabilitas, memberi peluang baru dan beragam.Karakteristik Biografis Lainnya: Masa Kerja, Agama, Orientasi Seksual, dan Identitas Kelamin, serta Identitas Budaya.Masa kerja merupakan pengalaman kerja dilihat dari sebuah prediktor yang baik terhadap produktivitas pekerja. Semakin lama seseorang dalam suatu pekerjaan semakin kecil kemungkinannya untuk keluarAgama Tidak hanya orang-orang yang religius dan non religius yang mempertanyakan sistem kepercayaan satu sama lain seringkali orang-orang dengan kepercayaan yang berbeda berkonflik.Orientasi Seksual dan Identitas Gender Hukum federal tidak melarang diskriminasi atas pekerja berdasarkan orientasi seksual meskipun 21 negara bagian lebih dari 160 daerah melarang. Pemerintah federal telah melarang diskriminasi atas pekerja pemerintah berdasarkan orientasi seksual. Equal Employment Opportunity Commision (EEOC), yaitu agen federal yang bertanggung jawab untuk mendorong hukum diskriminasi pekerjaan, baru-baru ini menyatakan bahwa stereotip atas individu lesbian, gay, dan biseksual mewakili diskriminasi janis kelamin yang dilindungi dalam Undang ΓÇô Undang Hak Sipil tahun 1964. Akhirnya, legislasi tertunda federal atas diskriminasi berdasarkan orientasi seksual ΓÇô Undang Undang Non ΓÇô Diskriminasi ΓÇô terus menerima dukungan yang lebih dan lebih dalam kongres. Untuk identitas jenis kelamin, perusahaan semakin menempatkan kebijakan ΓÇô kebijakan untuk mengelola bagaimana organisasi mereka memperlakukan pekerja ΓÇô pekerja yang disebut transgender. Oleh karena itu, ketika waktu telah berubah dengan pasti, orientasi seksual dan identitas jenis kelamin tetap menjadi perbedaan individu yang menerima perlakuan sangat berbeda menurut hukum kita dan diterima cukup berbeda dalam organisasi berbeda.Identitas Budaya sebuah hubungan dengan budaya atau nenek moyang keluarga atau masa muda yang bertahan sepanjang waktu, tidak peduli dimana individu itu berada dalam dunia. Orang ΓÇô orang memilih identitas budayanya, dan mereka juga memilih seberapa dekat mereka mengobservasi norma ΓÇô norma budaya tersebut. Norma ΓÇô norma budaya memengaruhi tempat kerja yang terkadang menimbulkan perpecahan, dimana organisasi harus beradaptasi. Seseorang yang bekerja di luar daerah asalnya akan mencari kelompok dan organisasi yang memiliki identitas budaya yang sama dengannya, atau mereka menyesuaikan praktik mereka dengan norma lingkungan kerja barunya. Meskipun demikian, akibat integrasi global dan perubahan pasar tenaga kerja, perusahaan global berusaha untuk memahami dan menghormati identitas budaya pekerjanya, baik sebagai kelompok maupun individu. Adanya norma dimana saat pekerja yang lebih tua memiliki kontrak solid yang memberikan manfaat seumur hidup, ekonomi yang memburuk berdampak pada pekerja yang lebih muda yang hanya dapat menemukan pekerjaan temporer meskipun telah memperoleh level pendidikan yang lebih tinggi dari orang tuanya. Sebuah perusahaan yang sensitif dengan identitas budaya pekerjanya harusmelihat ke luar untuk mengakomodasi kelompok mayoritasnya dan kemudian menciptakan sebanyak mungkin pendekatan individu atas praktik dan norma.Kemampuan IntelektualKemampuan adalah kapasitas individu saat ini untuk melakukan berbagai tugas dalam sebuah pekerjaan. Kemampuan keseluruhan esensinya dibangun oleh dua set faktor : intelektual dan fisik.Kemampuan intelektual (intellectual ability) adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas mental berpikir, penalaran, dan memecahakan masalah. Kebanyakan masyarakat menempatkan nilai yang tinggi pada intelektualitas dan untuk alasan yang baik. Orang-orang cerdas umumnya memperoleh lebih banyak uang dan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.Kemampuan mental general (Igeneral mental ability) faktor kecerdasan secara keseluruhan, yang duhasilkan oleh korelasi positif antara dimensi kemampuan intelektual spesifik. Artinya kecerdasan yang dihasilkan korelasi positif antara dimensi kemampuan intelektual, contohnya seperti suatu pekerjaan yang membutuhkan kemampuan verbal, seperti pekerjaan yang dalam hal pemrosesan informasi.Kemampuan FisikMeskipun perubahan alami pekerjaan menyebabkan kemampuan intelektual semakin meningkat untuk banyak pekerjaan, kemampuan fisik telah dan akan tetap bernilai. Riset atas ratusan pekerjaan telah mengidentifikasi sembilan kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam pengerjaan tugas fisik.Peran DisabilitasPentingnya kemampuan dalam bekerja nebciptakan masalah jika kita melihat keragaman dari sisi disabilitas. Mengakui bahwa individu memiliki kemampuan berbeda yang dapat dipertimbangkan dalam membuat keputusan perekrutan bukanlah masalah.Mengimplementasikan Strategi Manajemen KeragamanManajemen keragaman adalah proses dan program di mana manajer membuat setiap orang sadar dan sensitif pada kebutuhan dan perbedaan yang lain. Keragaman akan sukses jika kita memandangnya sebagai urusan setiap orang daripada jika kita percaya itu hanya membantu kelompok pekerja tertentu.Menarik, Memilih, Mengembangkan dan Mempertahankan Pekerja yang BeragamSatu metode meningkatkan keberagaman tenaga kerja adalah menargetkan pesan rekrutmen yang spesifik pada kelompok demografis yang kurang diwakili dalam tenaga kerja. Riset menunjukkan bahwa wanita dan kelompok minoritas memiliki minat yang lebih denganmenonjolkan komitmen akan keragaman dalam materi rekrutmen mereka. Proses seleksi adalah salah satu usaha untuk menciptakan keberagaman, manajer yang merekrut perlu bersikap adil dan objektiv.Keragaman dalam KelompokDalam beberapa kasus, sifat-sifat yang beragam dapat melukai kinerja tim, sedangkan dalam hal yang lain justru dapat memfasilitasi kinerja. Keragaman demografis (jenis kelamin, ras, dan etnis) tidak kelihatan baik membantu maupun melukai kinerja tim secara umum. Di sisi lain, tim dari individu-individu yang sangat inteligen, hati-hati, dan tertarik bekerja dalam tim lebih efektif. Dengan menekankan kesamaan level tinggi antar anggotanya, perbedaan dapat dimanfaatkan untuk mencapai kinerja superior.Program Keragaman EfektifSebuah studi utama mengenai konsekuensi program keragaman menghasilkan sebuah kesimpulan yang mungkin mengejutkan. Organisasi yang memberikan pelatihan keragaman tidak secara konsisten lebih memiliki wanita dan ras minoritas dalam posisi manajemen puncak dibandingkan organisasi yang tidak. Para ahli berpendapat bahwa satu sesi pelatihan tanpa strategi untuk mendorong manajemen keberagaman yang efektif dalam pekerjaan tidak mungkin menjadi sangat efektif. Beberapa program keragaman benar-benar efektif dalam memperbaiki representasi dalam manajemen.Para ahli berpendapat bahwa pengalaman keragaman lebih mungkin berujung pada adaptasi positif bagi semua pihak apabila (1) pengalaman keragaman mengurangi sikap stereotip, (2) jika penilainya termotivasi dan mampu mempertimbangkan perspektif baru pada orang lain, (3) jika penilainya terlibat dalam penekanan stereotip dan penekanan generatif dalam merespons pengalaman keragaman, dan (4) apabila pengalaman positif atas penurunan stereotip diulang dengan sering. Program keragaman berdasarkan pada prinsip ini mungkin menjadi lebih efektif dibandingkan pembelajaran di kelas dahulu.Pemimpin organisasi harus memeriksa tenaga kerjanya untuk menentukan apakah kelompok target kurang dibekali. jika kelompok pekerja tidak diwakili secara proporsional dalam manajemen puncak, manajer harus mencari tantangan tersembunyi terhadap kemajuan.
