Garis besar topik
-
-
-
Mahasiswa mampu menyusun perumusan masalah ilmiah, variabel dan fokus penelitian.
488.7 KB · Diunggah 16/10/25, 10:34 -
Silakan ketik kata hadir, Nama dan NPM sebagai tanda saudara hadir pada pertemuan ini
-
-
-
Mahasiswa mampu menganalisis kajian literatur dalam menyusun referensi kunci, State of the Art, dan keterbaruan penelitian (novelty)
592.0 KB · Diunggah 24/10/25, 11:27 -
-
-
-
Mahasiswa mampu Menjelaskan prinsip etika penelitian, Menerapkan prinsip Prinsip etika penelitian (consent form, privasi, confidentiality, integritas, dll), Mengidentifikasi research misconduct (fabrikasi, plagiarism, dll)
1.1 MB · Diunggah 31/10/25, 09:06 -
-
-
-
Mengidentifika si artikel yang menerapkan penelitian eksperimen, Mengidentifika isi artikel yang menerapkan penelitian noneksperimen (Kausal Komparatif, Kuantitatif asosiatif )
302.9 KB · Diunggah 7/11/25, 14:13 -
-
-
-
Mengindentifik asi artikel yang menerapkan penelitian mixed - methods
756.6 KB · Diunggah 14/11/25, 11:03 -
-
-
-
-
-
Pesi 7 - Pengembangan Research GAP (Pengembangan Research GAP):
Pengembangan Research GAP (Kesenjangan Penelitian) adalah proses mengidentifikasi area pengetahuan yang belum tersentuh, kontradiksi dalam temuan sebelumnya, atau pertanyaan yang belum terjawab dalam studi-studi terdahulu, untuk kemudian merancang penelitian baru yang mengisi celah tersebut, memberikan kontribusi orisinal, dan memperluas batas ilmu pengetahuan. Ini melibatkan analisis literatur mendalam untuk menemukan kelemahan atau area yang terlewatkan dalam penelitian sebelumnya, lalu menawarkan solusi berupa novelty (kebaruan) dalam penelitian Anda, seperti variabel baru, metode inovatif, atau konteks yang berbeda.Cara Mengembangkan Research GAP- Jelajahi Fenomena Baru: Amati kejadian atau fenomena di lapangan yang belum memiliki penjelasan ilmiah yang memadai.
- Gali Konsep Terabaikan: Tinjau kembali penelitian terdahulu dan cari konsep atau teori yang kurang mendapat perhatian atau diabaikan.
- Analisis Hasil Penelitian: Perhatikan hasil yang kurang jelas atau memiliki keterbatasan dalam menjelaskan fenomena secara menyeluruh.
- Baca Jurnal Tinjauan (Review): Langsung membaca systematic literature review atau meta-analisis untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang celah penelitian.
- Cermati Saran Penelitian: Perhatikan rekomendasi "untuk penelitian selanjutnya" di akhir artikel ilmiah sebagai petunjuk Research GAP.
- Bandingkan Penelitian Serupa: Bandingkan temuan dari beberapa penelitian dengan topik sama, cari inkonsistensi atau perbedaan konteks (metode/data).
- Identifikasi Jenis GAP: Tentukan jenis celah, misalnya:
- Theoretical Gap: Belum ada teori yang menjelaskan fenomena tertentu (misal: teori motivasi untuk Gen Z).
- Empirical/Methodological Gap: Metode atau data yang digunakan tidak lengkap.
- Contextual/Cultural Gap: Penelitian dilakukan di konteks budaya/geografis yang berbeda.
- Interdisciplinary Gap: Kurangnya integrasi konsep dari disiplin ilmu lain.
Contoh Praktis- GAP: Studi tentang kesulitan belajar speaking daring saat pandemi hanya fokus pada media online, mengabaikan faktor lain.
- Pengembangan: Peneliti selanjutnya mengisi GAP ini dengan menguji apakah kesulitan tersebut disebabkan oleh media atau faktor lain, memberikan penjelasan yang lebih komprehensif.
Hubungan dengan Novelty- Research GAP: Mengidentifikasi "masalah" atau kekosongan.
- Novelty: Menawarkan "solusi" baru atau kontribusi unik untuk mengisi GAP tersebut, seperti variabel baru (misal: Bitcoin Liquidity untuk harga Bitcoin) atau pendekatan baru.
Dengan mengidentifikasi GAP dan menawarkan novelty, penelitian Anda menjadi lebih orisinal, relevan, dan memberikan kontribusi signifikan bagi ilmu pengetahuan.
