Garis besar topik

    • struktur organisasi menentukan bagaimana tim SDM diorganisasi, sementara manajemen SDM dalam aspek operasional melibatkan perencanaan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan, rekrutmen, dan pengembangan karyawan agar kinerja operasional optimal dan tujuan organisasi tercapai. Keterkaitan ini memastikan bahwa struktur organisasi dan manajemen SDM bekerja sama untuk mendukung operasi bisnis secara keseluruhan. 

      1. Struktur Organisasi

      • Definisi: Struktur organisasi adalah kerangka kerja yang mendefinisikan bagaimana sebuah tim atau departemen diorganisasikan, termasuk peran, tanggung jawab, dan hierarki mereka.
      • Tujuan: Menentukan alur komunikasi dan kolaborasi antara berbagai anggota tim dalam departemen SDM, serta departemen SDM dengan departemen lain.
      • Contoh Struktur SDM: Dapat berupa struktur fungsional (berdasarkan fungsi seperti rekrutmen, pelatihan), struktur divisional (untuk unit bisnis yang berbeda), atau struktur matrik (kombinasi). 

      2. Kebutuhan Tenaga Kerja dalam Manajemen Operasional

      • Perencanaan Kebutuhan SDM: Manajemen SDM bertanggung jawab untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja di masa depan yang sesuai dengan strategi dan operasional perusahaan. Ini mencakup analisis untuk menentukan berapa banyak karyawan, dengan keterampilan apa, yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi.
      • Rekrutmen dan Seleksi: Setelah kebutuhan diidentifikasi, fungsi SDM akan melakukan rekrutmen dan seleksi untuk mendapatkan kandidat yang berkualitas dan sesuai untuk mengisi posisi yang dibutuhkan, sehingga operasional dapat berjalan lancar.
      • Manajemen Kinerja: Fungsi SDM tidak berhenti setelah rekrutmen, tetapi juga memastikan karyawan memiliki kinerja yang optimal melalui pelatihan, pengembangan, dan manajemen kinerja yang efektif untuk mencapai tujuan operasional dan organisasi. 

      Manajemen SDM: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan TugasnyaPeran Manajemen SDM Dalam Proses Manajemen Strategi | COGNOSCENTI  CONSULTING GROUP | KONSULTAN PROSES BISNISHUMAN RESOURCES MANAGEMENT | Ellerenc's BlogAspek manajemen pada studi kelayakan bisnis+Studi Kasus-STIE Putra Bangsa |  PPTX

       

      🏢 1. Struktur Organisasi

      📘 Pengertian

      Struktur organisasi adalah pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab di dalam perusahaan agar kegiatan operasional berjalan efektif dan efisien.

      Dalam studi kelayakan bisnis, struktur organisasi menggambarkan siapa melakukan apa, serta bagaimana hubungan koordinasi dan alur komunikasi antar bagian usaha.

      🎯 Tujuan

      • Menjelaskan pola kepemimpinan dan koordinasi dalam bisnis.

      • Memastikan setiap fungsi bisnis memiliki tanggung jawab yang jelas.

      • Menunjukkan bahwa rencana usaha dapat dijalankan dengan sistem manajerial yang realistis.

      ⚙️ Bentuk Umum Struktur Organisasi

      BentukCiriContoh Usaha
      Lini (Line Organization)Sederhana, hubungan langsung antara pimpinan dan bawahanUMKM, usaha kecil
      Lini dan Staf (Line & Staff)Ada pembagian antara pelaksana dan penasihatUsaha menengah
      FungsionalBerdasarkan fungsi (produksi, pemasaran, keuangan)Perusahaan menengah-besar
      Divisional / MatriksBerdasarkan produk atau wilayahKorporasi besar

      🧩 Contoh Struktur Organisasi Usaha Kecil (Kafe Kopi)

      Pemilik Usaha Γöé Γö£ΓöÇΓöÇ Manajer Operasional Γöé Γö£ΓöÇΓöÇ Bagian Produksi (Barista) Γöé Γö£ΓöÇΓöÇ Bagian Pembelian & Logistik Γöé ΓööΓöÇΓöÇ Bagian Kebersihan Γöé Γö£ΓöÇΓöÇ Bagian Keuangan Γöé ΓööΓöÇΓöÇ Bagian Pemasaran & Layanan Pelanggan

      👷‍♀️ 2. Kebutuhan Tenaga Kerja

      📘 Pengertian

      Kebutuhan tenaga kerja adalah jumlah dan jenis sumber daya manusia yang dibutuhkan agar kegiatan operasional dapat berjalan optimal sesuai rencana bisnis.

