Garis besar topik

    • Selamat datang pada mata kuliah Metode Penelitian Bisnis. Selama satu semester anda akan belajar metode riset bisnis dari mulai mendesain, melakukan penelitian lapangan, menganalisis hasil penelitian dan menuliskan hasil penelitian, baik riset kualitatif maupun kuantitatif.

      Mata Kuliah ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan teoritis dan praktis tentang proses melakukan penelitian, mulai dari merumuskan persoalan bisnis menjadi persoalan riset, membuat kajian literatur, menyusun model penelitian dan hipotesis, mengoperasionalkan konsep-konsep yang digunakan dalam hipotesis, menyusun instrumen riset, mengambil sampel dan meneliti di lapangan sampai pada menganalisis data hasil penelitian lapangan, termasuk teknik-teknik dalam mencari Gap penelitian yang bisa diangakt sebagai permasalahan dalam suatu penelitian.

      Dan untuk mempermudah komunikasi silahkan anda membentuk whatsapp grup dengan meng-invite no kami  di 081934190942/ 081379561588 terima kasih

      Selamat belajar

      Dr. Faurani Santi Singagerda/ Dr. Winda Rika Lestari



    • Untuk membantu kegiatan pembelajaran Anda, silahkan Anda Mengunduh tautan link Google drive dibawah

      https://drive.google.com/drive/folders/1aRNB5p1i379ODAYmyA_LRxvWVBsn-7mr?usp=sharing

      Terima kasih

    • Untuk Mengetahui RPS dan Silabus dari mata kuliah Metodologi Penelitian Bisnis ini silahkan anda unduh file RPS sebagai berikut:

    • Diharapkan dengan mata kuliah ini:

      1.   Mahasiswa memiliki kemampuan  melakukan riset bisnis secara baik dan benar

      2.   Mahasiswa memiliki kemamampuan untuk  mengolah dan menyusun laporan hasil penelitian

    • Kemampuan mamahami konsep dan menjelaskannya


    • Asesmen Penilaian terdiri dari:

      Tugas: minimal 3 kali (2 sebelum pertengahan dan 1 setelah ujian tengah): 20 Persen

      Midtest: 30 persen

      Tes Akhir: 35 Persen

      Aktivitas (kehadiran plus aktivitas di forum / virtual): 15 persen

    • 1.      Mahasiswa memiliki kemampuan memahami arti ilmu dan sumber pengetahuan

      2.      Mahasiswa memahami prisinsip dasar penelitian ilmiah


    • Kemampuan mamahami konsep dan menjelaskannya


    • Ilmu dan pengetahuan merupakan hal yang penting dimiliki individu dalam menjalani hidup, namun kita masih rancu akan pengertian keduanya. Apakah ilmu dan pengetahuan adalah hal yang sama? Atau apakah ilmu dan pengetahuan ternyata memiliki pengertian yang berbeda? Alexander Bird (1998) dalam bukunya, Philosophy of Science menjelaskan bahwa pada sekitar tahun 1995 sempat terjadi perdebatan besar di Amerika terkait penggunaan ajaran kitab suci atau ilmu yang dijadikan landasan terbentuknya kehidupan dan alam semesta. Masyarakat Amerika sangat berpegang teguh pada ajaran agama sebelum ilmu pengetahuan menguasai pola pikir mereka. Menurut mereka, apa yang sudah dicantumkan di kitab suci (Injil) itu tidak perlu diperdebatkan dan sudah pasti benar. Bahkan, ilmu tentang terbentuknya kehidupan atau alam semesta dilarang diajarkan di sekolah karena dianggap bertentangan dengan ilmu agama. Di sisi lain, para ahli tidak mau hanya mempercayai kitab suci tanpa mengetahui sendiri bagaimana proses pembentukan alam semesta. Mereka ingin mengetahui apakah ilmu juga bisa menjelaskan proses pembentukannya dan apakah ada perkembangan ilmu lagi yang bisa dipelajari setelah mempelajari bagaimana terbentuknya alam semesta. Pada tahun 1925, Scopes melakukan percobaan dan pengamatan terhadap evolusi yang dikenal dengan percobaan Monkey. Scopes terbukti bersalah dan dihukum karena melakukan percobaan dan mengajarkan hasil eksperimennya ke sekolah-sekolah. Scopes dianggap melanggar hukum yang sudah dicetuskan bahwa tidak boleh ada ilmu yang bertentangan dengan hukum agama, namun idealisme ilmu pengetahuan oleh para fundamentalis Kristiani ini tidak bertahan lama. Pada tahun 1957 diluncurkanlah satelit buatan yang bernama Sputnik. Satelit ini menjadi bukti bahwa ilmu bisa memberikan kontribusi besar untuk peradaban manusia. Hal ini juga menjadi bukti bahwa dengan ilmu, manusia bisa lebih tinggi derajatnya dibanding manusia yang tidak berilmu. Fundamentalis Kristiani mulai menyadari tentang pentingnya ilmu dan mereka sudah tidak boleh mengekang perkembangannya. Pada perkembangannya, proses agar ilmu dapat diakui dan boleh berkembang bebas tidaklah mudah. Banyak pertanyaan terkait dengan ilmu, seperti "Apa itu ilmu?", "Kapan suatu hal itu dianggap ilmiah?". Disinilah filosofi atau filsafat dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.


    • Mahasiswa:

      1. Memiliki kemampuan memahami proses dan langkah-langkah dalam melaksanakan penelitian ilmiah

      2. Mahasiswa mampu memilih teori sebagai dasar dalam melakukan penelitian

      3. Mengidentifikasi dan mengembangkan masalah penelitian

      4. Dapat menemukan celah penelitian sebagai masalah

      5. Dapat menggunakan metode Citation sebagai referensi

      6. Dapat menggunakan manajer referensi

    • Silahkan anda liat dibawah utk  ID dan Password kegiatan zoom meeting

      Sabtu 17 April 2021 Jam 10.45
      Personal meeting ID (PMI) : 3251517769 
      Password : jun

    • Capaian pembelajaran:

      1. Untuk membantu peserta memahami bahwa penelitian ilmiah memberikan jaminan kepada manajer bahwa hasil studi dapat diandalkan dan tindakan lebih lanjut dapat diambil dengan risiko rendah.

      2. Untuk memberi kesan kepada siswa bahwa penelitian bisnis, betapapun ketatnya dilakukan, tidak dapat menghasilkan 100 persen hasil ilmiah dalam hal solusi yang tepat.

      3. Untuk membuat peserta peka agar waspada tentang mengamati berbagai isyarat di lingkungan yang menawarkan beberapa gagasan tentang celah dalam keadaan yang diinginkan dan yang sebenarnya.

      4. Untuk membantu mahasiswa memahami bahwa penelitian terapan, meski terbatas pada generalisasi, tetap harus ΓÇ£ilmiahΓÇ¥.


      Metode ilmiah

      Cara terstruktur untuk menyelidiki dan menjelaskan operasi dunia dengan menguji dan memverifikasi hubungan yang dihipotesiskan. Metode ilmiah adalah proses penemuan, metode untuk menjelaskan cara dunia beroperasi. Ekonomi positif adalah penerapan metode ilmiah untuk analisis ekonomi.

      Metode ilmiah adalah proses yang digunakan untuk mempelajari, menjelaskan, dan menganalisis fenomena ekonomi. Ini membantu memahami peristiwa kehidupan ekonomi yang tampaknya kacau. Harga bensin naik. Mengapa? Sebuah pabrik lokal mempekerjakan seratus karyawan. Mengapa? Presiden mengusulkan pemotongan pajak untuk menggairahkan perekonomian. Mengapa?

      Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, dan ribuan pertanyaan lainnya, adalah inti dari metode ilmiah.

      Penjelasan Lainnya

      Metode ilmiah berusaha menjelaskan mekanisme dunia, bagaimana segala sesuatu bekerja. Sains berusaha untuk mengidentifikasi hukum dasar alam yang mengatur dunia. Lebih tepatnya, ilmu ekonomi, atau ekonomi positif, berusaha menjelaskan bagaimana dunia ekonomi bekerja, untuk mengidentifikasi hukum ekonomi alam.

      Mengaitkan pergerakan harian matahari melintasi langit adalah satu hal yang dikaitkan dengan upaya dewa Yunani. Adalah hal lain untuk menjelaskan gerakan ini dengan menggunakan gravitasi dan orbit planet.

      Hal yang hebat tentang kemampuan menjelaskan adalah kemampuan yang dihasilkan untuk memprediksi. Mengetahui bahwa pergerakan matahari dipandu oleh hukum gravitasi memungkinkan untuk memprediksi posisinya besok, minggu depan, atau tahun depan. Informasi ini membantu saat melakukan hal-hal seperti terbang ke bulan.


      Komponen Metode

      Sedikit lebih banyak wawasan tentang metode ilmiah dapat diperoleh dengan ikhtisar dari beberapa komponen utama - teori, prinsip, pandangan dunia, hipotesis, dan verifikasi.

      1. Teori: 

      Titik awal, tetapi juga hasil akhir, melakukan sains adalah teori. Teori adalah kumpulan prinsip-prinsip umum yang saling terkait dan diterima secara ilmiah yang digunakan untuk menjelaskan dan memahami beberapa aspek dunia. Sebuah teori menciptakan kerangka kerja untuk menyelidiki dan menjelaskan dunia. Ini membantu memahami apa yang mungkin tampak sebagai peristiwa acak. Sebuah teori menawarkan penjelasan untuk kejadian-kejadian ini. Ini menjelaskan MENGAPA sesuatu terjadi.

      2. Prinsip: 

      Prinsip diterima secara umum, diverifikasi, hukum alam yang fundamental. Karena sebuah rumah dibangun dari beton, kayu, dan paku, sebuah teori dibangun dari prinsip-prinsip. Untuk menjadi hukum alam yang fundamental, sebuah prinsip harus menangkap hubungan sebab-akibat tentang cara kerja dunia. Salah satu contohnya mungkin seperti, "orang mencari keuntungan terbesar dengan biaya terendah." Metode ilmiah pada dasarnya adalah proses membangun teori dengan mengidentifikasi dan memverifikasi hukum dasar alam ini.

      3. Pandangan Dunia: 

      Pandangan dunia berisi aksioma, keyakinan, dan nilai mendasar dan tidak dapat diverifikasi tentang cara kerja dunia. Keyakinan agama, filosofi politik, dan pengkondisian budaya hanyalah beberapa komponen yang masuk ke dalam pandangan dunia seseorang. Komponen-komponen ini sebagian besar "diterima dengan iman" dan tidak dapat diuji atau diverifikasi secara langsung. Tanpa diragukan lagi, contoh terbaik dari komponen pandangan dunia adalah kepercayaan pada Tuhan - makhluk yang maha tahu, mahakuasa. Contoh lainnya adalah anggapan bahwa manusia pada dasarnya baik (berlawanan dengan kejahatan pada dasarnya). Keyakinan ini tidak dapat diverifikasi secara langsung dan harus diterima dengan keyakinan.

      4. Hipotesis: 

      Prinsip adalah hasil akhir dari proses panjang dan teliti yang dimulai dengan hipotesis. Hipotesis adalah proposisi yang masuk akal tentang cara kerja dunia yang diilhami atau tersirat oleh sebuah teori dan yang mungkin benar atau tidak. Hipotesis dihasilkan dari ketidaktahuan yang diinformasikan - diinformasikan, karena tersirat oleh teori yang sebelumnya telah banyak diteliti, tetapi ketidaktahuan, karena belum ada yang tahu apakah hipotesis itu benar.

      5. Verifikasi: 

      Ini memunculkan bagian kelima dan terakhir dari metode ilmiah, verifikasi. Untuk mengetahui apakah suatu hipotesis benar atau salah, dilakukan perbandingan dengan data, observasi empiris yang diambil dari dunia nyata. Metode ilmiah pada akhirnya berkaitan dengan penjelasan cara kerja dunia nyata. Mungkin dewa Yunani membawa matahari melintasi langit. Mungkin perjalanan matahari yang terlihat melintasi langit disebabkan oleh rotasi bumi. Keduanya dihipotesiskan sebagai hubungan gerak matahari yang dirasakan. Yang mana yang benar? Satu-satunya cara untuk mengetahui adalah melalui verifikasi dan pengujian - untuk membandingkan hipotesis dengan apa yang sebenarnya terjadi di dunia nyata.

      Memverifikasi hipotesis dengan data dunia nyata adalah langkah penting dalam mengubah hubungan hipotetis menjadi hukum alam fundamental - sebuah prinsip. Hipotesis harus lulus uji data dunia nyata untuk menjadi prinsip. Dan inilah metode ilmiah.


      Lebih dari satu Subjek, sebuah Proses

      Metode ilmiah adalah proses, cara menjelaskan dunia. Ini lebih dari sekedar subjek yang diajarkan oleh orang-orang dengan jas lab. Sementara kimia, fisika, dan biologi paling sering dikaitkan dengan sains - mata pelajaran diistilahkan ilmu fisika - metode ilmiah juga digunakan untuk mempelajari masyarakat dan perilaku manusia. Ekonomi adalah ilmu, ilmu sosial, studi ilmiah tentang masyarakat.

      Faktanya, sains lebih dari sekedar subjek. Itu adalah sebuah proses. Metode ilmiah dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran, termasuk hal-hal seperti perilaku manusia, ekonomi, dan, secara umum, masyarakat. Studi ilmiah tentang masyarakat ini melahirkan ilmu-ilmu sosial. Di situlah ilmu ekonomi dapat ditemukan. Ini adalah ilmu sosial, studi ilmiah tentang masyarakat.

      Sains, baik fisik maupun sosial, hanya berbeda dalam APA yang dipelajari, bukan BAGAIMANA ia mempelajarinya. Sains bukanlah subjek khusus, tetapi cara memandang dunia. Dan proses ini, metode ilmiah ini, adalah topik hari ini.

      Sepatah Kata Tentang Nilai

      Meskipun metode ilmiah berupaya menjelaskan peristiwa dunia nyata secara objektif, metode ini tidak sepenuhnya bebas nilai. Nilai subyektif berperan dalam metode ilmiah, terutama jika diterapkan pada ilmu ekonomi.

      * Pertama, nilai subjektif sering kali masuk ke dalam aksioma dan pandangan dunia yang tidak dapat diverifikasi yang membentuk teori ilmiah. Ilmuwan cenderung (tanpa disadari dalam beberapa kasus) mengembangkan teori yang mencerminkan keyakinan subjektif politik, budaya, atau agama mereka sendiri.

      * Kedua, nilai subjektif seringkali mempengaruhi topik tertentu yang dipelajari dengan menggunakan metode ilmiah. Topik yang secara subyektif dianggap seseorang lebih penting untuk menarik sumber daya ilmiah, sedangkan yang lainnya tidak.

  • Hallo sobat the Best...

    Kajian literatur adalah jembatan bagi peneliti untuk mendapatkan landasan  teoritik sebagai pedoman sumber hipotesis, jembatan ini sebenarnya berwujud pengetahuan tentang riset-riset yang dilakukan oleh peneliti lain dalam area penelitian. Pengetahuan ini tidak hanya berupa pemahaman terhadap riset-riset tersebut, tetapi juga saling-kait yang terbentuk antar riset-riset tadi. 

    Seperti diketahui, sebuah penelitian tidak muncul begitu saja, tetapi ia selalu mencoba menyelesaikan atau menjawab persoalan yang ditinggalkan penelitian sebelumnya. Keterkaitan inilah, yang jika dirangkai secara menyeluruh, menyusun ΓÇ£petaΓÇ¥ penulisan Karya Tulis Ilmiah tersebut.



    • 1.   Mahasiswa mampu melakukan kajian terhadap jurnal-jurnal  tekait

      2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menganalisis penelitian-penelitian terdahulu

    • Kemampuan mamahami konsep dan menjelaskannya


    • Kajian literatur adalah jembatan bagi peneliti untuk mendapatkan landasan  teoritik sebagai pedoman sumber hipotesis, jembatan ini sebenarnya berwujud pengetahuan tentang riset-riset yang dilakukan oleh peneliti lain dalam area penelitian. Pengetahuan ini tidak hanya berupa pemahaman terhadap riset-riset tersebut, tetapi juga saling-kait yang terbentuk antar riset-riset tadi. 

      Seperti diketahui, sebuah penelitian tidak muncul begitu saja, tetapi ia selalu mencoba menyelesaikan atau menjawab persoalan yang ditinggalkan penelitian sebelumnya. Keterkaitan inilah, yang jika dirangkai secara menyeluruh, menyusun ΓÇ£petaΓÇ¥ penulisan Karya Tulis Ilmiah tersebut.

      Sekali lagi, literature review tidak hanya bermakna membaca literatur, tapi lebih ke arah evaluasi yang mendalam dan kritis tentang penelitian sebelumnya pada suatu topik penelitian, dan kemudian merangkumkan, menganalisis dan mensintesis isinya dan menyajikannya dalan bentuk suatu survey paper. Saya akan menjelaskan secara detail tentang systematic literature review, beserta tahapan dan contoh studi kasusnya pada artikel berikutnya tentang Systematic Literature Review: Pengantar, Tahapan dan Studi Kasus.

      Mari kita luruskan makna literature review ke arah yang lebih baik dan benar 



      • Literatur Review adalah uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti
      • Tujuan akhir Literatur riview adalah untuk mendapatkan gambaran yang berkenaan dengan apa yang sudah pernah dikerjakan orang lain sebelumnya
      • Literatur review atau disebut juga tinjauan penelusuran pustaka merupakan langkah pertama untuk mengumpulkan informasi yang relevan bagi penelitian
      • Penelusuran pustaka berguna untuk menghindari duplikasi dari pelaksanaan penelitian
      • dengan penelusuran pustaka maka akan dapat diketahui penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya
      • Literatur review berisikan ulasan rangkuman dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka (dapat berupa artikel, buku, slide, informasi dari internet, dll) terkait dengan topik penelitian yang dibahas
      • Literatur review yang baik haruslah bermafaat relevan, mutakhir dan memadai.
      • Landasan teori, tinjauan teori dan tinjauan pustaka semuannya merupakan cara untuk melakukan tinjauan literatur
      • Literatur review merupakan suatu cara untuk menemukan, mencari artikel artikel, buku- buku dan sumber-sumber lain seperti tesis, disertasi, prosiding,yang relevan pada suatu isi tertentu atau teori atau riset yang menjadi minat si peneliti
      • Literatur review yang didapatkan biasanya masih bersifat umum atau general (general problem)

      Literatur rwview merupakan diskusi dari pengetahuan tentang topik yang sedang dipelajari atau bisa juga berupa hasil pengetahuan yang didukung dengan literatur riset dan merupakan fondasi dari penelitian

      2 Komponen Utama Literatur Review

      1. Kerangka teori (Theorical Freamwork)
      2. Kajian yang terkait dengan topik maupun tema penelitian

      3 Aspek Utama melakukan Literatur Review

      1. Survey artikel yang terkait dengan isu yang diminati oleh peneliti
      2. Lakukan evalusai, ringkas gambaran gambaran yang ada
      3. Dapatkan masukan yang terkait dengan isu dari publikasi yang terbaru hingga publikasi terlama sehingga peneliti bisa mendapatkan gambaran penelitian secara umum dan kompherensif

      Beberapa Hal Terkait Literatur Review

      • Apa yang menjadi masalah dan kenapa masalah itu penting untuk dipecahkan?
      • Apakah masalah tersebut telah berhasil dipecahkan/ dipecahkan oleh peneliti lain?
      • Tetapkan permasalahan yang ada se simple/ sesederhana mungkin
      • Apakah metodologi penelitian sudah sesuai dan sudah dimulai?
      • Apakah kontribusi literatur review terhadap penelitian yang dilakukan?
      • Apakah kesimpulan yang bisa diambil terkait dengan permasalahan?
      • Apakah kesimpulan yang dibuat sudah cukup menjawab dari permasalahn yang ada?

      Manfaat Literatur Review

      1. Identifikasi kesenjangan (identify gaps) penelitian
      2. Hindari pembuatan ulang (reinventing the wheel), sehingga bisa hemat waktu dan untuk hindari kesalahan kesalahan yang pernah dilakuakan orang lain
      3. Identifikasi metode yang pernah dilakukann dan yang relevan dengan penelitian yang dilakukan
      4. Meneruskan penelitian sebelumnya yang telah tercapai, sehingga penelitian yang akan dilakukan dapat dibangun diatas platform pengetahuan atau ide yang sudah ada
      5. Untuk mendapatkan informasi tentang orang lain yang melakukan penelitian di area/fokus riset sama, sehingga dapat bergabung didalam komunitas ynga dapat memberikan kontribusi penelitian yang berharga

      Langkah langkah Literatur Review

      Langkah 1: Formulasikan Permasalahan

      • Pilihlah topik yang sesuai isu dan minat
      • Permasalahan harus ditulis secara lengkap dan tepat

      Langkah 2: Cari Literatur

      • Cari literatur yang relevan dengan penelitian
      • Dapatkan gambaran(overview) topik penelitian
      • Sumber sumber penelitian sangan membantu bila didukung pengetahuan topik yang dikaji.
      • Sumber sumber tersebut berikan gambaran/ringkasan penelitian sebelumnya

      Langkah 3: Evaluasi Data

      • Lihatlah kontribusi apa saja terhadap topik yang dibahas
      • Cari dan temukan sumber data yang tepat sesuai kebutuhan guna mendukung penelitian
      • Data bisa berupa data kualitatif, data kuantitatif maupun data yang berasal dati kombinasi keduanya

      Langkah 4: Analisis dan Interpretasikan

      • Diskusikan dan temukan serta ringkas literatur

      Untuk review sebuah literatur dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti:

      1. Cara kesamaannya (compare)
      2. Cari ketidaksamaannya (contrast)
      3. Berikan pandangan (criticize)
      4. Banadingkan (synthesize)
      5. Ringkasan (summarize)

      Tips!

