Garis besar topik

    • Selamat Datang Dan Selamat Bergabung 
      kelas 2,6TI- S1- P , Pengembangan Bisnis , Senin jam 16.30- 18.00 WIB
      IBI20207- 2020-2

      Dalam perkuliahan ini, menjelaskan tentang mata kuliah Pengembangan Bisnis yang merupakan mata kuliah lanjutan setelah Technopreneur
    • Assalamualaikum.. 

      Selamat pagi rekan mahasiswa kelas 26TI-P3-P Pengembangan Bisnis

      Silahkan bergabung di grup Whatsapp link 

      (no wa 08117232777)

      Silahkan joint di zoom meeting class pada :

      senin , 5 April 2021

      Jam 16.30 - 18.00 WIB

      alamat link akan di susulkan di wa grup

      silahkan siapa saja menbuat grup kelas ini , dan mengkordinasikan dengan kelas nya

      Terima kasih







    • Assalamualaikum ..
      Tabik pun..

      Salam sejahtera buat kalian semua...

      Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan.
      Dimanapun berada..., semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

      Selamat datang di Mata kuliah Pengembanggan Bisnis Daring SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Bandar Lampung. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana terkait dengan bidang studi: Pengembanggan bisnis

      Mata kuiah Pengembangan Bisnis ini memiliki beban SKS sebesar 2 SKS, dengan kode Mata Kuliah IBI 20207

      Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik,
      Salam hangat dan tetap semangat !!

      Wassalamu'alaikum Wr. Wb
      YUSMINAR WAHYUNINGSIH, SE.MM


    • Matakuliah Pengembangan Bisnis merupakan suatu konsep pembelajaran yang terpadu yang dirancang khusus bagi mahassiwa untuk mempelajari konsep bisnis, strategi, taktik dan pengetahuan mengenai pengembangan bisnis, baik yang sudah ada maupun bagi mahasiswa yang baru akan memulai bisnis. Mata Kuliah ini mengajarkan praktek bagaimana mahasiswa membangun model bisnis dan mengatasi kebutuhan pelanggan yang tidak terpenuhi secara menguntungkan dengan cara pembekalan konsep-konsep kewirausahaan, manajemen serta diperkuat dengan pembelajaran praktis di lapangan. Tujuan dari Mata Kuliah Pengembangan Bisnis adalah mahasiswa mampu merancang, membangun, dan mengembangkan bisnis yang menguntungkan.



    • Sikap

      Memiliki karakter-karakter Entrepreneurial Mindset, yaitu:

      1.     Action Oriented

      2.     Berfikir simpel

      3.     Selalu mencari peluang-peluang baru

      4.     Mengejar peluang dengan disiplin tinggi

      5.     Hanya mengambil peluang yang terbaik

      6.     Fokus pada eksekusi

      7.     Fokus  mengelola sumber daya yang ada untuk kemajuan


      Keterampilan Umum:

      1.      Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai denagn bidang keahliannya

      2.     Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur

       

      CP Keterampilan Khusus

      1.     Mampu melakukan kajian empirik dan pemodelan dengan menggunakan metode ilmiah pada berbaagi tipe organisasi bisnis berdasarkan fungsi bisnis

       


       

      CP Pengetahuan

       

      1.     Mampu menggunakan dan melaksanakan berbagai metode untuk merancang dan menjalankan suatu bisnis startup

       



    • 1.       Mahasiswa mampu mengembangkan & Mengeksekusi ide bisnis sesuai dengan kebutuhan pasar 

      2.       Mahasiswa mampu membangun team manajemen untuk mengimplementasikan bisnis startup yang sudah dirancang.

      3.       Mahasiswa mampu membuat target-target usaha untuk melakukan launching bisnis

      4.       Mahasiswa mampu dan memiliki kepercayaan diri untuk pitching dengan stakeholder penyedia dana dan atau mitra bisnis 


    • Struktur Pelaksanaan Perkuliahan matakuliah Pengembangan Bisnis ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat menyelesaikan mata kuliah ini dalam kurun waktu antara 6 bulan. Adapun struktur pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

      Peserta didik diwajibkan membaca setiap materi dan konten yang diberikan per pokok bahasan, yang diikuti dengan secara aktif berpartisipasi dalam diskusi dan pengerjaan kuis yang telah tersedia

        1. Setiap tiga pokok bahasan selesai, peserta didik akan diberikan tugas yang harus dikumpulkan dalam waktu yang telah ditentukan.
        2. Setelah peserta didik menguasai 7 (tujuh) atau lebih pokok bahasan, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UTS
        3. Pada saat seluruh pokok bahasan telah dipahami dan dipelajari oleh peserta didik, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UAS
        4. Semua bentuk aktivitas selama perkuliahan harus terdata di LMS ini

    • Dalam mengikuti perkuliahan ini, para mahasiswa harus mengadopsi paradigma dan mekanisme pembelajaran dengan prinsip-prinsip utama sebagai berikut:

      - Mahasiswa diharapkan untuk aktif melakukan proses pembelajaran mandiri melalui beraneka ragam cara yang tersedia dan memungkinkan, yaitu: (a) menggunakan referensi yang tersedia; (b) memanfaatkan berbagai sumber yang dapat diakses via internet; (c) melakukan komunikasi intensif antar sesama mahasiswa; (d) mengerjakan seluruh latihan dan tugas-tugas yang diberikan; (e) menghadiri sesi temu virtual dengan dosen pengampu mata kuliah; dan (f) mengikuti ujian terjadwal yang telah ditetapkan. Paradigma pembelajaran e-learning adalah aktif dan mandiri, dimana keberhasilan mahasiswa akan ditentukan oleh intensitas pembelajaran yang dilakukannya sendiri, bukan bergantung pada pihak lain sebagaimana model perkuliahan konvensional berbasis tatap muka.

      - Mengingat bahwa capaian pembelajaran mahasiswa (standar kompetensi kelulusan) peserta program pendidikan jarak jauh harus sama dengan model pembelajaran berbasis tatap muka, maka model evaluasi atau penilaiannya akan jauh lebih ketat dan bersifat multi dimensi. Dalam penyelenggaraan matakuliah ini, dosen pengampu menilai mahasiswa dengan menggunakan berbagai instrumen dan indikator, seperti: (a) keaktifan dalam mengikuti forum diskusi; (b) keteraturan atau frekuensi dalam melakukan akses terhadap sumber daya pendidikan yang tersedia pada aplikasi learning management system yang dipakai; (c) kuantitas kehadiran dan kualitas interaksi dalam sesi komunikasi virtual dengan dosen, baik yang bersifat sinkronus maupun asinkronus; (d) kelengkapan pengumpulan tugas yang diberikan; (e) partisipasi aktif mengerjakan soal-soal latihan; dan (f) hasil ujian tengah semester/quis maupun ujian akhir semester. Keseluruhan kinerja mahasiswa melalui beragam model interaksi tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi dosen dalam memberikan penilaian akhir pencapaian mahasiswa dalam mata kuliah yang bersangkutan. Perlu diperhatikan bahwa bobot keseluruhan model interaksi dan evaluasi tersebut kurang lebih sama karena sifatnya yang holistik.


    • Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:

      ΓÇó Tugas / Kuis per Pokok Bahasan (30%)

      ΓÇó Ujian Tengah Semester (30%)

      ΓÇó Ujian Akhir Semester (30%


    • Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:

      ΓÇó Tugas / Kuis per Pokok Bahasan (30%)

      ΓÇó Ujian Tengah Semester (30%)

      ΓÇó Ujian Akhir Semester (30%


    • NAMA           = Yusminar wahyuningsih, SE.MM

      NIK                = 1112001

      NIDN            = 217067505

      AGAMA         = ISLAM

      EMAIL            = yusminar.yuni@gmail.com

      IG                   = yuniyusminar


    • RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

       

      Matakuliah   : Pengembangan Bisnis

      Program Studi : Manajemen


    • CAPAIAN PERTEMUAN PERTAMA

      1. MAHASISWA MAMPU MEMAHAMI KELAS PENGEMBANGGAN BISNIS

      2. PERKENALAN DOSEN DAN CAPAIAN MATERI

      3. CAPAIAN PERTEMUAN PERTAMA , MAHASISWA MAMPU MERUMUSKAN IDE BISNIS SESUAI DENGAN MASALAH DAN ATAU KEBUTUHAN PASAR


      Mahasiswa mampu mengembangkan ide bisnis dari bisnis yang sudah ada dan Membangun team building yang baik





    • Apa itu Javelin Board ?

      Javelin Board adalah sebuah tools yang merubah ide kamu menjadi sebuah eksperimen.

      Javelin board terbagi menjadi dua ruas. Ruas kiri yang disebut dengan brainstorming, dan ruas kanan disebut dengan excecution. Dalam brainstorming kita dapat menuliskan beberapa hipotesis berbeda yang mungkin terjadi yang nantinya bisa kita test, sedangkan dalam excecution dilakukan eksperimen terhadap hipotesis tadi.

      Untuk memulai menggunakan Javelin Board hal yang pertama dilakukan adalah membentuk hipotesis.

      Hipotesis berguna untuk memberikan batas kepada ide-ide gila kita agar kita dapat lebih fokus . Hipotesis di pecah menjadi 3 bagian yaitu, customerproblem, dan solution.

      Tentukan siapa saja customer yang akan menggunakan product kita, setelah customer ditentukan pindahkan salah satu customer tersebut ke ruas kanan untuk dieksperimen. Setelah itu tentukan masalah-masalah apa saja yang dihadapi, kembali pindahkan salah satu masalah tersebut ke ruas kanan.

      Baris solusi di ekspresimen pertama sengaja dibuat abu-abu agar kita tidak langsung memberikan solusi di awal dan fokus terhadap masalah.

      Setelah kita menentukan masalah apa saja yang dihadapi oleh customer, maka setelah itu buat list mengenai asumsi-asumsi tentang masalah customer yang dirasa benar.

      Selanjutnya adalah menentukan riskiest assumptionriskiest assumption yang dipilih adalah asumsi kita mengenai masalah customer yang paling benar menurut kita.

      Setelah membuat riskiest assumption maka saatnya kita menentukan metode kriteria sukses untuk riskiest assumption yang kita buat. biasanya untuk membuktikan asumsi kita benar yaitu dengan cara melakukan wawancara kepada calon customer secara langsung atau bisa juga melalui survey, namun untuk hal ini lebih baik melakukan interview secara langsung agar hasil yang didapat benar-benar valid.

      Setelah kita melakukan wawancara maka didapatkan hasil-hasil dari wawancara tersebut, hasil yang didapatkan bisa saja sukses atau benar bisa juga hasilnya tidak benar atau asumsi yang kita punya tidak benar ternyata pada realita nya maka dari itu hasil yang didapatkan dinyatakan pivot. Bila hasil yang didapatkan sudah dinyatakan benar maka kita sudah dapat menentukan apa sih solusi yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengatasi masalah customer tersebut. Dan juga bila hasilnya dinyatakan pivot berarti masalah yang kita asumsikan tidak benar-benar dianggap suatu masalah maka dari itu bisa dinyatakan pivot dan kita dapat mengganti asumsi yang sudah diujikan sebelumnya dengan asumsi yang baru.

      https://youtu.be/G8Rk0c3axtI


      Javelin Board to transform Product Ideas to Experiment

      Validasi ide merupakan salah satu tahap krusial yang menentukan. Dari analisis menggunakan Javelin Board, kita dapat mengetahui titik kritis, identifikasi masalah, asumsi, melakukan metode pengujian, dan juga penentuan kriteria sukses. Board ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian kiri atau yang disebut dengan Area Brainstorming. Dan bagian kanan atau yang disebut dengan Area Execute.


      Berdasarkan hasil tersebut tentunya didapat pembelajaran yang dapat kita gunakan di eksperimen-eksperimen selanjutnya.

      Validasi ide dengan Javelin Experiment Board

      Mencari sebuah ide untuk solusi merupakan suatu hal yang gampang-gampang susah untuk didapatkan, tapi bagaimana jadinya apabila ide yang kita cetuskan bisa benar-benar bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Maka dari itu perlu dilalukan sebuah validasi untuk mengetahui ide kita itu valid atau tidak dan masalah yang ingin kita pecahkan benar-benar ada dan dibutuhkan.

      Untuk melakukan validasi ada tools yang bernama Javelin Experiment Board yang akan membantu kamu untuk memastikan masalah yang ingin kita berikan solusinya.

      Kenapa ide harus di validasi?

      Jika kamu membuat sebuah produk tanpa dilakukan validasi terlebih dahulu akan besar kemungkinanya untuk gagal. Karena, produk yang kamu buat hanya berdasarkan kebutuhan kamu bukan kebutuhan/kemauan dari customer.

      Apa itu Javelin Experiment Board?

      Javelin Board merupakan sebuah tools/framework untuk melakukan validasi ide melalui sebuah eksperimen.

      Javelin Experiment Board

      Javelin board terbagi menjadi dua bagian. Bagian kiri disebut dengan brainstorming dan bagian kanan disebut dengan bagian execution. Bagian brainstorming fokus kepada pembuatan hipotesis yang kemungkinan akan terjadi, dan bagian execution merupakan bagian untuk melakukan eksperimen terhadap hippotesis yang sudah dibuat. Baris solusi di eksperimen pertama sengaja dibuat abu-abu agar kita fokus terhadap masalah dan tidak langsung memberikan solusi.

      Detail dari javelin board dapat dilihat digambar berikut :


      Bagaimana cara menggunakanya?

      1. Unduh terlebih dahulu javelin board dan print dengan kertas ukuran A3/A2 sesuai kebutuhan.
      2. Siapkan sticky notes dan spidol

      Mari kita mulai Brainstorming :)

      1. Tentukan Customer Segment

      Siapa target customer kamu? pekerjaan apa yang sedang mereka lakukan? dalam melakukan pekerjaan customer menghadapi dan membeci pain apa? dalam melakukan pekerjaan customer ingin menikmati gain apa?

      2. Tentukan Hipotesa Masalah

      Kira-kira customer segment itu punya masalah apa? setiap masalah HANYA HARUS 1 KALIMAT. Pilih satu masalah utama setelah itu baris solusion dipending terlebih dahulu.

      Every customer has a problem, every problem has solution. But not every solution has problem, not every problem has customer.

      3. Tentukan Riskiet Assumption

      Satu-satunya cara untuk mengetest hipotesa adalah membuat asumsi. Asumsi yang harus kamu lakukan disini adalah tentukan apa yang kita percaya benar, agar hipotesa kedua benar. Membuat riskiet assumption harus berdasarkan tiga hal.

      ACTION = Tindakan yang pernah dia lakukan

      BEHAVIOR = Kebiasaan yang dia lakukan

      MENTALITY = Mindset yang dia punya.

      Setelah melakukan brainstorming ambil 3 hal berikut ini :

      1. Customer segement yang dipilih

      2. Main Problem paling utama

      3. Riskiet Assumption yang paling beresiko

      Pindahkan ke dalam EXPERIMENT AREA, untuk divalidasi asumsinya satu per satu.

      4. Tentukan Method dan Kriteria Sukses

      ada 3 cara yang dapat dilakukan dalam validasi ide.

      • Interview : get ask from customer and get answer
      • Presell(Pitch) : sell something before actually having to sell
      • Concierge : manually delivered your service to customer

      Kriteria Sukses

      Ditetapkan berdasarkan antar team berapa % success kriteria. Contoh :

      Total Sample 10 orang.

