Garis besar topik

    • Ass. Wr.Wb.

      Selamat pagii  semua..... bagaimana kabar kalian hari ini semoga tetap sehat ya semua..... dan tetap stay at home... !

      Pada Pertemuan kali ini ibu akan memberikan materi tentang  Konflik Dan Negoisasi yang terdiri dari :

      1. Bagian Utama Baru ( Tipe dan Lokus Konflik )

      2. Bagian Baru ( Budaya Dalam Negoisasi )

      3. Bagian Baru ( Perbedaan Gender di Dalam Negoisasi )

      4. Pembahasan dan hasil riset baru pada sifat kepribadian dalam organisasi

      5. Pembahasan dan hasil riset baru pada suasana hati / emosi dalam negoisasi

      6. Bagian baru ( Implikasi untuk para manajer ) dengan petunjuk bagaimana  mengaplikasikan      isi bab pada dunia kerja. 


      Ibu berharap setelah membaca dan menonton vidio materi ini kalian dapat memahami tentang Konflik dan Negoisasi.

      Demikian salam pembuka dari ibu, terima kasih, Wss. Wr. Wb.

    • Simak Vidio Tersebut ! 


    • Rangkuman 

      Sementara itu banyak orang mengasumsikan konflik yang akan menurunkan kinerja kelompok dan organisasi, maka asumsi ini sering kali tidaklah benar.  Konflik dapat bersifat konstruktif atau destruktif terhadap fungsi dari kelompok atau unit.

      Level konflik dapat juga terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk menjadi konstruktif. Eksterm lainnya akan merintangi kinerja. Level yang optimal adalah salah satu yang mencegah stagnasi, menstimulasi kreativitas, memungkinkan ketegangan unuk dilepaskan, dan melaksanakan benih perubahan tanpa mengganggu atau mencegah koordinasi aktivitas.

    • Study Kasus !

      KONFLIK PUBLIK  INTERNAL DALAM PERUSAHAAN 

      Kejadian menimpa Minarsih dan Hengky Syam. Keduanya merupakan karyawan  yang sedang berkonflik dengan perusahannya. Keduanya mengadukan nasibnya  pada Komisi I DPRD, karena menganggap menerima perlakuan yang tidak adil  dari perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka merupakan karyawan PT Kayan  Putra  Utama  Coal,  yang  telah  bekerja  sejak  tahun  2000  lalu  dan bertugas sebagai juru masak. Namun sejak bulan Agustus tahun lalu mereka dimutasikan  dari mess Separi I ke mess Separi II. Karena jarak keduanya jauh maka mereka  menolak  untuk  dipindah  dan  memilih  berhenti  bekerja.  Dengan  meminta  pesangon  dan  sisa  pembayaran  gaji  serta  uang  lembur  yang  menjadi  hak  mereka. Pihak  perusahaan  tidak  dapat  menerima  begitu  saja,  karena  menganggap  keduanya  telah  mengkir  dari  kerjaannya.  

      Dengan  alasan  ketidakdisiplinan  sehingga  perlu  dibina  lebih  lanjut.  Sebelum  mengambil  keputusan,  terlebih  dahulu  kami  melakukan  pembinaan,  kata  Erwan  Agim,  Direktur PT Kayan Putra. Dengan alasan bahwa masalah kedisiplinan tidak dapat  ditolerir maka perusahaan tidak dapat memenuhi sesuai yang diminta keduanya.  Selain itu nilai nominal yang diminta dianggap sangat berlebihan. Permasalahan  ini  menjadi  panjang  dan  rumit  ketika  keduanya  saling  melaporkan  pada  pihak  yang  berwenang.  Sampai  akhirnya  masalah  ini  mendapat  putusan  P4D  (Penyelesaian  Perselisihan  Permasalahan  Perburuhan  Daerah)  dari  propinsi. 

      Namun belum menghasilkan karena keduanya akan meneruskan ketingkat pusat,  karena  belum  mendapatkan  keputusan  yang  sesuai  dengan  yang  diharapkan. 

      BERIKAN ANALISA ANDA TENTANG KONFLIK YANG TERJADI DAN  BERIKAN SOLUSINYA !

      ( DISKUSI MELALUI ZOOM,  SEKALIGUS SAYA AKAN MELAKUKAN ABSEN ONE BY ONE )