Garis besar topik

  • SALAM PEMBUKA

    √ 17+ Tulisan Arab dan Arti Bismillah : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    DISAKITI BERKALI KALI , apakah harus terus bertahan? | KASKUS

    Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:


    PENILAIAN SAHAM DAN KEBIJAKAN DIVIDEN 


    Capaian Pembelajaran: 
    Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penentuan nilai suatu saham dan penentuan berapa besar bagian laba bersih perusahaan yang akan dibagikan sebagai dividen

    Indikator Penilaian

    Dapat menjelaskan penentuan nilai suatu saham dan penentuan berapa besar bagian laba bersih perusahaan yang akan dibagikan sebagai dividen



    Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut: 

    • Pendekatan penilaian saham biasa   
    • Ciri-ciri saham biasa dan saham istimewa 
    • Kebijakan dividen dan permasalahannya    
    • Teori kebijakan dividen    
    • Beberapa aspek kebijakan dividen  
    • Dividen saham (stock dividend)    
    • Pemecahan saham (stock split)    
    •  Pembelian saham kembali (repurchase of stock)

    Nasehat

    العلم في الصدور لا في السطور

    (ΓÇ£AL-Ilmu  fiisshudur  laafissuthurΓÇ¥)

    ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥



    • PENILAIAN SAHAM

      KARATERISTIS SAHAM BIASA

      Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas. Wujud saham berupa selembar kertas yang menerangkan siapa pemiliknya.

      Secara sederhana, saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan..

      Diantara surat-surat berharga yang diperdagankan di pasar modal, saham biasa (common stock) adalah yang paling dikenal masyarakat. Diantara emiten (perusahaan yang menerbitkan surat berharga), saham biasa juga merupakan yang paling banyak digunakan untuk menarik dana dari masyarakat. Jadi saham biasa paling menarik, baik bagi pemodal maupun bagi emiten.


      Jenis Saham

      Saham yang umum dikenal adalah saham biasa, tetapi jenis saham ada 2 yaitu :

      1. Saham biasa

      Saham biasa adalah saham yang menempatkan pemiliknya paling terakhir terhadap pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi karena pemilik saham biasa ini tidak memiliki hak-hak istimewa. Pemilik saham biasa juga tidak akan memperoleh pembayaran dividen selama perusahaan tidak memperoleh laba.

      Setiap pemilik saham memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham /RUPS dengan ketentuan one share one vote. Pemegang saham biasa memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi sahamnya dan memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang lain.

      Karakteristik Saham biasa (Common Stock)

          • Umumnya jika orang berbicara mengenai saham perusahaan berarti yang dimaksudkannya adalah saham biasa.
          • Harapan investor memiliki saham biasa adalah pembagian deviden atau memperoleh capital gain jika terjadi kenaikan harga.
          • Merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling akhir atas pembagian deviden dan hak paling akhir atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut jatuh/rugi.
          • Deviden dibayarkan selama perusahaan memperoleh keuntungan.
          • Setiap pemegang saham memiliki hak suara dalam RUPS.
          • Setiap pemegang saham berhak mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang lain.

       Jenis-jenis saham biasa:

          • Saham terklasifikasi, yakni saham biasa yang diberikan penamaan khusus seperti saham kelas A (biasanya dijual untuk public), saham kelas B (biasanya untuk pendiri perusahaan) dan seterusnya , untuk memenuhi berbagai kebutuhan perusahaan.
          • Saham Pendiri, yakni saham yang dimiliki oleh pendiri perusahaan yang memiliki hak suara tunggal tetapi tidak menerima dividen selama beberapa tahun yang telah ditentukan.

       2. Saham Preferen

      Saham preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Persamaan saham preferen dengan obligasi terletak pada 3 (tiga) hal yaitu ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividen tetap selama masa berlaku dari saham dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan dengan saham biasa.

      Saham preferen lebih aman dibandingkan dengan saham biasa karena memiliki hak klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian dividen terlebih dahulu Akan tetapi saham preferen mempunyai kelemahan yaitu sulit untuk diperjualbelikan seperti saham biasa, karena jumlahnya yang sedikit.

      Keuntungan Berinvestasi di saham


      Keuntungan yang menjadi daya tarik dari investasi saham adalah menerima dividen dan mendapatkan capital gain.

      • Dividen

      Dividen adalah keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Biasanya dividen dibagikan setelah adanya persetujuan pemegang saham dan dilakukan setahun sekali. Agar investor berhak mendapatkan dividen, pemodal tersebut harus memegang saham tersebut untuk kurun waktu tertentu hingga kepemilikan saham tersebut diakui sebagai pemegang saham dan berhak mendapatkan dividen. Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa dividen tunai yaitu uang atau dividen saham dimana pemegang saham mendapatkan jumlah saham tambahan sesuai porsi saham yang dimiliki.

      • Capital gain

      Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual saham pada saat transaksi. Capital gain terbentuk karena aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Di pasar sekunder tersebut, harga saham sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Faktor nilai saham yang dihitung berdasarkan asset perusahaan belum tentu berpengaruh banyak pada harga riil saham di pasar modal karena ada faktor lain yang mempengaruhi seperti spekulasi, sentimen pasar, ekspektasi dan potensi perusahaan di masa depan, peraturan pemerintah dan pemegang kendali manajemen perusahaan. Contoh capital gain adalah sebagai berikut : Anda membeli saham PT ΓÇ£MMMΓÇ¥ dengan harga per sahamnya Rp 2.000 dan menjual dengan harga Rp 2.200 berarti Anda mendapatkan capital gain sebesar Rp 200 per lembar sahamnya. Umumnya investor jangka pendek (termasuk spekulan) mengharapkan keuntungan dari capital gain.


      Saham dikenal memiliki karakteristik high risk-high return. Artinya mempunyai peluang keuntungan yang tinggi namun juga memiliki potensi risiko yang tinggi. Saham memungkinkan pemodal mendapatkan keuntungan (capital gain) dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Namun seiring dengan berfluktuasinya harga saham, saham juga dapat membuat investor mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.

      Jadi bila Anda memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham, yang perlu ditelaah ulang adalah tingkat risiko yang terkandung (high risk) sesuai dengan tingkat risiko yang bisa Anda tanggung. Dan niat yang benar adalah kunci utama kesediaan anda untuk berinvestasi di saham.

       Sebagai investor, terdapat 3 alasan mengapa Anda memilih untuk membeli saham tertentu, yaitu :

        • Penghasilan / Income.

      Niat Anda dalam berinvestasi dalam saham adalah mendapatkan pendapatan yang tetap dari hasil investasi pertahunnya. Apabila niat ini yang Anda miliki, maka anda bisa membeli saham pada perusahaan yang sudah mapan dan memberikan dividen secara regular dan prospek masa depan yang cerah

        •  Pertumbuhan / Growth.

      Apabila niat Anda adalah investor untuk jangka panjang dan memberikan hasil yang besar di masa datang, berinvestasi pada saham perusahaan yang sedang berkembang memberikan keuntungan yang besar, karena kebijakan dari perusahaan yang sedang berkembang biasanya keuntungan perusahaan akan diinvestasikan kembali ke perusahaan tersebut maka perusahaan tidak memberikan dividen bagi investor. Keuntungan bagi investor hanya dari kenaikan harga saham apabila anda menjual saham tersebut di masa datang (kenaikan harga saham yang besar).

        • Diversifikasi.

      Apabila Anda membeli saham untuk kepentingan portofolio anda maka harus hati-hati dalam melengkapinya. Apakah Anda memerlukan saham untuk pendapatan tetap atau membeli obligasi dengan bunga yang diberikan sebagai pendapatan.

      Sebelum melakukan investasi saham dalam suatu perusahaan, Anda sangat memerlukan pengetahuan yang luas tentang perusahaan itu. Pertanyaan mengenai perusahaan apa, bidang usaha apa yang digeluti, siapa pemegang manajemen, berapa hutang yang dimiliki oleh perusahaan (debt to equity ratio), bagaimana perkembangan industri di mana perusahaan itu berada, perkembangan perusahaan itu sendiri, dan lain-lain.

      Materi selengkapnya anda bisa download di halaman ini

      KEBIJAKAN DIVIDEN

      Dividen merupakan proporsi laba atau keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah yang diperoleh sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliki pemegang saham dan disesuaikan dengan keuntungan yang diperoleh perusahaan. Nilai dan waktu pembayaran dividen ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan nilai yang dibagikan berkisar antara nol hingga berkisar sebesar laba bersih tahun berjalan atau tahun lalu (Aribowo, 2007).

      Sedangkan, Kebijakan dividen (dividend policy) adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi dimasa datang.

      Kebijakan dividen merupakan bagian dari keputusan pembelanjaan perusahaan, khususnya berkaitan dengan pembelanjaan internal perusahaan. Hal ini karena besar kecilnya dividen yang dibagikan akan mempengaruhi besar kecilnya laba yang ditahan. (I Made Sudana (2011:167))

      Laba ditahan (retained earning) merupakan salah satu sumber dana yang paling penting untuk membiayai pertumbuhan perusahaan, sedangkan dividen merupakan aliran kas keluar yang dibayar kepada pemegang saham (equity inventors). Dividen merupakan nilai pendapatan bersih perusahaan setelah pajak dikurangi dengan laba ditahan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai keuntungan dari laba perusahaan (Setiawati, 2012). Rasio pembayaran dividen (dividen payout ratio) yaitu perbandingan antara dividend per share (DPS) dengan Earning Per Share (EPS).

      Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya akan mengurangi total sumber dana intern atau internal financing Sebaliknya jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh, maka kemampuan pembentukan dana intern akan semakin besar. (Sartono, 2001 dalam Setiawati, 2012).

       MACAM ΓÇô MACAM DIVIDEN

      Bentuk-bentuk dividen yang dibagikan perusahaan yaitu :

      1)      Dividen Tunai

      Dividen yang paling umum sering dibagikan dalam bentuk kas. Bagi pimpinan perusahaan yang akan membagikan dividen dalam bentuk ini harus mempertimbangkan ketersediaan kas sebelum membuat pengumuman adanya dividen tunai, apakah jumlah kas yang ada mencukupi untuk pembagian dividen tersebut.

      2)      Dividen Asset Selain Kas (property dividend)

      Kadang-kadang dividen dibagikan dalam bentuk asset selain kas, dividen dalam bentuk ini disebut property dividend. Asset yang dibagikan bisa berbentuk surat- surat berharga perusahaan lain yang dimiliki oleh perusahaan, barang dagangan atau asset lain. Pemegang saham akan mencatat dividen yang diterimanya ini sebesar harga pasar aset tersebut. Akan tetapi perusahaan yang membagikan property dividend akan mencatat dividen ini sebesar nilai buku aset yang dibagikan.

      3)      Dividen Utang (Scrip Dividend)

      Dividen utang (Scrip Dividend) timbul apabila laba tidak dibagi itu saldonya tidak mencukupi untuk pembagian dividen, tetapi saldo kas yang ada tidak cukup. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan akan mengeluarkan Scrip Dividend yaitu janji tertulis untuk membayar jumlah tertentu diwaktu yang akan datang.

      4)      Dividen Likuidasi

      Dividen likuidasi adalah dividen yang sebagian merupakan pengembalian modal. Dividen likuidasi ini dicatat dengan mendebit rekening pengembalian modal yang dalam neraca laporkan sebagai pengurang modal saham. Apabila perusahaan membagikan dividen likuidasi, pemegang saham harus diberitahu mengenai berapa jumlah pembagian laba dan berapa yang merupakan pengembalian modal.

      5)      Dividen Saham (Stock Dividend)

      Dividen saham adalah pembagian tambahan saham tanpa dipungut pembayaran kepada pemegang saham, sebanding dengan saham-saham yang dimilikinya.

      MACAM ΓÇô MACAM KEBIJAKAN DIVIDEN

      Kebijakan dividen yang dilakukan perusahaan bentuknya bisa bermacam-macam. Menurut Bambang Riyanto (2008:269) menyatakan bahwa ada macam-macam kebijakan dividen yang dilakukan oleh perusahaan antara lain sebagai berikut:

      1)    Kebijakan dividen yang stabil

      Banyak perusahaan yang menjalankan kebijakan dividen yang stabil, artinya jumlah dividen perlembar yang dibayarkan setiap tahunnya relatif tetap selama jangka waktu tertentu meskipun pendapatan per lembar saham setiap tahunnya berfluktuasi.

      2)    Kebijakan dividen dengan penetapan jumlah dividen minimal plus jumlah ekstra tertentu

      Kebijakan ini menetapkan jumlah rupiah minimal dividen per lembar saham tiap tahunnya. Dalam keadaan keuangan yang lebih baik perusahaan akan membayarkan dividen ekstra diatas jumlah minimal tersebut.

      3)    Kebijakan dividen dengan penetapan dividen payout ratio yang konstan

      Jenis kebijakan dividen yang ketiga adalah penetapan dividen payout ratio yang konstan. Perusahaan yang menjalankan kebijakan ini menetapkan dividen payout ratio yang konstan misalnya 50%. Ini berarti bahwa jumlah dividen per lembar saham yang dibayarkan setiap tahunnya akan berfluktuasi sesuai dengan perkembangan keuntungan netto yang diperoleh setiap tahunnya.

      4)    Kebijakan dividen yang fleksibel

      Kebijakan dividen yang terakhir adalah penetapan dividen payout ratio yang fleksibel, yang besarnya setiap tahun disesuaikan dengan posisi financial dan kebijakan financial dari perusahaan yang bersangkutan.