-
-
-
1. Sikap
2. Komponen Sikap
3. Sikap utama
4. Kepuasan kerja
5. Ukuran Kepuasan Kerja
6. Faktor Kepuasan Kerja dan Dampak Kepuasan Kerja
-
Sikap dan Kepuasan Kerja
1. SikapSikap (attitude) adalah pernyataan-pernyataan evaluatif baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap objek,individu,ataupun peristiwa. Menurut G.W Alport dalam (Tri Rusmi Widayatun, 1999 :218) sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak. Seiring dengan pendapat G.W. Alport di atas Tri Rusmi Widayatun memberikan pengertian sikap adalah ΓÇ£keadaan mental dan syaraf dari kesiapan, yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua obyek dan situasi yang berkaitan dengannyaΓÇ¥.Sedangkan Jalaluddin Rakhmat ( 1992 : 39 ) mengemukakan lima pengertian sikap, yaitu:A. Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir, dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, atau nilai. Sikap bukan perilaku, tetapi merupakan kecenderungan untuk berperilaku dengan cara-cara tertentu terhadap objek sikap. Objek sikap boleh berupa benda, orang, tempat, gagasan atau situasi, atau kelompok.B. Sikap mempunyai daya penolong atau motivasi. Sikap bukan sekedar rekaman masa lalu, tetapi juga menentukan apakah orang harus pro atau kontra terhadap sesuatu; menentukan apa yang disukai, diharapkan, dan diinginkan; mengesampingkan apa yang tidak diinginkan, apa yang harus dihindari.C. Sikap lebih menetap. Berbagai studi menunjukkan sikap politik kelompok cenderung dipertahankan dan jarang mengalami pembahan.D. Sikap mengandung aspek evaluatif: artinya mengandung nilai menyenangkan atau tidak menyenangkan.E. Sikap timbul dari pengalaman: tidak dibawa sejak lahir, tetapi merupakan hasil belajar. Karena itu sikap dapat diperteguh atau diubah.Menurt La Pierre (dalam Azwar, 2003) mendefinisikan sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan. Sedangkan menurut Soetarno (1994), sikap adalah pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak terhadap obyek tertentu. Sikap senantiasa diarahkan kepada sesuatu artinya tidak ada sikap tanpa obyek. Sikap diarahkan kepada benda-benda, orang, peritiwa, pandangan, lembaga, norma dan lain-lain.2. Apa saja komponen utama dari sikap?┬╖ Kognitif (cognitive) merupakan aspek intelektual, yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia, berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu telah terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari obyek tertentu. (segmen opini atau keyakinan dari sikap)┬╖ Afektif (affective) merupakan aspek emosional dari faktor sosio psikologis, didahulukan karena erat kaitannya dengan pembicaraan sebelumnya, aspek ini menyangkut masalah emosional subyektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki obyek tertentu. (segmen emosional atau perasaan dari sikap)┬╖ Konatif (conative) merupan komponen aspek vohsional, yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak. Komponen konatif atau komponen perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapi.Ketiga komponen tersebut sangat berkaitan. Secara khusus, dalam banyak cara antara kesadaran dan perasaan tidak dapat dipisahkan. Sebagai contoh, seorang karyawan tidak mendapatkan promosi yang menurutnya pantas ia dapatkan, tetapi yang malah mendapat promosi tersebut adalah rekan kerjanya. Sikap karyawan tersebut terhadap pengawasnya dapat diilustrasikan sebagai berikut : opini, (karyawan tersebut berpikir ia pantas mendapat promosi itu), perasaan (karyawan tersebut tidak menyukai pengawasnya), dan perilaku (karyawan tersebut mencari pekerjaan lain). Jadi, opini / kesadaran menimbulkan perasaan yang kemudian menghasilkan perilaku ,dan pada kenyataannya komponen-komponen ini berkaitan dan sulit untuk dipisahkan.Para peneliti telah berasumsi bahwa sikap mempunyai tiga komponen, yaitu kesadaran, perasaaan dan perilaku. Kesadaran merupakan sebuah keyakinan, keyakinan bahwa ΓÇ£diskriminasi itu salahΓÇ¥ merupakan sebuah pernyataan evaluatif. Opini semacam ini adalah komponen kognitif (cognitive component) dari sikap, yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap.Perasaan adalah segmen emosional atau perasaan dari sebuah sikap dan tercermin dalam pernyataan seperti ΓÇ£saya tidak menyukai pengawas karena ia mendiskriminasi orang-orang minoritasΓÇ¥. Perasaan bisa menimbulkan hasil akhir perilaku. Komponen perilaku (behavioral component) adalah niat untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu. Jadi, untuk meneruskan contoh diatas ΓÇ£saya mungkin memilih untuk menghindari pengawas dikarenakan perasaan saya tentang iaΓÇ¥.Perlu diingat bahwa komponen-komponen ini sangat berkaitan. Secara khusus, dalam banyak cara kesadaran dan perasaan tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan karena kesadaran akan menimbulkan perasaan yang kemudian akan menghasilkan perilaku. Gambar dibawah ini menunjukkan hubungan dari tiga komponen sikap. Dalam contoh ini, seorang karyawan tidak mendapatkan promosi yang menurutnya pantas ia dapatkan, tetapi malah didapat oleh seorang rekan kerjanya. Sikap karyawan tersebut terhadap pengawasnya diilustrasikan sebagai berikut : kesadaran (karyawan tersebut berpikir ia pantas mendapatkan promosi tersebut), perasaan (karyawan tersebut sangat tidak menyukai pengawasnya), dan perilaku (karyawan tersebut mencari pekerjaan lain).
-
-
-
-
- Arti Emosi dan Suasana Hati
- Emosi Dasar dan Suasana hati Dasar
- Sumber Emosi dan Suasana hati
- Emosi Pekerja
- Teori Peristiwa Efektif
- Kecerdasan Emosional
- Pengaturan Emosi
- Aplikasi Perilaku Organisasi terhadap Emosi dan Suasana Hati
- Implikasi Untuk Manajer
-
EMOSI DAN SUASANA HATI
AFEK, EMOSI DAN SUASANA HATI ΓÇó Afek adalah sebuah istilah yang mencakup beragam perasaan yang dialami seseorang. ΓÇó Emosi adalah perasaan-perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Ciricirinya adalah: 1. Disebabkan oleh kejadian-kejadian spesifik. 2. Sangat cepat dalam durasi. 3. Bersifat spesifik dan banyak ( kemarahan,rasa takut, rasa sedih, bahagia, rasa jijik,dll) 4. Biasanya disertai ekspresi wajah yang jelas. 5. Bersifat orientasi tindakan
ΓÇó Suasana Hati adalah perasaan-perasaan yang cenderung kurang intens dibanding emosi dan seringkali tanpa rangsangan kontektual. Ciri-cirinya: 1. Penyebabnya seringkali umum dan kurang jelas. 2. Berakhir lebih lama dari emosi. 3. Lebih umum ( dua dimensi utama, yaitu afek positif dan afek negatif). 4. Biasanya tidak diindikasikan dengan ekspresi wajah yang jelas. 5. Bersifat kognitif
KUMPULAN DASAR EMOSI • Rene Descartes menyebutkan enam “nafsu sederhana dan primitive”, yaitu rasa kagum, cinta, benci, hasrat, gembira, dan sedih. Namun beberapa peneliti berargumen bahwa tidak masuk akal untuk memikirkan emosi-emosi dasar karena emosi lain yang jarang kita alami juga dapat berpengaruh sangat kuat pada kita. • Dalam penelitian kontemporer, psikolog telah mencoba mengidentifikasi emosi-emosi dasar dengan mempelajari berbagai ekspresi wajah. Salah satu masalah dari pendekatan ini adalah, beberapa emosi terlalu kompleks untuk diekspresikan melalui wajah. Karena tidak mudah untuk mengekspresikan emosi melalui wajah. Selain itu,tiap kultur memiliki norma yang mengatur ekspresi emosi. Sehingga terkadang bagaimana kita mengalami emosi tidak akan selalu sama sama dengan bagaimana kita menunjukkannya.BEBERAPA ASPEK EMOSI • 1. Biologi Emosi • Semua emosi berasal dari sistem limbik otak. Orangorang cenderung merasa paling bahagia ketika sistem limbik mereka secara relatif tidak aktif. Ketika sistem limbik „memanas‟, emosi-emosi negatif seperti rasa marah dan bersalah mendominasi. Dengan kata lain, sistem limbik memberikan sebuah lensa dimana anda dapat menginterpretasikan kejadian-kejadian. Sistem limbik setiap orang berbeda. Akan lebih aktif pada orang-orang depresi. Sistem limbik pada wanita juga lebih besar daripada pria, sehingga wanita cenderung lebih mudah mengalami depresi.
