Garis besar topik

    • 1.  Mahasiswa mampu memahami variabel

      2.  Mahasiswa mampu mngidentifikasi jenis variabel penelitian

      3. Mahasiswa mampu  memahami jenis dan posisi variabel dalam penelitian 

    • Kemampuan mamahami konsep dan menjelaskan:

      1. Pemahaman Variabel Penelitian

      2. Jenis variabel penelitian

      3. Kajian variabel berdasarkan teori



    • Variabel Penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh seorang peneliti dengan tujuan untuk dipelajari sehingga didapatkan informasi mengenai hal tersebut dan ditariklah sebuah kesimpulan.

      Variabel merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian, karena sangat tidak memungkinkan bagi seorang peneliti melakukan penelitian tanpa variabel.

      Sebagian besar ahli mendefinisikan variabel penelitian sebagai kondisi-kondisi yang telah dimanipulasi, dikontrol, atau diobservasi oleh seorang peneliti dalam sebuah penelitiannya.

      Sebagian ahli juga mendefiniskan bahwa yang dinamakan variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam sebuah penelitian. Dari dua pengertian di atas, bisa diartikan bahwa variabel penelitian meliputi faktor-faktor yang berperan ketika proses penelitian itu sendiri.

      Variabel penelitian ini sangat ditentukan oleh landasan teoritis dan kejelasannya yang ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Oleh karena itu, jika landasan teori dalam suatu penelitian berbeda, maka akan berbeda pula hasil variabelnya.

      Jenis-jenis Variabel Penelitian

      Menurut sifatnya, variabel ini dapat dibedakan menjadi 5 yaitu: Sifat variabel, hubungan antar variabel, urgensi pembukaan instrumen, dan tipe skala pengukuran. Berikut penjelasannya.

      2.1. Hubungan antar Variabel

      Jenis Variabel Bebas (Independent Variable)

      Variabel ini mempunyai pengaruh atau menjadi penyebab terjadinya perubahan pada variabel lain. Sehingga bisa dikatakan bahwa perubahan yang terjadi pada variabel ini diasumsikan akan mengakibatkan terjadinya perubahan variabel lain.

      Contoh, jika dalam sebuah penelitian dinyatakan akan berusaha mengungkap ΓÇ£pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi mahasiswaΓÇ¥ maka variabel bebasnya adalah ΓÇ£motivasi belajarΓÇ¥. Disebut variabel bebas karena variabel ini tidak bergantung pada variabel lain. Sedangkan variabel ΓÇ£prestasi belajarΓÇ¥ bergantung dan dipengaruhi oleh variabel ΓÇ£motivasi belajarΓÇ¥.

      Variabel bebas atau independent ini juga biasa disebut sebagai variabel stimulus, pengaruh dab prediktor. Di dalam pemodalan persamaan struktural, variabel bebas disebut sebagai variabel eksogen.

      Jenis Variabel Terikat (Dependent Variable)

      Variabel terkait atau dependent adalah variabel yang keberadaannya menjadi suatu akibat dikarenakan adanya variabel bebas. Disebut variabel terkait karena kondisi atau variasinya terkait dan dipengaruhi oleh variasi variabel lain.

      Selain itu ada juga sebutan lain yaitu variabel tergantung, karena variasinya tergantung pada variasi variabel lain. Kemudian ada juga yang menyebut variabel output, kriteria, respon, dan indogen.

      Contoh variabel dependent: Aapabila seorang peneliti hendak mengungkap ΓÇ£pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswaΓÇ¥ maka yang menjadi variabel terikatnya adalah ΓÇ£prestasi belajar siswaΓÇ¥. Variabel ini dinamakan sebagai variabel terikat karena tinggi dan rendahnya prestasi siswa itu tergantung variabel motivasi belajarnya.

      Jenis Variabel Kontrol (Control Variable)

      Jenis variabel ini merupakan variabel yang dibatasi dan dikendalikan pengaruhnya sehingga tidak berpengaruh pada gejala yang sedang diteliti, dengan kata lain yaitu dampak dari variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

      Dalam beberapa penelitian variabel ini tidak dinyatakan secara eksplisit, tetapi lebih ke penelitian yang sifatnya eksperimental. Variabel ini dibutuhkan pengendalian yang sifatnya sangat penting. 