      4.      TEORI KEBIJAKAN DIVIDEN

      Berbagai pendapat  atau  teori  tentang  kebijakan  dividen  antara  lain :

      1)      Teori Dividen Tidak Relevan dari Modigliani dan Miller

      Modigliani dan Miller (MM) berpendapat , nilai suatu perusahaan tidak ditentukan oleh  besar  kecilnya  Dividend Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak (EBIT)  dan  kelas  risiko  perusahaan.  Jadi  menurut  MM, dividen adalah tidak relevan untuk diperhitungkan karena tidak akan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Menurut MM kenaikan nilai perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan atau earning power dari asset perusahaan.

      Pernyataan MM ini didasarkan pada  beberapa  asumsi penting yang lemah seperti :

      • Pasar modal sempurna dimana para investor rasional.
      • Tidak  ada     biaya    emisi    saham     baru    jika    perusahaan menerbitkan saham baru.
      • Tidak ada pajak baik perorangan maupun pajak penghasilan perusahaan.
      • Informasi tentang investasi tersedia untuk setiap individu

              Beberapa ahli menentang pendapatan MM tentang dividen tidak  relevan  dengan  menunjukkan  adanya  biaya   emisi saham  baru  yang  akan  mempengaruhi  nilai  perusahaan. Modal sendiri  dapat  berasal  dari  laba  ditahan  dan  menerbitkan  saham  biasa  baru.  Jika  modal  sendiri  berasal dari laba ditahan, biaya  modal  sendiri  sebesar  Ks  (Biaya  modal  sendiri  dari  laba  ditahan).  Tapi  bila  berasal  dari  saham biasa baru,  biaya  modal  sendiri  adalah  Ke  (biaya modal sendiri dari saham biasa baru).

              Jika  ada  pajak  maka  penghasilan  investor  dari   dividen dan dari capital gains (kenaikan harga saham) akan dikenai  pajak. Seandainya  tingkat  pajak  untuk  dividen  dan  capital gains adalah sama, investor cenderung lebih suka menerima capital gains  dari  pada  dividen  karena  pajak  pada  capital gains baru dibayar saat saham dijual dan keuntungan diakui.

      Teori The Bird in The Hand
      Bird in The Hand       Gordon dan  Lintner  menyatakan bahwa  biaya  modal  sendiri perusahaan akan naik jika Dividend Payout 
      Payout  rendah  karena investor  lebih  suka  menerima  dividen  dari  pada  capital gains. Menurut mereka, investor memandang dividend yield lebih pasti dari pada capital gains yield.  Perlu  diingat bahwa dilihat dari sisi investor, biaya modal sendiri dari laba ditahan
      (Ks) adalah tingkat  keuntungan  yang  disyaratkan investor pada saham. Ks adalah keuntungan dari dividen  (dividend  yield
      ditambah  keuntungan  dari  capital   gains                                                         

      Teori Perbedaan Pajak
      Perbedaan Pajak
      Teori ini diajukan oleh Litzenberger dan Ramaswamy. Menyatakan  bahwa  karena  adanya  pajak   terhadap keuntungan dividen dan capital gains, para investor lebih  menyukai capital gains karena dapat menunda pembayaran  pajak. Oleh karena itu investor mensyaratkan
      suatu tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang memberikan dividend yield tinggi, capital  gains  yield  yield  rendah  dari 
      pada saham dengan  dividend  yield  rendah,  capital  gains  yield  tinggi. Jika pajak atas dividend lebih besar dari  pajak  atas  capital gains, perbedaan ini akan makin terasa.

      Teori Signaling Hypothesis
      Signaling Hypothesis Terdapat bukti empiris bahwa jika ada kenaikan dividen,  sering diikuti dengan kenaikan harga saham. Sebaliknya pernurunan deviden pada  umumnya  menyebabkan  harga  saham turun. Fenomena ini  dapat  dianggap sebagai  bukti bahwa para investor
       Materi selengkapnya anda bisa download pada halaman ini
    • PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH : KELOMPOK 4 4. Penilaian Saham dan Kebijakan Dividen  TERDIRI DARI:

      1812120073 FERNANDA ABI YOGA 4. Penilaian Saham dan Kebijakan Dividen 
      1912120086 HILEN JULIANTI
      1912128025P I KADEK AGUS HADI
      SUARCANA
      1912120014 ILHAM WILLY DARMAWAN

      MAKALAH DAN PPTNYA DI ULOAD PADA LAMAN INI

    • DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.

      " Impian bisa kamu wujudkan dengan jalan pikirmu, karena ketika kamu bisa membayangkan impianmu, maka itu akan semakin dekat denganmu dan bisa tercapai."


      Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan 

      Doa Penutup Majelis (Kafaratul Majelis) Lengkap Dengan Artinya - Doa Harian  Islami

      TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA

      USULAN PENELITIAN