ΓÇó 2. Intensitas ΓÇó Setiap orang memberika respon yang berbeda-beda terhadap rangsangan pemicu emosi yang sama. Setiap orang memiliki kemampuan bawaan yang bervariasi untuk mengekspresikan intensitas emosional. Berbagai pekerjaan menuntut emosi yang berbeda. Ada yang menuntut untuk tetap tenangm namun ada yang menuntut ekspresi lebih untuk mengubah intensitas emosional bilamana dibutuhkan. ΓÇó 3. Frekuensi dan Durasi ΓÇó Suksesnya pemenuhan tuntutan emosional seorang karyawan dari suatu pekerjaan tidak hanya bergantung pada emosi-emosi yang harus ditampilkan dan intensitasnya, tetapi juga pada seberapa sering dan lamanya mereka berusaha menampilkannya.
ΓÇó 4. Apakah Emosi Membuat Kita Irasional? ΓÇó Rasionalitas dan emosi saling bertentangan, dan jika menampilkan emosi, kemungkinan kita akan bertindak irasional. Kita harus memiliki kemampuan untuk mengalami emosi agar dapat menjadi rasional. Karena emosi memberikan informasi penting mengenai bagaimana kita memahami dunia di sekitar kita. Kunci terhadap pengambilan keputusan yang baik adalah menerapkan pemikiran dan perasaan dalam suatu keputusan.
ΓÇó 5. Apakah Fungsi Emosi Itu? ΓÇó Setiap emosi, baik emosi positif maupun negatif ditunjukkan karena memiliki tujuan yang bermanfaat. Contohnya marah yang bisa dibilang emosi negative. Seseorang marah bila diganggu, sebenarnya ia memberikan peringatan kepada orang-orang sekitar agar tidak melakukan hal yang sama yang membuatnya marah. Demikian pula emosi positif, contohnya karyawan pelayanan yang merasa empati terhadap pelanggan dapat memberikan layanan pelanggan yang memuaskan.
SUASANA HATI SEBAGAI AFEK NEGATIF & POSITIF ΓÇó Sebagian besar individu lebih mengingat pengalaman negatif daripada pengalaman positif, ini karena pengalaman negatif tersebut tidak biasa terjadi. Sehingga ada sebuah penyeimbang produktivitas yaitu kecenderungan suasana hati sedikit positif pada masukan nol ( ketika tidak ada sesuatu secara khusus terjadi ).
SUMBER-SUMBER EMOSI DAN SUASANA HATI • 1. Kepribadian • Kepribadian memberi kecenderungan kepada orang untuk mengalami suasana hati dan emosi tertentu. Beberapa orang mempunyai kecenderungan untuk mengalami emosi apapun secara lebih intens. Orang-orang seperti itu memiliki intensitas efek yang tinggi. Intensitas Efek yaitu perbedaan individual dalam hal kekuatan dimana individu-individu mengalami emosi mereka. Jadi, emosi-emosi berbeda dalam dalam intensitas mereka, tetapi juga berbeda dalam bagaimana mereka berkecenderungan untuk mengalami emosi secara intens. • 2. Hari dalam Seminggu dan Waktu dalam Sehari • Sebagian besar orang berada di tempat kerja atau sekolah pada hari Senin-Jum‟at. Dengan demikian, sebagian besar orang akan memanfaatkan akhir minggu untuk bersantai dan bersenang-senang.3. Cuaca • Cuaca memiliki sedikit pengaruh terhadap suasana hati. Korelasi ilusif menjelaskan mengapa orang-orang cenderung berpikir bahwa cuaca yang menyenangkan meningkatkan suasana hati mereka. Korelasi ilusif merupakan kecenderungan orang-orang untuk mengasosiasikan dua kejadian yang pada kenyataannya tidak memiliki sebuah korelasi. • 4. Stres • Stress memengaruhi emosi dan suasana hati. Di tempat kerja, tingkat stress dan ketegangan yang menumpuk di tempat kerja dapat memperburuk suasana hati karyawan, sehingga menyebabkan mereka mengalami lebih banyak emosi negatif.
ΓÇó 5. Aktivitas Sosial ΓÇó Penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas sosial yang bersifat fisik, informal, atau Epicurean (makan bersama orang lain) lebih diasosiasikan secara kuat dengan peningkatan suasana yang positif dibandingkan kejadian-kejadian formal. ΓÇó 6. Tidur ΓÇó Kualitas tidur mempengaruhi suasana hati. Ini karena orang yang kurang tidur akan mengalami kelelahan yang lebih besar, kemarahan dan ketidakramahan, sehingga alasan mengapa tidur yang lebih sedikit, atau kualitas tidur yang buruk, menempatkan orang dalam suasana hati yang buruk karena hal tersebut memperburuk pengambilan keputusan dan membuatnya sulit untuk mengontrol emosi.
ΓÇó 7. Olahraga ΓÇó Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan suasana hati positif, karena itulah olahraga adalah salah satu terapi untuk mengurangi depresi. ΓÇó 8. Usia ΓÇó Seiring bertambahnya usia, suasana hati positif yang tinggi bertahan lebih lama dan suasana hati yang buruk menghilang dengan lebih cepat. Ini dikarenakan pengalaman emosionalnya yang cenderung membaik. ΓÇó 9. Gender ΓÇó Sudah menjadi keyakinan umum bahwa wanita lebih menggunakan perasaan mereka dibandingkan priaΓÇö bahwa mereka bereaksi lebih secara emosional dan mampu membaca emosi orang lain dengan lebih baik.
BATASAN-BATASAN EKSTERNAL PADA EMOSI Organisasi dan kultur menetapkan batasan-batasan emosi, yaitu: 1. Pengaruh-pengaruh Organisasi ΓÇó Pada umumnya iklim dalam suatu organisasi yang dikelola dengan baik adalah iklim yang berusaha untuk bebas dari emosi. 2. Pengaruh-pengaruh Kultural ΓÇó Tingkat seberapaa besar orang mengalami emosi bervariasi dalam setiap kultur. Orang-orangdalam sebagian kultur tampaknya mengalami emosi negative atau positif tertentu, tapi sampai derajat tertentu, frekuensi pengalaman dan intensitas mereka memang bervariasi.
KERJA EMOSIONAL Kerja emosional adalah ekspresi seorang karyawan dari emosi-emosi yang diinginkan secara organisasional selama transaksi antarpersonal di tempat kerja. Emosi yang Dirasakan versus Emosi yang Ditampilkan 1. Emosi yang dirasakan adalah emosi sebenarnya dari seorang individu. 2. Emosi yang ditampilkan adalah emosi-emosi yang diharuskan secara organisasional dan dianggap sesuai dalam sebuah pekerjaan tertentu. 3. Emosi yang dirasakan dan emosi yang ditampilkan seringkali berbeda. 4. Untuk menunjukkan emosi palsu menuntut kita untuk benar-benar menahan emosi yang kita rasakan.
