Garis besar topik
-
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Taaaaabikk puuunnn....
Puji syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan hidayahnya kita bisa bertemu di semester ini. Selamat datang mahasiswa yang saya sayangi dan saya banggakan. Selamat bergabung di matakuliah yang saya ampu yaitu matakuliah Riset SDM. Harapannya semoga kalian semua dalam keadaan sehat wal'afiat tidak kurang suatu apapun. Walau masih masa pandemi corona, semoga kalian tetap semangat untuk terus belajar dan mendapatkan ilmu di matakuliah Riset SDM.
Mata kuliah Riset SDM dengan sistem Hybrid. Dimana sebagian mahasiswa belajar secara luring dan sebagian mahasiswa belajar secara daring. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada peminatan MSDM, mahasiswa semester 6, terutama terkait dengan bidang studi : Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Mata kuliah Riset SDM ini memiliki beban SKS sebesar 4 SKS, dengan kode Matakuliah : MAN 20460 dengan total pertemuan sebanyak 30 pertemuan sudah termasuk UTS dan UAS.
Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, semoga Allah mempermudah dan melancarkan proses belajar dan mengajar serta perkuliahan kita . Aamin....
Salam sehat dan tetap semangat !!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Betty Magdalena,S.Pd.,MM
-
-
Matakuliah ini mempelajari mengenai Gambaran Ringkas Riset SDM, Penetapan Masalah Dalam Riset, Teori dan Hipotesis, Rancangan Penelitian, Metode Pengumpulan Data, Metode Pengambilan Sampel, Variabel dan Instrumen, Analisis dan Intepretasi Data dan Laporan Riset.
-
Sikap
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius
2. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri
Keterampilan Umum:
3. Menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan/atau teknologi sesuai dengan bidang manajemen
CP Keterampilan Khusus
4. Menyusun rencana strategis pengelolaan SDM
5. Mampu melakukan fungsi control dan evaluasi atas kegiatan operasional SDM
CP Pengetahuan
6. Mampu melakukan riset dibidang SDM
-
Struktur Pelaksanaan Perkuliahan matakuliah RISET SDM semester genap tahun akademik 2020/2021 menggunakan sistem pembelajaran hybrid. Adapun struktur pelaksanaan adalah sebagai berikut :
1. Mahasiswa dengan Nomor Urut Ganjil ΓÇô dari Presensi Kehadiran No. 1, 3, 5, dst. ΓÇô mengikuti perkuliahan Tatap Muka (masuk kelas); dan, mengikuti perkuliahan online di pertemuan minggu genap
2. Mahasiswa dengan Nomor Urut Genap ΓÇô dari Presensi Kehadiran No. 2, 4, 6, dst. ΓÇô mengikuti perkuliahan Tatap Muka (masuk kelas); dan, mengikuti perkuliahan online di pertemuan minggu genap.
3. Mahasiswa didik diwajibkan membaca setiap materi dan konten yang diberikan per pokok bahasan, yang diikuti dengan secara aktif berpartisipasi dalam diskusi dan pengerjaan latihan soal yang telah tersedia.
4. Setiap tiga pokok bahasan selesai, peserta didik akan diberikan tugas yang harus dikumpulkan dalam waktu tidak lebih dari satu bulan (30 hari kerja).
5. Setelah peserta didik menguasai 6 (enam) pokok bahasan, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UTS.
6. Pada saat seluruh pokok bahasan telah dipahami dan dipelajari oleh peserta didik, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UAS.
7. Semua bentuk aktivitas selama perkuliahan harus terdata di LMS ini
8. Diharapkan seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan mata kuliah ini dalam kurun waktu antara 4-6 -
-
MODEL ASSESMENT
Range
Nilai
Bobot
80 - 100
A
4
75 ΓÇô 79.5
A-
3.75
70 ΓÇô 74.5
B+
3.5
65 ΓÇô 67.5
B
3
55 ΓÇô 64.5
C
2
30 ΓÇô 54.5
D
1
<30
E
0
-
Bobot Penilaian
Mahasiswa akan dievaluai penguasaan dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut !
1. Presensi Kehadiran (10%)
2. Tugas Terstruktur (25%)
3. Ujian Tengah Semester (25%)
4. Ujian Akhir Semester (25%)
5. Etika (15 %) -
BERIKUT ADALAH NAMA MAHASISWA DAN NPM, PESERTA PERKULIAHAN RISET SDM, KELAS 6 MA-P2
-
-
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Salam sehat. Apa kabar semuanya. Miss harap semua sehat ya. Selamat datang di perkuliahan Riset SDM. Untuk pertemuan pertama ini Miss sudah share ke kalian Materi dan PPT tentang Gambaran Riset SDM berikut sub babnya. Silahkan kalian pelajari dulu. Saya juga tambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi pertama hari ini. Ada forum diskusi tempat kalian bertanya atau menanggapi tentang Materi pertemuan pertama ini. Tetap semangat ya dan selalu aktif. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
GAMBARAN RISET SDM :