-
-
-
Penelitian eksperimen adalah metode ilmiah untuk menguji hubungan sebab-akibat dengan memanipulasi satu atau lebih variabel (bebas) dan mengamati dampaknya pada variabel lain (terikat), sambil mengontrol variabel luar agar hasilnya valid. Ciri utamanya adalah adanya perlakuan (treatment) pada kelompok tertentu dan pembanding (kontrol), serta randomisasi (pengacakan) untuk memastikan validitas hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara variabel yang diteliti.Karakteristik Utama:
- Manipulasi Variabel: Peneliti secara sengaja mengubah variabel bebas.
- Kontrol Variabel: Mengendalikan faktor lain yang dapat memengaruhi hasil.
- Randomisasi: Pembagian subjek secara acak ke kelompok eksperimen dan kontrol.
- Observasi:Mencatat perubahan pada variabel terikat setelah perlakuan diberikan.
Tujuan:- Menguji hipotesis tentang hubungan sebab-akibat.
- Memprediksi kejadian dalam kondisi tertentu.
- Menarik generalisasi hubungan antarvariabel.
Jenis Desain Eksperimen:- Pre-eksperimen: Desain dasar tanpa kontrol, contoh: One-Shot Case Study.
- True Experimental: Desain paling kuat dengan kontrol penuh dan randomisasi, contoh: Pretest-Posttest Control Group Design.
- Quasi-Experimental: Mirip true experimental tapi tidak bisa randomisasi, contoh: Nonequivalent Control Group Design.
Contoh Sederhana:- Menguji efektivitas metode belajar baru (variabel bebas) dengan memberikan perlakuan pada sekelompok siswa dan membandingkan hasilnya (variabel terikat) dengan kelompok lain yang belajar dengan metode lama, sambil mengontrol faktor seperti waktu belajar dan kecerdasan siswa.
-
-
-
Penelitian ilmiah adalah kegiatan sistematis dan terstruktur untuk mencari, mengembangkan, dan menguji kebenaran pengetahuan menggunakan metode ilmiah yang objektif, logis, dan empiris, bertujuan menemukan teori baru atau menjelaskan fenomena dengan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, serta memiliki ciri khas seperti metodik, sistematik, dan dapat direplikasi. Penelitian ini melibatkan langkah-langkah terstruktur mulai dari perumusan masalah, hipotesis, pengumpulan data, analisis, hingga penarikan kesimpulan dan pelaporan.Karakteristik Penelitian Ilmiah
- Objektif: Berdasarkan fakta dan data aktual, bukan opini subjektif.
- Metodik: Menggunakan prosedur yang teratur dan terkontrol (metode ilmiah).
- Sistematik:Tersusun dalam sistem yang saling berkaitan dan utuh.
- Berlaku Umum (Generalizable): Hasilnya dapat diterapkan pada kasus serupa.
- Dapat Diuji (Testable): Hipotesisnya dapat dibuktikan kebenarannya.
- Dapat Diulang (Replicable): Pengujiannya bisa diulang oleh peneliti lain.
Langkah-langkah Umum dalam Penelitian Ilmiah- Merumuskan Masalah: Mengidentifikasi topik dan pertanyaan penelitian yang jelas.
- Studi Literatur: Mengkaji penelitian sebelumnya dan teori yang relevan.
- Merumuskan Hipotesis: Dugaan sementara jawaban atas masalah.
- Merancang Penelitian: Menentukan desain dan metodologi.
- Mengumpulkan Data: Melaksanakan eksperimen atau observasi.
- Mengolah dan Menganalisis Data: Menganalisis data yang terkumpul.
- Menarik Kesimpulan: Membuat jawaban akhir berdasarkan analisis data.
- Melaporkan Hasil: Menyajikan temuan secara terstruktur (karya ilmiah).
Tujuan Penelitian Ilmiah- Menemukan pengetahuan baru.
- Mengembangkan dan menguji teori yang sudah ada.
- Menjelaskan fenomena alam atau sosial.
-
Teknik sampling adalah metode memilih sebagian anggota dari populasi (sampel) untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian, guna menghemat waktu dan biaya sambil tetap mendapatkan hasil yang representatif. Secara umum terbagi dua: Probability Sampling (acak, semua punya peluang sama, contoh: Simple Random, Stratified, Cluster) dan Non-Probability Sampling (non-acak, peluang tidak sama, contoh: Purposive, Convenience, Snowball, Quota).Probability Sampling (Sampel Acak)Semua anggota populasi memiliki peluang yang diketahui untuk terpilih.