      • Hal terpenting dalam membuat literatur review adalah fitur utama dalam membangun teori, yaitu dengan bandingkan antara konsep, teori dan hipotesis dengan literatur yang ada
      • Kunci utama dari proses ini adalah melihat sebanyak banyaknya literatur yang ada
      • Kemudian cari persamaan dan perbedaan yang terjadi antara literatur yang satu dengan literatur lainnya. dan cari alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi

      Sumber Sumber Literatur Review

      1. Publikasi paper dijurnal nasional dan internasonal
      2. Tesis (S2), penulis ilmiah yang sifatnya mendalam dan mengungkapkan suatu pengetahuan baru yang diperoleh melalui penelitian
      3. Disertasi (S3), merupakan penulisan ilmiah tingkat tinggi untuk dapatkan gelar Doktor Falsafah (ph.D). Disertasi berisi fakta berupa penemuan dari penulis berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan kebenarannya
      4. Jurnal, Hasil hasil konferensi. Jurnal biasanya dihunakan sebagai bahan sitiran (sitasi) utama dalam penelitian karena jurnal memuat suatu informasi baru yang bersifat spesifikasi dan terfokus pada pemecahan masalah pada suatu topik penelitian
      5. Majalah, pamflet, kliping. majalah ilmiah merupakan sumber publikasi yang biasanya berupa teori, penemuan baru maupun berupa materi materi yang sedang populer dibicarakan dan diteliti
      6. Abstrak hasil penelitian
      7. Prosiding (proceedings). Pengambilan prosiding sebagai bahan literatur bisa memudahkan peneliti karena adanya kolaborasi antara peneliti dengan penulis prosiding yang mungkin berada astu Institusi, komuniti, peer group yang sama.
      8. Website yang memuat literatur ilmu komputer seperti, http://citeseer.nj.nec.com/cs, dan lainnya

      Cycle Of Scientific Literature

      Pengertian Literatur Review

      Sitasi/Penyitiran

      • Sitasi (citation) sangat penting dalam penulisan ilmiah, karena penulis memerlukan bahan pustaka (literatur review) untuk mendukung hasil tulisan pnelitiannya
      • Sitasi menunjukan asal usul atau sumber suatu kutipan, mengutip pernyataan, atau salin.ulangi pernyataan seseorang dan mencantumkannya di dalam suatu karya tulis yang dibuat, namun tetap indikasikan bahwa kutipan tersebut merupakan pernyataan dari orang lain
      • Suatu dokumen akan disitir apabila relevan dengan kegiatan penilisan karya ilmiah yang dilakukannya
      • Penyitiran dokumen dilakukan dengan maksud membantu pengarang daptkan informasi tambahan guna memecahkan masalah yang diteliti
      • Pada dasarnya, semua kalimat, ide atau hasil karya yang bukan karya sendiri harus disebutkan sumbernya
      • Salah satu pemilihan dokumen yang disitir adalah kesesuaian topik dengan penelitian, namu ada juga yang menyitir dari dokumen yang berbeda dari topik penelitian, misalnya : untuk melihat analisa statistik/ analisa data lain yang mungkin bisa digunakan pada penelitian yang sedang dilakukan
      • Tahun terbitan dokumen adalah hal penting karena dokumen yang terbitannya lebih terbaru atau termutakhir memuat informasi dan pengetahuan baru yang sedang berkembang saat itu
      • Dokumen yang sifatnya lama.klasik juga masih bisa disitir, karena dokumen tersebut memberikan informasi yang masih relevan dengan keadaan saat ini, atau dokumen tersebut berisikan informasi awal perkembangan ilmu pengetahuan pada saat ini

      Beberapa Refrensi dalam Mengacu Sumber Informasi :

      1. IEEE (Institute of Electrical dan Electronics Enginers) Citation Style
      Model IEE: Setiap refrensi diberi nomor berdasarkan urutan kemunculannya pada dokumen. ketika mengacu suatu refrensi dalam tulisan, digunakan nomor refrensi yang diapit oleh kurung siku [].
      Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkah Literatur Review

      2. Chicago Citation Style
      Model Chicago: Berbeda dengan model acuan IEEE, pada model acuan chicago, refrensi refrensi diurutkan berdasarkan abjad pada daftar pustaka
      Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkah Literatur Review 2

      Model Lain Sitasi
      1. APA Style ( American Psychological Association)
      untuk rumpunan ilmu pisikologi, pendidikan dan ilmu ilmu sosial. contoh :
      Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkah Literatur Review 3
      Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkah Literatur Review 4

      2. MLA Style (Modern language Association)
      untuk rumpun ilmu literature, seni, humanities. contoh:
      Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkah Literatur Review 5
      Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkah Literatur Review 6
      Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkah Literatur Review 7

      3. AMA Style ( American Medical Association)
      Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkah Literatur Review 8



    • 1.       Mahasiswa mampu memilih topic dan menentukan unit observasi dan unit anaisis   penelitian ilmiah

      2.       Mahasiswa  mampu mengidentifikasi masalah

      3.       Mahasiswa mampu merumuskan masalah penelitian


    • Latar Belakang masalah adalah informasi yang tersusun sistematis berkenaan dengan fenomena dan masalah problematik yang menarik untuk di teliti. Masalah terjadi saat harapan idela akan sesuatu hal tidak sama dengan realita yang terjadi. Tidak semua masalah adalah fenomena dan menarik. Masalah yang fenomenal adalah saat menjadi perhatian banyak orang dan di bicarakan di berbagai kalangan di masyarakat.

      Latar belakang dimaksudkan untuk menjelaskan alasan mengapa masalah dalam penelitian ingin diteliti, pentingnya permasalahan dan pendekatan yang digunakan untuk untuk menyelesaikan masalah tersebut baik dari sisi teoritis dan praktis.

      Latar belakang penelitian berisi :

      Alasana rasional dan esensial yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian berdasarkan fakta-fakta, data, referensi dan temuan penelitian sebelumnya. Gejala-gejala kesenjangan yang terdapat dilapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan dan bagaimana penelitian mengisi ketimpangan yang ada berkaitan dengan topik yang diteliti. Kompleksitas masalah jika masalah itu dibiarkan dan akan menimbulkan dampak yang menyulitkan, menghambat, mengganggu bahkan mengancam.

      Pendekatan untuk mengatasi masalah dari sisi kebijakan dan teoritis. Penjelasan singkat tentang kedudukan atau posisi masalah yang diteliti dalam ruang lingkup bidang studi yang ditekuni peneliti.

      Cara membuat latar belakang masalah dengan langkah sebagai beikut :

      Pada bagian awal latar belakang adalah gambaran umum tentang masalah yang akan di angkat. Dengan model piramid terbalik buat gambaran umum tentang masalah mulai dari hal global sampai mengerucut fokus pada masalah inti, objek serta ruang lingkup yang akan di teliti. Pada bagian tengah unkapkan fakta, fenomena, data-data dan pendapat ahli berkenaan dengan pentingnya masalah dan efek negatifnya jika tidak segera di atasi dengan di dukung juga teori dan penelitian terdahulu. Bagian akhir di isi dengan alternatif solusi yang bisa di tawarkan (teoritis dan praktis) dan akhirnya munculah judul. 


    • Hallo semua...

      Berikut ini akan sy berikan materi tentang bagaimana tips membuat latar belakang melalui Gap penelitian, silahkan di simak ya....

      http://

      http://


    • 1.  Mahasiswa mampu memahami variabel

      2.  Mahasiswa mampu mngidentifikasi jenis variabel penelitian

      3. Mahasiswa mampu  memahami jenis dan posisi variabel dalam penelitian 

    • Kemampuan mamahami konsep dan menjelaskan:

      1. Pemahaman Variabel Penelitian

      2. Jenis variabel penelitian

      3. Kajian variabel berdasarkan teori



    • Variabel Penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh seorang peneliti dengan tujuan untuk dipelajari sehingga didapatkan informasi mengenai hal tersebut dan ditariklah sebuah kesimpulan.

      Variabel merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian, karena sangat tidak memungkinkan bagi seorang peneliti melakukan penelitian tanpa variabel.

      Sebagian besar ahli mendefinisikan variabel penelitian sebagai kondisi-kondisi yang telah dimanipulasi, dikontrol, atau diobservasi oleh seorang peneliti dalam sebuah penelitiannya.

      Sebagian ahli juga mendefiniskan bahwa yang dinamakan variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam sebuah penelitian. Dari dua pengertian di atas, bisa diartikan bahwa variabel penelitian meliputi faktor-faktor yang berperan ketika proses penelitian itu sendiri.

      Variabel penelitian ini sangat ditentukan oleh landasan teoritis dan kejelasannya yang ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Oleh karena itu, jika landasan teori dalam suatu penelitian berbeda, maka akan berbeda pula hasil variabelnya.

      Jenis-jenis Variabel Penelitian

      Menurut sifatnya, variabel ini dapat dibedakan menjadi 5 yaitu: Sifat variabel, hubungan antar variabel, urgensi pembukaan instrumen, dan tipe skala pengukuran. Berikut penjelasannya.

      2.1. Hubungan antar Variabel

      Jenis Variabel Bebas (Independent Variable)

      Variabel ini mempunyai pengaruh atau menjadi penyebab terjadinya perubahan pada variabel lain. Sehingga bisa dikatakan bahwa perubahan yang terjadi pada variabel ini diasumsikan akan mengakibatkan terjadinya perubahan variabel lain.

      Contoh, jika dalam sebuah penelitian dinyatakan akan berusaha mengungkap ΓÇ£pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi mahasiswaΓÇ¥ maka variabel bebasnya adalah ΓÇ£motivasi belajarΓÇ¥. Disebut variabel bebas karena variabel ini tidak bergantung pada variabel lain. Sedangkan variabel ΓÇ£prestasi belajarΓÇ¥ bergantung dan dipengaruhi oleh variabel ΓÇ£motivasi belajarΓÇ¥.

      Variabel bebas atau independent ini juga biasa disebut sebagai variabel stimulus, pengaruh dab prediktor. Di dalam pemodalan persamaan struktural, variabel bebas disebut sebagai variabel eksogen.

      Jenis Variabel Terikat (Dependent Variable)

      Variabel terkait atau dependent adalah variabel yang keberadaannya menjadi suatu akibat dikarenakan adanya variabel bebas. Disebut variabel terkait karena kondisi atau variasinya terkait dan dipengaruhi oleh variasi variabel lain.

      Selain itu ada juga sebutan lain yaitu variabel tergantung, karena variasinya tergantung pada variasi variabel lain. Kemudian ada juga yang menyebut variabel output, kriteria, respon, dan indogen.

      Contoh variabel dependent: Aapabila seorang peneliti hendak mengungkap ΓÇ£pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswaΓÇ¥ maka yang menjadi variabel terikatnya adalah ΓÇ£prestasi belajar siswaΓÇ¥. Variabel ini dinamakan sebagai variabel terikat karena tinggi dan rendahnya prestasi siswa itu tergantung variabel motivasi belajarnya.

      Jenis Variabel Kontrol (Control Variable)

      Jenis variabel ini merupakan variabel yang dibatasi dan dikendalikan pengaruhnya sehingga tidak berpengaruh pada gejala yang sedang diteliti, dengan kata lain yaitu dampak dari variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

      Dalam beberapa penelitian variabel ini tidak dinyatakan secara eksplisit, tetapi lebih ke penelitian yang sifatnya eksperimental. Variabel ini dibutuhkan pengendalian yang sifatnya sangat penting. 

      Hal sedemikian rupa dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kompleksitas permasalahan yang sedang diteliti. Selain digunakan untuk penelitian eksperimental, variabel kontrol juga sering dipakai peneliti apabila hendak melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan.

      Contohnya, pengaruh metode belajar terhadap prestasi belajar siswa. Variabel bebas dalam variabel ini adalah metode mengajar, sedangkan variabel terikatnya adalah pretasi belajar sisiwa.

      Variabel yang ditetapkan sama yaitu mata pelajaran yang sama misal, pelajaran kimia. Dengan adanya penetapan variabel kontrol tersebut maka dampak besarnya pengaruh mengajar terhadap prestasi belajae sisiwa bisa diketahui lebih pasti

      2.2. Sifat Variabel

      Variabel ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

      Jenis Variabel Dinamis

      Pengertian variabel dinamais yaitu suatu variabel yang bisa diubah naik keadaan maupun karakteristiknya. Variabel ini memungkinkan untuk dilakukan manipulasi atau perubahan sesuai dengan tujuan yang diinginkan peneliti.

      Perubahan tersebut dapat berupa peningkatan atau penurunan. Seperti contoh, prestasi belajar, motivasi belajar, kinerja pegawai, dan lain-lain

      Jenis Variabel Statis

      Variabel statis adalah variabel yang mempunyai sifat yang tetap dan tidak dapat diubah, baik keberadaan maupun karakteristiknya. Dalam kondisi normal sifat-sifat tersebut sulit untuk diubah.

      Contoh seperti, status sosial ekonomi, tempat tinggal, jenis kelamin, dan lain-lain.

      2.3. Urgensi Faktual

      Bedasarkan penting atau tidaknya sebuah instrumen dalam mengumpulkan data, maka dapat dibedakan menjadi 2 yaitu variabel konseptual dan faktual, berikut penjelasannya:

      Variabel Konseptual

      Dinamakan variabel konseptual karena variabel ini tidak terlihat secara fakta dan tersembunyi dalam suatu konsep. Variabel konsep hanya bisa diketahui berdasarkan indikator yang tampak.

      Contoh variabel konsep adalah, motivasi belajar, minat, konsep diri, bakat, kinerja, dan lain-lain. Karena tersembunyi di dalam konsep, maka keakuratan data yang terdapat pada variabel konsep tergantung keakuratan indikator dari beberapa konsep yang sudah dikembangkan oleh peneliti.

      Variabel Faktual

      Berbeda dengan yang di atas, variabel ini merupakan variabel yang ada di dalam faktanya. Contoh yang dapat kamu lihat dalam variabel ini adalah, gen, usia, asal daerah/sekolah, agama, pendidikan, dan lain-lain.

      Karena sifatnya yang faktual, maka apabila terjadi kesalahan dalam pengumpulan data itu bukanlah kesalahan instrumen akan tetapi respondennya, misal si responden tidak jujur atau terdapat sifat-sifat buruk pada responden itu sendiri.

      2.4. Tips Skala Pengukur

      Ada sekitar 4 tingkatan dalam variabel ini yaitu: Nominal, interval, dan rasio, berikut penjelasannya:

      Variabel Nominal

      Variabel nominal adalah, variabel yang hanya bisa dikelompokkan terpisah secara kategori dan diskrit. Variabel nominal bisa disebut juga dengan variabel diskrit. Dilihat dari namanya nominal atau nomi mempunyai arti nama, hal ini menunjukkan bahwa tanda atau label hanya digunakan untuk membedakan antar variabel.

      Contoh dari variabel ini yaitu: Gender, agama, wilayah, dan lain-lain. Variabel nominal juga merupakan variabel yang memiliki variasi paling sedikit.

      Variabel Ordinal

      Variabel ordinal yaitu variabel yang memiliki variasi perbedaan, tingkatan, urutan, namun tidak memiliki kesamaan jarak perbedaan dan tidak bisa dibandingkan. Pada urutan ini tergambar adanya gradasi atau sebuah tingkatan, namun itu semua tidak bisa diketahui secara pasti.

      Contohnya yaitu peringkat dalam kejujuran, di mana selisih yang menggambarkan jarak pencapaian skor/pretasi juara 1, 2, 3, dan seterusnya tidak dipermasalahkan.

      Variabel Interval

      Berbeda lagi dengan variabel-variabel di atas, skala variabel jenis ini dapat dibedakan, bertingkat dan memiliki jarak yang sama dari satuan hasil pengukuran, namun kesamaan tersebut sifatnya tidak bisa dibandingkan dan tidak mutlak.ΓÇÖ

      Contoh interval, penerimaan raport dari hasil belajar diberikan angka 4, 5, 6 , 7, 8, 9, 10 dan seterusnya. Skala penilaian dari angka 1 – 10 memiliki satuan 1 per unit. Jarak angka 4 ke 5 sama saja dengan jarak 5 ke 6…. dan seterusnya.

      Namun angka tersebut tidak memiliki arti perbandingan, dalam artian bahwa angka 4 yang didapatkan oleh seorang siswa itu tidak berarti bahwa kepintaran siswa setengah lebih baik dari siswa yang mendapat angka 8.

      Variabel Rasio

      Variabel rasio adalah variabel yang memiliki skor dan bisa dibedakan, diurutkan, adanya persamaan jarak perbedaan, dan dapat dibandingkan.

      Contohnya, tinggi badan, seseorang yang tinggi badannya 50 cm adalah setengah dari orang yang tinggi badannya 100 cm.

      2.5. Penampilan Waktu Pengukuran

      Dalam waktu pengukuran variabel dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: Variabel maksimalis dan tipikalis. Simak di bawah ini.

      Variabel Maksimalis

      Variabel maksimalis adalah, variabel yang ketika proses pengumpulan data, ada dorongan terhadap responden agar menunjukkan penampilan maksimal. Contohnya, kreativitas, bakat, pretasi dll.

      Variabel Tipikalis

      Variabel tipikalis adalah variabel yang ketika peroses pengumpulan data tidak ada dorongan terhadap responden dalam menunjukkan penampilan secara maksimal, namun lebih kepada jujur diri terhadap variabel yang diukur.

      Contohnya yaitu: Minat, kepribadian, sikap terhadap pelajaran tertentu dll. 


    • Secara garis besar variabel operasional adalah bagaimana peneliti akan menjelaskan tentang suatu variabel yang akan diteliti. Ada berbagai macam cara untuk meneliti sesuatu yang konseptual, sehingga definisi operasional variabel harus dibedakan dari definisi konseptual. Peneliti kadang mencampuradukkan definisi konseptual dengan definisi operasional dalam bab metodologi penelitian.

      Umumnya akan ada banyak alternatif pengukuran suatu variabel. Ketika peneliti sudah memilih cara yang akan dilakukannya maka ketika dirumuskan dalam kalimat akan menjadi sebuah definisi operasional. Masing-masing definisi operasional pasti benar, karena hanya menunjukkan apa yang dimaksud oleh peneliti dalam penelitiannya. Sehingga kita harus berhati-hati jika ingin meniru definisi operasional dari penelitian lain. Jangan sampai kita malah kesulitan mengukur suatu variabel akibat perbedaan antara kondisi penelitian kita dengan kondisi penelitian yang kita tiru.

      Jika kita mencari pada literatur definisi dari suatu variabel yang akan kita teliti maka umumnya yang kita dapatkan adalah suatu definisi konseptual. Sesuatu yang berupa konstruk pemikiran tentang suatu hal yang sifatnya umum. Untuk dapat menyusun operasionalisasi definisi konseptual yang tepat dari suatu variabel maka kita harus mengetahui atau memperkirakan apa saja yang dapat dipakai untuk mengukur variabel tersebut.

      Secara garis besar langkah-langkah penyusunan definisi operasional yang baik adalah sebagai berikut:

      1. Tentukan dulu variabel apa saja yang akan diteliti. Pastikan fungsi masing-masing variabel, apakah sebagai variabel bebas, variabel terikat, atau variabel luar.
      2. Carilah definisi konseptual yang tepat untuk masing-masing variabel tersebut. Bisa dari kamus, textbook, atau penelitian orang lain. Bisa juga merumuskan sendiri berdasarkan pengalaman atau rangkuman dari berbagai kepustakaan. Intinya adalah definisi konseptual lebih berfokus pada konsep suatu variabel.
      3. Identifikasi apa saja yang dapat dilakukan untuk mengukur variabel-variabel tersebut. Selalu ada lebih dari satu cara untuk mengukur sesuatu. Bisa dengan mengamati, membandingkan dengan hal lain, menanyakan, atau metode lain.
      4. Pilihlah cara apa yang akan benar-benar dilakukan untuk menggambarkan suatu variabel. Pastikan spesifik dengan acuan yang jelas. Misalnya apakah akan mengacu pada suatu kuesioner standar atau suatu metode yang benar-benar baru. Perlu rinci hingga bagaimana nantinya memperlakukan data yang diperoleh. Secara umum ada 4 level pengukuran: 1) nominal, 2) ordinal, 3) interval dan 4) rasio.
      5. Tuliskan dalam bentuk narasi atau tabel. Umumnya kalau pada skripsi atau tesis berupa tabel, sedangkan pada naskah publikasi ilmiah umumnya berupa narasi.

      Peneliti Bebas Mendefinisikan Variabel Penelitiannya

      Ingatlah bahwa definisi operasional suatu variabel adalah cara spesifik untuk mengukur variabel tersebut dalam suatu penelitian. Penelitian yang berbeda mungkin mengukur suatu variabel dengan definisi konseptual yang sama secara berbeda. Jika anda akan meneliti cara-cara membantu orang berhenti merokok, maka berhenti merokok akan menjadi variabel terikat dalam penelitian anda. Anda dapat mendefinisikan berhenti merokok sebagai orang yang tidak merokok selama 1 bulan, atau sebagai orang yang tidak merokok dalam setahun, atau mungkin hanya sebatas 50% pengurangan jumlah rokok yang dihisap dalam sebulan terakhir.

      Merumuskan definisi operasional seluruh variabel dalam sebuah penelitian merupakan langkah penting dalam desain penelitian. Beberapa variabel konseptual lainnya yang memiliki banyak definisi operasional antara lain: kecerdasan, kebugaran, kesehatan, pola makan, dan kualitas hidup. Beberapa kuesioner yang spesifik dan baku atau sering dipakai telah dikembangkan untuk mengukur berbagai variabel konseptual ini.

      Hati-hati Ketika Meniru dari Penelitian Lain

      Dalam artikel ilmiah, penjelasan tentang variabel yang diteliti biasanya ditemukan di bagian metode. Pastikan untuk menilai artikel ilmiah dengan baik sebelum memutuskan untuk meniru definisi operasionalnya. Jangan sampai rujukan pada suatu artikel malah akan menjadi sumber masalah pada penulisan karya ilmiah anda.

      Semoga tulisan ini dapat membantu menjawab pertanyaan terkait bagaimana cara yang benar dalam menyusun definisi operasional variabel penelitian. Terima kasih.

      Sumber: qcc.cuny.edu/socialSciences/cbluestone/research-methods-student-notesf10.pdf; pt.armstrong.edu/wright/hlpr/text/3.4.depvar1.htm  

      http://

    • Desain Penelitian adalah jembatan bagi peneliti untuk mendapatkan landasan  teoritik sebagai pedoman sumber hipotesis, jembatan ini sebenarnya berwujud pengetahuan tentang riset-riset yang dilakukan oleh peneliti lain dalam area penelitian. Pengetahuan ini tidak hanya berupa pemahaman terhadap riset-riset tersebut, tetapi juga saling-kait yang terbentuk antar riset-riset tadi. 

