Garis besar topik
-
-
Konsep Dasar manajemen pendidikan:
Pengertian administrasi, organisasi dan manajemen pendidikan, hakikat, peran, fungsi danruang lingkup manajemen pendidikan, manajemen sebagai sistemPresiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dalam programnya menargetkan Indonesia menjadi Negara maju pada tahun 2024. Saat tercapainya Negara maju pada tahun 2024 disebut dengan sebutan ΓÇ¥Indonesia Emas 2025ΓÇ¥. Tercapainya Indonesia Emas 2024 ini menjadi harapan pemimpin Negara dan seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan Negara Indonesia menjadi Negara yang mampu bersaing dengan bangsabangsa lain yang ada di dunia dan mampu menyelesaikan masalah yang mendasar dari suatu Negara seperti korupsi, kemiskinan dankebodohan. Kunci utama untuk mencapai target Indonesia Emas 2045 terletak pada kualitas sumber daya manusia pada umumnya dan generasi muda pada khususnya. Karena generasi mudalah sebagai garda terdepan untuk membangun Negara Indonesia menjadi Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Generasi muda yang menjadi pioner dalam memperjuangkan, memperbaharui dan membangun bangsa.
-
WAWASAN DASAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN. Konsep dasar Pengelolaan Pendidikan Kata pengelolaan berasal dari kata manajemen. Sedangkan istilah manajemen sama artinya dengan administrasi (Oteng Sutisna :1983). Oleh sebab itu, pengelolaan pendidikan dapat diartikan sebagai upaya untuk menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam bidang pendidikan. Moh. Rifai (1982) menjelaskan pengertian administrasi sebagai berikut: Administrasi ialah keseluruhan proses yang mempergunakan dan mengikutsertakan semua sumber potensi yang tersedia dan yang sesuai, baik personal maupun material, dalam usaha untuk mencapai bersama suatu tujuan secara efektif dan efisien (h. 25). Sementara itu Sondang P. Siagian (1983) mendefisinikan pengertian administrasi adalah sebagai keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnnya. pengertian administrasi mengandung makna adanya (1) tujuan yang mesti dapat direalisasikan guna kepentingan lembaga, individu atau pun kelompok, (2) keterlibatan personil, material dan juga finansial dalam posisinya yang saling mendukung dan satu sama lain saling memerlukan dan juga saling melengkapi, (3) proses yang terus menerus dan berkesinambungan yang dimulai dari hal yang kecil dan sederhana sampai kepada hal yang besar dan rumit, (4) pengawasan atau kontrol guna keteraturan, keseimbangan dan keselarasan, (5) tepat guna dan berhasil guna supaya tidak terjadi penghambur-hamburan waktu, tenaga, biaya dan juga fasilitas agar dapat mencapai keberhasilan dan produktivitas yang cukup memadai, (6) hubungan manusiawi yang menempatkan manusia sebagai unsur utama dan terhormat serta memiliki kepentingan di dalamnya. Dudung A. Dasuqi dan Setyo Somantri (1994) menyampaikan b
-