1. Informasi dan Keputusan SDM.
2. Keunikan SDM.
3. Perananan Informasi Dalam Pengambilan Keputusan SDM.
4. Pengertian Riset SDM
5. Peranan Riset SDM
6. Topik Terkini tentang Riset SDM
-
PENGERTIAN KONSEP RISET SDM1. Pengertian Riset SDMPada mulanya riset merupakan ruang lingkup dari tugas manajemen suatuperusahaan, sejalan dengan hakikat pengawasan itu sendiri hingga menjadi fungsi dari setiaplevel manajemen. Sehingga semakin besar organisasi suatu perusahaan, memungkinkanperusahaan memiliki cabang yang tersebar di seluruh negeri dan bahkan hingga ke luarnegeri. Dengan demikian, kegiatan riset tidak mungkin lagi dirangkap secara fungsional olehpara manajer / departemen tertentu karena akan kehilangan objektivitas dan indenpendensi dalam pelaksanaan tugasnya. Sehingga terkadang diperlukan suatu organisasi yang berdirisendiri terpisah dari kegiatan rutin.Riset Sumber Daya manusia merupakan suatu proses sistematik dan formal yangdidesain untuk mengukur biaya dan manfaaat keseluruhan program Manajemen Sumber Daya Manusia dan untuk membandingkan efisiensi dan efektivitas keseluruhan program Manajemen Sumber Daya Manusia tersebut dengan kinerja organisasi di masa lalu, kinerja organisasi lain yang dapat dibandingkan efektivitasnya, dan tujuan organisasi, merupakan suatu proses sistematik dan formal untuk mengevaluasi kompatibilitas fungsi Sumber Daya Manusia dengan tujuan dan strategi implementasi berbagai fungsi SDM, kebijakan danprosedur SDM serta kinerja setiap program SDM.Riset digunakan untuk memperoleh informasi yang objektif dan konstan. Informasi yang objektif dan konstan ini sangat diperlukan dalam rangka melakukan pengawasan dan pengendalian.Riset sumber daya manusia (Human Resources Research) adalah kegiatan menghimpun dan menginvestigasi berbagai fakta yang terkait dengan berbagai masalah sumber daya manusia guna menghilangkan atau mengurangi masalah yang terjadi.Riset sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai semua kegiatan yang melibatkan proses perencanaan, pengumpulan, penganalisisan, dan pelaporan informasi dengan tujuan memperbaiki pembuatan keputusan yang berkaitan dengan pengidentifikasian, pemecahan masalah, dan penentuan peluang dalam SDM.Dari pengertian ini, dapat ditarik beberapa poin utama, yaitu:a. Terdiri atas beberapa tahap ΓÇô merupakan suatu proses,b. Hasil akhir berupa informasi, danc. Ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan manajemen SDM.Riset SDM diharapkan memberikan informasi berkualitas sebagai kompas atau alat bantu pengambilan keputusan. informasi dikatakan berkualitas jika memenuhi kriteria relevan, akurat, realibel, valid dan aktual yang berguna bagi manajemen.┬╖ Relevan berarti informasi yang disediakan berhubungan dengan masalah riset SDM.┬╖ Akurat menunjukkan tingkat ketepatan informasi yang diberikan┬╖ Realibel berarti informasi tersebut dapat dipercaya kebenarannya┬╖ Valid menunjukkan informasi tersebut memiliki kekonsistenan.┬╖ aktual artinya informasi masih baru atau tidak ketinggalan zaman, sehingga masih sesuai dengan konteks waktu saat keputusan akan dibuat.2. Menurut Para Ahli┬╖ Riset SDM adalah penilitian sistematik SDM sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan organisasional dan pribadi perusahaan. ( Agus Sunyoto, 2008 dalam buku Akhmad Subheki, 2011 )┬╖ Riset SDM merupakan penilitian sistematis SDM perusahaan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan organisasi dan individu. ( Henry Simamora, 2001. )┬╖ Riset SDM adalah aktifitas dan proses untuk mengoptimalisasikan tujuan organisasional dan pribadi. ( Dr.Hj.Iriani Ismail, Dra,.MM. )Riset SDM yaitu suatu pemeriksaan atau pengujian yang teliti dan kritis dalam mencari fakta atau prinsip penyelidikan yang tekun guna memastikan suatu hal. (Ndraha, 1998 dalam buku Husein Umar. )Riset adalah suatu proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai arsesi tentang kegiatandan kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antar arsesi tersebut dan kriteriayang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan. (Dalam Sukrisno Agoes 2004:1)Menurut Gomez-Mejia (2001:28), Riset sumber daya manusia merupakantinjauan berkala yang dilakukan oleh departemen sumber daya manusia untuk mengukur efektiovitas penggunaan sumber daya manusia yang terdapat di dalam suatu perusahaan.3. Perencanaan, Rekrutmen, dan Seleksi SDMRencana-rencana mestilah disusun untuk merekrut, menyeleksi dan menahan karyawan yang produktif. Setiap organisasi memiliki kepribadian yang berbeda seperti halnya seorang individu. Oleh karena itu, organisasi harus mencoba untuk mencari kecocokan kebutuhan-kebutuhan mereka dan kebutuhan karyawan. Riset membantu menjelaskan mengapa seseorang bisa sukses di suatu perusahaan tapi gagal di perusahaan yang lain, meskipun pekerjaannya serupa.Riset rekrutmen diarahkan pada penentuan bagaimana individu-individu dengan potensi tinggi dapat didorong untuk melamar pekerjaan. Perusahaan perlu menentukan sumber yang paling mungkin menyediakan kandidat yang berkualitas untuk pekerjaan-pekerjaan mereka. Hanya sedikit gunanya mengetahui kualitas-kualitas yang harus dimiliki oleh calon karyawan dan tidak mengetahui di mana dan bagaimana merekrut mereka.Tujuan riset seleksi sumber daya manusia menentukan calon karyawan dengan potensi paling besar untuk sukses. Definisi karyawan yang sukses berbeda dari satu organisasi yang lain. Riset-riset ini sering mencoba untuk menentukan faktor-faktor (seperti latar belakang, pengalaman, pendidikan, dan nilai tes) yang dapat digunakan untuk membedakan pelamar yang sukses dari yang kurang sukses.4. Pengembangan SDMRiset juga penting dalam bidang pengembangan SDM. Penelitian dapat menetukan karyawan yang dapat memanfaatkan pelatihan. Sebagai contoh, tingkat kesalahan yang tinggi yang dihubungkan dengan karyawan tertentu dapat menunjukan kebutuhan untuk pelatihan tambahan.Riset dalam program pelatihan mungkin dibutuhkan: apakah karyawan dipersiapkan dengan lebih baik untuk melakukan pekerjaan mereka setelah pelatihan, atau apakah pelatihan merupakan suatu pelaksanaan yang sia-sia? Pelatihan dan pengembangan adalah mahal dan biaya-biayanya mestilah diberikan pembenaran.5. Pengertian Konsep Riset SDMKata Konsep berasal dari bahasa latin conceptum, yang artinya sesuatu yang dipahami. Aristoteles dalam bukunya "The classical theory of concepts" menyatakan bahwa konsep merupakan penyusun utama dalam pembentukan pengetahuan ilmiah dan filsafat pemikiran manusia.Secara garis besar definisi konsep adalah suatu hal umum yang menjelaskan atau menyusun suatu peristiwa, objek, situasi, ide, atau akal pikiran dengan tujuan untuk memudahkan komunikasi antar manusia dan memungkinkan manusia untuk berpikir lebih baik. Pengertian lainnya mengenai konsep ialah abstraksi suatu ide atau gambaran mental, yang dinyatakan dalam suatu kata atau simbol. Konsep dinyatakan juga sebagai bagian dari pengetahuan yang dibangun dari berbagai macam karakteristik. Pengertian konsep juga dikemukakan oleh beberapa ahli.menurut Umar (2004:51), konsep merupakan sejumlah teori yang berkaitan dengan suatu objek. Soedjadi (2000:14) Pengertian konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk menyimpan klasifikasi atau kategorisasi umumnya dinyatakan dengan istilah atau serangkaian kata. Bahri (2008:30) Pengertian konsep adalah unit yang mewakili sejumlah objek yang memiliki karakteristik yang sama. Orang-orang yang memiliki konsep mampu membuat abstraksi dari obyek yang dihadapi, sehingga objek ditempatkan dalam kelompok-kelompok tertentu. Singarimbun dan Effendi (2009) Pengertian konsep adalah generalisasi dari kelompok tertentu dari fenomena, sehingga dapat digunakan untuk menggambarkan fenomena barbagai yang sama. "Konsep pemahaman terpadu masalah atau isu dirumuskan.dapat disimpulkan ΓÇ£Sekumpulan gagasan atau ide yang sempurna dan bermakna berupa abstrak, entitas mental yang universal dimana mereka bisa diterapkan secara merata untuk setiap ekstensinya sehingga konsep membawa suatu arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri yang sama dan membentuk suatu kesatuan pengertian tentang suatu hal atau persoalan yang dirumuskanΓÇ¥.Konsep diciptakan dengan menggolongkan dan mengelompokkan objek-objek tertentu yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Dengan demikian menurut penulis konsep merupakan penggabungan beberapa teori yang berkaitan dengan objek suatu penelitian. Hal ini guna mempermudah suatu penelitian. Dengan mengetahui teori dan konsep dalam suatu penelitian maka di harapkan penelitian yang akan dilakukan tidak mengambang dan terlalu melebar dari pokok bahasan yang akan di teliti. Selain itu pengumpulan dan penyusuan teori -teori serta data-data yang terkait dalam penelitian ini disesuaikan dengan maksud dan tujuan penelitian.
-
SILAHKAN UNTUK MEMBUAT KESIMPULAN SEDERHANA DARI DUA BAHAN BACAAN DIATAS. SHARE JAWABAN KALIAN DI FORUM DISKUSI INI. TERIMA KASIH.
