Garis besar topik
-
Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun
Alhamdulilah kita bertemu lagi di perkuliahan daring kita di minggu ke 12. Apaka kabar kalian semua?Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Tetap mematuhi protokol kesehatan ya.... Selamat datang dimata kuliah Riset SDM dengan bahasan Uji Reabilitas dan Validitas. Silahkan untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi kita hari ini. Semua lengkap di lms. Kalian juga dapat mempelajari dari buku Metopel karangan Suliyanto. Ada forum diskusi untuk membuat kajian analisis apa yang di maksud dengan Uji Reabilitas dan Uji Validitas. Silahkan masukkan hasil analisis kalian di laman forum diskusi. Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wr
-
Uji Validitas dan Reabilitas/
a. Alasan perlunya uji validitas dan reabilitas
b. Uji Validitas
c. Uji Reabilitas
Praktik Uji Validitas
-
Memahami Uji Validitas dalam Penelitian
Validitas berhubungan dengan suatu peubah mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas dalam penelitian menyatakan derajat ketepatan alat ukur penelitian terhadap isi sebenarnya yang diukur.
Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan dalam suatu hal, mengukur apa yang diukur. Dikatakan pula bahwa uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mengungkapkan apa yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika tes tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dilakukannya tes tersebut. Suatu tes menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah.
Teknik pengujian SPSS sering digunakan sebagai cara uji validitas. Dan yang digunakan adalah korelasi Bivariate Pearson (Produk Momen Pearson) dan Corrected Item-Total Correlation.
Cara Uji Validitas Instrumen
Validitas instrumen dapat dibuktikan dengan beberapa bukti. Bukti-bukti tersebut antara lain secara konten, atau dikenal dengan validitas konten atau validitas isi, secara konstruk, atau dikenal dengan validitas konstruk, dan secara kriteria, atau dikenal dengan validitas kriteria. Berikut penjelasan selengkapnya;
- Validitas Konten
Validitas konten atau validitas isi fokus memberikan bukti pada elemen-elemen yang ada pada alat ukur dan diproses dengan analisis rasional. Validitas konten dinilai oleh ahli. Saat alat ukur diuraikan dengan detail maka penilaian akan semakin mudah dilakukan. Beberapa contoh elemen yang dinilai dalam validitas konten adalah sebagai berikut;
- Definisi operasional variabel
- Representasi soal sesuai variabel yang akan diteliti
- Jumlah soal
- Format jawaban
- Skala pada instrumen
- Penskoran
- Petunjuk pengisian instrumen
- Waktu pengerjaan
- Populasi sampel
- Tata bahasa
- Tata letak penulisan (format penulisan)
Setelah melakukan uji validitas konten kepada ahli, kemudian instrumen direvisi sesuai saran/masukan dari ahli. Instrumen dinyatakan valid secara konten tergantung dari ahli. Ahli bebas memberikan penilaian apakah instrumen ini valid atau tidak.
Indikator bahwa suatu instrumen telah valid adalah ahli sudah menerima instrumen, baik secara isi maupun formatnya, tanpa ada perbaikan kembali. Jika setelah revisi ahli masih meminta ada perbaikan, maka revisi masih perlu dilakukan hingga ahli benar-benar menerima instrumen tanpa perbaikan lagi (Fraenkel, Wallen, & Hyun, 2012).
- Validitas Konstruk
Validitas konstruk fokus pada sejauh mana alat ukur menunjukkan hasil pengukuran yang sesuai dengan definisinya. Definisi variabel harus jelas agar penilaian validitas konstruk mudah. Definisi tersebut diturunkan dari teori.
Jika definisi telah berlandaskan teori yang tepat, dan pertanyaan atau pernyataan item soal telah sesuai, maka instrumen dinyatakan valid secara validitas konstruk (Fraenkel, Wallen, & Hyun, 2012).
- Validitas Kriteria
Validitas kriteria fokus pada membandingkan instrumen yang telah dikembangkan dengan instrumen lain yang dianggap sebanding dengan apa yang akan dinilai oleh instrumen yang telah dikembangkan. Instrumen lain ini disebut sebagai kriteria. Ada dua jenis validitas kriteria:
- Validitas Kriteria Prediktif, dan
- Validitas Kriteria Bersamaan (Concurrent).
Perbedaan kedua cara uji validitas kriteria tersebut terletak pada waktu pengujian instrumen dengan kriterianya. Jika pengujian instrumen dan kriterianya dilakukan pada waktu yang berbeda, maka disebut dengan validitas kriteria prediktif, sedangkan jika pengujian instrumen dengan kriterianya dilakukan pada waktu yang bersamaan maka disebut dengan validitas kriteria bersamaan (concurrent). Hasil dari uji instrumen dan kriterianya kemudian dihubungkan dengan uji korelasi.
-