Garis besar topik
-
-
Assalamualaikum..
Semoga sehat semua, minggu ini kita melanjutkan pembahasan mengenai Tahap Pelaporan, Yaitu tahap akhir dalam siklus akuntansi dimana kita akan menyajikan informasi ke dalam Laporan Keuangan. Namun sebelumnya kita bahas sedikit menggenai penggunaan kertas kerja/ neraca lajur dalam menyusun laporan keuangan.
-
Apa Itu Neraca Lajur?
Neraca lajur disebut juga kertas kerja (worksheet) yang berbentuk kertas berisi kolom-kolom untuk mencatat keuangan secara manual. Pencatatan pada neraca lajur ini cenderung bersifat tidak formal, sehingga bisa pengisiannya dapat diperbaiki dan dikoreksi nantinya jika perlu. Neraca lajur memang bukan merupakan salah satu dari jenis laporan keuangan, namun pembuatannya akan mempermudah proses penyusunan laporan keuangan itu sendiri.
Manfaat Neraca Lajur
Neraca lajur yaitu, sebuah alat yang digunakan untuk memahami arus data akuntansi dari daftar sebuah saldo sebelum penyesuaian sampai ke laporan keuangan.
Manfaat pemakaian neraca lajur, antara lain sebagai berikut :
Berfungsi sebagai referensi menyusun ayat jurnal penutup.
Dapat digunakan untuk memeriksa data-data (akun dan jumlah saldo) yang akan disajikan dalam laporan keuangan.
Dapat menunjukkan bahwa prosedur-prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan keuangan telah dilaksanakan.
Dapat mempermudah untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan.
Tujuan Penyusunan Neraca Lajur
Mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan.
Untuk meringkas informasi dari daftar saldo dan data-data penyesuaian sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
Membantu menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada saat pembuatan jurnal penyesuaian.
Proses Penyusunan Neraca Lajur
Dalam penyusunan neraca lajur ini dari daftar saldo sebelum diadakan penyesuaian, lalu memasukan data penyesuaian. Barulah dapat ditentukan data yang akan dicantumkan di dalam sebuah laporan.
Neraca lajur tersebut harus disusun dengan berkolom dan pada sebuah perusahaan terdiri atas 10 kolom, yaitu :
Kolom daftar saldo yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
Kolom penyesuaian yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
Kolom daftar saldo setelah penyesuaian yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
Kolom laba-rugi yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
Kolom laporan posisi keuangan (neraca) yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
Proses penyusunannya adalah sebagai berikut :
Masukan saldo akun dari buku besar kedalam kolom daftar saldo yang ada di dalam formulir neraca lajur.
Masukan ayat jurnal penyesuaian, pada kolom penyesuaian.
Mengisi kolom-kolom daftar saldo setelah disesuaikan.
Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom daftar saldo, lalu sesuaikan ke dalam kolom laba rugi.
Menjumlahkan kolom-kolom laba-rugi dan kolom-kolom laporan posisi keuangan serta memasukkan angka laba bersih/rugi bersih sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom diatas, dan sekali lagi menjumlahkan kolom tersebut.
-
Tahap pelaporan merupakan tahapan terakhir dalam siklus akuntansi perusahaan jasa yang meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan modal,Laporan posisi keuangan, Laporan Arus KAs dan catatan Atas Laporan Keuangan.
1. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi atau biasanya disebut dengan profit and loss statement adalah sebuah laporan keuangan yang berfungsi untuk melihat apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian. Dari laporan laba rugi, dapat terlihat informasi pajak perusahaan serta sebagai evaluasi manajemen untuk keputusan selanjutnya. Tidak hanya manajemen internal saja yang membutuhkan laporan ini, tetapi juga investor dan pihak bank selaku pemberi pinjaman.
Umumnya, ada dua cara untuk membuat laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Menurut beberapa orang, laporan laba rugi single step dirasa lebih mudah karena lebih sederhana penghitungannya. Semua pendapatan dan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dicatat serta dijumlahkan menjadi satu dari atas ke bawah.
2. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal menggambarkan informasi perubahan, baik berupa peningkatan maupun pengurangan jumlah modal masing-masing pemegang saham. Saat awal perusahaan berdiri, investor selaku penanam modal di perusahaan pasti menyetor modal untuk usaha. Seiring berjalannya waktu, saat perusahaan sudah beroperasi akan terjadi banyak sekali perubahan modal awal sesuai dengan kinerjanya.
3. Laporan Posisi Keuangan
Laporan neraca atau balance sheet adalah laporan keuangan untuk melihat posisi dan informasi keuangan dalam satu periode. Masih ingatkah Anda tentang persamaan akuntansi ΓÇ£aset= kewajiban + modalΓÇ¥?
Melalui laporan neraca, segala informasi data yang berkaitan dengan aset (harta) perusahaan, kewajiban (hutang), dan modal dapat disajikan secara lengkap. Dengan kata lain, laporan neraca mengandung tiga elemen tersebut, yaitu aset, kewajiban dan modal.
4. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas atau biasa disebut dengan cash flow statement adalah laporan yang bertujuan untuk menunjukkan keluar masuknya aliran kas perusahaan. Laporan ini dapat menjadi indikator untuk memprediksi arus kas di masa mendatang berdasarkan laporan saat ini.
5. Catatan atas Laporan Keuangan
Tujuan dari dibuatnya Catatan atas laporan keuangan adalah untuk memberikan penjelasan lebih detail terkait dengan laporan yang sudah ada. Harapannya adalah laporan keuangan yang tersaji dapat mudah dipahami oleh pembaca. Letak laporan ini adalah paling belakang setelah semua laporan selesai dibuat. Tidak ketinggalan, biasanya tersedia sebab atau alasan terjadinya laporan yang tersaji.
-