-
-
-
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Apa kabar semuanya. Miss harap semua sehat tidak kurang suatu apa pun. Alhamudilah ketemu lagi di perkuliahan minggu ke 2 di mata kuliah Riset SDM dengan topik Penetapan Masalah Riset. Untuk pertemuan minggu ini Miss sudah share ke kalian Materi dan PPT tentang apa itu Penetapan Masalah Riset, bagaimana menentukan masalah dalam suatu penelitian Riset dan bagaimana menjawab tentang permasalahan di penelitian tersebut. Silahkan kalian pelajari dulu. Saya juga menambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi ke dua hari ini. Ada video tentang mengenai menetapkan masalah Riset. Ada forum diskusi tempat kalian bertanya atau menanggapi berdasarkan PPT yang miss sajikan. Tetap semangat ya dan selalu aktif. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
a. Pengertian permasalahan riset
b. Sumber masalah dalam riset SDM
c. Menggali masalah terkait SDM
d. Kualitas masalah riset
e. Praktik mencari sumber masalah dalam riset sdm
-
Penetapan masalah dalam riset SDM merupakan langkah yang pertama dan paling penting dalam riset SDM. Untuk menetapkan masalah riset dengan tepat, periset dapat menggunakan beberapa pedoman. Pertama, periset perlu menempatkan masalah sebagai titik awal proses riset SDM (Buttler, 1994). Proses Riset SDM harus dimulai dari masalah, bukan dari tahap ΓÇô tahap lain. Penetapan masalah yang dilakukan setelah riset dijalankan membawa dampak negative, sebab arah riset menjadi tidak jelas. Alhasil pelaksanaan riset tidak efektif dan efisien. sesuatu yang tampak sehingga mudah dikenali. Perlu kejelian dalam hal ini karena banyak manajer maupun periset yang terjebak hanya meneliti gejala. Padahal informasi yang perlu diketahui adalah sesuatu yang melandasi gejala. Gejala hanyalah kondisi yang mengindikasikan adanya masalah (Buttler, 1994). Gejala dalam SDM tentu tidak terbatas atau tidak bisa diseragamkan, sebab bersifat kasus per kasus unutk setiap perusahaan.Berikut beberapa contoh gejala yang biasanya menjadi keluhan para manajer SDM :ΓÇó Prestasi kerja menurunΓÇó Jumlah keluhan meningkatΓÇó Jumlah ketidakhadiran karyawan tinggiΓÇó Jumlah keterlambata karyawan tinggiΓÇó Karyawan sering berdemo dan mogok kerjaDisini tugas riset SDM adalah mengetahui lebih dalam masalah ΓÇô masalah sebenarnya dibalik munculnya gejala tersebut. Untuk bisa memahami alur dengan baik, periset harus mendapatkan informasi mendasar mengenai karyawan dengan teliti.
PEDOMAN PENETAPAN MASALAH
Periset perlu menetapkan masalah sebagai titik awal proses riset. Proses riset harus dimulai dari masalah, bukan dari tahap-tahap lain. Periset perlu mengikuti alur; gejala --- masalah --- keputusan.Periset perlu memperoleh pandangan dari pihak perusahaan dan pihak terkait di bidang SDMPeriset seharusnya juga mempertimbangkan sumber dan jenis informasi.
Beberapa gejala yang biasanya menjadi keluhan manajer SDM :
Gejala hanyalah kondisi yang mengindikasikan adanya masalah (Butler, 1994)Beberapa gejala yang biasanya menjadi keluhan manajer SDM :Prestasi kerja atau produktivitas karyawan menurunJumlah keluhan karyawan meningkatJumlah absensi/ketidakhadiran karyawan tinggiJumlah keterlambatan karyawan meningkatKaryawan seringkali berdemo atau melakukan tuntutan-tuntutan dan orasi Karyawan mogok kerja.Setelah di analisis maka seluruh informasi mengenai hasil riset dapat dilaporkan kepada manajer agar dapat ditentukan langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya, untuk dapat mengatasi masalah yang sudah diteliti tersebut.MasalahMSDMRiset SDMFokusGejala yang tampakContoh: produktivitaas kerja karyawan rendah, malas bekerjaFaktoe penyebabContoh: motivasi kerjaPertanyaanApa keputusan yang perlu di ambil?Contoh: apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawanApa informasi yang dibutuhkan dan bagaimana mendapatakannya?Contoh: bagaimana keterampilan kerja karyawan? Apakah jumlah karyawan mencukupi?OrientasiTindakanContoh: perusahaan perlu memberikan training rutin kepada karyawanInformasiContoh: motivasi kerja karyawan rendah -
JIKA ADA YANG INGIN DI TANYAKAN ATAU DI DISKUSIKAN MENGENAI MATERI HARI INI, BISA LIHAT DARI PPT NYA.
-
-
Betty Magdalena is inviting you to a scheduled Zoom meeting.
Join Zoom Meeting
https://us04web.zoom.us/j/7933379420?pwd=MWdlRkNrMTJmVEdDcTZYZVBCcE01QT09
Meeting ID: 793 337 9420
Passcode: 9PzTki
-
-
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Selamat pagi......apa kabar kalian semuanya. Semoga selalu sehat dan tidak kurang suatu apa pun Alhamdulilah ketemu lagi di mata kuliah Riset SDM dengan topik Penentuan Rumusan Masalah. Setelah Kita mempelajari bagaimana menentukan masalah dalam penelitian SDM, minggu ini kita belajar bagaimana menyusun rumusan masalahnya yang di sesuaikan dengan variabel yang diangkat. Miss telah share materi dan PPTnya, semoga dengan materi tersebut membuka wawasan kita bagaimana membuat rumusan masalah dalam penelitian. Dan ada bahan bacaan yang berkaitan bagaimana menentukan rumusan masalah dari suatu penelitian. Silahkan kalian baca dan pahami. Ada video yang bisa membantu kalian bagaimana membuat rumusan masalah. Kalian pun dapat membaca penjelasan lebih lanjut di buku Metodologi Penelitian yang jadi buku pegangan di matakuliah Riset SDM ini tentang Rumusan Masalah. Minggu ini kita da tugas yaaa....berkaitan tentang instruksi yang miss infokan minggu lalu. Jika ada yang akan di diskusikan silahakan masukan tanggapan kalian tentang materi minggu ini di forum diskusi. Tetap semangat ya.... Thanks.