KECERDASAN EMOSIONAL Kecerdasan emosional yaitu kemampuan seseorang mendeteksi dan mengelola petunjuk-petunjuk serta informasi emosional. Individu-individu yang memiliki kecerdasan emosional akan menjadi individu yang efektif di dalam melakukan pekerjaan. Kecerdasan emosional sendiri terdiri dari lima dimensi, yaitu: 1. Kesadaran diri yaitu sadar atas apa yang anda lakukan ataupun rasakan. 2. Manajemen diri yaitu kemampuan untuk mengelola emosi dan dorongan-dorongan pada diri anda sendiri. 3. Motivasi diri yaitu kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi kegagalan dan kemunduran pada diri anda akibat kehilangan motivasi. 4. Empati yaitu kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain di sekitar anda (anda tidak menjadi individu yang cuek). 5. Keterampilan sosial yaitu kemampuan menangani emosiemosi orang lain.DEFINISI KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTOR ΓÇó 1. Kognitif ΓÇó Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Ranah kognitif memiliki enam jenjang atau aspek, yaitu: ΓÇó 1. Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge) ΓÇó 2. Pemahaman (comprehension) ΓÇó 3. Penerapan (application) ΓÇó 4. Analisis (analysis) ΓÇó 5. Sintesis (syntesis) ΓÇó 6. Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)
ΓÇó Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi
2. AFEKTIF
ΓÇó Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciriciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. ΓÇó Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: ΓÇó 1. Receiving atau attending ( menerima atua memperhatikan) ΓÇó 2. Responding (menanggapi) mengandung arti ΓÇ£adanya partisipasi aktifΓÇ¥ ΓÇó 3. Valuing (menilai atau menghargai) ΓÇó 4. Organization (mengatur atau mengorganisasikan) ΓÇó 5. Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau ΓÇó komplek nilai)
3. PSIKOMOTORIK
Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungankecenderungan berperilaku). Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya. ΓÇó Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.
-
-
-
- Kepribadian
- Model Kepribadian
- Dark Triad
- Nilai
- Hubungan kepribadian dan Nilai
- Nilai-nilai Internasional
- Implikasi untuk manajer
-
Definisi Kepribadian:
Menurut Allport (Pasaribu & Simandjuntak, 1984:95) Kepribadian didefinisikan sb: Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system that determine his unique adjustment to his environment. yang kurang lebih memiliki arti bahwa kepribadian adalah organisasi yang dinamis pada individu di dalam system psychophysical yang menentukan keunikan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Psychophysical berarti bahwa kepribadian meliputi mental dan neural (susunan syaraf) atau keseluruhan fisik-psikologis yang dimiliki seseorang
Kepribadian (Muchlas, 2005: 84) didefinisikan sebagai gabungan dari semua cara dimana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang-orang lain, atau kadang-kadang didefenisikan sebagai organisasi internal dari proses psikologis dankecenderungan perilaku seseorang.
Menururt Stephen dan Timothy, (2008:127), kepribadan juga merupakan organisasi yang dinamis dalam sistem psikofisiologis individu yang menentukan caranya untuk menyesuaikan diri secara unik terhadap lingkungan, atau dengan kata lain kepribadian merupakan keseluruhan cara dimana seseorang individu berekasi dan berinteraksi dengan individu lain.
3 (tiga) komponen utama dari sikap, antara lain:
1. Kognitif atau evaluasi Kognitif atau evaluasi adalah segmen opini atau keyakinan dari sikap, yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap.
2. Afektif atau perasaan, Perasaan adalah segmen emosional atau perasaaan dari sebuah sikap, yang menimbukan hasil akhir perilaku.
3. Perilaku atau tindakan Perilaku atau tindakan adalah sikap merujuk pada suatu maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap sesuatu atau seseorang.
Pembentukan Sikap
Proses pembentukan sikap berlangsung secara bertahap, dimulai dari proses belajar. Proses belajar ini dapat terjadi karena pengalaman-pengalaman pribadi seseorang dengan objek tertentu, seperti orang, benda atau peristiwa,dengan cara menghubungkan objek tersebut dengan pengalaman-pengalaman lain dimana seseorang telah memiliki sikap tertentu terhadap pengalaman itu atau melalui proses belajar sosial dengan orang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah (Azwar:1995,30):
1. Pengalaman Pribadi Apa yang telah dan sedang kita alami akan ikut membentuk dan mempengaruhi penghayatan kita terhadap stimulus sosial. Tanggapan akan menjadi salah satu dasar terbentuknya sikap. Untuk dapat mempunyai tanggapan dan penghayatan, seseorang harus mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan obyek psikologis yang akan membentuk sikap positif dan sikap negatif. Pembentukan tanggapan terhadap obyek merupakan proses kompleks dalam diri individu yang melibatkan individu yang bersangkutan, situasi di mana tanggapan itu terbentuk, dan ciri-ciri obyektif yang dimiliki oleh stimulus. Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi haruslah meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor emosional. Dalam situasi yang melibatkan emosi, penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas.
2. Pengaruh Orang Lain Yang Dianggap Penting Orang lain di sekitar kita merupakan salah satu di antara komponen sosial yang ikut mempengaruhi sikap kita. Seseorang yang kita anggap penting akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap kita terhadap sesuatu. Orang-orang yang biasanya dianggap penting bagi individu adalah orang tua, orang yang status sosialnya lebih tinggi, teman sebaya, teman dekat, guru, teman kerja, istri atau suami, dan lain-lain.
3. Pengaruh Kebudayaan Kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kita terutama kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan. Kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap kita terhadap berbagai masalah. Kebudayaan telah mewarnai sikap anggota masyarakatnya, karena kebudayaan pula-lah yang memberi corak pengalaman-pengalaman individu-individu yang menjadi anggota kelompok masyarakatnya. Hanya kepribadian individu yang telah mapan dan kuatlah yang dapat memudarkan dominansi kebudayaan dalam pembentukan sikap individual.4. Media Massa Berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan lain-lain mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Sebagai tugas pokoknya dalam menyampaikan informasi, media massa membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa oleh informasi tersebut, bila cukup kuat, akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah sikap. Walaupun pengaruh media massa tidak sebesar pengaruh interaksi individual secara langsung, namun dalam proses pembentukan dan perubahan sikap, peranan media massa tidak kecil artinya.
5. Lembaga Pendidikan Dan Lembaga Agama Kedua lembaga di atas, mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap karena keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan pusat keagamaan serta ajarannya. Karena konsep moral dan ajaran agama sangat membentuk sistem kepercayaan maka tidak mengherankan kalau konsep tersebut ikut berperan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal.
6. Pengaruh Faktor Emosional Terkadang suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap ini dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang. Akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang dapat bertahan lama.
Tipe Sikap
Ada 3 (tiga) tipikal sikap seseorang, antara lain: (Ardana, 2009: 22)
1. Kepuasan kerja, seseorang yang mempunyai tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan cenderung menunjukkan sikap positif terhadap pekerjaan, demikian sebaliknya.
2. Keterlibatan kerja, sampai sejauh mana seseorang memihak pada pekerjaannya, berpartisipasi aktif didalamnya serta menanggapi kinerjanya sangat penting bagi organisasi.
3. Komitmen pada organisasi, sampai tingkat mana seseorang pegawai memihak pada organisasinya dan bertekad setia didalamnya.
Faktor-faktor Penentu Kepribadian
Kepribadian seseorang dihasilkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan kondisi situasional (Stephen dan Timothy, 2008:127), antara lain:
1). Faktor Keturunan Faktor keturunan ditransimisikan melalui ΓÇ¥genΓÇ¥, yang berada dalam kromosom, yang menentukan keseimbangan hormon, bentuk fisik, dan menentukan atau membentuk kepribadian. Kepribadian tidak seluruhnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi bentuk kepribadian seseorang.
2). Faktor Lingkungan Faktor lingkungan yang dapat memberikan tekanan kepada kepribadian seseorang adalah kultur masyarakat dimana seseorang dibesarkan, norma-norma keluarga, teman-teman dan kelompok sosial, serta pengaruh-pengaruh lain yang kita alami. Kultur akan membentuk norma, sikap, dan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke genarasi berikutnya yang terus menerus berlangsung secara konsisten.
