Garis besar topik
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Investasi
Indikator Penilaian
- Menjelaskan tentang Aset lancer dan keandalannya
- Menjelaskan tentang Manajemen Kas dan Implikasinya
Topik Pembelajaran
- Sekuritas Derivatif
- Nilai wajar aser dan kewajiban finansial
- Konsolidasi perusahaan asing
- Pengembalian Investasi
-
Sekuritas Ekuitas
Sekuritas ekuitas (equtiy securities) mencerminkan bagian kepemilikan pada entitas lain. Contohnya meliputi saham biasa dan saham preferen serta hak untuk memperoleh atau menjual bagian kepemilikan, seperti waran, stock right, serta opsi beli (call option) dan opsi jual (put option). Saham preferen yang dapat ditarik kembali serta sekuritas utang yang dapat dikonversi tidak dapat dimasukkan sebagai sekuritas ekuitas (sekuritas tersebut diklasifikasi sebagai sekuritas utang). Dua motivasi utama perusahaan membeli sekuritas ekuitas adalah: (1) untuk memaksakan pengaruh pada direksi dan manajemen entitas lain (seperti pemasok, pelanggan, anak perusahaan) atau (2) untuk mendapatkan dividen dan penghasilan dari kenaikan harga saham. Perusahaan melaporkan investasi dalam sekuritas ekuitas berdasarkan kemampuan mereka untuk memengaruhi atau mengendalikan aktivitas perusahaan yang diinvestasi. Bukti kemampuan ini dicerminkan oleh presentase sekuritas dengan hak suara yang dimiliki oleh perusahaan investor. Presentase ini merupakan panduan dan dapat digantikan oleh faktor lain. Contohnya, pengaruh yang signifikan dapat dirundingkan melalui komunikasi walaupun tanpa presentase kepemilikan yang signifikan. Tampilan 2.4 memberikan ringkasan klasifikasi dan akuntansi sekuritas ekuitas.
Akuntansi untuk Perubahan Kelompok Investasi Sekuritas
PERUBAHAN
Dari
Menjadi
Dampak terhadap Penilaian Aset di Neraca
Dampak terhadap Laporan Laba Rugi
Dimiliki hingga jatuh tempo
Tersedia untuk dijual
Aset dilaporkan berdasarkan nilai wajar, bukan amortasi
Keuntungan atau kerugian belum direalisasi pada tanggal perubahan diakui dalam laba komprehensif
Diperdagangkan
Tersedia untuk dijual
Tidak ada pengaruh
Keuntungan atau kerugian belum direalisasi pada tanggal perubahan diakui dalam laba bersih
Tersedia untuk dijual
Diperdagangkan serius
Tidak ada pengaruh
Keuntungan atau kerugian belum direalisasi pada tanggal perubahan diakui dalam laba bersih
Tersedia untuk dijual
Dimiliki hingga jatuh tempo
Tidak ada pengaruh saat perubahan; namun, pada masa depan aset dinilai pada biaya perolehan setelah amortasi, bukan berdasarkan nilai wajar
Keuntungan atau kerugian belum direalisasi pada tanggal perubahan, dan dimasukkan dalam laba komprehensif
Klasifikasi dan Akuntansi Sekuritas Ekuitas
TIDAK PENGARUH
Ciri
Tersedia untuk Dijual
Diperdagangkan
Pengaruh Signifikan
Pihak yang mengendalikan
Kepemilikan
Kurang dari 20%
Kurang dari 20%
Antara 20%-50%
Di atas 50%
Tujuan
Investasi jangka panjang atau menengah
Investasi jangka pendek atau diperdagangkan
Besar pengendalian terhadap perusahaan
Pengendalian usaha seluruhnya
Dasar penilaian
Nilai wajar
Nilai wajar
Metode ekuitas
Konsolidasi
Neraca: nilai aset
Nilai wajar
Nilai wajar
Biaya akuisisi disesuaikan dengan bagian proporsional dari saldo laba investee dan amortasi yang sesuai
Neraca konsolidasi
Laporan Laba Rugi: Keuntungan belum direalisasi
Pada laba komprehensif
Pada laba bersih
Tidak diakui
Tidak diakui
Laporan Laba Rugi: Dampak pendapatan lain-lain
Mengakui dividen dan realisasi keuntungan/kerugian pada laba bersih
Mengakui dividen dan realisasi keuntungan/kerugian pada laba bersih
Mengakui bagian proporsional laba bersih investee dikurangi amortasi pada laba bersih
Laporan laba rugi konsolidasi
Tidak Memiliki Pengaruh - Kepemilikan Kurang dari 20%
Sekuritas ekuitas berbentuk saham preferen tanpa hak suara atau kurang dari 20% dari seluruh saham hak suara perusahaan yang diinvestasi, sekuritas ini dianggap tidak berpengaruh. Pada kasus ini, investor diasumsikan memiliki pengaruh minimal pada aktivitas perusahaan yang diinvestasi. Investasi ini dapat dikelompokkan sebagai sekuritas diperdagangkan atau tersedia untuk dijual berdasarkan niat dan kemampuan manajemen. Akuntansi untuk sekuritas ini telah dijelaskan pada penjelasan sekuritas sekuritas utang dalam kelompok yang sama.