Wassalamualaikum wr. wb
-
-
Cara membuat rumusan masalah
Secara umum, dalam satu karya ilmiah hanya diperlukan satu rumusan masalah saja. Adapun beberapa peneliti yang menyusun rumusan masalah lebih dari satu, tentu saja diperbolehkan, namun pertanyaan kedua, ketiga dan seterusnya biasanya merupakan turunan dari pertanyaan pertama yang menjadi inti rumusan masalah pertama. Pertanyaan berikutnya setidaknya harus selalu berkaitan dengan pertanyaan inti yang diajukan.
Bila kita mau membuat rumusan masalah yang berbeda atau tak berkaitan lebih dari satu, hendaknya kita membuat karya tulis lebih dari satu sesuai jumlah rumusan masalah.
Seringkali para mahasiswa meyakini bahwa satu pertanyaan penelitian saja dirasa kurang untuk karya ilmiah. Padahal yang paling penting di sini adalah kualitas dari pertanyaan penelitian tersebut. Sekali lagi, satu saja cukup. Jika pun lebih dari satu, pastikan bahwa pertanyaan lainnya merupakan turunan dari satu pertanyaan inti.
Kita sudah mengetahui begitu pentingnya peran rumusan masalah dalam karya ilmiah. Penguji atau penilai karya ilmiah seringkali langsung menuju pada halaman rumusan masalah ketika ingin mengetahui inti topik riset apa yang kita ajukan atau hendak kita lakukan.
Rumusan masalah yang berkualitas tak jarang dijadikan indikasi awal riset yang berkualitas. Meskipun rumusan masalah tak selalu diorientasikan untuk menghasilkan pengetahuan baru, pertanyaan penelitian sebaiknya mengandung unsur kebaruan, bukan dalam penciptaan pengetahuan baru namun paradigma atau cara pandang baru dalam melihat atau mendekati suatu masalah.
Apa yang dimaksud dengan rumusan masalah yang berkualitas?
Rumusan masalah yang berkualitas memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
√ Spesifik, artinya langsung pada intinya atau straight to the point. Deskripsi yang terlalu panjang justru menyamarkan inti dari fokus permaslahan yang akan dikaji dan pertanyaan yang diajukan.
√ Ada unsur kebaruan dan keaslian, artinya sebagaimana yang sudah disinggung di atas, pertanyaan penelitian menyiratkan sebuah sudut pandang atau pendekatan baru dalam melihat suatu permasalahan yang ingin dibahas.
√ Memiliki relevansi terhadap permasalahan yang dibahas dalam komunitas ilmiah, artinya rumusan masalah yang disusun tidak lepas dari beberapa penelitian yang relevan dan pernah dilakukan sebelumnya.
√ Menarik perhatian, maksudnya pertanyaan penelitian yang diajukan juga menjadi konsen peneliti yang fokus pada area studi yang sama. Karakteristik ini memang sangat menantang karena peneliti harus jeli melihat apakah rumusan masalah yang disusun berkontribusi pada pengembangan pengetahuan khususnya di area studi yang berkaitan.
Keempat karakteristik tersebut penting untuk diketahui sebelum pembaca menuliskan pertanyaan penelitian yang hendak diajukan dalam proposal. Berikutnya saya akan paparkan beberapa langkah praktis menyusun rumusan masalah penelitian.
Beberapa langkah praktis menyusun rumusan masalah
√ Tulislah satu kalimat atau paragraf pengantar rumusan masalah sebelum pembaca sampai pada bagian rumusan masalah.
√ Rumusan masalah atau pertanyaan penelitian dapat ditulis dalam bentuk daftar pertanyaan atau paragraf atau bagian dari paragraf.
√ Dalam penelitian sosial, rumusan masalah tidak selalu namun sering ditulis dengan menanyakan hubungan antar variabel dalam konteks tertentu. Misalnya hubungan antara nikah muda dan tingkat pendidikan di Kabupaten Gunung Kidul.
√ Libatkan kalimat tanya yang relevan. ”Bagaimana”, ”apa”, dan ”mengapa” sering muncul dalam riset sosial.
√ Akhiri setiap pertanyaan yang spesifik dengan tanda tanya.
-
SILAHKAN UNTUK MENANGGAPI ATAU BERTANYA TENTANG MATERI PERTEMUAN KE 3 INI DARI LINK PPT BERIKUT. JIKA ADA SILAHKAN. TERIMA KASIH.
