Garis besar topik

    • Assalamualaikum wr wb

      Selamat siang..semoga sehat semua.

      Materi hari ini masih melanjutkan dari materi sebelumnya.Terkait dengan Aktivitas Pendanaan dan  beberapa alat yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan berkaitan dengan pendanaan.

    • APA ITU PENDANAAN PERUSAHAAN?
       Pendanaan perusahaan (company funding) adalah suntikan uang dari penyandang dana kepada perusahaan. Terkadang, kita juga menyebutnya sebagai pembiayaan perusahaan.

      Secara umum, dua sumber pendanaan: ekuitas (saham) dan utang. Penyandang dana ekuitas kita sebut sebagai investor saham, pemegang saham atau pemilik perusahaan. 

      Untuk utang, itu dapat mengambil beragam sumber, mulai dari pinjaman bank, penerbitan obligasi korporasi, medium term notes atau commercial papers. Sehingga, penyandang dana utang dapat mengambil beragam nama seperti kreditur, investor surat utang, pemegang obligasi atau investor obligasi.

      Tujuan pendanaan perusahaan 

      Pendanaan adalah bahan bakar agar bisnis berjalan. Perusahaan membutuhkan dana untuk berbagai tujuan, termasuk:

      • Memulai bisnis baru, misalnya untuk menyewa kantor, peralatan baru dan membayar iklan.
      • Menjalankan bisnis, misalnya untuk memenuhi likuiditas jangka pendek, dan modal kerja atau untuk membiayai penelitian komersial.
      • Memperluas bisnis, misalnya untuk menambah cabang baru, membeli mesin produksi atau membangun fasilitas produksi yang baru.

      Mengapa perusahaan baru sulit memperoleh pendanaan

      Dibandingkan perusahaan yang mapan, perusahaan baru sulit untuk mengumpulkan dana. Risiko mereka tinggi karena belum memiliki rekam jejak operasi dan kesuksesan dalam menjalankan bisnis. Itu membuat penyandang dana enggan meminjamkan uang mereka.

      Di sisi lain, penyandang dana menginginkan uang mereka bertambah. Mereka membandingkan risiko dan tingkat pengembalian sebelum memutuskan untuk meminjamkan uang. Ketika mereka menganggap perusahaan berisiko tinggi, mereka enggan menyuntikkan dana. Dan, jika bersedia, untuk mengkompensasi risiko yang tinggi, mereka mensyaratkan pengembalian atau bunga yang tinggi.

      Perusahaan baru memiliki risiko gagal tinggi karena hanya memiliki beberapa pelanggan. Mereka mengandalkan pembiayaan eksternal untuk menjalankan bisnis, alih-alih dari menjual produk. Mereka memiliki pendapatan yang terbatas karena hanya memiliki beberapa pelanggan. Selain itu, mereka mungkin harus menghadapi tekanan kompetitif dari perusahaan lain yang lebih mapan. Oleh karena itu perusahaan perlu melakukan analisis terhadap keuangan perusahaan. Ketika perusahaan memperoleh suntikan dana dari pihak luar, tentunya akan menimbulkan kewajiban bagi perusahaan untuk mengembalikan dana tersebut. Sekarang petanyaannya adalah apakah perusahaan mampu atau bisa mengembalikan dana tersebut?

      https://cerdasco.com/pendanaan-perusahaan/


    • ALAT ANALISIS YANG DIGUNAKAN ADALAH 


      Ratio Solvabilitas

      Merupakan ratio untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan yang dibiayai dengan utang dan mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang jika perusahaan dilikuidasi. Dengan arti lain yaitu mengukur likuiditas jangka panjang perusahaan sehingga memfokuskan pada sisi kanan neraca.

      Jenis ratio yang digunakan pada ratio solvabilitas antara lain ada Ratio Total Hutang terhadap Aset (Debt to Total Asset Ratio) dan Ratio Total Hutang terhadap Ekuitas Total debt to equity ratio serta Times interest-earned ratio

      • Rasio Utang terhadap Aktiva atau Total Debt to Asset Ratio adalah mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rasio ini menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva. Semakin kecil rasionya semakin aman (solvable). Porsi utang terhadap aktiva harus lebih kecil (Harahap, 2002).
      • Debt ratio = total utang / Total Aset x 100%

      • Rasio Utang terhadap Ekuitas atau Total Debt to Equity Ratio menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan yang berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditur dengan pemilik perusahaan. Bagi perusahaan,  besarnya utang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi. Semakin kecil porsi utang terhadap modal, semakin aman.
      • Debt-to-equity ratio = total jumlah utang / ekuitas (modal) x 100%

      • Times Interest-Earned Ratio

        Disebut juga interest coverage ratiotimes interest-earned ratio merupakan rasio yang mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk melunasi beban bunga di masa depan. Rasio ini membandingkan antara laba (keuntungan) sebelum pembayaran pajak dan bunga atas biaya bunga. Semakin tinggi nilai rasio jenis ini, kemampuan perusahaan agar dapat membayar bunga dari utang pun semakin besar.

        Namun, sebaliknya, bila nilai rasio times interest-earned ratio ini semakin rendah, kemampuan perusahaan dalam membayar utang-utangnya pun kian rendah. Faktor ini dapat menjadi tolak ukur bagi pihak kreditur sebelum memberikan pinjaman tambahan.

      • Times interest-earned ratio = laba sebelum pembayaran pajak dan bunga / beban bunga x 100%