STRATEGI PENETAPAN HARGA DALAM BISNIS RITEL
Pemilihan Strategi harga yang tepat merupakan hal yang penting untuk menarik konsumen. Konsumen merasa mendapatkan harga yang cocok dari para peritel akan mendatangi toko, demikian pula sebaliknya.
Peran Strategi Harga
Salah satu penyebab mengapa peran harga tidak dapat di pahami dengan benar adalah harga sebagai keputusan akhir proses pemasaran.
Harga dalam Strategi Position
Perspektif seperti diatas pemahaman mengenai penetapan harga di lihat dan di pahami oleh konsumen.
- Strategi Produk
Penetapan harga membutuhkan analisa bauran produk, strategi penetapan merk, kualitas serta fitur produk untuk menetapkan efek dari faktor-faktor tersebut pada strategi harga.
- Strategi Distribusi
Tipe saluran, intensitas distribusi dan konfigurasi saluran juga akan mempengaruhi kebijakan penetapan harga
Situasi Penetapan Harga
- Peluncuran produk baru.
- Evaluasi ada kebutuhan untuk penyesuaian harga pada saat produk bergerak kearah siklus produk berikutnya.
- Perubahan strategi positioning yang membutuhkan modifikasi strategi penetapan harga yang ada
- Penetapan harga sebagai tanggapan dari pesaing.
- Peluncuran produk baru.
- Evaluasi ada kebutuhan untuk penyesuaian harga pada saat produk bergerak kearah siklus produk berikutnya.
- Perubahan strategi positioning yang membutuhkan modifikasi strategi penetapan harga yang ada
- Penetapan harga sebagai tanggapan dari pesaing.
Peran Penetapan Harga
- Sebagai sinyal bagi pembeli.
Harga adalah sesuatu yang tampak secara jelas dihadapan pembeli dan menjadi alat untuk membandingakan dengan merk lainya. Oleh karena itu harga menjadi mekanisme komunikasi yang cepat dan langsung antara perusahaan dan pembeli.
- Sebagai instrumen persaingan.
Harga dapat menjadi alat untuk melakukan serangan terhadap merk persainganlangsung dengan merk lain.
- Sebagai alat meningkatkan kinerja lapangan.
Karena harga dan biaya menentukan kinerja keuangan, maka strategi penetapan harga perlu dikaji terkait dengan implementasinya terhadap kinerja keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
- Sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan program pemasaran.
Harga dapat menjadi pengganti program pemasaran lainnya, seperti iklan dan promosi penjualan atau justru dapat digunakan untuk memperkuat aktifitas promosi dalam program pemasaran.
Tujuan Penetapan Harga
- Meraih posisi tertentu di pasar.
- Mencapai kinerja keuangan yang (di tetapkan)
- Positioning produk
- Merangsang permintaan
- Mempengaruhi persaingan
Analisa Situasi Penetapan Harga
- Sensitifitas pelanggan terhadap harga.
- Anilisis biaya.
- Analisa pesaing.
Memilih Strategi Penetapan harga
- Seberapa besar fleksibilitas yang ada
- Positioning harga dan kejelasan
- Bentuk-bentuk alternatif strategi penetapan harga
- Pertimbangan hukum dan etika
Menetapkan Harga dan Kebijakan
- Menetapkan harga.
- Menetapakan kebijakan dan struktur harga.
- Manajeman penetapan harga.
Terdapat 2 strategi penetapan harga retail yangberlainan, yaitu:
1. Penetapan Harga Rendah Tiap Hari (everyday low pricing-EDLP menekankan kontinuitas harga retail pada level antara harga non obral reguler dan harga obral diskon besar pesaing retail (tidak selalu berarti termurah)
2. Penetapan Harga Tinggi atau Rendah (high/low pricing-HLP reteil menawarkan harga yang kadang-kadang di atas EDLP pesaing dengan memakai iklan untuk memromosikan obral dalam frekuensi cukup tinggi
Strategi EDLP mempunyai 3 manfaat relatif dibandingkan dengan HLP, yaitu:
- Berkurangnya perang harga, banyak pelanggan yang agak skeptis dengan harga jual dari ritel. Mereka banyak menunggu dan menunda pembelian sampai sebuah rItel melakukan sale (penjualan secara obral) hal ini yang mendorong semakin banyaknya perang harga dalam bisnis ritel
- Berkurangnya iklan, implementasi strategi EDLP menyebabkan kecendrungan harga stabil di pasaran. Dengan kondisi ini, maka ritel dapat mengurangi frekuensi dengan melakukan aktifitas iklan karena tidak perlu menginformasikan perubahan harga dalam waktu yang terlalu pendek.
- Berkurangnya kelebihan persediaan dan memperbaiki manajemen persediaan, implementasi strategi EDLP menyebabkan tingginya frekuensi dan banyak variasi permintaan dengan demikian akan cendrung mengurangi kelebihan persediaan dan memperbaiki manajemen persediaan.
Manfaat strategi HLP:
1. Barang dagangan yang sama memikat berbagaipasar
2. Obral menciptakan kegairahan berbelanja
3. Obral menggerakkan barang dagangan
4. Penekanan terhadap kualitas barang dagangan
Penetapan strategi harga rendah, harga biasa, harga tinggi berkaitan dengan faktor-faktor barang dagangan (yaitu: ragam, fitur serta nilai barang dagangan), lokasi, suasana, layanan yang diberikan retail.
Pendekatan Dalam Penetapan Harga
- Metode penetapan harga jual impas.
┬╖ Merupakan metode penetapan harga yang berorientasi pada biaya (harga ditentukan dengan penambahan persentase tetap kepada biaya atau harga barang dagangan)
┬╖ Komponen utama margin laba bersih adalah % margin laba kotor (margin kotor + penjualan bersih) Harga ditetapkan dengan cara menambah biaya perolehan produk (harga pokok produk) per unitnya dengan semua biaya operasional dan besaran laba yang diinginkan
- Metode penetapan harga yang berorientasi pada permintaan.
┬╖ Didasarkan pada perkiraan kemauan pelanggan untuk membayar.
┬╖ Metode ini digunakan bersama dengan metode berorientasi biaya. Fokusnya adalah pada struktur laba dan dampak perubahan harga terhadap penjualan.
┬╖ Dilakukan dengan melihat pola perubahan perilaku belanja pelanggan pada kondisi harga yang berbeda, kemudian dipilih harga yang merujuk pada tingkat belanja yang ingin dicapai retail.
- Metode penetapan harga yang berorientasi pada persaingan.
┬╖ Didasarkan pada harga pesaing, dimana harga ditetapkan di bawah,di atas, ataupun sama dengan pesaing.
┬╖ Dalam kondisi dan situasi tertentu retail dapat mengurangi persaingan harga dengan strategi EDLP atau strategi penetapan merek (branding).
http://