      Hal sedemikian rupa dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kompleksitas permasalahan yang sedang diteliti. Selain digunakan untuk penelitian eksperimental, variabel kontrol juga sering dipakai peneliti apabila hendak melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan.

      Contohnya, pengaruh metode belajar terhadap prestasi belajar siswa. Variabel bebas dalam variabel ini adalah metode mengajar, sedangkan variabel terikatnya adalah pretasi belajar sisiwa.

      Variabel yang ditetapkan sama yaitu mata pelajaran yang sama misal, pelajaran kimia. Dengan adanya penetapan variabel kontrol tersebut maka dampak besarnya pengaruh mengajar terhadap prestasi belajae sisiwa bisa diketahui lebih pasti

      2.2. Sifat Variabel

      Variabel ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

      Jenis Variabel Dinamis

      Pengertian variabel dinamais yaitu suatu variabel yang bisa diubah naik keadaan maupun karakteristiknya. Variabel ini memungkinkan untuk dilakukan manipulasi atau perubahan sesuai dengan tujuan yang diinginkan peneliti.

      Perubahan tersebut dapat berupa peningkatan atau penurunan. Seperti contoh, prestasi belajar, motivasi belajar, kinerja pegawai, dan lain-lain

      Jenis Variabel Statis

      Variabel statis adalah variabel yang mempunyai sifat yang tetap dan tidak dapat diubah, baik keberadaan maupun karakteristiknya. Dalam kondisi normal sifat-sifat tersebut sulit untuk diubah.

      Contoh seperti, status sosial ekonomi, tempat tinggal, jenis kelamin, dan lain-lain.

      2.3. Urgensi Faktual

      Bedasarkan penting atau tidaknya sebuah instrumen dalam mengumpulkan data, maka dapat dibedakan menjadi 2 yaitu variabel konseptual dan faktual, berikut penjelasannya:

      Variabel Konseptual

      Dinamakan variabel konseptual karena variabel ini tidak terlihat secara fakta dan tersembunyi dalam suatu konsep. Variabel konsep hanya bisa diketahui berdasarkan indikator yang tampak.

      Contoh variabel konsep adalah, motivasi belajar, minat, konsep diri, bakat, kinerja, dan lain-lain. Karena tersembunyi di dalam konsep, maka keakuratan data yang terdapat pada variabel konsep tergantung keakuratan indikator dari beberapa konsep yang sudah dikembangkan oleh peneliti.

      Variabel Faktual

      Berbeda dengan yang di atas, variabel ini merupakan variabel yang ada di dalam faktanya. Contoh yang dapat kamu lihat dalam variabel ini adalah, gen, usia, asal daerah/sekolah, agama, pendidikan, dan lain-lain.

      Karena sifatnya yang faktual, maka apabila terjadi kesalahan dalam pengumpulan data itu bukanlah kesalahan instrumen akan tetapi respondennya, misal si responden tidak jujur atau terdapat sifat-sifat buruk pada responden itu sendiri.

      2.4. Tips Skala Pengukur

      Ada sekitar 4 tingkatan dalam variabel ini yaitu: Nominal, interval, dan rasio, berikut penjelasannya:

      Variabel Nominal

      Variabel nominal adalah, variabel yang hanya bisa dikelompokkan terpisah secara kategori dan diskrit. Variabel nominal bisa disebut juga dengan variabel diskrit. Dilihat dari namanya nominal atau nomi mempunyai arti nama, hal ini menunjukkan bahwa tanda atau label hanya digunakan untuk membedakan antar variabel.

      Contoh dari variabel ini yaitu: Gender, agama, wilayah, dan lain-lain. Variabel nominal juga merupakan variabel yang memiliki variasi paling sedikit.

      Variabel Ordinal

      Variabel ordinal yaitu variabel yang memiliki variasi perbedaan, tingkatan, urutan, namun tidak memiliki kesamaan jarak perbedaan dan tidak bisa dibandingkan. Pada urutan ini tergambar adanya gradasi atau sebuah tingkatan, namun itu semua tidak bisa diketahui secara pasti.