      Dikatakan sukses jika 60% mengatakan hal serupa dengan asumsi. 6/10 sukses. Artinya jika 6 orang dari 10 orang mengatakan hal serupa dengan asumsi, maka hipotesa tersebut VALID.

      Semakin banyak data yang didapatkan maka akan semakin baik.

      5. Get Out The Building

      Lakukan interview kepada customer segment. Pastikan semuanya telah siap.

      • Customer Segment = Demographic, Educational, Profession, Economic Status, Behavior,etc.
      • Probelm Hypotheses = From customerΓÇÖs perspective, not the founderΓÇÖs vision
      • Assumption = Actually, Mentality,Behavior

      6. Tentukan Result & Decision

      Bagaimana? seberapa banyak yang setuju? jika hasilnya kurang memuaskan maka kamu bisa melakukan pivot dengan mengganti asumsi yang sudah di uji dengan asumsi yang baru.

      7. Report Hasil Learning

      Jangan lupa catat setiap insight yang didapat dari setiap customer.

      Hasil dari eksperimen pertama dapat menjadi pembelajaran untuk melakukan eksperimen selanjutnya.

      https://www.youtube.com/watch?v=-_MH8TENpwc&feature=emb_rel_end

      Saat membuat sebuah produk, salah satu langkah paling penting adalah validasi pasar. Sebuah startup tidak bisa berhasil tanpa adanya product-market fit. Terus, gimana cara kita melakukan eksperimen supaya produk kita bisa diterima oleh pasar?

      Bagaimana cara menggunakan Javelin Board?

      Kunci: selalu mulai dari bagian sebelah kiri ΓÇô Brainstorming Area!

      Untuk memvalidasi suatu produk, kita pastinya perlu ide produk terlebih dahulu. Iya dong, kalau gak ada produknya, apa yang mau diuji? Untuk dapat ide produk, bisa dipakai 4 bagian di Javelin Board ini:

      Customer/Pelanggan

      Siapa sih pasar yang mau kita sasar? (Sumber gambar: Unsplash)

      Di bagian ini, perlu ditentukan siapa pasar yang mau kita sasar. Misal kita ingin buat sebuah e-commerce sayuran dengan pemasok langsung dari petani. Produk ini punya 2 pelanggan yang harus divalidasi: petani dan pembeli sayuran. Lebih bagus lagi kalau pelanggan ini bisa sespesifik mungkin, Contohnya untuk pembeli sayuran dapat ditulis sebagai: ibu rumah tangga dengan usia sekitar 30 tahun, atau ibu rumah tangga dari keluarga berpenghasilan menengah. Semakin spesifik tipe pelanggan yang disasar, semakin baik.

      Ini contoh lain yang bisa kita pakai:

      • Produk yang ingin dibuat: Layanan streaming Drakor (Drama Korea)
      • Beberapa contoh pelanggan yang bisa divalidasi:

      ┬╖       Siswa-siswa SMA atau mahasiswa yang suka nonton Drakor

      ┬╖       Seseorang yang suka nonton Drama, tapi tidak melulu Drakor

      ┬╖       Ibu rumah tangga yang suka nonton Drakor

      Oke, sekarang kita sudah punya 3 calon pelanggan. Pilih satu. Pelanggan inilah yang akan menjadi fokus kita untuk eksperimen dengan produk yang dibuat. Terus yang dua lagi gimana? Jangan takut, kita bisa eksperimen lagi nanti! Yang penting, kita fokus dulu ke pelanggan yang memiliki potensial paling tinggi.

      Problem/Permasalahan

      Masalah apa yang dihadapi pelanggan untuk mencapai tujuannya? (Sumber gambar: Unsplash)

      Sekarang, masalah apa sih yang pelanggan kita punya dalam mencapai tujuannya yang searah dengan produk kita? Supaya gampang, kita pakai contoh negara Indonesia ya.

      Supaya mudah, yuk kita fokus ke salah satu pelanggan yang udah ditulis tadi: Siswa-siswa SMA atau mahasiswa yang suka nonton Drakor

      Sekarang, coba kita list semua permasalahan yang kemungkinan dimiliki oleh jenis pelanggan ini:

      • Karena mereka masih kuliah / SMA, kemungkinan besar mereka hanya bisa nonton drama di luar jam sekolah, yang artinya waktu untuk menonton Drama Korea ini terbatas.
      • Di Indonesia, permasalahan internet lambat sangat umum. Apalagi untuk pelanggan yang tidak memiliki wi-fi dan harus memanfaatkan kuota untuk nonton Drama Korea. Masalah kuota dan kecepatan ini penting untuk bisnis streaming.
      • Adanya permasalahan bahasa yang membuat pelanggan sulit memahami drama yang ditonton

      Tentunya, sekarang ketiga masalah ini masih merupakan asumsi. Itu alasannya kita perlu untuk melakukan eksperimen. Kita akan menggunakan 3 masalah ini untuk melakukan eksperimen terhadap asumsi ini, kalau benar, maka kita selangkah lebih dekat untuk mencapai product-market fit.

      Solution/Solusi

      Get product ideas that could solve our customer problemsApa yang bisa kita tawarkan kepada pelanggan untuk menyelesaikan masalah mereka? (image source: Unsplash)

      Nah, langkah inilah yang paling menentukan: apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan permasalahan calon pengguna kita? Solusi inilah yang akan kita lakukan eksperimen kepada pasar untuk menguji asumsi kita. Apakah solusi kita benar-benar bisa menyelesaikan masalah mereka?

      Banyak solusi yang bisa kita coba, tapi untuk contoh ini, kita coba kita jenis yang paling sesuai dengan masalah di atas:

      • Coba tambahkan pilihan subtitles dan dubbing dalam bahasa Indonesia. Eksperimen. Yang mana yang paling sukses? Subtitle? Dubbing? Atau bahkan video normal tanpa subtitle dan dubbing?
      • Coba tambahkan fitur unduh video, sehingga pengguna bisa mengunduh video terlebih dahulu dibandingkan dengan streaming. Dengan cara ini, maka buffering bisa dikurangi. Apakah hasilnya lebih baik?
      • Coba unggah video di beberapa waktu yang berbeda. Waktu yang mana yang paling sukses untuk ditonton pengguna pada 6 jam setelah pengunggahan?

      Dengan ini, kita bisa membuat 3 jenis percobaan. Hasilnya akan membuat kita selangkah lebih dekat dengan product-market fit dengan memanfaatkan hasil eksperimen pada iterasi produk berikutnya. Pada akhirnya, javelin board akan membawa produk kita lebih sesuai dengan pasar.

      Assumption/Asumsi

      Saat membuat daftar masalah atau solusi, ada banyak asumsi yang kita pakai. Pastikan semua asumsi ini dicatat dan diurutkan berdasarkan yang paling berisiko. Asumsi ini harus dipastikan saat eksperimen dilakukan.

      Apakah mereka benar-benar memiliki internet yang lambat dan kuota terbatas?

      Apakah mereka benar-benar menonton Drama Korea di luar jam sekolah? Atau bahkan mereka menonton bersama teman saat sekolah?

      Semua asumsi ini perlu dipastikan sebelum produk kita di launch ke pasar.

      Saatnya Pindah dari Brainstorm ke Execution

      Sekarang, kita telah selesai dengan bagian kiri Javelin Board. Mantap. Tapi, yang paling penting adalah langkah selanjutnya. Eksekusi. Apa gunanya punya banyak ide tapi tidak ada yang di eksekusi?

      Execution is everything, letΓÇÖs start the experiment! (Image source: Unsplash)

      Yuk mulai ke tahap yang asyik: eksperimen!

      Sekarang, pindahkan kartu / post-it dari bagian kiri (brainstorming) ke kanan Javelin Board. Mana yang ingin kita eksperimen terlebih dahulu? Buat salah satu solusi dan lakukan eksperimen ke calon pelanggan yang sudah kita defiisikan. Hasil dari eksperimen ini akan membuat kita tahu apakah produk kita sesuai dengan kebutuhan pasar atau tidak.

      Sebelum kita keluar dari gedung dan bertanya ke pelanggan apakah mereka suka atau tidak dengan produk kita, ada bagian yang perlu kita isi terlebih dahulu. Metode dan kriteria keberhasilan. Bagaimana kita menentukan apakah percobaan ini berhasil atau gagal? Ada banyak cara yang bisa dipilih, salah satu yang populer: A/B Test atau wawancara secara langsung. Sedangkan untuk kriteria keberhasilan, pilih sesuatu yang sesuai dengan tujuan produk kita, contohnya jumlah keluhan atau total waktu menonton yang dihabisakan pelanggan.

      Selesai? Yuk, kita ΓÇ£keluarΓÇ¥ dari gedung (atau, kalau sekarang sih ekperimen bisa dilakukan secara online kok. Hah? Gimana tuh? Maksudnya, kita uji idenya secara onlinelaunch, dan pasang tracker untuk dapat hasil yang diperlukan).

      Gimana? Apakah pelanggan suka dengan ide kita? Iya? Enggak? Yang terpenting: kumpulkan feedback sebanyak mungkin. Namanya juga eksperimen, berhasil atau gagal, yang paling penting kita dapat data untuk eksperimen selanjutnya.

      Langkah terakhir adalah menuliskan hasil dan pembelajaran yang didapat dari percobaan. Cerita pengguna ini sangat penting untuk pengembangan produk kita kedepannya.

      • Apakah mereka lebih suka nonton Drama Korea dengan subtitle atau Dubbing?
      • Apakah mereka lebih suka download terlebih dahulu atau streaming?
      • Komplain apa yang pelanggan punya?
      • Apakah solusi kita menyelesaikan permasalahan mereka?

      Contoh Penggunaan Javelin Board

      Untuk kesimpulan, kita telah selesai melakukan percobaan untuk ide produk layanan streaming Drama Korea. Berikut langkah-langkahnya untuk memudahkan kita mengingat kembali apa yang sudah dipelajari.

      • Customer/Pelanggan ΓÇô Siapa pasar yang coba kita sasar?

      ┬╖       Siswa-siswa SMA atau mahasiswa yang suka nonton Drakor

      ┬╖       Seseorang yang suka nonton Drama, tapi tidak melulu Drakor

      ┬╖       Ibu rumah tangga yang suka nonton Drakor

      • Problem/Masalah ΓÇô Masalah apa yang mereka punya untuk mencapai tujuan mereka?

      ┬╖       Karena mereka masih kuliah / SMA, kemungkinan besar mereka hanya bisa nonton drama di luar jam sekolah, yang artinya waktu untuk menonton Drama Korea ini terbatas.

      ┬╖       Di Indonesia, permasalahan internet lambat sangat umum. Apalagi untuk pelanggan yang tidak memiliki wi-fi dan harus memanfaatkan kuota untuk nonton Drama Korea. Masalah kuota dan kecepatan ini penting untuk bisnis streaming.

      ┬╖       Adanya permasalahan bahasa yang membuat pelanggan sulit memahami drama yang ditonton

      • Solution/Solusi ΓÇô Solusi apa yang kita punya untuk menyelesaikan masalah mereka?

      ┬╖       Coba tambahkan pilihan subtitles dan dubbing dalam bahasa Indonesia. Eksperimen. Yang mana yang paling sukses? Subtitle? Dubbing? Atau bahkan video normal tanpa subtitle dan dubbing?

      ┬╖       Coba tambahkan fitur unduh video, sehingga pengguna bisa mengunduh video terlebih dahulu dibandingkan dengan streaming. Dengan cara ini, maka buffering bisa dikurangi. Apakah hasilnya lebih baik?

      ┬╖       Coba unggah video di beberapa waktu yang berbeda. Waktu yang mana yang paling sukses untuk ditonton pengguna pada 6 jam setelah pengunggahan?

      Tentu saja, Anda bisa list masalah dan solusi Anda sendiri. Yang paling penting, tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan produk yang sesuai dengan pasar.

      Setelah menentukan ketiga bagian tersebut, lakukan ekperimen kepada pelanggan yang sudah ditentukan. Apakah mereka suka dengan ide kita? Masukan dan feedback apa yang mereka kasih?

      Oke, sekarang kita sudah dapat feedback, terus gimana? Ulangi lagi dong! Proses ini bersifat iteratif yang setiap langkahnya akan membuat ketika lebih dekat ke product-market fit!

       




    • titip pasar : 1. bimo waseso 2. adi purnomo 3. mukhoirin antawijaya 4. dirga agung

    • SERVICE MOTOR PANGGILAN :1.THOMAS RYANTAMA 1811010186 2. NADHIRA SHESIANA 1811010167 3. VENNY WULANDARI 1811010038 4. HENDY HARDIYANTA 1811010085

    • TOKO PARFUM ONLINE : 1.Ravizza Magfur Sadandand - 2.Riski Dwi Patrio -3.  Vanny Indah Pratiw

    • bahan pangan : 1.igbal dwi apriansyah 2. briliant ferdiansyah

  • yusminar wahyuningsih is inviting you to a scheduled Zoom meeting.


    Topic: senin 6ti-si 13.00 / 5-4-21

    Time: Apr 5, 2021 04:30 AM Jakarta


    Join Zoom Meeting

    https://us04web.zoom.us/j/74771658748?pwd=NEU0K0Z4UDF1aE10VE05MmNpVUttZz09



    Meeting ID: 747 7165 8748

    Passcode: ZKZ3eh


  • PENCAPAIAN TUGAS MINGGU INI , SAUDARA BISA MEMBUAT Custumer Journey map

    TUGAS INI ADALAH LANJUTAN DARI TUGAS SEBELUMNYA YAITU ANDA SUDAH MEMBUAT DAN MENGGUMPULKAN TUGAS  PEMBUATAN Javelin Board

    TUGAS YANG SUDAH BENAR AKAN DI UPLOUD DI LMS, SILAHKAN UNTUK SELALU CEK DI SINI


    • Pengertian Customer Journey

      Dalam Bahasa Indonesia customer journey artinya perjalanan pelanggan. Pengertian dari customer journey adalah sebuah perjalanan seorang pelanggan mulai dari mengetahui atau menemukan informasi tentang produk atau brand Anda, kemudian mengunjungi website Anda, lalu membeli produk Anda sampai pada melakukan pembelian berulang atau repeat order. Dapat dikatakan bahwa memahami customer journey itu berarti juga memahami pola pikir konsumen Anda. Terdapat pula istilah customer journey map yang berarti sebuah peta yang menggambarkan perjalanan seorang pelanggan tersebut dalam satu gambar yang utuh. Mulai dari pertama mereka mengenal produk Anda hingga pengalaman mereka setelah membeli produk Anda. Pembuatan customer journey map ini tidak ada aturan baku didalamnya jadi isinya dapat berubah-ubah.