      🎯 Tujuan Analisis

      • Menentukan berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan.

      • Menyesuaikan kemampuan tenaga kerja dengan jenis pekerjaan.

      • Menghitung biaya tenaga kerja (gaji, tunjangan, pelatihan).

      ⚙️ Langkah-langkah Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja

      LangkahKeterangan
      1. Identifikasi kegiatan operasionalMisalnya: produksi, pemasaran, administrasi, layanan pelanggan
      2. Tentukan posisi dan tugasnyaContoh: barista, kasir, manajer, staf kebersihan
      3. Hitung jumlah tenaga per posisiBerdasarkan volume kerja dan jam operasional
      4. Tentukan kualifikasi dan keterampilanMisalnya pendidikan minimal, pengalaman, atau pelatihan
      5. Hitung biaya tenaga kerjaTermasuk gaji pokok, tunjangan, lembur, dan pelatihan

      📋 Contoh Tabel Kebutuhan Tenaga Kerja

      PosisiJumlahTugas UtamaKualifikasiGaji/Bulan
      Manajer Operasional1Mengelola seluruh kegiatan usahaS1 ManajemenRp5.000.000
      Barista2Menyiapkan dan menyajikan kopiSMA/SMKRp3.000.000
      Kasir1Melayani transaksiSMA/SMKRp2.800.000
      Petugas Kebersihan1Menjaga kebersihan areaTidak adaRp2.500.000
      Total5Rp16.300.000

      ⚙️ 3. Manajemen Operasional

      📘 Pengertian

      Manajemen operasional adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan aktivitas produksi atau layanan agar bisnis dapat berjalan efisien dan menghasilkan produk berkualitas.

      Dalam konteks studi kelayakan, manajemen operasional bertujuan untuk menjamin bahwa rencana bisnis dapat diimplementasikan secara realistis dari sisi teknis dan manajerial.

      🎯 Tujuan Manajemen Operasional

      • Mengatur agar proses produksi berjalan efisien dan konsisten.

      • Menjamin kualitas produk/jasa sesuai standar.

      • Mengoptimalkan penggunaan sumber daya (SDM, bahan, waktu, modal).

      • Menjaga ketersediaan produk dan pelayanan tepat waktu.

      ⚙️ Komponen Utama Manajemen Operasional

      KomponenUraian
      Perencanaan Produksi / LayananMenentukan jumlah produksi, jadwal, dan kebutuhan bahan baku
      Layout dan Lokasi UsahaMengatur tata letak ruang agar efisien dan nyaman
      Proses Produksi / LayananMenjelaskan alur kegiatan dari input → proses → output
      Pengendalian Kualitas (Quality Control)Memastikan produk atau layanan sesuai standar
      Pengelolaan Persediaan (Inventory Management)Menjaga ketersediaan bahan tanpa pemborosan
      Pemeliharaan (Maintenance)Menjaga peralatan agar tetap berfungsi baik
      Pengawasan dan Evaluasi OperasionalMengevaluasi kinerja operasional dan mencari perbaikan berkelanjutan

      📊 Contoh Alur Operasional Usaha Kuliner:

      1. Penerimaan bahan baku → 2. Penyimpanan & pengecekan kualitas →

      2. Proses pengolahan → 4. Penyajian kepada pelanggan →

      3. Evaluasi kepuasan pelanggan & kontrol stok.


      🧩 Kesimpulan Umum

      AspekPeran dalam Studi Kelayakan Bisnis
      Struktur OrganisasiMenunjukkan sistem manajerial dan pembagian tanggung jawab yang jelas
      Kebutuhan Tenaga KerjaMenentukan sumber daya manusia yang dibutuhkan dan menghitung biaya operasional
      Manajemen OperasionalMenjamin efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan proses bisnis sehari-hari