Pengaruh Signifikan - Kepemilikan antara 20%-50%
Kepemilikan saham, meskipun kurang dari 50% saham dengan hak suara, dapat memberikan investor kemampuan untuk memengaruhi secara signifikan aktivitas usaha perusahaan yang diinvestasi. Pembuktian atas kemampuan investor untuk memaksakan pengaruh signifikan terhadap aktivitas usaha perusahaan yang diinvestasi diperlihatkan dalam berbagai cara seperti, perwakilan dan partisipasi manajemen atau perundingan yang berpengaruh sebagai hasil dari hubungan berdasarkan berdasarkan perjanjian. Jika tidak terdapat bukti yang berlawanan, investasi (langsung atau tidak langsung) sebesar 20% atau lebih (tetap kurang dari 50%) atas saham dengan hak suara perusahaan yang diinvestasi diasumsikan memiliki pengaruh signifikan. Investor memperlakukan investasi ini dengan metode ekuitas.
Metode ekuitas (equity method) mengharuskan investor untuk mencatat investasi awal sebesar biaya perolehan dan kemudian menyesuaikan akun investasi dengan bagian proporsi investor pada laba (atau rugi) perusahaan yang diinvestasi sejak akuisisi dan mengurangi akun investasi sebesar jumlah dividen yang diterima dari dari perusahaan yang diinvestasi.
Pihak yang Mengendalikan - Kepemilikan Lebih dari 50%
Kepemilikan lebih dari 50% disebut sebagai pihak yang mengendalikan (controlling investment) - di mana investor disebut sebagai induk perusahaan (holding company) dan perusahaan yang diinvestasi sebagai anak perusahaan (subsidiary). Untuk kepemilikan lebih dari 50%, perusahaan harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi.
Pilihan Nilai Wajar
Selama lebih dari 400 tahun, akuntansi keuangan sangat bergantung pada model biaya historis. Dengan model biaya historis ini, aset dan kewajiban dinilai berdasarkan harga yang diperoleh pada saat transaksi aktual di masa lalu. Contohnya, nilai tanah yang dilaporkan dalam neraca didasarkan atas harga ketika tanah tersebut pada awalnya dibeli; nilai persediaan barang jadi yang dilaporkan hanya ditentukan oleh biaya produksi berdasarkan harga input yang dibayarkan. Laba terutama ditentukan dengan mengakui pendapatan yang diperoleh dan direalisasi selama periode dan mengaitkan biaya dengan pendapatan yang diakui. Beberapa deviasi dari harga perolehan dapat dilakukan apabila dengan dasar konservatif. Contohnya, persediaan dapat dinilai dengan aturan harga perolehan atau harga pasar, dari harga mana yang lebih rendah (lower-of-cost-or-market-value LORCOM).
Alternatif model biaya historis ini adalah akuntansi penilaian wajar (fair value accounting). Dengan model akuntansi penilaian wajar, nilai aset dan kewajiban ditentukan oleh nilai wajar (biasanya harga pasar) pada saat tanggal pengukuran (kira-kira tanggal laporan keuangan). Sebagai contoh dengan model ini, nilai tananh yang dilaporkan dalam neraca akan mempresentasikan harga pasar pada tanggal neraca; dan nilai persediaan barang jadi yang dilaporkan akan merefleksikan perkiraan harga pasar pada saat tanggal neraca dikurangi oleh biaya langsung penjualan. Laba dengan model ini cukup merefleksikan perubahan bersih dalam nilai wajar aset dan kewajiban selama periode.
Akuntansi secara perlahan, tetapi pasti akan bergerak menuju model akuntansi penilaian wajar. Meskipun model akuntansi penilaian wajar ini hanya diaplikasikan secara terbatas sejak 20 tahun terakhir, terdapat kemajuan yang signifikan menuju adopsi yang lebih luas. SFAS 157 menyediakan pedoman dasar dalam mengadopsi model akuntansi penilaian wajar dan SFAS 159 merekomendasikan adopsi sukarela bagi kelas aset dan kewajiban yang lebih luas. Meskipun penggunaan akuntansi penilaian wajar masih terbatas pada aset dan kewjiban keuangan - seperti surat berharga atau instrumen utang - terdapat indikasi bahwa adopsi yang komprehensif dari akuntansi penilaian wajar untuk semua aset dan kewajiban - termasuk aset dan kewajiban operasi - mungkin dilakukan di masa depan.
Standar terbaru (SFAS 159) mengharuskan perusahaan untuk melaporkan secara selektif sekuritas-yang-dimiliki-hingga-jatuh-tempo dan sekuritas-tersedia-untuk-dijual pada nilai wajar. Jika sebuah perusahaan memilihi pilihan lain, akuntansi untuk sekuritas-tersedia-untuk-dijual dan sekuritas-yang-dimiliki-hingga-jatuh-tempo akan sama dengan dicatat dalam sekuritas yang diperdagangkan dibawah peraturan SFAS 115. Terutama, untuk semua saham investasi (diperdagangkan, tersedia-untuk-dijual, dimiliki-hingga-jatuh-tempo), (1) nilai tercatat pada neraca merupakan nilai wajar, dan (2) semua keuntungan dan kerugian yang tidak diakui akan dimasukkan dalam laba bersih. Pilihan nilai wajar dapat diaplikasikan secara selektif dan sukarela pada kelompok sekuritas manapun yang dipilih perusahaan, tapi sekali nilai wajar telah dipilih untuk suatu kelompok tertentu, perusahaan tidak dapat mengubah pilihan tersebut.
Pilihan nilai wajar tidak tersedia untuk investasi ekuitas yang perlu dikonsolidasi. Selain itu, juga tidak diperbolehkan sekuritas tersebut untuk mengaplikasikan akuntansi metode ekuitas.