      Fase atau Tahapan Dalam Customer Journey


      1.    Awareness

      Tahapan pertama dinamakan awareness yang dimulai ketika konsumen pertama kali mengetahui dan mempelajari produk atau layanan Anda (ini adalah hasil dari proses pemasaran yang Anda lakukan). Pada tahap awareness ini calon pelanggan Anda baru sebatas tahu tentang Anda dan produk yang Anda jual. Mereka mungkin akan memiliki awareness terkait brand Anda di berbagai channel pemasaran, seperti:

      o   Website Anda

      o   Media Sosial

      o   Email Marketing

      o   Newsletter

      o   Blog

      o   YouTube

      o   Word of Mouth

      2.    Consideration

      Konsumen sedang mencari informasi umum tentang bisnis Anda dan mungkin bisnis lain yang menawarkan produk serupa dengan bisnis Anda. Inilah adalah alasan utama mengapa Anda harus memiliki online presence, meskipun hanya berupa website bisnis sederhana yang memiliki informasi dasar seperti:

      o   Alamat bisnis (jika ada)

      o   Jam kerja

      o   Informasi kontak

      o   Penawaran produk

      Konsumen mencari bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan khusus mereka. Jadi, apapun jenis dan industrinya, bisnis Anda harus mudah ditemukan dalam pencarian online. Selain itu, informasi kontak Anda juga harus tersedia. Faktor lain yang tidak kalah penting terkait online presence adalah pencarian berbasis lokasi. Misalnya, ada seseorang yang sedang berjalan kaki dan ingin menuju kedai kopi terdekat dari lokasinya. Maka kedai kopi Anda harus terlihat di peta online seperti Google Maps. (agar ini bisa terjadi, Anda perlu mendaftarkan kedai kopi Anda di Google My Business.

      Riset Setelah melakukan pencarian online dan menemukan bisnis yang menyediakan produk/layanan yang dibutuhkan, langkah selanjutnya dalam customer journey adalah melakukan riset lebih dalam pada bisnis yang dipilih. Ini biasanya dilakukan secara online melalui:

      o   Ulasan Google, TripAdvisor (untuk traveler), Better Business Bureau, dll.

      o   Feedback di Media Sosial (Facebook, Twitter, Instagram, dll)

      Word of mouth secara online maupun offline.Ketika membaca ulasan atau mendapatkan rekomendasi, prioritas yang disorot oleh konsumen mungkin akan berbeda-beda, bergantung pada produk atau layanan yang mereka perlukan. Misalnya, konsumen yang mencari tentang produk-produk umum akan lebih mementingkan harga. Konsumen yang mencari tempat makan, hotel, atau layanan kendaraan, harga mungkin menjadi satu dari sekian banyak pertimbangan. Sementara untuk konsumen yang belanja online mungkin lebih peduli pada biaya pengiriman dan potensi keterlambatan dalam penerimaan produk.

      o   Online ΓÇô untuk produk yang dapat dibeli atau dipesan secara online.

      o   In-person ΓÇô untuk mereka yang membutuhkan akses langsung ke produk atau layanan.

      o   Melalui telepon ΓÇô ketika memesan suatu produk via telepon untuk dikirimkan.

      3.    Purchase

      Setelah menemukan bisnis yang tepat, membaca banyak ulasan, dan membandingkan dengan produk atau layanan lain yang sejenis, inilah saatnya melakukan pembelian. Proses pembelian dapat terjadi dalam beberapa cara baik itu online dan offline. Anda dapat melakukan transaksi dengan berinteraksi dulu dengan customer via messager, atau bisa memanfaatkan berbagai platform online

      4.    Review

      Proses review terjadi setelah konsumen menerima dan menggunakan produk. Jika memungkinkan, mintalah konsumen Anda untuk memberikan ulasan terkait produk Anda. Ada banyak platform Review yang bisa kita gunakan mulai dari Review menggunakan Google My Bu

      siness, Facebook, Trip Advisor, dan lainnyaa. Sebagai Contoh kita memanfaatkan Google my Business untuk Mendapatkan Review nyata dari Customer.


       

      Cara Membuat Customer Journey Map

      Pengertian Customer Journey Map secara singkat adalah bentuk visual dari customer journey. Bertujuan untuk memetakan langkah-langkah pengguna saat berinteraksi dengan produk Anda. Data yang diperoleh untuk membuat customer journey map yaitu dari bertanya langsung ke konsumen melalui survey, riset di media sosial, atau menggunakan tools analytics website seperti Google Analytics. Hal tersebut karena Customer Journey Map dibuat dengan mengumpulkan berbagai data dari konsumen dan calon konsumen. Dengan Customer Journey Map Anda dapat mengetahui pola pikir konsumen, motivasinya, serta apa langkah-langkah yang mereka ambil untuk mencapai tujuannya. Serta jika konsumen belum menemukan tujuannya Anda dapat menggunakan Customer Journey Map untuk membantunya.

       

      • Buat Buyer Persona

      Penting untuk mengetahui siapa saja konsumen Anda terlebih dahulu. cara terbaik untuk mengetahui konsumen Anda adalah dengan membuat buyer persona. Buyer persona sendiri adalah representasi dari tipikal target konsumen sebuah bisnis yang didapatkan dari hasil riset mendalam. Dengan kata lain, Anda perlu membuat profil pelanggan yang seolah-olah mereka adalah nyata.

      • Pilih Persona

      Untuk memudahkannya maka fokuskan kepada satu atau dua persona saja. Pilihlah persona yang paling umum dan mempresentasikan mayoritas dari target pasar. Tak usah pedulikan persona lain untuk saat ini, karena Anda bisa membuat CMJ lagi untuk persona lain yang lebih unik dan spesifik.

      • Jabarkan Semua Touchpoint

      Pengertian dari touchpoint merupakan titik tempat di mana konsumen berinteraksi dengan brand Anda saat melakukan customer journey. Menjabarkan semua touchpoint adalah langkah krusial karena bisa membantu Anda untuk memberikan perjalanan yang mulus di setiap langkah customer journey. Terdapat tiga langkah untuk menentukan touchpoint itu sendiri yaitu :

        • Buatlah daftar tindakan konsumen selama berinteraksi dengan brand atau produk.
        • Mengetahui kebutuhan konsumen, masalah apa yang terjadi dan berusaha memberikan solusi di saat yang tepat sehingga emosi konsumen bisa lebih stabil.
        • Mengetahui rintangan yang menghalangi konsumen untuk mencapai tujuannya.
      • Jalani Customer Journey Anda Sendiri

      Sebelum mencobanya kepada konsumen cobalah kepada diri sendiri terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa menganalisis hasilnya untuk mengetahui apakah perlu dilakukan perubahan atau tidak. Jadi, saat nanti konsumen mencobanya, CJM Anda sudah sempurna dan bisa menawarkan solusi. Efeknya, konsumen bisa mencapai tujuan yang mereka inginkan.

      • Buat Perubahan
        Tujuan utama CJM adalah mengubah apa yang perlu diubah sehingga bisa memuaskan konsumen. Perubahan tersebut bisa besar atau kecil. Mulai dari menulis deskripsi produk yang lebih panjang sehingga maksudnya semakin jelas hingga merombak seluruh desain website agar lebih simpel dan responsif. Perubahan berdasarkan Customer Journey Map itu tak ada yang sia-sia karena semuanya berhubungan langsung dengan konsumen.

       

      Contoh Customer Journey Map

      Setelah mengetahui customer journey dan customer journey map Anda pasti sudah mengerti teori nya. Jika belum mengerti bagaimana wujud dari customer journey map maka lihatlah referensi yang pernah dibuat. Sudah dikatakan bahwa Customer Journey Map tidaklah sama maka Anda dapat membuat CJM Anda sendiri untuk mengidentifikasi.

      Berikut salah satu contoh yang bisa Anda gunakan :


      Peta Perjalanan Pelanggan agar Bisnismu Tepat Sasaran


      Menurut Harvard Business Review, peta perjalanan pelanggan adalah ide yang sangat sederhana: diagram yang menggambarkan langkah-langkah yang dilakukan pelanggan Anda dalam berhubungan dengan perusahaan Anda, apakah itu produk, pengalaman online, pengalaman ritel, layanan, atau kombinasi apapun. Semakin banyak hubungan yang Anda miliki, semakin rumit tapi perlu peta semacam itu.

      Peta perjalanan pelanggan tradisional mencakup interaksi online dan offline, seperti contoh yang saya jelaskan di atas. Mereka membantu Anda memahami di mana orang mengalami titik interaksi dan bagaimana perasaan mereka pada setiap langkahnya.


      CONTOH POLA PEMIKIRAN PETA PERJALANAN PELLANGGAN................

      Siang sudah datang, dan saya sangat ingin minum kopi dan istirahat dari apartemen saya, karena saya bekerja dari rumah.

      Kuputuskan aku menginginkan latte dari Starbucks. Selanjutnya, saya harus memutuskan Starbucks mana yang ingin saya beli dari saya. Saya tahu bahwa ada dua Starbucks yang berada dalam jarak yang sama dari apartemen saya, jadi saya mendasarkan keputusan saya pada Starbucks yang saya percaya akan memiliki sedikit orang; Dan karena itu, ruang terbuka bagi saya untuk bekerja.

      Biasanya, saya memilih Starbucks di sebelah utara tempat saya tidak hanya untuk alasan yang disebutkan di atas, tapi juga karena ada Panera Bread, yang selalu memiliki tempat duduk terbuka, tepat di seberang jalan. Oleh karena itu, jika saya tidak menemukan tempat duduk terbuka di Starbucks, saya dapat dengan mudah keluar setelah melakukan membeli dan beralih ke tempat terbaik berikutnya.

      Faktor penting saat menentukan tempat mendapatkan kopi untuk pekerja jarak jauh seperti saya adalah atmosfer.

      Masalahnya bagi kita adalah kita tidak tahu seperti apa atmosfernya sampai kita sudah sampai di sana.

      Sementara saya lebih memilih atmosfir Starbucks daripada Panera, saya juga menghargai waktu saya, dan saya tidak akan berkeliling ke semua Starbucks terdekat hanya untuk membeli kopi.

      Jika Starbucks membuat peta perjalanan pelanggan untuk persona pekerja jarak jauh mereka, mereka akan segera melihat kesempatan untuk memanfaatkan lebih banyak bisnis dari pelanggan tetap yang senang bekerja dari Starbucks dengan mengizinkan pelanggan melacak lokasi mana yang memiliki meja terbuka terdekat di aplikasinya.

      Ini adalah contoh dari apa yang akan Anda lakukan saat membuat peta perjalanan pelanggan.

      Peta perjalanan pelanggan menggambarkan keseluruhan pengalaman yang dimiliki pengguna terhadap bisnis Anda, menunjukkan poin menarik untuk intervensi.

      Bagi Starbucks, seperti contoh di atas, ada intervensi yang menarik sebelum saya masuk mobil untuk membeli kopi dan mencari tempat untuk bekerja. Hal ini dapat menyebabkan sebuah inovasi, seperti fitur baru di aplikasi mobile-nya yang membuat lebih banyak pekerja jarak jauh pergi ke Starbucks sebagai bandingan, katakanlah, Panera, dengan membiarkan mereka tahu Starbucks mana yang memberi tempat bagi mereka untuk bekerja.

      Berikut adalah tujuh metode yang bisa Anda gunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan :

      1. Mulailah Dengan Data Yang Ada

      Kemungkinan besar Anda memiliki data yang ada di ujung jari Anda. Tinjaulah survey sebelumnya, lakukan wawancara dengan pelanggan, dan log panggilan dukungan pelanggan. Tidak ada gunanya mendanai kampanye penelitian yang mahal jika data yang Anda butuhkan sebenarnya sudah Anda kumpulkan. Simpan anggaran untuk data yang belum Anda miliki dan pertanyaan lebih lanjut yang perlu Anda jawab.

      2. Mewawancarai Setiap Pemangku Kepentingan

      Mengapa Anda tidak memulainya dengan data yang bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma tanpa harus membayar seperti pengetahuan kolektif yang dimiliki oleh setiap pemangku kepentingan? Mulailah dengan tim penjualan dan dukungan pelanggan. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang memahami produk dan pelanggan. Mereka sering memiliki daftar permintaat fitur, laporan bug, dan peningkatan yang berasal langsung dari mulut pelanggan.

      Anda bisa menggabungkan itu semua untuk menghasilkan daftar persyaratan awal. Carilah polanya, tetapi jangan secara otomatis mengabaikan temuan yang tidak sesuai pola. Anda bisa melihat temuan lainnya untuk menguatkan mereka dengan temuan dari metode lain.

      3. Memetakan Proses Pelanggan

      Jika Anda mengetahui proses pelanggan Anda, maka petakanlah. Contohnya, sebelum ada Uber, untuk mendapatkan mobil untuk mengantar Anda ke suatu lokasi Anda harus menelepon perusahaan taksi, menunggu untuk mencapai operator, menunggu mobil untuk dikirim, berharap pengemudi akan menemukan alamat Anda, dan berharap Anda memiliki cukup uang ketika sampai di lokasi tujuan.

      Sedangkan dengan aplikasi Uber, Anda cukup membuka ponsel dan memanggil mobil terdekat dengan satu ketukan jari. Anda sudah tahu seberapa jauh mobil tersebut karena Anda bisa melihatnya secara real-time di peta. Pengemudi juga melihat lokasi Anda sehingga Ia bisa langsung mendatangi Anda. Dan yang terpenting adalah Anda tahu berapa uang yang harus Anda bayarkan untuk sampai ke lokasi tujuan.

      4. Memetakan Perjalanan Pelanggan

      Peta perjalanan pelanggan adalah visualisasi proses yang dilalui oleh pelanggan saat menggunakan produk atau layanan Anda. Dibutuhkan pemetaan proses ke tingkat baru dengan memasukkan beberapa fase dan titik sentuh yang dilalui seseorang, dari calon pelanggan ke pelanggan setia. Peta perjalanan pelanggan adalah dokumen yang bertujuan untuk menyatukan upaya yang terfragmentasi dan mengidentifikasi setiap titik gesekan dan peluang perbaikan.

      Menemukan dan memperbaiki titik rasa sakit dalam perjalanan pelanggan bukanlah hanya tentang pengendalian kerusakan, tetapi juga inovasi yang berasal dari memperbaiki rasa sakit.

      5. Melakukan Penelitian ΓÇ£Buntuti PelangganΓÇ¥

      Penelitian ini bergantung pada observasi, dengan benar-benar mengikuti pelanggan pulang atau bekerja. Anda bisa mengikuti pelanggan ke tempat kerjanya, menghabiskan hari untuk mengamatinya melakukan pekerjaan, mengamati titik sakit yang Ia hadapi, dan kemudian mencari peluang untuk perbaikan.

      Tim peneliti di Intuit memperhatikan bahwa pelanggan ritel mengeksplorasi transaksi mereka dari register kas titik penjualan ke QuickBooks untuk mengelola buku-buku mereka. Langkah ini memakan waktu dan terkadang menyebabkan kegagalan dan frustrasi. Solusi inovatif yang dilakukan adalah pengembang mengintegrasikan QuickBooks ke dalam mesin kasir dan menghilangkan langkah ekspor untuk pelanggan serta menciptakan versi terbaru.

      6. Mewawancarai Pelanggan Yang Tepat

      Tanyakan kepada pelanggan Anda, masalah apa yang mereka miliki dan fitur apa yang mereka inginkan. Jika pelanggan tidak bisa mengartikulasikan kebutuhan mereka dengan jelas, Anda seringkali bisa memperoleh wawasan yang mengarah pada inovasi yang berhasil.

      Gunakan teknik ΓÇ£Five WhysΓÇ¥ untuk membantu Anda menemukan apa yang dibutuhkan oleh orang yang bahkan tidak mereka ketahui, kebutuhan yang belum pernah dikenali oleh siapapun sebelumnya. Terus tanyakan mengapa sampai Anda mengetahui akar penyebab masalahnya dan bukan gejalanya.

      7. Melakukan Survey Suara Pelanggan

      Survey suara pelanggan mengumpulkan data dari email atau formulir di situs web tentang sikap dan harapan pelanggan atau calon pelanggan. Anda bisa menggunakan campuran pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup untuk melihat apa yang menghasilkan data paling berguna.

