Garis besar topik

    • Setelah anda mempelajari materi ini, maka anda diharapkan: 

      1. Mahaiswa mampu menjelaskan dan mengenal macam-macam data 

      2. Mahasiswa  mampu menentukan siapa dan berapa populasi 

      3. Mahasiswa  mampu menentukan jumlah dan cara pengambilan sampel 

      4.  Mahasiswa  mampu melaksanakan penelitian bisnis

      5. Mahasiswa  mampu melakukan uji kualitas data 



    • Pengertian Data Penelitian

      Data adalah setiap informasi yang telah dikumpulkan, diamati, dihasilkan atau dibuat untuk memvalidasi temuan penelitian yang mengandung orisinalitas (Sekaran, 2016). Bahkan Data merupakan materi mentah yang membentuk semua laporan penelitian (Dempsey &  Dempsey, 2002: 76).  Berdasarkan penjelasan para pakar di atas, maka dalam artikel kali ini, penulis akan menyebutkan istilah data sebagai data penelitian.

      Pengertian Data dalam arti luas adalah sekumpulan informasi yang dapat diuat, diolah, dikirimkan dan di analisis. Namun apabila kita mau mengartikan data dalam arti sempit konteks penelitian, maka yang dimaksud dengan data adalah data penelitian. Untuk pengertian yang kedua tersebut, maka sebaiknya kita merujuk kepada data definisi penelitian yang sudah dikemukakan oleh para pakar di atas.

      Klasifikasi Data Penelitian

      Data Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat, sumber, dan juga skala pengukurannya. Berikut di bawah ini akan kami jelaskan satu persatu tentang klasifikasi data penelitian:

      Berdasarkan sifatnya:

      1) Data kuantitatif: data yang berupa angka-angka. Misalnya berat badan, luas rumah, tinggi badan, nilai IQ, dll.

      2) Data kualitatif: data yang berupa kata-kata atau pernyataan- pernyataan. Dapat pula diartikan sebagai data kategorik, karena memang biasanya berupa kategori atau pengelompokan-pengelompokan berdasarkan nama atau inisial tertentu. Misalkan: Kelompok PNS, Petani, Buruh, Wiraswasta, dll.

      Data Berdasarkan sumbernya

      Berdasarkan sumbernya, data diklasifikasikan antara lain:

      Data primer

      Data primer adalah data yang diperoleh langsung pihak yang diperlukan datanya.

      Data sekunder

      Data Sekunder adalah data yang tidak diperoleh langsung dari pihak yang diperlukan datanya.

      Data Berdasarkan Skala Pengukurannya

      Berdasarkan skala pengukuruannya, data diklasifikasikan antara lain:

      Data yang merupakan hasil pengukuran variabel penelitian, memiliki jenis skala pengukuran sebagaimana yang terdapat pada variabel penelitian. Dengan demikian berdasarkan tinjauan ini, data dapat dibedakan menjadi antara lain:

      Data Nominal

      Data nominal adalah salah satu jenis data kualitatif, dimana berupa kategori yang diantara kategori tersebut tidak ada perbedaan derajat yang lebih tinggi dan yang lebih rendah. Misalkan: Jenis kelamin perempuan dan laki-laki, dimana laki-laki belum tentu lebih tinggi dari pada perempuan, begitu pula sebaliknya.

      Data Ordinal

      Data ordinal hampir sama dengan data nominal, hanya saja ada perbedaan derajat lebih tinggi dan lebih rendah. Misalnya: Pendidikan, dimana pendidikan perguruan tinggi lebih tinggi dari pada SMA, dan sebaliknya pedidikan SMA lebih rendah dari pada perguruan tinggi.

      Data Interval

      Data interval adalah data yang termasuk kelompok data kuantitatif, dimana berupa angka-angka yang didalamnya dapat dilakukan operasi matematika serta urutan antara satu data dengan data lainnya mempunyai rentang yang sama. Misalnya: Nilai ujian, dimana dikatakan berurutan dengan rentang yang sama yaitu setelah angka 1 kemudian 2 kemudian 3 dst. Serta dikatakan dapat dilakukan operasi matematika, adalah misalkan: angka 1 dapat dikalikan dengan angka 2 dan hasilnya adalah 2.