      Seperti diketahui, sebuah penelitian tidak muncul begitu saja, tetapi ia selalu mencoba menyelesaikan atau menjawab persoalan yang ditinggalkan penelitian sebelumnya. Keterkaitan inilah, yang jika dirangkai secara menyeluruh, menyusun ΓÇ£petaΓÇ¥ penulisan Karya Tulis Ilmiah tersebut dan hbiasanya diyantakan dalam bentuk topik 

      http://

      http://

      http://

      http://




    • 1.   Mahasiswa  mampu menentukan  hubungan antar variabel 

      2. Mahasiswa  mampu menyusun desain penelitian berdasarkan sifat penelitian 

    • Kemampuan mamahami konsep dan menjelaskannya


    • Untuk mempelajari bagaimana mekanisme riset dalam pemasaran silahkan Anda pelajarai PPT sebagai Berikut:

    • Materi ini menjelaskan tentang bagaimana melakukan design dalam penelitian khususnya penelitian yg terkait dgn bidang ilmu keuangan

      http://

    • Silahkan anda pelajari tentang design penelitian SDM pada file sbb:

    • Hallo apa kabar,

      Mungkin banyak sekali pertanyaan seputar perbedaan antara Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Maka inilah penjelasan lengkap mengenai perbedaan tersebut. 

      SKRIPSI
      Merujuk kepada pengertian asal skripsi dari Scriptum, (English: Script), maka pengertian skripsi adalah: tulisan ilmiah, untuk membedakannya dari tulisan non-ilmiah seperti: fiksi ataupaun bentuk-bentuk penulisan essai dan opini. Perbedaan yang mendasar dari bentuk-bentuk yang terakhir adalah: tulisan ilmiah sangat terikat secara ketat dengan kaidah-kaidah dan norma-norma penulisan ilmiah.
      Kaidah-kaidah tersebut selain substansi tulisan yang mengupas suatu fenomena dengan memakai acuan teori yang sudah diakui keberadaannya dalam khasanah ilmu pengetahuan, mencakup juga kaidah dalam teknik ΓÇô teknik baku penulisan ilmiah seperti: teknik mengutip, penulisan kepustakaan, penulisan catatan kaki, bentuk outline tulisan, penulisan tabel, singkatan maupun pilihan diksi yang lebih ketat (sedapat mungkin memakai teknik denotative bukan konotatif), dan lain-lain.
      Dengan pengertian sebenarnya yang dipentingkan dari pembuatan skripsi (selain teknik penulisan yang sudah baku) adalah bagaimana si penulis mencoba menjelaskan suatu gejala dengan merujuk kepada satu atau lebih teori. Dari pengertian ini dapat terlihat bahwa bagi suatu karya skripsi yang dipentingkan adalah soal rujukan ilmiahnya. Dengan pengertian ini substansi pengertian skripsi terletak pada usaha untukmenjelaskan (eksplanasi) dan mungkin pemerian yang lebih jelas (deskripsi) suatu gejala.
       .
      Dengan skripsi memang dituntut kemampuan mahasiswa untuk merumuskan penalaran ilmiahnya terhadap suatu gejala, bagaimana gejala itu dicoba untuk dijelaskan dengan suatu rujukan teori dan bagaimana kesimpulan yang diambil dari usaha-usaha untuk menjelaskan gejala tersebut. Bisa jadi penalaran mahasiswa tadi berkembang lebih jauh, untuk mengembangkan suatu posisi ilmiah tertentu (berupa suatu tesis atau hipotesis tertentu) dan dituntut untukdibuktikan lewat suatu penelitian ilmiah yang cukup rumit.
       .
      Tapi menurut kami, skripsi tidak harus dituntut untuk mengembangkan suatu tesis tertentu, sekalian pula dituntut pembuktian hipotesis tadi dengan penelitian empiris yang bisa memakan waktu 6 bulan ΓÇô 1 tahun. Mungkin pada titik ini kita harus menentukan pilihan skripsi tadi harus serta merta berbentuk tulisan ilmiah berupa laporan penelitian. Artinya, apakah skripsi identik dengan penelitian?
      .
      Karena menurut pengertian skripsi pada pengertiannya yang asli, bisa saja jawaban terhadap persoalan ilmiah yang dilontarkan mahasiswabisa dijawab dengan memakai pembuktian teori (ada yang mengatakannya dengan teoritis, atau pembuktiannya lewat analisis yang lebih bersifat kualitatif misalnya? (bisakah misalnya skripsi hanya menganalisis novel Saman dengan memakai teori Jung?). Menurut kami bisa saja, yang penting dalam skripsi adalah kemahiran membedah masalah dengan rujukan teori, dan bagaimana dengan rujukan teori tersebut ΓÇ£tertib berpikir ilmiahΓÇ¥ mahasiswa terlihat dengan jelas.
       .
       .
      TESIS
      Tesis menurut pengertiannya adalah pengajuan suatu proposisi teoritis (tesa), dan lewat pembuatan tesis ini, tesa (academic standpoint) sekaligus harus dibuktikan lewat penelitian ilmiah yang sudah harus lebih advance; tidak lagi sekedar deskripsi tapi layaknya berada pada taraf: theory testing.
       .

      Dengan serta merta kaidah-kaidah teknik penulisan ilmiah seperti yang sudah disebutkan di atas HARUS dikuasai dengan baik. Perbedaan yang mendasar antara skripsi dan tesis adalah: dalam tesis pengajuan suatu tesa (academic standpoint) adalah ROH dari suatu penelitian tesis. Karena maksud dan tujuan pembuktian tesis ini, maka metodologi penelitian yang dipakai untuk membuktikan tesa tadi harus sudah lebih advance, untuk membedakannya dengan penelitian yang dilakukan kalangan-kalangan di luar tuntutan untuk menjadi akademisi ΓÇô survey, riset pemasaran, ataupun lembaga-lembaga pooling.

       .
      .
      TUGAS AKHIR
      Tugas akhir adalah penulisan laporan suatu proyek, yang ditulis bisa oleh satu atau maksimal oleh dua penulis mengenai suatu proyek yang didesain untuk mencoba mencari model pemecahan (problem solving) terhadap suatu permasalahan riil. Tugas akhir bisa berbentuk proyek payung (pelaksanaan proyek bisa berkelompok), namun penulisan laporan akhirnya bisa dipecah dan dikerjakan oleh satu atau dua orang masing-masing.
      Penulisan tugas akhir, praktis kaidah teknisnya juga tunduk pada format penulisan ilmiah seperti skripsi dan tesis. Namun ada perbedaan yang mendasar dari tugas akhir, tugas akhir adalah bukan penelitian ilmiah yang advance untuk menguji suatu tesa, tetapi bagaimana dari suatu pendekatan teoritis yang dipilih bisa diturunkan model-model pemecahan masalah yang langsung diaplikasikan untuk menjawab suatu permasalahan riil di lapangan.
      Jadi concernnya bukan pada pembuktian teori, tapi kepada bagaimana disusun suatu program konkrit, danprogram konkrit itu diaplikasikan pada permasalahan riil. Kadang ΓÇô kadang memang ada unsur penelitian juga dalam tugas akhir, misalnya untuk mengetahui efek dari program, atau berbentuk action research, misalnya.
       .
      .
      DISERTASI
      Suatu disertasi pada hakekatnya adalah pengembangan lebih lanjut dari suatu tesis. Dengan kata lain pengajuan suatu PROPOSIS TEORITIS dan teknik penulisan baku seperti tesis adalah HAL YANG MUTLAK. Namun yang membedakan dari tesis adalah keluasan (ekstensif) dankedalaman (depth) dari pembuktian tesa-nya harus lebih advance. Idealnya suatu disertasi harus lebih dari sekedar pengujian teori, lebih lanjut ia membuka kemungkinan pengajuan suatu terobosan teoritis yang baru. Jadi kalau bisa semacam ΓÇ£theory buildingΓÇ¥. Kalaupun belum memungkinkan dilakukan ΓÇ£theory buildingΓÇ¥, paling tidak ada sesuatu yang ΓÇ£baruΓÇ¥ yang dihasilkan dari suatu karya disertasi. Karenanya metodologi penelitiannya pun harus lebih ΓÇ£advanceΓÇ¥, karena concernnya lebih kepada membuat model teoritis baru.
      .

    • 1.    Mahasiswa  mampu menyusun kerangka pikir

      2.    Mahasiswa  mampu memahami pengertian hipotesis

      3. Mahasiswa mampu  merumuskan hipotesis 


    • Kemampuan mamahami konsep dan menjelaskannya


    • Hipotesis Penelitian adalah jawaban sementara terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian. Hipotesis dapat dijelaskan dari berbagai sudut pandang, misalnya secara etimologis, teknis, statistik, dan lain sebagainya. Umumnya pengertian yang banyak digunakan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara penelitian. Baiklah, kita akan bahas lebih dalam dan berikan contoh-contoh hipotesis tersebut.

    • Setelah anda mempelajari materi ini, maka anda diharapkan: 

      1. Mahaiswa mampu menjelaskan dan mengenal macam-macam data 

      2. Mahasiswa  mampu menentukan siapa dan berapa populasi 

      3. Mahasiswa  mampu menentukan jumlah dan cara pengambilan sampel 

      4.  Mahasiswa  mampu melaksanakan penelitian bisnis

      5. Mahasiswa  mampu melakukan uji kualitas data 



    • Pengertian Data Penelitian

      Data adalah setiap informasi yang telah dikumpulkan, diamati, dihasilkan atau dibuat untuk memvalidasi temuan penelitian yang mengandung orisinalitas (Sekaran, 2016). Bahkan Data merupakan materi mentah yang membentuk semua laporan penelitian (Dempsey &  Dempsey, 2002: 76).  Berdasarkan penjelasan para pakar di atas, maka dalam artikel kali ini, penulis akan menyebutkan istilah data sebagai data penelitian.

      Pengertian Data dalam arti luas adalah sekumpulan informasi yang dapat diuat, diolah, dikirimkan dan di analisis. Namun apabila kita mau mengartikan data dalam arti sempit konteks penelitian, maka yang dimaksud dengan data adalah data penelitian. Untuk pengertian yang kedua tersebut, maka sebaiknya kita merujuk kepada data definisi penelitian yang sudah dikemukakan oleh para pakar di atas.

      Klasifikasi Data Penelitian

      Data Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat, sumber, dan juga skala pengukurannya. Berikut di bawah ini akan kami jelaskan satu persatu tentang klasifikasi data penelitian:

      Berdasarkan sifatnya:

      1) Data kuantitatif: data yang berupa angka-angka. Misalnya berat badan, luas rumah, tinggi badan, nilai IQ, dll.

      2) Data kualitatif: data yang berupa kata-kata atau pernyataan- pernyataan. Dapat pula diartikan sebagai data kategorik, karena memang biasanya berupa kategori atau pengelompokan-pengelompokan berdasarkan nama atau inisial tertentu. Misalkan: Kelompok PNS, Petani, Buruh, Wiraswasta, dll.

      Data Berdasarkan sumbernya

      Berdasarkan sumbernya, data diklasifikasikan antara lain:

      Data primer

      Data primer adalah data yang diperoleh langsung pihak yang diperlukan datanya.

      Data sekunder

      Data Sekunder adalah data yang tidak diperoleh langsung dari pihak yang diperlukan datanya.

      Data Berdasarkan Skala Pengukurannya

      Berdasarkan skala pengukuruannya, data diklasifikasikan antara lain:

      Data yang merupakan hasil pengukuran variabel penelitian, memiliki jenis skala pengukuran sebagaimana yang terdapat pada variabel penelitian. Dengan demikian berdasarkan tinjauan ini, data dapat dibedakan menjadi antara lain:

      Data Nominal

      Data nominal adalah salah satu jenis data kualitatif, dimana berupa kategori yang diantara kategori tersebut tidak ada perbedaan derajat yang lebih tinggi dan yang lebih rendah. Misalkan: Jenis kelamin perempuan dan laki-laki, dimana laki-laki belum tentu lebih tinggi dari pada perempuan, begitu pula sebaliknya.

      Data Ordinal

      Data ordinal hampir sama dengan data nominal, hanya saja ada perbedaan derajat lebih tinggi dan lebih rendah. Misalnya: Pendidikan, dimana pendidikan perguruan tinggi lebih tinggi dari pada SMA, dan sebaliknya pedidikan SMA lebih rendah dari pada perguruan tinggi.

      Data Interval

      Data interval adalah data yang termasuk kelompok data kuantitatif, dimana berupa angka-angka yang didalamnya dapat dilakukan operasi matematika serta urutan antara satu data dengan data lainnya mempunyai rentang yang sama. Misalnya: Nilai ujian, dimana dikatakan berurutan dengan rentang yang sama yaitu setelah angka 1 kemudian 2 kemudian 3 dst. Serta dikatakan dapat dilakukan operasi matematika, adalah misalkan: angka 1 dapat dikalikan dengan angka 2 dan hasilnya adalah 2.

      Ciri khas penting lainnya adalah, data interval tidak mempunyai angka 0 absolut dan 100 absolut secara bersamaan atau dalam arti lain tidak bisa dipastikan peresentase antara satu data dengan keseluruhan data. maksudnya 0 absolut misalkan nilai ujian. Secara akal sehat, tidak mungkin ada nilai ujian kurang dari 0. Sedangkan 100 absolut misalkan juga nilai ujian, secara akal sehat tidak mungkin ada nilai ujian lebih dari 100. jadi data interval contohnya adalah berat badan, dimana tidak bisa dipastikan berapa sebenarnya nilai tertinggi berat badan. Bisa jadi orang punya berat bada puluhan kilo, ratusan atau bahkan ribuan kilo.

      Data Rasio

      Data rasio adalah data yang sebenarnya sama dengan data iterval, namun bedanya adalah data rasio dapat dibuat persentase karena ada nilai 0 dan 100 absolut. Seperti yang sudah dibahas di atas, yaitu misalnya nilai ujian yang mempunyai batasan nilai 0 sampai 100. Jika seorang siswa mendapatkan nilai 25, dapat diartikan nilai tersebut adalah 25% dari nilai maksimal 100.

    • Apa yang dimaksud dengan Populasi dan Sampel? Secara simpelnya, Populasi ada keseluruhan subjek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi tersebut. Mari kita bahas dalam artikel kali ini secara detail dan gamblang tentang Populasi dan Sampel tersebut serta perbedaan diantara keduanya. Perbedaan Populasi dan Sampel harus dipahami secara jelas agar tidak salah saat para peneliti melakukan penelitian. Oleh karena itu penting untuk memahami populasi dan sampel di dalam konteks Metodologi Penelitian.

      Pengertian Populasi Adalah:

      Apa yang dimaksud dengan Populasi? Populasi adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. Dan satuan-satuan tersebut dinamakan unit analisis, dan dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda, dst. (Djarwanto, 1994: 420).

      "<yoastmark

      Pengertian Populasi dan Sampel Menurut Para Ahli

      16 Pengertian Populasi Menurut Para Ahli Yang Populer

      Berikut adalah pengertian populasi menurut para ahli.
      Pengertian Populasi Menurut Ahli: Netra, Nawawi dan Arikunto:
      1. Menurut Netra (1976), Populasi adalah keseluruhan individu yang bersifat general atau umum yang mempunyai karakteristik yang cenderung sama.
      2. Menurut Hadari Nawawi (1983), Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri atas manusia, hewan, benda-benda, tumbuh, peristiwa, gejala, ataupun nilai tes sebagai sumber data yang mempunyai karakteristik tertentu dalam suatu penelitian yang dilakukan.
      3. Menurut Arikunto Suharsimi (1998: 117), Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti sebuah elemen yang ada dalam wilayah penelitian tersebut, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.
      Pengertian Populasi Menurut Ahli: Sugiyono, Bugin dan Nursalam:
      1. Menurut Sugiyono (1997: 57), Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
      2. Menurut Bugin (2000: 40), Populasi adalah keseluruhan (universum) dari objek penelitian berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya sehingga objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.
      3. Menurut Nursalam (2003), Populasi adalah keseluruhan dari variable yang menyangkut masalah yang diteliti.
      Pengertian Populasi Menurut Ahli: Furchan, Margono, Nazir, Sabar dan Zuriah:
      1. Menurut Furchan (2004), Populasi adalah objek, keseluruhan anggota sekelompok orang, organisasi, atau kumpulan yang telah dirumuskan oleh peneliti dengan jelas.
      2. Menurut Margono (2004), Populasi adalah keseluruhan data yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti dalam ruang lingkup dan waktu yang telah ditentukan. Populasi berkaitan dengan data-data, jika seorang manusia memberikan suatu data, maka ukuran atau banyaknya populasi akan sama banyaknya manusia.
      3. Menurut Nazir (2005), Populasi adalah sekumpulan individu dengan kualitas dan karakter yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Ciri, karakteristik, dan kualitas itu yang dinamakan sebagai variable. Ia membagi populasi menjadi dua yakni populasi finit dan infinit.
      4. Menurut Sabar (2007), Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau studi populasi atau study sensus.
      5. Menurut Zuriah (2009: 116), Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang telah ditentukan.
      Pengertian Populasi Menurut Ahli: Sudjana, Widyanto, Mulyatiningsih, Howell dan Morissan:
      1. Menurut Sudjana (2010: 6), Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil yang menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteritik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya.
      2. Menurut Widiyanto (2010: 5), Populasi adalah suatu kelompok atau kumpulan objek atau objek yang akan digeneralisasikan dari hasil penelitian.
      3. Menurut Mulyatiningsih (2011: 19), Populasi ialah sekumpulan orang, hewan, tumbuhan, atau benda yang memiliki karakteristik tertentu yang akan diteliti. Populasi akan menjadi wilayah generalisasi kesimpulan hasil penelitian.
      4. Menurut Howel (2011: 7), Populasi ialah sebagai kumpulan dan peristiwa dimana anda tertarik dengan peristiwa tersebut.
      5. Menurut Morissan (2012: 19), Populasi ialah sebagai suatu kumpulan subjek, variabel, konsep, atau fenomena. Kita dapat meneliti setiap anggota populasi untuk mengetahui sifat populasi yang bersangkutan.

      Demikian diatas adalah beberapa pengertian populasi menurut para ahli.

      Pengertian Sampel

      Apa yang dimaksud dengan sampel? Sampel disebut juga contoh. Berdasarkan pakar atau ahli, ΓÇ£sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak ditelitiΓÇ¥ (Djarwanto, 1994:43). Sampel yang baik, yang kesimpulannya dapat dikenakan pada populasi, adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi.

      3 Pengertian Sampel Menurut Para Ahli

      Apa yang dimaksud dengan sampel menurut para ahli? Berikut adalah pengertian sampel menurut para ahli:

      1. Menurut Sugiyono (2008: 118), Sampel adalah suatu bagian dari keseluruhan serta karakteristik yang dimiliki oleh sebuah Populasi.
        • Jika Populasi tersebut besar, sehingga para peneliti tentunya tidak memungkinkan untuk mempelajari keseluruhan yang terdapat pada populasi tersebut oleh karena beberapa kendala yang akan di hadapkan nantinya seperti: keterbatasan dana, tenaga dan waktu. Maka dalam hal ini perlunya menggunakan sampel yang di ambil dari populasi itu.
        • Dan selanjutnya, apa yang dipelajari dari sampel tersebut maka akan mendapatkan kesimoulan yang nantinya di berlakukan untuk Populasi. Oleh karena itu sampel yang di dapatkan dari Populasi memang harus benar-benar representatif (mewakili).
      2. Menurut Arikunto (2006: 131), Sampel adalah sebagian atau sebagai wakil populasi yang akan diteliti. Jika penelitian yang di lakukan sebagian dari populasi maka bisa dikatakan bahwa penelitian tersebut adalah penelitian sampel.
      3. Menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (2004: 85), Sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat dijangkau serta memiliki sifat yang sama dengan populasi yang diambil sampelnya tersebut.

      Demikian diatas adalah beberapa pengertian sampel menurut para ahli. Setelah membaca penjelasan diatas, semoga para pembaca sudah mengerti atau setidaknya mempunyai gambaran tentang pengertian dan perbedaan dari populasi dan sampel.

      Ringkasan Perbedaan Populasi dan Sampel

      Mari kita rangkum perbedaan populasi dan sampel tersebut berdasarkan ilustrasi gambar seperti berikut:

      Populasi dan Sampel Adalah Seperti Organisme dan Organ

      Berdasarkan gambar ilustrasi populasi dan sampel diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa populasi itu seperti sebuah organisme, sedangkan sampel adalah organ. Jadi, sampel adalah bagian yang tidak terpisahkan dari populasi. Dan sampel dalam hal ini haruslah dapat mewakili karakteristik dari keseluruhan populasi.

      Harapannya adalah, jika kita melakukan penelitian pada sampel, maka hasilnya harus dapat digunakan sebagai generalisasi bagi keseluruhan populasi.

      Kriteria Sampel

      Ada dua kriteria sampel yaitu kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Penentuan kriteria sampel diperlukan untuk mengurangi hasil peneliian yang bias.

      Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti (Nursalam, 2003: 96). Sedangkan yang dimaksud dengan Kriteria eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena sebab-sebab tertentu (Nursalam, 2003: 97).

      Sebab-sebab yang dipertimbangkan dalam menentukan kriteria ekslusi antara lain:

      1. Subjek mematalkan kesediannya untuk menjadi responden penelitian, dan
      2. Subjek berhalangan hadir atau tidak di tempat ketika pengumpulan data dilakukan.

      Teknik pengambilan sampel

      Pengertian teknik pengambilan sampel

      Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang merupakan sebagaian dari populasi tsb. kemudian diteliti dan hasil penelitian (kesimpulan) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi).

      Manfaat sampling Adalah:

      Apa sajakah manfaat dari sampling? Berikut antara lain manfaatnya:

      1. Menghemat beaya penelitian.
      2. Menghemat waktu untuk penelitian.
      3. Dapat menghasilkan data yang lebih akurat.
      4. Memperluas ruang lingkup penlitian.

      Syarat-syarat teknik sampling

      Apa saja syarat-syarat teknik sampling? Mari kita jelaskan:

      Teknik sampling boleh dilakukan bila populasi bersifat homogen atau memiliki karakteristik yang sama atau setidak-tidaknya hampir sama. Dan bila keadaan populasi bersifat heterogen, maka sampel yang dihasilkannya dapat bersifat tidak representatif atau tidak dapat menggambarkan karakteristik populasi.

      Jenis-jenis teknik sampling

      Apa saja jenis-jenis teknik sampling? Tentunya banyak sekali. Berikut antara lain dari jenis-jenis teknik sampling tersebut:

      1) Teknik sampling secara probabilitas

      Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.

      Teknik sampling semacam ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

      a) Teknik sampling secara rambang sederhana.

      Cara paling populer yang dipakai dalam proses penarikan sampel rambang sederhana adalah dengan undian.

      b) Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling).

      Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi.

      c) Teknik sampling secara rambang proportional.

      Jika populasi terdiri dari subpopulasi-subpopulasi maka sampel penelitian diambil dari setiap subpopulasi. Dan adapun cara pengambilannya dapat dilakukan secara undian maupun sistematis.

      d) Teknik sampling secara rambang bertingkat.

      Bila subpoplulasi-subpopulasi sifatnya bertingkat, cara peng-ambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proportional.

      e) Teknik sampling secara kluster (cluster sampling)

      Dan ada kalanya peneliti tidak tahu persis karakteristik populasi yang ingin dijadikan subjek penelitian karena populasi tersebar di wilayah yang amat luas. Untuk itu peneliti hanya dapat menentukan sampel wilayah, berupa kelompok klaster yang ditentukan secara bertahap. Teknik pengambilan sampel semacam ini disebut cluster sampling atau multi-stage sampling.

      2) Teknik sampling secara nonprobabilitas.

      Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample dari populasi yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti dan/atau menurut pertimbangan pakar.

      Dan beberapa jenis atau cara penarikan sampel dari populasi secara nonprobabilitas adalah sebagai berikut:

      a) Purposive sampling atau judgmental sampling

      Penarikan sampel dari populasi secara purposif adalah cara penarikan sample yang dilakukan dengan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan oleh peneliti.

      b) Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju).

      Penarikan sample pada populasi berdasarkan pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama, sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua, dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar, seolah-olah terjadi efek bola salju.

      c) Quota sampling (penarikan sample secara jatah).

      Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data.

      d) Accidental sampling atau convenience sampling

      Dalam penelitian, bisa saja terjadi diperolehnya sampel dari populasi yang tidak direncanakan terlebih dahulu sebelumnya. Melainkan secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan. Dan proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan dari populasi.

      Penentuan Jumlah Sampel

      Bila jumlah populasi dipandang terlalu besar, dengan maksud untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga, maka peneliti tidak meneliti seluruh anggota populasi melainkan akan menggunakan sampel.

      Bila peneliti bermaksud meneliti sebagian dari populasi saja (sampel), pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa jumlah sampel yang memenuhi syarat. Ada hukum statistik dalam menentukan jumlah sampel, yaitu semakin besar jumlah sampel semakin menggambarkan keadaan populasi (Sukardi, 2004 : 55).

      Penentuan Jumlah Sampel Berdasarkan Karakteristik Populasi

      Dan selain berdasarkan ketentuan di atas, perlu pula penentuan jumlah sampel dikaji dari karakteristik populasi. Bila populasi bersifat homogen maka tidak dituntut sampel yang jumlahnya besar. Misalnya saja dalam pemeriksaan golongan darah.

      Walaupun pemakaian jumlah sampel yang besar sangat dianjurkan, dengan pertimbangan adanya berbagai keterbatasan pada peneliti, sehingga peneliti berusaha mengambil sampel minimal dengan syarat dan aturan statistika tetap terpenuhi sebagaimana dianjurkan oleh Isaac dan Michael (Sukardi, 2004 : 55).

      Dengan menggunakan rumus tertentu (lihat Sukardi, 2004: 55-56), Isaac dan Michael memberikan hasil akhir jumlah sampel terhadap jumlah populasi antara 10 ΓÇô 100.000.

      Demikian diatas telah kami jelaskan tentang pengertian populasi dan sampel secara detail, semoga bermanfaat untuk para pembaca atau peneliti.



    • Langkah Dalam Teknik Pengambilan Sampel

      Menurut Dalen (1981), beberapa langkah yang harus diperhatikan peneliti dalam menentukan sampel, yaitu:
      1. Menentukan populasi,
      2. Mencari data akurat unit populasi,
      3. Memilih sampel yang representative,
      4. Menentukan jumlah sampel yang memadai.

      Jenis Teknik Penentuan Sampel

      Untuk menentukan sampel dalam penelitian, terdapat berbagai teknik pengambilan sampel yang digunakan. Teknik sampling berdasarkan adanya randomisasi, yakni pengambilan subyek secara acak dari kumpulannya, dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu sampling nonprobabilitas dan sampling probabilitas. Teknik-teknik sampling tersebut dapat dilihat pada skema berikut.
      Menurut Sugiyono (2001), untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Secara skematis ditunjukkan pada diagram berikut ini:

      Teknik Sampling

      Dari diagram di atas menjelaskan pada kita bahwasanya teknik penentuan sampel dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Teknik pengambilan sampel pertama adalah Probability Sampling dan kedua adalah Nonprobability Sampling.
      Yang termasuk ke dalam kelompok probability sampling antara lain: simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan area (cluster) sampling (disebut juga dengan sampling menurut daerah). Sedangkan yang termasuk ke dalam jenis nonprobability sampling antara lain: sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.
      Berikut penjelasannya:
      1. Probability Sampling
      Probability sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dengan probability sampling, maka pengambilan sampel secara acak atau random dari populasi yang ada.
      Teknik sampel probability sampling meliputi:
      a. Simple Random Sampling
      Simple Random Sampling dinyatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.
      Simple random sampling adalah teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling. Maka setiap unit sampling sebagai unsur populasi yang terpencil memperoleh peluang yang sama untuk menjadi sampel atau untuk mewakili populasinya. Cara tersebut dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.
      Teknik tersebut dapat dipergunakan bila jumlah unit sampling dalam suatu populasi tidak terlalu besar. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling dapat dilakukan dengan metode undian, ordinal, maupun tabel bilangan random.
      Untuk penentuan sample dengan cara ini cukup sederhana, tetapi dalam prakteknya akan menyita waktu. Apalagi jika jumlahnya besar, sampelnya besar.
      b. Proportionate Stratified Random Sampling
      Proportionate Stratified Random Sampling biasa digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berlapis-lapis. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Kelemahan dari cara ini jika tidak ada investigasi mengenai daftar subjek maka tidak dapat membuat strata.
      c. Disproportionate Stratified Random Sampling
      Disproportionate Stratified Random Sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila populasinya berstrata tetapi kurang proporsional.
      d. Cluster Sampling (Area Sampling)
      Cluster Sampling (Area Sampling) juga cluster random sampling. Teknik pengambilan sampel ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.
      Kelemahan teknik pengambilan sampel ini dapat dilihat dari tingkat error samplingnya. Jika lebih banyak di bandingkan dengan pengambilan sampel berdasarkan strata karena sangat sulit memperoleh cluster yang benar-benar sama tingkat heterogenitasnya dengan cluster yang lain di dalam populasi.
      2. Nonprobability sampling
      Nonprobability sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis teknik sampling ini antara lain:
      a. Sampling Sistematis atau Systematic Sampling
      Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
      b. Sampling Kuota atau Quota Sampling
      Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Setelah jatah terpenuhi, maka pengumpulan data dihentikan.
      Teknik ini biasanya digunakan dan didesain untuk penelitian yang menginginkan sedikit sampel dimana setiap kasus dipelajari secara mendalam. Dan bahayanya, jika sampel terlalu sedikit, maka tidak akan dapat mewakili populasi.
      c. Sampling Aksidental atau Accidental Sampling
      Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu sesuai sebagai sumber data.
      Dalam teknik sampling aksidental, pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung saja mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.
      d. Sampling Purposive
      Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Maka dengan kata lain, unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian atau permasalahan penelitian.
      e. Sampling Jenuh
      Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasinya relatif kecil, kurang dari 30 orang. Sampel jenuh disebut juga dengan istilah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
      f. Snowball Sampling
      Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang awal mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Dan begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel makin lama makin banyak. Ibaratkan sebuah bola salju yang menggelinding, makin lama semakin besar. Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan sampel purposive dan snowball.

      teknik pengambilan sampel

      Pemilihan Jenis Teknik Penetapan Sampel
      Pemilahan jenis teknik pengambilan sampel probabilitas dan nonprobabilitas didasarkan adanya randomisasi atau keacakan, yakni pengambilan subjek secara acak dari kumpulannya. Dalam hal randomisasi berlaku, setiap subjek penelitian memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel sejalan dengan anggapan bahwa pada dasarnya probabilitas distribusi kejadian ada pada seluruh bagian.
      Tujuan Teknik Pengambilan Sampel menurut Sugiarto dalam Martono (2010:75)
      1. Apabila kita tidak mungkin mengamati seluruh anggota populasi yang ada, hal tersebut dapat terjadi jika anggota populasi sangat banyak.
      1. Pengamatan terhadap seluruh anggota populasi dapat bersifat merusak.
      1. Menghemat biaya, waktu dan tenaga yang digunakan.
      1. Mampu memberikan suatu informasi yang akurat, lebih menyeluruh dan mendalam (komprehensif). (Martono, 2011:75).
      Pemilihan teknik pengambilan sampel harus berdasarkan 2 hal penting yaitu, reliabilitas dan efisiensi. Sampel yang reliable adalah sampel yang memiliki reliabilitas tinggi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin kecil kesalahan sampling, reliabilitas sampling semakin rendah. Jika dikaitkan dengan varian nilai statistiknya berlaku kriteria bahwa semakin rendah varian, maka reliabilitas sampel yang diperoleh semakin tinggi pula. 


    • Perkembangan femonomena sosial yang ada di dunia ini membuat banyak orang untuk mengkaji lebih dalam tentang hal ΓÇô hal yang terjadi dalam kehidupan. Banyak orang memberikan penafsirannya terhadap fenomena sosial ini,berdasarkan pengetahuannya dan keyakinan orang tersebut. Suatu misal orang awam yang mengatakan bahwa fenomena yang terjadi karena ada hubungannya dengan mistik, kemudian para ulama mengatakan suatu kejadian adalah suatu takdir atau ketetapan dari Sang Pencipta dan masih banyak lagi orang yang mengatakan kejadian ΓÇô kejadian itu dlam berbagai asumi.

      Melihat hal ini, sebagai pelajar kita harus bisa berfikir rasional,logis dan empiris,namun juga harus dipadukan berdasarkan pada suatu keyakinan agar kita dapat melihat fenomena sosial ini dari berbagai arah.   Dan kita bisa memposisikan diri jika berbaur di masyarakat sehingga tidak akan adanya suatu perdebatan.

      Oleh karena itu sebagai pelajar kita memerlukan kaidah ΓÇô kaidah ilmiah untuk menjawab fenomena sosial ini, dengan berbagai metode ilmiah dan suatu pengumpulan data baik kuantitatis maupun kualitatif guna mendukung suatu fakta kejadian yang terjadi dalam kehidupan sosial di masyarakat.

      Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian. 

       Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian.


      Pengertian 

      Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instumen sebagi alat bantu dalam menggunakan metode pengumpulan data merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda, misalnya angket ,perangkat tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, skala dan sebaginya. 

      Menurut Suharmi Arikunto (2006:149) ada beberapa instrument yang namanya sama dengan metodenya,antarlain adalah:

      1)      Instrument untuk metode tes adalah tes atau soal tes

      2)      Instrument untuk metode angaket atau kuesioner adalah angket atau kuesioner

      3)      Instrument untuk metode observasi adalah chek ΓÇô list

      4)      Instrument untuk metode observasi adalah pedoman observasi atau dapat juga chek ΓÇô list

      Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengertian pengumpulan data dan instrumen penelitian adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengungkap berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat dengan menggunakan berbagai cara dan metode  agar proses ini berjalan secara sisitematis dan lebih dapat dipertanggung jawabkan kevaliditasnya.

      TEKNIK PENGUMPULAN DATA PENELITIAN KUANTITATIF

      Pengumpulan data penelitian kuantitatif merupakan pengumpulan data yang datanya bersifat angka ΓÇô angka statistik yang dapat di kuantifikasi. Data tersebut berbentuk variabel ΓÇô variable dan operasionalisasinya dengan skala ukuran tertentu misalnya skala nominal,ordinal,interval dan ratio.

      Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai tempat  dan berbagai sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari tempatnya  dapat dikumpulkan pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, dan lain-lain. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.

      Dan teknik ΓÇô teknik yang digunakan dalam pengumpulan data kuantitatif sebagai berikut:

      1. Interview (Wawancara)

      Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil.

      Hal-hal yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan teknik interview dan juga kuesioner adalah sebagai berikut:

      1. Bahwa subjek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri
      2. Bahwa apa yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya
      3. Bahwa interpretasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si peneliti.

      Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan dengan tatap muka maupun lewat telepon.

      1. Wawancara terstruktur

      Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun sudah disiapkan. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya.

      Dalam melakukan wawancara, selain harus membawa instrumen sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara berjalan lancar. Adapun contoh wawancara terstruktur tentang tanggapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah:

      1) Bagaiamanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan pendidikan di kabupaten ini?

      a) Sangat bagus

      b) Bagus

      c) Tidak bagus

      d) Sangat tidak bagus

      2) Bagaiamanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan bidang kesehatan di kabupaten ini?

      a) Sangat bagus

      b) Bagus

      c) Tidak bagus

      d) Sangat tidak bagus

       2. Wawancara tidak terstruktur

      Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Adapun contohnya adalah sebagai berikut: ΓÇ£Bagaimanakah pendapat Bapak/Ibuk terhadap kebijakan pemerintah tentang impor gula saat ini?dan bagaimana dampaknya terhadap pedagang dan petaniΓÇ¥.

      Wawancara tidak terstruktur sering digunakan dalam penelitian pendahuluan malahan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang responden. Pada penelitian pendahuluan, peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada objek, sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti.

      Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Berdasarkan analisis terhadap setiap jawaban dari responden tersebut, maka peneliti dapat mengajukan berbagai pertanyaan berikutnya yang lebih terarah pada satu tujuan.

      Dalam melakukan wawancara maka pewawancara harus memperhatikan tentang situasi dan kondisi sehingga dapat memilih waktu yang tepat kapan dan dimana harus melakukan wawancara.

      2. Kuesioner

      Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

      Menurut Uma Sekaran (2014) dalam mengungkapkan beberapa prinsip penulisan angket yaitu sebagai berikut:

      1. Prinsip penulisan angket

      1) Isi dan tujuan pertanyaan, yang dimaksud disini adalah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Kalau berbentuk pengukuran, maka dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus ada skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti.

      2) Bahasa yang digunakan, bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden.

      3) Tipe dan bentuk pertanyaan, tipe pertanyaan dalam angket dapat berupa terbuka atau tertutup, (dalam wawancara bisa terstruktur dan tidak terstruktur),  dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif dan negatif.

      4) Pertanyaan tidak mendua

      5) Tidak menanyakan yang sudah lupa

      6) Pertanyaan tidak menggiring, artinya usahakan pertanyaan tidak menggiring pada jawaban yang baik saja atau yang jelek saja.

      7) Panjang pertanyaan, pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang, sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi.

      8) Urutan pertanyaan, urutan pertanyaan dalam angket, dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik, atau dari yang mudah menuju hal yang sulit

      3. Observasi

      Menurut (Arikunto, 2006: 229) dalam  http://www.slideshare.net/NastitiChristianto/teknik-analisis-data-kuantitatif-dan-kualitatif menggunakan observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen pertimbangan kemudian format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan. Dari peneliti berpengalaman diperoleh suatu petunjuk bahwa mencatat data observasi bukanlah sekedar mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian kepada skala bertingkat. Misalanya memperhatikan reaksi penonton televisi, bukan hanya mencatat rekasi tersebut, tetapi juga menilai reaksi tersebut apakah sangat kurang, atau tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki.

      TEKNIK PENGUMPLAN DATA KUALITIATIF

      Teknik pengumpulan data kualitatif merupakan pengumpulan data yang datanya bersifat deskriptif maksudnya data berupa gejala ΓÇô gejala yang di kategorikan ataupu dalam bentuk lainnya seperti foto,dokumen,artefak, dan catatan ΓÇô catatan lapangan saat penelitian dilaksanakan.

      Dalam metode penelitian kualitatif, lazimnya data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data kualitatif, yaitu; wawancara, observasi, dokumentasi, dan  diskusi terfokus (Focus Group Discussion). Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998:15). Sebelum masing-masing teknik tersebut diuraikan secara rinci, perlu ditegaskan di sini bahwa hal sangat penting  yang harus dipahami oleh setiap peneliti adalah alasan mengapa masing-masing teknik tersebut dipakai, untuk memperoleh informasi apa, dan pada bagian fokus masalah mana yang memerlukan teknik wawancara, mana yang memerlukan teknik observasi, mana yang harus kedua-duanya dilakukan. Pilihan teknik sangat tergantung pada jenis informasi yang diperoleh.

      Teknik-Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif

      1. Wawancara

      Wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka, yakni melalui media telekomunikasi. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat dalam penelitian. Atau, merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya.

      Adapun bebarapa saran bahwa sebelum memilih wawancara sebagai metoda pengumpulan data, peneliti harus menentukan apakah pertanyaan penelitian dapat dijawab dengan tepat oleh orang yang dipilih sebagai partisipan. Studi hipotesis perlu digunakan untuk menggambarkan satu proses yang digunakan peneliti untuk memfasilitasi wawancara.

      Beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam melakukan wawancara, yaitu:

      a) The setting, peneliti perlu mengetahui kondisi lapangan penelitian yang sebenarnya untuk membantu dalam merencanakan pengambilan data. Hal-hal yang perlu diketahui untuk menunjang pelaksanaan pengambilan data meliputi tempat pengambilan data, waktu dan lamanya wawancara, serta biaya yang dibutuhkan.

      b) The actors, mendapatkan data tentang karakteristik calon partisipan. Di dalamnya termasuk situasi yang lebih disukai partisipan, kalimat pembuka, pembicaraan pendahuluan dan sikap peneliti dalam melakukan pendekatan.

      c)  The events, menyusun protokol wawancara, meliputi:

      1)Pendahuluan,
      2) Pertanyaan pembuka,

      3) Pertanyaan kunci, dan

      4) Probing, pada bagian ini peneliti akan memanfaatkan hasil pada  bagian kedua untuk membuat kalimat pendahuluan dan pernyataan pembuka, serta hasil penyusunan pedoman wawancara sebagai pertanyaan kunci.

      d) The process, berdasarkan persiapan pada bagian pertama sampai ketiga, maka disusunlah strategi pengumpulan data secara keseluruhan. Strategi ini mencakup seluruh perencanaan pengambilan data mulai dari kondisi, strategi pendekatan dan bagaimana pengambilan data dilakukan.

      Menurut Yunus dalam ( iahpradiati.wordpress.com/2011/01/28/aplikasi-tehnik-pengumpulan-data-riset-kuantitatif-dan-kualitatif-dalam-metode-eksperimen/) karena merupakan proses pembuktian, maka bisa saja hasil wawancara sesuai atau berbeda dengan informasi yang telah diperoleh sebelumnya. Agar wawancara efektif, maka terdapat berapa tahapan yang harus dilalui yakni: mengenalkan diri, menjelaskan maksud kedatangan,  menjelaskan materi wawancara, dan  mengajukan pertanyaan.

       2. Observasi

      Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian.

      Bentuk- bentuk observasi, yaitu:

      1) Observasi partisipasi adalah (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan.

      2) Observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi, sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan.

      3)  Observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian.

       3. Dokumen

      Selain melalui wawancara dan observasi, informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna.

       4. Focus Group Discussion

      Metode terakhir untuk mengumpulkan data ialah lewat Diskusi terpusat (Focus Group Discussion), yaitu upaya  menemukan makna sebuah isu oleh sekelompok orang lewat diskusi untuk menghindari diri pemaknaan yang salah oleh seorang peneliti. Misalnya, sekelompok peneliti mendiskusikan hasil UN 2011 di rendah. Untuk menghindari pemaknaan secara subjektif oleh seorang peneliti, maka dibentuk kelompok diskusi terdiri atas beberapa orang peneliti. Dengan beberapa orang mengkaji sebuah isu diharapkan akan diperoleh hasil pemaknaan yang lebih objektif. 

      Dasar filosofi dari penelitian kualitatif menurut Suharsimi Arikunto (2006:14) adalah

      1)      Fenomenalogis

      2)      Interaksi simbolik

      3)      Kebudayan

      4)      Antropologi

      Menurut Suharsimi Arikunto karakteristik penelitian kualitatif adalah:

      1)      Mempunyai sifat induktif

      2)      Melihat setting secara keseluruhan atau holistic

      3)      Memahami responden dari pandangan responden sendiri

      4)      Menekankan validitas

      5)       Mengutamakan proses dari pada hasil

      6)      Menggunakan non probabilitas sampling.

      Perbedaan teknik penelitian kuantitatif dan kualitati adalah (suharsimi, 2006:13) :

      NOPENELITIAN KUANTITATIFPENELITIAN KUALITATIF
      1Kejelasan unsur tujuan pendekatan,subjek,dan rinci sejak awalKejelasan unsure,subjek,sampel,sumber data tidak mantab,fleksible,berkembangnya sambil jln
      2Langkah penelitian,segala suatu direncankan ampi matang ketika persiapan disusunLangkah penelitian barudiketahui dengan mantab dan jelas setelah penelitian selesei
      3Dapat menggunakan sampel dan hasil penelitiannya diberlakukan populasiTidak dapat menggunakan pendekatan populasi dan sampel
      4Hipotesis ( jika memang petrlu) :

      a)      Mengajukan hepotesis yang akan di uji dalam penelitian

      b)      Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan

      Hipotesis :

      Tidak menggunakan hepotesis sebelumnya tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung

      5Desain : dalam desain jelas langkah ΓÇô langkah penelitian dan hasil yang diharapkanDesain : dedsain penelitiannya aadalah fleksible dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya
      6Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkanPengumpulan data: kegiatan pengumpulan dataselalau harus dilakukan sendiri oleh peneliti
      7Analisis data: dilakukan setelah semua data terkumpulAnalisis data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data

      KESIMPULAN

      Pengumpulan data dan instrument penelitian merupakan suatu proses dan metode,alat atau cara untuk memperoleh informasi terhadap suatu  yang di teliti. Dan teknik yang digunakan dalam penelitian bisa berupa teknik pengumpulan data penelitian kuantitatif dan kualitatif yang kedua teknik tersebut mempunyai banyak kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kekurangn teknik pengumpulan data penlitian kuantitatif adalah munculnya kesulitan  dalam mengontrol variabel ΓÇô variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap proses penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan teknik pengumpulan data penelitian kualitatif mempunyai kekurangan yaitu memakan waktu lama,realibilitasnya dipertanyakan,prosedurnya tidak baku,tidak terstruktur dan tidak bisa dipakai untuk penelitian berskala besar.