3). Kondisi Situasional Kondisi situsional dapat mempengaruhi efek dari faktor-faktor keturunan dan lingkungan terhadapa kepribadian. Kepribadian seseorang meskipun relatif stabil dan konsisten, namun dapat berubah pada situasi-situasi yang berbeda. Tuntutan yang berbeda pada situasi yang berbeda dapat menimbulkan reaksi dan aspek yang berbeda pada kepribadian seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya tidak melihat corak kepribadian secara terisolasi, tetapi juga mengetahui bahwa situasi-situasi tertentu lebih relevan dari situasi-situasi lain dalam mempengaruhi kepribadian sehingga dapat dilihat adanya perbedaan-perbedaan individual yang signifikan.NILAINilai (value) menunjukan alasan danar bahwa ΓÇ£cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan. Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan. Nilai memiliki sifat isi dan intensitas. Sistem nilai(value system) adalah sebuah hierarki yang didasarkan pada penggolongan nilai-nilai seorang individu menurut intensitas mereka.9. PENTINGNYA NILAINilai penting terhadap penelitian prilaku organisasi karena menjadi danar pemahaman sikap dan motivasi individu, dan karena hal tersebut berpengaruh terhadap persepsi kita. Individu memasuki suatu organisasi dengan pendapat yang telah terbentuk sebelumnya tentang apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya terjadi. Secara umum, nilai mempengaruhi sikap dan perilaku.10. JENIS-JENIS NILAIA. Rokeach Value SurveyRVS terdiri atas dua kumpulan nilai, dengan setiap kumpulan memuat 18 pokok nilai individual. Satu kumpulan, yang disebut nilai terminal (terminal value), merujuk pada keadaan-keadaan akhir yang diinginkan. Kumpulan lainnya, disebut dengan nilai instrumental (instrumental value), merujuk pada perilaku atau cara-cara yang lebih disukai untuk mencapai nilai terminal.Bebrapa penelitian menegaskan bahwa nilai RVS berubah-ubah diantara setiap kelompok. Individu dalam pekerjaan atau kategori yang sama (misalnya, manajer perusahaan, anggota serikat kerja, orang tua, dan siswa) cenderung memiliki sifat yang sama.B. Kelompok Kerja KontemporerBebeapa keterbataan dari analisis ini. Pertama, kita tidak membuat asumsi bahwa kerangka ini bisa diterapkan secara universal di seluruh kultur. Kedua, hanya terdapat sengat sedikit penelitian yang tepat mengenai nilai generasional, sehingga kita harus mengandalkan kerangka intuitif. Terakhir, hal ini merupakan kategori-kategori yang tidak tepat. Selain keterbatasan-keterbatasan ini, nilai memang mengalami perubahan dari generasi ke genarasi, dan terdapat beberapa pengetahuan berguna yang bisa diperoleh dari analisis nilai melalui cara ini
-
-
-
1. Pengertian persepsi
2. Faktor-faktor persepsi
3. Penialain atas orang lain
4. Teori Atribusi
5. Hubungan persepsi dengan keputusan
6. Pengambilan keputusan dalam organisasi
7. Perbedaan individu dan batasan organisasi
8. Etika pengambilan keputusan
9. Kreativitas
10. Inplikasi bagi manajer
-
- Definisi Persepsi
Persepsi adalah suatu proses dimana seseorang melakukan pemilihan, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian atas informasi yang diterimanya dari lingkungan. Jadi persepsi merupakan suatu proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya.
Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa persepsi adalah suatu proses yang ditempuh individu-individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan. Namun apa yang merupakan persepsi seseorang dapat berbeda dari kenyataan yang objektif. Karena perilaku orang didasarkan pada persepsi mereka akan realitas, dan bukan pada realitas itu sendiri, maka persepsi sangat penting pula dipelajari dalam perilaku organisasi.
- 2. Faktor yang mempengaruhi Persepsi
- Pelaku persepsi (Characteristics of the perceiver)
Pelaku persepsi adalah penafsiran seorang individu pada suatu objek yang dilihatnya akan sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadinya sendiri, diantaranya sikap, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu, dan pengharapan. Kebutuhan atau motif yang tidak dipuaskan akan merangsang individu dan mempunyai pengaruh yang kuat pada persepsi mereka. Contoh-contoh seperti seorang tukang rias akan lebih memperhatikan kesempurnaan riasan orang daripada seorang tukang masak, seorang yang disibukkan dengan masalah pribadi akan sulit mencurahkan perhatian untuk orang lain, dls, menunjukkan bahwa kita dipengaruhi oleh kepentingan/minat kita. Sama halnya dengan ketertarikan kita untuk memperhatikan hal-hal baru, dan persepsi kita mengenai orang-orang tanpa memperdulikan ciri-ciri mereka yang sebenarnya.
- Target (Characteristics of the perceived)
Target adalah gerakan, bunyi, ukuran, dan atribut-atribut lain dari target akan membentuk cara kita memandangnya. Misalnya saja suatu gambar dapat dilihat dari berbagai sudut pandang oleh orang yang berbeda. Selain itu, objek yang berdekatan akan dipersepsikan secara bersama-sama pula. Contohnya adalah kecelakaan dua kali dalam arena ice skating dalam seminggu dapat membuat kita mempersepsikan ice skating sebagai olah raga yang berbahaya. Contoh lainnya adalah suku atau jenis kelamin yang sama, cenderung dipersepsikan memiliki karakteristik yang sama atau serupa.
- Situasi ( Situation Context)
Situasi juga berpengaruh bagi persepsi kita. Misalnya saja, seorang wanita yang berparas lumayan mungkin tidak akan terlalu ΓÇÿterlihatΓÇÖ oleh laki-laki bila ia berada di mall, namun jika ia berada dipasar, kemungkinannya sangat besar bahwa para lelaki akan memandangnya.
Secara singkat, faktor yang mempengaruhi persepsi dapat dilihat pada gambar berikut:
Tiap orang mempunyai persepsi sendiri-sendiri karena dipengaruhi oleh perbedaan kemampuan inderanya dalam menangkap stimulasi dan Perbedaan kemampuan dalam menafsirkan atau memberi arti pada stimulasi tersebut. Indera merupakan filter masuknya stimulasi dalam kognisinya, dan kemudian orang memberi perhatian terhadap stimulasi itu untuk diberi arti. Namun perhatian seseorang tidak dapat menyeluruh, melainkan hanya pada aspek tertentu saja yaitu yang dianggap penting bagi dirinya.
- 3. Membuat Penilaian Mengenai Orang Lain
- Teori Atribusi
Pada dasarnya mengungkapkan bahwa bila individu mengamati perilaku, mereka mencoba menentukan apakah itu disebabkan faktor internal atau eksternal. Misalnya saja persepsi kita terhadap orang akan dipengaruhi oleh penyebab-penyebab internal karena sebagai manusia mereka mempunyai keyakinan, maksud, dan motof-motif didalam dirinya. Namun persepsi kita terhadap benda mati seperti gedung, api, air, dls, akan berbeda karena mereka adalah benda mati yang memiliki hukum alamnya sendiri (eksternal). Penentuan apakah perilaku itu merupakan penyebab eksternal atau internal bergantung pada tiga faktor :
- Kekhususan : apakah seorang individu memperlihatkan perilaku yang berlainan dalam situasi yang berlainan.
- Konsensus : yaitu jika setiap orang yang menghadapi situasi serupa bereaksi dengan cara yang sama.
- Konsistensi : apakah seseorang memberikan reaksi yang sama dari waktu ke waktu.
Salah satu penemuan yang menarik dari teori ini adalah bahwa ada kekeliruan atau prasangka (bias, sikap berat sebelah) yang menyimpangkan atau memutar balik atribusi. Bukti mengemukakan bahwa kita cenderung meremehkan pengaruh faktor dari luar dan melebih-lebihkan pengaruh faktor internal. Misalnya saja, penurunan penjualan seorang salesman akan lebih dinilai sebagai akibat dari kemalasannya daripada akibat kalah saing dari produk pesaing.
bagan teori Atribusi :
- Jalan Pintas Persepsi
Dalam menilai stimulus atau objek, menggunakan pola tertentu yang berbeda, menggunakan pola untuk membuat kesimpulan tentan arti dari objek atau stimulasi disebut jalan pintas persepsi.