      Contohnya yaitu peringkat dalam kejujuran, di mana selisih yang menggambarkan jarak pencapaian skor/pretasi juara 1, 2, 3, dan seterusnya tidak dipermasalahkan.

      Variabel Interval

      Berbeda lagi dengan variabel-variabel di atas, skala variabel jenis ini dapat dibedakan, bertingkat dan memiliki jarak yang sama dari satuan hasil pengukuran, namun kesamaan tersebut sifatnya tidak bisa dibandingkan dan tidak mutlak.ΓÇÖ

      Contoh interval, penerimaan raport dari hasil belajar diberikan angka 4, 5, 6 , 7, 8, 9, 10 dan seterusnya. Skala penilaian dari angka 1 – 10 memiliki satuan 1 per unit. Jarak angka 4 ke 5 sama saja dengan jarak 5 ke 6…. dan seterusnya.

      Namun angka tersebut tidak memiliki arti perbandingan, dalam artian bahwa angka 4 yang didapatkan oleh seorang siswa itu tidak berarti bahwa kepintaran siswa setengah lebih baik dari siswa yang mendapat angka 8.

      Variabel Rasio

      Variabel rasio adalah variabel yang memiliki skor dan bisa dibedakan, diurutkan, adanya persamaan jarak perbedaan, dan dapat dibandingkan.

      Contohnya, tinggi badan, seseorang yang tinggi badannya 50 cm adalah setengah dari orang yang tinggi badannya 100 cm.

      2.5. Penampilan Waktu Pengukuran

      Dalam waktu pengukuran variabel dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: Variabel maksimalis dan tipikalis. Simak di bawah ini.

      Variabel Maksimalis

      Variabel maksimalis adalah, variabel yang ketika proses pengumpulan data, ada dorongan terhadap responden agar menunjukkan penampilan maksimal. Contohnya, kreativitas, bakat, pretasi dll.

      Variabel Tipikalis

      Variabel tipikalis adalah variabel yang ketika peroses pengumpulan data tidak ada dorongan terhadap responden dalam menunjukkan penampilan secara maksimal, namun lebih kepada jujur diri terhadap variabel yang diukur.

      Contohnya yaitu: Minat, kepribadian, sikap terhadap pelajaran tertentu dll. 


    • Secara garis besar variabel operasional adalah bagaimana peneliti akan menjelaskan tentang suatu variabel yang akan diteliti. Ada berbagai macam cara untuk meneliti sesuatu yang konseptual, sehingga definisi operasional variabel harus dibedakan dari definisi konseptual. Peneliti kadang mencampuradukkan definisi konseptual dengan definisi operasional dalam bab metodologi penelitian.

      Umumnya akan ada banyak alternatif pengukuran suatu variabel. Ketika peneliti sudah memilih cara yang akan dilakukannya maka ketika dirumuskan dalam kalimat akan menjadi sebuah definisi operasional. Masing-masing definisi operasional pasti benar, karena hanya menunjukkan apa yang dimaksud oleh peneliti dalam penelitiannya. Sehingga kita harus berhati-hati jika ingin meniru definisi operasional dari penelitian lain. Jangan sampai kita malah kesulitan mengukur suatu variabel akibat perbedaan antara kondisi penelitian kita dengan kondisi penelitian yang kita tiru.

      Jika kita mencari pada literatur definisi dari suatu variabel yang akan kita teliti maka umumnya yang kita dapatkan adalah suatu definisi konseptual. Sesuatu yang berupa konstruk pemikiran tentang suatu hal yang sifatnya umum. Untuk dapat menyusun operasionalisasi definisi konseptual yang tepat dari suatu variabel maka kita harus mengetahui atau memperkirakan apa saja yang dapat dipakai untuk mengukur variabel tersebut.

