Garis besar topik

    • Analisis SWOT Community-Based Tourism (CBT) berfokus pada pemberdayaan lokal, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan. Kekuatan utama terletak pada autentisitas budaya dan partisipasi warga, sementara kelemahan sering berupa keterbatasan modal/SDM. Peluang besar ada pada tren ekowisata, namun terancam oleh komersialisasi berlebih dan persaingan. 

      Berikut adalah rincian analisis SWOT untuk Community-Based Tourism:

      1. Strength (Kekuatan - Internal)

      • Autentisitas & Budaya: Menawarkan pengalaman unik, budaya lokal asli, tradisi, dan kuliner yang otentik.
      • Partisipasi Lokal: Keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan (melalui Pokdarwis/BUMDes) meningkatkan rasa memiliki.
      • Keunikan Alam: Pemanfaatan potensi alam sekitar yang masih alami dan terjaga.
      • Dampak Ekonomi Langsung: Pendapatan pariwisata langsung masuk ke masyarakat lokal (homestay, pemandu, kerajinan). 

      2. Weakness (Kelemahan - Internal)

      • Keterbatasan SDM: Kurangnya keterampilan manajemen, pemasaran, dan kemampuan bahasa asing.
      • Modal Terbatas: Ketergantungan pada dana eksternal atau pemerintah untuk infrastruktur.
      • Infrastruktur & Aksesibilitas: Fasilitas umum (sanitasi, jalan, tanda penunjuk) seringkali belum memadai.
      • Konflik Internal: Potensi ketimpangan distribusi pendapatan atau perbedaan pendapat antarwarga. 

      3. Opportunity (Peluang - Eksternal)

      • Tren Ekowisata & "Slow Travel": Meningkatnya permintaan wisatawan global akan pengalaman wisata berkelanjutan dan mendalam.
      • Dukungan Pemerintah: Kebijakan yang mendorong pengembangan Desa Wisata dan pemberdayaan ekonomi desa.
      • Teknologi Pemasaran: Kemudahan pemasaran digital untuk menjangkau pasar internasional secara mandiri.
      • Kemitraan: Potensi kerja sama dengan agen travel yang fokus pada responsible tourism

      4. Threat (Ancaman - Eksternal)

      • Komersialisasi & Budaya Instan: Risiko hilangnya keaslian budaya karena penyesuaian berlebih dengan selera wisatawan.
      • Kerusakan Lingkungan: Ancaman pencemaran atau kerusakan alam akibat overtourism jika tidak dikelola dengan baik.
      • Persaingan Destinasi: Persaingan dengan destinasi komersial yang lebih modern atau didanai swasta besar.
      • Faktor Eksternal: Bencana alam, krisis kesehatan (pandemi), atau ketidakstabilan politik. 

      Strategi Utama:
      Kunci keberhasilan CBT adalah menggunakan Strength untuk mengambil Opportunity (contoh: Pemasaran digital untuk menjual paket budaya unik) dan mengatasi Weakness dengan Opportunity (contoh: Pelatihan manajemen oleh pemerintah untuk meningkatkan SDM). 

       Pentingnya Analisis SWOT untuk Bisnis, Ini Caranya!On the occasion of World Tourism Day, 2020 here is a glimpse of SWOT  analysis comprising strength, weakness, opportunities, and threats of Tourism  in Nepal≡ƒç│≡ƒç╡ Tourism is recognized as an important sectorSWOT Analysis of Tourism Industry | CreatelyAnalisis SWOT - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasTourism SWOT Analysis: Step-by-Step Guide with ExamplesAn Adventurous Tourism Industry SWOT Analysis |Investigation of West Lake Ecotourism Capabilities Using SWOT and TOPSIS  Decision-Making MethodsRun Swot Analysis Of Tourism Industry Guide On Tourism Marketing Strategy  SS PPT PowerPointSWOT Analysis in: Encyclopedia of Tourism Management and MarketingStrenghts, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT)


      OUTPUT YANG DIHARAPKAN

      Mahasiswa mampu:

      • Menghasilkan analisis strategis berbasis data lapangan
      • Mengintegrasikan konsep CBT ke dalam strategi pengembangan
      • Merancang rekomendasi berkelanjutan

      Materi:

      • Strength
      • Weakness
      • Opportunity
      • Threat

      Metode:
      Workshop kelompok

      Tugas:
      Menyusun matriks SWOT berbasis studi kasus