       

      DAFTAR PUSTAKA

      Bungin, Burhan. 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

      Sarwano, Jonathan. 2006.  Metode Penelitian Kuantitatif & kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu

      Arikunto, suharsimi. 2006.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta:PT Renika Cipta

      http://farelbae.wordpress.com/catatan-kuliah-ku/pengertian-pengumpulan-data/

      iahpradiati.wordpress.com/2011/01/28/aplikasi-tehnik-pengumpulan-data-riset-kuantitatif-dan-kualitatif-dalam-metode-eksperimen

       http://www.slideshare.net/NastitiChristianto/teknik-analisis-data-kuantitatif-dan-kualitatif.

    • Pengamatan atau observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.

    • Definisi operasional variabel penelitian menurut Sugiyono (2015, h.38) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari obyek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

      Operasionalisasi variabel diperlukan guna menentukan jenis dan indikator dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini. Disamping itu, operasionalisasi variabel bertujuan untuk menentukan skala pengukuran dari masing-masing variabel, sehingga pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu dapat dilakukan dengan tepat. Secara lebih rinci operasionalisasi variabel dalam penelitiannya ini dapat dilihat contoh tabel berikut :




    • Untuk lebih jelas lagi bagaimana menyusun Operasional Variabel silahkan anda lihat pada tayangan sbb:

      http://

      http://

    • Pada topik ni kita akan menjelaskan tentang skala pengukuran data menggunakan kuesioner dari teknik, jenis hingga contohnya.

      Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.

      Dengan menggunakan kuesioner, analis berupaya mengukur apa yang ditemukan dalam wawancara, selain itu juga untuk menentukan seberapa luas atau terbatasnya sentimen yang diekspresikan dalam suatu wawancara.

      Penggunaan kuesioner tepat bila :

      1. Responden (orang yang merenpons atau menjawab pertanyaan) saling berjauhan.
      2. Melibatkan sejumlah orang di dalam proyek sistem, dan berguna bila mengetahui berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang menyetujui atau tidak menyetujui suatu fitur khusus dari sistem yang diajukan.
      3. Melakukan studi untuk mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk tertentu.
      4. Ingin yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut.

      JENIS PERTANYAAN DALAM KUISONER

      Perbedaaan pertanyaan dalam wawancara dengan pertanyaan dalam kuesioner adalah dalam wawancara memungkinkan adanya interaksi antara pertanyaan dan artinya. Dalam wawancara analis memiliki peluang untuk menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilah- istilah yang belum jelas, mengubah arus pertanyaan, memberi respons terhadap pandanmgan yang rumit dan umumnya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteksnya. Beberapa diantara peluang-peluang diatas juga dimungkinkan dalam kuesioner. Jadi bagi penganalisis pertanyaan-pertanyaan harus benar-benar jelas, arus pertanyaan masuk akal, pertanyaan-pertanyaan dari responden diantisipasi dan susunan pertanyaan direncanakan secara mendetail.

      Jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner, sebagai berikut :

      1. Pertanyaan Terbuka
        Pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
      2. Pertanyaan Tertutup
        Pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden.

      Petunjuk-petunjuk yang harus diikuti saat memilih bahasa untuk kuesioner adalah sebagai berikut :

      • Gunakan bahasa responden kapanpun bila mungkin. Usahakan agar kata-katanya tetap sederhana.
      • Bekerja dengan lebih spesifik lebih baik daripada ketidak-jelasan dalam pilihan kata- kata. Hindari menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik.
      • Pertanyaan harus singkat.
      • Jangan memihak responden dengan berbicara kapada mereka dengan pilihan bahasa tingkat bawah.
      • Hindari bias dalam pilihan kata-katanya. Hindari juga bias dalam pertanyaan-pertanyaan yang menyulitkan.
      • Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat (maksudnya orang-orang yang mampu merespons). Jangan berasumsi mereka tahu banyak.
      • Pastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut secara teknis cukup akurat sebelum menggunakannya.
      • Gunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaannya sudah tepat bagi responden

      SKALA DALAM KUESIONER

      Penskalaan adalah proses menetapkan nomor-nomor atau simbol-simbol terhadap suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk mengukur atribut atau karakteristik tersebut. Alasan penganalisis sistem mendesain skala adalah sebagai berikut :

      • Untuk mengukur sikap atau karakteristik orang-orang yang menjawab kuesioner.
      • Agar respoden memilih subjek kuesioner.

      MERANCANG KUESIONER

      Merancang formulir-formulir untuk input data sangat penting, demikian juga merancang format kuesioner juga sangat penting dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik.

      1. Format kuesioner sebaiknya adalah :
      • Memberi ruang kosong secukupnya,
      • Menunjuk pada jarak kosong disekeliling teks halaman atau layar. Untuk meningkatkan tingkat respons gunakan kertas berwarna putih atau sedikit lebih gelap, untuk rancangan survey web gunakan tampilan yang mudah diikuti, dan bila formulirnya berlanjut ke beberapa layar lainya agar mudah menggulung kebagian lainnya.
      • Memberi ruang yang cukup untuk respons,
      • Meminta responden menandai jawaban dengan lebih jelas.
      • Menggunakan tujuan-tujuan untuk membantu menentukan format.
      • Konsisten dengan gaya.

      2. Urutan Pertanyaan
      Dalam menurutkan pertanyaan perlu dipikirkan tujuan digunakannya kuesioner dan menentukan fungsi masing-masing pertanyaan dalam membantu mencapai tujuan.

      • Pertanyaan-pertanyaan mengenai pentingnya bagi responden untuk terus, pertanyaan harus berkaitan dengan subjek yang dianggap responden penting.
      • Item-item cluster dari isi yang sama.
      • Menggunakan tendensi asosiasi responden.
      • Kemukakan item yang tidak terlalu kontroversial terlebih dulu.

      ISI DARI KUESIONER

      Kuesioner harus memiliki center perhatian, yaitu masalah yang ingin dipecahkan. Tiap pertanyaan harus merupakan bagian dari hipotesis yang ingin diuji. Dalam memperoleh keterangan yang berkisar pada masalah yang ingin dipecahkan itu, maka secara umum isi dari kuesioner dapat berupa :

      a. pertanyaan tentang fakta

      b. pertanyaan tentang pendapat,

      c. pertanyaan tentang persepsi diri.

      CARA MENGUNGKAPKAN PERTANYAAN

      Walaupun sukar untuk menentukan suatu aturan yang dapat berlaku umum tentang cara mengungkapkan pertanyaan, beberapa petunjuk penting berkenaan dengan hal diatas perlu diketahui, antara lain :

      a. jangan pergunakan perkataan yang sulit,

      b. jangan gunakan pertanyaan yang bersifat terlalu umum,

      c. hindarkan pertanyaan yang mendua arti (ambigus),

      d. jangan gunakan kata yang samar-samar,

      e. hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti,

      f. hindarkan pertanyaan yang berdasarkan presumasi,

      g. jangan membuat pertanyaan yang melakukan responden,

      h. hindarkan pertanyaan yang menghendaki ingatan,

      i. gunakan bahasa yang mudah (perkataan dan kalimat harus sederhana)

      j. gunakan istilah yang familiar bagi responden,

      k. pertanyaan disusun secara sistematis (sederhana hingga kompleks)

      Untuk mendukung pertanyaan itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya :
      a. Nyatakan permohonan yang mengutamakan tentang perlunya jawaban dari responden dan pentingnya responden dalam menjawab masalah tersebut. Dalam hal ini :

      • Nyatakan siapa yang melakukan penelitian (nama & instansi)
      • Nyatakan mengapa studi harus dilaksanakan (tujuan)
      • Nyatakan bahwa tanpa partisipasi responden, penelitian tersebut tidak dapat dilaksanakan.

      b. Berikan cara mengisi kuesioner tersebut sejelas-jelasnya.

      JENIS PERTANYAAN

      Pertanyaan yang dibuat dalam kuesioner dapat memperoleh jawaban yang berjenis-jenis, atau menjurus kepada beberapa alternatif jawaban yang sudah diberikan lebih dahulu. Dalam hubungannya dengan leluasa tidaknya responden memberikan jawaban terhadap pertanyaan- pertanyaan yang diajukan, pertanyaan dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu pertanyaan berstruktur (tertutup) dan pertanyaan terbuka.

      Pertanyaan Tertutup adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga responden dibatasi dalam memberi jawaban kepada beberapa alternatif saja. Jawaban alternatif yang disarankan berjumlah ganjil. Biasanya berjumlah 3, 5 dan 7.

      Pertanyaan Terbuka adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa dan jawaban serta cara pengungkapannya dapat bermacam-macam sehingga responden memiliki kebebasan dalam menjawab pertanyaan ini. Bentuk pertanyaan ini jarang digunakan.

      BERIKUT INI CONTOH BENTUK DARI KUESIONER UNTUK PERTANYAAN TERTUTUP :

      Yth. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari
      Dalam rangka Penelitian Tugas Akhir yang bertema Usulan Perbaikan Design Kemasan Mi Instant tipe A dengan Metode Rasionel, maka saya yang melakukan penelitian :

      Nama : Afdan Rojabi

      NIM: 2101780126

      Program Studi : Sistem Informasi

      Fakultas : Sistem Informasi BINUS University

      memohon Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berkenan untuk mengisi kuesioner berikut ini, karena tanpa partisipasi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian, penelitian ini tidak dapat dilaksanakan.

      Bagian I
      DATA RESPONDEN
      Petunjuk : Berilah tanda ( v ) pada kotak didepan informasi yang sesuai menurut Anda.

      1. Jenis Kelamin

      # Pria

      ?#Wanita

      2. Usia

      # kurang dari 17 tahun

      # antara 17ΓÇô25 tahun

      # antara 26ΓÇô35 tahun

      # antara 36ΓÇô45 tahun

      # lebih dari 45 tahun

      3. Apakah anda pernah membeli Mi Instant?

      # Ya

      # Tidak

      4. Dimana tempat anda bisa membeli Mi Instant?

      # Warung

      # Toko

      # Minimarket

      # Supermarket

      # Lainnya, ________________

      5. Berapa kalikah anda membeli Mi Instant dalam 1 bulan?

      # kurang dari 1 kali

      # 1 kali

      # 2 kali

      # 3 kali

      # Lebih dari 3 kali

      Bagian II
      PREFERENSI DAN PERSEPSI RESPONDEN

      Bagian II.1 Preferensi Responden
      Petunjuk : Berilah tanda ( v ) pada salah satu pilihan jawaban tingkat kepentingan yang sesuai preferensi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari terhadap empat jenis kemasan Mi Instant dibawah ini.
      Berikut ini merupakan daftar nilai refernsi :

      1. Sangat Penting (STP)
      2. Tidak Penting (TP)
      3. Cukup Penting (CP)
      4. Penting (P)
      5. Sangat Penting (SP)

      Bagian II.2 Persepsi Respoden
      Petunjuk : Berikan nilai persepsi (skala 1ΓÇô5) yang menunjukkan tingkat kepuasan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari terhadap empat jenis kemasan Mi Instant di bawah ini. Berikut ini adalah keterangan nilai persepsi ;

      1 = Sangat Tidak Memuaskan

      2 = Tidak Memuaskan

      3 = Cukup Memuaskan

      4 = Memuaskan

      5 = Sangat Memuaskan

      Contoh :
      Bila pengisian seperti contoh diatas, maka Bapak/Ibu/Saudara/Saudari menganggap bahwa Kejelasan penulisan merk merupkan faktor yang sangat pentign bagi sebuah produk Mi Instant, dan berdasarkan persepsi anda untuk faktor kejelasan penulisan merk untuk kemasan A memiliki tingkat sangat memuaskan, kemasan B memiliki tingkat memuaskan, kemasan C memiliki tingkat cukup memuaskan, dan kemasan D memiliki tingkat cukup memuaskan.

      Referensi :

      • Lecture Notes Week 7: Measurement and Scaling Concepts (BINUS University)
      • Zikmund, Babin, Carr, and Griffin. 2009. Business Research Methods. Thomson South-Western.

    • Hallo , beriku ini beberapa video tayangan mengenai panduan pembuatan kuesioner dan cara menginventarisir hasil data kuesioner 

      Silahkan disimak ya

      http

      ://

      http://

      http://


      http://

    • Skala pengukuran merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengkuantifikasi informasi yang diberikan oleh konsumen jika mereka diharuskan menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan dalam suatu kuesioner. Ada empat skala pengukuran yaitu skala nominal, ordinal, interval, dan skala rasio.

      Skala Nominal

      skala nominal digunakan untuk mengkalisifikasikan objek, individual atau kelompok. Sebagai contoh, mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan atau lokasi. Dalam melakukan klasifikasi ini digunakan angka-angka sebagai simbol atau label. Contoh kita mengklasifikasi jenis kelamin yang pada umumnya digunakan angka 1 untuk jenis laki-laki dan 2 untuk perempuan. Kita tidak dapat melakukan operasi aritmatika dengan angka-angka tersebut dikarenakan angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karakteristik tertentu. Contoh lain yang dapat digunakan dalam aplikasi mengenai riset suatu pemasaran, sebagai berikut:
      Apakah saudara setuju dengan memasarkan beras impor di pasaran bebas saat ini?
      Jawab: a setuju        b. tidak setuju
      Jawaban setuju diberi nilai 1 dan jawaban tidak setuju diberi nilai 0 atau 2

      Skala Ordinal

      Skala pengukuran ordinal memberikan informasi mengenai jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh suatu objek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu objek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan untuk mencari tau berapa banyak kekurangan dan kelebihannya.

      Contoh :
      Jawaban pertanyaan berupa peringkat, misalnya sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju dapat diberi simbol angka 1, 2, 3, 4, dan 5. Angka-angka ini hanya berupa simbol peringkat dan tidak mengekspresikan jumlah. Biasanya jawaban kuesioner menggunakan skala linkert yang digunakan untuk mengukur sikap, misalnya untuk menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap suatu pernyataan atau pertanyaan.

      Contoh aplikasi dalam riset pemasaran:
      Bagaimana menurut pendapat saudara mengenai layanan penjualan tiket pesawat terbang maskapai X?
      Jawab : a. sangat lambat    b. lambat    c. cepat    d. sangat cepat

      Untuk jawaban sangat lambat diberi nilai 1 dan seterusnya.

      Contoh skala ordinal adalah sebagai berikut: 

      1. Tingkat pendidikan: 

      • Taman Kanak-kanak (TK) = 1 
      • Sekolah Dasar (SD) = 2 
      • Sekolah Menengah Pertama (SMP) = 3 
      • Sekolah Menengah Atas (SMA) = 4 
      • Diploma = 5 
      • Sarjana = 6

      2. Tingkat kecantikan wanita:

      • Sangat cantik = 4 
      • Cantik = 3 
      • Cukup Cantik = 2 
      • Kurang Cantik = 1


      Skala Interval

      Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa interval yang tetap. Dengan demikian, peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karakteristik antara satu individu atau objek dan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika. Untuk melakukan analisi, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametrik.

      Contoh penggunaan skala pengukuran interval:
      jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan:
      Berapa kali anda memberi produk sampo x dalam satu bulan?
      jawaban a. 1 kali    b. 3 kali    c. 5 kali    d. 7 kali.
      angka-angka 1, 3, 5, dan 7 adalah angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2.

      contoh lain : berapa persen kenaikan harga bahan pokok makanan sehari hari?
      jawaban: a. 5%    b. 10%    c. 15%    d. 20%

      jawaban berupa penilaian skala antara 1-10
      Beri kami masukan mengenai layanan yang kami berikan dengan menggunakan skala sebagai berikut:
      kurang 12345    678910 baik


      Skala Rasio

      Skala pengukuran rasio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal maupun interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai nol empiris absolut. Nilai nol absolut ini terjadi pada saat suatu karakteristik yang sedang diukur tidak ada. Pengukuran rasio biasanya berbentuk perbandingan antara satu individu atau objek tertentu dan lainnya.

      Contoh penggunaan skala rasio dalam penelitian
      Harga kopi a satu kilo Rp. 15.000,- harga kopi b satu kilo Rp. 75.000,- maka harga kopi a dibandingkan dengan kopi b sama dengan 1 dibanding 5. tarif kereta api naik sebesar 10% sedangkan tarif pesawat terbang naik sebesar 20% dan lainnya yang memiliki hubungan perbandingan, pengukuran dapat menggunakan skala rasio.

      Skala Pengukuran dalam Penelitian 

      Terdapat berbagai skala pengukuran yang biasa dipergunakan dalam penelitian Administrasi, Pendidikan, Ekonomi, Bisnis ataupun Sosial, antara lain adalah sebagai berikut:

      a. Skala Likert 

      Menurut Djaali dan Muljono (2007), skala likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu gejala atau fenomena sosial. Dengan menggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi, dimensi dijabarkan menjadi sub variabel kemudian sub variabel dijabarkan menjadi indikator-indikator yang dapat diukur.

      Indikator-indikator yang terukur ini dapat dijadikan titik tolak untuk membuat item instrumen yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan kata-kata. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif.

      Contoh pilihan jawaban pada instrumen yang menggunakan skala Likert seperti terlihat pada tabel di bawah ini:

      Item jawaban skala Likert

      Instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda. Contoh item pertanyaan dan pembobotan dalam skala Likert dengan bentuk checklist adalah sebagai berikut:

      Contoh Instrumen dengan Skala Likert

      Keterangan Pembobotan: 

      • SS (Sangat Setuju) = skor 5 
      • ST (Setuju) = skor 4 
      • RG (Ragu-ragu) = skor 3 
      • TS (Tidak Setuju) = skor 2 
      • STS (Sangat Tidak Setuju) = skor 1

      b. Skala Guttman 

      Skala Guttman adalah skala kumulatif disebut juga sebagai skala scalogram yang sangat baik untuk meyakinkan peneliti tentang kesatuan dimensi dan sikap atau sifat yang diteliti, yang sering disebut atribut universal. Skala pengukuran dengan tipe ini akan didapat jawaban yang tegas, yaitu "ya atau tidak", "benar atau salah", "pernah atau tidak pernah", "positif atau negatif", "Setuju atau tidak setuju", dan lain-lain.

      Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Jadi kalau pada skala Likert terdapat 3,4,5,6,7 interval, dari kata "sangat setuju" sampai "sangat tidak setuju", maka pada skala Guttman hanya ada dua interval yaitu "setuju" dan "tidak setuju". Penelitian menggunakan skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.

      Skala Guttman selain dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda, juga dapat dibuat dalam bentuk checklist. Jawaban dapat dibuat skor tertinggi satu dan terendah nol. Misal untuk jawaban setuju diberi skor 1 dan tidak setuju diberi skor 0. Contoh instrumen yang menggunakan skala Guttman dapat dilihat pada gambar tabel di bawah ini:

      Contoh Instrumen dengan Skala Guttman

      c. Skala Semantic Defferential 

      Skala Semantic Defferensial dikembangkan oleh Osgood. Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawaban "sangat positifnya" terletak di bagian kanan garis, dan jawaban yang "sangat negatif" terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.

      Skala ini berbeda dengan skala Likert yang menggunakan cecklist atau pilihan ganda, pada skala ini responden langsung diberi pilihan bobot hal yang dimaksud dari yang positif sampai negatif. Responden bisa memberikan jawaban dengan mencentang atau memberi tingkatan jawaban. Jawaban responden terletak pada rentang jawaban positif sampai dengan negatif. Hal ini tergantung pada persepsi responden kepada yang dinilai. Gambar di bawah ini adalah contoh instrumen yang menggunakan skala Semantic Defferensial.

      Contoh Instrumen dengan Skala Semantic Defferential

      d. Skala Rating 

      Skala model rating scale, responden tidak akan menjawab salah satu dari jawaban kualitatif yang telah disediakan, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang tersedia. Dengan demikian skala rating lebih luwes, fleksibel dan tidak terbatas dalam mengukur sikap saja, namun untuk mengukur persepsi atau penilaian responden terhadap sebuah fenomena lainnya. Seperti skala untuk mengukur status sosial ekonomi, kelembagaan, pengetahuan, kemampuan, proses kegiatan dan lain-lain.

      Dengan skala rating, data mentah yang didapatkan berbentuk angka, selanjutnya ditafsirkan dalam pemahaman kualitatif. Jawaban responden senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, pernah atau tidak pernah. Yang penting bagi penyusun instrumen dengan rating scale adalah harus dapat mengartikan setiap angka yang diberikan pada alternatif jawaban pada setiap item instrumen. Orang tertentu memilih jawaban angka 2, tetapi angka 2 oleh orang tertentu belum tentu sama maknanya dengan orang lain yang juga memilih jawaban dengan angka 2. Contoh instrumen dengan menggunakan skala rating dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

      Contoh Instrumen dengan Skala Rating Scale






    • Definisi kutipan
      Kutipan diartikan sebagai daftar pustaka dari sejumlah dokumen yang dirujuk atau dikutip oleh sebuah dokumen dan setiap daftar pustaka dari dokumen-dokumen tersebut terdapat dalam bibliografi dari dokumen yang mengutip, yang secara khusus meneliti tentang pengarang dan karya lainnya. Kutipan juga dapat diartikan sebagai referensi intelektual ke sumber yang diterbitkan atau tidak diterbitkan dengan mengutip buku, penulis atau publikasi yang ada untuk mendukung fakta.

      Pengertian Kutipan Menurut Para Ahli
      Adapun definisi kutipan menurut para ahli adalah sebagai berikut;

      1. Diana Hacker dan Nancy Sommers
      Diana Hacker dan Nancy Sommers dalam ΓÇ£A Pocket Style Manual, Eighth EditionΓÇ¥ menyarankan bahwa kutipan adalah cara Anda menghargai peneliti dan penulis lain saat Anda menggunakan karya mereka dalam tulisan Anda.

      2. Garfield
      Analisis kutipan banyak digunakan dalam studi bibliometri karena secara jelas mewakili subjek yang dibutuhkan, tidak memerlukan interpretasi, valid dan reliabel.

      3. Guha
      Guha menyebutkan beberapa kegunaan sekunder kutipan, antara lain 1) Digunakan sebagai bibliografi, 2) Menyiapkan daftar peringkat majalah, 3) Digunakan sebagai daftar peringkat, 4) Mengetahui hubungan antara penggunaan berbagai bentuk dokumen, 5) Mengetahui usia Penggunaan dokumen, 6) Mengetahui keterkaitan dan keterkaitan antar mata pelajaran, 7) Mengetahui asal muasal atau akar dari suatu mata pelajaran ilmu, dan 8) Mempelajari abstrak / indeks sitasi.

      Jenis Sumber Kutipan yang Digunakan
      Konten kutipan dapat berbeda-beda tergantung pada jenis sumber yang digunakan, yang mungkin termasuk:
      - Buku, Judul Buku, penerbit, tanggal terbit, nomor halaman, Nomor Buku Standar Internasional (ISBN).
      - Jurnal, Penulis, judul dalam artian, judul jurnal, tanggal terbit, nomor halaman.
      - Koran, Penulis, judul artikel, nama koran, judul bagian, dan nomor halaman jika diinginkan, tanggal terbit.
      - Website, Penulis, judul artikel dan publikasi, URL, tanggal situs diakses, Digital Object Identifier (DOI).
      - Sajak, spasi biasanya digunakan untuk menunjukkan baris puisi yang terpisah, dan tanda petik biasanya menyertakan nomor baris.

      Bersama dengan informasi umum tentang penulis, tanggal publikasi, judul, dan nomor halaman, kutipan juga menyertakan pengenal unik yang sering digunakan untuk jenis karya referensi tertentu:
      - Nomor Buku Standar Internasional (ISBN): Digunakan untuk kutipan buku.
      - Serial Item and Contribution Identifier (SICI): Digunakan untuk volume tertentu, artikel jurnal, atau bagian lain dari sebuah majalah.
      - Digital Object Identifier (DOI): Digunakan untuk dokumen dan sumber elektronik.
      - PubMed Identifier (PMID): Digunakan untuk artikel hasil penelitian biomedis.

      Jenis Kutipan
      Kutipan adalah cara memberi penghargaan kepada individu atas karya kreatif dan intelektual yang Anda gunakan untuk mendukung laporan penelitian Anda. Ini juga dapat digunakan untuk menemukan sumber tertentu dan memerangi plagiarisme.

      Gaya kutipan menentukan informasi apa yang diperlukan dalam sebuah kutipan dan cara penulisannya, serta tanda baca dan pemformatan lainnya. Lalu, bagaimana cara memilih gaya kutipan yang tepat?

      Ada banyak cara untuk mengutip sumber untuk pendekatan penelitian Anda. Gaya kutipan terkadang bergantung pada disiplin akademis yang terlibat. Sebagai contoh:

      1. Gaya APA (American Psychological Association) digunakan dalam bidang Pendidikan, Psikologi, dan Sains
      2. Gaya MLA (Modern Language Association) digunakan di bidang Humaniora
      3. Gaya Chicago / Turabian biasanya digunakan dalam Bisnis, Sejarah, dan Seni Rupa.

      Selain ketiga gaya tersebut, terdapat pula jenis gaya lainnya, yaitu: Oxford; Harvard; ASA (American Sociological Association); AAA (American Sociological Association); CSE (American Sociological Association); CBE (American Sociological Association).

      Bentuk kutipan umumnya mengacu pada salah satu sistem kutipan yang diterima secara umum, seperti disebutkan di atas, karena konvensi sintaksisnya sudah dikenal dan mudah ditafsirkan oleh pembaca. Masing-masing sistem kutipan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Editor sering menentukan sistem kutipan mana yang akan digunakan.

      Tujuan Kutipan
      Kutipan memiliki beberapa tujuan penting, antara lain sebagai berikut;

      1. Menjunjung tinggi kejujuran intelektual (atau menghindari plagiarisme)
      2. Untuk menghubungkan karya dan ide sebelumnya atau orisinal dengan sumber yang benar

      Untuk memungkinkan pembaca secara independen menentukan apakah bahan yang direferensikan mendukung argumen penulis melalui klaimnya

      Untuk membantu pembaca mengukur kekuatan dan validitas materi yang digunakan penulis.

      Cara Membuat Kutipan
      Anda bisa memasukkan karya orang lain ke dalam tulisan Anda dengan tiga cara, yaitu:

      1. Kutipan
      Kutipan harus sesuai dengan sumber yang digunakan. Hanya kutipan frasa, baris, atau bagian yang relevan dengan subjek Anda dan tidak mengubah ejaan atau tanda baca kutipan asli.

      2. Parafrase
      Parafrase melibatkan Anda dalam menulis, frase demi frase dari sumber Anda menulis ulang menjadi kata-kata Anda sendiri. Bagian Anda harus memiliki panjang yang sama atau lebih pendek dari aslinya. Parafrase berarti penulisan ulang lengkap dari bagian sumber yang digunakan dan bukan hanya penyusunan ulang kata.

      3. Rangkum
      Meringkas mencakup memasukkan gagasan utama bagian itu ke dalam kata-kata Anda sendiri. Ringkasannya jauh lebih pendek daripada bagian sumber aslinya. Pastikan untuk tidak mengubah arti sebenarnya dari bagian ini saat meringkas ide-ide utama.

      Secara lebih rinci, berikut ini cara membuat kutipan berdasarkan tiga gaya kutipan yang paling banyak digunakan, yaitu gaya APA, MLA, dan Chicago.
      1. Kutipan Gaya APA
      Ada dua bagian kutipan untuk gaya APA dan yang lainnya, formulir kutipan sebaris pendek, yang mengarahkan pembaca ke entri lengkap di akhir bab atau buku. Kutipan sebaris berbeda dengan catatan kaki, yaitu catatan yang ditempatkan di bagian bawah halaman.

      Kutipan sebaris, juga disebut kutipan sebaris, ditempatkan dalam satu baris teks. Untuk membuat kutipan sebaris, kutip nama penulis dan tanggal (dalam tanda kurung) dari artikel, laporan, buku, atau studi, seperti contoh dari "A Pocket Style Manual" menunjukkan: Cubuku (2012) berpendapat untuk kinerja siswa -pusat pendekatan, siswa harus mempertahankan "kepemilikan tujuan dan kegiatan mereka" (p. 64).

      Perhatikan bagaimana Anda meletakkan nomor halaman di akhir kutipan dalam teks dalam tanda kurung diikuti dengan titik (jika di akhir kalimat). Jika ada dua penulis, sebutkan nama belakangnya sebagai berikut: "Menurut Donitsa-Schmidt dan Zurzovsky (2014), ..." Jika ada lebih dari dua penulis, tulis nama belakang penulis pertama diikuti dengan kata "et al. ", Misalnya Herman et al. (2012) melacak 42 siswa selama periode tiga tahun (hlm. 49).

      Di akhir makalah Anda, lampirkan satu atau lebih halaman untuk menulis "Referensi". Pembaca makalah Anda kemudian dapat membuka daftar referensi untuk membaca kutipan lengkap untuk setiap karya yang Anda kutip. Sebenarnya ada banyak variasi referensi kutipan yang bergantung pada, misalnya, apakah Anda mengutip sebuah buku, artikel jurnal, atau cerita dari koran, atau berbagai jenis media, termasuk rekaman audio dan film.

      Kutipan paling umum adalah buku. Untuk kutipan seperti itu, tulis nama belakang penulis, diikuti dengan koma, diikuti dengan inisial nama depan penulis, diikuti dengan titik. Anda harus mencantumkan tahun penerbitan buku dalam tanda kurung, kemudian judul buku dicetak miring, diikuti oleh titik, di mana buku itu diterbitkan, diikuti oleh titik dua, dan penerbit. ΓÇ£A Pocket Style ManualΓÇ¥ memberikan contoh ini: Rosenberg, T. (2011). Bergabunglah dengan klub: Bagaimana tekanan teman sebaya dapat mengubah dunia. New York, NY: Norton.

      2. Kutipan Gaya MLA
      Gaya MLA sering digunakan dalam penulisan bahasa Inggris dan humaniora. MLA mengikuti gaya kutipan penulis dalam teks, catatan Purdue OWL, situs kutipan, tata bahasa, dan penulisan yang sangat baik yang dioperasikan oleh Universitas Purdue. Purdue memberikan contoh kutipan dalam teks, yang juga disebut tanda kurung dalam gaya MLA. Perhatikan bahwa dalam gaya MLA, nomor halaman biasanya tidak muncul kecuali kalimat atau kutipan tersebut merupakan kutipan langsung dari aslinya, seperti yang terjadi di sini: Puisi romantis ditandai dengan "curahan perasaan yang kuat secara spontan" (Wordsworth 263).

      Di akhir makalah, lampirkan halaman untuk "Karya yang Dikutip" atau halaman yang setara untuk bagian "Referensi" dalam gaya APA. Bagian ΓÇ£Kutipan KaryaΓÇ¥ dari kutipan sangat mirip gayanya dengan MLA dan APA, seperti dalam contoh karya oleh beberapa penulis dari Purdue OWL: Warner, Ralph, et al. Cara Membeli Rumah di California. Diedit oleh Alayna Schroeder, edisi ke-12, Nolo, 2009.

      Tuliskan nama depan penulis dengan gaya MLA; tambahkan koma sebelum "et al."; menggunakan judul buku, jurnal, atau judul artikel; hapus tempat untuk informasi publikasi; ikuti nama penerbit dengan koma, dan sertakan tanggal publikasi di bagian akhir.

      3. Kutipan Gaya Chicago
      Kutipan gaya Chicago adalah yang tertua dari tiga gaya penulisan dan kutipan utama di Amerika Serikat, dimulai dengan penerbitan pedoman gaya Chicago pertama pada tahun 1906. Untuk kutipan dalam teks, gaya Chicago, berasal dari University of Chicago's. Pers ΓÇ£Chicago Manual of StyleΓÇ¥, cukup sederhana: nama belakang penulis, tanggal terbit, koma, dan nomor halaman, semuanya dalam tanda kurung, sebagai berikut: (Murav 2011, 219-220) Di akhir makalah, cantumkan a daftar referensi, yang dalam gaya Chicago disebut bibliografi. Buku, jurnal, dan artikel lain dikutip dengan cara yang mirip dengan gaya APA dan MLA.

      Cantumkan nama belakang penulis, koma, dan nama depan lengkap, diikuti dengan judul buku yang dicetak miring, tempat penerbitan, diikuti oleh titik dua, diikuti dengan nama penerbit, koma, dan tanggal penerbitan, semuanya dalam tanda kurung, diikuti dengan koma dan nomor halaman. Kate L. Turabian, dalam ΓÇ£A Manual for WritersΓÇ¥ (versi Chicago untuk siswa), memberikan contoh berikut: Gladwell, Malcolm, The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference (Boston: Little Brown, 2000), 64 -65.

      Penggunaan Manajer Referensi dalam Teknik Kutipan
      Manajer Referensi atau Alat Manajemen Sitasi Selain risiko terjadinya plagiarisme akibat budaya copy paste, perkembangan teknologi juga semakin memudahkan penulis untuk mengutip atau mengutip melalui berbagai program aplikasi.

      Program aplikasi yang biasa disebut dengan References Manager atau Citation Management Tools ini dapat dengan mudah ditemukan dan digunakan oleh penulis, baik gratis maupun berbayar. Beberapa contoh aplikasi atau perangkat lunak meliputi:

      Sebuah. Manajer Referensi Mendeley (www.mendeley.com)
      b. Zotero (www.zotero.org)
      c. EndNote (endnote.com)
      d. RefWorks (www.refworks.com)
      e. Manajer Referensi (www.refman.com)
      f. CiteULike (www.citeulike.org)

      Selain membuat sitasi dengan gaya atau model tertentu yang biasa digunakan, aplikasi pengelola referensi juga telah dikembangkan sehingga penulis dan peneliti dapat berkolaborasi dengan penulis atau peneliti lain, mencari sumber informasi dari berbagai sumber seperti e-journal dan e-database. untuk dapat memberikan analisis kutipan atau menampilkan statistik kutipan.

      Aplikasi pengelola referensi kini tidak hanya untuk mempermudah kutipan tetapi juga untuk mendukung penulis dalam memperoleh sumber informasi yang valid, baik, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pengetahuan atau keterampilan untuk menggunakan pengelola referensi penting dalam konteks pengelolaan kutipan dan menghindari plagiarisme saat ini. Akademisi, termasuk pustakawan, harus memiliki kemampuan minimal salah satu program pengelola referensi di atas.

      Sumber:
      1. Layanan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Barret (n.d.). Apa itu Kutipan. Diakses dari http://www.rhodes.edu/barret/5.1.6_citation.pdf
      2. Perpustakaan Coates, Universitas Trinity. (n.d.). Kutipan Sorabian Stye (Catatan - Bibliografi). Diakses 4 Juli 2013, dari http://lib.trinity.edu/research/citing/turabiannotes.pdf
      3. Hunter, J. (n.d.) Pentingnya Kutipan. Diakses dari http://web.grinnell.edu/Dean/Tutorial/EUS/IC.pdf
      4. Texas U&M University Library (n.d.) Apa itu Kutipan? Diakses dari library.tamu.edu/help/helpΓÇÉyourself/usingΓÇÉmaterialsΓÇÉservices/onlineΓÇÉtutorials/ citing - sources / index.html

      Untuk informasi lebih lanjut tentang apa itu kutipan dan bagaimana menggunakan Manajer Referensi, silakan lihat PPT sebagai berikut:
    • Salah satu komponen penting dalam reproduksi karya ilmiah adalah menyusun sintesis.

      Dalam tulisan ini akan dijelaskan mengenai pengertian, fungsi, cara untuk menyusun sintesis, dan contoh sintesis.

      Ada pun beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan sebelum menyusun sintesis, yaitu membaca kritis, menyusun ringkasan, dan menyusun ikhtisar.

      Pengertian Sintesis

      Sintesis merupakan salah satu komponen penting dalam menyusun karya tulis ilmiah, dimana Sintesis merupakan suatu rangkuman dari berbagai macam jenis sumber rujukan yang sejalan dan sesuai dengan kebutuhan penulis di dalam karya tulis ilmiah.

      Fungsi Sintesis

      Fungsi sintesis dalam sebuah karya tulis ilmiah adalah sebagai pendapat, gagasan, atau ide baru yang diberikan oleh penulis untuk memecahkan masalah yang ditemukan.

      Gagasan ini dapat secara luas memberikan pandangan, komentar, pembahasan, atau bentuk lain secara argumentatif oleh penulis dalam batas-batas tertentu.

      Hasil dari sintesis dapat berupa sebuah data, fakta, informasi, atau ide pokok baru yang sebelumnya belum pernah ditulis oleh orang lain.

      Sintesis juga dapat disebut sebagai intisari dari suatu karya ilmiah sehingga jangan sampai penulis hanya mengumpulkan berbagai informasi yang berasal dari berbagai sumber rujukan.

      Cara Membuat Sintesis

      Proses penyusunan sintesis dapat dikembangkan dalam penulisan karya tuis ilmiah. Proses penyusunan tersebut, antara lain:

      • membaca sumber rujukan secara cepat dan kritis,
      • meringkas gambaran umum dan rancangan yang dipilih dalam sumber rujukan berkaitan dengan topik yang sedang dikerjakan,
      • mencatat pokok pikiran yang berkaitan antara gagasan penulis dengan gagasan yang ada dalam sumber rujukan yang dibaca, dan
      • mencatat kritik penulis terhadap teori yang diajukan dalam sumber rujukan.

    • Silahkan anda unduh file sebagai berikut:

    • Analisis bibliometric merupakan sebuah metode kuantitatif untuk menganalisis data bibliografi yang ada di artikel/jurnal. Analisis ini biasanya digunakan untuk menyelidiki referensi artikel ilmiah yang dikutip dalam sebuah jurnal, pemetaan bidang ilmiah sebuah jurnal, dan untuk mengelompokkan artikel ilmiah yang sesuai dengan suatu bidang penelitian.

      Metode ini bisa digunakan di bidang sosiologi, humanities, komunikasi, marketing, dan rumpun sosial lain. Pendekatan yang digunakan dalam analisis bibliometric adalah pendekatan citation analysis (analisis kutipan) untuk melihat 1 artikel yang dikutip oleh 1 artikel lain, dan pendekatan co-citation analysis untuk menemukan 2 artikel atau lebih yang dikutip oleh 1 artikel.

      Dapat disimpulkan bahwa Bibliometrik merupakan ilmu yang mengkaji tentang kepenulisan dengan menggunakan analisis matematis dan statistik.  Dengan adanya ilmu ini kita akan mengetahui hal-hal tentang kepenulisan, salah satunya ada produktivitas pengarang. Seorang pengarang dapat dinilai produktif atau tidaknya dengan melihat jumlah karya yang ia tulis dalam kurun waktu tertentu, baik itu hasil karya sendiri tanpa membutuhkan penulis lain, ataupun hasil dari kolaborasi antar penulis.

      Manfaat Analisis Bibliometrik 

      Menurut Ishak (2005), beberapa manfaat bibliometrik dalam perpustakaan adalah sebagai berikut: 

      1. Mengetahui majalah inti dalam berbagai disiplin ilmu 

      2. Mengetahui arah dan trend ilmu pengetahuan pada berbagai disiplin ilmu 

      3. Memperkirakan lengkap atau tidaknya literatur sekunder 

      4. Mengetahui subjek-subjek atau bidang-bidang dari disiplin ilmu 

      5. Mengetahui kepengarangan 

      6. Meramalkan arah perkembangan ilmu pengetahuan masa lalu dan masa mendatang 

      7. Mengatur arus masuk informasi dan komunikasi 

      8. Mengkaji keusangan dan penyebaran literatur ilmiah 

      9. Meramalkan produktivitas penerbit pengarang, organisasi, negara atau seluruh disiplin ilmu.

      Jenis-Jenis analisis  bibliometrik

      Berikut beberapa ukuran bibliometrik yang umum:

      ΓÇó Jumlah kutipan: berapa kali keluaran penelitian muncul dalam daftar referensi dokumen lain (artikel, buku, review, prosiding konferensi, dll). Ditemukan di: Google Scholar, Scopus, dan Web of Science.

      ΓÇó Indeks-H: dirancang untuk mengukur produktivitas dan dampak penulis. Ini adalah jumlah terbitan pengarang (h) yang memiliki h atau lebih kutipannya. Ditemukan di: Google Scholar, Scopus, dan Web of Science.

      ΓÇó Dampak kutipan berbobot bidang: rasio kutipan yang diterima relatif terhadap rata-rata dunia yang diharapkan untuk bidang subjek, jenis publikasi dan tahun publikasi. Ini dapat diterapkan pada keluaran penelitian atau kelompok keluaran penelitian. Ditemukan di SciVal.

      ΓÇó Keluaran dalam persentil teratas: jumlah atau persentase keluaran penelitian dalam publikasi yang paling banyak dikutip di dunia, Inggris, atau negara tertentu. Ditemukan di Scopus dan SciVal.

      ΓÇó Faktor Dampak Jurnal: berdasarkan jumlah rata-rata kutipan yang diterima per makalah yang diterbitkan dalam jurnal tersebut dalam dua tahun sebelumnya. Ditemukan di Journal Citation Reports.

      ΓÇó CiteScore: jumlah rata-rata kutipan yang diterima dalam satu tahun kalender menurut semua item yang diterbitkan dalam jurnal tersebut selama tiga tahun berikutnya. Ditemukan di Scopus

      ΓÇó Peringkat Jurnal SCImago: memberi nilai lebih tinggi pada kutipan dari jurnal yang lebih bergengsi. Ditemukan di Scopus

      ΓÇó Scopus SNIP: rasio jumlah kutipan jurnal per makalah dan potensi kutipan di bidang subjeknya. Scopus SNIP menormalkan perbedaan subjek tingkat kutipan. Ditemukan di Scopus.

      (Diadaptasi dari Metrics Toolkit berlisensi di bawah lisensi CC-BY 4.0.)

      Sofware Bibliometrik

      Beberapa penggunaan software dalam melakukan analisis bibliometrik antara lain:

      1. Vosviewer

      2. HistCit,  

      3. BibExcel, 

      4. Pajek, 

      5. Sci2, 

      6. Cytoscape

      7. Gephy

      Beberapa Software yang terkait dengan Bibliometrik, yaitu:

      1. Scopus (scopus.com)
      Sebenarnya ini bukan software, tapi lebih ke semacam sistem informasi. Atau lebih tepat lagi disebut sebagai pengindeks.

      Scopus, dengan mekanisme tertentu mengindeks berbagai jurnal. Tentunya menggunakan metode dan ada syaratnya. Hasil indeks diolah, kemudian setelah matang, lalu dimakan  sajikan.  Data Scopus ini tidak gratis, namun harus ditebus dengan uang dollar. Informasinya memuat performance jurnal, artikel, negara, peneliti. Termasuk info jejaring dan lainnya.

      ScimagoJR (scimagojr.com)
      Journal Rank (JR), alias peringkat jurnal. Ya, Scimago ini mengambil data di Scopus, kemudian diolah lagi. Angka hasil olahan digunakan untuk memeringkatkan jurnal. Di Scimago dikenal istilah Q alias Quartile. Ada Q1,2,3,4. Artinya pemeringkatan jurnal dibagi 4. Seperempat terendah, seperempat di atasnya, seperempat di atasnya lagi, dan seperempat paling atas.

      PoP (https://harzing.com/resources/publish-or-perish)
       Publish or Perish (PoP). Istilah ini sudah dikenal luas: terbit atau mati. Namun PoP ini juga nama sebuah software. PoP bisa mengambil data dari Google Scholar (google cendikia)  dan menampilkan serta menyimpannya.

      Sumber: (Diadaptasi dari Metrics Toolkit berlisensi di bawah lisensi CC-BY 4.0.)

      Panduan Penggunaan Vosviewer Dalam melakukan analisis Bibliometrik (Systematic Literature) , bisa anda lihat pada file Pdf dan video pada link sbb: 

      http://

    • 1.    Mahasiswa  mampu menganalisis data 

      2.    Mahasiswa  mampu melakukan intepretasi hasil pengolahan data


    • Dalam penelitian, bagian analisis data bisa terdiri dari sejumlah komponen. Tetapi, proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Untuk itu seorang peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis -analisis yang berbeda, memperdalam pemahaman akan data tersebut, menyajikan data, dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut. Berikut deskripsi sejumlah proses umum yang bisa dijelaskan oleh peneliti dalam penelitian mereka untuk menggambarkan keseluruhan aktivitas analisis data.

      Analisis 

      Analisis data adalah proses menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari observasi melalui pengorganisasian data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan hipotesa sampai membuat kesimpulan yang dapat dimengerti oleh pengamat sendiri dan orang lain.

