Garis besar topik
-
-
-
-
-
Perkembangan sosial, budaya, dan teknologi telah menciptakan perubahan besar dalam cara manusia hidup, bekerja, dan berinteraksi. Dalam konteks bisnis modern, perubahan ini berpengaruh langsung terhadap lingkungan usaha dan strategi perusahaan dalam beradaptasi terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui tugas ini, mahasiswa diharapkan dapat menganalisis bagaimana perubahan nilai dan disrupsi digital saling berhubungan dan berdampak terhadap dunia bisnis serta kehidupan sosial ekonomi di masyarakat.
Mahasiswa diminta untuk menelaah terlebih dahulu fenomena perubahan nilai sosial di tengah perkembangan teknologi. Nilai-nilai sosial yang dahulu menekankan pada kerja keras, kesetiaan, dan stabilitas kini telah bergeser menjadi nilai-nilai baru seperti efisiensi, kreativitas, inovasi, dan fleksibilitas. Dalam dunia kerja, perubahan ini terlihat dari meningkatnya minat generasi muda terhadap pekerjaan yang memungkinkan kebebasan berekspresi dan keseimbangan hidup, bukan hanya sekadar keamanan kerja. Mahasiswa perlu menjelaskan bagaimana pergeseran nilai ini memengaruhi perilaku konsumen, pola produksi, dan hubungan antara pekerja dengan perusahaan. Analisis dapat dilakukan dengan mengaitkan contoh nyata, misalnya perubahan gaya hidup masyarakat di era digital atau pergeseran perilaku belanja dari toko fisik ke platform daring.
Selanjutnya, mahasiswa diharapkan mengkaji fenomena disrupsi digital yang telah mengubah tatanan ekonomi global maupun nasional. Disrupsi digital menggantikan sistem bisnis tradisional dengan model baru berbasis teknologi yang lebih cepat, murah, dan efisien. Contoh yang dapat dikaji adalah kemunculan perusahaan seperti Gojek, Grab, Tokopedia, dan Shopee yang berhasil mengubah pola konsumsi dan interaksi pasar. Mahasiswa diminta untuk menjelaskan bagaimana inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan fintech menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku bisnis dan tenaga kerja. Analisis ini juga dapat mencakup dampak sosialnya, seperti munculnya kesenjangan digital atau hilangnya pekerjaan konvensional akibat otomatisasi.
Untuk memperkuat konteks lokal, mahasiswa disarankan menyoroti bagaimana perubahan nilai dan disrupsi digital berdampak terhadap perkembangan bisnis di Provinsi Lampung. Misalnya, bagaimana pelaku UMKM memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memasarkan produk lokal, serta apa saja kendala yang mereka hadapi dalam proses digitalisasi. Mahasiswa dapat memberikan gagasan atau solusi yang inovatif agar transformasi digital dapat berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.
Sebagai bagian dari refleksi pribadi, mahasiswa perlu menulis pandangan mereka tentang bagaimana peran seorang calon technopreneur dalam menghadapi perubahan sosial dan disrupsi digital. Tulis bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya, etika, dan kemanusiaan. Tugas ini bertujuan menumbuhkan kemampuan analisis kritis dan kesadaran etis mahasiswa terhadap perubahan lingkungan bisnis yang terus berkembang.
Melalui tugas ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan konsep sosial, budaya, dan teknologi dalam praktik bisnis nyata. Hasil analisis yang disusun dalam bentuk esai sepanjang 2ΓÇô3 halaman ini akan menjadi dasar dalam memahami bagaimana dunia bisnis masa depan dibentuk oleh keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai sosial yang berkelanjutan. -
Tugas Pertemuan 4 ΓÇô Menganalisis Sosial Budaya dan Teknologi
Mahasiswa diminta menulis analisis singkat tentang bagaimana perubahan nilai sosial dan kemajuan teknologi saling memengaruhi dalam kehidupan bisnis modern. Uraikan bagaimana nilai-nilai seperti efisiensi, kreativitas, dan inovasi menggantikan nilai tradisional seperti stabilitas dan loyalitas, serta bagaimana hal ini mengubah perilaku konsumen dan sistem kerja di era digital. Selanjutnya, analisislah fenomena disrupsi digital yang telah menggeser model bisnis konvensional menjadi berbasis teknologi, seperti transportasi daring, e-commerce, dan fintech. Kaitkan analisis dengan kondisi lokal di Provinsi Lampung, khususnya pada pelaku UMKM atau wirausaha muda yang mulai memanfaatkan teknologi digital. Sebagai refleksi, jelaskan bagaimana Anda sebagai calon technopreneur dapat menggunakan IPTEK untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya dan etika.
-