      Meskipun seringkali pelanggan tidak pandai dalam mengidentifikasi kebutuhannya, jenis survey ini sering menghasilkan data yang bisa digunakan untuk mengetahui tujuan, tantangan, masalah, dan sikap pelanggan, serta rekomendasi peluang untuk melakukan peningkatan produk atau layanan.


      Kerangka Peta Perjalanan Pelanggan untuk Bisnis Online

      Langkah 1: Pilih Fokus Persona Pembeli

      Sebelum Anda dapat memulai peta perjalanan pelanggan Anda, Anda harus memiliki persona pembeli.

      Langkah 2: Pahami Tujuan Persona Anda

      Apa yang diharapkan oleh persona spesifik ini untuk dicapai saat mereka merasakan setiap langkah dalam perjalanan mereka melalui situs web Anda?

      Anda dapat mempelajari apa tujuan persona Anda dengan:

      • Melakukan survei pelanggan.
      • Melakukan wawancara satu satu.
      • Menggunakan alat bantu,seperti Hotjar, untuk meminta pengunjung situs web tentang apa yang mereka harapkan pada halaman tertentu.

      Langkah 3: Peta Titik Interaksi

      Interaksi (touchpoint) adalah saat pelanggan potensial menghubungi perusahaan Anda - sebelumnya, selama atau setelah mereka membeli sesuatu dari Anda.

      Anda ingin mempertimbangkan setiap interaksi sehingga Anda tidak melewatkan saat intervensi atau kesempatan menarik untuk meningkatkan pengalaman persona Anda dengan perusahaan Anda.

      Langkah ini nampaknya mengerikan pada mulanya karena ada kemungkinan interaksi tanpa henti, itulah sebabnya saya punya tipuan untuk Anda.

      Tempatkan diri Anda ke dalam sepatu persona Anda - atau dalam kasus ini - trackpad mereka. Dengan topi persona Anda, tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut:

      • Ke mana saya pergi dan bagaimana saya sampai di sana ketika saya memiliki [masalah yang diselesaikan perusahaan Anda]?
      • Ke mana saya pergi dan bagaimana saya sampai di sana saat menemukan solusi yang akan memecahkan masalah saya?
      • Ke mana saya pergi dan bagaimana saya sampai di sana saat membuat solusi / keputusan pembelian saya?
      • Ke mana saya pergi dan bagaimana saya sampai di sana ketika saya memerlukan dukungan atau hal lain dari bisnis setelah melakukan pembelian?

      Mungkin akan paling mudah dan paling efektif untuk mengajukan pertanyaan ini kepada pelanggan saat ini. Cobalah untuk membuat wawancara satu satu. Atau, sekali lagi, gunakan alat seperti Hotjar, untuk merekam pengunjung situs Anda dan lihat bagaimana mereka merasakan situs Anda secara langsung.

      Temukan titik interaksi dan otak seseorang dari daftar semua potensi cara mereka berhubungan dengan bisnis Anda. Inilah beberapa ide untuk memulai brainstorming Anda:

      • Sebelum mereka membuka di situs Anda: Bagaimana mereka menemukannya? Apa yang Google mereka tampilkan untuk mencapai situs Anda? Mungkin mereka menemukan Anda melalui iklan - di media sosial atau melalui Google. Atau mungkin mereka sampai di situs web Anda dari tautan di pos blog situs lain. Mungkin mereka mengunjungi situs review, seperti Yelp, dan Anda memiliki ulasan yang bagus.
      • Ketika mereka berada di situs Anda: Apa yang mereka lakukan? Apa halaman, dan dalam urutan apa yang mereka klik? Berapa lama mereka melihat di setiap halaman?
      • Setelah mereka memutuskan untuk membeli di situs web Anda: Seperti apa pengalaman pembelian? Berapa halaman yang harus mereka lalui untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan? Apakah Anda mengirim email kepada mereka? Berapa banyak informasi yang proses pembelian Anda mengharuskan pengguna untuk menyelesaikannya?

      Tips Lebih Lanjut

      1.    Behavior Flow Report: Jika situs web Anda memasang Google Analytics dan memiliki data yang bagus, pertimbangkan untuk membuat behavior flow report, yang memvisualisasikan bagaimana pengunjung berpindah melalui situs Anda - dari satu laman atau acara ke berikutnya.

      2.    Goal Flow Report: Goal flow report menunjukkan jalur lalu lintas Anda melewati salur menuju konversi tujuan. Laporan ini dapat membantu Anda melihat apakah pengguna menavigasi konten Anda seperti yang diharapkan, atau jika ada masalah, seperti tingkat tidak puas yang tinggi atau loop yang tidak diharapkan.



      Langkah 4: Lihatlah Gambaran Besar

      Begitu Anda memahami tujuan persona Anda dan merencanakan poin interaksi mereka, saatnya untuk melihat gambaran besar - keseluruhan pengalaman mereka dengan perusahaan Anda.

      Tanyakan pada diri Anda pertanyaan berikut (hanya beberapa dari sedikit yang harus Anda tanyakan) jika Anda menggunakan alat seperti Hotjar dan Google Analytics:

      • Apakah persona saya mencapai tujuan mereka di situs saya?
      • Dimana ada titik interaksi dan frustrasi?
      • Halaman apa yang memiliki tingkat bouncing tertinggi?
      • Dimana orang menyerah & keluar?
      • Apakah orang mengklik tombol pembelian Anda tapi kemudian pergi begitu mereka melihat formulirnya?

      Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut (yang hanya beberapa dari banyak hal yang harus Anda tanyakan) jika Anda melakukan wawancara dengan pelanggan:

      • Bagaimana Anda menemukan situs kami?
      • Apa yang membuat Anda meninggalkan situs kami?
      • Halaman apa yang paling penting bagi anda di website kami?
      • Apakah halaman tersebut memiliki informasi yang Anda cari?
      • Informasi apa yang Anda cari selama setiap tahap proses pengambilan keputusan Anda?

      Langkah 5: Prioritaskan

      Dimana buah yang menggantung rendah?

      Pada titik ini, saatnya memprioritaskan halaman situs Anda mana yang paling ekonomis dan efisien untuk mengoptimalkan dan menguji terlebih dahulu.

      Misalnya, jika persona Anda terus-menerus terjebak dalam satu pertanyaan dalam formulir perencanaan proyek Anda, maka Anda mungkin perlu menambahkan uraian singkat dengan rincian bermanfaat dan menyertakan contoh jawaban.

      Ini akan relatif cepat dan mudah untuk diuji dan melihat apakah itu meningkatkan penyelesaian formulir.


      Langkah 6: Visualisasikan Informasi Anda

      Saya merasa paling mudah untuk menggambar peta perjalanan pelanggan saya di papan tulis besar atau selembar kertas besar. Tentu saja, ada juga alat online yang khusus dibuat untuk pemetaan perjalanan pelanggan yang terlihat berguna, seperti UXPressia dan Canvanizer.

      Di bawah ini saya telah menyertakan daftar template untuk memberi Anda inspirasi, namun perlu diingat bahwa tidak ada satu peta perjalanan pelanggan universal, dan semuanya bergantung pada orang yang membangunnya dan tujuan bisnis yang mereka bangun untuknya.


      Customer Journey : Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Cara Membuatnya

      Sebelum Kamu Pergi...

      Jangan terlalu fokus membuat peta yang "sempurna" atau "benar", tapi lebih fokuslah pada membedah pengalaman pengunjung di situs Anda sehingga Anda dapat menemukan momen dan/atau kesempatan menarik untuk melakukan intervensi. 



  • TARGET TOPIK 

    tugas ke 3, mahasiswa sampai pertemuan ini sudah membuat brand produk / bisnis kelompok 

    pertemuan ke 5  kelas di buka secara offline dan online

    Mahasiswa mampu membuat perencanaan dan membangun branding dari bisnis startup nya



      • Membangun brand penting bagi startup

        Tujuan branding adalah untuk membuat menyampaikan pesan ke masyarakat dan pengguna baik melalui materi pemasaran atau melalui logo dan nama yang dipilih. Di sisi lain startup butuh kesemaptan untuk dikenal, dan dilihat oleh banyak orang untuk membuka kesempatan lebih banyak dikenal oleh masyarakat. Membangun brand bagi startup sama halnya berinvestasi untuk meningkatkan ΓÇ£keterlihatanΓÇ¥, dan menempatkan posisi di masyarakat sebagai sesuatu yang diingat. Di samping itu brand juga jadi jalan yang tepat untuk menyampaikan value ke masyarakat.


        Apa yang perlu dipersiapkan

        Branding bisa disebut juga upaya untuk menyampaikan pesan dan mengenalkan sebuah produk atau bisnis. Sebelum jauh merencanakan strategi branding ada beberapa hal yang harus disiapkan, seperti menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

        ┬╖       Apa misi perusahaan Anda?

        ┬╖       Apa manfaat dan fitur yang ada di produk atau layanan Anda?

        ┬╖       Apa yang pengguna dan pengguna potensial pikirkan tentang perusahaan Anda?

        ┬╖       Kualitas apa yang Anda ingin mereka (pengguna) kaitkan tentang perusahaan Anda?

        Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan menuntuk Anda membuat nilai-nilai yang ingin Anda berikan melalui branding. Untuk memulai branding ada beberapa hal yang perlu disiapkan, seperti:

        Nama perusahaan. Nama perusahaan di era digital berikaitan erat dengan pemilihan nama domain. Nama harus menjadi sebuah penanda yang menggambarkan seperti apa perusahaan Anda, atau paling tidak bisa menggambarkan di bidang apa perusahaan Anda beroperasi. Pemilihan nama selain memperhatikan arti juga sangat memperhatikan penggunaan nama yang sama oleh perusahaan sejenis atau bahkan diasosiasikan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan maksud dan gambaran perusahaan Anda.

        Logo. Logo ada penggambaran visual dari maksud dan makna perusahaan. Buatlah logo yang bisa ditempatkan di mana saja. Logo yang bisa ditempatkan di mana saja akan sangat berguna untuk berbagai macam strategi marketing.

        Pesan yang ingin disampaikan. Siapkan pesan-pesan yang ingin dikomunikasikan dengan para pelanggan. Ini termasuk juga jawaban dari pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.

        Branding pada dasarnya adalah sebuah usaha yang masuk dalam strategi marketing. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa brand adalah nama, logo, simbol dan hal lainnya yang bisa mengidentifikasikan sebuah bisnis. Branding tidak hanya penting untuk bisnis konvensional, tetapi juga startup, yang notabene merupakan perusahaan rintisan pun perlu merancang strategi branding mereka. Tujuannya untuk lebih cepat mengenalkan perusahaan, baik untuk layanan yang diberikan atau sebagai sebuah bisnis yang layak dikenal.

        Startup punya banyak tugas penting di awal perjalanannya. Mencari pengguna potensial, memberikan produk berkualitas, dan mencoba memahami kondisi pasar adalah beberapa hal penting yang jangan terlewatkan. Salah satu tindakan pelengkap untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis startup perlu strategi marketing, mulai dari memanfaatkan media sosial untuk promosi hingga membangun branding dari sejak awal. Seperti memilih nama domain, logo, warna dan identitas lainnya yang bisa ΓÇ£nempelΓÇ¥ di pikiran masyarakat.

        Logo dan website mungkin jadi sesuatu yang fundamental dalam usaha membangun brand, tetapi lebih dari itu mempresiapkan kapan, bagaimana, hingga ke siapa Anda memasarkan produk Anda adalah bagian tak tergantikan dari strategi membangun brand. Semuanya harus diperhitungkan dan disusun sejak awal untuk mengirimkan pesan ke orang yang tepat di waktu yang tepat. Semua itu kemudian dilengkapi sesuatu yang terlihat mudah tapi butuh perjuangan, yakni konsistensi.


         

        1. Tentukan pesan brand dan perusahaan kamu 

        Hal pertama yang harus kamu perhatikan dalam membuat perencanaan strategi pemasaran di sebuah startup adalah dengan memahami apa yang menjadi pesan dari brand kamu.

        Jelaskan identitas brand kamu dengan menentukan beberapa hal berikut: 

        • Apa visi brand atau perusahaanmu? 

        Untuk mengetahuinya kamu bisa melihat produk dan layanan seperti apa yang kamu tawarkan. Selain itu juga dengan menganalisis keunikan dari bisnismu serta mendefinisikan bagaimana perusahaanmu ingin dilihat oleh pelanggan. 

        • Apa misi yang kamu bawa? 

        Tentukanlah kebutuhan market yang ingin perusahaanmu sasar dan alasannya. Pendekatan perusahaan seperti apa yang kamu miliki? Cari juga alasan kenapa pembeli harus memilihmu dan bukan yang lain. 

        • Esensi brand dan perusahaan 

        Tentukan pula esensi dari brand atau perusahaanmu. Ketika pelanggan menggunakan produk atau layananmu, emosi seperti apa yang tercipta? Jika brand kamu adalah manusia, bagaimana kamu dapat menggambarkan kepribadiannya?

        • Personality brand seperti apa yang kamu inginkan

        Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kepribadian seperti apa yang kamu inginkan pada brand atau perusahaanmu? 

        Apakah kamu menginginkan brand kamu dipersepsi dengan keperibadian yang menyenangkan atau serius dan serba bisnis?


        2. Tentukan target audiens 

        Tidak hanya pesan yang harus ditentukan di awal marketing plan, kamu juga harus menentukan siapa target audiens

        Mulailah menentukan orang atau perusahaan yang menjadi pelangganmu. Bagilah ke dalam beberapa kategori untuk memahami berbagai buyer persona yang ada. 

        Buyer persona adalah representasi dari pelanggan idealmu. Dengan mengetahui buyer persona, kamu akan lebih mudah dalam memahami baik pelanggan dan calon pelangganmu dengan baik. 

        Dengan begitu kamu akan lebih mudah menyesuaikan konten dengan kebutuhan, perilaku dan masalah dari berbagai tipe pembeli yang berbeda.

         

        Berikut adalah 6 alasan yang menjelaskan mengapa startup perlu melakukan branding:

        1. Branding Sebagai Identitas Unik Sebuah Bisnis

        Branding untuk startup akan menjadi cara terbaik dalam membedakan start-up Anda dari pesaing.

        Dengan nama merek yang hebat, Anda dapat bertujuan untuk mendapatkan pelanggan yang loyal serta keunggulan kompetitif yang solid. Anda dapat menyoroti poin unik Anda dan memberi tahu konsumen.

        1. Branding Membantu Untuk Bisa Tetap Bertahan

        Branding bukan sekedar desain logo, ini tentang menjaga konsistensi dalam komunikasi. Pelanggan harus dapat mengenali Anda di semua saluran, apakah itu melalui situs web, materi promosi, iklan, posting media sosial, atau kampanye pemasaran email.

        1. Branding Membantu Meningkatkan Visibilitas

        Tidak ada yang lebih penting bagi startup daripada mendapatkan visibilitas; visibilitaslah yang membawa peluang. Hal ini menekankan pentingnya branding untuk startup.

        Branding membantu orang mengenali keberadaan Anda. Ini meningkatkan visibilitas, tidak hanya di antara pelanggan, tetapi juga investor.

        Bisa juga menjelaskan fitur dan manfaat produk Anda, menyebutkan nilai-nilai penting, menjelaskan metode bisnis, dan membuat pelanggan Anda memahami bagaimana hal itu dapat mengubah pengalaman pengguna mereka.

        1. Branding Meningkatkan Daya Tarik

        Dengan membantu dalam menyampaikan nilai-nilai bisnis inti kepada konsumen Anda, branding menciptakan rasa percaya pada pikiran mereka.

        Misalnya, pergelangan kaki Anda terkilir. Apa yang akan Anda beli dari toko obat, salep murah tanpa merek atau produk tepercaya dari merek terkenal?

        Pasti Anda akan menggunakan produk bermerek, meskipun harganya sedikit lebih mahal. Itu karena keyakinan kuat dan menarik pelanggan yang Anda miliki terhadap merek.

        1. Branding Membantu Membangun Citra Bisnis Yang Kuat

        Dibutuhkan banyak pekerjaan untuk menumbuhkan kepercayaan dan kesetiaan pada pelanggan. Seiring dengan pencitraan merek yang berkualitas, Tentu juga harus memastikan bahwa Anda mengirimkan pesan positif secara konsisten sehingga pesaing tidak mendapatkan kesempatan untuk naik

        Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan di sini:

        • Cari tahu bagaimana audiens Anda memandang merek Anda sebagai pesaing
        • Munculkan strategi branding yang menambah nilai pada merek
        • Temukan cara untuk mengomunikasikan prioritas merek
        • Konsisten dengan jenis pengalaman merek yang Anda berikan, di semua saluran
        • Sesekali pastikan Anda melakukan audit terhadap merek Anda

         

        1. Branding Membantu dalam Menyelesaikan Masalah dengan Pelanggan

        Media sosial tentang bagaimana merek saat ini terhubung dengan pelanggan. Ini tentang bagaimana Anda terhubung dengan audiens, terlibat dalam percakapan, memahami masalah dan menyelesaikannya.

         


        https://drive.google.com/drive/folders/1DGOHICP5aNlcrn9ggbeS_68iWZjFOmyx?usp=sharing 


  • TARGET PERTEMUAN

    Menyusun Target Promosi, Target Penjualan dan Target Produksi pada bisnis yang dikembangkan


    • Apa Itu Promosi?

      Ada banyak pengertian promosi menurut para ahli.                  

      Harper W Boyd menyebutnya sebagai cara membujuk orang lain agar menerima suatu gagasan/produk. Sementara, Philip Kotler mengatakan promosi merupakan strategi komunikasi dengan pasar. 

      Jika dirangkum, promosi adalah upaya memasarkan produk dengan cara komunikasi persuasif sehingga calon konsumen lebih tertarik membeli produk Anda dibanding produk kompetitor. 

      Secara umum, ada beragam cara untuk melakukan promosi, bisa melalui iklan di TV,  brosur, spanduk, sosial media, dan website. 

      Lalu, kenapa Anda perlu melakukan kegiatan promosi bagi produk bisnis Anda? Apakah tujuannya?

      Tujuan utama promosi adalah untuk meningkatkan penjualan. Namun, tentu saja harus didahului dengan pengenalan produk ke masyarakat. Tidak hanya itu, promosi harus fokus pada upaya menciptakan ketertarikan masyarakat menggunakan produk yang Anda tawarkan. 

      Cara yang dilakukan bisa beragam, seperti beriklan, menggunakan influencer, menggelar suatu event, dan lain-lain. Media yang digunakan pun bisa beragam. Kita akan bahas lebih lanjut di bagian lain artikel ini.

      Manfaat Promosi bagi Bisnis Online Anda

      Berikut ini beberapa manfaat promosi bisnis online ketika berjalan dengan baik:

      1. Mampu Menarik Perhatian Pasar dengan Cepat

      Dari manakah biasanya Anda mengetahui adanya produk baru dari salah satu brand? Benar, dari program promosi yang mereka lakukan. 

      Walaupun jenis kegiatan yang dijalankan bisa beragam,  promosi yang baik tak pernah luput dari perhatian masyarakat. 

      Anda tentu masih ingat tentang driver ojek online yang beruntung mendapatkan mobil mewah seharga Rp 12.000. Ya, pada momen Harbolnas tahun lalu, salah satu marketplace menyelenggarakan promo barang dengan harga Rp 12.000.

      Promo tersebut berhasil menyedot perhatian masyarakat. Pasalnya, berbagai barang yang bahkan masuk kategori mewah dibanderol dengan harga Rp 12.000 saja. Apa yang terjadi? Jutaan orang berebut mendapatkannya.

      2. Promosi Untuk Menjaga Loyalitas Konsumen  

      Anda tentu menyadari bahwa kompetitor tentu akan berusaha untuk merebut hati pelanggan Anda. 

      Namun, jika Anda rajin melakukan kegiatan promosi dengan berbagai penawaran menarik, konsumen akan tetap setia menggunakan produk Anda. Alasannya, manfaat yang mereka terima dari Anda lebih menjanjikan. 

      Bagi Anda sebagai pemilik bisnis, menjual produk kepada konsumen setia tentu lebih mudah. Faktanya, kemungkinan keberhasilannya mencapai 60 hingga 70%.

      3. Membantu Meningkatkan Brand Awareness

      Bagi bisnis online, brand awareness sangat penting. Brand awareness mampu menguatkan hubungan antara produk Anda dengan konsumen untuk jangka panjang. 

      Sebagai contoh, jika ingin membeli air mineral, sebagian Anda menyebut Aqua. Padahal banyak merk air mineral lain yang secara kualitas tidak jauh berbeda. Hal inilah yang disebut sebagai brand awareness.  

      Jika promosi yang Anda lakukan berhasil dan mampu membangun branding dengan kuat, produk Anda akan melekat di hati konsumen. 

      Dengan intensitas promosi yang terukur, brand awareness bisa dibangun dengan baik. 

      4. Meningkatkan Potensi Penjualan Produk

      Sebuah promosi yang dilakukan dengan baik akan mampu mendongkrak penjualan. 

      Sebagai contoh, perusahaan penerbangan JetBlue berhasil mencapai peningkatan pendapatan hingga 1640% melalui promosi!

      JetBlue tidak menciptakan produk baru. Perusahaan tersebut hanya melakukan pendekatan yang berbeda dibanding kompetitor. Mereka merancang program otomasi email untuk tujuan promosi bagi konsumen yang belum menyelesaikan pemesanan tiket di website mereka. Terbukti berhasil!

      11+ Tips dan Cara Promosi Paling Efektif

      Setelah memahami pentingnya manfaat promosi, mari kita belajar tips jitu untuk mempromosikan suatu produk.

      Ada banyak promosi yang bisa diterapkan untuk produk bisnis online Anda. Kami telah merangkum beberapa contoh yang bisa Anda gunakan:

      1. Memberikan Diskon/Potongan Harga

      Harga masih menjadi faktor utama bagi konsumen ketika melakukan transaksi pembelian. Oleh karena itu, promo potongan harga selalu ditunggu.

      Di luar negeri, terdapat sejumlah event yang khusus menghadirkan promo potongan harga untuk pembelian produk. Salah satu yang terkenal adalah Black Friday atau promo domain dari Niagahoster. Di Indonesia, momen promo ini biasanya diselenggarakan secara massal pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

      Jika  memiliki toko online Anda sendiri, tentu Anda bisa menyelenggarakan promo potongan harga/diskon ini kapan saja. Dan tentunya, potongan harga bisa digunakan untuk hampir semua jenis bisnis online, sebagaimana contoh promosi berikut:

      sebagaimana contoh promosi berikut:


      Contoh promosi dengan memberikan potongan harga.

      2. Membebaskan Biaya Kirim Barang (Free Ongkir)

      Meningkatnya transaksi ecommerce salah satunya didukung oleh kemudahan pengiriman barang. Saat ini, tanpa perlu menunggu lama, barang akan sampai kepada penerima. 

      Sudah banyak bisnis ekspedisi yang memberikan pelayanan terbaik. Hanya saja, tarif pengiriman barang untuk beberapa wilayah masih cukup tinggi. 

      Oleh karena itu, jika Anda menggunakan free ongkir, konsumen akan tertarik. Alasannya, konsumen tidak hanya mendapatkan kemudahan, tapi juga value lebih saat berbelanja produk yang Anda tawarkan.

      Dengan pendekatan bebas ongkos kirim (free ongkir), penjualan produk bisnis Anda bisa lebih ditingkatkan. 

      Contoh promosi free ongkir ditunjukkan oleh toko online yang menjual kopi berikut ini:


      Contoh promosi dengan memberikan gratis ongkos kirim.

      3. Menawarkan Cashback

      Cashback adalah pengembalian sejumlah uang setelah konsumen melakukan pembelian. Cashback berlaku jika pembelian yang dilakukan mengikuti syarat yang ditentukan oleh penjual. Biasanya berupa pembelian sejumlah nominal tertentu.

      Walaupun ada syarat yang diberlakukan, cashback tetap merupakan promo yang menarik bagi konsumen. Anda bisa mengunjungi beberapa marketplace besar dan akan menjumpai cashback di berbagai event promo mereka. 

      Perlu diingat bahwa cashback bukan hanya milik marketplace saja. Pemilik toko online pun bisa menerapkan promo ini untuk menjual berbagai barang, mulai produk elektronik hingga fashion. 


      Contoh promosi dengan cashback.

      4. Mengadakan Flash Sale

      Flash sale adalah metode penjualan dalam waktu singkat, dengan jumlah terbatas dan dibandrol dengan harga murah. 

      Sebagian dari Anda mungkin mengenal Flash sale dari salah satu marketplace besar di Indonesia, bukan? Jenis promosi tersebut terbukti cukup efektif. 

      Karena Flash sale menggunakan strategi ketersediaan barang yang terbatas, banyak calon konsumen tak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Hasilnya, Flash sale terbukti efektif untuk menggebrak pasar. Produk yang dijual melalui Flash sale selalu laris manis bak kacang goreng.

      Belajar dari kondisi tersebut, banyak pelaku bisnis yang menerapkan langkah promosi yang sama. Tidak hanya produk ponsel, namun juga produk nutrisi anak seperti terlihat pada contoh berikut:


      Contoh promosi dengan flash sale.

      5. Beli 1 Gratis 1

      Mempromosikan produk dengan memberikan tambahan produk lain secara gratis sudah umum digunakan. Mulai dari produk keperluan rumah tangga hingga makanan. 

      Namun, jangan salah, langkah ini terbukti masih sangat efektif.

      Bagi konsumen, mereka akan senang karena mendapatkan value tambahan. Sedangkan, bagi pemilik bisnis, Beli 1 Gratis 1 sering digunakan terutama untuk mengenalkan produk baru sambil tetap mendapatkan profit yang baik.

      Alasannya, ketika melakukan kampanye Beli 1 Gratis 1,  produsen justru mampu menjual produk lebih banyak karena konsumen sebenarnya membeli dua produk sekaligus. 


      Contoh promosi dengan beli 1 gratis 1.

      6. Memberikan Gift

      Jika promosi sebelumnya memberikan produk sejenis secara gratis, promosi dengan memberikan gift sering menggandeng produk yang berbeda sebagai hadiah. Bisa produk Anda sendiri, atau produk pihak lain. 

      Sebenarnya, banyak sekali contoh gift yang pernah Anda dapatkan sebagai konsumen. Misalnya, saat Anda mendapatkan softcase dan pelindung layar ketika melakukan pembelian ponsel. 

      Sebagai pemilik bisnis, Anda juga bisa meniru tips jitu promosi ini pada produk Anda. Sebagai contoh, toko busana online berikut:



      Contoh promosi dengan memberikan gift.

      7. Pengumpulan Poin Rewards

      Poin rewards adalah salah satu contoh promosi melalui customer loyalty program. Artinya, konsumen yang loyal menggunakan produk Anda berhak mendapatkan penawaran khusus. 

      Cara promosi ini bisa dilakukan di banyak bisnis. Misalnya, jika Anda memiliki usaha pencucian mobil. 

      Anda bisa membagikan kartu promo khusus. Setiap kali pelanggan mencuci mobil di tempat Anda, ada satu sticker yang akan mereka terima. Setelah lima kali pencucian, Anda bisa memberikan satu kali cuci mobil gratis.

      Tentu konsumen Anda akan senang dengan promo poin rewards semacam ini. 

      Contoh lain dari poin rewards ditunjukkan oleh program Niaga Poin (NiPo) berikut ini:


      Contoh Program Poin Rewards

      8. Membagikan Voucher atau Kupon Promo

      Cara promosi dengan membagikan voucher bisa menjadi senjata untuk menarik minat konsumen. 

      Anda mungkin pernah mendapatkan voucher makan ketika membeli majalah tertentu.

      Di era digital ini, penggunaan e-voucher mulai menggantikan voucher fisik. Banyak pemilik bisnis yang membagikan promo voucher melalui email, bahkan langsung di dalam aplikasi yang digunakan konsumen (in-app).

      Salah satu contoh yang Anda kenal tentu voucher dari Gojek. 


      Contoh Promosi dengan Voucher

      Dengan beragam promosi yang ditawarkan melalui voucher, apapun jenis bisnis yang Anda jalankan akan berpotensi menaikkan pendapatan (revenue).

      9. Memberikan Garansi

      Konsumen akan lebih nyaman ketika membeli produk yang memiliki jaminan garansi. 

      Jenis garansi yang ditawarkan bisa beragam, mulai keaslian barang, kualitas barang, hingga harga yang bersaing. Hal ini tentu bergantung jenis produk yang ditawarkan.

      Pada jenis bisnis yang menawarkan produk yang hampir sama, persaingan dengan kompetitor adalah pada faktor harga. Tak jarang konsumen Anda mendengar promosi dengan kalimat: ΓÇ£Jika kompetitor memiliki harga lebih murah, kami bayar selisih harganya.ΓÇ¥ 

      Sedangkan, pada jenis bisnis yang menekankan kualitas barang, tagline promosi yang digunakan antara lain ΓÇ£Dijamin Ori!ΓÇ¥ atau ΓÇ£Produk Terbaik Hanya di Toko Kami!ΓÇ¥

      10. Menggelar Promo Liburan

      Liburan merupakan momen yang ditunggu. Setiap orang merencanakan liburan ke berbagai destinasi wisata yang diinginkan. Inilah yang menyebabkan banyak promosi liburan ditawarkan oleh banyak pemilik bisnis akomodasi dan transportasi. 

      Promo liburan bisa berupa penambahan fasilitas ataupun potongan harga. 

      Namun, promosi liburan bisa Anda terapkan pada jenis usaha lain. Misalnya, jika Anda memiliki bisnis online di bidang pendidikan. Anda bisa memberikan potongan harga atau gratis pendaftaran.

      Anda bisa mencontoh promosi liburan yang dilakukan oleh English First berikut ini:


      Contoh Promosi Liburan

      11. Memberikan Tester/Sample Produk

      Pernahkah Anda diminta mencicipi suatu produk makanan ketika Anda sedang berada di pusat perbelanjaan? Atau pernahkah Anda mendapatkan bonus krimer ketika membeli produk kopi?

      Cara promosi dengan menawarkan konsumen mencicipi produk (tester) banyak digunakan untuk mengetahui reaksi konsumen.  

      Pada prakteknya, promosi sample/tester bisa diterapkan pada setiap bisnis, termasuk bisnis online.

      Pada setiap pembelian yang dilakukan konsumen, Anda bisa menyertakan produk baru Anda dalam kemasan kecil agar konsumen bisa menjajal produk tersebut. Berbeda dengan Gift,  promosi tester memang bertujuan untuk mengenalkan masyarakat produk baru yang akan Anda launching.

      Jika respon konsumen cukup baik, Anda bisa melanjutkan dengan cara promosi lain untuk menggebrak pasar. 

      12. Menawarkan Harga Khusus untuk Pembelian Grosir

      Harga grosir adalah harga khusus yang diberikan jika konsumen membeli barang dengan jumlah tertentu. Promosi harga grosir menguntungkan baik bagi konsumen maupun Anda sebagai pebisnis. 

      Jika Anda ingin membuat produk Anda terjual lebih cepat, mencoba promosi harga grosir layak dicoba. Apalagi jika kompetitor Anda ternyata juga menggunakan cara ini. 

      Promosi harga grosir umumnya digunakan oleh bisnis fashion, alat tulis dan lainnya. Namun, sebenarnya semua jenis bisnis bisa menggunakan strategi ini. 


      Contoh Penawaran Harga Khusus

      13. Membagikan Giveaway

      Giveaway adalah cara promosi untuk berbagi produk. 

      Seperti halnya promosi gift, produk yang dibagikan dalam event giveaway bisa produk Anda sendiri atau produk lain. Perbedaannya, event giveaway mengharuskan konsumen melakukan sejumlah ketentuan mengikuti acara.

      Sebagai contoh, promosi giveaway yang pernah dilakukan akun instagram berikut:

      Contoh Program Giveaway

      Dalam event tersebut, peserta diharuskan memposting video/foto kegiatan hidup sehat yang sesuai dengan produk yang dijual oleh pemilik bisnis. Dengan cara ini, selain produk bisnis Anda mendapatkan perhatian, Anda juga bisa menjangkau lebih banyak orang.

      Kenapa demikian? Sebab, event giveaway selalu menentukan adanya tag ke beberapa follower dari peserta event sehingga semakin banyak orang yang mendapatkan informasi. 

      Jenis-jenis Promosi

      Untuk bisa melakukan promosi dengan tepat, Anda perlu mengenal jenis-jenis promosi. Dengan begitu, Anda bisa memilih jenis promosi yang paling sesuai.

      Berikut jenis-jenis promosi menurut Kotler dan Armstrong:

      1. Advertising

      Advertising atau periklanan yaitu presentasi non-pribadi dan promosi berbayar yang memiliki sponsor.

      Jenis promosi ini sering Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ketika sedang menonton TV dan terdapat jeda acara, atau saat melihat papan iklan di dekat lampu merah.

      2. Personal Selling

      Personal selling adalah promosi yang dilakukan dengan menggunakan sumber daya manusia. Tujuannya untuk membangun hubungan pelanggan yang lebih akrab dan terpercaya.

      Biasanya, yang melakukan personal selling adalah wiraniaga, sales, agen, dan banyak lagi. 

      3. Sales Promotion

      Sales promotion merupakan promosi jangka pendek yang bertujuan meningkatkan penjualan dengan cepat. Fungsinya untuk mendongkrak permintaan akan produk atau layanan tertentu.

      Mungkin, ini adalah jenis promosi yang paling sering Anda iyakan. Anda biasa menemukannya dalam bentuk diskon, flash sale, dan penawaran singkat lainnya.

      4. Public Relation

      Public relation adalah jenis promosi untuk menghasilkan publisitas yang baik dan memperkuat citra perusahaan. Promosi ini sering dilakukan dalam bentuk event, pemberitaan, kolaborasi dengan stakeholder, dan banyak lagi.

      Menggunakan public relation, reputasi perusahaan akan meningkat. Dengan begitu, akan memperkuat kesadaran publik terhadap merek Anda.

      5. Direct Marketing

      Seperti namanya, direct marketing adalah pemasaran secara langsung. Artinya, promosi langsung dilakukan ke calon pelanggan dengan menggunakan saluran komunikasi. Bisa itu email, SMS, telepon, dan kanal lainnya.

      Sudah banyak perusahaan kecil sampai besar menggunakan jenis promosi ini. Sebab, meski promosi dilakukan dari jauh, pengguna tetap bisa memberikan respon langsung kepada perusahaan.

      Media Promosi untuk Bisnis Online

      Kita sudah melihat beragam contoh dan jenis promosi bagi bisnis online Anda. Lalu, apakah media yang bisa kita gunakan untuk melakukan semua langkah promosi tersebut?

      Berikut ini adalah media promosi online yang bisa Anda gunakan sesuai dengan produk Anda:

      1. Blog

      Blog bisa digunakan sebagai media promosi online yang efektif. 

      Alasannya, blog menunjukkan eksistensi bisnis online Anda. Selain itu, blog yang dikelola dengan baik dapat membangun branding bisnis Anda secara profesional. 

      Tidak hanya itu, lebih dari 70% konsumen mempelajari berbagai produk melalui blog. 

      Jika Anda belum memiliki blog, tidak perlu khawatir. Membuat blog cukup mudah dan bisa dilakukan relatif cepat. 

      2. Media Sosial

      Promosi melalui media sosial juga bisa Anda lakukan jika target pasar Anda adalah pengguna media sosial yang aktif. 

      Namun, ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu platform apa yang paling sering digunakan. Sebab, konten promosi untuk Instagram tentu akan berbeda dengan Twitter. 

      Tidak hanya itu, jenis produk yang Anda tawarkan juga mempengaruhi platform manakah yang pas untuk digunakan. Jika Anda ingin banyak menampilkan foto produk sebagai keunggulan, seperti makanan, tentu menggunakan Instagram lebih tepat.

      3. YouTube

      Jika Anda menjual produk yang akan tampil lebih menarik dengan tampilan video, YouTube bisa menjadi media yang efektif.

      Misalnya, jika Anda menjual produk kecantikan, Anda bisa menunjukkan proses berdandan menggunakan produk tersebut. Teknik before-after (sebelum-sesudah) banyak digunakan untuk menunjukkan bagaimana tampil cantik dengan produk kosmetik yang ditawarkan.

      Menggunakan YouTube memiliki dua keunggulan. Pertama, layanan tersebut gratis sehingga Anda bisa mengunggah video promosi kapan saja tanpa biaya. Kedua, Anda bisa menautkan penjelasan produk ke blog atau website toko online Anda. 

      4. Email

      Menggunakan email untuk mempromosikan produk Anda cukup menjanjikan. Bahkan sebuah studi menyebutkan bahwa tingkat keberhasilan email menggaet konsumen baru 40x lebih baik dibanding media sosial.

      Tentu saja, harus disesuaikan dengan produk dan target pasar bisnis Anda. 

      Sebagaimana contoh pada JetBlue sebelumnya, kompetitor mereka juga menggunakan promosi lewat email. Bedanya, JetBlue hanya fokus pada calon konsumen yang belum sempat menyelesaikan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan cara ini bisa menghasilkan 69% pendapatan lebih banyak. 

      Kesimpulan

      Promosi untuk bisnis online Anda sangat penting. Agar memperoleh hasil maksimal diperlukan langkah jitu melakukannya. 

      Pada penjelasan di atas, kami telah membagikan banyak contoh promosi untuk bisnis online Anda. Semua contoh di atas bisa diterapkan pada berbagai jenis bisnis. Namun, tetap harus sejalan dengan tujuan bisnis Anda. 

      Nah, sekarang Anda bisa mencoba menggunakan salah satu atau beberapa tips promosi di atas. Semoga berhasil!

      https://youtu.be/eMIn24FjzpA

    • BAGAN KONSEP PRODUKSI






    • Menentukan Market & Channel yang Efektif untuk Bisnis & Startup

      marketing plan EKRUT

      Menentukan Market & Channel yang Efektif untuk Bisnis & Startup

      Marketing merupakan salah satu aktifitas yang tidak bisa ditinggalkan dalam melakukan bisnis, terutama bagi Anda yang ingin memaksimalkan pendapatan bisnis Anda tentunya memerlukan teknik marketing yang jeli. Namun, faktanya masih banyak UMKM dan Startup yang masih bingung dalam melaksanakan kegiatan marketing, terutama juga masih banyak startup yang bahkan fokus ke pengembangan produk tanpa memikirkan bagaimana produk itu bisa dijual, bagaimana bisa terjual, dan mengetahu target market yang spesifik dalam memperkenalkan atau memarketingkan produk mereka.

      Pernahkah kamu merasakan pengalaman seperti ini, dimana kita sudah iklan namun kita tidak mendapatkan hasil yang maksimal dari iklan tersebut bahkan nihil (zonk). Hal itu dikarenakan penerapan marketing yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang disetup dan apa yang diinginkan. Sehingga pada postingan ini kita akan menceritakan bagaimana Menentukan Market & Channel yang Efektif untuk Bisnis.

      Potensi Market Indonesia

      Sebelum kita masuk lebih jauh bagaimana bisa memaksimalkan kegiatan marketing, perlu Anda ketahui terlebih dahulu bagaimana kondisi peluang untuk digital marketing di Indonesia terlebih dahulu. Indonesia pada tahun 2018 merupakan salah satu negara dengan potensi dan perkembangan internet yang cukup pesat, apalagi saat ini ada lebih + 143 jt Pengguna Internet di Indonesia yang kurang lebih masih 1/4 dari total jumlah populasi di Indonesia.


       

      Hal tersebut menjadi peluang bagi kita untuk bisa menyasar target ke Indonesia dikarenakan Indonesia juga pengguna Internetnya akan tumbuh terus menerus seiringan perkembangan zaman dan peningkatan infrastruktur daerah saat ini. Selain itu juga pengguna Sosial media dan smartphone di Indonesia juga meningkat dari tahun ketahun, bahkan saat ini hampir 70% berasal dari Smartphone sehingga Anda jika ingin mempunyai website disarankan mempunyai website yang mobile friendly.



       

      Jika kita lihat sekilas, prilaku pengguna internet di Indonesia dimana 63,1 Juta pengguna (47,6%) menggunakan smartphone dan yang menggunakan komputer atau laptop itu mencapai 2,2 juta pengguna (1,7%). Sangat jauh sehingga memanfaatkan smartphone menjadi peluang yang sangat bagus untuk bisa menjadi salah satu sasaran dalam memaksimalkan kegiatan marketing Anda.

      Cara Menentukan dan Memaksimalkan Channel Marketing

      Selanjutnya kita akan membahas secara bertahap kira kira bagaimana cara menentukan dan memaksimalkan channel yang baik dan benar untuk bisnis kita. Ada 3 langkah yang perlu Anda ketahui diantaranya :

      1) Riset / Research

      Riset / Research : Suatu Metode menentukan Target User yang tepat untuk Bisnis Anda. Dalam melakukan Riset, Anda perlu melakukan Riset mengenai produk Ana terlebih dahulu, dimana langkahnya adalah dengan menentukan Segmentasi, Target, Positioning, dan Differensiasi produk Anda.


       

      Berikut penjelasannya Segmentasi, Target, Positioning, dan Differensiasi :

      Segmentasi

      Menurut Solomon dan Elnora (2003, p221), segmentasi adalah proses membagi pasar yang lebih besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil berdasarkan satu atau lebih karakteristik yang bermakna. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.

      Ada beberapa variabel segmentasi:

      • Demografis. Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografis sepert: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan, geografis.
      • Psikografis. Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain-lain.
      • Perilaku. Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmen ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non- pengguna produk.

      Targeting

      Menurut Solomon dan Elnora (2003, p232), target adalah kelompok yang dipilih oleh perusahaan untuk dijadikan sebagai pelanggan sebagai hasil dari segmentasi dan penargetan. Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar:

      • Undifferentiated targeting strategy, strategi ini menganggap suatu pasar sebagai satu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa, sehingga hanya ada satu bauran pemasaran yang digunakan untuk melayani semua pasar. Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata sebagian besar konsumen.
      • Differentiated targeting strategy, perusahaan menghasilkan beberapa produk yang memiliki karakteritik yang berbeda. Konsumen membutuhkan variasi dan perubahan sehingga perusahaan berusaha untuk menawarkan berbagai macam produk yang bisa memenuhi variasi kebutuhan tersebut.
      • Concentrated targeting strategy, perusahaan lebih memfokuskan menawarkan beberapa produk pada satu segmen yang dianggap paling potensial. dan yang terakhir,
      • Custom targeting strategy, lebih mengarah kepada pendekatan terhadap konsumen secara individual.

      Positioning

      Untuk pengertian positioning menurut menurut Solomon, dan Elnora (2003, p235), adalah mengembangkan strategi pemasaran yang bertujuan untuk mempengaruhi bagaimana sebuah segmen pasar tertentu memandang sebuah barang atau jasa dibandingkan dengan kompetisi. Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari para pesaingnya.

      Ada beberapa positioning yang dapat dilakukan:

      • Positioning berdasarkan perbedaan produk. Pendekatan ini dapat dilakukan jika produk suatu perusahaan mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan dengan pesaing dan konsumen harus merasakan benar adanya perbedaan dan manfaatnya.
      • Positioning berdasarkan atribut produk atau keuntungan dari produk tersebut. Pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan atribut apa yang dimiliki suatu produk dan manfaat yang dirasakan oleh kosumen atas produk tersebut.
      • Positioning berdasarkan pengguna produk. Pendekatan ini hampir sama dengan targeting dimana lebih menekankan pada siapa pengguna produk.
      • Positioning berdasarkan pemakaian produk. Pendekatan ini digunakan dengan membedakan pada saat apa produk tersebut dikonsumsi.
      • Positioning berdasarkan pesaing. Pendekatan ini digunakan dengan membandingkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh pesaing sehingga konsumen dapat memilih produk mana yang lebih baik.
      • Positioning berdasarkan kategori produk. Pendekatan ini digunakan untuk bersaing secara langsung dalam kategori produk, terutama ditujukan untuk pemecahan masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan.
      • Positioning berdasarkan asosiasi. Pendekatan ini mengasosiasikan produk yang dihasilkan dengan asosiasi yang dimiliki oleh produk lain. Harapannya adalah sebagian asosiasi tersebut dapat memberikan kesan positif terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
      • Positioning berdasarkan masalah. Pendekatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan memiliki positioning untuk dapat memecahkan masalah.

      Hal ini, suatu strategi yang dilakukan perusahaan dalam membuat sesuatu kekhasan atau keunikan dalam produk sehingga dapat bersaing dengan pesaing yang sudah lebih dulu memiliki kekhasan. Contohnya bisa dibuat dengan packaging yang unik.

      Differensiasi

      Differensiasi bisa dilakukan dengan hal-hal berikut :

      • Differensiasi Produk : Membedakan produk berdasarkan keistimewaan, kinerja, kesesuaian, daya tahan, kemudahan untuk dipakai, dan dalam desain produknya. Produk bisa didesain dengan packaging yang unik. Ini bisa membedakan produk tersebut dengan yang lainnya. Tanpa merubah kualitas dari produk tersebut. Misalnya, dengan tipografi atau ilustrasi yang unik.
      • Differensiasi Pelayanan : Membedakan pelayanan berdasakan kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, konsultasi konsumen, pemeliharaan dan perbaikan suatu produk. Dalam hal ini, perusahaan harus lebih meningkatkan tingkat pelayanan. Cepat sampai sesuai waktu tetapi tidak menghilangkan kualitas produk.
      • Differensiasi Personil (karyawan) : Membedakan personil (karyawan) berdasarkan kemampuan, kesopanan, kredibilitas dan kejujuran. Setiap perusahaan pasti memiliki karyawan, baik usaha kecil ataupun besar. Dari karyawan tersebut diharapkan dapat memberikan citra baik perusahaan kepada konsumen dengan menjaga hubungan jual beli yang baik. Dengan begitu konsumen akan merasa nyaman dengan kinerja dari karyawan tersebut dan akan kembali lagi untuk membeli produk dari perusahaan tersebut.

      Selanjutnya jika Anda sudah mengetahui terkait bagaimana perbandingan bisnis Anda bisa dilakukan, hal yang dilakukan selanjutnya adalah menentukan tujuan bisnis Anda. Dalam menentukan tujuan bisnis Anda harus membuat tujuan bisnis yang S.M.A.R.T dengan kepanjangan Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-Frame.

      Nah jika Anda sudah memahami bagaimana tujuan itu dibentuk, berikut ini adalah 3 tujuan bisnis yang paling umum digunakan :


       

      • Konversi
        Merupakan tujuan bisnis dimana kita ditargetkan untuk mendapatkan customer baru (new Customer) yang mau membeli produk kita. Target konversi ini merupakan target yang tujuannya adalah bagaimana mendapatkan uang sebanyak mungkin dari penjualan yang kita lakukan.
      • Engagement
        Berikutnya adalah suatu tujuan bagaimana orang orang membicarakan produk Anda. Baik itu untuk tujuan positif dan negatif, namun tentunya orang ingin bisnisnya dikenal baik dan bagus oleh orang lain sehingga diusahakan dalam hal ini Anda harus bisa meyakinkan pengguna untuk membicarakan hal positif mengenai produk Anda.
      • Akuisisi
        Akusisi adalah salah satu tujuan dimana bisnis kita mengejar atau mengajak customer dari kompetitor mau menggunakan layanan dari bisnis kita. Tujuan ini bisa digunakan jika rasanya Anda ingin customer baru berasal dari pengguna kompetitor Anda sehingga mereka akan berpindah loyalitas menggunakan layanan dari bisnis Anda.

       

      2) Aksi / Action / Eksekusi

      Aksi / Action : Memilih Channel yang Cocok berdasarkan Kriteria Target Bisnis Kita. Intinya pada tahap ini kita memilih kira kira channel apa yang bisa kita gunakan dari hasil riset yang sudah kita lakukan sebelumnya.

      Nah dalam hal ini pasti Anda bertanya, apakah saya baiknya menggunakan channel online atau offile ? nah hal ini tergantung dengan produk Anda juga dikarenakan keduanya juga merupakan channel yang baik untuk memasarkan produk apapun. tentunya ada keunggulan dan kelemahan yang bisa didapatkan untuk platform online an offline.

      Beberapa saran penting yang perlu Anda pertimbangkan diantaranya:

      • Buatlah Website pertama kali untuk bisnis Anda, karena kita tidak tahu kapan social media bisa jatuh maupun bertahan. Minimal Anda melakukan pembelian domain untuk mengamankan domain untuk website Anda. Jangan sampai domain dari brand Anda sudah diambil terlebih dahulu oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan Anda.Beli layanan Domain Murah IDcloudhost
      • Memaksimalkan pemasaran menggunakan social media. Hal ini dikarenakan social media merupakan media yang tidak mengeluarkan uang terlalu banyak terlebih jika anda mempunyai banyak pengikut. Namun yang perlu di perhatikan adalah Anda tidak dianjurkan menggunakan social media jika tidak ada tujuan, Anda bisa menggunakan satu persatu social media untuk bisnis Anda. Selain itu juga setiap social media mempunyai keunggulan masing-masing yang bisa Anda maksimalkan.
      • Jika Anda menggunakan marketplace / Ecommerce, diharapkan untuk bijak memilih E-Commerce yang berkualitas maupun yang cocok untuk bisnis Anda. Marketplace juga mempunyai keunggulan masing-masing yang bisa Anda maksimalkan untuk bisnis Anda.


       

      Sebenarnya masih banyak sekali channel yang bisa Anda maksimalkan untuk bisnis Anda seperti Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Social Media Marketing, Email marketing, Content Marketing, Video Marketing, Viral Marketing, Analitycs, dan lainnya. 

      3) Analisa

      Analisa : Menganalisa dan mengevaluasi hasil dari channel yang sudah Anda lakukan. Nah hal ini yang sering terjadi miss atau terlewatkan oleh UMKM dan Startup. Kegiatan ini sebenarnya bisa menjadi salah satu kegiatan yang sangat penting namun tidak dan jarang dilakukan oleh UMKM / Startup.

      Pada tahap ini Anda bisa menggunakan Channel Scalling Strategy untuk bisa memaksimalkan kegiatan analisa Anda :


       

      Evaluasi Kembali channel bisnis anda sehingga Anda bisa melakukan kegiatan sebagai berikut :

      • Feedback Pelanggan : Anda bisa mengumpulkan Feedback yang diberikan oleh pelanggan Anda sebagai salah satu bahan untuk evaluasi bisnis Anda.
      • Pilih Channel yang Paling berpengaruh. Nah jika dalam kondisi ini Anda melakukan eksekusi dengan berbagai channel, ada baiknya anda coba mengevaluasi mengenai channel yang paling efektif dalam bisnis Anda, sehingga Anda bisa fokus mengembangkan marketing dengan menggunakan channel terbaik.
      • Evaluasi Dana Marketing. Ini juga menjadi salah satu yang terpenting, hal ini dikarenakan jika Anda mengeluarkan banyak dana untuk kegiatan marketing yang tidak memberikan hasil untuk Apa, sehingga anda perlu melakukan evaluasi terkait hal ini.
      • Gunakan Google Analytics. Anda bisa memanfaatkan Google Analytics untuk mengevaluasi trafik yang datang ke bisnis Anda. Melihat bagaimana trafik datang ke bsinis Anda.

      Mengumpulkan daftar calon pelanggan dari mereka yang sudah berlangganan dengan Anda, adapun informasi tersebut bisa Anda kelola sesuai dengan kebutuhan Anda.

      • Informasi Pelanggan seperti : Nama, Email dan No. HP / WA
      • Follower Social Media. anda mempunyai banyak follower di Social media ? Silakan dimanfaatkan untuk bisa memaksimalkan bisnis Anda. perlu diketahui untuk tidak sering melakukan promosi yang berlebihan yang menyebabkan follower Anda menjadi bosan dan mengunfollow social media Anda.
      • Group WA / Telegram. Saat ini messanger seperti WA dan Telegram banyak digunakan oleh pengguna di Indonesia, Anda bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan bsinis Anda.
      • Pixel dan Retargeting. Pernah g terkena iklan promo setelah kamu mengunjungi bisnis orang lain? nah ini yang disebut dengna retargeting yang dalam hal ini  kita memberikan penawaran dalam bentuk iklan Facebook dan Google Ads setelah customer pernah berkunjung ke bisnis kita.

      After Sale Service meruapakan kegiatan dimana kita harus terus memanjakan customer lama kita. Apa yang biasanya dilakukan :

      • Edukasi Layanan. Jika Anda mempunyai fitur Blog pada website Anda, anda bisa memberikan edukasi kepada customer Anda melalui postingan dalam bentu pandan maupun tutorial. selain itu juga bisa memberikan edukasi layanan juga di social media jika customer mengikuti social media anda.
      • Followup dan Keep in touch. yang terpenting, jangan sampai gara-gara cuma karena sudah membeli produk kita, kita lupa untuk terus memberikan pelayanan kepada customer kita, karena bisa saja mereka membeli kembali maupun memperpanjang layanan bisnis Anda.
      • Testimonial. Jangan lupa untuk meminta testimonial customer terkait produk anda, ini bisa juga menjadi bahan untuk promosi produk Anda ke Customer lainnya.
      • Promo Loyal Customer. Nah seperti yang dibahas sebelumnya, customer lama juga perlu  dimanja, sehingga jangan lupa memberikan promo untuk loyal customer.

       

      Penutup dan Kesimpulan

      Pada materi ini kita sudah membahasa sangat lengkap bagaimana Menentukan Market & Channel yang Efektif untuk Bisnis. Dengan potensi yang dimiliki Oleh Indonesia saat ini menjadi peluang yang sagnat besar untuk bisa Anda maksimalkan. Jangan lupa untuk menentukan tujuan dan target dari bisnis Anda juga sehingga Anda mempunyai sasaran dan arah yang jelas untuk bisnis Anda. Lakukan Riset, action dan analisa dalam melaksanakan kegiatan marketing dan jangan sampai semua tidak dilaksanakan.

      Anda bisa memilih berbagai teknik marketing yang cocok untuk bisa mencapai tujuan Anda. dan jangan pernah melupakan untuk melakukan analisa pasca eksekusi sehingga data yang didapatkan bisa menjadi modal untuk aktifitas marketing Anda berikutnya.


       

      Dan sebagai penutup, semua ini tidak akan bisa berjalan mulus jika Anda tidak melakukan Kolaborasi, bersahabat dengan media (untuk liputan bisnis Anda), disarankan bergabung dengan komunitas untuk bisa bertukar informasi dan pengetahuan, terakhir teruslah berbagi.



  • TARGET PERTEMUAN 

    Mahasiswa mampu mendesain  dan melaksanakan strategi launching produk

    Smart Launching New Product

    • STRATEGI MENDESAIN LAUNCHING PRODUK

      Tips Sukses Dalam Membuat Produk Digital

      Anda mungkin telah mempersiapkan segalanya dalam merancang produk sebaik mungkin pada produk pertama. Tapi jangan sampai dengan salah persiapan untuk promosi produk pertama. Penjualan jadi tidak seperti yang diharapkan. Hal ini tentu akan mengganggu sekali dan juga akan mempengaruhi bagaimana persepsi orang-orang terhadap produk Anda. Siapapun tidak ingin kesan pertamanya dianggap tidak memuaskan hanya karena kurangnya persiapan untuk peluncuran produk pertama.

      Jadi, pastikan Anda telah mempersiapkan semuanya, tidak hanya produk saja yang menarik, tapi persiapan peluncuran produk juga harus dibuat semenarik mungkin agar orang-orang tertarik untuk membeli. Dari peluncuran produk pertama ini juga, dapat menjadi momen yang tepat untuk berhubungan dengan pelanggan pertama Anda.

      Ada 3 tahap dalam melakukan peluncuran produk, yaitu:

      1.      Pra-Peluncuran
      Tahap ini merupakan tahap persiapan, semua yang Anda lakukan menjelang hari peluncuran. Apakah produk Anda sudah siap atau tidak? Inilah saatnya untuk mencari tahu.

      ┬╖       Gunakan Channel untuk Berkomunikasi dengan Audiens
      Jika Anda belum pernah mengenalkan produk yang akan ditawarkan di sosial media atau bahkan email, maka sekarang saatnya untuk mempersiapkan semuanya. Hal ini berguna untuk memberikan informasi seputar produk atau bisnis Anda. Dapat tentang pengenalan apa yang Anda tawarkan atau edukasi seputar produk.
      Ada 2 cara yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan audiens, yaitu melalui sosial media dan email. Kedua channel ini dapat Anda gunakan secara bersamaan untuk saling melengkapi agar mendapatkan audiens yang lebih banyak.

      Landing Page
      Jika Anda ingin menggunakan email, maka langkah yang perlu dilakukan adalah membuat landing page. Melalui landing page, Anda dapat lebih berfokus untuk menjual produk dan berikan kolom untuk subscribe newsletter agar audiens dapat selalu terhubung dengan Anda. Momen seperti ini dapat dimanfaatkan juga untuk memberikan penawaran menarik bagi seseorang yang subscribe email terlebih dahulu.

      Melalui landing page tersebut, Anda dapat memberikan informasi seputar bisnis apa yang dijalankan atau memberikan sneak peek produk. Tapi akan jauh lebih baik apabila Anda membuat landing page melalui MTARGET, karena Landing Page MTARGET memiliki banyak komponen yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan konten yang lebih bervariatif, seperti menambahkan gambar, teks, video dan masihb banyak lagi. Ditambah, Landing Page MTARGET dapat Anda integrasikan dengan WhatsApp Chat atau Crisp Chat agar landing page yang dibuat semakin responsif dan orang-orang dapat langsung bertanya kepada Anda. Tapi jangan lupa, cantumkan juga sosial media bisnis yang digunakan.

      Social Media
      Anda dapat membuat konten yang menarik agar orang semakin penasaran dengan produk pertama yang dijual. Dimulai dengan postingan perkenalan tentang siapa Anda, atau apa yang dijual. Anda juga dapat mencatumkan atau memposting tautan yang menuju landing page yang sudah dibuat.

      Memposting konten sosial media akan lebih mudah apabila menggunakan Social Media Management MTARGET, karena Anda dapat memposting konten tanpa perlu berpindah-pindah sosi          al media. Social Media Management MTARGET mencakup 3 sosial media (Facebook,Twitter, Instagram) sehingga Anda dapat mempostingnya secara bersamaan.

      Inilah yang dimaksud dapat menggunakan kedua channel tersebut, Anda dapat terhubung di dua channel sekaligus, yaitu email untuk mengirimkan pesan yang lebih personal dan sosial media untuterus terhubung dengan pelanggan.

      • Jangan Lupakan Review
        Ini adalah salah satu trik yang dapat dilakukan untuk menarik minat pelanggan untuk membeli. Anda dapat memberikan produk tester terlebih dahulu kepada salah satu audiens, pakar, atau bahkan influencer agar orang-orang lebih percaya dan tidak lagi bimbang menilai produk yang dijual. Anda dapat mencamtukan kutipan dari review tersebut, memberikan artikel review, atau video review produk.
      • Email Automation Adalah Kunci
        Ini masih berhubungan dengan landing page yang sebelumnya telah disebut. Saat ada seseorang yang mengisi form dan memutuskan untuk mengetahui lebih dalam produk, maka Anda perlu memberikannya informasi tentang produk yang dijual. Akan jauh lebih baik apabila menggunakan Email Automation MTARGET agar email dapat terkirim otomatis sesuai dengan skenario yang diinginkan.

        Setidaknya akan memerlukan 5 email untuk dikirimkan kepada subscriber, untuk memastikan subscriber mendapatkan informasi yang cukup seputar produk yang dijual.

      Email 1: Umumnya email pertama ini adalah email yang akan audiens dapatkan saat berlangganan newsletter Anda. Jangan terlalu berikan banyak informasi mendalam mengenai bisnis Anda. Berikan ucapan terimakasih telah berlangganan newsletter dan berikan informasi sekilas mengenai produk yang dijual, kapan produk rilis,dan apa kelebihannya apabila audiens membelinya.

      Email 2: Saat ini baru Anda dapat memberikan informasi lebih spesifik mengenai produk yang dijual. Ceritakan mengapa produk yang dijual penting dan bagaimana produk dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggannya. Anda juga dapat meminta pelanggan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui apa saja keraguan atau kebingungan pelanggan mengenai produk yang dijual.

      Email 3: Anda dapat mengirimkan email FAQ berdasarkan perkiraan pertanyaan apa saja yang mungkin pelanggan tanyakan atau dari email sebelumnya. Gunakan kesempatan ini untuk menjawab kekhawatiran dan keraguan subscriber yang mungkin miliki.

      Email 4: Berikan penawaran menarik agar subscriber tertarik untuk membeli produk di hari pertama rilis, seperti potongan harga atau free gift.

      Email 5: Hari ini adalah hari peluncuran produk pertama Anda. Ingatkan seluruh subscriber bahwa hari ini adalah hari peluncuran produk. Minta subscriber untuk memberikan feedback mengenai produk yang Anda jual.