-
PERHATIKAN INSTRUKSI TUGAS 1 INI :
1. TENTUKAN 1 TEMPAT PENELITIAN ANDA ( TEMPAT PENELITIAN TIDAK JAUH DAN TERJANGKAU )
2. TENTUKAN SUBJEK PENELITIAN (SIAPA YANG AKAN DI TELITI, BERAPA JUMLAH POPULASI ATAU SAMPELNYA )
3. TENTUKAN VARIABEL YANG AKAN DIANGKAT, YANG MENJADI VARIABEL DEPENDENNYA (VARIABEL Y)
4. APA PERMASALAHAN YANG TERJADI DI VARIABEL DEPENDEN (VARIABEL Y) TERSEBUT?
5. TENTUKAN TEORI DAN TULISKAN TEORINYA MENURUT PAKAR TENTANG VARIABEL DEPENDENNYA ( TEORI DARI BUKU 10 TAHUN TERAKHIR)
6. TENTUKAN 1 JURNALNYA YANG TERKAIT DENGAN VARIABEL DEPENEDENTNYA.
7. BERDASARKAN PERMASALAHAN DI VARIABEL DEPENDENNYA , TENTUKAN VARIABEL INDEPNDENNYA (VARIABEL X), USAHAKAN TERDAPAT 2 VARIABEL INDEPENDEN.
8. TENTUKAN RUMUSAN MASALAHNYA SESUAIKAN DENGAN BANYAKNYA VARIABEL YANG DIANGKAT.
9. TULISKAN RENCANA JUDUL PENELITIAN ANDA BERDASARKAN PERTANYAAN DIATAS.
10. SEMUA JAWABAN ANDA BUATKAN DALAM SATU TABEL.
NOTE : TULIS NAMA DAN NPM. JAWABAN DI KETIK DAN DI UPLOAD KE ASSIGNMENT LMS DALAM BENTUK pdf. BATAS WAKTU PENGUMPULAN RABU TANGGAL 14 APRIL 2021, PUKUL 07.10. WIB.
-
-
-
PERTEMUAN MINGGU KE 4, RABU, TANGGAL 14 APRIL 2021, PUKUL : 7.10 - 10.20, LANDASAN TEORI DAN HIPOTESA
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Sekamat datang kembali di matakuliah Riset SDM. Apa kabar kalian semua?. Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT Aminn. Perkuliahan kita minggu ke 4 ini akan membahas tentang Landasan Teori dan Hipotesa. Kalian bisa memebaca penjelasan yang ada di buku Metopelnya ( Buku Riset Karangan Suliyanto) apakah itu Landasan Teori dan bagaimana menentukan Hipotesa suatu penelitian. Untuk materi ini pun Miss sudah share ke kalian Materi dan PPT tentang apa itu Landasan Teori dan bagaimana menentukan Hipotesanya. Silahkan kalian pelajari dulu. Saya juga menambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi ke empat hari ini. Ada video tentang contoh landasan Teori dan Hipotesa. Ada forum diskusi bahwa kalian harus mencantumkan teori yang diangkat dan rujukan untuk landasan teori kalian. Tetap aktif dan lakukan yang terbaik. Thanks.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Telaah Pustaka dan Hipotesis/
a. Pengertian teori
b. Teori dan penelitian
c. Tujuan dan manfaat telaah pustaka
d. Langkah membuat telaah pustaka
e. Teori-teori dalam riset SDM
-
Untuk latihan hari ini silahkan masukkan teori teori yang terkait dan relevan dengan variabel yang kalian angkat. Dan hal-hal yang potensial dijadikan rujukan dasar di landasan teori Sumber referensi bisa dari buku dan jurnal.
-
-
-
PERTEMUAN MINGGU KE 5, RABU TANGGAL : 21 APRIL 2021, WAKTU : 7.10 - 10.20, TELAAH TEORI DAN HIPOTESIS
-
Telaah Pustaka dan Hipotesis/
a. Proposisi dan hipotesis
b. Jenis hipotesis
c. Manfaat hipotesis
d. Dasar pengembangan hipotesis
e. Hipotesis dalam riset SDM
Praktik membuat pengembangan hipotesis
-
Pengertian Hipotesis Penelitian, Jenis, Manfaat, dan Cara Membuatnya
Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian (H1) adalah pernyataan yang dibuat oleh para peneliti ketika mereka berspekulasi pada hasil penelitian atau eksperimen. Setiap desain eksperimental yang benar harus memiliki pernyataan ini sebagai inti dari strukturnya, sebagai tujuan akhir dari setiap eksperimen.
Hipotesis dihasilkan melalui sejumlah cara, tetapi biasanya merupakan hasil dari proses penalaran induktif di mana pengamatan mengarah pada pembentukan teori. Para ilmuwan kemudian menggunakan sejumlah besar metode deduktif untuk sampai pada hipotesis yang dapat diuji, dapat dipalsukan, dan realistis.
Prekursor hipotesis adalah masalah penelitian, biasanya dibingkai dalam bentuk pertanyaan, yaitu pertanyaan apa, atau mengapa, sesuatu terjadi.
Hipotesis penelitian adalah mengurai masalah menjadi sesuatu yang dapat diuji dan dimanipulasi. Para ilmuwan harus menghasilkan hipotesis yang realistis dan dapat diuji di mana hipotesis tersebut dapat membangun eksperimen.
Hipotesis harus dapat diuji, dengan mempertimbangkan pengetahuan dan teknik terkini, dan realistis. Jika peneliti tidak memiliki anggaran multi-juta dolar, maka tidak ada gunanya menghasilkan hipotesis yang rumit. Hipotesis harus dapat diverifikasi dengan cara statistik dan analitis, untuk memungkinkan. verifikasi.
