Garis besar topik

    • Teknik sampling adalah metode memilih sebagian anggota dari populasi (sampel) untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian, guna menghemat waktu dan biaya sambil tetap mendapatkan hasil yang representatif. Secara umum terbagi dua: Probability Sampling (acak, semua punya peluang sama, contoh: Simple RandomStratifiedCluster) dan Non-Probability Sampling (non-acak, peluang tidak sama, contoh: PurposiveConvenienceSnowballQuota). 
      Probability Sampling (Sampel Acak)
      Semua anggota populasi memiliki peluang yang diketahui untuk terpilih. 
      • Simple Random Sampling: Memilih sampel secara acak dari seluruh populasi (seperti arisan).
      • Stratified Random Sampling
        :
         Membagi populasi jadi kelompok (strata), lalu sampling acak dari setiap kelompok (contoh: survei usia)
        .
      • Cluster Sampling: Membagi populasi jadi kelompok (cluster/wilayah), lalu memilih cluster secara acak untuk diteliti (contoh: pilih sekolah acak).
      • Systematic Random Sampling: Memilih sampel dengan interval tetap (contoh: setiap individu ke-5). 
      Non-Probability Sampling (Sampel Non-Acak)
      Pilihan sampel tidak berdasarkan peluang acak, tidak semua populasi punya kesempatan yang sama. 
      • Purposive Sampling (Bertujuan): Memilih sampel berdasarkan kriteria atau tujuan spesifik peneliti (contoh: memilih ahli topik tertentu).
      • Convenience Sampling (Kemudahan): Memilih responden yang paling mudah dijangkau (contoh: survei di mall).
      • Quota Sampling: Mirip stratified, tapi pemilihan dalam quota tidak acak (contoh: 50% pria, 50% wanita, tapi dipilih sembarangan).
      • Snowball Sampling: Dimulai dari satu responden, lalu diminta merekomendasikan responden lain (untuk populasi sulit dijangkau). 
      • Menghemat waktu, biaya, dan tenaga.
      • Memungkinkan generalisasi hasil penelitian ke populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu.