Garis besar topik

  • TARGET PERTEMUAN

    Menyusun Target Promosi, Target Penjualan dan Target Produksi pada bisnis yang dikembangkan


    • Apa Itu Promosi?

      Ada banyak pengertian promosi menurut para ahli.                  

      Harper W Boyd menyebutnya sebagai cara membujuk orang lain agar menerima suatu gagasan/produk. Sementara, Philip Kotler mengatakan promosi merupakan strategi komunikasi dengan pasar. 

      Jika dirangkum, promosi adalah upaya memasarkan produk dengan cara komunikasi persuasif sehingga calon konsumen lebih tertarik membeli produk Anda dibanding produk kompetitor. 

      Secara umum, ada beragam cara untuk melakukan promosi, bisa melalui iklan di TV,  brosur, spanduk, sosial media, dan website. 

      Lalu, kenapa Anda perlu melakukan kegiatan promosi bagi produk bisnis Anda? Apakah tujuannya?

      Tujuan utama promosi adalah untuk meningkatkan penjualan. Namun, tentu saja harus didahului dengan pengenalan produk ke masyarakat. Tidak hanya itu, promosi harus fokus pada upaya menciptakan ketertarikan masyarakat menggunakan produk yang Anda tawarkan. 

      Cara yang dilakukan bisa beragam, seperti beriklan, menggunakan influencer, menggelar suatu event, dan lain-lain. Media yang digunakan pun bisa beragam. Kita akan bahas lebih lanjut di bagian lain artikel ini.

      Manfaat Promosi bagi Bisnis Online Anda

      Berikut ini beberapa manfaat promosi bisnis online ketika berjalan dengan baik:

      1. Mampu Menarik Perhatian Pasar dengan Cepat

      Dari manakah biasanya Anda mengetahui adanya produk baru dari salah satu brand? Benar, dari program promosi yang mereka lakukan. 

      Walaupun jenis kegiatan yang dijalankan bisa beragam,  promosi yang baik tak pernah luput dari perhatian masyarakat. 

      Anda tentu masih ingat tentang driver ojek online yang beruntung mendapatkan mobil mewah seharga Rp 12.000. Ya, pada momen Harbolnas tahun lalu, salah satu marketplace menyelenggarakan promo barang dengan harga Rp 12.000.

      Promo tersebut berhasil menyedot perhatian masyarakat. Pasalnya, berbagai barang yang bahkan masuk kategori mewah dibanderol dengan harga Rp 12.000 saja. Apa yang terjadi? Jutaan orang berebut mendapatkannya.

      2. Promosi Untuk Menjaga Loyalitas Konsumen  

      Anda tentu menyadari bahwa kompetitor tentu akan berusaha untuk merebut hati pelanggan Anda. 

      Namun, jika Anda rajin melakukan kegiatan promosi dengan berbagai penawaran menarik, konsumen akan tetap setia menggunakan produk Anda. Alasannya, manfaat yang mereka terima dari Anda lebih menjanjikan. 

      Bagi Anda sebagai pemilik bisnis, menjual produk kepada konsumen setia tentu lebih mudah. Faktanya, kemungkinan keberhasilannya mencapai 60 hingga 70%.

      3. Membantu Meningkatkan Brand Awareness

      Bagi bisnis online, brand awareness sangat penting. Brand awareness mampu menguatkan hubungan antara produk Anda dengan konsumen untuk jangka panjang. 

      Sebagai contoh, jika ingin membeli air mineral, sebagian Anda menyebut Aqua. Padahal banyak merk air mineral lain yang secara kualitas tidak jauh berbeda. Hal inilah yang disebut sebagai brand awareness.  

      Jika promosi yang Anda lakukan berhasil dan mampu membangun branding dengan kuat, produk Anda akan melekat di hati konsumen. 

      Dengan intensitas promosi yang terukur, brand awareness bisa dibangun dengan baik. 

      4. Meningkatkan Potensi Penjualan Produk

      Sebuah promosi yang dilakukan dengan baik akan mampu mendongkrak penjualan. 

      Sebagai contoh, perusahaan penerbangan JetBlue berhasil mencapai peningkatan pendapatan hingga 1640% melalui promosi!

      JetBlue tidak menciptakan produk baru. Perusahaan tersebut hanya melakukan pendekatan yang berbeda dibanding kompetitor. Mereka merancang program otomasi email untuk tujuan promosi bagi konsumen yang belum menyelesaikan pemesanan tiket di website mereka. Terbukti berhasil!

      11+ Tips dan Cara Promosi Paling Efektif

      Setelah memahami pentingnya manfaat promosi, mari kita belajar tips jitu untuk mempromosikan suatu produk.

      Ada banyak promosi yang bisa diterapkan untuk produk bisnis online Anda. Kami telah merangkum beberapa contoh yang bisa Anda gunakan:

      1. Memberikan Diskon/Potongan Harga

      Harga masih menjadi faktor utama bagi konsumen ketika melakukan transaksi pembelian. Oleh karena itu, promo potongan harga selalu ditunggu.