Faktanya, sebuah hipotesis tidak pernah terbukti, dan lebih baik menggunakan istilah ΓÇÿdidukungΓÇÖ atau ΓÇÿdiverifikasiΓÇÖ. Ini berarti bahwa penelitian menunjukkan bahwa bukti mendukung hipotesis dan penelitian lebih lanjut dibangun di atasnya
Hipotesis penelitian, yang tahan uji waktu, akhirnya menjadi teori, seperti Relativitas Umum Einstein. Bahkan saat itu, seperti halnya Hukum Newton, hukum itu masih bisa diadaptasi.
Pengertian Hipotesis Penelitian
Istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu hypo yang berarti ΓÇ£di bawahΓÇ¥ dan thesis yang berarti ΓÇ£pendirian/pendapat/kepastianΓÇ¥, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis merupakanjawaban sementara terhadap suatu masalah yang sifatnya masih praduga karena harus dibuktikan terlebih dahulu.
The American Heritage Dictionary mendefinisikan hipotesis sebagai, ΓÇ£penjelasan sementara untuk pengamatan, fenomena, atau masalah ilmiah yang dapat diuji dengan penyelidikan lebih lanjut.ΓÇ¥ Ini berarti hipotesis adalah batu loncatan menuju teori yang akan dibuktikan.
Agar suatu hipotesis dapat dianggap sebagai hipotesis ilmiah, hipotesis harus dibuktikan melalui metode ilmiah. Seperti hal lain dalam hidup, ada banyak jalan yang harus diambil untuk mencapai akhir yang sama.
Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Para Ahli
Adapun definisi hipotesis penelitian menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;
Suharsimi Arikunto
Hipotesis adalah jawaban yang masih bersifat sementara terhadap suatu permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data-data yang terkumpul
Dantes (2012)
Hipotesis merupakan praduga atau asumsi yang harus diuji melalui data atau fakta yang diperoleh dengan jalan penelitian.
Jenis Hipotesis Penelitian
Terdapat bermacam-macam jenis hipotesis, diantaranya yaitu adalah sebagai berikut;
Hipotesis Berdasarkan pada Kategori Rumusannya
Berdasarkan kategori rumusannya, hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
Hipotesis nihil (Ho)
Yaitu hipotesis yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Misalnya yaitu Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP.
Hipotesis alternatif (Ha)
Yaitu hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Misalnya yaitu Ada hubungan antara lama belajar dengan prestasi belajar siswa SMP.
Hipotesis alternatif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
- Hipotesisi Terarah (Directional Hypotheses)
Hipotesis terarah yaitu hipotesis yang diajukan oleh peneliti, dimana peneliti sudah merumuskan dengan tegas yang menyatakan bahwa variabel bebas memang sudah diprediksi memiliki pengaruh terhadap variabel terikat.
Misalnya yaitu;
Siswa yang diajar dengan metode inkuiri memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode curah pendapat.- Hipotesis Tak Terarah (Non-Directional Hypotheses)
Hipotesis tak terarah yaitu hipotesis yang diajukan dan dirumuskan oleh peneliti tampak belum tegas bahwa variabel bebas akan memiliki pengaruh terhadap variabel terikat.
Fraenkel dan Wallen (1990:42) mengemukakan bahwa hipotesis tak terarah tersebut menggambarkan bahwa peneliti tidak menyusun prediksi secara spesifik tentang arah hasil penelitian yang akan dilakukan. Misalnya yaitu Terdapat perbedaan pengaruh penggunaan metode mengajar inkuiri dan ceramah terhadap prestasi belajar siswa.
Hipotesis Berdasarkan Sifat Variabel Yang Akan Diuji
Berdasarka sifat variabel yang akan diuji, hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
Hipotesis tentang hubungan
Yaitu hipotesis yang menyatakan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih, mengacu ke penelitian korelasional. Hubungan antara variabel tersebut bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu:
- Hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik
Misalnya yaitu Hubungan antara kemampuan fisika dengan kimia.Nilai fisika memiliki hubungan yang sejajar dengan nilai kimia, tetapi ini bukan merupakan sebab akibat dan timbal balik. Nilai fisika yang tinggi tidak menyebabkan nilai kimia yang tinggi, begitu pula sebaliknya.
Keduanya memiliki hubungan yang kemungkinan disebabkan oleh faktor lain, misalnya yaitu kebiasaan berpikir logik (tentang ke IPA-an), sehingga mengakibatkan adanya hubungan antara keduanya.
- Hubungan yang sifatnya sejajar timbal balik
Misalnya yaitu Hubungan antara tingkat kekayaan dengan kelancaran berusaha. Semakin tinggi tingkat kekayaan, maka tingkat kelancaran usaha juga semakin tinggi, begitu pula sebaliknya.
- Hubungan yang menunjuk pada sebab-akibat, tetapi tidak timbal balik
Misalnya yaitu Hubungan antara waktu Proses Belajar Mengajar dengan tingkat kejenuhan siswa. Semakin lama waktu PBM berlangsung, maka siswa akan semakin jenuh terhadap pelajaran yang disampaikan.