- Simple Random Sampling: Memilih sampel secara acak dari seluruh populasi (seperti arisan).
- Stratified Random Sampling:Membagi populasi jadi kelompok (strata), lalu sampling acak dari setiap kelompok (contoh: survei usia).
- Cluster Sampling: Membagi populasi jadi kelompok (cluster/wilayah), lalu memilih cluster secara acak untuk diteliti (contoh: pilih sekolah acak).
- Systematic Random Sampling: Memilih sampel dengan interval tetap (contoh: setiap individu ke-5).
Non-Probability Sampling (Sampel Non-Acak)Pilihan sampel tidak berdasarkan peluang acak, tidak semua populasi punya kesempatan yang sama.- Purposive Sampling (Bertujuan): Memilih sampel berdasarkan kriteria atau tujuan spesifik peneliti (contoh: memilih ahli topik tertentu).
- Convenience Sampling (Kemudahan): Memilih responden yang paling mudah dijangkau (contoh: survei di mall).
- Quota Sampling: Mirip stratified, tapi pemilihan dalam quota tidak acak (contoh: 50% pria, 50% wanita, tapi dipilih sembarangan).
- Snowball Sampling: Dimulai dari satu responden, lalu diminta merekomendasikan responden lain (untuk populasi sulit dijangkau).
- Menghemat waktu, biaya, dan tenaga.
- Memungkinkan generalisasi hasil penelitian ke populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu.
-
-
-
Sumber bacaan penelitian meliputi jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, skripsi/tesis/disertasi, media massa (koran/majalah), internet (Google Scholar, database), dan dokumen pemerintahan, yang harus memenuhi kriteria relevansi (sesuai topik), kemutakhiran (baru/mutakhir), dan kredibilitas (penulis/penerbit terpercaya) untuk memastikan validitas ilmiah.Jenis-jenis Sumber Bacaan
- Sumber Primer: Tulisan asli, seperti jurnal penelitian, laporan penelitian asli, skripsi, tesis, disertasi, dan hasil wawancara langsung.
- Sumber Sekunder: Ringkasan atau interpretasi sumber primer, seperti buku teks, artikel review, dan ensiklopedia.
- Sumber Tersier: Ringkasan dari sumber sekunder, seperti kamus atau direktori.
Contoh Spesifik Sumber Bacaan- Jurnal Ilmiah: jurnal ilmiah (online/cetak), majalah ilmiah.
- Buku: buku teks (referensi, monografi), buku tahunan (yearbook).
- Karya Akhir: skripsi (S1), tesis (S2), disertasi (S3).
- Media Cetak: Koran, majalah (artikel ilmiah), buletin.
- Sumber Digital:
- Database Ilmiah: Google Scholar (scholar.google.com).
- Repositori Institusi: Perpustakaan Nasional RI (e-resources.perpusnas.go.id).
- Situs Terpercaya: ResearchGate.net, ScienceDirect.
Kriteria Sumber Bacaan yang Baik- Relevan: Sesuai dengan topik, variabel, atau teori penelitian.
- Mutakhir: Terbit dalam 5-10 tahun terakhir (tergantung bidang).
- Terpercaya (Kredibel): Ditulis oleh ahli dan diterbitkan oleh penerbit/lembaga terkemuka.
- Lengkap: Memiliki cakupan teori yang memadai.
-
-
-
Teknik sampling adalah metode memilih sebagian anggota dari populasi (sampel) untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian, guna menghemat waktu dan biaya sambil tetap mendapatkan hasil yang representatif. Secara umum terbagi dua: Probability Sampling (acak, semua punya peluang sama, contoh: Simple Random, Stratified, Cluster) dan Non-Probability Sampling (non-acak, peluang tidak sama, contoh: Purposive, Convenience, Snowball, Quota).Probability Sampling (Sampel Acak)Semua anggota populasi memiliki peluang yang diketahui untuk terpilih.
- Simple Random Sampling: Memilih sampel secara acak dari seluruh populasi (seperti arisan).
- Stratified Random Sampling:Membagi populasi jadi kelompok (strata), lalu sampling acak dari setiap kelompok (contoh: survei usia).
- Cluster Sampling: Membagi populasi jadi kelompok (cluster/wilayah), lalu memilih cluster secara acak untuk diteliti (contoh: pilih sekolah acak).