      Ciri khas penting lainnya adalah, data interval tidak mempunyai angka 0 absolut dan 100 absolut secara bersamaan atau dalam arti lain tidak bisa dipastikan peresentase antara satu data dengan keseluruhan data. maksudnya 0 absolut misalkan nilai ujian. Secara akal sehat, tidak mungkin ada nilai ujian kurang dari 0. Sedangkan 100 absolut misalkan juga nilai ujian, secara akal sehat tidak mungkin ada nilai ujian lebih dari 100. jadi data interval contohnya adalah berat badan, dimana tidak bisa dipastikan berapa sebenarnya nilai tertinggi berat badan. Bisa jadi orang punya berat bada puluhan kilo, ratusan atau bahkan ribuan kilo.

      Data Rasio

      Data rasio adalah data yang sebenarnya sama dengan data iterval, namun bedanya adalah data rasio dapat dibuat persentase karena ada nilai 0 dan 100 absolut. Seperti yang sudah dibahas di atas, yaitu misalnya nilai ujian yang mempunyai batasan nilai 0 sampai 100. Jika seorang siswa mendapatkan nilai 25, dapat diartikan nilai tersebut adalah 25% dari nilai maksimal 100.

    • Apa yang dimaksud dengan Populasi dan Sampel? Secara simpelnya, Populasi ada keseluruhan subjek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi tersebut. Mari kita bahas dalam artikel kali ini secara detail dan gamblang tentang Populasi dan Sampel tersebut serta perbedaan diantara keduanya. Perbedaan Populasi dan Sampel harus dipahami secara jelas agar tidak salah saat para peneliti melakukan penelitian. Oleh karena itu penting untuk memahami populasi dan sampel di dalam konteks Metodologi Penelitian.

      Pengertian Populasi Adalah:

      Apa yang dimaksud dengan Populasi? Populasi adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. Dan satuan-satuan tersebut dinamakan unit analisis, dan dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda, dst. (Djarwanto, 1994: 420).

