Garis besar topik

    • Membuat draft BMC

    • Baca, Pelajari, Pahami

    • Tugas pada pertemuan ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami dan menerapkan konsep Business Model Canvas (BMC) secara nyata dalam bentuk rancangan model bisnis yang relevan dengan ide usaha mereka. Mahasiswa tidak hanya diminta untuk menjelaskan teori sembilan blok dalam BMC, tetapi juga menggunakannya sebagai alat praktis dalam merancang kerangka bisnis yang utuh, inovatif, dan berkelanjutan. Tugas ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengorganisasi gagasan menjadi struktur bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan sosial sekaligus menumbuhkan keterampilan berpikir strategis sebagaimana yang dibutuhkan seorang technopreneur.

      Dalam tugas ini, mahasiswa diminta untuk memilih satu ide bisnis yang realistis dan memiliki potensi untuk dikembangkan menggunakan pendekatan teknologi digital. Ide tersebut bisa berasal dari pengalaman pribadi, fenomena sosial di sekitar, atau inspirasi dari tren industri saat ini. Mahasiswa kemudian harus menerjemahkan ide tersebut ke dalam sembilan elemen utama BMC, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnerships, dan Cost Structure. Setiap elemen harus dijelaskan secara komprehensif dengan menggunakan data, analisis, atau hasil riset kecil sebagai dasar argumentasi. Melalui proses ini, mahasiswa belajar bahwa sebuah model bisnis tidak hanya berisi gagasan, tetapi juga pemahaman menyeluruh tentang bagaimana ide tersebut dapat dijalankan dan memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.

      Selanjutnya, mahasiswa diminta untuk menyusun draft Business Model Canvas dalam bentuk tabel visual dan disertai narasi analitis sepanjang dua sampai tiga halaman. Narasi tersebut harus menggambarkan alasan di balik setiap keputusan dalam penyusunan BMC, termasuk bagaimana inovasi teknologi berperan dalam memperkuat nilai bisnis yang ditawarkan. Misalnya, mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana aplikasi digital dapat mempercepat proses distribusi, meningkatkan pengalaman pelanggan, atau memperluas pasar. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat menilai risiko serta tantangan yang mungkin muncul dalam implementasi model bisnis tersebut dan mengusulkan strategi mitigasinya.

      Laporan tugas ditulis dalam gaya akademik dengan format esai menggunakan bahasa Indonesia baku, sepanjang 4ΓÇô6 halaman, spasi 1,5, dan font Times New Roman ukuran 12. Tugas dikumpulkan dalam format PDF melalui sistem e-learning atau email dosen pengampu paling lambat satu minggu setelah pertemuan berlangsung. Melalui tugas ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa Business Model Canvas bukan sekadar alat perencanaan bisnis, tetapi juga media berpikir strategis yang dapat membantu technopreneur mengubah ide menjadi model bisnis yang terukur, efektif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan demikian, tugas ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mereka dalam merancang dan mengelola inovasi bisnis berbasis teknologi yang berkelanjutan.