- Systematic Random Sampling: Memilih sampel dengan interval tetap (contoh: setiap individu ke-5).
Non-Probability Sampling (Sampel Non-Acak)Pilihan sampel tidak berdasarkan peluang acak, tidak semua populasi punya kesempatan yang sama.- Purposive Sampling (Bertujuan): Memilih sampel berdasarkan kriteria atau tujuan spesifik peneliti (contoh: memilih ahli topik tertentu).
- Convenience Sampling (Kemudahan): Memilih responden yang paling mudah dijangkau (contoh: survei di mall).
- Quota Sampling: Mirip stratified, tapi pemilihan dalam quota tidak acak (contoh: 50% pria, 50% wanita, tapi dipilih sembarangan).
- Snowball Sampling: Dimulai dari satu responden, lalu diminta merekomendasikan responden lain (untuk populasi sulit dijangkau).
- Menghemat waktu, biaya, dan tenaga.
- Memungkinkan generalisasi hasil penelitian ke populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu.
-
-
-
PENYUSUNAN PROPOSAL dan LAPORAN HASIL PENELITIAN
Penyusunan proposal penelitian adalah kerangka rencana penelitian untuk mendapatkan persetujuan dan dana, mencakup latar belakang, rumusan masalah, tujuan, tinjauan pustaka, dan metode, sementara laporan hasil penelitian adalah karya tulis ilmiah akhir yang memaparkan temuan, analisis, dan kesimpulan, dengan struktur serupa namun berfokus pada hasil pelaksanaan penelitian yang telah disetujui, keduanya harus mengikuti sistematika baku, bahasa ilmiah yang jelas, dan kaidah penulisan yang benar agar mudah dipahami dan dipertanggungjawabkan.Penyusunan Proposal PenelitianProposal berisi rencana penelitian yang akan dilakukan.- Struktur Umum: Judul, Pendahuluan (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, Manfaat), Tinjauan Pustaka, Metodologi Penelitian, Jadwal Penelitian, Anggaran (jika perlu), dan Daftar Pustaka.
- Isi Penting:
- Latar Belakang: Mengapa penelitian ini penting dan relevan.
- Rumusan Masalah & Tujuan: Pertanyaan yang akan dijawab dan tujuan yang ingin dicapai.
- Metode: Pendekatan (kuantitatif/kualitatif) dan langkah-langkah operasional yang akan ditempuh.
- Kajian Pustaka: Teori dan penelitian sebelumnya yang relevan dan terbaru.
- Tips: Tentukan batasan masalah jelas, gunakan bahasa lugas, gunakan referensi terbaru, dan pastikan metode sesuai masalah.
Penyusunan Laporan Hasil PenelitianLaporan adalah hasil akhir penelitian yang disajikan dalam karya tulis ilmiah.- Struktur Umum: Terdiri dari Bagian Depan (Judul, Abstrak, Kata Pengantar), Bagian Inti (Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian, Hasil dan Pembahasan), dan Bagian Akhir (Daftar Pustaka, Lampiran).
- Isi Penting:
- Hasil dan Pembahasan: Penyajian data (tabel, grafik), analisis, interpretasi, dan diskusinya.
- Kesimpulan: Jawaban atas rumusan masalah berdasarkan hasil pembahasan.
- Saran: Implikasi dari penelitian untuk pengembangan lebih lanjut.
- Tips: Kedalaman analisis, bahasa ilmiah formal, struktur jelas, serta sajikan temuan dan kontribusi ilmu pengetahuan.
Persamaan & Perbedaan Utama- Sama: Keduanya mengikuti struktur ilmiah dasar (Pendahuluan, Kajian Pustaka, Metode) dan kaidah penulisan ilmiah.
- Beda: Proposal adalah rencana (fokus pada bagaimana akan dilakukan), sedangkan Laporan adalah pelaksanaan (fokus pada apa yang sudah ditemukan dan hasilnya).
-
-
-
PRINSIP-PRINSIP PENGUKURAN DAN PENYUSUSAN SKALA
Prinsip pengukuran dan penyusunan skala berpusat pada kejelasan aturan klasifikasi data, validitas (mengukur apa yang seharusnya diukur), reliabilitas (konsistensi hasil), kepekaan (kemampuan menangkap variasi), dan pemilihan skala yang tepat (Nominal, Ordinal, Interval, Rasio) yang menentukan jenis analisis statistik yang bisa dilakukan, dengan tujuan menghasilkan data yang akurat dan dapat ditafsirkan secara sahih.Prinsip-Prinsip Pengukuran- Keabsahan (Validitas): Instrumen harus benar-benar mengukur apa yang ingin diukur, bukan hal lain.