      Secara garis besar langkah-langkah penyusunan definisi operasional yang baik adalah sebagai berikut:

      1. Tentukan dulu variabel apa saja yang akan diteliti. Pastikan fungsi masing-masing variabel, apakah sebagai variabel bebas, variabel terikat, atau variabel luar.
      2. Carilah definisi konseptual yang tepat untuk masing-masing variabel tersebut. Bisa dari kamus, textbook, atau penelitian orang lain. Bisa juga merumuskan sendiri berdasarkan pengalaman atau rangkuman dari berbagai kepustakaan. Intinya adalah definisi konseptual lebih berfokus pada konsep suatu variabel.
      3. Identifikasi apa saja yang dapat dilakukan untuk mengukur variabel-variabel tersebut. Selalu ada lebih dari satu cara untuk mengukur sesuatu. Bisa dengan mengamati, membandingkan dengan hal lain, menanyakan, atau metode lain.
      4. Pilihlah cara apa yang akan benar-benar dilakukan untuk menggambarkan suatu variabel. Pastikan spesifik dengan acuan yang jelas. Misalnya apakah akan mengacu pada suatu kuesioner standar atau suatu metode yang benar-benar baru. Perlu rinci hingga bagaimana nantinya memperlakukan data yang diperoleh. Secara umum ada 4 level pengukuran: 1) nominal, 2) ordinal, 3) interval dan 4) rasio.
      5. Tuliskan dalam bentuk narasi atau tabel. Umumnya kalau pada skripsi atau tesis berupa tabel, sedangkan pada naskah publikasi ilmiah umumnya berupa narasi.

      Peneliti Bebas Mendefinisikan Variabel Penelitiannya

      Ingatlah bahwa definisi operasional suatu variabel adalah cara spesifik untuk mengukur variabel tersebut dalam suatu penelitian. Penelitian yang berbeda mungkin mengukur suatu variabel dengan definisi konseptual yang sama secara berbeda. Jika anda akan meneliti cara-cara membantu orang berhenti merokok, maka berhenti merokok akan menjadi variabel terikat dalam penelitian anda. Anda dapat mendefinisikan berhenti merokok sebagai orang yang tidak merokok selama 1 bulan, atau sebagai orang yang tidak merokok dalam setahun, atau mungkin hanya sebatas 50% pengurangan jumlah rokok yang dihisap dalam sebulan terakhir.

      Merumuskan definisi operasional seluruh variabel dalam sebuah penelitian merupakan langkah penting dalam desain penelitian. Beberapa variabel konseptual lainnya yang memiliki banyak definisi operasional antara lain: kecerdasan, kebugaran, kesehatan, pola makan, dan kualitas hidup. Beberapa kuesioner yang spesifik dan baku atau sering dipakai telah dikembangkan untuk mengukur berbagai variabel konseptual ini.

      Hati-hati Ketika Meniru dari Penelitian Lain

      Dalam artikel ilmiah, penjelasan tentang variabel yang diteliti biasanya ditemukan di bagian metode. Pastikan untuk menilai artikel ilmiah dengan baik sebelum memutuskan untuk meniru definisi operasionalnya. Jangan sampai rujukan pada suatu artikel malah akan menjadi sumber masalah pada penulisan karya ilmiah anda.

      Semoga tulisan ini dapat membantu menjawab pertanyaan terkait bagaimana cara yang benar dalam menyusun definisi operasional variabel penelitian. Terima kasih.

      Sumber: qcc.cuny.edu/socialSciences/cbluestone/research-methods-student-notesf10.pdf; pt.armstrong.edu/wright/hlpr/text/3.4.depvar1.htm  

      http://

    • Desain Penelitian adalah jembatan bagi peneliti untuk mendapatkan landasan  teoritik sebagai pedoman sumber hipotesis, jembatan ini sebenarnya berwujud pengetahuan tentang riset-riset yang dilakukan oleh peneliti lain dalam area penelitian. Pengetahuan ini tidak hanya berupa pemahaman terhadap riset-riset tersebut, tetapi juga saling-kait yang terbentuk antar riset-riset tadi. 

      Seperti diketahui, sebuah penelitian tidak muncul begitu saja, tetapi ia selalu mencoba menyelesaikan atau menjawab persoalan yang ditinggalkan penelitian sebelumnya. Keterkaitan inilah, yang jika dirangkai secara menyeluruh, menyusun ΓÇ£petaΓÇ¥ penulisan Karya Tulis Ilmiah tersebut dan hbiasanya diyantakan dalam bentuk topik 

      http://

      http://

      http://

      http://