Garis besar topik
-

-

SELAMAT SIANG SALAM SEJAHTER UNTUK KITA SEMUA, SEMOGA KITA DI BERI KEMUDAHAN OLEH YANG MAHA KUASA DALAM MENJALANI AKTIVITAS SEHARI, AAMIIN
Pertama tama mari kita mengucapkan rasa syukur yang sebesar besarnya kehadirat Tuhan Yang Maha Agung, atah rahmat dan kasih sayangnyalah kita dapat bertemu kembali dalam perkuliahan ANALISA LAPORAN KEUANGAN dalam kondisi sehat wal'afiat.
Dimasa Pandemi COVID'19 ini terasa sangat berdampak kepada kita semuanya, di mana dalam kondisi ini kita di haruskan untuk melaksankan perkulihan secara HYBRID, namun walaupun begitu jangan menjadi penghalang bagi kita untuk melangkah maju demi untuk menggapai masa depan yang gemilang.
Dalam kesempatan ini, izinkan bapak memperkenalkan diri, walaupun kemungkinan anak anakku sebagaian sudah tahu dengan Bapak.

Data Diri
No Registrasi
:
1102050100049
NIDN
:
0209117303
Nama Lengkap
:
Muhammad Sadat Husein Pulungan
NIP/NIK
:
00140100
Jenis Kelamin
:
Laki-laki
Agama
:
Islam
Tempat Lahir
:
,Gunung Barani
Tanggal Lahir
:
1973-11-09
Alamat
:
Perum BKP Blok - i No. 86 Kemiling Permai
Kemiling - Bandar Lampung
Kabupaten/Kota
:
Bandar Lampung
Kode Pos
:
35119
Telepon/HP Yang Dapat Dihubungi
:
081717439050
Status Pernikahan
:
Menikah
Email
:
mspulungan@darmajaya.ac.id
-
DESKRISI MATAKULIAH
Mata kuliah ini mengarahkan mahasiswa agar memiliki pemahaman dan menganalisis laporan keuangan, melakukan analisa rasio, menyusun laporan perbandingan laporan keuangan. Pembahasan lain adalah Membuat keputusan berinvestasi, memahami leverage keuangan, memahami sumber-sumber dana jangka panjang dan kegunaannya
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATAKULIAH (CPMK)
Setelah mahasiswa mempelajari matakuliah ini, mahasiswa di harapakan:
- Mahasiswa mampu menjelaskan Tinjauan Analisis Laporan Keuangan.
- Mahasiswa mampu menjelaskan Pelaporan dan Analisis Keuangan.
- Mahasiswa mampu menjelaskan Analisis Aktivitas Pendanaan.
- Mahasiswa mampu menjelaskan Analisis Aktivitas Investasi.
- Mahasiswa mampu menjelaskan Analisis Aktivitas Investasi : Investasi antar perusahaan.
- Mahasiswa mampu menjelaskan Analisis Aktivitas Operasi
CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (CPL)
Sikap
- Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan dibidang keahliannya secara mandiri.
- Bertanggung jawab secara professional dan etik terhadap pencapaian hasil kerja kelompok.
Keterampilan Umum:
- Mampu melakukan analisis dan menyusun laporan perbandingan laporan keuangan.
- Mampu melakukan analisa rasio, analisis sumber dan penggunaan modal kerja, analisis sumber dana penggunaan kas, analisis perubahan pendapatan, analisis break even point, analisis keputusan investasi modal, analisis biaya modal atau leverage, dan sruktur modal serta analisis pilihan pembiayaan
- Mampu membuat keputusan investasi modal
- Mampu memahami kegunaan sumber dana jangka panjang
CP Pengetahuan
- Memahami arti dan ruang lingkup atas laporan keuangan
- Memahami kegunaan atas laporan keuangan
- Menguasai konsep teoritis tentang analisa laporan keuangan
- Memahami analisa laporan keuangan dan perbandingannya
- Memahami analisa rasio untuk menilai kinerja suatu perusahaan.
-
Dalam perkuliahan A NALISA LAPORAN KEUANGAN ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar perkuliahan secara DARING maupun secara LURING dapat berjalan dengan baik
I. TATATERTIB PERKULIAHAN
Mahasiswa harus memiliki tatakrama dan sopan santun baik dalam berbicara maupun dalam bersikap
Mahasiswa harus masuk tepat pada waktunya.
Mahasiswa tidak boleh ribut, ngobrol, sewaktu perkuliahan berlangsung
Mahasiswa harus berpakaian rapih dan sopan.
Mhasiswa tidak perkenankan masuk kelas memakai Sandal
Mahasiswa tidak di perkenankan bersifat tidak jujur dalam pelaksanaan evaluasi belajar.
II. SISTEM PENILAIAN
- SYARAT PENILAIAN
Kehadiran Mahasiswa dalam kelas minimal 70% dari total tatap muka
Mahasiswa harus mengikuti seluruh evaluasi kelas ( UTS, UAS)
Mahasiswa harus mengerjakan tugas-tugas yang di berikan dosen
KRITERIA PENILAIAN
Kehadiran Mahasiswa
Ujian Tengan Semester
Ujian Akhir Semester
Tugas Terstruktur Dan Mandiri
Etika
- BOBOT PENILAIAN
Kriteria
Bobot Penilaian
Presensi
10 %
Tugas
25%
UTS
25%
UAS
25%
ETIKA
15%
TOTAL
100 %
- PENILAIAN
Nilai Akhir
Huruf Mutu
Angka Mutu
Status
80 ΓÇô 100
A
4
Lulus
75 ΓÇô 79,5
A-
3,75
Lulus
68 ΓÇô 74,5
B+
3,5
Lulus
65 ΓÇô 67,7
B
3
Lulus
55 ΓÇô 64,5
C
3
Lulus
31 ΓÇô 54,5
D
1
Lulus
0 ΓÇô 30
E
0
Tidak Lulus
-
I. ORGANISASI MATERI KULIAH
Organisasi materi kuliah ANALISA LAPORAN KEUANGAN pada Semester Genap TA 2020/2021 sebagai berikut:
- Kontrak Perkuliahan
- Pelaporan dan Analisis Keuangan
- Analisis Aktivitas Pendanaan
- Analisis Aktivitas Investasi
- Investasi Antar Perusahaan
- Analisis Aktivitas Operasi
II. STRATEGI KULIAH
Strategi perkuliahan pada matakuliah ini adalah sebagai berikut :
- Mahasiswa di wajibkan mempunyai buku literatur PengantarManajemen Keuangan
- Mahasiawa wajib membaca bahan-bahan kuliah sebelum temu kelas.
- Kelas harus dianggap ajang konfirmasi pemahaman peserta terhadap bahan-bahan tersebut
- Mengerjakan tugas dan latihan yang ditentukan
III. LITERATUR
1. Buku Wajib: Subramanyam, Analisis Laporan Keuangan Edisi 11 Buku 1 , penerbit Salemba 4
-
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun sebagai panduan bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan selama satu semester untuk mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Matakuliah ANALISA LAPORAN KEUANGAN pada Semester Genap TA. 2020/2021 berikut ini:

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
INSTITUT INFORMATIKA & BISNIS DARMAJAYA
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 93 Labuhan Ratu ΓÇô Bandar Lampung 35142
No. Dokumen
4.FM-D2.04.03
FORMULIR
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
No. Revisi
02
Hal
1 dari 16
Tanggal Terbit
20 Juli 2020
Matakuliah : Analisa Laporan Keuangan
Semester: 6 (Enam)
sks: 4 (empat)
Kode MK:
AKT 20213
Program Studi : Akuntansi
Dosen Pengampu/Penanggungjawab : Rieka Ramadhaniyah.,S.E.,M.Ec.Dev
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Sikap
1. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan dibidang keahliannya secara mandiri.
2. Bertanggung jawab secara professional dan etik terhadap pencapaian hasil kerja kelompok.
Keterampilan Umum:
3. Mampu melakukan analisis dan menyusun laporan perbandingan laporan keuangan.
4. Mampu melakukan analisa rasio, analisis sumber dan penggunaan modal kerja, analisis sumber dana penggunaan kas, analisis perubahan pendapatan, analisis break even point, analisis keputusan investasi modal, analisis biaya modal atau leverage, dan sruktur modal serta analisis pilihan pembiayaan
5. Mampu membuat keputusan investasi modal
6. Mampu memahami kegunaan sumber dana jangka panjang
CP Pengetahuan
1. Memahami arti dan ruang lingkup atas laporan keuangan
2. Memahami kegunaan atas laporan keuangan
3. Menguasai konsep teoritis tentang analisa laporan keuangan
4. Memahami analisa laporan keuangan dan perbandingannya.
5. Memahami analisa rasio untuk menilai kinerja suatu perusahaan.
Capaian Pembelajaran Matakuliah
(CPMK)
1. Mahasiswa mampu menjelaskan Tinjauan Analisis Laporan Keuangan.
2. Mahasiswa mampu menjelaskan Pelaporan dan Analisis Keuangan.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan Analisis Aktivitas Pendanaan.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan Analisis Aktivitas Investasi.
5. Mahasiswa mampu menjelaskan Analisis Aktivitas Investasi : Investasi antarperusahaan.
6. Mahasiswa mampu menjelaskan Analisis Aktivitas Operasi.
Deskripsi Matakuliah :
Mata kuliah ini mengarahkan mahasiswa agar memiliki pemahaman dan menganalisis laporan keuangan, melakukan analisa rasio, menyusun laporan perbandingan laporan keuangan. Pembahasan lain adalah Membuat keputusan berinvestasi, memahami leverage keuangan, memahami sumber-sumber dana jangka panjang dan kegunaannya
Minggu
ke -
Kemampuan yang diharapkan
(Sub-CPMK)
Bahan Kajian/Materi
Pembelajaran
Bentuk, Metode
Pembelajaran dan
Pengalaman
Belajar
Waktu
(menit)
Penilaian
Teknik
Indikator
Bobot
(%)
1
Mahasiswa mampu memahami tinjauan analisis laporan keuangan
- Silabus Perkuliahan dan Kontrak Kuliah serta lingkup Analisa Laporan Keuangan.
- Pengantar analisis bisnis.
- Laporan keuangan ΓÇô Dasar analisis
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi dan
Presentasi
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Tinjuaan Analsis Laporan Keuangan
- Bentuk non-test : Pembagian kelompok presentasi
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan analisis bisnis ,
- Menjelaskan tentang laporan keuangan ΓÇô dasar analisis
2
Mahasiswa mampu memahami tentang Pelaporan dan Analisis Keuangan
Pelaporan dan Analisis Keuangan :
- Lingkungan pelaporan dan analisis keuangan,
- Kualitas Informasi Prinsip Akuntansi yang berlaku,
- Relevansi Informasi Akuntansi terhadap analisis dan penilaian bisnis.
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Pelaporan dan Analisis Keuangan
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Lingkungan pelaporan
- Menjelaskan tentang Kualitas Informasi
- Menjelaskan tentang Prinsip akuntansi yang berlaku
- Menjelaskan tentang Relevansi informasi akuntansi terhadap analisis dan penilaian bisnis.
3
Mahasiswa mampu memahami tentang Pelaporan dan Analisis Keuangan
Pelaporan dan Analisis Keuangan :
- Akuntansi Akrual
- Konsep Ekonomi tentang laba
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Analisis Aktivitas Pendanaan
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan Akuntansi tentang Akrual
- Menjelaskan tentang Konsep Ekonomi tentang laba
4
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Pendanaan.
Analisis Aktivitas Pendanaan :
- Sumber pendanaan utang,
- Sewa sebagai implikasi dari aktivitas pendanaan,
- Liabilitas Kontijensi,
- Pembiayaan diluar laporan posisi keuangan.
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami sumber pendanaan utang, sewa liabilitas kontijensi dan pembiayaan diluar laporan posisi keuangan
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang sumber pendanaan utang
- Menjelaskan tentang sewa sebagai implikasi dari aktivitas pendanaan
- Menjelaskan tentang Liabilitas Kontijensi
- Menjelaskan tentang Pembiayaan diluar laporan posisi keuangan.
4
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Pendanaan
Analisis Aktivitas Pendanaan :
- Pendanaan yang berasal dari Modal Saham,
- Saldo Laba dan distribusinya melalui deviden dan
- Liabilitas diujung Ekuitas
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Pendanaan yang berasal dari Modal Saham, Saldo Laba dan distribusinya melalui deviden dan Liabilitas diujung Ekuitas Teori Keagenan.
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Pendanaan yang berasal dari Modal Saham,
- Menjelaskan tentang Saldo Laba dan distribusinya melalui deviden dan
- Menjelaskan tentang Liabilitas diujung Ekuitas
5
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Pendanaan
Analisis Aktivitas Pendanaan :
Pengungkapan Pascakerja untuk penilaian dan risiko perusahaan.
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Pengungkapan Pascakerja untuk penilaian dan risiko perusahaan.
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pengungkapan Pascakerja untuk penilaian dan risiko perusahaan.
6
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Investasi
Analisis Aktivitas Investasi :
- Aset lancar dan keandalannya untuk analisis
- Manajemen Kas dan implikasi
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Aset lancer dan manajemen kas.
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Aset lancer dan keandalannya
- Menjelaskan tentang Manajemen Kas dan Implikasinya
7
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Investasi
Analisis Aktivitas Investasi :
- Piutang dan dan sekuritisasi piutang
- Interpretasi alternative metode persediaan dalam berbagai usaha
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami piiutang, sekuritisasi piutang dan alternative metode persediaan
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Piutang dan dan sekuritisasi piutang
- Menjelaskan tentang Interpretasi alternative metode persediaan dalam berbagai usaha
8
Ujian Tengah Semester
30%
9
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Investasi
Analisis Aktivitas Investasi :
- Konsep Aset Jangka Panjang dan
- Penilaian dan alokasi biaya asset dan sumber daya alam
- Aset tidak berwujud
- Aset tidak tercatat
- Aset Kontijen
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Aset jangka panjang, penilaian biaya asset, asset tidak berwujud dan asset kontijen.
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Konsep Aset Jangka Panjang dan
- Menjelaskan tentang Penilaian dan alokasi biaya asset dan sumber daya alam
- Menjelaskan tentang Aset tidak berwujud
- Menjelaskan tentang Aset tidak tercatat
- Menjelaskan tentang Aset Kontijen
10
Mahasiswa mampu memahami Investasi Antar Perusahaan
- Pelaporan keuangan untuk investasi antar perusahaan
- Pengungkapan investasi sekuritas
- Metode pembelian dan metode penyatuan
- Goodwill dari antar usaha
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Invetasi antar perusahaan
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan definisi tentang Pelaporan keuangan untuk investasi antar perusahaan
- Menjelaskan tentang definisi Pengungkapan investasi sekuritas
- Menjelaskan tentang metode pembelian dan metode penyatuan
- Menjelaskan tentang definisi Goodwill dari antar usaha
11
Mahasiswa mampu memahami Investasi Antar Perusahaan
Investasi Antar Perusahaan :
- Sekuritas Derivatif
- Nilai wajar aser dan kewajiban finansial
- Konsolidasi perusahaan asing
- Pengembalian Investasi.
