Garis besar topik

    • PIONEER BRAND

      Definisi merek pionir menurut Buzzell dan Gale (1987) seperti yang dikutp oleh Tjiptono (2008:61) adalah ΓÇ£perusahaan yang pertama kali mengembangkan suatu produk atau jasaΓÇ¥. Definisi merek pionir menurut Schnaars (1994) seperti yang dikutip oleh Tjiptono (2008:61) adalah sebagai ΓÇ£perusahaan yang memperkenalkan suatu produk ke pasar dan pertama kali menjualnya dengan suksesΓÇ¥.  Berdasarkan kedua definisiini, dimungkinkan ada beberapa inventor atau penemu sebuah kategori produk, karena sebuah produk yang benar-benar baru bias saja direalisasikan menggunakan berbagai gagasan dan proses. Padahal belum tentu semua inventor tersebut memasarkan produknya pertama kali. Kriteria pionir lebih ditekankan pada keberhasilan suatu perusahaan dalam memasarkan suatu produk pertama kali ke pasar yang baru. 

      Keunggulan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang menjadi pionir menurut Brown (1997), DΓÇÖaveni (1994), Golder dan Tellis (1993), Jain (2000), Robinson (1988), Schnaas (1994) adalah sebagai berikut (Tjiptono, 2008):

      1. Response lags antar pionir yang pertama kali memasuki pasar dan perusahaan kedua yang memasuki pasar memberikan kesempatan kepada pionir untuk menjadi monopolis temporer dan meraup pendapatan substansial.  
      2. Pionir berkesempatan untuk mencapai skala ekonomis sebelum later entrants masuk. Ini dikarenakan pionir cenderung memiliki pasar yang dilayani lebih luas dibandingkan para pesaingnya.
      3. Pionir berpeluang membangun loyalitas merek dan switching cost (baik ekonomis maupun psikologis) terlebih dahulu, sehingga setiap pendatang baru harus bekerja keras guna menyakinkan pelanggan agar bersedia beralih ke produknya. Dengan demikian, pionir bisa mendapatkan loyalitas dari konsumen konsumen yang tergolong risk averse.
      4. Pionir berpeluang mendapatkan citra dan reputasi positif atas daya inovasi dan keprogresifannya dalam membuka pasar. 
      5. Terciptanya hambatan masuk bagi later entrants bila pionir mendapatkan hak paten. 
      6. Pionir berkesempatan mendominasi jaringan distribusi dan periklanan, sehingga hanya akan tersedia tempat terbatas bagi para pendatang berikutnya. 
      7. Pionir bisa menciptakan standar produk, standar industri, dan basis pelanggan yang berguna untuk mendukung penyempurnaan produk selanjutnya. 
      8. Pionir berpeluang untuk mempercepat proes belanjarnya dalam hal produksi dan teknologi dibandingkan para pesaingnya.  
      9. Pionir dapat mendominasi berbagai aset langka, seperti sumber daya alam, lokasi, dan rak pajang di gerai ritel. Implikasinya, pionir cenderung berhasil meraih pangsa pasar terbesar dalam industrinya. 

      http://

    • Forum diskusi antar mahasiswa dengan dosen