Pola tersebut antara lain:
- Persepsi Selektif: Menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap seseorang.
- Efek Halo: Membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik.
- Efek-efek kontras: Evaluasi tentang karakteristik-karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan-perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapat nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik-karakteristik yang sama.
- Proyeksi: Menghubungkan karakateristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain.
- Pembentukaan Stereotip: menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok di mana ia tergabung.
- 4. Penerapan Persepsi dalam Organisasi
Persepsi memiliki banyak konsekuensi bagi organisasi. Didalamnya orang-orang selalu saling menilai. Berikut ini adalah beberapa penerapannya yang lebih jelas :
- Wawancara karyawan
Bukti menunjukkan bahwa wawancara sering membuat penilaian perseptual yang tidak akurat. Pewawancara yang berlainan akan melihat hal-hal yang berlainan dalam diri seorang calon yang sama. Jika wawancara merupakan suatu masukan yang penting dalam keputusan mempekerjakan, perusahaan harus mengenali bahwa faktor-faktor perseptual mempengaruhi siapa yang dipekerjakan dan akhirnya mempengaruhi kualitas dari angkatan kerja suatu organisasi.
- Pengharapan kinerja
Bukti menunjukkan bahwa orang akan berupaya untuk mensahihkan persepsi mereka mengenai realitas, bahkan jika persepsi tersebut keliru. Pengharapan kita mengenai seseorang/sekelompok orang akan menentukan perilaku kita.. Misalnay manager memperkirakan orang akan berkinerja minimal, mereka akan cenderung berperilaku demikian untuk memenuhi ekspektasi rendah ini.
- Evaluasi kinerja
Penilaian kinerja seorang karyawan sangat bergantung pada proses perseptual. Walaupun penilaian ini bisa objektif, namun banyak yang dievaluasi secara subjektif. Ukuran subjektif adalah berdasarkan pertimbangan, yaitu penilai membentuk suatu kesan umum mengenai karyawan. Semua persepsi dari penilai akan mempengaruhi hasil penilaian tersebut.
- Upaya karyawan
Dalam banyak organisasi, tingkat upaya seorang karyawan dinilai sangat penting, jadi bukan hanya kinerja saja. Namun penilaian terhadap upaya ini sering merupakan suatu pertimbangan subjektif yang rawan terhadap distorsi-distorsi dan prasangka (bias) perseptual.
- Kesetiaan karyawan
Pertimbangan lain yang sering dilakukan manager terhadap karyawan adalah apakah karyawan tersebut setia atau tidak kepada organisasi. Sayangnya, banyak dari penilaian kesetiaan tersebut bersifat pertimbangan. Misalnya saja individu yang melaporkan tindakan tak etis dari atasan dapat dilihat sebagai bertindak demi kesetiaan kepada organisasi ataupun sebagai pengacau.
- Pembentukkan Profil
Pembentukkan stereotip dimana satu kelompok individu dipilih biasanya berdasarkan ras atau etnis untuk penyelidikan intensif, inspeksi ketat atau investigasi
- 5. Hubungan antara Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individual
Pengambilan kuputusan individual, baik ditignkat bawah maupun atas, merupakan suatu bagian yang penting dari perilaku organisasi. Tetapi bagaimana individu dalam organisasi mengambil keputusan dan kualitas dari pilihan mereka sebagiah besar dipengaruhi oleh persepsi mereka.
Pengambilan keputusan terjadi sebagai suatu reaksi terhadap suatu masalah. Terdapat suatu penyimpangan antara suatu keadaan dewasa ini dan sesuatu keadaan yang diinginkan, yang menuntut pertimbangan arah tindakan alternatif. Misalnya, seorang manager suatu divisi menilai penurunan penjualan sebesar 2% sangat tidak memuaskan, namun didivisi lain penurunan sebesar itu dianggap memuaskan oelh managernya.
Perlu diperhatikan bahwa setiap keputusan menuntut penafsiran dan evaluasi terhadap informasi. Karena itu, data yang diterima perlu disaring, diproses, dan ditafsirkan. Misalnya, data mana yang relevan dengan pengambilan keputusan. Persepsi dari pengambil keputusan akan ikut menentukan hal tersebut, yang akan mempunyai hubungan yang besar pada hasil akhirnya.
- 6. Pengambilan Keputusan
Keputusan merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui satu pemilihan alternatif dari berbagai alternatif. Pengambilan keputusan adalah suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari berbagai alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah.
- 7. Proses Pengambilan Keputusan
Pengambil keputusan yang optimal adalah rasional. Artinya dia membuat pilihan memaksimalkan nilai yang konsisten dalam batas-batas tertentu. Terdapat asumsi-asumsi khusus yang mendasari model ini. Asumsi tersebut yaitu :
a) Model Rasional
Enam langkah dalam model pengambilan keputusan rasional diurutkan sebagai berikut :
- Tetapkan masalah
- Identifikasikan criteria keputusan
- Alokasikan bobot pada criteria
- Kembangkan Alternatif
- Evaluasi alternatif
- Pilihlah alternatif terbaik
b) Asumsi Model
Model pengambilan keputusan rasional yang baru saja digambarkan mengandung sejumlah asumsi sebagai berikut :
- Kejelasan masalah
- Pilihan-pilihan diketahui
- Pilihan yang jelas
- Pilihan yang konstan
- Tidak ada batasan waktu atau biaya
- Pelunasan maksimum
8. Meningkatkan Kreativitas Dalam Pengambilan Keputusan
Kreativitas penting bagi pengambil keputusan, hal ini memungkinkan pengambil keputusan untuk lebih sepenuhnya menghargai dan memahami masalah, termasuk melihat masalah-masalah yang tidak dapat dilihat orang lain.
- Potensial Kreatif
Kebanyakan orang mempunyai potensial kreatif yang dapat mereka gunakan bila dikonfrontasikan dengan sebuah masalh pengambilan keputusan. Namun untuk melepaskan potensial tersebut, mereka harus keluar dari kebiasaan psikologis yang kebanyakan dari kita terlibat di dalamnya dan belajar begaimana berpikir tentang satu maslah dengan cara yang berlainan.
b. Model Kreatifitas Tiga Komponen
Model ini mengemukakan bahwa kreativitas individual pada hakikatnya menuntut keahlian, keterampilan berpikir kreatif, dan motivasi tugas intrinsic. Semakin tinggi tingkat dari masing-masing ketig kompoen ini semakin tinggi kretivitasnya. Keahlian adalah landasan bagi semua kerja kretif. Komponen kedua adalah keterampilan berpikir kreatif, sedangkan komponen terakhir dalah motivasi tugas intrinsic.
9. Praktek Pengembalian Keputusan dalam organisasi
- Rasionalitas Terbatas
Yaitu para individu mengambil keputusan dengan merancang bangun model-model yang disederhanakan yang menyuling cirri-ciri hakiki dari masalah tanpa menangkap semua kerumitannya. Aspek yng menarik dari rasionalitas terbatas ini adalah bahwa urutan di mana alternatif-alternatif dipertimbangkan bersifat kritis dalam menentukan alternatif mana yang dipilih.
- Intuisi
Pengambilan keputusan intuitif seperti yang digunakan oleh Joe Garcia baru-baru ini muncul dan disegani. Ada sejumlah cara untuk mengkonseptualkan intuisi. Pengambilan keputusan secara intuitif sebagai suatu proses tak sadar yang dicipakan dari dalam pengalaman yang tersaring.
- Identifikasi Masalah
Masalah-msalah yang tampak cenderung memiliki probabilitas terpilih yang lebih tinggi disbanding masalh-masalah yang penting. Kita dapat menawarkan sekuarang-kurangnya 2 alasan. Pertama, mudah untuk mengenali masalah-masalah yang tampak. Kedua, perlu diingat bahwa kita prihatin dengan pengambilan keputusan dalam organisasi.
- Pengembangan Alternatif
Karena pengambil keputusan jarang mencri suatu pemecahan optimum, melainkan yang agak memuaskan, kami berharap untuk menemukan suatu penggunaan minimal atas kreativitas dalam mencari alternatif-alternatif.
- Membuat Pilihan
Untuk menghinhari informasi yag terlalu sarat, para pengambil keputusan mengandalkan heuristik atau jalan pintas penilaian dalam pengambilan keputusan. Terdapat dua macam heuristik yaitu :
- Heuristik ketersediaan, kecenderungan bagi orang-orang untuk mendasarkan penilain pada informasi yang sudah ada di tangan mereka.
- Heuristik representatif, menilai kemungkinan dari suatu kejadian dengan menarik analogi dan meliha situasi identik di mana sebenarnya tidak identik.
- Peningkatan komitmen, suatu peningkatan komitmen pada suatu keputusan sebelumnya meskipun ada informasi negatif.
f. Perbedaan karakteristik individu akan mempengaruhi gaya pengambilan keputusan
Riset terhadap gaya pengambilan keputusan telah mengidentifikasi empat pendekatan individual yang berbeda terhadap pengambilan keputusan. Keempat pendekatan ini meliputi Analitis, Konseptual, Direktil, dan Behavioral. Selain meberikan satu kerangka untul melihat perbedaan-perbedaan individual, gaya pengambilan keputusan dapat bermanfaat untuk membantu anda memahami bagaiman dua orang yang tingkat intelegensinya sama, degan mengakseske informasi yang sama, dapat berbeda dalam cara-cara mereka melakukan pendekatan dalam keputusan dan pilihan terakhir yang mereka ambil.
Direktif *Rasional-toleransi rendah.*Efisien (informasi minimal), dan logis. *Mengambil keputusan dengan cepat,berorientasi jangka pendek.
Analitik *Rasional-toleransi tinggi.*Lebih banyak informasi dan alternatif. *Pengambilan keputusan cermat.
Konseptual *Intuitif-toleransi tinggi.*Pandangannya sangat luas dan mempertimbangkan banyak alternatif. *Orientasi jangka panjang dan mampu menemukan solusi kreatif.
Perilaku *Intutif-toleransi rendah.*Pengambil keputusan dapat bekerja baik dengan yang lain. *Memperhatikan kinerja rekan kerja dan bawahan, resptif terhadap usulan-usulan, mengedepankan komunikasi,menghindari konflik,dan mengupaya- kan penerimaan.
(Catatan) *Tiap manajer memiliki lebih dari satu karakteristik, tetapi memiliki gaya yang dominan, dan yang sebagai penunjang.*Manajer yang luwes dapat menyesuaikan gayanya dengan situasi. *Dua orang yang intelegensinya sama dan mengakses pada informasi yang sama, dapat berbeda dalam pendekatan pengambilan keputusan.
g. Hambatan Organisasional
Orgaisasi sendiri merupakan penghambat bagi para pengambil keputusan.
- Evaluasi Kinerja, para manajer sangat dipengaruhi dalam pengambilan keputusan mereka oleh criteria yang mereka gunakan untuk mengevaluasi.
- Sistem Imbalan, mempengaruhi pengambil keputusan dengan mengemukakan terhadap mereka pilihan apa yang lebih disukai mengenai upah.
- Pembatasan waktu yang menentukan system, organisasi menentukan tenggat waktu atas keputusan-keputusan.
- Perseden Historis, keputusan tidak diambil dalam keadaan vakum. Keputusan selalu ada dalam konteks. Keputusan yang diambil di masa lalu adalah hantu yang terus-menerus membayangi pilihan terakhir.
h. Perbedaan Budaya
Model rsional tidak membut pengakuan akan perbedaan budaya. Kita perlu mengakui bahwa latar belakang budy dari pengambil keputusan dapat membawa pengaruh yang besar terhadap seleksi masalahnya, kedalaman analitis, arti penting yang ditempatkan pada logika dan rasionalitas, atau apakah keputusan organisasional hendaknya diambil secara otokratis oleh seorang manajer individual atau secara kolektif dalam kelompok.
10. Etika Dalam Pengambilan Keputusan
Pertimbangan etis merupakan suatu criteria yang penting dalam pengambilan keputusan organisasioanal. Tiga cara yang berlainan untuk embuat kerangka keputusan dan memeriksa factor-faktor yang membentuk perilaku pengambilan keputusan etis. Tiga criteria keputusan etis tersebut yaitu :
- Kriteria Utilitarian, keputusan diambil semata-mata atas hasil atau konsekuensi mereka. Pada kriteria ini mendorong efisiensi dan produktivitas, tetapi dapat mengakibatkan pengabaian hak dari beberapa individu.
- Kriteria menekankan pada hak, mempersilahkan individu untuk mengambil keputusan yang konsisten dengan kebebasan dan keistimewaan mendasar. Penggunaan hak sebagai kriteria dapat memberikan kebebasan dan perlindungan kepada individu, tetapi dapat merintangi efisiensi dan produktivitas.
- Kriteria menekankan pada keadilan, mensyartkan individu untuk mengenakan dan memperkuat aturan-aturan secara adil dan tidak berat sebelah sehingga ada pembagian manfaat dan biaya yang pantas. Melindungi kepentingan individu yang kurang terwakili dan yang kurang berkuasa, tetapi kriterian ini dapat mendorong kepemilikian yang akan mengurangi pengambilan risiko, inovasi, dan produktivitas.
11. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Etis
ΓÇô Tahap perkembangan moral
Yaitu suatu penilaian terhadap kapasitas seseorang untuk menimbang yang secara moral benar, makin tinggi perkembangan moral seseorang makin kurang bergantung pada pengaruh-pengaruh luar dan makin cenderung berperilaku etis.
ΓÇô Lingkungan Organisasional
orang-orang yang kekurangan rasa moral yang kuat akan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengambil keputusan yang tidak etis jika mereka dihambat oleh lingkungan organisasional yang tidak menyukai perilaku semacam itu, sebaliknya individu yang sangat berbudi dapat dicemari oleh suatu lingkungan organisasional yang mengijinkan atau mendorong prakte-praktek tak etis
ΓÇô Tempat Kedudukan Kendali (Locus of Control),
merupakan karakteristik kepribadian yang mengukur sejauh mana orang meyakini bahwa mereka bertanggung jawab untuk peristiwa-peristiwa dalam hidup mereka
- LOC Internal, lebih mengandalkan pada standar internal mereka sendiri mengenai benar atau salah untuk memandu perilaku mereka.
- LOC Eksternal, lebih kecil kemungkinannya untuk memikul tanggung jawab atas konsekuensi-konsekuensi dari perilaku mereka dan lebih besar kemungkinan untuk mengandalkan pengaruh-pengaruh eksternal.
Tiga Kriteria Keputusan Etis
1. Utiliteranisme : Keputusan dibuat untuk memberikan manfaat yang terbesar bagi jumlah yang terbesar. Dan ini konsisten dengan tujuan-tujuan efisiensi, produktifitas dan laba tinggi.
Misal ; Outsourcing, relokasi perusahaan.2. Hak : Keputusan individu atas dasar hak individu mereka. Misal : pengungkapan masalah perusahaan terhadap pihak luar.
3. Keadilan:
Aturan-aturan harus adil dan tidak berat sebelah (missal : upah sama untuk pekerjaan yang sama).
12. Etika Dan Budaya Nasional
Walaupun standar etik tampaknya mendua ari di duni barat, criteria yang menetapkan salah dan benar sesungguhnya jauh lebih jelas di Barat daripada di Asia. Kebutuhan bagi organisasi global untuk menetapkan prinsip-prinsip etika bagi para pengambil keputusan di negara-negara seperti India dan Kanada mungkin menjadi penting jika standar tinggi ditegakkan dan jika praktik-praktik yang konsisten harus dipakai.