      Adapun Proses analisa data menurut Sugiyono (2011) adalah sebagai berikut:


      Intepretasi Data 

      Interpretasi data penelitian adalah sebuah bentuk dari kegiatan untuk melakukan penggabungan terhadap sebuah hasil dari analisis dengan berbagai macam pertanyaan, kriteria, maupun pada sebuah standar tertentu guna untuk dapat menciptakan sebuah makna dari adanya sebuah data yang idmana telah dikumpulkan oleh seseorang guna untuk mencari sebuah jawaban terhadap permasalah yang dimana teradapat di dalam sebuah penelitian yang dimana sedang diperbaiki.

      Adapun tahapan-tahapan dalam intepetasi data menurut Poerwandari (2008) adalah: 

      1. Organisasi data 

      2. Koding/analisis 

      3. Membuat hipotesis dan melakukan pengujian terhadap hipotesis 

      4. Membuat kesimpulan

      Untuk lebih jelas lagi silahkan anda buka link sebagai berikut: 

      http://

      http://

    • Metode analisis data kuantitatif adalah metode yang bergantung kepada kemampuan untuk menghitung data secara akurat. Selain itu, metode ini juga memerlukan kemampuan untuk menginterpretasikan data yang kompleks. Beberapa contoh metode analisis kuantitatif, seperti analisis deskriptif, regresi, dan faktor. Metode analisis data kuantitatif mempunyai berbagai macam jenis analisis seperti teknik korelasional, regresi, komparasi, deskriptif dan sejenisnya.

      Asumsi Penelitian Kuantitatif

      Penelitian kuantitatif didasarkan pada asumsi sebagai berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001; Del Siegle, 2005, dan Johnson, 2005).

      Metode ini merupakan pendekatan pengolahan data melalui metode statistik atau matematik yang terkumpul dari data sekunder. Kelebihan dari metode ini adalah kesimpulan yang lebih terukur dan komprehensif. Metode metode lainnya yang dapat digunakan dalam proses analisis data adalah analisis teks, statistical, diagnosa, prediktif, preskriptif.

      a. Bahwa realitas yang menjadi sasaran penelitian berdimensi tunggal, fragmental, dan cenderung bersifat tetap sehingga dapat diprediksi.

      b. Variabel dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif dan baku.

      Karakeristik Penelitian Kuantitatif

      Karakteristik penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001: 6-7; Suharsimi Arikunto, 2002 : 11; Johnson, 2005; dan Kasiram 2008: 149-150):

      a. Menggunakan pola berpikir deduktif (rasional ΓÇô empiris atau top-down), yang berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan konsep-konsep yang umum untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang bersifat khusus.

      b. Logika yang dipakai adalah logika positivistik dan menghundari hal-hal yang bersifat subjektif.

      c. Proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan.

      d. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyususun ilmu nomotetik yaitu ilmu yang berupaya membuat hokum-hukum dari generalisasinya.

      e. Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, dan sumber data yang dibutuhkan, serta alat pengumpul data yang dipakai sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

      f. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran dengan mengguna-kan alat yang objektif dan baku.

      g. Melibatkan penghitungan angka atau kuantifikasi data.

      h. Peneliti menempatkan diri secara terpisah dengan objek penelitian, dalam arti dirinya tidak terlibat secara emosional dengan subjek penelitian.

      i. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul.

      j. Dalam analisis data, peneliti dituntut memahami teknik-teknik statistik.

      k. Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi, lepas dari konteks waktu dan situasi.

      l. Penelitian jenis kuantitatif disebut juga penelitian ilmiah

      Prosedur Penelitian Kuantitatif

      Penelitian ini dalam pelaksanaannya berdasarkan prosedur yang telah direncanakan sebelumnya. Adapun prosedur penelitian kuantitatif terdiri dari tahapan-tahapan kegiatan sebagai berikut.

      a. Identifikasi permasalahan

      b. Studi literatur.

      c. Pengembangan kerangka konsep

      d. Identifikasi dan definisi variabelhipotesis, dan pertanyaan penelitian.

      e. Pengembangan disain penelitian.

      f. Teknik sampling.

      g. Pengumpulan dan kuantifikasi data.

      h. Analisis data.

      i. Interpretasi dan komunikasi hasil penelitian.

      Tipe-tipe Penelitian Kuantitatif

      Dalam melakukan penelitian, peneliti dapat menggunakan metoda dan rancangan (design) tertentu dengan mempertimbangkan tujuan penelitian dan sifat masalah yang dihadapi. Berdasarkan sifat-sifat permasalahannya, penelitian kuantitatif dapat dibedakan menjadi beberapa tipe sebagai berikut (Suryabrata, 2000 : 15 dan Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 69 ΓÇô 78).

      a. Penelitian deskriptif

      b. Penelitian korelational

      c. Penelitian kausal komparatif

      d. Penelitian tindakan

      e. Penelitian perkembangan

      f. Penelitian eksperimen

      Metode Penelitian Kuantitatif

      Metode yang dipergunakan dalam penelitian kuantitatif, khususnya kuantitatif analitik adalah metode deduktif. Dalam metoda ini teori ilmiah yang telah diterima kebenarannya dijadikan acuan dalam mencari kebenaran selanjutnya.

      Jujun S. Suriasumantri dalam bukunya Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik (2000: 6) menyatakan bahwa pada dasarnya metoda ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh pengetahuannya berdasarkan : a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun; b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut; dan c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual.

      Selanjutnya Jujun menyatakan bahwa kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logico-hypothetico-verifikatif ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Suriasumantri, 2005 : 127-128).

      a) Perumusan masalah, yang merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.

      b) Penyusunan kerangka berpikir dalam penyusunan hipotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengait dan membentuk konstelasi permasalahan. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan.

      c) Perumusan hipotesis  yang merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari dari kerangka berpikir yang dikembangkan.

      d) Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis  yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipoteisis tersebut atau tidak.

      e) Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian apakah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima.

      Langkah-langkah atau prosedur penelitian tersebut kemudian oleh Jujun S. Suriasumantri divisualisasikan dalam bentuk bagan sebagai berikut:

      Metode Ilmiah

      Untuk lebih lengkap lagi silahkan ada lihat tayangan sbb: 

      http://

      http://


    • Metode analisis data ini merupakan metode dengan menggunakan wawancara dan observasi dengan menjawab pertanyaan seperti apa, mengapa atau bagaimana. Data-data yang dianalisa dengan metode ini berupa teks atau narasi. Selanjutnya dari keseluruhan data tersebut dilakukan proses pengklasifikasian berdasarkan kebutuhan dengan proses pencodingan. Tahap terakhir pada metode ini adalah interpretasi data. Proses interpretasi data sebenarnya dilakukan secara bersamaan selama coding. Upaya interpretasi dilakukan bersamaan dalam mengklasifikasikan data. Langkah interpretasi untuk menganalisa data untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan.

      Metode ini memerlukan pendekatan dari data yang sifatnya lebih subjektif.  Metode analisis data kualitatif adalah metode pengolahan data secara mendalam dengan data dari hasil pengamatan, wawancara, dan literatur. Kelebihan metode ini adalah kedalaman dari hasil analisisnya. Di sisi lain, inilah nilai lebih dari metode analisis kualitatif, di mana si analis memainkan peran penting dalam proses analisis sebagai bagian dari alat penelitian. 

      Apa yang dimaksud dengan analisis kualitatif yakni suatu pekerjaan yang bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui kandungan senyawa-senyawa yang terdapat dalam suatu sampel uji. Analisa kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik pengujian standard di dalam laboraturium.

      Cara yang digunakan dalam melakukan uji analisa kualitatif ini dapat berupa cara-cara klasik maupun menggunakan instrumen canggih. Metode pengujian klasik yang paling penting yaitu analisa warna atau reaksi warna.

      Dengan membakar senyawa uji kemudian melihat warna nyala spesifik yang dihasilkan maka dapat diketahui senyawa yang terkandung di dalamnya. Kedua metode itu merupakan uji pendahuluan.

      Cara ini dapat digunakan untuk senyawa anorganik baik itu kation, anion, ataupun juga untuk senyawa organik seperti teknik skrining fitokimia dalam pemilihan metabolit sekunder tumbuhan. Metode analisa kualitatif lainnya yang dapat digunakan untuk mengetahui kandungan zat ialah uji warna nyala.

      Menggunakan Instrument

      Dalam penggunaan Instrumen analisa biasanya kerap di kenal di masa sekarang ini dapat melakukan beragam analisa kualitatif tergantung dari spesifikasi instrumen.

      Misalnya: Variabel Perilaku Konsumen , yang mana dalam mengukur perilaku konsumen (berdasarkan teori) terdiri dari: faktor budaya, sosial, pribadi, psikologis, dan keputusan pembelian 

      Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif

      1. Data yang dikumpulkan dalam kondisi asli atau alamiah (natural setting).
      2. Peneliti berperan sebagai alat penelitian, artinya: peneliti merupakan alat utama pengumpul data/sebagai pengamat wawancara.
      3. Data sebisa mungkin dikumpulkan secara deskriptif, yang kemudian dituliskan dalam bentuk laporan.
      4. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil.
      5. Latar Belakang tingkah laku atau perbuatan dicari maknanya.
      6. Menggunakan metode triangulasi metode atau triangulasi data.
      7. Mementingkan rincian kontekstual.
      Macam-Macam Analisis Data Kualitatif
      Secara umum metode analisis data meliputi reduksi, display data dan kesimpulan atau verifikasi data. Akan tetapi karena data kaulitatif sangat banyak sekali, maka model analisis data juga beragam sesuai dengan objek penelitian. Secara umum, model analisis data terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: pertama, kelompok metode analisis teks dan bahasa; kedua, kelompok metode analisis tema-tema budaya; ketiga, kelompok analisis kinerja, perilaku seseorang dan perilaku institusi[11].
      Adapun bagian-bagian dari tiga kelompok model analisis data kualitatif diatas adalah sebagai berikut[12]:
      1.      Kelompok metode analisis teks dan bahasa
      a)     Content analysis (analisis ini)
      b)     Framing analysis (analisis Bingkai)
      c)     Analisis semiotik
      d)    Analisis kontruksi sosial media massa
      e)     Hermeneutic
      f)      Analisis wacana dan penafsiran teks
      g)     Analisis wacana kritis
      2.      Kelompok analisis tema-tema budaya
      a)     Analisis struktural
      b)     Domain analysis
      c)     Taxonomi analysis
      d)    Componential analysis
      e)     Discovering cultural theme analysis
      f)      Constant comparative analysis
      g)     Grounded analysis
      h)     Ethnology
      3.      Kelompok analisis kinerja dan pengalaman individual serta perilaku institusi
      a)     Focus group discussion (FGD)
      b)    Studi kasus
      c)     Teknik biografi
      d)    LifeΓÇÖs history
      e)     Analisis SWOT
      f)     Penggunaan bahan dokumenter
      g)    Penggunaan bahan visual

      Sumber: 

      (1) William J. Goode dan Paul K. Hatt, Methods in social research, Kogakusa: McGraw-Hill Book Company, 1981

      (2) Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R & D, (Bandung : Alfabeta, 2009), hlm. 338.

      http://
      http://

    • Perbedaan dari penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat dari beberapa segi. Tidak selamanya saling bertentangan ada juga yang memiliki kesamaan atau kemiripan antara keduanya.

      • Desain Penelitian
        • Kualitatif bersifat umum, fleksibel, dan dinamis.
        • Kuantitatif memiliki sifat yang khusus, terinci dan statis. Alur dari penelitian kuantitatif sendiri sudah direncanakan sejak awal dan tidak dapat diubah lagi.
      • Analisis Data
        • Kualitatif dapat dianalisis selama proses penelitian berlangsung.
        • Kuantitatif dapat dianalisis pada tahap akhir sebelum laporan.
      • Istilah Subjek Penelitian
        • Kualitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan narasumber.
        • Kuantitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan responden.
      • Memandang Fakta
        • Kualitatif: Penelitian kualitatif memandang ΓÇ£Fakta/KebenaranΓÇ¥ tergantung pada cara peneliti menginterpretasikan data. Hal ini dikarenakan ada hal-hal kompleks yang tidak bisa sekedar dijelaskan oleh angka, seperti perasaan manusia. 
        • Kuantitatif: Penelitian kuantitatif memandang ΓÇ£Fakta/KebenaranΓÇ¥ berada pada objek penelitian di luar sana. Peneliti harus netral dan tidak memihak. 
      • Pengumpulan Data
        • Kualitatif: Penelitian kualitatif lebih berfokus pada sesuatu yang tidak bisa diukur oleh hitam putih kebenaran, sehingga pada penelitian kualitatif peneliti mengorek data sedalam-dalamnya atas hal-hal tertentu. 
        • Kuantitatif: Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitian berupa tes/kuesioner. 
      • Representasi Data
        • Kualitatif: Hasil penelitian kualitatif berupa interpretasi peneliti akan sebuah fenomena, sehingga laporan penelitian akan lebih banyak mengandung deskripsi.
        • Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif dipresentasikan dalam bentuk hasil penghitungan matematis. Hasil penghitungan dianggap sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi. 
      • Implikasi Hasil Riset
        • Kualitatif: Hasil penelitian kualitatif memiliki dampak atau akibat yang terbatas pada situasi tertentu. Sehingga hasil penelitian ini tidak dapat disimpulkan dalam pengaturan yang berbeda. 
        • Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif berupa fakta/teori yang berlaku secara umum (generalized). Kapanpun dan dimanapun, fakta itu berlaku.
      • Macam Metode
        • Kualitatif: Fenomenologi, etnografi, studi kasus, historis, grounded theory.
        • Kuantitatif: Eksperimen, survey, korelasi, regresi, analisis jalur, ex post facto.
      • Tujuan Penelitian
        • Kualitatif: memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripsikan realitas dan kompleksitas sosial.
        • Kuantitatif: Menjelaskan hubungan antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti.
      • Jenis Data
        • Kualitatif:  penelitian kualitatif berbentuk deskriptif atau menggambarkan fenomena atau fakta penelitian secara apa adanya. 
        • Kuantitatif: jenis data yang berbentuk numerik atau sistem angka. Selain itu juga berbentuk statistik yaitu data yang sudah dikelompokkan sehingga dapat memberikan informasi mengenai suatu masalah atau gejala.

       

      Beberapa ringkasan perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif diantaranya adalah sebagai berikut: 


      • Penelitian Kualitatif

      Tujuan: pendekatan subjek, sampel, sumber data, langkah penelitian fleksibel dapat berubah dan berkembang sambil jalan. 

      • Penelitian Kuantitatif 

      Tujuan: pendekatan subyek, sampel, langkah penelitian, sumber data sudah jelas. 

       

      • Penelitian Kualitatif : 
        • Mengamati ikut serta berupaya menemukan makna. Harus terjun langsung menjadikan partisipan aktif di kehidupan responden. 
        • Melakukan secara objektif 
        • Mencatat data dan dengan fakta.
        • Pencatatan harus dilakukan dengan formal dan teliti dan konsisten sesuai dengan tujuan peneliti. 
        • Fenomena yang ada harus dilihat dari konteksnya baik secara fungsi maupun struktur. 
        •  Lebih kepada studi kasus di lapangan, misalnya masalah etnografis , dan sebagainya.
        • Penelitian Kuantitatif : 
        • Pendekatan kuantitatif menekankan kepada hasil dari rata-rata keragaman yang ada
        • Cara berpikir dalam menganalisis dengan pendekatan kualitatif menekankan kepada: logika, yang mencari kesalahan. 
        • Kuantitatif : 

      ΓÇô Dipandang sebagai suatu bersifat eksploratoris dan induktif. 

      ΓÇô Mengukur fakta. Fokus pada keandalan / reliabilitas adalah kunci 

      ΓÇô Teori dan data terpisah 

      ΓÇô Dalam konteks bebas 

      ΓÇô Kasus banyak subjek 

      ΓÇô Tidak terlibat. 

       

      • Penelitian Kualitatif : 
        • Adalah suatu pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dimana penelitian adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal. 
      • Penelitian Kuantitatif: 
        • Pengambilan data tersedia karena telah mengalami perlakuan sebelumnya secara terus-menerus. Dengan demikian diambil sampelnya melalui angket yang selanjutnya datanya diolah secara statistika sesuai dengan tujuan penelitian. 

       

      • Penelitian Kualitatif: 
        • Membangun realitas sosial, makna budaya 
        • Fokus pada proses Interaktif kegiatan 
        • Intensitas adalah kunci 
        • Nilai sekarang dan eksplisit 
        • Teori dan data menyatu 
        • Dibatasi situasi 
        • Sedikit kasus subjek 
        • Analisis sistematik berkaitan 
        • Peneliti terlibat.
      • Penelitian Kuantitatif: 
        • Melakukan generalisasi dalam pengambilan kesimpulan untuk suatu populasi yang sampelnya sudah dihomogenkan melalui metode sampling yang sesuai. 
        • Peneliti melakukan pengumpulan data yang sudah tersedia sehingga keterlibatan peneliti tidak secara nyata dibutuhkan di lapangan. 
      • Penelitian Kualitatif: 
        • Suatu hal yang efektif 
        • Variabel realitas dapat diidentifikasi dan diukur 
        • Penelitian terlepas dari objek pengamatan
      • Penelitian Kuantitatif
        • Realitas merupakan bentuk sosial 
        • variabel relatif sulit diukur, kompleks dan saling berhubungan -peneliti berhubungan langsung dengan objek atau partisipan yang diamati. 

       

      • Penelitian Kualitatif: 
        • Hipotesis dikembangkan sejalan dengan penelitian atau sesaat penelitian.
        • Definisi sesuai konteks atau saat peneliti berlangsung 
        • Deskripsi naratif atau kata-kata ungkapan atau pernyataan 
        • Lebih suka menganggap cukup reabilitas pengumpulan 
        • Penilaian validitas sesuai pengecekan silang atas sumber informasi
        • Menggunakan deskripsi secara naratif 
      • Penelitian kuantitatif:
        • Menggunakan hipotesis yang ditentukan sejak awal peneliti 
        • Definisi yang jelas dinyatakan sejak awal 
        • Reduksi data menjadi angka-angka 
        • Lebih memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrumen peneliti 
        • penilaian yang validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistik
        • menggunakan deskripsi prosedur yang jelas (terkin
      http://

    • 1.      Mahasiswa  mampu menyusun kesimpulan  penelitian

      2.     Mahasiswa mampu mencari implikasi/temuan penelitian 

      2.      Mahasiswa  mampu memberikan saran berdasarkan implikasi dan temuan 


    • Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kesimpulan adalah salah satu komponen terpenting dari setiap makalah atau arti artikel penelitian. Ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk membuat kesan yang baik pada pembaca Anda.

      Jika Anda dapat dengan yakin mengatakan bahwa Anda telah sepenuhnya menjawab pertanyaan yang diajukan, atau meninggalkan pembaca dengan pertimbangan yang menggugah pikiran, Anda telah melakukannya dengan baik.

      Kesimpulan ialah pernyataan singkat, jelas, dan sistematis dari keseluruhan hasil analisis, pembahasan, dan pengujian hipotesis penelitian.

      Pengertian Kesimpulan

      Kesimpulan adalah pernyataan atau proposisi (kalimat yang disampaikan) yang diambil dari beberapa pernyataan (ide pemikiran) dengan beberapa aturan inferensi (yang berlaku). Kesimpulan termasuk suatu gagasan yang tercapai di bagian akhir pembicaraan. Atau dengan kata lain bahwa kesimpulan adalah hasil dari suatu pembicaraan.

      Bukan hanya gagasan yang disampaikan pada akhir suatu pembicaraan, tapi kesimpulan juga harus dicantumkan pada bagian akhir dari suatu karya tulis ilmiah. Kesimpulan dari sebuah makalah penelitian perlu meringkas isi dan tujuan dari makalah tersebut.

      Ciri Kesimpulan

      Ciri-ciri atau karakteristik kesimpulan yang baik adalah sebagai berikut:

      1. Ini menyatakan kembali kalimat tesis (pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karya tulis ilmiah) tetapi tidak menggunakan kata-kata yang persis.
      2. Ini menyatakan kembali kalimat topik penelitian dari paragraf yang telah dikembangkan tetapi tidak menggunakan kata-kata yang persis.
      3. Jika sesuai, itu menyatakan pendapat, membuat prediksi, atau memberikan solusi.
      4. Itu diakhiri dengan pernyataan yang meringkas esai.
      5. Ini menggunakan kata transisi ringkasan (yaitu, dengan kata lain, singkatnya, ringkasanya, kesimpulannya, dan karena itu) untuk memberi isyarat kepada pembaca bahwa ide-ide tersebut akan berakhir.

      Jenis Kesimpulan

      Adapun untuk beragam macam kesimpulan dalam hasil penelitian, antara lain adalah sebagai berikut;

      Perbandingan (Comparison)

      Jenis kesimpulan ini membandingkan dua elemen satu sama lain atau membandingkan satu elemen dengan elemen itu sendiri. Contohnya: Jelas bahwa kandidat tahun ini lebih kuat dari kandidat tahun lalu; Jelas bahwa kandidat tahun ini memahami keinginan publik lebih baik daripada yang dia lakukan setahun yang lalu.

      Indikator umum kata perbandingan (lebih baik daripada, lebih sehat daripada, lebih berguna daripada) dapat membantu Anda mengidentifikasi kesimpulan sebagai perbandingan.

      Sebab-Akibat (Causation)

      Ketika satu hal (seperti peristiwa, tindakan, fenomena) secara langsung memengaruhi yang lain, itu adalah hubungan sebab akibat. Contohnya: Tadi malam, saya minum obat batuk dan hari ini saya merasa jauh lebih baik. Sehingga obat batuk benar-benar efektif. (Penyebab: obat batuk; efek: merasa lebih baik).

      Penilaian (Assessments)

      Ketika seorang arguer memberikan atribut subyektif tertentu untuk sesuatu, Anda bisa menyebutnya penilaian. Contohnya: Bunganya indah; Kebijakan ini sangat membantu; Hasilnya akan menjadi penting. Catatan: Fakta-fakta ilmiah bukanlah penilaian ΓÇ£Matahari terdiri dari beberapa gasΓÇ¥ adalah faktaΓÇ¥; Matahari adalah pemandangan yang menyenangkanΓÇ¥ adalah penilaian.

      Rekomendasi (Recommendation)

      Jenis kesimpulan ini menegaskan metode atau tindakan yang terbaik (atau, dalam bentuk negatifnya, merekomendasikan terhadap metode atau tindakan tertentu).

      Contohnya: Dalam mengobati penyakit ini, maka, dokter harus mendukung pengobatan X. Indikator umum kata kunci seperti ΓÇ£harusΓÇ¥ akan memberi sinyal rekomendasi kepada Anda, tetapi kadang-kadang rekomendasi tersirat.

