Section outline
-
Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh
Selamat siang rekan mahasiswa selamat bergabung kembali dalam perkuliahan pertemuan ke 10, semoga anda tetap semangat dan tetap jaga kesehatan karena Covid Masih menjadi perhatian kita semua dan tetap harus berhati hati.
Pengantar perkuliahan dengan topic yang tertera pada judul sesi pertemuan
Menurut Schultz dan Barnes (1999), brand startegy yang juga berarti manajemen merek dapat diartikan sebagai kegiatan yang mengatur semua elemen-elemen yang bertujuan untuk membentuk suatu merek. Gelder (2005) menyatakan bahwa ΓÇ£The brand strategy defines what the brand is supposed to achieve in terms of consumer attitudes and behaviorΓÇ¥ .
Sedangkan Aaker (2000) telah memberikan pedoman dalam brand strategy dan kepentingan sebuah brand untuk membangun loyalitas konsumen dan untuk memperoleh efisiensi internal. Merek menciptakan diferensiasi bagi pelanggan dan mereka juga dapat membantu perusahaan untuk memperoleh efisiensi dalam pengeluaran belanja pemasaran dan aktivitas.
Membangun sebuah merek bukan hanya sekedar menciptakan logo dengan tampilan yang baik atau meluncurkan kampanye agar merek dikenal oleh orang-orang di seluruh dunia. Merek lokal yang sudah mendunia, misalnya Lea and Jeans dibangun dengan strategi yang tepat. Strategi merek dari Kotler bisa diterapkan untuk menentukan apak suatu produk perlu meluncurkan merek baru atau merek turunan dan Kapan masing-masing strategi tersebut dapat diterapkan.
Sumber : Kotler (2014)
Terlihat pada gambar ada dua hal yang utama dalam membangun strategi merek , pertama mempertahankan mereka yang sudah ada (exiting brand) dan yang kedau adalah menciptakan mereka baru (new brand)
Penjabaran strategi merek ada bebarap hal yang dapat di bahas yaitu :
- Merek Baru (New Brand)
Dilakukan ketika perusahaan tidak memiliki satupun merek yang sesuai dengan produk yang akan dihasilkan atau apabila citra merek tersebut tidak membantu untuk produk tersebut.
- Perluasan Lini (Line Extention)
Perluasan lini terjadi ketika perusahaan memperkenalkan unit produk tambahan dalam kategori produk yang sama dengan merek yang sama, biasanya dengan tampilan baru.
- Perluasan Merek (Brand Extention)
Perluasan merek terjadi ketika perusahaan memutuskan untuk menggunakan merek yang sudah ada pada produknya dalam kategori baru. Strategi perluasan merek memberikan sejumlah keuntungan, karena merek tersebut pada umumnya lebih cepat dihargai (karena sudah dikenal sebelumnya), sehingga kehadirannya dapat cepat diterima oleh konsumen.
- Multi Merek (Multi Brand Strategy)
Terjadi ketika perusahaan memperkenalkan berbagai merek tambahan dalam kategori produk yang sama. Tujuannya adalah untuk mencoba membentuk kesan, kenampakan (feature) serta daya tarik lain kepada konsumen sehingga lebih banyak pilihan. Dapat juga terjadi akibat warisan beberapa merek dari perusahaan lain yang telah diakuisisi oleh perusahaan.
- Merek Bersama (Co-brand)
Co-branding terjadi apabila dua merek atau lebih digabung dalam satu penawaran. Tujuan co-branding adalah agar merek yang satu dapat memperkuat merek yang lain, sehingga dapat menarik minat para konsumen. Apabila co-branding dilakukan dalam bentuk kemasan bersama, maka setiap merek tersebut memiliki harapan dapat menjangkau konsumen baru dengan mengaitkannya dengan merek lain.
Menurut Gelder (2005), yang termasuk brand strategy antara lain Brand Positioning, Brand Identity, Brand Personality dimana ketiganya merupakan elemen-elemen dari Brand Expression. Sedangkan menurut Schultz dan Barnes (1999) menambahkan bahwa yang juga termasuk brand strategy adalah brand communication (komunikasi merek).
Ada beberapa perbandingan yang dapat anda lihat bagaimana dapat membangun strategy merek yang berfokus kepada marketTerlampiir bahan Ppt materi perkuliahanhttps://drive.google.com/file/d/1hZ9TeAYeOd5PTlv1eOId2yxEvaDGbVXj/view?usp=sharing