-
-
-
-
1. Teori hirarkhi kebutuhan
2. Teori X dan Y
3. Teori Dua Faktor
4. Teori Kebutuhan Mc.Clelland
5. Teori-Teori Kontemporer
6. Integrasi Teori-teori Motivasi
7. Imlikasi bagi manajer
-
-
-
-
- Klasifikasi Kelompok
- Tahap-tahap Pengembangan kelompok
- Peranan Norma dan Status
- Pengambilan keputusan kelompok
- Implikasi perilaku kelompok untuk Organisasi
- Tinjauan akhir Bab
1.9 MB · Diunggah 20/08/25, 17:54 -
-
Ringkasan
Kita dapat menarik beberapa implikasi dari pembahasan mengenai kelompok.
Pertama : Norma mengendalikan perilaku dengan menetapkan standar mengenai benar dan salah. Norma - norma yang ditetapkan oleh kelompok dapat membantu dalam menjelaskan perilaku para anggota bagi para manajer.
Kedua : Ketidak adilan status dapat menciptakan frustasi dan dapat mempengaruhi produktifitas secara negatif dan kesediaan untuk tetap bertahan dengan organisasi.
Ketiga : Dampak dari besaran kinerja kelompok bergantung pada tipe tugas. Kelompok yang lebih banyak dihubungkan dengan kepuasan yang lebih rendah.
Keempat : Kekompokan dapat mempengaruhi level produktifitas kelompok, bergantung pada norma yang terkait dengan kinerja kelompok.
Kelima : Keragaman terlihat memiliki dampak yang terpadu dalam kinerja kelompok, dengan beberapa study yang menyarankan bahwa keragaman dapat membantu kinerja dan yang lainnya menyarankan bahwa ini dapat melukainya.
Keenam : Konflik peran dikaitkan dengan ketegangan yang disebabkan oleh pekerjaan dan ketidakpuasan pekerjaan.
Ketujuh : Orang - orang umumnya lebih memilih berkomunikasi dengan yang lainnya setara level status mereka sendiri atau yang lebih tinggi, dan bukannya dengan yang berada dibawah mereka.
-
-
-
1. Popularitas Tim
2. Perbedaan Kelompok dan Tim
3. Tipe Tim
4. Tim efektif
5. Individu pemain Tim
6. Implikasi bagi manajer
7. Tinjauan akhir bab2.1 MB · Diunggah 20/08/25, 18:01 -
-
Ringkasan
Beberapa kecenderungan telah memengaruhi pekerjaan sebanyak gerakan besar untuk memperkenalkan tim dalam kerja keras. Pergeseran dari bekerja sendiri ΓÇô sendiri menjadi bekerja dalam tim mensyaratkan para karyawan untuk bekerjasama dengan orang lain, berbagai informasi, menghadapi perbedaan, dan meleburkan kepentingan pribadi untuk kebaikan yang lebih besar bagi tim.
-
-
-
Komunikasi Berkas PPTX
- Fungsi Komunikasi
- Proses komunikasi
- Arah komunikasi
- Komunikasi organisasi
- Mode komunikasi
- Saluran komunikasi
- Komunikasi persuasif
- Hambatan komunikasi
- Implikasi global
2.3 MB · Diunggah 20/08/25, 18:08 -
-
Ringkasan
Anda mungkin menemukan kaitan diantara komunikasi dengan kepuasan pekerja dalam bab ini : Semakin menurun ketidapastiian, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasannya.
Penyimpangan, ambiguitas, dan ketidaksesuian, diantara pesan secara verbal dengan non verbal yang semuanya dapat meningkatkan ketidakpastian dan mengurangi tingkat kepuasan.
-
-
-
Kepemimpinan Berkas PPTX
- Teori Sifat
- Teori-teori mengenai perilaku
- Teori Kontingensi
- Teori pertukaran Pemimpin dan Anggota
- Kepemimpinan Khrismatik dan Transformasional
- Kepemimpinan Autentik
- Terdepan untuk masa Depan
- Tantangan Membangun Kepemimpinan
- Menciptakan Pemimpin yang Efektif Implikasi untuk manajer
2.0 MB · Diunggah 20/08/25, 18:13 -
-
Ringkasan
Kepemimpinan memegang bagian penting dalam memahami prilaku kelompok karena biasanya pemimpin yang mengarahkan kita meuju tujuan. Dengan mengetahui apa yang menjadikan seorang pemimpin yang baik menjadi sangat berharga dalam meningkatkan kineja kelompok. Riset awal untuk menetapkan sifat kepemimpinan secara universal mengalami kegagaglan. Namun, upaya terkini dengan menggunakan kerangka kerja lima besar kepribadian memperlihatkan hubungan yang kuat dan konsisten diantara kepemimpinan dengan ekstrover, sifat teliti, dan keterbukaan pada pengalaman.
Kontribusi utama dari pendekatan prilaku memfokuskan kepemimpinan ke dalam yang gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas ( memprakarsai struktur ) dan yang berorientasi pada orang ( keramahan ). Dengan mempertmbangakan situasi yang mana pemimpin beroprasional, teori kontingensi menjanjikan untuk meningkatkan pendekatkan mengenai prilaku, tetapi hanya teori LPC yang relatif tepat dalam riset mengenai kepemimpinan. Riset mengenai Kepemimpinan yang karismatik dan transformasional telah memberikan kontribusi - kontribusi penting terhadap pemahaman kita mengenai efektifitas kepemimpinan.
-
-
-
1. Definisi Kekuasaan
2. Kepemimpinan dan Kekuasaan
3. Dasar-dasar Kekuasaan
4. Kunci Menuju Kekuasaan
5. Kekuasaan Taktik
6. Pengaruh kekuasaan
7. Politik
8. Perilaku Politik
9. Etika Perilaku PolitikKarier politik
10. Implikasi bagi manajer
2.1 MB · Diunggah 20/08/25, 18:20 -
Ringkasan
Seorang manajer yang efektif mengakui bahwa politik sebagai hal yang alamiah dalam organisasi. Beberapa orang secara signifikan lebih cerdas dalam berpolitik daripada orang lain, dalam artian bahwa mereka lebih menyadari politik yang sedang terjadi dan dapat memanajemen kesan. Mereka yang bagus pada permainan politik dapat diharapkan untuk memperoleh evaluasi kinerja yang lebih tinggi dan, dengan demikian, akan meingkatkan gaji yang lebih besar serta promosi yang lebih banyak daripada menjadi bersahaja dalam berpolitik atau tidak pada tempatnya. Cerdas dalam berpolitik juga cenderung untuk memperlihatkan kepuasan kerja yang lebih tinggi dan dapat mentralisasi tekanan pekerjaan dengan lebih baik.
Beberapa pekerja menikmati menjadi tidak memiliki kekuasaan dalam pekerjaan dan organisasi mereka. Orang - orang memberikan tanggapan secara berbeda - beda terhadap basis kekuasaan yang bervariasi. Para ahli dan acuan kekuasaan berasal dari kualitas pribadi seseorang. Sebaliknya, paksaan, pemberian imbalan, dan kekuasaan legitimasi pada dasarnya diperoleh dari organisasi. Kompetensi terutama terlihat untuk menawarkan daya tarik yang lebih luas, dan memanfaatkannya sebagai basis kekuasaan yang menghasilkan kinerja yang tinggi oleh para anggota kelompok.
-
-
-
-
1. Definisi konflik
2. Tipe dan Lokus Konflik
3. Proses konflik
4. Manfaat Konflik
5. Pengelolaan Konflik
6. Mengatasi Konflik
7. Negosiasi
8. Implikasi bagi Manajer
9. Tinjauan Bab
2.5 MB · Diunggah 20/08/25, 18:25
-
-
-
1. Definisi budaya
2. Peran budaya dalam organisasi
3. Menciptakan dan mempertahankan budaya
4. Mempelajari budaya
5. Budaya beretika
6. Budaya positif
7. Spiritualitas dan budaya organisasi
8. Implikasi budaya bagi organisasi
9. Tinjauan akhir
2.0 MB · Diunggah 20/08/25, 18:27
-