Garis besar topik
-
manusia secara ontologis memiliki keunggulan komparatif dibanding makhluk lain melalui integrasi instrumen akal dan potensi nafsu di dalam dirinya. Keberadaan dualitas internal ini membentuk karakteristik manusia yang dinamis serta adaptif, sekaligus menempatkan mereka pada ruang dialektika moral yang konstan. Berdasarkan konsep antropologi teologis, eksistensi jiwa manusia senantunya diilhami oleh dua orientasi perilaku yang kontradiktif, yakni jalan keburukan (fujur) dan jalan kebaikan atau ketaatan (taqwa). Melalui perangkat kehendak bebas (free will) dan kapasitas rasionya, manusia diberikan otoritas penuh untuk menentukan eksistensi moral mereka sendiri; apakah akan mengoptimalkan akal demi mencapai derajat spiritualitas yang luhur, atau justru terdegradasi akibat dominasi dorongan hawa nafsu yang tidak terkedali. Kemampuan spiritual merupakan faktor terpentinga dalam membentuk diri, belajar dan mempelajari, hal ini dikarenakan akar dari Ilmu pengetahuan adalah Spiritualitas. Ilmu pengetahuan tidak selalu berawal dari rumus, teori, atau angka, namun muncul dari rasa takub, rasa ingin tahu, dan keberanian manusia untuk bertanya tentang kehidupan. Spiritualitas tadika menggantikan logika, tetapi untuk memberikan arah , agar ilmu yang kita miliki tidak hanya membuat kita semakin pintar namun juga semakin bijaksana, rendah hati, dan sadar akan dampak dari setiap tindakan.
-
Dibuka: Senin, 28 September 2026, 09:00Jatuh tempo: Senin, 28 September 2026, 12:00
Unggah Hasil pre test anda pada kolom berikut dan berikan identitas yang jelas.
"Kecedasan bukan sekedar tentang seberapa banyak yang kita tahu, tetapi juga untuk apa pengetahuan itu kita gunakan"
-
Dibuka: Senin, 28 September 2026, 10:00Jatuh tempo: Jumat, 2 Oktober 2026, 23:00
Baca kembali materi yang telah dibahas dikelas dan selesaikan tugas yang ada pada materi dan uggah sesuai waktu yang telah ditentukan.
-