      Prediksi (Prediction)

      Sebuah prediksi menegaskan pendapat si pendebat tentang sesuatu yang akan terjadi dalam waktu dekat atau jauh. Contohnya: Jelas, pertandingan tenis akan dijadwal ulang; Populasi tunawisma mungkin tidak berkurang tahun depan.

      Untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan kesimpulan. Jika si arguer percaya bahwa sesuatu akan atau tidak akan terjadi di beberapa titik di masa depan, kemungkinannya bagus bahwa itu adalah kesimpulan utama argumen.

      Keyakinan Sederhana (Simple Beliefs)

      Nama ini mungkin agak menyesatkan, karena Anda bisa mengatakan bahwa semua kesimpulan adalah semacam keyakinan sederhana; namun, beberapa siswa merasa berguna untuk mengkarakterisasi kesimpulan apa pun yang bukan salah satu dari tipe di atas sebagai keyakinan sederhana.

      Ini adalah kesimpulan yang merupakan klaim sederhana yang diyakini oleh si arguer itu benar dan itu bukan perbandingan, penilaian, rekomendasi, atau prediksi. Contohnya: Jelas bahwa siswa tersebut menyontek pada ujian; Pencuri itu mungkin masih di suatu tempat.

      Syarat Kesimpulan

      Secara garis besar, kesimpulan dari sebuah esai memiliki tiga bagian utama, yaitu: Jawaban (pernyataan tesis, ditinjau kembali), Ringkasan (poin utama dan sorotan dari paragraf di tubuh esai), Signifikansi (relevansi dan implikasi dari temuan esai).

      Kesimpulan yang ditulis dengan baik akan memberi Anda peluang penting untuk menunjukkan kepada pembaca pemahaman Anda tentang masalah penelitian. Ini termasuk:

      1. Menyajikan kata terakhir pada masalah yang Anda angkat penelitian Anda. Sama seperti pengantar memberikan kesan pertama kepada pembaca Anda, kesimpulannya menawarkan kesempatan untuk meninggalkan kesan abadi.
      2. Ringkaskan pemikiran Anda dan sampaikan pentingnya studi Anda. Kesimpulan adalah kesempatan untuk menjawab dengan ringkas (atau dalam beberapa kasus, untuk menekankan kembali) pertanyaan dengan menempatkan penelitian dalam konteks bagaimana penelitian Anda memajukan penelitian terdahulu tentang topik tersebut.
      3. Identifikasi bagaimana kesenjangan dalam literatur telah diatasi. Kesimpulan adalah di mana Anda menggambarkan bagaimana kesenjangan yang sebelumnya diidentifikasi dalam literatur (dijelaskan di bagian tinjauan literatur Anda) telah diisi oleh penelitian Anda.
      4. Peragakan pentingnya ide Anda. Jangan malu-malu. Kesimpulan menawarkan Anda kesempatan untuk menguraikan dampak dan pentingnya temuan Anda.
      5. Memperkenalkan kemungkinan cara berpikir baru atau diperluas tentang masalah penelitian. Ini tidak merujuk pada pengenalan informasi baru (yang harus dihindari), tetapi untuk menawarkan wawasan baru dan pendekatan kreatif untuk membingkai atau mengontekstualisasikan masalah penelitian berdasarkan hasil penelitian Anda.

      Cara Menuliskan Kesimpulan

      Berikut adalah beberapa langkah yang perlu diingat ketika membuat kesimpulan dasar untuk makalah penelitian Anda:

      Nyatakan kembali topiknya

      Anda harus menyatakan kembali topik tersebut secara singkat juga menjelaskan mengapa itu penting. Jangan menghabiskan banyak waktu atau ruang untuk menyatakan kembali topik Anda.

      Makalah penelitian yang baik akan membuat pentingnya topik Anda terlihat, sehingga Anda tidak perlu menulis pembelaan yang rumit tentang topik Anda dalam kesimpulan. Biasanya hanya satu kalimat yang Anda butuhkan untuk menyatakan kembali topik Anda.

      Contohnya adalah jika Anda menulis makalah tentang epidemiologi penyakit menular, Anda mungkin mengatakan sesuatu seperti ΓÇ£Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menyebar dan mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia setiap tahunΓÇ¥. Contoh lain dari makalah humaniora tentang Renaisans Italia: ΓÇ£Renaissance Italia adalah ledakan seni dan ide-ide yang berpusat di sekitar seniman, penulis, dan pemikir di FlorenceΓÇ¥.

      http://

      http://

    • Pengertian 

      Seringkali orang mengunakan istilah ΓÇ£implikasiΓÇ¥ tanpa benar-benar memikirkan apa arti dan definisinya. Penggunaan kata implikasi memang masih jarang digunakan dalam kalimat-kalimat percakapan sehari-hari. Penggunaan kata implikasi biasanya umum digunakan dalam sebuah bahasa penelitian. Maka dari itu masih sedikit kajian yang membahas tentang arti dari kata implikasi. Namun jika mendengar istilah implikasi, hal pertama yang terpikirkan pada umumnya adalah  sebuah akibat atau sesuatu hal yang memiliki dampak secara langsung.

      Arti kata implikasi itu sendiri sesungguhnya memiliki cakupan yang sangat luas dan beragam, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kalimat dalam cakupan bahasa yang berbeda-beda. Kata implikasi dapat dipergunakan dalam berbagai keadaan maupun situasi yang mengharuskan seseorang untuk berpendapat atau berargumen. Seperti halnya dalam bahasa penelitian maupun matematika.

      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna kata implikasi adalah keterlibatan atau suasana terlibat. Sehingga setiap kata imbuhan berasal dari implikasi seperti kata berimplikasi atau mengimplikasikan yakni berarti membawa jalinan keterlibatkan atau melibatkan dengan suatu hal.

      Implikasi Menurut Para Ahli Adalah

      Menurut Islamy (2003, 114-115), implikasi adalah segala sesuatu yang telah dihasilkan dengan adanya proses perumusan kebijakan. Dengan kata lain implikasi adalah akibat-akibat dan konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkan dengan dilaksanakannya kebijakan atau kegiatan tertentu.

      Menurut Winarno (2002:171-174): Setidaknya ada lima dimensi yang harus dibahas dalam memperhitungkan implikasi dari sebuah kebijakan. Dimensi-dimensi tersebut meliputi: pertama, implikasi kebijakan pada masalah-masalah publik dan implikasi kebijakan pada orang-orang yang terlibat, Kedua, kebijakan mungkin mempunyai implikasi pada keadaan-keadaan atau kelompok-kelompok diluar sasaran atau tujuan kebijakan, Ketiga, kebijakan mungkin akan mempunyai implikasi pada keadaan-keadaan sekarang dan yang akan datang, keempat, evaluasi juga menyangkut unsur yang lain yakni biaya langsung yang dikeluarkan untuk membiayai program-program kebijakan publik, dan kelima, biaya-biaya tidak langsung yang ditanggung oleh masyarakat atau beberapa anggota masyarakat akibat adanya kebijakan publik.

      Menurut Silalahi (2005: 43), implikasi adalah akibat yang ditimbulkan dari adanya penerapan suatu program atau kebijakan, yang dapat bersifat baik atau tidak terhadap pihak-pihak yang menjadi sasaran pelaksanaan program atau kebijaksanaan tersebut.

      Macam Macam Implikasi

      Implikasi terdiri atas berberapa jenis, dilihat dari pengguaannya yaitu terdiri atas berberapa jenis diantaranya.

      1. Implikasi Teoritis
      2. Implikasi Manajerial
      3. Implikasi Metodologi
      4. Implikasi Logika Matematika
      5. Implikasi dalam Kepemimpinan
      6. Implikasi Etika
      7. Implikasi Budaya
      8. Implikasi Globalisasi
      1. Implikasi Teoritis

      Implikasi-Teoritis

      Pada bagian ini peneliti menyajikan gambar lengkap mengenai implikasi teoretikal dari penelitian ini. Bagian ini bertujuan untuk meyakinkan penguji pada mengenai kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dalam teori-teori yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian, tetapi juga implikasinya bagi teori-teori yang relevan dengan bidang kajian utama yang disajikan dalam model teoretis.


       


      1. Implikasi Manajerial

      Implikasi-Manajerial

      Implikasi manajerial yaitu mengulas atau membahas tentang kesimpulan atau hasil akhir penelitian. Tentunya kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan atas kebijakan-kebijakan yang diterapkan dalam metode penelitian. Kebijakan-kebijakan yang diambil untuk mendapatkan hasil akhir keputusan tersebut diperoleh melalui sebuah proses pengambilan keputusan yang bersifat menyeluruh dan partisipatif dari seluruh anggota peneliti dan dengan cara manajerial yang tepat. Implikasi kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan hasil penelitian  tersebut disebut juga sebagai implikasi manajerial. Selain itu, implikasi manajerial dapat memberikan manfaat bagi ilmu manajemen. Manajemen itu itu terdiri dari dua implikasi yaitu :

      • Implikasi prosedural, yaitu analisis, perencanaan kerja, pilihan kebijakan, dan tata cara analisis.
      • Implikasi yang bersifat substantif, yaitu perkiraan rencana maupun perumusan sebuah tindakan.

       

      1. Implikasi Metodologi

      Implikasi-Metodologi

      Bagian ini bersifat opsional dan menyajikan refleksi penulis mengenai metodologi yang digunakan dalam penelitiannya.Misalnya pada bagian ini dapat disajikan penjelasan mengenai bagian-bagian metode penelitian mana yang telah dilakukan dengan sangat baik dan bagian mana yang relatif sulit serta prosedur mana yang telah dikembangkan untuk mengatasi berbagai kesulitan itu yang sebetulnya tidak digambarkan sebelumnya dalam literatur mengenai metode penelitian. Peneliti dapat menyajikan dalam bagian ini pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam penelitian lanjutan atau penelitian lainnya untuk memudahkan atau untuk meningkatkan mutu dari penelitian.

      1. IMPLIKASI Logika MATEMATIKA

      IMPLIKASI-Logika-MATEMATIKA

      Kata implikasi selain sering dipergunakan dalam jenis-jenis kajian ilmiah maupun dalam sebuah penelitian, umum juga dipergunakan dalam kajian ilmu matematika. Hal ini disebut sebagai implikasi matematika. Kata implikasi dalam matematika memiliki arti sebagai pernyataan yang berarti majemuk serta sering ditampilkan dalam kata ΓÇ£jikaΓÇ¥ atau ΓÇ£makaΓÇ¥. Didalam logika matematika cara membaca maupun penulisan ΓÇ£jikaΓÇ¥ dan ΓÇ£makaΓÇ¥ ini dapat dijelaskan dengan implikasi sebagai berikut :

      ΓÇ£p => qΓÇ¥

      Implikasi matematika tersebut dapat dibaca ΓÇ£jikaΓÇ¥ p ΓÇ£makaΓÇ¥ q. Implikasi p => q dapat diartikan secara harfiah, dimana ΓÇ£pΓÇ¥ (anteseden) sebagai sebuah hipotesis dan dugaan awal atau sementara dan ΓÇ£qΓÇ¥ sebagai sebuah konsekuen.

      1. Implikasi dalam Kepemimpinan

      Implikasi-dalam-kepemimpinan

      Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah kepemimpinan. Seorang pemimpin tentunya harus memiliki sikap-sikap yang berkualitas untuk kemajuan oraganisasi maupun perusahaannya. Selain harus bertanggung jawab, seorang pemimpin harus memiliki sifat dan sikap sebagai seorang leader yang memiliki tujuan serta visi yang jelas. Seorang pemimpin harus mampu memberikan dorongan bagi anggotanya. Serta mengutamakan hubungan yang manusiawi dan menghargai.  Pemimpin yang baik akan memiliki implikasi dan manfaat yang positif terhadap perusahaan maupun anggotanya.
      1. Implikasi Etika

      Implikasi-etika

      Hal ini berkaitan dengan kebiasaan yang dilakukan. Tentunya etika telah diajarkan sejak usia dini, kemudian berlanjut untuk selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali jenis dan etika di masyarakat. Contoh yang paling sederhana adalah orang yang masih usia muda, harus menghormati orang tua, kemudian terdapat etika jika melakukan kesalahan bahwa hendaknya meminta maaf terlebih dahulu. Jika selalu diterapkan dengan baik, hal-hal ini akan memberikan implikasi yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Diantaranya adalah penghormatan dan kebanggaan.

      1. Implikasi Budaya

      Implikasi-Budaya

      Menerima dan mempelajari kebudayaan dari negara lain adalah salah satu bentuk sikap yang positif, intinya adalah tidak perlu menutup diri dan selalu terbuka dengan perubahan dan perbedaan. Namun jangan sampai sikap terbuka ini melampaui rasa bangga terhadap tanah air. Yang seharusnya dilakukan adalah menerima budaya-budaya yang positif dan sesuai dengan kepribadian diri. Penyerapan budaya yang negatif akan memiliki implikasi yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

      8. Implikasi Globalisasi

      Implikasi-Globalisasi

      Implikasi ini sering diartikan sebagai sebuah akibat atau efek ketika fenomena globalisasi telah terjadi di sebuah wilayah atau negara. Implikasi globalisasi ini tidak hanya terbatas pada definisi produk atau barang saja, namun dapat pula berupa bahasa, teknologi, pendidikan, budaya, kebiasaan atau habit, dan lain sebagainya. Artinya adalah ketika produk maupun kebudayaan dari suatu wilayah atau negara, dapat dengan mudah dan bebas untuk masuk serta diterapkan dalam suatu wilayah maupun negara yang lainnya.


      Implikasi globalisasi dapat berdampak akibat yang bersifat positif maupun negatif. Dampak yang positif adalah suatu wilayah atau negara yang menerima globalisasi akan semakin maju dan up to date. Namun sebaliknya, apabila terlalu berlebihan, maka akan menimbulkan efek-efek negatif seperti penguasaan suatu wilayah atau negara atas produk-produk maupun kebudayaan dari wilayah atau negara lain. Contohnya adalah semakin banyaknya supermarket dan minimarket sehingga akan mendominasi tempat-tempat seperti pasar-pasar tradisional di bidang konsumsi, dan pembelian produk-produk lokal dalam negeri.

       


      CONTOH DARI IMPLIKASI

      • Implikasi Logika Matematika

          p         : 3+5=8  (benar)

      q           :   8 adalah bilangan genap  (benar)

      p=>q    :  jika 3+5=8, maka 8 adalah bilangan genap  (benar)

      • Implikasi Teoritis

          p            : jika anda tidak sakit maka anda tidak pergi ke dokter.

      q              :   jika anda pergi ke dokter maka anda sakit.

      p=>q       :  jika anda tidak pergi ke dokter maka anda tidak sakit.

      Telah disebutkan sebelumnya bahwa kata implikasi lebih erat kaitannya dengan kajian ilmiah atau hal-hal yang berhubungan dengan penelitian. Tujuan implikasi penelitian adalah membandingkan hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya dengan hasil penelitian yang terbaru atau baru dilakukan melalui sebuah metode.

      Terdapat jenis-jenis implikasi metode penelitian yang pada umumnya dilakukan untuk melakukan sebuah kajian ilmiah dan penelitian. Beberapa jenis implikasi penelitian tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 

      1. Implikasi Teoritis

      Implikasi teoritis adalah dimana seorang peneliti akan menggunakan kelengkapan data berupa gambar-gambar maupun foto yang bertujuan untuk menguatkan hasil temuan dan penelitiannya. Gambar-gambar ini diperlukan peneliti untuk mendukung dan melengkapi hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya agar dapat dipresentasikan kepada pihak penguji. Gambar-gambar yang disajikan tersebut juga harus berkaitan dengan implikasi teoritikal berdasarkan hasil penelitian yang disajikan.

      Penambahan gambar-gambar ini bertujuan selain memudahkan peneliti untuk menjelaskan dan menjabarkan hasil penelitiannya, juga bermanfaat sebagai bahan pertimbangan untuk meyakinkan para penguji. Karena tujuan utama penelitian dilakukan tentunya adalah memberikan suatu kontribusi bagi ilmu pengetahuan baik itu secara teori maupun praktek langsung untuk menyempurnakan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya.

      2. Implikasi Metodologi

      Implikasi Metodologi penelitian adalah membahas tentang bagaimana cara dan metode dari teori-teori yang digunakan dalam sebuah penelitian. Biasanya seorang peneliti memiliki banyak metode yang akan atau telah digunakan dalam penelitiannya. Sehingga implikasi metodologi ini lebih menjadi sebuah refleksi seorang peneliti terhadap hasil penelitiannya. Hal ini karena setiap peneliti pasti memiliki cara yang khas dan metode masing-masing untuk menyelesaikan hasil penelitiannya tersebut.

      Didalam keseluruhan hasil penelitian, pasti terdapat metode yang sulit untuk dilakukan maupun yang mudah dalam pengaplikasiannya. Maka dari itu implikasi metodologi bertujuan untuk menjelaskan kesulitan-kesulitan maupun tantangan yang dialami oleh peneliti selama menyelesaikan hasil penelitian tersebut. 

      Selain itu implikasi metodologi juga menjelaskan tentang inovasi-inovasi maupun ide-ide apa saja yang telah ditemukan, dikembangkan dan dilakukan untuk memecahkan sebuah masalah dalam ilmu pengetahuan melalui hasil penelitian. Tujuan dari selalu dilakukannya penelitian secara berkelanjutan adalah untuk meningkatkan dan menyempurnakan hasil temuan ilmiah. Semakin sempurna suatu hasil penelitian, maka kualitas penelitian itu sendiri akan lebih baik sehingga dapat menjadi suatu resolusi bagi masalah yang ada dalam kajian ilmu pengetahuan. 

      Implikasi metodologi biasanya juga memuat bagian tentang masukan atau saran serta kesimpulan penelitian. Semua ini dikemukakan oleh peneliti agar mendapat masukan dan perbaikan dari para penguji. Masukan-masukan yang diberikan oleh penguji akan menjadi sebuah evaluasi untuk membuat sebuah penelitian menjadi lebih baik lagi.  

      3. Implikasi Manajerial

      Implikasi manajerial mengulas atau membahas tentang kesimpulan atau hasil akhir penelitian. Tentunya kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan atas kebijakan-kebijakan yang diterapkan dalam metode penelitian. Kebijakan-kebijakan yang diambil untuk mendapatkan hasil akhir keputusan tersebut diperoleh melalui sebuah proses pengambilan keputusan yang bersifat menyeluruh dan partisipatif dari seluruh anggota peneliti dan dengan cara manajerial yang tepat. Implikasi kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan hasil penelitian  tersebut disebut juga sebagai implikasi manajerial. Selain itu, implikasi manajerial dapat memberikan manfaat bagi ilmu manajemen. Manajemen itu itu terdiri dari dua implikasi yaitu :

      1. Implikasi prosedural, yaitu analisis, perencanaan kerja, pilihan kebijakan, dan tata cara analisis.
      2. Implikasi yang bersifat substantif, yaitu perkiraan rencana maupun perumusan sebuah tindakan.
      Perbedaan Kesimpulan-Implikasi 

      Kesimpulan :

      - Kesimpulan berisi jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada bagian rumusan masalah.

      - Kesimpulan berasal dari fakta-fakta atau hubungan yang logis

      Implikasi :

      - peneliti menyajikan gambar lengkap mengenai implikasi teoretikal dari penelitian

      - Bersifat opsional

      Penjelasan:

      Kesimpulan penelitian adalah pernyataan singkat tentang hasil analisis deskripsi dan pembahasan tentang hasil pengetesan hipotesis yang telah dilakukan di BAB sebelumnya. 

      Implikasi berfungsi membandingkan antara hasil penelitian yang lalu dengan hasil penelitian yang baru dilakukan.


    • Silahkan anda review kembali mulai dari teknis membuat latar belakang, permasalahan, tujuan, literatur, metode penelitian, penentuan variabel operasional , dan instrumen penelitian 

      Dan silahkan absen disini terima kasih 

    • UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

      Mata Kuliah : Metodologi Penelitian
      Bentuk Ujian : Take Home Exam (Proposal Tesis)


      Petunjuk Umum

      Apa kabar semuanya, semoga dalam keadaan sehat.

      Setelah kurang lebih 4 bulan perkuliahan (16 kali pertemuan), kita telah membahas berbagai materi terkait metodologi penelitian. Oleh karena itu, pada Ujian Akhir Semester (UAS) ini, Anda diminta untuk menyusun sebuah draft proposal skripsi sesuai dengan ketentuan berikut.


      Bentuk dan Waktu Pengumpulan

      • Bentuk Ujian : Penyusunan Draft Proposal Skripsi

      • Waktu Pengumpulan :
        Hari/Tanggal : Sabtu, 15 Febuari 2026
        Pukul : 13.30 WIB

      • Media Pengumpulan : Google form (https://forms.gle/HFtvey66ykoLBK9M6)

      • Format File :

        • File Word (.doc/.docx)

        • Bukan PDF


      Ketentuan Penyusunan Proposal

      Draft proposal skripsi wajib disusun secara sistematis dengan struktur sebagai berikut:


      Judul Penelitian

      Judul harus mencerminkan:

      • Fokus penelitian

      • Variabel yang diteliti

      • Objek atau konteks penelitian


      BAB I: Pendahuluan

      Berisi:

      1. Latar Belakang

      2. Rumusan Masalah

      3. Tujuan Penelitian

      4. Manfaat Penelitian

      5. Sistematika Penulisan


      BAB II: Landasan Teori

      Berisi:

      1. Teori-teori yang relevan dengan penelitian

      2. Penelitian Terdahulu

        • Diperbolehkan disajikan dalam bentuk matriks literatur

      3. Kerangka Pemikiran

      4. Hipotesis Penelitian


      BAB III: Metodologi Penelitian

      Berisi:

      1. Jenis Penelitian

      2. Sumber Data

      3. Metode Pengumpulan Data

      4. Populasi dan Sampel

      5. Teknik Analisis Data


      Daftar Pustaka

      • Menggunakan APA Style

      • Sumber pustaka relevan dan akademik (jurnal, buku, prosiding)


      Ketentuan Tambahan

      1. Proposal wajib dilengkapi cover, yang memuat:

        • Nama mahasiswa

        • NPM

        • Judul penelitian

        • Logo institusi

      2. kirim ke https://forms.gle/HFtvey66ykoLBK9M6

      3. Proposal disusun secara orisinal dan akademik

      4. Keterlambatan pengumpulan akan mengikuti ketentuan akademik yang berlaku


      Semoga sukses dan selamat bekerja.
      Terima kasih.