      "<yoastmark

      Pengertian Populasi dan Sampel Menurut Para Ahli

      16 Pengertian Populasi Menurut Para Ahli Yang Populer

      Berikut adalah pengertian populasi menurut para ahli.
      Pengertian Populasi Menurut Ahli: Netra, Nawawi dan Arikunto:
      1. Menurut Netra (1976), Populasi adalah keseluruhan individu yang bersifat general atau umum yang mempunyai karakteristik yang cenderung sama.
      2. Menurut Hadari Nawawi (1983), Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri atas manusia, hewan, benda-benda, tumbuh, peristiwa, gejala, ataupun nilai tes sebagai sumber data yang mempunyai karakteristik tertentu dalam suatu penelitian yang dilakukan.
      3. Menurut Arikunto Suharsimi (1998: 117), Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti sebuah elemen yang ada dalam wilayah penelitian tersebut, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.
      Pengertian Populasi Menurut Ahli: Sugiyono, Bugin dan Nursalam:
      1. Menurut Sugiyono (1997: 57), Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
      2. Menurut Bugin (2000: 40), Populasi adalah keseluruhan (universum) dari objek penelitian berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya sehingga objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.
      3. Menurut Nursalam (2003), Populasi adalah keseluruhan dari variable yang menyangkut masalah yang diteliti.
      Pengertian Populasi Menurut Ahli: Furchan, Margono, Nazir, Sabar dan Zuriah:
      1. Menurut Furchan (2004), Populasi adalah objek, keseluruhan anggota sekelompok orang, organisasi, atau kumpulan yang telah dirumuskan oleh peneliti dengan jelas.
      2. Menurut Margono (2004), Populasi adalah keseluruhan data yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti dalam ruang lingkup dan waktu yang telah ditentukan. Populasi berkaitan dengan data-data, jika seorang manusia memberikan suatu data, maka ukuran atau banyaknya populasi akan sama banyaknya manusia.
      3. Menurut Nazir (2005), Populasi adalah sekumpulan individu dengan kualitas dan karakter yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Ciri, karakteristik, dan kualitas itu yang dinamakan sebagai variable. Ia membagi populasi menjadi dua yakni populasi finit dan infinit.
      4. Menurut Sabar (2007), Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau studi populasi atau study sensus.
      5. Menurut Zuriah (2009: 116), Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang telah ditentukan.
      Pengertian Populasi Menurut Ahli: Sudjana, Widyanto, Mulyatiningsih, Howell dan Morissan:
      1. Menurut Sudjana (2010: 6), Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil yang menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteritik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya.
      2. Menurut Widiyanto (2010: 5), Populasi adalah suatu kelompok atau kumpulan objek atau objek yang akan digeneralisasikan dari hasil penelitian.
      3. Menurut Mulyatiningsih (2011: 19), Populasi ialah sekumpulan orang, hewan, tumbuhan, atau benda yang memiliki karakteristik tertentu yang akan diteliti. Populasi akan menjadi wilayah generalisasi kesimpulan hasil penelitian.
      4. Menurut Howel (2011: 7), Populasi ialah sebagai kumpulan dan peristiwa dimana anda tertarik dengan peristiwa tersebut.
      5. Menurut Morissan (2012: 19), Populasi ialah sebagai suatu kumpulan subjek, variabel, konsep, atau fenomena. Kita dapat meneliti setiap anggota populasi untuk mengetahui sifat populasi yang bersangkutan.

      Demikian diatas adalah beberapa pengertian populasi menurut para ahli.

      Pengertian Sampel

      Apa yang dimaksud dengan sampel? Sampel disebut juga contoh. Berdasarkan pakar atau ahli, ΓÇ£sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak ditelitiΓÇ¥ (Djarwanto, 1994:43). Sampel yang baik, yang kesimpulannya dapat dikenakan pada populasi, adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi.

      3 Pengertian Sampel Menurut Para Ahli

      Apa yang dimaksud dengan sampel menurut para ahli? Berikut adalah pengertian sampel menurut para ahli:

      1. Menurut Sugiyono (2008: 118), Sampel adalah suatu bagian dari keseluruhan serta karakteristik yang dimiliki oleh sebuah Populasi.
        • Jika Populasi tersebut besar, sehingga para peneliti tentunya tidak memungkinkan untuk mempelajari keseluruhan yang terdapat pada populasi tersebut oleh karena beberapa kendala yang akan di hadapkan nantinya seperti: keterbatasan dana, tenaga dan waktu. Maka dalam hal ini perlunya menggunakan sampel yang di ambil dari populasi itu.
        • Dan selanjutnya, apa yang dipelajari dari sampel tersebut maka akan mendapatkan kesimoulan yang nantinya di berlakukan untuk Populasi. Oleh karena itu sampel yang di dapatkan dari Populasi memang harus benar-benar representatif (mewakili).
      2. Menurut Arikunto (2006: 131), Sampel adalah sebagian atau sebagai wakil populasi yang akan diteliti. Jika penelitian yang di lakukan sebagian dari populasi maka bisa dikatakan bahwa penelitian tersebut adalah penelitian sampel.
      3. Menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (2004: 85), Sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat dijangkau serta memiliki sifat yang sama dengan populasi yang diambil sampelnya tersebut.

      Demikian diatas adalah beberapa pengertian sampel menurut para ahli. Setelah membaca penjelasan diatas, semoga para pembaca sudah mengerti atau setidaknya mempunyai gambaran tentang pengertian dan perbedaan dari populasi dan sampel.