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami definsi Sekuritas Derivatif, Nilai wajar aser dan kewajiban finansial, Konsolidasi perusahaan asing, Pengembalian Investasi
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Sekuritas Derivatif
- Menjelaskan tentang Nilai wajar aser dan kewajiban finansial
- Menjelaskan tentang Konsolidasi perusahaan asing
- Menjelaskan tentang Pengembalian Investasi
12
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Operasi
- Konsep Pengukuran Laba
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Konsep Pengukuran Laba, Analisis Aktivitas Operasi
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Konsep Pengukuran Laba
- Menjelaskan tentang Analisis Aktivitas Operasi
13
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Operasi ΓÇô Dampak pos tidak berulang (Pos Luar Biasa)
Dampak pos tidak berulang (Pos Luar Biasa)
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Dampak pos tidak berulang (Pos Luar Biasa)
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu : menjelaskan tentang Dampak pos tidak berulang (Pos Luar Biasa)
14
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Operasi - Pendapatan dan Beban
- Pendapatan dan beban (risiko dan analisis laporan keuangan),
- Implikasi Beban Tangguhan
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Pendapatan dan beban (risiko dan analisis laporan keuangan), Implikasi Beban Tangguhan
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Pendapatan dan beban (risiko dan analisis laporan keuangan),
- Menjelaskan tentang Implikasi Beban Tangguhan
15
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Operasi ΓÇô Imbalan kerja tambahan, pengungkapan opsi saham karyawan, biaya Bunga dan akuntansi pajak, laba per lembar saham
Imbalan kerja tambahan, pengungkapan opsi saham karyawan, biaya Bunga dan akuntansi pajak, laba per lembar saham
Bentuk :
Tatap Muka di Kelas
Metode :
Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
TM :
1x(2x50ΓÇ¥)
TT:
1x(2x60ΓÇ¥)
BM:
1x(2x60ΓÇ¥)
- Kriteria : Ketepatan dan ketelitian memahami Imbalan kerja tambahan, pengungkapan opsi saham karyawan, biaya Bunga dan - akuntansi pajak, laba per lembar saham
- Bentuk non-test : Presentasi kelompok
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Imbalan kerja tambahan,
- Menjelaskan tentang pengungkapan opsi saham karyawan,
- Menjelaskan tentang biaya Bunga dan - akuntansi pajak,
- Menjelaskan tentang laba per lembar saham
-
16
Ujian Akhir Semester
30 %
-
ASSALAMU ALAIKUM WR. WB
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA
BERIKUT INI DAFTAR NAMA MAHASISWA YANG MENGKUTI PERKULIAHAN SECARA LURING SEMSTER GENATAP TA 2020/2021 PADA MINGGU GANJIL

DALAM PERKULIAHAN TATAP MUKA INI TIDAK DI WAJIBKAN UNTUK IKUT DALAM PERTEMUAN LURING
UNTUK PRESENSI BAIK PERKULIAHAN LURING MAUPUN DARING TETAP MENGISI ABSEN DI LMS
-
ASSALAMU ALAIKUM WR. WB
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA
BERIKUT INI DAFTAR NAMA MAHASISWA YANG MENGKUTI PERKULIAHAN SECARA LURING SEMSTER GENATAP TA 2020/2021 PADA MINGGU GENAP

DALAM PERKULIAHAN TATAP MUKA INI TIDAK DI WAJIBKAN UNTUK IKUT DALAM PERTEMUAN LURING
UNTUK PRESENSI BAIK PERKULIAHAN LURING MAUPUN DARING TETAP MENGISI ABSEN DI LM
-
-


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Pelaporan dan Analisis Keuangan
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami tentang Pelaporan dan Analisis Keuangan
Indikator Penilaian
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Lingkungan pelaporan
- Menjelaskan tentang Kualitas Informasi
- Menjelaskan tentang Prinsip akuntansi yang berlaku
- Menjelaskan tentang Relevansi informasi akuntansi terhadap analisis dan penilaian bisnis.
-
ANALISIS BISNIS
Pengenalan Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) merupakan aplikasi dari alat dan teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis. Sedangkan analisis bisnis sendiri adalah analisis atas prospek dan risiko perusahaan untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis. Analisis bisnis berguna untuk membantu pengambilan keputusan dengan menstrukturkan tugas analisis atas lingkungan bisnis perusahaan, strateginya, serta posisi dan kinerja keuangannya.
Dalam mengevaluasi lingkungan bisnis dan strategi perusahaan, di mulai dengan mempelajari aktivitas bisnis perusahaan. Kemudian demi meningkatkan keputusan bisnis banyak individu dan perusahaan menggunakan laporan keuangan untuk menyediakan sumber informasi yang kaya dan dapat diandalkan untuk analisis tersebut.
Jenis-Jenis Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari analisis bisnis. Tujuan analisis bisnis adalah untuk meningkatkan pengambilan keputusan bisnis dengan mengevaluasi informasi yang tersedia tentang situasi keuangan perusahaan, manajemennya, rencana dan strateginya, serta lingkungan bisnisnya. Analisis bisnis diterapkan dalam banyak bentuk dan merupakan suatu bagian penting dari keputusan analis efek, penasehat investasi, manajer reksa dana (fund manager), bankir investasi (investment banker), pemeringkat kredit (credit raters), bankir korporasi (corporate bankers), dan investor individual. Jenis-jenis utama analisis bisnis adalah sebagai berikut.
1. Analisis Kredit
Kreditor (creditors) meminjamkan dana kepada sebuah perusahaan dan menerima janji pembayaran kembali atas dana mereka dan bunganya. Pendanaan ini bersifat sementara,kreditor meminjamkan dana dalam banyak bentuk dan untuk beragam tujuan. Jenis kreditor terbagi dua (2) jenis, yaitu
- Kreditor dagang (operating creditor) mengirimkan barang atau jasa kepada perusahaan dan mengharapkan pembayaran dalam waktu yang masuk akal, yang sering kali didasarkan pada norma industri, yaitu berkisar antara 30 sampai 60 hari dengan pemberian diskon tunai untuk pembayaran lebih awal.
- Kreditor non-dagang (nontrade creditors atau debtholder), menyediakan pendanaan kepada perusahaan dan menerima janji, biasanya tertulis, atas pembayaran dengan bunga (eksplisist atau implisist) pada tanggal tertentu di masa depan. Jenis pendanaan ini biasanya bersifat jangka pendek atau jangka panjang serta muncul dalam berbagai jenis transaksi.
Dalam pendanaan kredit murni, elemen pentingnya adalah keuntungan bagi kreditor yang bersifat tetap.Kemungkinan keuntungan kreditor terbatas pada tingkat bunga atau kotrak utang atau pada margin laba atas barang atau jasa yang diserahkan, kreditor menanggung resiko tidak di bayar (risk of default) oleh pelanggan.
Analisis kredit merupakan evaluasi atas kelayakan perusahaan untuk mendapatkan kredit. Sebuah perusahaan dapat mendapatkan kredit jika ialulus dalamkelayakan kredit (credit worthiness) yang di ukur dari tingkat laba, sedangkan credit worthiness adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban kreditnya. Fokus utama analisis kredit terletak pada risiko, bukan sisi baik potensi (profitabilitas). Hal ini meliputi analisis likuiditas maupun solvabilitas.
- Likuiditas (liquidity) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya. Alat analisis kredit dan kriteria likuiditas bergantung pada arus kas perusahaan dan komponen aktiva lancar dan kewajiban lancarnya.
- Solvabilitas (solvency) merupakan kemungkinan dan kemampuan jangan panjang perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka panjang.Alat analisis kredit dan kriteria solvabilitas meliputi penilaian obligasi, kreditor memerlukan analisis yang lebih rinci dan berorientasi ke depan. Analisis kredit jangka panjang meliputi proyeksi arus kas dan evaluasi profitabilitas yang berlanjut (disebut pula sustainable earning power).
2. Analisis Ekuitas
Investor ekuitas (equity investor) menyediakan dana kepada perusahaan sebagai balasan atas risiko dan imbalan kepemilikan. Investor ekuitas merupakan penyedia terbesar pendanaan perusahaan, atau disebut juga ekuitas atau modal saham yang menawarkan pengamanan atau penjagaan untuk semua bentuk pendanaan. Hal ini berarti investor ekuitas berhak atas distribusi aset perusahaan hanya setelah klaim dari pengklaim yang lebih utama telah dipenuhi, termasuk bunga dan dividen preferen. Hal ini mengimplikasikan bahwa investor ekuitas menjadi pihak pertama yang menyerap kerugian jika perusahaan terlikuidasi, meskipun kerugian mereka terbatas pada jumlah yang diinvestasikan. Dengan demikian, berbeda dengan analisis kredit, analisis ekuitas bersifat asimetri, dimana harus menilai dua sisi risiko dan potensi. Karena investor ekuitas dipengaruhi oleh seluruh aspek kondisi dan kinerja keuangan perusahaan, kebutuhan analisis mereka paling banyak dan komprehensif.
Strategi investasi aktif dalam analisis ekuitas adalah sebagai berikut
- Analisis teknis (technical analysis), atau charting, mencari pola dalam sejarah harga atau volume sebuah saham untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan.
- Analisis fundamental (fundamental analysis), merupakan proses menentukan nilai perusahaan dengan menganalisis dan menginterpretasikan faktor-faktor kunci untuk ekonomi, industri, dan perusahaan. Tujuan utama analisis fundamental adalah menentukan nilai intrinsik, yang disebut juga nilai fundamental (fundamental value). Sedangkan nilai intrinsik (intrinsic value) adalah nilai sebuah perusahaan (atau sahamnya) berdasarkan analisis fundamental, tanpa mengacu pada nilai pasar (atau harga saham). Contoh strategi fundamental adalah beli saham perusahaan jika nilai intrinstiknya lebih tinggi dari nilai pasar, dan menjual saham jika nilai pasar lebih tinggi daripada nilai intrinstiknya.
Kegunaan Lain dari Analisis Bisnis
Analisis bisnis dan analisis laporan keuangan diperlukan dalam beberapa hal lain sebagai berikut.
- Manajer
Manajer berkepentingan atas kondisi keuangan, profitabilitas, dan prospek perusahaan mereka, baik analisis bisnis maupun analisis laporan keuangan yang memuat perspektif pihak luar terhadap perusahaan, sebagaimana kreditor dan investor memandangnya. Kegunaan analisis laporan keuangan bagi manajer memberikan petunjuk tentang perubahan strategis dalam kegiatan operasional, investasi dan pendanaan perusahaan. Manajer juga menganalisis dan laporan keuangan perusahaan pesaing untuk mengevaluasi profitabilitas dan risiko pesaing. Analisis tersebut juga memungkinkan adanya perbandingan antar perusahaan (interfirm comparisons), baik untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan relatif terhadap kompetitor, maupun sebagai tolok ukur (benchmark) kinerja.
- Merger, Akuisisi, dan Divestasi
Analisis Analisis bisnis dilakukan setiap kali perusahaan merestrukturisasi operasinya, melalui merger, akuisisi, divestasi, maupun spin-off. Bankir investasi perlu mengindentifikasi target potensi dan menentukan nilainya. Analis efek perlu menentukan apakah akan ada tambahan nilai, dan bila ada berapa nilainya, yang dihasilkan dari merger bagi perusahaan pembeli maupun bagi perusahaan target.
- Manajemen Keuangan
Manajer harus mengevaluasi dampak keputusan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Analisis bisnis membantu manajer untuk menilai dampak keputusan keuangan terhadap profitabilitas di masa mendatang maupun resikonya.
- Direktur.
Sebagai wakil pemegang saham terpilih, direktur bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan pemegang saham dengan mengawasi secara hati-hati aktivitas perusahaan.
- Regulator (Pembuat Peraturan).
Internal Revenue Service (IRS) menerapkan alat analisis laporan keuangan untuk mengaudit laporan pajak dan memeriksa kewajaran jumlah yang dilaporkan.
- Serikat kerja.
Teknik analisis laporan keuangan berguna bagi serikat kerja dalam negosiasi tawar-menawar kolektif.
- Pelanggan.
Teknik analisis digunakan untuk menentukan profitabilitas pemasok bersamaan dengan estimasi keuntungan pemasok dari transaksi yang saling menguntungkan.
Komponen Analisis Bisnis
Komponen Proses Analisis Bisnis

Analisis Lingkungan Bisnis dan Strategi
Analisis lingkungan bisnis dan strategi terdiri dari : (1) bagian analisis industri, dan (2) analisis strategi.
- Analisis industri (industry analysis) merupakan langkah pertama dalam prospek dan struktur industri karena hal tersebut akan menentukan profitabilitas perusahaan. Analisis industri sering dikerjakan dengan menggunakan kerangka yang diajukan oleh Porter (1980, 1985) atau analisis rantai nilai (value chain analysis).
- Analisis strategi (strategy analysis) merupakan evaluasi atas keputusan bisnis perusahaan dan keberhasilan perusahaan membangun keunggulan kompetitifnya.
Analisis lingkungan bisnis dan strategi memerlukan pengetahuan tentang kekuatan ekonomi dan industri. Analisis ini juga memerlukan pengetahuan tentang manajemen strategi, kebijakan bisnis, produksi, manajemen logistik, pemasaran, dan ekonomi manajerial.
Analisis Akuntansi
Analisis akuntansi (accounting analysis) merupakan proses evaluasi sejauh mana akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Keterbatasan akuntansi ini mempengaruhi kegunaan laporan keuangan dan menimbulkan setidaknya dua masalah dalam analisis.
- Etidakseragaman akuntansi menyebabkan masalah perbandingan (comparability problem). Masalah ini muncul jika perusahaan yang berbeda menerapkan akuntansi yang berbeda untuk transaksi atau peristiwa yang sama. Masalah ini juga muncul jika perusahaan mengubah akuntansinya, yang berakibat pada timbulnya kesulitan perbanding sementara.
- Pilihan dan ketidaktepatan dalam akuntansi dapat mendistrosi informasi laporan keuangan. Distorsi akuntansi (accounting distortion) merupakan penyimpangan informasi akuntansi dari ekonomi yang mendasarinya.Distorsi ini muncul dalam tiga bentuk.
- Estimasi manajemen dapat salah satu tidak lengkap. Kesalahan estimasi ini merupakan sebab utama distorsi akuntansi;
- Manajer dapat menggunakan pilihan dalam akuntansi untuk manipulasi atau mempercantik laporan keuangan (window-dressing). Manajemen laba ini dapat menyebabkan distorsi akuntansi; dan
- Standar akuntansi dapat menyebabkan distorsi akuntansi karena gagal menangkap realitas ekonomi.
Tiga jenis distorsi akuntansi tersebut akan menciptakan risiko akuntansi laporan keuangan (accounting risk), yang berarti ketidakpastian dalam analisis laporan keuangan karena distorsi akuntansi.
Tujuan utama dari analisis akuntansi adalah untuk mengevaluasi dan mengurangi resiko akuntansi serta meningkatkan muatan ekonomis laporan keuangan. Analisis akuntansi meliputi evaluasi kualitas laba perusahaan atau secara lebih luas, kualitas akuntansinya. Analisis akuntansi juga mencakup evaluasi atas daya tahan laba (earning persistence), yang kadang kala disebut sustainable earning power.
Analisis Keuangan
Analasis keuangan (financial analysis) merupakan penggunaan laporan keuangan untuk menganalisis posisis dan kinerja keuangan perusahaan dan untuk menilai kinerja keuangan di masa depan.
Analisis keuangan terdiri dari 3 bagian besar,yaitu:
- Analisis Profitabilitas, merupakan evaluasi atas tingkat pengembalian investasi perusahaan. Analisis ini berfokus pada sumber daya perusahaan dan tingkat profitabilitasnya. Dan melibatkan identifikasi dan pengukuran dampak berbagai pemicu profitabilitas.
- Analisis Resiko, merupakan evaluasi kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya dengan variasi laba. Analisis resiko penting untuk analisis ekuitas, baik untuk mengevaluasi keandalan dabn daya tahan kinerja perusahaan untuk mengestimasi biaya modal perusahaan.
- Analisis Sumber dan Pengunaan Dana, merupakan evaluasi bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan dananya. Analisis ini memberikan pandangan tentang implikasi pendanaan perusahaan dimasa depan.