      Perlunya strategi marketing online yang ampuh dan berbeda  untuk dapat menjangkau serta meraih perhatian konsumen.

      2.      Tahap Peluncuran
      Pada momen ini, Anda hanya perlu membiarkan para audiens untuk mencoba produk. Selalu berikan respon yang informatif agar audiens terbantu dan tertarik untuk membeli produk pertama Anda. Minta audiens untuk memberikan feedback mengenai produk Anda, baik secara langsung ataupun melalui pesan sosial media atau email.

      3.      Tahap Pasca Peluncuran
      Pada tahap ini Anda memerlukan melakukan evaluasi dari feedback yang didapat dari seluruh pelanggan yang telah membeli dan mencoba produk. Atau Anda dapat mengirimkan email survei kepada para pelanggan mengenai produk yang telah dibelinya. Hal ini untuk mengetahui apa kekurangan dan kelebihan lebih spesifik produk yang dijual melalui pandangan pelanggan.

      Setelahnya, Anda dapat terus mengirimkan email newsletter kepada para subscriber untuk menjaga relasi dengan subscriber dengan mengirimkan email marketing secara berkala.

      Itulah beberapa tahap yang perlu Anda persiapkan untuk mempersiapkan launching produk pertama. Produk pertama akan selalu terasa berat karena akan memiliki banyak kekurangan. Meskipun begitu, jangan remehkan produk pertama yang dijual karena ini dapat mempengaruhi pandangan audiens mengenai bisnis Anda. Berikan produk yang berkualitas dan selalu belajar dari kekurangan dan masukan dari para pelanggan.



    • STRATEGI MENDESAIN LAUNCHING PRODUK

      Tips Sukses Dalam Membuat Produk Digital

      Anda mungkin telah mempersiapkan segalanya dalam merancang produk sebaik mungkin pada produk pertama. Tapi jangan sampai dengan salah persiapan untuk promosi produk pertama. Penjualan jadi tidak seperti yang diharapkan. Hal ini tentu akan mengganggu sekali dan juga akan mempengaruhi bagaimana persepsi orang-orang terhadap produk Anda. Siapapun tidak ingin kesan pertamanya dianggap tidak memuaskan hanya karena kurangnya persiapan untuk peluncuran produk pertama.

      Jadi, pastikan Anda telah mempersiapkan semuanya, tidak hanya produk saja yang menarik, tapi persiapan peluncuran produk juga harus dibuat semenarik mungkin agar orang-orang tertarik untuk membeli. Dari peluncuran produk pertama ini juga, dapat menjadi momen yang tepat untuk berhubungan dengan pelanggan pertama Anda.

      Ada 3 tahap dalam melakukan peluncuran produk, yaitu:

      1.      Pra-Peluncuran
      Tahap ini merupakan tahap persiapan, semua yang Anda lakukan menjelang hari peluncuran. Apakah produk Anda sudah siap atau tidak? Inilah saatnya untuk mencari tahu.

      ┬╖       Gunakan Channel untuk Berkomunikasi dengan Audiens
      Jika Anda belum pernah mengenalkan produk yang akan ditawarkan di sosial media atau bahkan email, maka sekarang saatnya untuk mempersiapkan semuanya. Hal ini berguna untuk memberikan informasi seputar produk atau bisnis Anda. Dapat tentang pengenalan apa yang Anda tawarkan atau edukasi seputar produk.
      Ada 2 cara yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan audiens, yaitu melalui sosial media dan email. Kedua channel ini dapat Anda gunakan secara bersamaan untuk saling melengkapi agar mendapatkan audiens yang lebih banyak.

      Landing Page
      Jika Anda ingin menggunakan email, maka langkah yang perlu dilakukan adalah membuat landing page. Melalui landing page, Anda dapat lebih berfokus untuk menjual produk dan berikan kolom untuk subscribe newsletter agar audiens dapat selalu terhubung dengan Anda. Momen seperti ini dapat dimanfaatkan juga untuk memberikan penawaran menarik bagi seseorang yang subscribe email terlebih dahulu.

      Melalui landing page tersebut, Anda dapat memberikan informasi seputar bisnis apa yang dijalankan atau memberikan sneak peek produk. Tapi akan jauh lebih baik apabila Anda membuat landing page melalui MTARGET, karena Landing Page MTARGET memiliki banyak komponen yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan konten yang lebih bervariatif, seperti menambahkan gambar, teks, video dan masihb banyak lagi. Ditambah, Landing Page MTARGET dapat Anda integrasikan dengan WhatsApp Chat atau Crisp Chat agar landing page yang dibuat semakin responsif dan orang-orang dapat langsung bertanya kepada Anda. Tapi jangan lupa, cantumkan juga sosial media bisnis yang digunakan.

      Social Media
      Anda dapat membuat konten yang menarik agar orang semakin penasaran dengan produk pertama yang dijual. Dimulai dengan postingan perkenalan tentang siapa Anda, atau apa yang dijual. Anda juga dapat mencatumkan atau memposting tautan yang menuju landing page yang sudah dibuat.

      Memposting konten sosial media akan lebih mudah apabila menggunakan Social Media Management MTARGET, karena Anda dapat memposting konten tanpa perlu berpindah-pindah sosi          al media. Social Media Management MTARGET mencakup 3 sosial media (Facebook,Twitter, Instagram) sehingga Anda dapat mempostingnya secara bersamaan.

      Inilah yang dimaksud dapat menggunakan kedua channel tersebut, Anda dapat terhubung di dua channel sekaligus, yaitu email untuk mengirimkan pesan yang lebih personal dan sosial media untuterus terhubung dengan pelanggan.

      • Jangan Lupakan Review
        Ini adalah salah satu trik yang dapat dilakukan untuk menarik minat pelanggan untuk membeli. Anda dapat memberikan produk tester terlebih dahulu kepada salah satu audiens, pakar, atau bahkan influencer agar orang-orang lebih percaya dan tidak lagi bimbang menilai produk yang dijual. Anda dapat mencamtukan kutipan dari review tersebut, memberikan artikel review, atau video review produk.
      • Email Automation Adalah Kunci
        Ini masih berhubungan dengan landing page yang sebelumnya telah disebut. Saat ada seseorang yang mengisi form dan memutuskan untuk mengetahui lebih dalam produk, maka Anda perlu memberikannya informasi tentang produk yang dijual. Akan jauh lebih baik apabila menggunakan Email Automation MTARGET agar email dapat terkirim otomatis sesuai dengan skenario yang diinginkan.

        Setidaknya akan memerlukan 5 email untuk dikirimkan kepada subscriber, untuk memastikan subscriber mendapatkan informasi yang cukup seputar produk yang dijual.

      Email 1: Umumnya email pertama ini adalah email yang akan audiens dapatkan saat berlangganan newsletter Anda. Jangan terlalu berikan banyak informasi mendalam mengenai bisnis Anda. Berikan ucapan terimakasih telah berlangganan newsletter dan berikan informasi sekilas mengenai produk yang dijual, kapan produk rilis,dan apa kelebihannya apabila audiens membelinya.

      Email 2: Saat ini baru Anda dapat memberikan informasi lebih spesifik mengenai produk yang dijual. Ceritakan mengapa produk yang dijual penting dan bagaimana produk dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggannya. Anda juga dapat meminta pelanggan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui apa saja keraguan atau kebingungan pelanggan mengenai produk yang dijual.

      Email 3: Anda dapat mengirimkan email FAQ berdasarkan perkiraan pertanyaan apa saja yang mungkin pelanggan tanyakan atau dari email sebelumnya. Gunakan kesempatan ini untuk menjawab kekhawatiran dan keraguan subscriber yang mungkin miliki.

      Email 4: Berikan penawaran menarik agar subscriber tertarik untuk membeli produk di hari pertama rilis, seperti potongan harga atau free gift.

      Email 5: Hari ini adalah hari peluncuran produk pertama Anda. Ingatkan seluruh subscriber bahwa hari ini adalah hari peluncuran produk. Minta subscriber untuk memberikan feedback mengenai produk yang Anda jual.

      Perlunya strategi marketing online yang ampuh dan berbeda  untuk dapat menjangkau serta meraih perhatian konsumen.

      2.      Tahap Peluncuran
      Pada momen ini, Anda hanya perlu membiarkan para audiens untuk mencoba produk. Selalu berikan respon yang informatif agar audiens terbantu dan tertarik untuk membeli produk pertama Anda. Minta audiens untuk memberikan feedback mengenai produk Anda, baik secara langsung ataupun melalui pesan sosial media atau email.

      3.      Tahap Pasca Peluncuran
      Pada tahap ini Anda memerlukan melakukan evaluasi dari feedback yang didapat dari seluruh pelanggan yang telah membeli dan mencoba produk. Atau Anda dapat mengirimkan email survei kepada para pelanggan mengenai produk yang telah dibelinya. Hal ini untuk mengetahui apa kekurangan dan kelebihan lebih spesifik produk yang dijual melalui pandangan pelanggan.

      Setelahnya, Anda dapat terus mengirimkan email newsletter kepada para subscriber untuk menjaga relasi dengan subscriber dengan mengirimkan email marketing secara berkala.

      Itulah beberapa tahap yang perlu Anda persiapkan untuk mempersiapkan launching produk pertama. Produk pertama akan selalu terasa berat karena akan memiliki banyak kekurangan. Meskipun begitu, jangan remehkan produk pertama yang dijual karena ini dapat mempengaruhi pandangan audiens mengenai bisnis Anda. Berikan produk yang berkualitas dan selalu belajar dari kekurangan dan masukan dari para pelanggan.



  • PERTEMUAN MINGGU KE 9

    Monitoring dan Evaluasi

    Pencapaian dari lembar Kerja Strategy, Goals dan target Produksi

    yusminar wahyuningsih is inviting you to a scheduled Zoom meeting.


    Topic: 6TIS1 P9

    Time: Jun 7, 2021 04:30 PM Jakarta


    Join Zoom Meeting

    https://us04web.zoom.us/j/74044396796?pwd=OG9mL2lweVhDQVhxNzhLMkNzVFY3QT09


    Meeting ID: 740 4439 6796

    Passcode: 2QeFP0



    1.       Baca baik baik RPS yang ada di lms, perhatikan Langkah- lankah dari setiap target pencapaian per pertemuanya

    2.       Lakuan petunjuk dan buatlah sesuai petunjuknya

    3.       Dari tugas 1.2 yang telah anda buat lanjutkan penjadi laporan bisnis secara lengkap

    -          Branding

    Jelaskan pemilihan branding, dan konsep bisnisnya serta logo nya

    -          Komposisi team building dan penjelasan masing masing profil diri dengan foto

    -          Masukan dan Berikan penjelasan javelin board nya

    -          Journey map dari produk sampai menjadi prototipe

    -          Laporan bisnis akan di buat dengan iklan dan loporan

    -          Iklan akan diuploud di ig yuni yusminar bagi bisnis yang sudah dilaporkan dalam

    -          Sesi akhir yaitu anda presentasi dengan saya sebagai investor

    -          Selanjutnya sesi anda untuk pertemuan akan di atur di zoom baik online maupun offline


  • TARGET PENCAPAIAN MINGGU INI

    Mahasiswa mampu melaksanakan dan mengevaluasi dari strategi mencapai  target produksi yang sudah dilakukan

    KEGIATAN DAN CAPAIAN MINGGU INI

    Monitoring dan Evaluasi

    Pencapaian dari lembar Kerja Strategy, Goals dan target Produksi

    pertemuan ke 10 kelas praktek ofline,

     saya membuka kelas konsultasi dan diskusi offline, kelas silahkan tanya ke plpp atau sesuai dengan jadwaal dikelas 

    absensi tetap di lms.......trimaksih


  • TARGET PENCAPAIAN

    Mahasiswa mampu melaksanakan dan mengevaluasi dari strategi mencapai  target promosi yang sudah dilakukan

    Monitoring dan Evaluasi

    Pencapaian dari lembar Kerja Strategy, Goals dan Promosi


    ASAALAMUALAIKUM.......WRH

    apa khabar , semoga kalian semua dalam lindungan alloh dan sehat selalu.amin

    minggu ini adalah masih kegiatan praktek kalian, silahkan bagi yang mau konsultasi saya selalu menungu di media grup kita,

    dan bagi yang sudah selesai membuat laporan silahkan kirim dalam bentuk pitchdesk, semua informasinya sudah saya informasikan juga di grup, 

    semakin cepat semakin bagus dan tentunya setealah laporan nya selesai silahkan lanjutkan dengan pembuatan vidio iklanya,

    video iklan ketentuanya , berdasarkan tema , durasi jgn terlalu lama dan singkat , video akan di tayangkan di ig yuniyusminar, jd silahkan kirim di grup bagi yang sudah selesai.

    pertemuan bersisa 4 minggu dengan minggu ini, batas akhir untuk laporan adalah minggu ini, dan iklan minggu depan

    bagi yang sudah selesai anda tingal menunggu jadwal uas dan tetap absen di pertemuan lms di sisa minggu pertemuan.

    segala bentuk keterlambatan akan saya terima sampai batas komplain, setelah itu kelas akan closing.

    terimaksih banyak, kalau ada pertanyaan silahkan komunikasikan di grup 

    trimkasih.....sehat selalu, see youuuu


  • CAPAIAN MINGGU INI

    Mahasiswa mampu melaksanakan dan mengevaluasi dari strategi mencapai  target penjualan yang sudah dilakukan yang sudah dilakukan minggu ke dua

    TARGET CAPAIAN

    Monitoring dan Evaluasi

    Pencapaian dari lembar Kerja Strategy, Goals dan Penjualan Minggu II

    Diskusi, analisis & praktek


    ASALAMUALAIKUM WARHM.......

    apa khabar kalian semua....

    minggu ini tidak terasa sudah masuk minggu ke 12 , waktu praktek kalian dalam kelas pengembangan bisnis

    minggu ini saya masih tunggu untuk konsultasi tugas kalian dan penyerahan tugas besar bagi yang sudah menyelesaikan nya

    anda memiliki tiga minggu berjalan untuk segera menyelesaikan kelas ini

    bagi yang sudah menyelesaikan vidio iklan akan saya unggah di ig yuniyusminar , like yang di dapatkan akan menjadi ukuran kesukaan dan keingginann konsumen akan sebuah produk, tentunya produk apa saja....

    bagi yang sudah final dengan beban kelas , silahkan anda bersantai dan sambil menunggu jadwal uas 

    silahkan konsultasi dan kirimkan tugas2 anda di grup kelas masing masing

    terimaksih dan tetap jaga kesehatan........


  • CAPAIAN MINGGU INI

    Mahasiswa mampu melaksanakan dan mengevaluasi dari strategi mencapai  target  partnership yang networking sudah dilakukan

    dalam capaian ini , mahasiswa yang sudah melakukan kegiatan praktek bisnis dan sudah selesai melaporkan kepada pembimbing, 

    di sini  dosen bersama dosen melakukan diskusi dan konsultasi untuk perkembangan bisnis yang lebih baik


    target pencapaian

    Menyusun Draft MOU dan MOA

    target ini bisa di lakukan dengan mencari investor atau dengan dosen sebagai pembimbingnya


    daftar dan nama tugas besar yang sudah masuk


  • TARGET PERTEMUAN

    PRAKTEK BISNIS SECARA ONLINE

    Mahasiswa menguasai tekhnik Pitching yang baik