      Ringkasan Perbedaan Populasi dan Sampel

      Mari kita rangkum perbedaan populasi dan sampel tersebut berdasarkan ilustrasi gambar seperti berikut:

      Populasi dan Sampel Adalah Seperti Organisme dan Organ

      Berdasarkan gambar ilustrasi populasi dan sampel diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa populasi itu seperti sebuah organisme, sedangkan sampel adalah organ. Jadi, sampel adalah bagian yang tidak terpisahkan dari populasi. Dan sampel dalam hal ini haruslah dapat mewakili karakteristik dari keseluruhan populasi.

      Harapannya adalah, jika kita melakukan penelitian pada sampel, maka hasilnya harus dapat digunakan sebagai generalisasi bagi keseluruhan populasi.

      Kriteria Sampel

      Ada dua kriteria sampel yaitu kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Penentuan kriteria sampel diperlukan untuk mengurangi hasil peneliian yang bias.

      Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti (Nursalam, 2003: 96). Sedangkan yang dimaksud dengan Kriteria eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena sebab-sebab tertentu (Nursalam, 2003: 97).

      Sebab-sebab yang dipertimbangkan dalam menentukan kriteria ekslusi antara lain:

      1. Subjek mematalkan kesediannya untuk menjadi responden penelitian, dan
      2. Subjek berhalangan hadir atau tidak di tempat ketika pengumpulan data dilakukan.

      Teknik pengambilan sampel

      Pengertian teknik pengambilan sampel

      Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang merupakan sebagaian dari populasi tsb. kemudian diteliti dan hasil penelitian (kesimpulan) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi).

      Manfaat sampling Adalah:

      Apa sajakah manfaat dari sampling? Berikut antara lain manfaatnya:

      1. Menghemat beaya penelitian.
      2. Menghemat waktu untuk penelitian.
      3. Dapat menghasilkan data yang lebih akurat.
      4. Memperluas ruang lingkup penlitian.

      Syarat-syarat teknik sampling

      Apa saja syarat-syarat teknik sampling? Mari kita jelaskan:

      Teknik sampling boleh dilakukan bila populasi bersifat homogen atau memiliki karakteristik yang sama atau setidak-tidaknya hampir sama. Dan bila keadaan populasi bersifat heterogen, maka sampel yang dihasilkannya dapat bersifat tidak representatif atau tidak dapat menggambarkan karakteristik populasi.

      Jenis-jenis teknik sampling

      Apa saja jenis-jenis teknik sampling? Tentunya banyak sekali. Berikut antara lain dari jenis-jenis teknik sampling tersebut:

      1) Teknik sampling secara probabilitas

      Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.

      Teknik sampling semacam ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

      a) Teknik sampling secara rambang sederhana.

      Cara paling populer yang dipakai dalam proses penarikan sampel rambang sederhana adalah dengan undian.

      b) Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling).

      Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi.

      c) Teknik sampling secara rambang proportional.

      Jika populasi terdiri dari subpopulasi-subpopulasi maka sampel penelitian diambil dari setiap subpopulasi. Dan adapun cara pengambilannya dapat dilakukan secara undian maupun sistematis.

      d) Teknik sampling secara rambang bertingkat.

      Bila subpoplulasi-subpopulasi sifatnya bertingkat, cara peng-ambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proportional.

      e) Teknik sampling secara kluster (cluster sampling)

      Dan ada kalanya peneliti tidak tahu persis karakteristik populasi yang ingin dijadikan subjek penelitian karena populasi tersebar di wilayah yang amat luas. Untuk itu peneliti hanya dapat menentukan sampel wilayah, berupa kelompok klaster yang ditentukan secara bertahap. Teknik pengambilan sampel semacam ini disebut cluster sampling atau multi-stage sampling.

      2) Teknik sampling secara nonprobabilitas.

      Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample dari populasi yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti dan/atau menurut pertimbangan pakar.

      Dan beberapa jenis atau cara penarikan sampel dari populasi secara nonprobabilitas adalah sebagai berikut:

      a) Purposive sampling atau judgmental sampling

      Penarikan sampel dari populasi secara purposif adalah cara penarikan sample yang dilakukan dengan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan oleh peneliti.

      b) Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju).

      Penarikan sample pada populasi berdasarkan pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama, sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua, dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar, seolah-olah terjadi efek bola salju.

      c) Quota sampling (penarikan sample secara jatah).

      Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data.

      d) Accidental sampling atau convenience sampling

      Dalam penelitian, bisa saja terjadi diperolehnya sampel dari populasi yang tidak direncanakan terlebih dahulu sebelumnya. Melainkan secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan. Dan proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan dari populasi.

      Penentuan Jumlah Sampel

      Bila jumlah populasi dipandang terlalu besar, dengan maksud untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga, maka peneliti tidak meneliti seluruh anggota populasi melainkan akan menggunakan sampel.

      Bila peneliti bermaksud meneliti sebagian dari populasi saja (sampel), pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa jumlah sampel yang memenuhi syarat. Ada hukum statistik dalam menentukan jumlah sampel, yaitu semakin besar jumlah sampel semakin menggambarkan keadaan populasi (Sukardi, 2004 : 55).

      Penentuan Jumlah Sampel Berdasarkan Karakteristik Populasi

      Dan selain berdasarkan ketentuan di atas, perlu pula penentuan jumlah sampel dikaji dari karakteristik populasi. Bila populasi bersifat homogen maka tidak dituntut sampel yang jumlahnya besar. Misalnya saja dalam pemeriksaan golongan darah.

      Walaupun pemakaian jumlah sampel yang besar sangat dianjurkan, dengan pertimbangan adanya berbagai keterbatasan pada peneliti, sehingga peneliti berusaha mengambil sampel minimal dengan syarat dan aturan statistika tetap terpenuhi sebagaimana dianjurkan oleh Isaac dan Michael (Sukardi, 2004 : 55).

      Dengan menggunakan rumus tertentu (lihat Sukardi, 2004: 55-56), Isaac dan Michael memberikan hasil akhir jumlah sampel terhadap jumlah populasi antara 10 ΓÇô 100.000.

      Demikian diatas telah kami jelaskan tentang pengertian populasi dan sampel secara detail, semoga bermanfaat untuk para pembaca atau peneliti.



    • Langkah Dalam Teknik Pengambilan Sampel

      Menurut Dalen (1981), beberapa langkah yang harus diperhatikan peneliti dalam menentukan sampel, yaitu:
      1. Menentukan populasi,
      2. Mencari data akurat unit populasi,
      3. Memilih sampel yang representative,
      4. Menentukan jumlah sampel yang memadai.

      Jenis Teknik Penentuan Sampel

      Untuk menentukan sampel dalam penelitian, terdapat berbagai teknik pengambilan sampel yang digunakan. Teknik sampling berdasarkan adanya randomisasi, yakni pengambilan subyek secara acak dari kumpulannya, dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu sampling nonprobabilitas dan sampling probabilitas. Teknik-teknik sampling tersebut dapat dilihat pada skema berikut.
      Menurut Sugiyono (2001), untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Secara skematis ditunjukkan pada diagram berikut ini:

      Teknik Sampling

      Dari diagram di atas menjelaskan pada kita bahwasanya teknik penentuan sampel dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Teknik pengambilan sampel pertama adalah Probability Sampling dan kedua adalah Nonprobability Sampling.
      Yang termasuk ke dalam kelompok probability sampling antara lain: simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan area (cluster) sampling (disebut juga dengan sampling menurut daerah). Sedangkan yang termasuk ke dalam jenis nonprobability sampling antara lain: sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.
      Berikut penjelasannya:
      1. Probability Sampling
      Probability sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dengan probability sampling, maka pengambilan sampel secara acak atau random dari populasi yang ada.
      Teknik sampel probability sampling meliputi:
      a. Simple Random Sampling
      Simple Random Sampling dinyatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.
      Simple random sampling adalah teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling. Maka setiap unit sampling sebagai unsur populasi yang terpencil memperoleh peluang yang sama untuk menjadi sampel atau untuk mewakili populasinya. Cara tersebut dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.
      Teknik tersebut dapat dipergunakan bila jumlah unit sampling dalam suatu populasi tidak terlalu besar. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling dapat dilakukan dengan metode undian, ordinal, maupun tabel bilangan random.
      Untuk penentuan sample dengan cara ini cukup sederhana, tetapi dalam prakteknya akan menyita waktu. Apalagi jika jumlahnya besar, sampelnya besar.
      b. Proportionate Stratified Random Sampling
      Proportionate Stratified Random Sampling biasa digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berlapis-lapis. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Kelemahan dari cara ini jika tidak ada investigasi mengenai daftar subjek maka tidak dapat membuat strata.
      c. Disproportionate Stratified Random Sampling
      Disproportionate Stratified Random Sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila populasinya berstrata tetapi kurang proporsional.
      d. Cluster Sampling (Area Sampling)
      Cluster Sampling (Area Sampling) juga cluster random sampling. Teknik pengambilan sampel ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.
      Kelemahan teknik pengambilan sampel ini dapat dilihat dari tingkat error samplingnya. Jika lebih banyak di bandingkan dengan pengambilan sampel berdasarkan strata karena sangat sulit memperoleh cluster yang benar-benar sama tingkat heterogenitasnya dengan cluster yang lain di dalam populasi.
      2. Nonprobability sampling
      Nonprobability sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis teknik sampling ini antara lain:
      a. Sampling Sistematis atau Systematic Sampling
      Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
      b. Sampling Kuota atau Quota Sampling
      Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Setelah jatah terpenuhi, maka pengumpulan data dihentikan.
      Teknik ini biasanya digunakan dan didesain untuk penelitian yang menginginkan sedikit sampel dimana setiap kasus dipelajari secara mendalam. Dan bahayanya, jika sampel terlalu sedikit, maka tidak akan dapat mewakili populasi.
      c. Sampling Aksidental atau Accidental Sampling
      Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu sesuai sebagai sumber data.
      Dalam teknik sampling aksidental, pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung saja mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.
      d. Sampling Purposive
      Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Maka dengan kata lain, unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian atau permasalahan penelitian.
      e. Sampling Jenuh
      Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasinya relatif kecil, kurang dari 30 orang. Sampel jenuh disebut juga dengan istilah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
      f. Snowball Sampling
      Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang awal mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Dan begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel makin lama makin banyak. Ibaratkan sebuah bola salju yang menggelinding, makin lama semakin besar. Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan sampel purposive dan snowball.

      teknik pengambilan sampel

      Pemilihan Jenis Teknik Penetapan Sampel
      Pemilahan jenis teknik pengambilan sampel probabilitas dan nonprobabilitas didasarkan adanya randomisasi atau keacakan, yakni pengambilan subjek secara acak dari kumpulannya. Dalam hal randomisasi berlaku, setiap subjek penelitian memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel sejalan dengan anggapan bahwa pada dasarnya probabilitas distribusi kejadian ada pada seluruh bagian.
      Tujuan Teknik Pengambilan Sampel menurut Sugiarto dalam Martono (2010:75)
      1. Apabila kita tidak mungkin mengamati seluruh anggota populasi yang ada, hal tersebut dapat terjadi jika anggota populasi sangat banyak.
      1. Pengamatan terhadap seluruh anggota populasi dapat bersifat merusak.
      1. Menghemat biaya, waktu dan tenaga yang digunakan.
      1. Mampu memberikan suatu informasi yang akurat, lebih menyeluruh dan mendalam (komprehensif). (Martono, 2011:75).
      Pemilihan teknik pengambilan sampel harus berdasarkan 2 hal penting yaitu, reliabilitas dan efisiensi. Sampel yang reliable adalah sampel yang memiliki reliabilitas tinggi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin kecil kesalahan sampling, reliabilitas sampling semakin rendah. Jika dikaitkan dengan varian nilai statistiknya berlaku kriteria bahwa semakin rendah varian, maka reliabilitas sampel yang diperoleh semakin tinggi pula.