Analisis Prospektif
Analisis Prospektif (prospective analysis) merupakan peramalana hasil dimasa depan- biasanya laba,arus kas, atau keduanya. Output dari analisis prospektif adalah hasil yang diharapkan (expected payoffs) dimasa depan yang digunakan untuk mengestimasi nilai perusahaan.
Valuasi
Valuasi (valuation) merupakan proses mengubah ramalan hasil dimasa depan menjadi estimasi nilai perusahaan. Sehingga Valuasi ini menjadi tujuan utama dari banyak jenis analisis bisnis.
Analisis Laporan Keuangan dan Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan merupakan kumpulan proses analisis yang merupakan bagian dari analisis bisnis. Oleh karena itu, analisis laporan keuangan dipandang sebagai bagian penting dan tak terpisahkan dari analisis bisnis dan seluruh komponen analisisnya.
LAPORAN KEUANGAN ΓÇô DASAR ANALISIS
Aktivitas Bisnis
Laporan keuangan perusahaan berikut pengungkapannya menginformasikan empat aktivitas utama perusahaan, yaitu:
1. Aktivitas Perencanaan
Rencana bisnis membantu manajer untuk memusatkan usaha mereka dan mengidentifikasi kesempatan dan rintangan yang diharapkan. Pandangan ke dalamam rencana bisnis membantu analisis atas prospek perusahaan kini dan nanri, dan merupakan bagian dari analisis lingkungan bisnis dan strategi.kita mencari informasi tentang tujuan perusahaan dan taktiknya. Permintaan oasar, kinerja manajemen, analisis kompetitif, strategi penjualan, kinerja manajeman,dan proyeksi keuangan.
Informasi ini bisa di dapat di laporan keuangan (management discussion dan analysis) dan juga tersedia memalui media yang kurang formal seperti pernyatan pers,publikasi industri, bulletin analisis, dan berita keuangan .
2. Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan adalah metode yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan uang untuk membayara kebutuhan-kebutuhannya. Terdapat dua sumber pendanaan,yaitu:
- Investor ekuitas(pemegang saham)
Investor memberikan pendanaan dengan harapan mendapatkan pengembalian atas investasi mereka, setelah mempertimbangkan pengembalian yang di harapkana dan resiko. Pengembalian adalah bagian investor ekuitas atas laba perusahaan dalam bentuk distribusi laba (pembayaran diveden kepada pemegang saham langsung, deviden dapat diberikan dalam bentuk tunai atau deviden saham atau secara tidak langsung melalui pembelian kembali saham.pembayaran diveden mengacu pada proporsi laba yang di distribusikan yang sering di nyatakan dalam rasio atau persentase) atau reinvestasi laba ( mengacu padan penahana laba dalam perusahaan untuk digunakan dalam bisnis perusahaan. Sering diukur dengan rasio penahanan/rasio laba di tahan= 1- dividen payout rasio)
Pendanaan ekuitas dapat berupa uang tunai,aktiva atau jasa yang di kontribusikan kepada perusahaan sebagai penukar saham. Penawaran saham privat melibatkan penjualan ke individu atau organisasi. Untuk Penawaran saham ke public berbiaya besar karena termasuk pemenuhan oeraturan pemerintah, persyaratan pencatatan di bursa, dan komisi untuk agen penjual. Tetapi manfaat utama nay adalah potensi untuk mensapatkan dana dalam jumlah besar untuk aktivitas bisnis.
- Kreditor (pemberi pinjaman)
Kreditor di bagi menjadi dua jenis,yaitu
- kreditor utang, yang secara langsung meminjamkan uang. Biasanya pendanaannya terjadi melalui pinjaman atau melalui pemberian efek atau obligasi. Pemberi utang meliputi bank,institusi pemberi pinjaman, institusi keuangan dan non keuangan,
- kreditor operasi, yang meminjamkan uang kepada perusahaan sebagai bagian dari operasinya. Kreditor opersi meliputi pemasok,karyawan,pemerintah dan pihak lainnya yang meminjamkan uang kepada perusahaan pendanaan kreditor berbeda dengan pendanaan ekuitas dalam hal perjanjian atau kontrak, pada umumnya mensyatkan pembayaran kembali pinjaman dengan bunga pada tanggal. Pengembalian kreditor umumnya ditentukan dalam kontak pinjaman.
Resiko kreditor adalah kemungkinan kegagalan perusahaan untuk membayar kembali pinjaman dan bunga.dalam situasi ini, kreditor mungkin tidak menerima uang mereka yang jatoh tempo, dan menyebabkan kebangkrutan atau penanganan legal lainnya. Penangana tersebut menimbulakan biaya bagi kreditor.
3. Analisis Investasi
Mengacu pada perolehan dan pemeliharaan investasi dengan tujian menjual produk dan menyediakan jasa dan untuk tujuan menginvestasikan kelebihan kasbiasanya dalam bentuk aktiva operasi(bangunan, peralatan, hak paten, persediaan, modal manusia(karyawan dan manajer, system informasi) dan aktiva keuangan dalam bentuk efek(saham ekuitas perusahaan lain, obligasi dan reksa dana).
4. Aktivitas Operasi
Mencerminkan pelaksanaan rencana bisnis yang terdapat dalam aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi. Aktivitas operasi melibatkan lima komponen,yaitu: penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, pemasaran penjualan. Manajemen harus menentukan baura yang paling efisien dan efektif untuk keunggulan kompetitif perusahaan. Aktifitas operasi perusahaan merupakan sumber utama laba perusahaan. Analisis atas angka laba dan bagian komponennya, mencerminkan kesuksesan perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya secara efisien dan efektif.
Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis
1. Neraca
PERSAMAAN AKUNTASI : AKTIVA= KEWAJIABAN + EKUITAS
Aktiva adalah investasi yang diharapkan untuk menghasilakan laba di masa depan melalui aktivitas operasi. Kewajiban adalah pendanaan dari kreditor dan mewakili kewajiban perusahaan atau klaim kreditor atas aktiva. Ekuitas merupakan total dari pendapatan yang diinvestasikan atau dikontribusikan oleh pemilik atau akumulasi laba yang tidak dibagikan kepada pemilik sejak perusahaan didirikan.
2. Laporan Rugi Laba
Laporan rugi laba mengukur kinerja keuangan perusahaan antara tanggal neraca. Laporan rugi laba menyediakan rincian pendapatan, beban,untung atau rugi perusahaan suatu periode waktu. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan (atau penurunan) ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang saham.
3. Laporan Ekuitas Pemegang Saham
Menyajikan perubahan-perubahan pada pos-poas ekuitas. Laporan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi alasan perubahan klaim pemegang ekuitas atas aset perusahaan. Perubahan ekuitas pemegang saham disebabkan karena penerbitan saham (sebagian besar disebabkan karena opsi saham pegawai), pembelian kembali saham (treasury stock), dan reinvestasi laba.
4. Laporan arus Kas
Melaporkan arus kas masuk dan keluar bagi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan perusahaan secara terpisah selama suatu periode tertentu.
Laporan arus kas mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :
┬╖ Cash inflow
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas)
┬╖ Cash out flow
Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas.
Informasi Tambahan
Analisis laporan keuangan yang menyeluruh melibatkan pemerikasaan tambahan sebagai berikut:
1. Management Disscussion and Analysis (MD&A)
Manajemen mengungkapkan informasi prospektif terkait dengan pristiwa dan ketidakpastian yang material, yang menyebabkan informasi keuangan yang dilaporkan menjadi kurang mengindikasikan aktivitas operasi atau kondisi keuangan di masa depan.
2. Laporan Manajemen (Management Report)
Laporan manajemenbertujuan untuk menekankan tanggung jawab manajemen senior atas sistem pengendalian keuangan dan sistem pengendalian internal perusahaanpembagian peran manajemen direktur, dan auditor dalam penyiapan laporan keuangan.
3. Laporan Auditor (Auditor Report)
Auditor eksternal adalah akuntan publik bersertifikasi independen yang diminta oleh perusahaan untuk memberikan opini tentang kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Analisis laporan keuangan memerlukan penelaahan atas laporan auditor untuk meyakinkan bahwa perusahaan mendapatkan opini wajar tanpa pengendalian.
4. Catatan Penjelas (Explanatory Notes)
Catatan ini merupakan median untuk mengkomunikasikan informasi tambahan tentang pos-pos yang ada maupun tidak ada dalam laporan. Catatan tambahan ini meliputi informasi tentang:
┬╖ prinsip dan metode akuntansi yang digunakan
┬╖ pengungkapan rinci atas tiap pos laporan keuangan
┬╖ komitmen dan kontinjensi
┬╖ kombinasi bisnis
┬╖ transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
┬╖ rencana opsi saham
┬╖ kemajuan proses hukum
┬╖ pelanggan signifikan
5. Informasi Tambahan (Supplementary Information)
Informasi tambahanMeliputi :
┬╖ Data segmen bisnis
┬╖ penjualan ekspor
┬╖ efek yang diperdagangkan
┬╖ akun penilaian
┬╖ pinjaman jangka pendek
┬╖ data keuangan kuartalan
6. Laporan Proksi (Proxy Statement)
Proksi merupakan media dimana pemegang saham mengotorisasi pihak lain untuk mewakilinya pada rapat pemegang saham. Laporan proksi memuat informasi yang diperlukan pemegang saham untuk memberikan suara dalam hal bersangkutan. Proxy statement memuat banyak informasi tentang perusahaan termasuk identitas pemegang saham dengan kepemilikan saham beredar 5% ke atas, informasi biografi dewan direksi, kesepakatan kompensasi untuk pejabat dan direktur, rencana kompensasi pegawai dan transaksi-transaksi tertentu yang terkait dengan para pejabat dan direktur perusahaan.
-
-
PADA PERTEMUAN KE 2 INI, TUGAS ANDA ADALAH MENCARI LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PERIODE 31 DESMEBER 2020 YANG AKAN KITA GUNAKAN UNTUK PERTEMUAN KE 3, DAN LAPORAN KEUANGANNYA TIDAK BOLEH SAMA, DENGAN TUJUAN AGAR LEBIH MEMAHAMI APA YANG SUDAH KITA PELAJARI, TERIMAKASIH
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Tanamkanlah sifat kebijaksanaan ini dalam diri kita. Jadilah mahasiswa yang cerdas dan bisa menentukan hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Pelaporan dan Analisis Keuangan
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami tentang Pelaporan dan Analisis Keuangan
Indikator Penilaian
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan Akuntansi tentang Akrual
- Menjelaskan tentang Konsep Ekonomi tentang laba
- Akuntansi Akrual
- Konsep Ekonomi tentang laba
-
PENGANTAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Dalam menganalisis laporan keuangan di butuhkan alat yang membantu pengguna untuk mempermudah pekerjaannya dalam memenuhi kebutuhan yang spesifik, oleh karena itu di bagian ini akan diperkenalkan beberapa alat dasar analisis keuangan berikut penerapannya.
1. Analisis Laporan Keuangan Komparatif
Analisis ini dilakukan dengan cara menelaah neraca, laporan laba-rugi atau laporan arus kas yang berurutan dari satu periode ke periode berikutnya. Analisis ini meliputi penelaahan perubahan saldo tiap-tiap akun dari tahun ke tahun atau selama beberapa tahun. Pada analisis laporan keuangan komparatif disebut juga analisis horisontal karena saat menelaah laporan komparatif kita menganalisis saldo akun dengan analisis dari kiri ke kanan (atau kanan ke kiri).
2. Analisis Perubahan Tahun ke Tahun
Perbandingan laporan keuangan selama periode yang relatif pendek dua atau tiga tahun biasanya dilakukan dengan analisis perubahan tahun ke tahun dalam tiap-tiap pos.Analisis perubahan tahun ke tahun untuk jangka pendek ini dapat ditangani dan dipahami. Analisis ini memiliki keunggulan penyajian perubahan dalam angka absolut maupun persentase. Analisis perubahan dalam jumlah maupun persentase menjadi relevan karena dasar dolar yang berbeda dalam perhitungan perubahan persentase dapat menghasilkan perubahan besar yang tidak konsisten dengan kepentingan aktualnya.
3. Analisis Tren Angka Indeks
Analisis perubahan tahun ke tahun untuk membandingkan laporan keuaangan lebih dari dua atau tiga periode kadang kala merepotkan. Analisis ini memerlukan pemilihan tahun dasar untuk seluruh pos, yang biasanya diberi angka indeks 100. karena tahun dasar menjadi rujukan untuk semua perbandingan, pilihan terbaikadalah tahun dimana kondisi bisnis normal.
Salah satu hasil tren adalah kekuatan untuk menyampaikan pandangan dalam filosofi manajer, kebijakan, dan motivasi. Makin beragam lingkungan yamhg membentuk periode analisis, makin baik pula gambaran tentang bagai mana manajer menangani kesulitan dan memanfaatkan kesempatan.
4. Analisis Laporan Keuangan Common-Size
Pengetahuan atas proporsi kelopmpok atau subkelompok yang membentuk suatu pos tertentu yang bermanfaat bagi analisis laporan keuangan. Prosedur ini juga disebut analisis vertical karena evaluasi pos dari atas ke bawah (atau dari bawah ke atas) dalam laporan common-size. Analisis laporan keuangan common-size berguna dalam memahami pembentuk internal laporan keuangan. Sebagai contoh, analisis common-size menekankan pada dua faktor :
1. sumber pendanaan termasuk distribusi pendanaan antara kewajiban lancar, kewajiban tak lancar dan ekuitas.
2. komposisi aktiva termasuk jumlah untuk masing-masing aktiva lancar dan aktiva tak lancar.
Sebuah laporan laba rugi siap untuk analisis common-size karena setiap pos terkait dengan angka kunci seperti penjualan. Dalam berbagai tingkatan, penjualan mempengaruhi hampir seluruh beban dan berguna untuk mengetahui berapa persen dari penjualan yang diwakili oleh tiap pos-pos beban. Pengecualian berlaku untuk pajak penghasilan, yang terkait dengan laba sebelum pajak bukan penjualan. Keterbatasan utama laporan keuangan common-size untuk analisis antar perusahaan adalah kegagalannya untuk mencerminkan ukuran relatif perusahaan yang di analisis.
5. Analisis Rasio
Analisis rasio merupakan salah stu alat analisis keuangan yang paling popular dan banyak digunakan. Perannya sering disalah pahami dan sebagai konsekuensinya, kepentingannya sering dilebih-lebihkan. Analisis rasio dapat mengungkapkan hubungan penting dan menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi dan tren yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasio. Rasio paling bermanfaat bila berorientasi ke depan artinya kita sering menyesuaikan faktor-faktor yang mempengaruhi rasio untuk kemungkinan tren dan ukurannya di masa depan.
1. faktor-faktor yang mempengaruhi rasio antara lain peristiwa ekonomi, faktor industri, kebijakan manajemen dan metode akuntansi.
2. interpretasi rasio, bermanfaat jika di interpretasikan dalam perbandingan dengan rasio tahun sebelumnya, standar yang ditentukan sebelumnya dan rasio pesaing.
Analisis rasio deterapkan pada tiga tingkat penting analisis laporan keuangan, yaitu
- Analisis Kredit (Resiko).
Analisis kerdit adalah analisis berfokus pada likuiditas, yang merujuk pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya. Rasio likuiditas yang penting adalah rasio lancar- ketersediaan aset lancar untuk memenuhi kewajiban lancar.
- Analisissolvabilitas
menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
- Analisis Profitabilitas. Analisis Profitabilitas merupakanevaluasi rasio kinerja operasi yang umumnya mengaitkan pos laporan laba rugi dengan penjualan. Rasio ini sering disebut juga dengan margin laba (profit margin).
- Tingkat pengembalian atas investasi (return on investment-ROI). Untuk menilai kompensasi keuangan kepada penyedia pendapatan ekuitas dan utang.
- Kinerja Operasi. Untuk mengevaluasi margin laba dari aktivitas operasi.
- Pemanfaatan Aset (asset utilization). Untuk menilai efektivitas dan intensitas aset dalam menghasilkan penjualan, disebut pula perputaran (trunover).
4. Valuasi
Dalam membuat perbandingan antar perusahaan yang valid ditingkatkan dengan penyesuaian kita terhadap angka yang dilaporkan sebelum digunakan dalam analisis untuk mengestimasi nilai intrinsik perusahaan (saham).
6. Analisis Arus Kas
Analisis arus kas (cashflow analysis) terutama digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi sumber dan penggunaan dana. Analisis arus kas menyediakan pandangan tentang bagaimana perusahaan memperoleh pendanaan dan menggunakan sumber dayanya. Analisis ini juga digunakan dalam peramalan arus kas dan bagian dari analisis likuiditas.
7. Model Penilaian(Valuasi)
Valuasi merupakan hasil penting dari dari berbagai jenis analisis bisnis dan laporan keuangan. Valuasi biasanya mengacu pada estimasi nilai intrinsik sebuah perusahaan atau sahamnya. Dasar valuasi adalah teori nilai sekarang (present value theory). Teori ini menyatakan bahwa ΓÇ£nilai utang atau efek ekuitas (atau untuk masalah ini, segala aset) sama dengan jumlah seluruh hasil yang diharapkan dari efek di masa depan yang di diskontokan ke saat ini dengan menggunakan tingkat diskonto yang tepatΓÇ¥. Teori ini sekarang menggunakan konsep nilai waktu dari uang (time value of money)-yang secara sederhana menyatakan bahwa sebuah entitas lebih menyukai konsumsi saat ini dari pada konsumsi di masa depan.Sehingga, untuk menilai sebuah efek, investor memerlukan dua buah informasi : (1) hasil masa depan yang diharapkan di masa depan sepanjang umur efek, dan (2) tingkat diskonto.
Secara sederhana model valuasi diaplikasikan pada efek obligasi, di mana hasil masa depan obligasi adalah pembayaran pokok dan bunganya, dengan tingkat diskonto obligasi adalah bunga yang berlaku (atau yield to matury). Sedangkan hasil masa depan saham adalah deviden dan peningkatan modal, dengan tingkat diskontonya adalah biaya modal yang telah disesuaikan untuk risisko (atau disebut tingkat pengembalian yang diharapkan ΓÇô expected rate of return).
1. Valuasi Utang
Nilai efek sama dengan nilai sekarang hasil di masa depan yang didiskontokan pada tingkat yang tepat. Hasil masa depan dari obligasi adalah pembayaran pokok dan bunganya. Perhitungan untuk mencari nilai obligasi adalah sebagai berikut
Saat akan menilai obligasi, kita harus tentukan hasil yang diharapkan berdasarkan faktor ΓÇô faktor seperti tingkat bunga kini, inflasi yang diharapklan, dan risiko gagal bayar.
2. Valuasi Ekuitas
Dasar penilaian ekuitas seperti penilaian utang,yaitu nilai sekarang hasil di masa depan yang didiskontokan pada tingkat yang tepat. Dalam valuasi ekuitas, investor tidak memiliki klaim atas hasil yang ditentukan sebelumnya, melainkan investor mencari dua hasil, yaitu pembayaran deviden dan peningkatan modal. Karena peningkatan modal menunjukkan perubahan nilai ekuitas.
Sedangkan untuk rumus valuasi ekuitas menggunakan dividen yang diharapkan (expected), bukan dividen yang sebenarnya (actual). Penggunaan dividen yang diharapkan ini karena dividen di masa depan tidak dapat ditentukan. Oleh karena itu, sebagai alternatif digunakan penilain arus kas bebas bagi ekuitas didefinisikan sebagai arus kas dari operasi dikurangi pengeluaran modal dan penyesuaian untuk perubahan utang. Perhitungan nilai diskonto deviden (devinded discount model) adalah
Pertimbangan praktis dalam Valuasi. Model diskonto deviden sebenarnya mengalami kendala praktis pada rentang waktu yang tidak terbatas karena disebabkan pembayaran deviden bersifat operasional dan setiap perusahaan mempunyai kebijakan pembayaran deviden yang berbeda. Sehingga model valuasi sering mengganti deviden dengan laba atau arus kas, maka dari itu diperkenalkan dua model valuasi lain, yaitu
- Model arus kas bagi ekuitas (free cash flow to equity model) yang menghitung nilai ekuitas pada waktu t dengan mengganti deviden yang diharapkan dengan arus kas bebas yang diharapkan oleh ekuitas :
- Model laba sisa (residual income model) yang menghitung nilai perusahaan dengan mengan variabel akuntansi, dengan mendefinisikan nilai ekuitas pada waktu t sebagai jumlah nilai buku kini dan nilai sekarang seluruh laba sisa yang diharapkan di masa depan :
ANALISIS DALAM PASAR EFISIEN
- Efisiensi Pasar
Hipotesis pasar efisien (Eficcient Market Hypothesis-EMH) berhubungan dengan reaksi harga pasar terhadap informasi keuangan dan informasi lainnya. EMH di bagi dalam tiga bentuk, yaitu
- Bentuk lemah (weak form). EMH yang menyatakan bahwa harga mencerminkan sepenuhnya informasi yang terkandung dalam pergerakan harga historis.
- Bentuk semikuat (semistrong form). EMH yang menyatakan bahwa harga mencerminkan sepenuhnya informasi yang tersedia untuk publik.
- Bentuk kuat (strong form). EMH yang menyatakan bahwa harga mencerminkan seluruh informasi termasuk informasi dari dalam.
2. Implikasi Efisiensi Pasar pada Analisis
EMH mengasumsikan kehadiran analis yang kompeten dan terinformasi dengan baik yang menggunakan alat analisis. EMH juga mengasumsikan bahwa analis terus-menerus mengevaluasi dan bertindak pada jalur informasi yang masuk ke pasar. Sedangkan pendukung yang ekstrim menyatakan bahwa jika seluruh informasi secara instan terefleksi dalam harga, usaha untuk mendapatkan secara konsisten melalui analisis laporan keuangan akan sia-sia. Sehingga posisi ekstrim ini menimbulkan paradoks. Beberapa faktor yang dapat menjelaskan paradoks adalah :
pertama, EMH dibangun atas perilaku investor secara keseluruhan, bukan individual. Berfokus pada perilaku keseluruhan menekankan kinerja rata-rata dan
mengabaikan atau menutupi kinerja individu yang didasarkan pada kemampuan, niat yang kuat dan keahlian, serta kecepatan individu atas informasi.
Kedua, Kecepatan dan efisiensi pasar menjadi bukti kehadiran analis yang dimotivasi oleh kompenasasi personal. karena sebagian besar percaya bahwa informasi yang relevan bergerak cepat di dorong oleh besarnya kepentingan keuangan. Dan terakhir, sebagian percaya bahwa pasar adalah pengolah informasi yang cepat.
-
-
DARI LAPORAN KEUANGAN YANG TEALH ANDA DOWNLOAD, LALUKAN ANILISIS TERHADAP LAPORAN KEUANGAN TERSEBUT DENGAN METODE:
1. Analisis tren indeks berseri (tren)
2. COMMON-SIZE INCOME STATEMENT
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" "Jika seseorang bepergian dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah akan menjadikan perjalanannya seperti perjalanan menuju surga." -Nabi Muhammad SAW"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS PENDANAA
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Pendanaan
Indikator Penilaian
Mahasiswa mampu :
Mahasiswa mampu- Menjelaskan tentang sumber pendanaan utang
- Menjelaskan tentang sewa sebagai implikasi dari aktivitas pendanaan
- Menjelaskan tentang Liabilitas Kontijensi
- Menjelaskan tentang Pembiayaan diluar laporan posisi keuangan
Topik Bahasan
- Sumber pendanaan utang,
- Sewa sebagai implikasi dari aktivitas pendanaan,
- Liabilitas Kontijensi,
- Pembiayaan diluar laporan posisi keuangan
-
ANALISIS AKTIVITAS PENDANAAN
Kewajiban (liabilities) merupakaan klaim pihak luar atas asset dan sumber daya perusahaan kini dan masa depan. Kewajiban dapat berupa pendanaan atau operasi dan biasanya didahulukan daripada pemegang ekuitas. Kewajiban pendanaan (financing liabilities) merupakan seluruh bentuk pendanaan kredit seperti wesel bayar jangka panjang dan obligasi, pinjaman jangka pendek, dan sewa. Kewajiban operasi (operating liabilities) merupakan kewajiban yang timbul dari operasi seperti kreditor perdagangan, kredit yang ditangguhkan, dan kewajiban pensiun. Kewajiban umumnya dilaporkan sebagai lancar dan tidak lancar, biasanya didasarkan pada kapan kewajiban tersebut jatuh tempo, dalam waktu satu tahun atau tidak. Ekuitas (equity) merupakan klaim pemilik atas asset bersih perusahaan.
- KEWAJIBAN
Kewajiban Lancar
Kewajiban lancar (atau jangka pendek) merupakan kewajiban yang pelunasannya memerlukan penggunaan asset lancar atau munculnya kewajiban lancar lainnya. Periode yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban adalah periode mana yang lebih panjang antara satu tahun dan satu siklus operasi perusahaan.
Terdapat dua jenis kewajiban lancer, antara lain:
- timbul dari aktivitas operasi, meliputi utang pajak, pendapatan diterima dimuka (unearned revenue), uang muka, utang usaha, dan beban operasi akrual pendanaan, meliputi pinjaman jangka pendek bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dan utang bunga.
- timbul dari aktivitas pendanaan, meliputi pinjaman jangka pendek, bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dan utang bunga.
Kewajiban Tak Lancar
Kewajiban tak lancar (atau jangka panjang) merupakan kewajiban jatuh temponya tidak dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, mana yang lebih panjang. Kewajiban ini meliputi pinjaman, obligasi, utang, dan wesel bayar.
Obligasi merupakan bentuk kewajiban tak lancar yang umum. Nilai nominal obligasi bersama tingkat kuponnya menentukan bunga yang dibayarkan atas obligasi tersebut.
Pengungkapan juga disyaratkan untuk pembayaran di masa depan utang jangka panjang dan untuk saham yang dibeli kembali. Pengungkapan ini meliputi:Penerbit obligasi menawarkan beragam insentif untuk mempromosikan penjualan obligasi dan mengurangi tingkat bunga yang diinginkan. Promosi ini meliputi fitur konversi dan waran untuk membeli saham biasa perusahaan penerbiat obligasi. Dan biasanya penawaran ini disebut sebagai pemanis utang konversi (convertible debt sweetener)
- Tanggal jatuh tempo dan persyaratan pencadangan dana pelunasan (sinking funds) setiap tahun selama lima tahun ke depan.
- Persyaratan pelunasan setiap tahun selama lima tahun ke depan.
- Analisis Kewajiban
Materi selengkapnya dapat di download di halaman ini
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS PENDANAAN
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Pendanaan
Indikator Penilaian
Mahasiswa mampu :
Mahasiswa mampu- Menjelaskan tentang Pengungkapan Pascakerja untuk penilaian dan risiko perusahaan.
Topik Bahasan
- Pengungkapan Pascakerja untuk penilaian dan risiko perusahaan.
-
IMBALAN PASCA PENSIUN
Terdapat dua bentuk imbalan pasca pensiun diantaranya :
- Imbalan pensiun : dimana pemberi kerja menjanjikan imbalan moneter kepada pekerja pasca pensiun
- Imbalan pasca pensiun lainnya : dimana pemberi kerja menyediakan imbalan lain pasca pensiun terutama pemeliharaan kesehatan dan asuransi jiwa
Sifat kewajiban pensiun
Program pensiun (pensiun plan) merupakan janji pemberi kerja untuk menyediakan imbalan pensiun bagi pekerja, dan perjanjian tersebut melibatkan 3 pihak yaitu pemberi kerja, yang memberikan kontribusi pada program pensiun, pekerja menerima imbalan dan dana pensiun.Program pensiun
- Program pensiun manfaat pasti menentukan jumlah pensiun yang dijanjikan oleh pemberi kerja untuk disediakan bagi pensiunan
- Program pensiun iuran pasti menentukan jumlah kontribusi pemberi kerja pada program pensiun.
- Program pensiun manfaat pasti menentukan jumlah pensiun yang dijanjikan oleh pemberi kerja untuk disediakan bagi pensiunan
- Program pensiun iuran pasti menentukan jumlah kontribusi pemberi kerja pada program pensiun.
- Program pensiun manfaat pasti menentukan jumlah pensiun yang dijanjikan oleh pemberi kerja untuk disediakan bagi pensiunan
- Program pensiun iuran pasti menentukan jumlah kontribusi pemberi kerja pada program pensiun.
BIAYA PENSIUNBiaya pensiun ekonomi (economic pension cost) atau beban merupakan biaya bersih yang timbul dari perubahan posisi ekonomi bersih selama periode bersangkutan. Terdapat dua jenis biaya pensiun diantaranya :
- Biaya pensiun berulang. Terdiri dari atas dua komponen sebagai berikut :
a. Biaya jasa (service cost), yaitu nilai sekarang aktuaris atas imbalan pensiun yang dihasilkan oleh pegawai berdasarkan rumus imbalan pensiun.
b. Biaya bunga (interest cost), yaitu penambahan atas PBO yang timbul karena pembayaran pensiun menjadi satu periode lebih dekat.
- Biaya pensiun tidak berulang (nonrecurring pension cost) yang berasal dari peristiwa seperti perubahan asumsi aktuaria atau perubahan ketentuan program terdiri atas dua komponen sebagai berikut :
a. Keuntungan atau kerugian aktuaria (actuarial gain or loss), yaitu perubahan PBO yang terjadi saat asumsi aktuaria dalam penghitungan PBO direvisi.
b. Biaya jasa lalu (prior service cost) timbul karena perubahan ketentuan program pensiun atas PBO.
MATERI SELNGKAPNYA DAPAT ANDA DI HALAMAN INI
Ketentuan Akuntansi Pensiun
Akuntansi pensiun diatur dalam SFAS 87 yang berfokus pada tercapainya ukuran biaya pensiun yang stabil dan permanen.
AKUNTANSI PENSIUN- Pembayaran manfaat kepada karyawan yang sudah pensiun akan dimasukan dalam arus kas keluar, yang akan mengurangi aset program dan kewajiban pensiun.
- Status pendanaan akan di akui di neraca dan tidak dimasukan dalam biaya pensiun yang diakui.
- Beban pensiun bersih periodik dimasukan ke dalam perhitungan laba bersih
- Penangguhan bersih akan di masukan dalam laba komprehensif
IMBALAN PASCA PENSIUN LAINNYA- Imbalan karyawan pascapensiun lainnya (other posretirement employee benefits/OPEB) merupakan imbalan yang diberikan oleh pemberi kerja kepada pensiunan dan anggota keluarganya. Ciri-ciri dasar akuntansi pensiun OPEB
- Meliputi: pelaporan biaya bersih, pengakuan yang ditunda, dan saling hapus
- Kewajiban pemberi kerja dalam SFAS 106 disebut akumulasi kewajiban imbalan pascapensiun.
- Biaya OPEB yang dilaporkan meliputi : biaya jasa, biaya bunga, amortisasi keuntungan dan kerugian bersih, amortisasi biaya jasa lalu, amortisasi kewajiban transisi, dan pengembalian yang diharapkan atas aktiva program.
PELAPORAN DAN ANALISIS IMBALAN PASCA PENSIUN LAINNYA
Terdapat prosedur tiga langkah untuk analisis imbalan pascapensiun, yaitu :
- Menentukan dan merekonsialiasi biaya dan kewajiban (atau aktiva) imbalan ekonomis dan yang dilaporkan
- Membuat penyesuaian yang diperlukan atas laporan keuangan, khususnya neraca
- Mengevaluasi asumsi aktuaria dan dampaknya pada laporan keuangan.
PENGUNGKAPAN
Informasi tentang hal tersebut di bawah ini perlu diungkapkan secukupnya dalam catatan atas laporan keuangan, antara lain:
- penjelasan mengenai program pensiun serta perubahan yang terjadi selama periode laporan,(
- penjelasan singkat mengenai kebijakan akuntansi yang penting
- penjelasan mengenai kebijakan pendanaan,
- Rincian portofolio investasi
- Perhitungan kewajiban aktuaria, metode penilaian, asumsi aktuarial, nama dan tanggal laporan akturis terakhir (dalam hal PPMP).
-
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Investasi
Indikator Penilaian
- Menjelaskan tentang Aset lancer dan keandalannya
- Menjelaskan tentang Manajemen Kas dan Implikasinya
-
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI

PENGENALAN ASET LANCAR
Asset lancar merupakan sumberdaya atau klaim atas sumberdaya yang langsung dapat diubah menjadi kas. Asset lancar adalah adalah asset yang diharapkan akan dijual, ditagih atau digunakan selama satu tahun atau satu siklus operasi, tergantung dari mana yang akan menjadi lebih panjang.
Selisish antara asset lancar dengan kewajiban lancar disebut modal kerja. Perusahaan memerlukan modal kerja untuk beroperasi dengan efektif, namun modal kerja mahal karena akan menggunakan investasi yang paling mnguntungkan . banyak perusahaan berusaha meningkatkan profitabilitas dan arus kasnya dengan mengurangi investasi pada asset lancar melalui metode seperti pengelolaan penjaminan kredit dan penagihan yang efektif, serta persediaan tepat waktu. Perusahaan lain berusaha untuk mendanai asset lancara mereka dengan kewajiban lancar, seperti utang dagang, sebagai usaha mengurangi modal kerja.
Kas Dan Setara Kas
Kas merupakan asset yang paling liquid, mencangkup mata uang, deposito dana, money orders dan cek. Sedangkan setara kas tergolong asset yang sangat lancar, investasi jangka pendek yang siap dikonversi menjadi kas, dan hampir jatuh tempo sehingga risiko perubahanj harga yang disebabakan pergerakan tingkat bunga minimal.
Kosep likuidasi penting dalam analisis laporan keuangan. Likuiditas berarti jumlah kas atau setra kas yang dimiliki perusahaan dengan jumlah kas yang dapat diperoleh dalam waktu singkat. Jumlah asset likuid yang dilaporkan perusahaan pada neraca sangat beragam. Umumnya perusahaan dalam industry yang dinamis membutuhkan likuiditas yang lebih tinggi untuk memanfaatkan kesempatan atau untuk bereaksi terhadap perubahan yang cepat pada lingkungan yang kompetitif.
Selain memeriksa jumlah asset likuid untuk perusahaan, analisis juga harus mempertimbangkan hal berikut :
- Sejauh mana setara kas diinvestasikan pada efek ekuitas, perusahaan dapat mengalami penurunan likuiditas jika nilai pasar dari efek investasi tersebut turun.
- Kas dan setara kas sering kali dibutuhkan sebagai saldo kompensasi untuk mendukung suatu perjanjian pinjaman atau sebagai jaminan hutang.
MATERI SELENGKAPNYA DAPAT DI DOWNLOAD DI HALAN INI
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Investasi
Indikator Penilaian
- Menjelaskan tentang Aset lancer dan keandalannya
- Menjelaskan tentang Manajemen Kas dan Implikasinya
-
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI
Informasi penuh untuk menilai risiko kolektibilitas biasanya tidak dicakup dalam laporan keuangan. Informasi yang berguna harus diperoleh dari sumber lain ataudari perusahaan. Alat analisis untuk memeriksa kolektibilitas mencakup:Piutang
Piutang merupakan nilai jatuh tempo yang berasal dari penjualan barang atau jasa atau dari pemberian pinjaman uang. piutang usaha mengacu pada janji lisan untuk membayar yang perasal dari penjualan produk dan jas asecara kredit. Wesel tagih mengacu pada janji tertulis untuk membayar. Piutang diklasifikasikan ke dalam asset lancar jika diharapkan akan direalisasi atau ditagih dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, tergantung dari mana yang lebih panjang.
Penilaian Piutang
- Analisis piutang sangat penting karena dampaknya terhadap posisi asset dan arus laba yang saling terkait. Realitanya banyak perusahaan yang tidak mampu menagih semua piutangnya. Kerugian piutang dapat menjadi sangat berarti dan mengurangi asset lancar serta laba bersih sekarang dan masa depan. Resiko analisis ini adalah pengalaman masa lalu kurang bisa memprediksi kerugian masa depan, atau mungkin kita gagal mencerminkan kondisi terkini. Piutang (receivables) merupakan nilai jatuh tempo yang berasal dari penjualan barang atau jasa, atau dari pemberian pinjaman uang. Penilaian Piutang Analisis piutang penting karena dampaknya terhadap posisi aktiva dan arus laba perusahaan. Risiko analisis ini adalah pengalaman masa lalu mungkin bukan alat prediksi yang layak atas kerugian masa depan, atau mungkin kita gagal mencerminkan kondisi terkini. Kerugian piutang dapat menjadi sangat berarti dan memengaruhi baik aktiva lancar serta laba bersih sekarang dan masa depan.
Analisis Piutang
- Risiko Kolektibilitas
- Membandingkan persentase piutang terhadap penjualan perusahaan pesaing dengan perusahaan yang sedang dianalisis.
- Memeriksa konsentrasi pelanggan, risiko meningkat jika piutang terkonsentrasi pada satu atau sedikit pelanggan.
- Menyelidiki pola umur piutang (sudah melewati jatuh tempo dan berapa lama).
- Menentukan bagian piutang yang merupakan pengalihan atau perpanjangan (renewal )
dari piutang atau wesel tagih masa lalu.
Keaslian Piutang
Deskripsi piutang pada laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan biasanya tidak cukup untuk memberikan tingkat keandalan mengenai apakah piutang asli, jatuh tempo, dan dapat ditagih. Pemahaman mengenai praktik industry dan sumber informasi tambahan digunakan untuk menambah keyakinan. Salah satu faktor yang memengaruhi keandalan piutang adalah kebijakan kredit perusahaan. Kebijakan kredit yang ketat berdampak pada kualitas yang lebih tinggi, atau risiko piutang yang lebih rendah. Perusahaan biasanya melaporkan kebijakan kreditnya dalam catatan atas laporan keuangan.
Sekuritisasi Piutang
Salah satu masalah analisis penting adalah saat perusahaan menjual semua atau sebagian piutangnya pada pihak ketiga. Praktik ini disebut anjak piutang( factoring ) atau sekuritisasi (securitization). Piutang dapat dijual dengan recourse atau tanpa recourse pada pembeli (recourse terkait atas jaminan kolektibilitas) Penjualan piutang dengan recourse tidak memindahkan dengan efektif risiko kepemilikan piutang dari penjual.
Beban Dibayar Dimuka
Beban dibayar di muka (prepaid expenses) merupakan pembayaran di muka atas jasa atau barang yang belum diterima. Sebagai contoh adalah pembayaran di muka untuk asuransi, utilitas, dan pajak bangunan. Analisis kita harus mewaspadai bahwa, karena alasan percepatan atau tidak material, beberapa jasa yang jatuh tempo lebih dari satutahun juga dicakup dalam beban dibayar dimuka yang dikelompokkan sebagai aktiva lancar.
PERSEDIAAN
Akuntansi dan Penilaian Persediaan
Persediaan (inventory) merupakan barang yang dijual dalam aktivitas operasinormal perusahaan. Dengan jasa tertentu, persediaan merupakan aktiva inti dan penting dalam perusahaan. Persediaan harus diperhatikan karena merupakan komponen utama dari aktiva operasi dan langsung memengaruhi penghitungan laba.
Persamaan persediaan (enventory equation) dapat digunakan untuk memahari arus persediaan, untuk perusahaan dagang: Persediaan awal + Pembelian bersih ΓÇô Harga pokok penjualan = Persedian akhir.
Biaya persediaan awalnya dicatat pada neraca. Saat persediaan terjual, biaya ini dipindahkan dari neraca dan mengalir pada laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan (HPP). Biaya tidak dapat berada pada dua tempat yang sama pada waktu bersamaan, mereka dapat dicatat pada neraca (sebagai beban masa depan), atau diakui saat ini pada laporan laba rugi dan mengurangi profitabilitas untuk dikaitkan dengan pendapatan penjualan.
MATERI SELENGKAPNYA DAPAT DI DOWNLOAD DI HALAN INI
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
-

SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menjawab SOAL UTS pada hari ini , aamiin
-
-
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Investasi
Indikator Penilaian
- Menjelaskan tentang Aset lancer dan keandalannya
- Menjelaskan tentang Manajemen Kas dan Implikasinya
Topik Pembelajaran
- Konsep Aset Jangka Panjang dan
- Penilaian dan alokasi biaya asset dan sumber daya alam
- Aset tidak berwujud
- Aset tidak tercatat
- Aset Kontijen
-
Materi kuliah pada pertemuan hari ini lanjutan dari materi pada pertemuan ke 7 tanggal 4 Mei 2021, terimakaksih
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Investasi Antar Perusahaan
Indikator Penilaian
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan definisi tentang Pelaporan keuangan untuk investasi antar perusahaan
Topik Pembelajaran
- Pelaporan keuangan untuk investasi antar perusahaan
- Pengungkapan investasi sekuritas
- Metode pembelian dan metode penyatua
- Goodwill dari antar usaha
-
Sekuritas Investasi
Perusahaan menginvestasikan aset dalam sekuritas investasi (disebut juga dengan marketable securities). Sekuritas investasi sangat bervariasi dalam hal jenis surat berharga yang diinvestasikan dan tujuan dari investasi. Beberapa investasi merupakan penyimpanan sementara kelebihan kas dalam bentuk sekuritas yang diperdagangkan (marketable securities). Investasi ini juga dapat mencakup dana yang akan digunakan untuk investasi pada pabrik, peralatan, dan aset operasi lain, atau dapat digunakan sebagai dana pembayaran kewajiban. Tujuan penyimpanan sementara ini adalah untuk menggunakan kas yang mengganggur secara produktif. Investasi lain, misalnya partisipasi ekuitas pada afiliasi luar negeri, sering kali merupakan bagian utama dari aktivitas inti perusahaan.
Sekuritas investasi dapat berupa utang atau ekuitas. Sekuritas utang (debt securities) adalah sekuritas yang mewakili hubungan sebagai kreditor terhadap pihak lain. Misalnya obligasi perusahaan lain, obligasi pemerintah, surat utang, dan sekuritas pemerintah kota. Sekuritas ekuitas (equity securities) merupakan sekuritas yang mewakili kepemilikan pada entitas lain. Contohnya adalah saham biasa dan saham preferen yang tidak dapat ditarik kembali. Perusahaan dapat menggolongkan sekuritas investasi menjadi aset lancar atau tidak lancar, tergantung dari jangka waktu investasi untuk sekuritas tersebut.
Pada sebagian besar perusahaan, sekuritas investasi hanya merupakan bagian yang relatif kecil pada total aset dan dengan mengecualikan investasi ekuitas pada anak perusahaan atau afiliasi, investasi ini lebih merupakan aset keuangan dbandingkan dengan aset operasi. Artinya investasi biasanya bukan merupakan bagian yang yang terintegrasi dengan aktivitas operasi perusahaan. Namun, bagi institusi keuangan dan perusahaan asuransi, sekuritas investasi merupakan aset operasi utama.
Akuntansi untuk Sekuritas Investasi
Akuntansi untuk sekuritas investasi diatur oleh SFAS 115. Standar ini berbeda dengan prinsip lower-of-cost-or-market dengan menyatakan bahwa investasi dapat dilaporkan pada neraca berdasarkan biaya perolehan atau nilai wajar (nilai pasar), tergantung dari jenis sekuritas dan tingkat pengaruh (kendali) yang dimiliki perusahaan terhadap perusahaan yang diinvestasikan (investee company). Hal ini berarti bahwa tidak seperti aset lainnya, sekuritas investasi dapat dinilai dengan nilai pasar meskipun nilai pasar ini melebihi biaya perolehan.
Nilai wajar (fair value) aset merupakan harga tukar aset dalam suatu transaksi normal saat ini antara pihak yang bersedia. Jika suatu aset bisa diperdagangkan, nilai wajarnya dapat langsung ditetapkan dari publikasi harga pasarnya. Jika tidak ada publikasi harga pasar untuk suatu aset, nilai wajar ditentukan berdasarkan biaya historis.
Akuntansi untuk sekuritas investasi ditentukan berdasarkan klasifikasinya. Tampilan 2.1 menyajikan berbagai kemungkinan klasifikasi sekuritas investasi. Sekuritas dalam kelompok besar terbagi atas sekuritas utang dan sekuritas ekuitas. Sekuritas utang selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan tujuan investasinya. Sebaliknya, sekuritas ekuitas diklasifikasikan berdasarkan jumlah kepemilikan, yaitu jumlah kepemilikan investor dan selanjutnya pengaruh atau kendali pada perusahaan yang diinvestasi (investee). Sekuritas ekuitas yang tidak mencerminkan kepemilikan pada perusahaan yang diinvestasi yang cukup signifikan kemudian dibedakan berdasarkan tujuan investasi. Oleh karena akuntansi investasi pada sekuritas utang dan sekuritas ekuitas berbeda, masing-masing akan dijelaskan secara terpisah.

Sekuritas Utang
Sekuritas utang mencerminkan hubungan kreditor dengan entitas lain. Misalnya obligasi pemerintah dan swasta, obligasi perusahaan dan wesel bayar, dan utang yang dapat dikonversi. Sekuritas utang dikelompokkan dalam kelompok diperdagangkan, dimiliki hingga jatuh tempo, atau tersedia untuk dijual. Panduan akuntansi sekuritas utang berbeda, tergantung dari jenis sekuritas. Tampilan 2.2 mendeskripsikan kriteria klasifikasi dan akuntansi untuk tiap kelompok sekuritas utang.
Sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity securities) - HTM Securities, merupakan sekuritas utang yang ingin dan mampu dimiliki manajemen hingga jatuh tempo. Sekuritas ini dapat jatuh tempo dalam jangka waktu pendek (di mana mereka diklasifikasikan sebagai aset lancar) atau jangka panjang (di mana mereka diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar). Perusahaan melaporkan sekuritas dimiliki hingga jatuh tempo jangka pendek (jangka panjang) di neraca pada biaya perolehan (biaya perolehan setelah amortasi). Tidak ada keuntungan atau kerugian belum direalisasi dari sekuritas ini yang diakui sebagai pendapatan. Pendapatan bunga serta keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi, termasuk amortasi premium atau diskon untuk sekuritas jangka panjang, diakui sebagai pendapatan. Klasifikasi sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo ini digunakan hanya untuk sekuritas utang.
Sekuritas yang diperdagangkan (trading securities) merupakan utang (atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh) yang dibeli dengan tujuan akan dikelola secra aktif dan dijual untuk mendapat keuntungan pada jangka waktu dekat. Sekuritas yang diperdagangkan adalah aset lancar. Perusahaan melaporkan sekuritas ini pada nilai pasar total pada tiap tanggal neraca. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi (perubahan nilai wajar sekuritas yang dimiliki) dan keuntungan atau
Klasifikasi dan Akuntansi Sekuritas Utang
AKUNTANSI
LAPORAN LABA RUGI
Kelompok
Deskripsi
Neraca
Keuntungan/Kerugian belum direalisasi
Lainnya
Dimiliki hingga jatuh tempo
Sekuritas yang diperoleh dengan niat dan kemampuan untuk dimiliki hingga jatuh tempo
Harga setelah amortasi
Tidak diakui sebagai komponen laba bersih maupun laba komprehensif
Mengakui realisasi keuntungan/kerugian dan pendapatan bunga dalam laba bersih
Diperdagangkan
Sekuritas yang dibeli untuk jangka pendek atau memperoleh keuntungan perdagangan (biasanya di bawah 3 bulan)
Nilai wajar
Diakui sebagai komponen laba bersih
Mengakui realisasi keuntungan/kerugian serta pendapatan bunga dalam laba bersih
Tersedia untuk dijual
Sekuritas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan maupun dimiliki hingga jatuh tempo
Nilai wajar
Tidak diakui sebagai komponen laba bersih namun diakui sebagai pendapatan komprehensif
Mengakui realisasi keuntungan/kerugian dan pendapatan bunga dalam laba bersih
kerugian yang telah direalisasi (keuntungan atau kerugian pada saat penjualan) termasuk pada penghitungan laba bersih. Pendapatan bunga dari sekuritas diperdagangkan dalam bentuk utang ini dicatat saat terjadinya. (Pendapatan dividen dari sekuritas ekuitas diperdagangkan diakui saat terjadinya.) Klasifikasi perdagangan digunakan untuk sekuritas utang maupun ekuitas.
Perubahan Kelompok InvestasiSekuritas yang tersedia untuk dijual (available-for-sell securities) merupakan sekuritas utang (atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh) yang tidak tergolong sekuritas diperdagangkan atau dimiliki hingga jatuh tempo. Sekuritas ini dapat dikelompokkan sebagai aset lancar atau tidak lancar, tergantung dari jangka waktu atau kapan manajemen berniat menjual sekuritas tersebut. Sekuritas ini dilaporkan berdasarkan nilai wajar pada neraca. Namun, perubahan pada nilai wajar tidak dimasukkan sebagai komponen laba melainkan dimasukkan sebagai komponen pendapatan komprehensif. Pada sekuritas tersedia untuk dijual, pendapatan bunga, termasuk amortasi premium atau diskon sekuritas jangka panjang, dicatat saat terjadinya, (Pada sekuritas ekuitas tersedia untuk dijual, dividen dicatat sebagai penghasilan saat terjadinya). Keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi dicatat sebagai bagian laba bersih. Klasifikasi sekuritas-tersedia-untuk-dijual digunakan untuk sekuritas utang maupun ekuitas.
Saat niat atau kemampuan manajemen untuk meneruskan tujuan memiliki sekuritas investasi berubah secara signifikan, sekuritas tersebut harus direklasifikasi (dipindahkan pada kelompok lain). Umumnya, sekuritas utang yang dikelompokkan sebagai ΓÇ£dimiliki hingga jatuh tempoΓÇ¥ tidak dapat dipindahkan menjadi kelompok lain kecuali pada keadaan luar biasa seperti merger, akuisisi, divestasi, penurunan tajam peringkat kredit, atau kejadian luar biasa lainnya. Pemindahan dari kelompok ΓÇ£tersedia untuk dijualΓÇ¥ menjadi ΓÇ£diperdagangkanΓÇ¥ biasanya juga tidak diperbolehkan. Namun, ketika pemindahan antar kelompok ini terjadi, sekuritas harus disesuaikan pada nilai wajarnya. Nilai wajar ini memastikan bahwa perusahaan yang mengubah kelompok sekuritas secara langsung mengakui nilai wajar (pada laporan laba ruginya). Hal ini juga mengurangi kesempatan perusahaan untuk menyembunyikan perubahan nilai wajar dengan mengubah sekuritas menjadi kelompok lain yang tidak mengakui perubahan nilai wajar sebagai bagian laba bersih. Tampilan 2.3 memberikan ringkasan akuntansi perubahan kelompok investasi.
Materi Selngkapnya dapat di download pada laman ini
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Investasi
Indikator Penilaian
- Menjelaskan tentang Aset lancer dan keandalannya
- Menjelaskan tentang Manajemen Kas dan Implikasinya
Topik Pembelajaran
- Sekuritas Derivatif
- Nilai wajar aser dan kewajiban finansial
- Konsolidasi perusahaan asing
- Pengembalian Investasi
-
Sekuritas Ekuitas
Sekuritas ekuitas (equtiy securities) mencerminkan bagian kepemilikan pada entitas lain. Contohnya meliputi saham biasa dan saham preferen serta hak untuk memperoleh atau menjual bagian kepemilikan, seperti waran, stock right, serta opsi beli (call option) dan opsi jual (put option). Saham preferen yang dapat ditarik kembali serta sekuritas utang yang dapat dikonversi tidak dapat dimasukkan sebagai sekuritas ekuitas (sekuritas tersebut diklasifikasi sebagai sekuritas utang). Dua motivasi utama perusahaan membeli sekuritas ekuitas adalah: (1) untuk memaksakan pengaruh pada direksi dan manajemen entitas lain (seperti pemasok, pelanggan, anak perusahaan) atau (2) untuk mendapatkan dividen dan penghasilan dari kenaikan harga saham. Perusahaan melaporkan investasi dalam sekuritas ekuitas berdasarkan kemampuan mereka untuk memengaruhi atau mengendalikan aktivitas perusahaan yang diinvestasi. Bukti kemampuan ini dicerminkan oleh presentase sekuritas dengan hak suara yang dimiliki oleh perusahaan investor. Presentase ini merupakan panduan dan dapat digantikan oleh faktor lain. Contohnya, pengaruh yang signifikan dapat dirundingkan melalui komunikasi walaupun tanpa presentase kepemilikan yang signifikan. Tampilan 2.4 memberikan ringkasan klasifikasi dan akuntansi sekuritas ekuitas.
Akuntansi untuk Perubahan Kelompok Investasi Sekuritas
PERUBAHAN
Dari
Menjadi
Dampak terhadap Penilaian Aset di Neraca
Dampak terhadap Laporan Laba Rugi
Dimiliki hingga jatuh tempo
Tersedia untuk dijual
Aset dilaporkan berdasarkan nilai wajar, bukan amortasi
Keuntungan atau kerugian belum direalisasi pada tanggal perubahan diakui dalam laba komprehensif
Diperdagangkan
Tersedia untuk dijual
Tidak ada pengaruh
Keuntungan atau kerugian belum direalisasi pada tanggal perubahan diakui dalam laba bersih
Tersedia untuk dijual
Diperdagangkan serius
Tidak ada pengaruh
Keuntungan atau kerugian belum direalisasi pada tanggal perubahan diakui dalam laba bersih
Tersedia untuk dijual
Dimiliki hingga jatuh tempo
Tidak ada pengaruh saat perubahan; namun, pada masa depan aset dinilai pada biaya perolehan setelah amortasi, bukan berdasarkan nilai wajar
Keuntungan atau kerugian belum direalisasi pada tanggal perubahan, dan dimasukkan dalam laba komprehensif
Klasifikasi dan Akuntansi Sekuritas Ekuitas
TIDAK PENGARUH
Ciri
Tersedia untuk Dijual
Diperdagangkan
Pengaruh Signifikan
Pihak yang mengendalikan
Kepemilikan
Kurang dari 20%
Kurang dari 20%
Antara 20%-50%
Di atas 50%
Tujuan
Investasi jangka panjang atau menengah
Investasi jangka pendek atau diperdagangkan
Besar pengendalian terhadap perusahaan
Pengendalian usaha seluruhnya
Dasar penilaian
Nilai wajar
Nilai wajar
Metode ekuitas
Konsolidasi
Neraca: nilai aset
Nilai wajar
Nilai wajar
Biaya akuisisi disesuaikan dengan bagian proporsional dari saldo laba investee dan amortasi yang sesuai
Neraca konsolidasi
Laporan Laba Rugi: Keuntungan belum direalisasi
Pada laba komprehensif
Pada laba bersih
Tidak diakui
Tidak diakui
Laporan Laba Rugi: Dampak pendapatan lain-lain
Mengakui dividen dan realisasi keuntungan/kerugian pada laba bersih
Mengakui dividen dan realisasi keuntungan/kerugian pada laba bersih
Mengakui bagian proporsional laba bersih investee dikurangi amortasi pada laba bersih
Laporan laba rugi konsolidasi
Tidak Memiliki Pengaruh - Kepemilikan Kurang dari 20%
Sekuritas ekuitas berbentuk saham preferen tanpa hak suara atau kurang dari 20% dari seluruh saham hak suara perusahaan yang diinvestasi, sekuritas ini dianggap tidak berpengaruh. Pada kasus ini, investor diasumsikan memiliki pengaruh minimal pada aktivitas perusahaan yang diinvestasi. Investasi ini dapat dikelompokkan sebagai sekuritas diperdagangkan atau tersedia untuk dijual berdasarkan niat dan kemampuan manajemen. Akuntansi untuk sekuritas ini telah dijelaskan pada penjelasan sekuritas sekuritas utang dalam kelompok yang sama.
Pengaruh Signifikan - Kepemilikan antara 20%-50%
Kepemilikan saham, meskipun kurang dari 50% saham dengan hak suara, dapat memberikan investor kemampuan untuk memengaruhi secara signifikan aktivitas usaha perusahaan yang diinvestasi. Pembuktian atas kemampuan investor untuk memaksakan pengaruh signifikan terhadap aktivitas usaha perusahaan yang diinvestasi diperlihatkan dalam berbagai cara seperti, perwakilan dan partisipasi manajemen atau perundingan yang berpengaruh sebagai hasil dari hubungan berdasarkan berdasarkan perjanjian. Jika tidak terdapat bukti yang berlawanan, investasi (langsung atau tidak langsung) sebesar 20% atau lebih (tetap kurang dari 50%) atas saham dengan hak suara perusahaan yang diinvestasi diasumsikan memiliki pengaruh signifikan. Investor memperlakukan investasi ini dengan metode ekuitas.
Metode ekuitas (equity method) mengharuskan investor untuk mencatat investasi awal sebesar biaya perolehan dan kemudian menyesuaikan akun investasi dengan bagian proporsi investor pada laba (atau rugi) perusahaan yang diinvestasi sejak akuisisi dan mengurangi akun investasi sebesar jumlah dividen yang diterima dari dari perusahaan yang diinvestasi.
Pihak yang Mengendalikan - Kepemilikan Lebih dari 50%
Kepemilikan lebih dari 50% disebut sebagai pihak yang mengendalikan (controlling investment) - di mana investor disebut sebagai induk perusahaan (holding company) dan perusahaan yang diinvestasi sebagai anak perusahaan (subsidiary). Untuk kepemilikan lebih dari 50%, perusahaan harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi.
Pilihan Nilai Wajar
Selama lebih dari 400 tahun, akuntansi keuangan sangat bergantung pada model biaya historis. Dengan model biaya historis ini, aset dan kewajiban dinilai berdasarkan harga yang diperoleh pada saat transaksi aktual di masa lalu. Contohnya, nilai tanah yang dilaporkan dalam neraca didasarkan atas harga ketika tanah tersebut pada awalnya dibeli; nilai persediaan barang jadi yang dilaporkan hanya ditentukan oleh biaya produksi berdasarkan harga input yang dibayarkan. Laba terutama ditentukan dengan mengakui pendapatan yang diperoleh dan direalisasi selama periode dan mengaitkan biaya dengan pendapatan yang diakui. Beberapa deviasi dari harga perolehan dapat dilakukan apabila dengan dasar konservatif. Contohnya, persediaan dapat dinilai dengan aturan harga perolehan atau harga pasar, dari harga mana yang lebih rendah (lower-of-cost-or-market-value LORCOM).
Alternatif model biaya historis ini adalah akuntansi penilaian wajar (fair value accounting). Dengan model akuntansi penilaian wajar, nilai aset dan kewajiban ditentukan oleh nilai wajar (biasanya harga pasar) pada saat tanggal pengukuran (kira-kira tanggal laporan keuangan). Sebagai contoh dengan model ini, nilai tananh yang dilaporkan dalam neraca akan mempresentasikan harga pasar pada tanggal neraca; dan nilai persediaan barang jadi yang dilaporkan akan merefleksikan perkiraan harga pasar pada saat tanggal neraca dikurangi oleh biaya langsung penjualan. Laba dengan model ini cukup merefleksikan perubahan bersih dalam nilai wajar aset dan kewajiban selama periode.
Akuntansi secara perlahan, tetapi pasti akan bergerak menuju model akuntansi penilaian wajar. Meskipun model akuntansi penilaian wajar ini hanya diaplikasikan secara terbatas sejak 20 tahun terakhir, terdapat kemajuan yang signifikan menuju adopsi yang lebih luas. SFAS 157 menyediakan pedoman dasar dalam mengadopsi model akuntansi penilaian wajar dan SFAS 159 merekomendasikan adopsi sukarela bagi kelas aset dan kewajiban yang lebih luas. Meskipun penggunaan akuntansi penilaian wajar masih terbatas pada aset dan kewjiban keuangan - seperti surat berharga atau instrumen utang - terdapat indikasi bahwa adopsi yang komprehensif dari akuntansi penilaian wajar untuk semua aset dan kewajiban - termasuk aset dan kewajiban operasi - mungkin dilakukan di masa depan.
Standar terbaru (SFAS 159) mengharuskan perusahaan untuk melaporkan secara selektif sekuritas-yang-dimiliki-hingga-jatuh-tempo dan sekuritas-tersedia-untuk-dijual pada nilai wajar. Jika sebuah perusahaan memilihi pilihan lain, akuntansi untuk sekuritas-tersedia-untuk-dijual dan sekuritas-yang-dimiliki-hingga-jatuh-tempo akan sama dengan dicatat dalam sekuritas yang diperdagangkan dibawah peraturan SFAS 115. Terutama, untuk semua saham investasi (diperdagangkan, tersedia-untuk-dijual, dimiliki-hingga-jatuh-tempo), (1) nilai tercatat pada neraca merupakan nilai wajar, dan (2) semua keuntungan dan kerugian yang tidak diakui akan dimasukkan dalam laba bersih. Pilihan nilai wajar dapat diaplikasikan secara selektif dan sukarela pada kelompok sekuritas manapun yang dipilih perusahaan, tapi sekali nilai wajar telah dipilih untuk suatu kelompok tertentu, perusahaan tidak dapat mengubah pilihan tersebut.
Pilihan nilai wajar tidak tersedia untuk investasi ekuitas yang perlu dikonsolidasi. Selain itu, juga tidak diperbolehkan sekuritas tersebut untuk mengaplikasikan akuntansi metode ekuitas.
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS OPERASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Operasi
Topik Bahasan
Konsep Pengukuran Laba
-
LABA
Laba adalah pendapatan dan keuntungan setelah dikurangi beban dan kerugian. Labamerupakan pengukuran aktivitas operasi dan ditentukan menggunakan dasar akuntansiakrual. Dalam hal ini akan menjelaskan tentang analisis dan interprestasi dari komponenlaba. Kita mempertimbangkan persyaratan pelaporan saat ini dan implikasinya terhadapanalisis komponen laba. Dalam hal ini juga akan membahas tentang penggunaan penyesuaian analitis yang dapat diterapkan pada komponen laba dan pengungkapanterkait untuk menyempurnakan analisis. Isi dan urutan pembahasan pada bab ini adalahsebagai berikut :
Pengkuran Laba
Konsep Laba
Laba meringkas dampak keuangan akibat aktivitas operasi suatu bisnis. Labamerupakan parameter paling penting dari kinerja keuangan perusahaan. Tujuan utamalaporan laba rugi adalah untuk menjelaskan bagaimana untuk menentukan laba, denganmelaporkan komponen pentingnya sebagai pos terpisah. Terdapat dua konsep alternatiflaba yaitu : Laba Ekonomi dan Laba Akuntansi, yang akan diuraikan sebagai berikut :
Konsep Laba Ekonomi
Laba ekonomi mengukur perubahan kekayaan bersih pemegang Laba permanen merupakan rata-rata laba stabil yang ditaksir dapat diperoleh perusahaan sepanjang umur, berbeda dengan laba ekonomi, yang mengukur perubahannilai perusahaan, laba permanen merupakan proporsi langsung dari nilai perusahaan.Umumnya, untuk perusahaan yang masih berlangsung, nilai perusahaan dapatdicerminkan dengan membagi laba permanen dengan biaya modalKonsep Laba Akuntansi
Laba akuntansi diukur berdasarkan konsep akuntansi akrual. Meskipun laba akuntansi mencakup baik aspek laba ekonomi maupun laba permanen, namun laba ini bukanmerupakan pengukuran laba secara langsung. Laba akuntansi merupakan produk lingkup pelaporan keuangan yang melibatkan standar akuntansi, mekanisme pengaturan, dan insentif manajer.Mengukur Laba Akuntansi
Laba akuntansi ditentukan dengan mengakui pendapatan dan biaya terkait.- Pendapatan Dan Keuntungan
Pendapatan merupakan arus masuk yang diperoleh atau arus kas masuk yang akan diperoleh yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung.Keuntungan merupakan arus masuk yang diperoleh atau arus kas masuk yang akan diperoleh yang berasal dari transaksi dan kejadian yang tidak terkait dengan aktivitasusaha perusahaan yang masih berlangsung.- Beban Dan Kerugian
Beban merupakan arus keluar yang terjadi atau arus keluar yang akan terjadi, atau alokasi arus kas keluar masa lampau yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yangmasih berlangsung. Kerugian merupakan penurunan aktiva bersih perusahaan yang berasal dari aktivitassampingan atau insidental perusahaan.Akuntansi beban dan kerugian sering kali melibatkan penilaian jumlah dan waktualokasi atas periode pelaporan. Dan arus kas keluar untuk biaya atau kerugian tidakselalu harus terjadi bersamaan saat pengakuan biaya dan kerugian tersebut.Laba dapat diklasifikasikan berdasarkan dua dimensi utama yaitu :- Laba Berulang Dan Tidak Berulang
Laba berulang dan tidak berulang perlu diidentifikasi dalam menentukan komponen laba permanen dan sementara. Laporan laba rugi biasanya menyajikan tiga alternatif pengukuran laba , yaitu :- Laba bersih, dianggap sebagai pengukuran laba baris terbawah, meskipunkenyataannya bukan.
- Pendapatan komprehensif, mencerminkan hampir seluruh perubahan pada ekuitasyang tidak berasal dari aktivitas pemilik. Ia merupakan perkiraan akuntan atas labaekonomi.
- Laba Intermediasi atau laba yang masih berlangsung, merupakan suatu pengukuryang tidak mencakup pos luar biasa, dampak kumulatif perubahan akuntansi, dandampak penghentian operasi.
- Laba Inti, merupakan pengukuran yang mengeluarkan semua pos yang tidak berulangyang dilaporkan dalam baris terpisah pada laporan keuangan.
Pengukuran laba yang benar terkait dalam dua hal, antara lain :- Ditetapkan berdasarkan tujuan analisis, laba memiliki dua peranan penting yang berbeda dan tidak mungkin diterapkan pada saat yang bersamaan, seperti: untukmengukur perubahan bersih pada ekuitas dan untuk memberikan estimasi kekuatanlaba yang berkelanjutan
- Laba akuntansi berasal hanya dari memasukkan, atau mengeluarkan, pos tertentu.Halini berarti pengukuran ini tetap merupakan pengukuran laba akuntansi dan terkaitdengan distorsi akuntansi.
Laba Operasi Dan Non Operasi
Laba operasi merupakan suatu pengukuran laba perusahaan yang berasal dari aktivitas operasi yang masih berlangsung, terdapat tiga aspek penting, yaitu :- Laba operasi terkait hanya dengan laba yang berasal dari aktivitas operasi.
- Laba operasi terpusat pada laba perusahaan secara keseluruhan dan bukan hanya untuk pemegang ekuitas.
- Laba operasi terkait hanya dengan aktivitas usaha yang masih berlangsung.
Materi Selengkapnya Dapat di Download pada laman ini:Laba nonoperasional mencakup seluruh komponen laba yang tidak tercakup dalam laba operasi. Memisahkan komponen yang terkait dengan aktivitas keuangan dengan komponen yang terkait dengan operasi yang dihentikan sering kali berguna saat menganalisis laba nonoperasi.
Pendapatan Komprehensif
Pendapatan komprehensif dihitung dengan menyesuaikan laba bersih dengan pos kelebihan kotor, yang jika digabung akan menjadi pendapatan komprehensif.
- Penghitungan pendapatan komprehensif dari suatu perusahaan Laba Bersih
- Pendapatan Komprehensif lainnya +/- Keuntungan/kerugian
- kepemilikan efek yang belum direalisasi +/- Penyesuaian translasi valuta asing +/- Penyesuaian tambahan kewajiban pension minimum
- +/- Keuntungan/kerugian kepemilikan instrumen derivatif yang belum direalisasi pendapatan komprehensif
Pendapatan komprehensif mencakup, yaitu :
- Surplus bersih, mencerminkan semua perubahan ekuitas pemegang saham yang berasal dari sumber selain transaksi pemilik.
- Surplus kotor, terjadinya penyesuaian ekuitas.
Pos Yang Tidak Berulang
Pos Luar Biasa
Pos luar biasa dapat dibedakan dari sifat tidak biasa dan jarang terjadinya. Sebagian besar pos luar biasa terkait dengan keuntungan dan kerugian dari pelunasan awal utang. Kedua sifat pos luar biasa dapat dijelaskan sebagai berikut :
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS OPERASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Operasi
Topik Bahasan
Dampak pos tidak berulang (Pos Luar Biasa)
-
Pos Luar Biasa
Pos luar biasa dibedakan dari sifatnya yang tidak lazim dan jarang terjadi. Sebelum SFAS 145 (yang berlaku efektif untuk tahun fiskal bulan Mei 2002) diberlakukan. Sebagian besar pos luar biasa merupakan keuntungan dan kerugian akibat bencana alam dan penyerahan aset. Walaupun demikian, proporsi perusahaan ΓÇôperusahaan yang melaporkan pos luar biasa telah mengalami penurunan yang signifikan.
Menurut standar akuntansi yang berlaku saat ini, hal inidikarenakan keuntungan dan kerugian yang berhubungan dengan penghapusan utang harus bersifat tidak lazim dan jarang terjadi (lihat pembahasan kita tentang persyaratan ini nanti) agar dapat diklasifikasikan sebagai pos luar biasa. Penjadwalan kembali utang umumnya tidak memenuhi kedua persyaratan tersebut.
Akuntansi Pos Luar Biasa- Untuk dapat memenuhi persyaratan luar biasa, suatu pos harus memiliki sifat yang tidak lazim dan jarang terjadi. Persyaratan- persyaratan tersebut didefinisikan sebagai berikut: Sifat yang tidak lazim, (unusual nature). Suatu peristiwa atau transaksi tidak normal dan tidak berhubungan, atau hanya kebutulan berhubungan dengan aktivitas rutin dan umum perusahaan.
- Jarang terjadi (infrequent occurence) suatu peristiwa atau transaksi yang sewajarnya tidak diharapkan akan terjadi dalam jangka pendek.
Pos luar biasa bersifat tidak berulang. Oleh karena itu, seorang analis akan mengeluarkan pos luar biasa ketika menghitung laba tetap. Pos luar biasa juga dikeluarkan dari laba ketika melakukan perbandingan antar waktu atau antar perusahaan. Namun, meskipun pos luar biasa bersifat sementara, pos ini menghasilkan biaya (atau keuntungan) bagi perusahan. Oleh sebab itu, seorang analis harus memasukkan seluruh jumlah pos luar biasa ketika menghitung laba ekonomi.
Operasi yang Dihentikan
Perusahaan terkadang melepas suatu divisi atau lini produk. Saat pelepasamn terkait segmen usaha yang dapat diidentifikasi secara terpisah ini terjadi, diperlukan perlakuan akuntansi khusus pada laporan laba rugi. Satu standar baru (SFAS 1440) memperluasa perlakuan ini sehingga memasukkan seluruh komponen suatu entitas (dan bukan hanya satu segmen usaha). Komponen satu entitas itu terdiri atas operasi (dan arus kas ) yang dapat dibedakan secara jelas, baik secara operasional maupun untuk tujuan pelaporan keuangan, dari usaha yang lain.
Analisis Operasi yang Dihentikan
Analisis beroperasi pada keputusan dan masa depan. Karena itu untuk tujuan analisis, seluruh dampak ooperasi yang dihentikan harus dikeluarkan dari laba berjalan dan masa lalu. Aturan ini berlaku tranpa melihat apakah tujuan analisis adalah menghitung laba ekonomi atau tetap atau menghitung laba operasi atau non-operasi. Penyesuaian bersifat langsung untuk tahun berjalan dan dua tahun sebelumnya karena perusahaan diwajibkan menyajikan kembali laporan laba rugi dan melaporkan laba rugi atau rugi operasi yang dihentikan secara terpisah. Informasi seperti ini tidak tersedia untuk tahun tahun sebelumnya.
Perubahan Akuntansi
Perusahaan dapat mengubah metode dan asumsi akuntansi yang mendasari laporan keuangan karena beberapa alasan. Terkadang, metode akuntansi diubah karena adanya standar akuntansi yang baru. Pada suatu kondisi tertentu, metode atau asumsi akuntansi diubah untuk dapat mencerminkan perubahan aktivitas atau kondisi usaha secara lebih baik.- Pelaporan Perubahan Akuntansi
- Perubahan Estimasi Akuntansi
- Penerapan prospektif, yaitu perubahan diterapkan pada periode dimana perubahan terjadi dan bila memungkinkan, periode-periode masa depan pada dan ketika suatu dampak terjadi (tidak ada penyajian kembali secara retroaktif).
- Penerapan pada catatan, yaitu mengungkapkan dampak perubahan terhadap laba bersih dan laba sebelum pos luar biasa (termasuk laba per lembar saham) hanya untuk periode berjalan, bahkan meskipun perubahan tersebut mempengaruhi periode mendatang.
Seorang analis mungkin ingin mengevaluasi dampak perubahan akuntansi terhadap laba ekonomi dan laba tetap. Untuk mengestimasi laba tetap, analis dapat menggunakan angka yang dilaporkan berdasarkan metode yang baru dan mengabaikan dampak kumulatif. Sebaliknya, mengestimasi laba periode berjalan, dampak tahun berjalan maupun kumulatif ikut diperhitungkan.
Pos Khusus
Pos khusus mengacu pada transaksi dan peristiwa yang tidak lazim atau jarang terjadi. Pos ini biasanya dilaporkan sebagai baris terpisah dalam laporan laba rugi sebelum laba dari usaha yang masih berlangsung.- Penurunan Nilai Aset
Penurunan nilai aset terjadi karena banyak alasan, antara lain penurunan nilai pasar aset, penurunan permintaan pasar atas produk aset tersebut, teknologi yang sudah ketinggalan zaman, dan perubahan strategi usaha perusahaan. SFAS menjelaskan prosedur untuk menentukan jumlah penurunan nilai, yaitu :- Penurunan nilai aset akan diakui ketika nilai tercatat aset lebih rendah dari taksiran arus kas masa depan aset tersebut yang tidak didiskonto. Nilai kerugian dihitung dari selisih nilai buku aset dengan nilai wajarnya, yaitu sebesar taksiran arus kas masa depan aset yang didiskonto jika nilai wajar aset tidak dapat ditentukan berdasarkan nilai pasar.
- Penurunan Nilai Aset Lainnya , Selain penurunan nilai aset jangka panjang, perusahaan terkadang menghapus nilai aset lain, seperti piutang, persediaan dan goodwill. Jika nilai persediaan dan piutang dapat ditentukan dengan tingkat akurasi yang layak, penghapusan nilai goodwill merupakan hasil dari proses penilaian sehingga terkadang bersifat subjektif.
- Beban Restrukturisasi Berbeda degan penurunan nilai aset, beban restrukturisasi biasanya berhubungan dengan perubahan besar dalam usaha dan strategi perusahaan. Restrukturisasi biasanya diikuti reorganisasi besar-besaran termasuk divestasi unit usaha, penghentian perjanjian kontraktual, penghentian lini produk, perampingan karyawan, perubahan manajemen, dan penghapusan nilai aset yang sering kali bersamaan dengan investasi baru dalam bentuk pabrik, peralatan dan tenaga kerja.
- Manajemen Laba dan Pos Khusus Sebagian besar pos khusus, baik itu frekuensi maupun besarannya, merupakan pengurang laba. Lebih jauh, proporsi perusahaan yang melaporkan pos-pos pengurang laba semakin meningkat. Kenaikan pos khusus ini semakin mencemaskan dan menjadi perhatian SEC. SEC memperingatkan bahwa teknik manajemen laba seperti penggunaan ΓÇ£beban restrukturisasi mandi besarΓÇ¥ (big bath) akan mengurangi kepercayaan terhadap pelaporan keuangan.
- Penyesuaian Laporan Laba Rugi Penting bagi seorang analis untuk melakukan penyesuaian dalam menentukan dampak beban khusus, khususnya untuk laba tetap. Laba tetap hendaknya mencerminkan profitabilitasperusahaan dalam kondisi normal. Kebanyakan beban khusus terdiri dari beban operasi yang mencerminkan laba tetap. Pada dasarnya, beban khusus mencerminkan kurang saji beban di masa lalu dan ΓÇ£investasiΓÇ¥ untuk perbaikan profitabilitas masa depan.
- Penyesuaian Pada Neraca Salah satu fokus utama standar penurunan nilai aset adalah neraca. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penyesuaian pada neraca : a) Sebagian beban restrukturisasi sering kali berbentuk persediaan. Artinya, pengaruh pada aset dan kewajiban akan tercermin secara bertahap ketika biaya aktual terjadi. b) Penghapusan aset akan menyebabkan menyebabkan bias konservatif dalam penyajian aset dan kewajiban.
Dari sudut pandang analisis, pengakuan akrual pendapatan (dan keuntungan) yang tidak sesuai dapat menyebabkan satu dari dua konsekuensi yang tidak diinginkan.- Jika perusahaan mencatat pendapatan terlalu dini atau terlambat, maka pendapatan itu akan diakui pada periode yang salah.
- Jika perusahaan mengakui pendapatan sebelum kepastian realisasi yang wajar, maka pendapatan kemungkinan akan dicatat pada satu periode dan kemudian dibatalkan atau dibalik di periode berikutnya. Ini akan membuat kelebihan pencatatan laba pada periode pertama dan kekurangan pencatatan pada peiode berikutnya. Kedua akibat ini akan memberikan dampak yang kurang baik pada pengukuran laba. Untuk mengatasinya, akuntansi menerapkan aturan yang ketat dan konservatif sehubungan dengan pengakuan pendapatan.
Aktivitas laba yang menghasilkan pendapatan telah selesai, dan tidak dibutuhkan usaha yang signifikan untuk menyelesaikan transaksi. Risiko kepemilikan dalam penjualan telah secara efektif berpindah pada pembeli. Pendapatan dan beban terkait diukur atau diestimasikan dengan tingkat ketelitian yang wajar. Pengakuan pendapatan biasanya menghasilkan kenaikan kas, piutang atau efek. Dalam kondisi-kondisi tertentu pengakuan akan menghasilkan kenaikan persediaan atau aset lain, atau penurunan kewajiban. Transaksi pendapatan yang wajar dengan pihak-pihak independen(bukan dengan pihakpihak pengawas). Transaksi pendapatan tidak ada pembatalan.
Pengakuan pendapatan biasanya menghasilkan kenaikan kas, piutang, atau efek. Dalam kondisi-kondisi tertentu pengakuan akan menghasilkan kenaikan persediaan atau aset lain, atau penurunan kewajiban. Transaksi pendapatan yang wajar dengan pihak-pihak independen (bukan dengan pihakpihak pengawas) Transaksi pendapatan tidak ada pembatalan (misalnya retur)- Ketidakpastian dalam Penagihan. Pendapatan Perusahaan menyisihkan cadangan piutang ragu-ragu (tidak tertagih) untuk mencerminkan ketidakpastian kemungkinan penagihan piutang dari penjualan kredit.
- Pengakuan Pendapatan Jika Terdapat Hak Pengembalian
- Jika pembeli berhak mengembalikan, pendapatan diakui pada saat penjualan hanya jika persyaratan berikut ini terpenuhi.
- Harga secara substansial telah ditetapkan atau ditentukan pada tanggal penjualan.
- Pembeli membayar penjual atau berkewajiban untuk membayar penjual (tidak bergantung pada apakah barang dapat dijual kembali).
- Kewajiban pembeli terhadap penjual tidak berubah meskipun terjadi pencurian atau kerusakan produk.
- Pembeli memiliki substansi ekonomi terpisah dari penjual.
- Penjual tidak memiliki kewajiban yang signifikan atas kinerja masa depan yang terkait dengan penjualan.
- Pengembalian dapat diestimasikan secara wajar.
Pendapatan Waralaba
Standar akuntansi mewajibkan para pemilik waralaba (franchisor) mengakui pendapatan komisi waralaba dari penjualan waralaba pada saat seluruh jasa atau kondisi material yang terkait dengan penjualan sebagian besar telah dilaksanakan atau dipenuhi oleh pemilik waralaba. Hal ini berlaku pula untuk biaya waralaba berjalan, penjualan produk, penjualan yang melalui agen, waralaba yang diperoleh kembali, biaya waralaba, pendapatan gabungan, serta hubungan antara pemilik waralaba dan pembeli waralaba (franchise).
Perjanjian Pembiayaran Produk
Perjanjian pembiayaan produk (product financing agreement) merupakan perjanjian yang melibatkan perpindahan atau akuisisi persediaan oleh sponsor yang (meskipun terkadang menyerupai penjualan persediaan) pada hakekatnya merupakan salah satu cara untuk membiayai persediaan. Intinya, jika satu pihak yang menanggung risiko dan imbalan kepemilikan memindahkan persediaan kepada pembeli dan pada transaksi yang terkait setuju membeli kembali produk tersebut pada harga dan waktu tertentu, atau menjamin harga jual kembali atas penjualan produk pada pihak ketiga, maka itu merupakan perjanjian pembiayaan produk dan dibukukan sesuai dengan transaksi pembiayaan, yaitu persediaan tetap disajikan pada laporan si penjual dan penjual tidak mengakui adanya pendapatan.
Pendapatan kontrak Akuntansi untuk kontrak konstruksi jangka panjang untuk barang-barang seperti bangunan, pesawat terbang, kapal, atau mesin berat memiliki masalah dalam penentuan pendapatan dan laba. GAAP mewajibkan perusahaan menggunakan metode persentase penyelesaian (percentage of completion method) jika taksiran untuk menyelesaikan suatu kontrak dan perkembangan dalam penyelesaian kontrak dapat diestimasi secara wajar. Estimasi laba umunya dilakukan dengan mencatat bagian dari perkiraan laba total berdasarkan rasio biaya yang terjadi saat ini dibagi dengan perkiraan total biaya. Metode estimasi lain yang dapat diterima didasarkan atas jumlah unit yang diselesaikan, estimasi teknik, atau unit yang diserahkan. Berdasarkan metode ini, kerugian berjalan atau antisipasi kerugian akan sepenuhnya diakui pada periode ketika kerugian itu pertama kali diketahui.
Pendapatan yang Belum Diterima Dalam kontrak pekerjaan jangka panjang- seperti kontrak jaminan produk dan kontrak pemeliharaan peranti lunak- pendapatan seringkali ditagih dimuka. Dalam kondisi seperti ini, pendapatan diakui secara proporsional sepanjang keseluruhan periode kontrak. Jumlah pendapatan yang masih belum diakui muncul di dalam neraca sebagai kewajiban yang disebut pendapatan yang belum diterima (unearned revenue).
Analisis Dampak Pengakuan Pendapatan
Pencatatan pendapatan merupakan peristiwa yang sangat penting dalam penentuan laba. Analisis kita harus melihat metode akuntansi untuk memastikan apakah mereka telah secara tepat mencerminkan realitas ekonomi. Kecendrungan dan insentif manajer untuk mengatur pendapatan menciptakan berbagai ketentuan tentang subjek pengakuan pendapatan oleh badan pengaturaan akuntansi. Walaupun demikian, analisis yang kita lakukan harus tetap memperhatikan pendekatan-pendekatan akuntansi yang menyalahi inti. Adanya masalah pengakuan pendapatan, SEC menyatakan keyakinannya bahwa ketidakpastian yang signifikan sehubungan dengan kemampuan penjual untuk merealisasikan penerimaan nontunai yang berasal dari transaksi, seringkali terjadi ketika pembeli memiliki sedikit modal, banyak kewajiban, atau jika aset pembli sebagian besar berasal dari penjual. Ciri-ciri ini akan menimbulkan kecurigaan tentang apakah pengakuan pendapatan telah memadai. Berikut kondisi yang menciptakan timbulnya pertanyaan tentang pengakuan pendapatan :- Kurangnya kecukupan modal ekuitas pada entitas pembeli selain ekuitas yang berasal dari penjual.
- Adanya kewajiban kontinjen, seperti jaminan utang atau perjanjian yang mewajibkan penjual memberikan kas ke entitas pembeli dalam situasi tertentu.
- Penjualan aset atau kegiatan operasi yang secara historis tidak dapat menghasilkan cukup arus kas operasi untuk mendanai layanan utang masa depan dan ekspektasi dividen. Pendapatan belum boleh diakui sampai;
- Arus kas aktivitas operasi cukup untuk mendanai layanan utang dan persyaratan dividen (atas dasar akrual)
- Investasi perusahaan pada entitas pembeli dapat dengan mudah diubah menjadi kas dan perusahaan tiidak memiliki kewajiban lagi menurut perjanjian utang atau perjanjian apapun yang mengharuskannya melakukan tambahan investasi pada entitas pembeli. Jumlah seluruh pendapatan yang ditangguhkan, termasuk penangguhan bunga atau pendapatan dividen, biasanya diungkapkan didalam neraca sebagai pengurang akun aset terkait. Catatan atas laporan keuangan biasanya memberikan penjelasan tentang transaksi-transaksi seperti itu termasuk komitmen dan kontijensi yang ada, serta metode-metode akuntansi yang diterapkan. Praktik yang berlaku pada umunya tidak memperkenankan mengakui pendapatan sebelum penjualan. Misalnya, kenaikan nilai pasar properti seperti tanah, peralatan, atau bangunan; peningkatan nilai kayu atau sumber daya alam; atau kenaikan nilai persediaan tidak diakui sebelum terjadi penjualan.
- Beban yang Ditangguhkan Beban yang ditangguhkan (deferred charge) merupakan biaya yang telah terjadi dan ditangguhkan karena diharapkan manfaatnya dapat dirasakan pada periode mendatang. Contoh biaya penelitian dan pengembangan serta pengeluaran peranti lunak komputer. Pada banyak kasus, biaya yang timbul dari aktivitas operasi diklasifikasikan sebagai beban yang ditangguhkan, sementara biaya yang timbul dari aktivitas investasi diklasifikasikan sebagai aset tidak berwujud. Motivasi dibalik penangguhan biaya adalah agar dapat mengaitkan biaya dengan manfaat yang diharapkan. Misalnya, jika perusahaan mengeluarkan biaya awal (start up) untuk mulai mengoperasikan fasilitas baru yang lebih baik atau lebih efisien, perusahaan tersebut dapat menangguhkan biaya tersebut dan disesuaikan (diamortisasi) dengan taksiran manfaat periode mendatang. D.1.
Penelitian bertujuan menemukan sesuatu yang baru, dan pengembangan adalah penerjamahan dari penelitian. Aktivitas penelitian dan pengembangan (litbang) tidak termasuk dalam perubahan rutin atau berkala atas operasi yang sedang berjalan, riset pasar, dan aktivitas pengujian.
Akuntansi Untuk Peenelitian dan Pengembangan Akuntansi beban litbang memiliki beberapa masalah. Alasan dibalik kesulitan dalam akuntansi litbang meliputi- Tingginya ketidakpastian manfaat akhir yang diperoleh dari aktivitas litbang.
- Sering kali dibutuhkan waktu yang cukup panjang antara dimulainya aktivitas litbang hingga keberhasilannya dapat ditentukan.
- Masalah evaluasi yang disebabkan oleh sifat tidak berwujud sebagian besar aktivitas litbang.
- Bahan baku, peralatan, dan fasilitas yang dibeli atau dibuat untuk proyek litbang tertentu, atau aset tidak berwujud yang dibeli dan tidak memiliki penggunaan masa depan alternatif.
- Bahan baku yang digunakan dalam aktivitas litbang; dan penyusutan peralatan atau fasilitas, dan amortisasi aset tidak berwujud yang digunakan dalam aktivitas litbang dan memilki penggunaan masa depan alternatif.
- Gaji dan pengeluaran lain yang berhubungan dengan karyawan yang terlibat dalam aktivitas litbang.
- Jasa yang diberikan pihak lain sehubungan dengan aktivitas litbang.
- Alokasi biaya tidak langsung diluar biaya umum dan administrasi yang tidak secara langsung berhubungan dengan aktivitas litbang.
Akuntansi pengeluaran litbang merupakan solusi mudah untuk fenomena yang rumit. Ketidakpastian manfaat membatasi kapitalisasi litbang. Meskipun demikian, membebankan biaya litbang akan mengurangi kegunaan laba. Analisis kita mengakui bahwa meskipun akuntansi saat ini hampir dipastikan tidak akan melakukan lebih saji terhadap aset litbang, dapat mengakibatkan kerugian karena tidak memiliki ukuran yang jelas dari hubungan pengeluaran dengan pendapatan yang timbul akibat aktivitas litbang. Namun, analisis tersebut mampu mencapai keseragaman akuntansi aktivitas litbang dan terhindar dari pertimbangan sulit terkait dengan kebijakan kapitalisasi dan penangguhan.
Namun, tidak diakuinya litbang dalam akuntansi, gagal untuk melayani kebutuhan dan kepentingan para pemakai laporan keuangan secara efektif. Kebijakan penangguhan biaya litbang memberikan manajemen dan auditor independennya, yang secara rutin berhubungan dengan ketidakpastian dan estimasi, kesempatan untukk menyampaikan informasi yang berguna tentang pengeluaran litbang. Untuk menilai kualitas dan potensi nilai pengeluaran litbang, kita perlu mengetahui lebih dari sekedar beban litbang periodik. Informasi yang harus ada berkaitan litbang yaitu berdasarkan kategori, kelayakan teknik, kelangsungan komersial, dan kemungkinan proyek dinilai dan dievaluasi kembali secara berkala.
Apa yang dapat dengan aman diasumsikan adalah pembebanan pengeluaran litbang akan menghasilkan neraca yang lebih konservatif. Kita harus menyadari bahwa dengan kurangnya informasi mengenai potensi manfaat, kita juga tidak mengetahui kemungkinan kerugian yang akan menimpa perusahaan jika dipaksa mengeluarkan dana tambahan pada proyek litbang yang menjanjikan, tetapi sangat riskan mengalami kegagalan.
Beban Peranti Lunak Komputer
Pengembangan peranti lunak computer merupakan aktivitas khusus yang tidak sesuai dengan pengeluaran aktivitas litbang normal. Pengembangan peranti lunak untuk tujuan pemasaran merupakan aktivitas berjalan yang langsung mengarah pada pendapatan berjalan atau masa depan. Pada suatu titik dalam siklus pengembangan peranti lunak, biaya perlu ditangguhkan dan dikaitkan dengan pendapatkan masa depan. Praktik akuntansi yang berlaku saat ini untuk pengeluaran peranti lunak computer yang akan dijual, disewakan, atau dipasarkan dengan cara lain mengidentifikasi satu titik yang disebut kelayakan teknologi (technological feasibility) dimana biaya dikapitalisasi dan dikaitkan dengan pendapatan dimasa mendatang. Sampai tercapainya titik kelayakan teknologi ini, seluruh pengeluaran dibebankan saat terjadi (sama dengan litbang). Pengeluaran yang terjadi setelah kelayakan teknologi, hingga produk tersebut siap dipasarkan kepada pelanggan, dikapitalisasi sebagai asset tidak berwujud. Biaya tambahan untuk menggandakan peranti lunak dari master dan mengemasnya untuk distribusi merupakan persediaan dan dibebankan terhadap pendapatan sebagai harga pokok penjualan.
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan pada Industri Pertambangan
Pencarian cadangan sumber daya alam baru merupakan hal yang penting bagi perusahaan pada bidang industri pertambangan. Industri ini meliputi minyak, gas bumi, logam, batu bara, dan mineral non-logam. Pentingnya industri ini dan khususnya masalah akuntansinya layak mendapat perhatian khusus. Sama halnya seperti aktivitas litbang, pencarian dan pengembangan sumber daya alam memiliki sifat yang berisiko tinggi. Risiko yang terkait dengan ketidakpastian dan dalam penentuan laba, ketidakpastian menimbulkan masalah pengukuran dan pengakuan. Untuk industry pertambangan, masalahnya adalah apakah biaya ekspolarasi dan pengembangan yang secara wajar diharapkan akan diperoleh kembali dari penjualan sumber daya alam dibebankan ketika terjadi atau dikapitalisasi dan diamortisasi sepanjang perkiraan periode manfaat dimasa mendatang.
Materi selengkapnya dapat di download pada pertemuan ke 12 -
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS OPERASI
- Pendapatan dan beban (risiko dan analisis laporan keuangan),
- Implikasi Beban TangguhanCapaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Operasi - Pendapatan dan Beban
-
Materi kita pada pertemuan hari ini masih lanjutan dari materi pada pertemuan ke 13, silahkan di baca materinya. anda pat download di halaman ini :https://lms.darmajaya.ac.id/mod/glossary/view.php?id=148433
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menjawab Soal Ujian Akhir Semester Genap TA. 2020/2021 oleh Allah Swt - Tuhan yang maha Kuasa, aamiin
NASEHAT
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-

Soal Ujian Matakuliah Analisa Laporan Keuangan dapat anda download pada laman ini, Jawablah soal tersebut di kertas bertulis dengan ketentuan:
- Tulislah jawaban anda dengan di tulis tangan pada lembar jawaban anda.
- Di dalam lembar jawaban paling atas, tulislah Nama, NPM, dan Kelas, serta Matakuliah.
- Setelah selesai anda menjawabnya, Scanlah jawaban anda dalam bentuk PDF atau JPG
- Upload Jawaban Anda pada laman Upload Jawaban UAS di LMS ini
Semoga sukses dalam mengerjakannya, terimakasih
-
Silahkan Upload Jawaban UAS Anda di laman ini palaing lambat tanggal 29 Juli 2021 Pukul 23:59 WIB
-