- Keandalan (Reliabilitas): Hasil pengukuran konsisten jika diterapkan berulang kali dalam kondisi yang sama.
- Kepekaan (Sensitivity): Mampu mendeteksi perbedaan kecil atau variasi dalam atribut yang diukur.
- Objektivitas: Pengukuran bebas dari bias peneliti atau responden.
- Akurasi & Presisi: Menghasilkan nilai yang sesuai dengan variabel dan memiliki tingkat ketelitian yang baik.
Prinsip Penyusunan Skala (Jenis Skala Stevens)Penyusunan skala menentukan aturan penetapan angka untuk mengklasifikasi data, dengan empat jenis utama:- Nominal: Mengklasifikasi data tanpa urutan (misal: jenis kelamin, warna).
- Ordinal: Mengklasifikasi dengan urutan (misal: peringkat, tingkat kepuasan baik-buruk).
- Interval: Memiliki urutan dan jarak antar angka sama, tapi tidak ada nol mutlak (misal: suhu Celsius).
- Rasio: Memiliki urutan, jarak sama, dan ada nol mutlak (misal: tinggi badan, berat badan).
Prinsip Penyusunan Skala Likert (untuk mengukur sikap/pendapat)- Item pernyataan: Harus jelas, tunggal, dan tidak ambigu.
- Skor: Memberikan angka pada setiap pilihan (misal: 1-5) yang mencerminkan intensitas sikap (setuju/tidak setuju).
- Skor Tengah (Netral): Menyediakan pilihan netral (ragu-ragu) untuk responden yang tidak punya pendapat kuat.
TujuanMemilih skala yang tepat memastikan data dapat dianalisis secara statistik dengan benar, dari pengelompokan (nominal) hingga perhitungan matematis (rasio).
-
-
-
Metodologi penelitian adalah cara atau pendekatan sistematis yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data guna menemukan pengetahuan baru atau memecahkan masalah secara ilmiah dan terstruktur. Ini mencakup pemilihan metode (kualitatif, kuantitatif, eksperimen, dll.), teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, survei), dan langkah-langkah logis seperti merumuskan masalah, mengolah data, hingga menarik kesimpulan, yang semuanya bertujuan menghasilkan temuan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.Unsur-unsur Kunci Metodologi Penelitian
- Pendekatan Sistematis: Penelitian ilmiah harus terencana, logis, dan tidak serampangan, mengikuti tahapan yang jelas.
- Rasional & Empiris: Didasarkan pada teori (rasional) dan bukti nyata di lapangan (empiris) yang bisa diamati dan diuji, seperti foto, video, atau rekaman.
- Tujuan Tertentu: Setiap penelitian memiliki tujuan dan manfaat, seperti memberikan informasi untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Langkah-langkah Umum dalam Metodologi Penelitian- Merumuskan Masalah: Mengidentifikasi pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.
- Merancang Penelitian: Menentukan desain dan strategi penelitian.
- Pengumpulan Data: Memilih metode seperti observasi, wawancara, survei/kuesioner, atau dokumentasi.
- Analisis Data: Mengolah data yang terkumpul secara sistematis, bisa dengan analisis deskriptif atau statistik.
- Penarikan Kesimpulan: Menginterpretasikan hasil analisis untuk menjawab masalah penelitian.
- Pelaporan Hasil: Menyajikan temuan dalam bentuk laporan ilmiah (proposal, skripsi, jurnal).
Jenis-jenis Pendekatan Utama- Kualitatif: Menekankan pemahaman mendalam terhadap fenomena, seringkali melalui deskripsi naratif (kalimat) dan wawancara langsung.
- Kuantitatif: Menggunakan data numerik dan statistik, melibatkan sampel lebih besar, dan analisis yang lebih sistematis.
- Campuran (Mixed Methods): Menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
Metode Pengumpulan Data (Contoh)- Observasi: Mengamati objek secara langsung, bisa partisipatif atau non-partisipatif.
- Wawancara: Menggali informasi melalui dialog tanya jawab.
- Survei (Kuesioner): Menggunakan daftar pertanyaan untuk menjangkau banyak responden.
- Dokumentasi: Menggunakan data dari dokumen, arsip, atau rekaman.
Intinya, metodologi adalah 'jantung' dari penelitian, memberikan panduan teknis tentang bagaimana penelitian dilakukan secara kredibel dan efektif.
-