      Di luar negeri, terdapat sejumlah event yang khusus menghadirkan promo potongan harga untuk pembelian produk. Salah satu yang terkenal adalah Black Friday atau promo domain dari Niagahoster. Di Indonesia, momen promo ini biasanya diselenggarakan secara massal pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

      Jika  memiliki toko online Anda sendiri, tentu Anda bisa menyelenggarakan promo potongan harga/diskon ini kapan saja. Dan tentunya, potongan harga bisa digunakan untuk hampir semua jenis bisnis online, sebagaimana contoh promosi berikut:

      sebagaimana contoh promosi berikut:


      Contoh promosi dengan memberikan potongan harga.

      2. Membebaskan Biaya Kirim Barang (Free Ongkir)

      Meningkatnya transaksi ecommerce salah satunya didukung oleh kemudahan pengiriman barang. Saat ini, tanpa perlu menunggu lama, barang akan sampai kepada penerima. 

      Sudah banyak bisnis ekspedisi yang memberikan pelayanan terbaik. Hanya saja, tarif pengiriman barang untuk beberapa wilayah masih cukup tinggi. 

      Oleh karena itu, jika Anda menggunakan free ongkir, konsumen akan tertarik. Alasannya, konsumen tidak hanya mendapatkan kemudahan, tapi juga value lebih saat berbelanja produk yang Anda tawarkan.

      Dengan pendekatan bebas ongkos kirim (free ongkir), penjualan produk bisnis Anda bisa lebih ditingkatkan. 

      Contoh promosi free ongkir ditunjukkan oleh toko online yang menjual kopi berikut ini:


      Contoh promosi dengan memberikan gratis ongkos kirim.

      3. Menawarkan Cashback

      Cashback adalah pengembalian sejumlah uang setelah konsumen melakukan pembelian. Cashback berlaku jika pembelian yang dilakukan mengikuti syarat yang ditentukan oleh penjual. Biasanya berupa pembelian sejumlah nominal tertentu.

      Walaupun ada syarat yang diberlakukan, cashback tetap merupakan promo yang menarik bagi konsumen. Anda bisa mengunjungi beberapa marketplace besar dan akan menjumpai cashback di berbagai event promo mereka. 

      Perlu diingat bahwa cashback bukan hanya milik marketplace saja. Pemilik toko online pun bisa menerapkan promo ini untuk menjual berbagai barang, mulai produk elektronik hingga fashion. 


      Contoh promosi dengan cashback.

      4. Mengadakan Flash Sale

      Flash sale adalah metode penjualan dalam waktu singkat, dengan jumlah terbatas dan dibandrol dengan harga murah. 

      Sebagian dari Anda mungkin mengenal Flash sale dari salah satu marketplace besar di Indonesia, bukan? Jenis promosi tersebut terbukti cukup efektif. 

      Karena Flash sale menggunakan strategi ketersediaan barang yang terbatas, banyak calon konsumen tak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Hasilnya, Flash sale terbukti efektif untuk menggebrak pasar. Produk yang dijual melalui Flash sale selalu laris manis bak kacang goreng.

      Belajar dari kondisi tersebut, banyak pelaku bisnis yang menerapkan langkah promosi yang sama. Tidak hanya produk ponsel, namun juga produk nutrisi anak seperti terlihat pada contoh berikut:


      Contoh promosi dengan flash sale.

      5. Beli 1 Gratis 1

      Mempromosikan produk dengan memberikan tambahan produk lain secara gratis sudah umum digunakan. Mulai dari produk keperluan rumah tangga hingga makanan. 

      Namun, jangan salah, langkah ini terbukti masih sangat efektif.

      Bagi konsumen, mereka akan senang karena mendapatkan value tambahan. Sedangkan, bagi pemilik bisnis, Beli 1 Gratis 1 sering digunakan terutama untuk mengenalkan produk baru sambil tetap mendapatkan profit yang baik.

      Alasannya, ketika melakukan kampanye Beli 1 Gratis 1,  produsen justru mampu menjual produk lebih banyak karena konsumen sebenarnya membeli dua produk sekaligus. 


      Contoh promosi dengan beli 1 gratis 1.

      6. Memberikan Gift

      Jika promosi sebelumnya memberikan produk sejenis secara gratis, promosi dengan memberikan gift sering menggandeng produk yang berbeda sebagai hadiah. Bisa produk Anda sendiri, atau produk pihak lain. 

      Sebenarnya, banyak sekali contoh gift yang pernah Anda dapatkan sebagai konsumen. Misalnya, saat Anda mendapatkan softcase dan pelindung layar ketika melakukan pembelian ponsel. 

      Sebagai pemilik bisnis, Anda juga bisa meniru tips jitu promosi ini pada produk Anda. Sebagai contoh, toko busana online berikut:



      Contoh promosi dengan memberikan gift.

      7. Pengumpulan Poin Rewards

      Poin rewards adalah salah satu contoh promosi melalui customer loyalty program. Artinya, konsumen yang loyal menggunakan produk Anda berhak mendapatkan penawaran khusus. 

      Cara promosi ini bisa dilakukan di banyak bisnis. Misalnya, jika Anda memiliki usaha pencucian mobil. 

      Anda bisa membagikan kartu promo khusus. Setiap kali pelanggan mencuci mobil di tempat Anda, ada satu sticker yang akan mereka terima. Setelah lima kali pencucian, Anda bisa memberikan satu kali cuci mobil gratis.

      Tentu konsumen Anda akan senang dengan promo poin rewards semacam ini. 

      Contoh lain dari poin rewards ditunjukkan oleh program Niaga Poin (NiPo) berikut ini:


      Contoh Program Poin Rewards

      8. Membagikan Voucher atau Kupon Promo

      Cara promosi dengan membagikan voucher bisa menjadi senjata untuk menarik minat konsumen. 

      Anda mungkin pernah mendapatkan voucher makan ketika membeli majalah tertentu.

      Di era digital ini, penggunaan e-voucher mulai menggantikan voucher fisik. Banyak pemilik bisnis yang membagikan promo voucher melalui email, bahkan langsung di dalam aplikasi yang digunakan konsumen (in-app).

      Salah satu contoh yang Anda kenal tentu voucher dari Gojek. 


      Contoh Promosi dengan Voucher

      Dengan beragam promosi yang ditawarkan melalui voucher, apapun jenis bisnis yang Anda jalankan akan berpotensi menaikkan pendapatan (revenue).

      9. Memberikan Garansi

      Konsumen akan lebih nyaman ketika membeli produk yang memiliki jaminan garansi. 

      Jenis garansi yang ditawarkan bisa beragam, mulai keaslian barang, kualitas barang, hingga harga yang bersaing. Hal ini tentu bergantung jenis produk yang ditawarkan.

      Pada jenis bisnis yang menawarkan produk yang hampir sama, persaingan dengan kompetitor adalah pada faktor harga. Tak jarang konsumen Anda mendengar promosi dengan kalimat: ΓÇ£Jika kompetitor memiliki harga lebih murah, kami bayar selisih harganya.ΓÇ¥ 

      Sedangkan, pada jenis bisnis yang menekankan kualitas barang, tagline promosi yang digunakan antara lain ΓÇ£Dijamin Ori!ΓÇ¥ atau ΓÇ£Produk Terbaik Hanya di Toko Kami!ΓÇ¥

      10. Menggelar Promo Liburan

      Liburan merupakan momen yang ditunggu. Setiap orang merencanakan liburan ke berbagai destinasi wisata yang diinginkan. Inilah yang menyebabkan banyak promosi liburan ditawarkan oleh banyak pemilik bisnis akomodasi dan transportasi. 

      Promo liburan bisa berupa penambahan fasilitas ataupun potongan harga. 

      Namun, promosi liburan bisa Anda terapkan pada jenis usaha lain. Misalnya, jika Anda memiliki bisnis online di bidang pendidikan. Anda bisa memberikan potongan harga atau gratis pendaftaran.

      Anda bisa mencontoh promosi liburan yang dilakukan oleh English First berikut ini:


      Contoh Promosi Liburan

      11. Memberikan Tester/Sample Produk

      Pernahkah Anda diminta mencicipi suatu produk makanan ketika Anda sedang berada di pusat perbelanjaan? Atau pernahkah Anda mendapatkan bonus krimer ketika membeli produk kopi?

      Cara promosi dengan menawarkan konsumen mencicipi produk (tester) banyak digunakan untuk mengetahui reaksi konsumen.  

      Pada prakteknya, promosi sample/tester bisa diterapkan pada setiap bisnis, termasuk bisnis online.

      Pada setiap pembelian yang dilakukan konsumen, Anda bisa menyertakan produk baru Anda dalam kemasan kecil agar konsumen bisa menjajal produk tersebut. Berbeda dengan Gift,  promosi tester memang bertujuan untuk mengenalkan masyarakat produk baru yang akan Anda launching.

      Jika respon konsumen cukup baik, Anda bisa melanjutkan dengan cara promosi lain untuk menggebrak pasar. 

      12. Menawarkan Harga Khusus untuk Pembelian Grosir

      Harga grosir adalah harga khusus yang diberikan jika konsumen membeli barang dengan jumlah tertentu. Promosi harga grosir menguntungkan baik bagi konsumen maupun Anda sebagai pebisnis. 

      Jika Anda ingin membuat produk Anda terjual lebih cepat, mencoba promosi harga grosir layak dicoba. Apalagi jika kompetitor Anda ternyata juga menggunakan cara ini. 

      Promosi harga grosir umumnya digunakan oleh bisnis fashion, alat tulis dan lainnya. Namun, sebenarnya semua jenis bisnis bisa menggunakan strategi ini. 


      Contoh Penawaran Harga Khusus

      13. Membagikan Giveaway

      Giveaway adalah cara promosi untuk berbagi produk. 

      Seperti halnya promosi gift, produk yang dibagikan dalam event giveaway bisa produk Anda sendiri atau produk lain. Perbedaannya, event giveaway mengharuskan konsumen melakukan sejumlah ketentuan mengikuti acara.

      Sebagai contoh, promosi giveaway yang pernah dilakukan akun instagram berikut:

      Contoh Program Giveaway

      Dalam event tersebut, peserta diharuskan memposting video/foto kegiatan hidup sehat yang sesuai dengan produk yang dijual oleh pemilik bisnis. Dengan cara ini, selain produk bisnis Anda mendapatkan perhatian, Anda juga bisa menjangkau lebih banyak orang.

      Kenapa demikian? Sebab, event giveaway selalu menentukan adanya tag ke beberapa follower dari peserta event sehingga semakin banyak orang yang mendapatkan informasi. 

      Jenis-jenis Promosi

      Untuk bisa melakukan promosi dengan tepat, Anda perlu mengenal jenis-jenis promosi. Dengan begitu, Anda bisa memilih jenis promosi yang paling sesuai.

      Berikut jenis-jenis promosi menurut Kotler dan Armstrong:

      1. Advertising

      Advertising atau periklanan yaitu presentasi non-pribadi dan promosi berbayar yang memiliki sponsor.

      Jenis promosi ini sering Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ketika sedang menonton TV dan terdapat jeda acara, atau saat melihat papan iklan di dekat lampu merah.

      2. Personal Selling

      Personal selling adalah promosi yang dilakukan dengan menggunakan sumber daya manusia. Tujuannya untuk membangun hubungan pelanggan yang lebih akrab dan terpercaya.

      Biasanya, yang melakukan personal selling adalah wiraniaga, sales, agen, dan banyak lagi. 

      3. Sales Promotion

      Sales promotion merupakan promosi jangka pendek yang bertujuan meningkatkan penjualan dengan cepat. Fungsinya untuk mendongkrak permintaan akan produk atau layanan tertentu.

      Mungkin, ini adalah jenis promosi yang paling sering Anda iyakan. Anda biasa menemukannya dalam bentuk diskon, flash sale, dan penawaran singkat lainnya.

      4. Public Relation

      Public relation adalah jenis promosi untuk menghasilkan publisitas yang baik dan memperkuat citra perusahaan. Promosi ini sering dilakukan dalam bentuk event, pemberitaan, kolaborasi dengan stakeholder, dan banyak lagi.

      Menggunakan public relation, reputasi perusahaan akan meningkat. Dengan begitu, akan memperkuat kesadaran publik terhadap merek Anda.

      5. Direct Marketing

      Seperti namanya, direct marketing adalah pemasaran secara langsung. Artinya, promosi langsung dilakukan ke calon pelanggan dengan menggunakan saluran komunikasi. Bisa itu email, SMS, telepon, dan kanal lainnya.

      Sudah banyak perusahaan kecil sampai besar menggunakan jenis promosi ini. Sebab, meski promosi dilakukan dari jauh, pengguna tetap bisa memberikan respon langsung kepada perusahaan.

      Media Promosi untuk Bisnis Online

      Kita sudah melihat beragam contoh dan jenis promosi bagi bisnis online Anda. Lalu, apakah media yang bisa kita gunakan untuk melakukan semua langkah promosi tersebut?

      Berikut ini adalah media promosi online yang bisa Anda gunakan sesuai dengan produk Anda:

      1. Blog

      Blog bisa digunakan sebagai media promosi online yang efektif. 

      Alasannya, blog menunjukkan eksistensi bisnis online Anda. Selain itu, blog yang dikelola dengan baik dapat membangun branding bisnis Anda secara profesional. 

      Tidak hanya itu, lebih dari 70% konsumen mempelajari berbagai produk melalui blog. 

      Jika Anda belum memiliki blog, tidak perlu khawatir. Membuat blog cukup mudah dan bisa dilakukan relatif cepat. 

      2. Media Sosial

      Promosi melalui media sosial juga bisa Anda lakukan jika target pasar Anda adalah pengguna media sosial yang aktif. 

      Namun, ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu platform apa yang paling sering digunakan. Sebab, konten promosi untuk Instagram tentu akan berbeda dengan Twitter. 

      Tidak hanya itu, jenis produk yang Anda tawarkan juga mempengaruhi platform manakah yang pas untuk digunakan. Jika Anda ingin banyak menampilkan foto produk sebagai keunggulan, seperti makanan, tentu menggunakan Instagram lebih tepat.

      3. YouTube

      Jika Anda menjual produk yang akan tampil lebih menarik dengan tampilan video, YouTube bisa menjadi media yang efektif.

      Misalnya, jika Anda menjual produk kecantikan, Anda bisa menunjukkan proses berdandan menggunakan produk tersebut. Teknik before-after (sebelum-sesudah) banyak digunakan untuk menunjukkan bagaimana tampil cantik dengan produk kosmetik yang ditawarkan.

      Menggunakan YouTube memiliki dua keunggulan. Pertama, layanan tersebut gratis sehingga Anda bisa mengunggah video promosi kapan saja tanpa biaya. Kedua, Anda bisa menautkan penjelasan produk ke blog atau website toko online Anda. 

      4. Email

      Menggunakan email untuk mempromosikan produk Anda cukup menjanjikan. Bahkan sebuah studi menyebutkan bahwa tingkat keberhasilan email menggaet konsumen baru 40x lebih baik dibanding media sosial.

      Tentu saja, harus disesuaikan dengan produk dan target pasar bisnis Anda. 

      Sebagaimana contoh pada JetBlue sebelumnya, kompetitor mereka juga menggunakan promosi lewat email. Bedanya, JetBlue hanya fokus pada calon konsumen yang belum sempat menyelesaikan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan cara ini bisa menghasilkan 69% pendapatan lebih banyak. 

      Kesimpulan

      Promosi untuk bisnis online Anda sangat penting. Agar memperoleh hasil maksimal diperlukan langkah jitu melakukannya. 

      Pada penjelasan di atas, kami telah membagikan banyak contoh promosi untuk bisnis online Anda. Semua contoh di atas bisa diterapkan pada berbagai jenis bisnis. Namun, tetap harus sejalan dengan tujuan bisnis Anda. 

      Nah, sekarang Anda bisa mencoba menggunakan salah satu atau beberapa tips promosi di atas. Semoga berhasil!

      https://youtu.be/eMIn24FjzpA

    • BAGAN KONSEP PRODUKSI






    • Menentukan Market & Channel yang Efektif untuk Bisnis & Startup

      marketing plan EKRUT

      Menentukan Market & Channel yang Efektif untuk Bisnis & Startup

      Marketing merupakan salah satu aktifitas yang tidak bisa ditinggalkan dalam melakukan bisnis, terutama bagi Anda yang ingin memaksimalkan pendapatan bisnis Anda tentunya memerlukan teknik marketing yang jeli. Namun, faktanya masih banyak UMKM dan Startup yang masih bingung dalam melaksanakan kegiatan marketing, terutama juga masih banyak startup yang bahkan fokus ke pengembangan produk tanpa memikirkan bagaimana produk itu bisa dijual, bagaimana bisa terjual, dan mengetahu target market yang spesifik dalam memperkenalkan atau memarketingkan produk mereka.

      Pernahkah kamu merasakan pengalaman seperti ini, dimana kita sudah iklan namun kita tidak mendapatkan hasil yang maksimal dari iklan tersebut bahkan nihil (zonk). Hal itu dikarenakan penerapan marketing yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang disetup dan apa yang diinginkan. Sehingga pada postingan ini kita akan menceritakan bagaimana Menentukan Market & Channel yang Efektif untuk Bisnis.

      Potensi Market Indonesia

      Sebelum kita masuk lebih jauh bagaimana bisa memaksimalkan kegiatan marketing, perlu Anda ketahui terlebih dahulu bagaimana kondisi peluang untuk digital marketing di Indonesia terlebih dahulu. Indonesia pada tahun 2018 merupakan salah satu negara dengan potensi dan perkembangan internet yang cukup pesat, apalagi saat ini ada lebih + 143 jt Pengguna Internet di Indonesia yang kurang lebih masih 1/4 dari total jumlah populasi di Indonesia.


       

      Hal tersebut menjadi peluang bagi kita untuk bisa menyasar target ke Indonesia dikarenakan Indonesia juga pengguna Internetnya akan tumbuh terus menerus seiringan perkembangan zaman dan peningkatan infrastruktur daerah saat ini. Selain itu juga pengguna Sosial media dan smartphone di Indonesia juga meningkat dari tahun ketahun, bahkan saat ini hampir 70% berasal dari Smartphone sehingga Anda jika ingin mempunyai website disarankan mempunyai website yang mobile friendly.



       

      Jika kita lihat sekilas, prilaku pengguna internet di Indonesia dimana 63,1 Juta pengguna (47,6%) menggunakan smartphone dan yang menggunakan komputer atau laptop itu mencapai 2,2 juta pengguna (1,7%). Sangat jauh sehingga memanfaatkan smartphone menjadi peluang yang sangat bagus untuk bisa menjadi salah satu sasaran dalam memaksimalkan kegiatan marketing Anda.

      Cara Menentukan dan Memaksimalkan Channel Marketing

      Selanjutnya kita akan membahas secara bertahap kira kira bagaimana cara menentukan dan memaksimalkan channel yang baik dan benar untuk bisnis kita. Ada 3 langkah yang perlu Anda ketahui diantaranya :

      1) Riset / Research

      Riset / Research : Suatu Metode menentukan Target User yang tepat untuk Bisnis Anda. Dalam melakukan Riset, Anda perlu melakukan Riset mengenai produk Ana terlebih dahulu, dimana langkahnya adalah dengan menentukan Segmentasi, Target, Positioning, dan Differensiasi produk Anda.


       

      Berikut penjelasannya Segmentasi, Target, Positioning, dan Differensiasi :

      Segmentasi

      Menurut Solomon dan Elnora (2003, p221), segmentasi adalah proses membagi pasar yang lebih besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil berdasarkan satu atau lebih karakteristik yang bermakna. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.

      Ada beberapa variabel segmentasi:

      • Demografis. Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografis sepert: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan, geografis.
      • Psikografis. Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain-lain.
      • Perilaku. Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmen ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non- pengguna produk.

      Targeting

      Menurut Solomon dan Elnora (2003, p232), target adalah kelompok yang dipilih oleh perusahaan untuk dijadikan sebagai pelanggan sebagai hasil dari segmentasi dan penargetan. Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar:

      • Undifferentiated targeting strategy, strategi ini menganggap suatu pasar sebagai satu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa, sehingga hanya ada satu bauran pemasaran yang digunakan untuk melayani semua pasar. Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata sebagian besar konsumen.
      • Differentiated targeting strategy, perusahaan menghasilkan beberapa produk yang memiliki karakteritik yang berbeda. Konsumen membutuhkan variasi dan perubahan sehingga perusahaan berusaha untuk menawarkan berbagai macam produk yang bisa memenuhi variasi kebutuhan tersebut.
      • Concentrated targeting strategy, perusahaan lebih memfokuskan menawarkan beberapa produk pada satu segmen yang dianggap paling potensial. dan yang terakhir,
      • Custom targeting strategy, lebih mengarah kepada pendekatan terhadap konsumen secara individual.

      Positioning

      Untuk pengertian positioning menurut menurut Solomon, dan Elnora (2003, p235), adalah mengembangkan strategi pemasaran yang bertujuan untuk mempengaruhi bagaimana sebuah segmen pasar tertentu memandang sebuah barang atau jasa dibandingkan dengan kompetisi. Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari para pesaingnya.

      Ada beberapa positioning yang dapat dilakukan:

      • Positioning berdasarkan perbedaan produk. Pendekatan ini dapat dilakukan jika produk suatu perusahaan mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan dengan pesaing dan konsumen harus merasakan benar adanya perbedaan dan manfaatnya.
      • Positioning berdasarkan atribut produk atau keuntungan dari produk tersebut. Pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan atribut apa yang dimiliki suatu produk dan manfaat yang dirasakan oleh kosumen atas produk tersebut.
      • Positioning berdasarkan pengguna produk. Pendekatan ini hampir sama dengan targeting dimana lebih menekankan pada siapa pengguna produk.
      • Positioning berdasarkan pemakaian produk. Pendekatan ini digunakan dengan membedakan pada saat apa produk tersebut dikonsumsi.
      • Positioning berdasarkan pesaing. Pendekatan ini digunakan dengan membandingkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh pesaing sehingga konsumen dapat memilih produk mana yang lebih baik.
      • Positioning berdasarkan kategori produk. Pendekatan ini digunakan untuk bersaing secara langsung dalam kategori produk, terutama ditujukan untuk pemecahan masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan.
      • Positioning berdasarkan asosiasi. Pendekatan ini mengasosiasikan produk yang dihasilkan dengan asosiasi yang dimiliki oleh produk lain. Harapannya adalah sebagian asosiasi tersebut dapat memberikan kesan positif terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
      • Positioning berdasarkan masalah. Pendekatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan memiliki positioning untuk dapat memecahkan masalah.

      Hal ini, suatu strategi yang dilakukan perusahaan dalam membuat sesuatu kekhasan atau keunikan dalam produk sehingga dapat bersaing dengan pesaing yang sudah lebih dulu memiliki kekhasan. Contohnya bisa dibuat dengan packaging yang unik.

      Differensiasi

      Differensiasi bisa dilakukan dengan hal-hal berikut :

      • Differensiasi Produk : Membedakan produk berdasarkan keistimewaan, kinerja, kesesuaian, daya tahan, kemudahan untuk dipakai, dan dalam desain produknya. Produk bisa didesain dengan packaging yang unik. Ini bisa membedakan produk tersebut dengan yang lainnya. Tanpa merubah kualitas dari produk tersebut. Misalnya, dengan tipografi atau ilustrasi yang unik.
      • Differensiasi Pelayanan : Membedakan pelayanan berdasakan kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, konsultasi konsumen, pemeliharaan dan perbaikan suatu produk. Dalam hal ini, perusahaan harus lebih meningkatkan tingkat pelayanan. Cepat sampai sesuai waktu tetapi tidak menghilangkan kualitas produk.
      • Differensiasi Personil (karyawan) : Membedakan personil (karyawan) berdasarkan kemampuan, kesopanan, kredibilitas dan kejujuran. Setiap perusahaan pasti memiliki karyawan, baik usaha kecil ataupun besar. Dari karyawan tersebut diharapkan dapat memberikan citra baik perusahaan kepada konsumen dengan menjaga hubungan jual beli yang baik. Dengan begitu konsumen akan merasa nyaman dengan kinerja dari karyawan tersebut dan akan kembali lagi untuk membeli produk dari perusahaan tersebut.

      Selanjutnya jika Anda sudah mengetahui terkait bagaimana perbandingan bisnis Anda bisa dilakukan, hal yang dilakukan selanjutnya adalah menentukan tujuan bisnis Anda. Dalam menentukan tujuan bisnis Anda harus membuat tujuan bisnis yang S.M.A.R.T dengan kepanjangan Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-Frame.

      Nah jika Anda sudah memahami bagaimana tujuan itu dibentuk, berikut ini adalah 3 tujuan bisnis yang paling umum digunakan :


       

      • Konversi
        Merupakan tujuan bisnis dimana kita ditargetkan untuk mendapatkan customer baru (new Customer) yang mau membeli produk kita. Target konversi ini merupakan target yang tujuannya adalah bagaimana mendapatkan uang sebanyak mungkin dari penjualan yang kita lakukan.
      • Engagement
        Berikutnya adalah suatu tujuan bagaimana orang orang membicarakan produk Anda. Baik itu untuk tujuan positif dan negatif, namun tentunya orang ingin bisnisnya dikenal baik dan bagus oleh orang lain sehingga diusahakan dalam hal ini Anda harus bisa meyakinkan pengguna untuk membicarakan hal positif mengenai produk Anda.
      • Akuisisi
        Akusisi adalah salah satu tujuan dimana bisnis kita mengejar atau mengajak customer dari kompetitor mau menggunakan layanan dari bisnis kita. Tujuan ini bisa digunakan jika rasanya Anda ingin customer baru berasal dari pengguna kompetitor Anda sehingga mereka akan berpindah loyalitas menggunakan layanan dari bisnis Anda.

       

      2) Aksi / Action / Eksekusi

      Aksi / Action : Memilih Channel yang Cocok berdasarkan Kriteria Target Bisnis Kita. Intinya pada tahap ini kita memilih kira kira channel apa yang bisa kita gunakan dari hasil riset yang sudah kita lakukan sebelumnya.

      Nah dalam hal ini pasti Anda bertanya, apakah saya baiknya menggunakan channel online atau offile ? nah hal ini tergantung dengan produk Anda juga dikarenakan keduanya juga merupakan channel yang baik untuk memasarkan produk apapun. tentunya ada keunggulan dan kelemahan yang bisa didapatkan untuk platform online an offline.

      Beberapa saran penting yang perlu Anda pertimbangkan diantaranya:

      • Buatlah Website pertama kali untuk bisnis Anda, karena kita tidak tahu kapan social media bisa jatuh maupun bertahan. Minimal Anda melakukan pembelian domain untuk mengamankan domain untuk website Anda. Jangan sampai domain dari brand Anda sudah diambil terlebih dahulu oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan Anda.Beli layanan Domain Murah IDcloudhost
      • Memaksimalkan pemasaran menggunakan social media. Hal ini dikarenakan social media merupakan media yang tidak mengeluarkan uang terlalu banyak terlebih jika anda mempunyai banyak pengikut. Namun yang perlu di perhatikan adalah Anda tidak dianjurkan menggunakan social media jika tidak ada tujuan, Anda bisa menggunakan satu persatu social media untuk bisnis Anda. Selain itu juga setiap social media mempunyai keunggulan masing-masing yang bisa Anda maksimalkan.
      • Jika Anda menggunakan marketplace / Ecommerce, diharapkan untuk bijak memilih E-Commerce yang berkualitas maupun yang cocok untuk bisnis Anda. Marketplace juga mempunyai keunggulan masing-masing yang bisa Anda maksimalkan untuk bisnis Anda.


       

      Sebenarnya masih banyak sekali channel yang bisa Anda maksimalkan untuk bisnis Anda seperti Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Social Media Marketing, Email marketing, Content Marketing, Video Marketing, Viral Marketing, Analitycs, dan lainnya. 

      3) Analisa

      Analisa : Menganalisa dan mengevaluasi hasil dari channel yang sudah Anda lakukan. Nah hal ini yang sering terjadi miss atau terlewatkan oleh UMKM dan Startup. Kegiatan ini sebenarnya bisa menjadi salah satu kegiatan yang sangat penting namun tidak dan jarang dilakukan oleh UMKM / Startup.

      Pada tahap ini Anda bisa menggunakan Channel Scalling Strategy untuk bisa memaksimalkan kegiatan analisa Anda :


       

      Evaluasi Kembali channel bisnis anda sehingga Anda bisa melakukan kegiatan sebagai berikut :

      • Feedback Pelanggan : Anda bisa mengumpulkan Feedback yang diberikan oleh pelanggan Anda sebagai salah satu bahan untuk evaluasi bisnis Anda.
      • Pilih Channel yang Paling berpengaruh. Nah jika dalam kondisi ini Anda melakukan eksekusi dengan berbagai channel, ada baiknya anda coba mengevaluasi mengenai channel yang paling efektif dalam bisnis Anda, sehingga Anda bisa fokus mengembangkan marketing dengan menggunakan channel terbaik.
      • Evaluasi Dana Marketing. Ini juga menjadi salah satu yang terpenting, hal ini dikarenakan jika Anda mengeluarkan banyak dana untuk kegiatan marketing yang tidak memberikan hasil untuk Apa, sehingga anda perlu melakukan evaluasi terkait hal ini.
      • Gunakan Google Analytics. Anda bisa memanfaatkan Google Analytics untuk mengevaluasi trafik yang datang ke bisnis Anda. Melihat bagaimana trafik datang ke bsinis Anda.

      Mengumpulkan daftar calon pelanggan dari mereka yang sudah berlangganan dengan Anda, adapun informasi tersebut bisa Anda kelola sesuai dengan kebutuhan Anda.

      • Informasi Pelanggan seperti : Nama, Email dan No. HP / WA
      • Follower Social Media. anda mempunyai banyak follower di Social media ? Silakan dimanfaatkan untuk bisa memaksimalkan bisnis Anda. perlu diketahui untuk tidak sering melakukan promosi yang berlebihan yang menyebabkan follower Anda menjadi bosan dan mengunfollow social media Anda.
      • Group WA / Telegram. Saat ini messanger seperti WA dan Telegram banyak digunakan oleh pengguna di Indonesia, Anda bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan bsinis Anda.
      • Pixel dan Retargeting. Pernah g terkena iklan promo setelah kamu mengunjungi bisnis orang lain? nah ini yang disebut dengna retargeting yang dalam hal ini  kita memberikan penawaran dalam bentuk iklan Facebook dan Google Ads setelah customer pernah berkunjung ke bisnis kita.

      After Sale Service meruapakan kegiatan dimana kita harus terus memanjakan customer lama kita. Apa yang biasanya dilakukan :

      • Edukasi Layanan. Jika Anda mempunyai fitur Blog pada website Anda, anda bisa memberikan edukasi kepada customer Anda melalui postingan dalam bentu pandan maupun tutorial. selain itu juga bisa memberikan edukasi layanan juga di social media jika customer mengikuti social media anda.
      • Followup dan Keep in touch. yang terpenting, jangan sampai gara-gara cuma karena sudah membeli produk kita, kita lupa untuk terus memberikan pelayanan kepada customer kita, karena bisa saja mereka membeli kembali maupun memperpanjang layanan bisnis Anda.
      • Testimonial. Jangan lupa untuk meminta testimonial customer terkait produk anda, ini bisa juga menjadi bahan untuk promosi produk Anda ke Customer lainnya.
      • Promo Loyal Customer. Nah seperti yang dibahas sebelumnya, customer lama juga perlu  dimanja, sehingga jangan lupa memberikan promo untuk loyal customer.

       

      Penutup dan Kesimpulan

      Pada materi ini kita sudah membahasa sangat lengkap bagaimana Menentukan Market & Channel yang Efektif untuk Bisnis. Dengan potensi yang dimiliki Oleh Indonesia saat ini menjadi peluang yang sagnat besar untuk bisa Anda maksimalkan. Jangan lupa untuk menentukan tujuan dan target dari bisnis Anda juga sehingga Anda mempunyai sasaran dan arah yang jelas untuk bisnis Anda. Lakukan Riset, action dan analisa dalam melaksanakan kegiatan marketing dan jangan sampai semua tidak dilaksanakan.

      Anda bisa memilih berbagai teknik marketing yang cocok untuk bisa mencapai tujuan Anda. dan jangan pernah melupakan untuk melakukan analisa pasca eksekusi sehingga data yang didapatkan bisa menjadi modal untuk aktifitas marketing Anda berikutnya.


       

      Dan sebagai penutup, semua ini tidak akan bisa berjalan mulus jika Anda tidak melakukan Kolaborasi, bersahabat dengan media (untuk liputan bisnis Anda), disarankan bergabung dengan komunitas untuk bisa bertukar informasi dan pengetahuan, terakhir teruslah berbagi.