Hipotesis tentang perbedaan
Yaitu hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan dalam variabel penelitian tertentu pada kelompok yang berbeda. Hipotesis tentang perbedaan mendasari berbagai penelitian komparatif dan eksperimen.
Misalnya yaitu;
Ada perbedaan antara pretasi belajar siswa SMA antara yang diajar dengan metode ceramah dan tanya jawab dan metode diskusi (penelitian eksperimen).Contoh lain misalnya;
Ada perbedaan prestasi belajar siswa SMA antara yang berada di kota dan di desa (penelitian komparatif).Hipotesis Berdasarkan Keluasan atau Lingkup Variabel Yang Diuji
Berdasarka keluasan atau lingkup variabel yang diuji, hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
- Hipotesis mayor
Yaitu hipotesis yang mencakup kaitan semua variabel dan semua objek penelitian. Misalnya yaitu ΓÇ£Terdapat hubungan antara kondisi sosial-ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa SMPΓÇ¥.
- Hipotesis minor
Yaitu hipotesis yang terdiri atas bagian-bagian atau sub-sub dari hipotesis mayor (jabaran dari hipotesis mayor). Misalnya yaitu Ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA; Ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA; Ada hubungan antara kekayaan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA.
Manfaat Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan salah satu elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Pandangan yang mendukung pernyataan tersebut untuk menunjukkan manfaat atau kegunaan hipotesis, diantaranya yaitu:
- Hipotesis sebagai alat kerja teoritis. Hipotesis bisa dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah yang akan diteliti. Sebagai contoh, misal penyebab dan konsekuensi dari konflik bisa dijelaskan melalui teori konflik.
- Hipotesis bisa diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidaknya suatu teori.
- Hipotesis sebagai alat untuk memajukan pengetahuan. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salah dalam cara bebas dari nilai-nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.
Cara Membuat Hipotesis Penelitian
Proses pembentukan hipotesis adalah proses penalaran, yang melalui tahap-tahap tertentu. Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesis ilmiah, yang dilakukan secara sadar, hati-hati, dan diarahkan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hipotesis adalah salah satu proposisi yang dapat diuji secara langsung.
Seringkali, salah satu bagian tersulit dalam mendesain dan menulis makalah penelitian adalah menulis hipotesis. Seluruh percobaan seringkali berputar-putar di sekitar hipotesis penelitian (H1) dan hipotesis nol (H0), sehingga membuat kesalahan di sini dapat merusak seluruh desain.
Berikut ini beberapa kiat dalam menulis hipotesis penelitian yang baik, antara lain:
- Buatlah daftar pertanyaan terlebih dahulu. Sebelum membuat hipotesis, Anda harus mengidentifikasi dengan jelas pertanyaan yang ingin Anda pelajari.
- Hipotesis adalah pernyataan, bukan pertanyaan. Hipotesis Anda bukanlah pertanyaan ilmiah dalam proyek penelitian Anda. Hipotesis adalah prediksi yang berdasar pada teori.
- Jelaskan Hipotesis Anda. Hipotesis yang baik ditulis dalam bahasa yang jelas dan sederhana. Membaca hipotesis Anda harus memberi tahu seorang pembimbing dengan tepat apa yang Anda pikir akan terjadi ketika Anda memulai proyek penelitian Anda.
- Ingat variabel-variabel yang Anda gunakan. Hipotesis yang baik mendefinisikan variabel dalam istilah yang mudah diukur, seperti siapa partisipannya, perubahan apa selama pengujian, dan apa dampak perubahan itu.
- Pastikan hipotesis Anda ΓÇ£dapat diuji.ΓÇ¥ Untuk membuktikan atau menyangkal hipotesis Anda, Anda harus dapat melakukan percobaan dan melakukan pengukuran atau pengamatan untuk melihat bagaimana dua hal (variabel Anda) saling terkait. Anda juga harus dapat mengulangi percobaan berulang kali, jika perlu.
- Untuk membuat hipotesis yang ΓÇ£dapat diujiΓÇ¥, pastikan Anda telah melakukan semua hal ini.
- Pikirkan eksperimen apa yang perlu Anda lakukan untuk melakukan tes atau uji variabel.
- Mengidentifikasi variabel dalam proyek penelitian.
- Mengemukakan dengan jelas variabel independen dan dependen dalam pernyataan hipotesis. (Ini membantu memastikan bahwa pernyataan Anda cukup spesifik).
- Lakukan penelitian Anda. Anda mungkin menemukan banyak penelitian yang serupa dengan studi kasus yang telah Anda dilakukan. Apa yang Anda pelajari dari penelitian dan data yang tersedia dapat membantu Anda membentuk proyek dan hipotesis Anda.
- Jangan menggigit lebih dari yang bisa Anda kunyah! Menjawab beberapa pertanyaan ilmiah dapat melibatkan lebih dari satu percobaan, masing-masing dengan hipotesisnya sendiri. Pastikan hipotesis Anda adalah pernyataan spesifik yang berkaitan dengan satu percobaan.
-
-
-
Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun
Apa kabar rekan-rekan mahasiswa yang saya banggakan? Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Alhamudilah kita ketemu lagi dimata kuliah Riset SDM dengan topik Jenis-jenis Penelitian yang terbagi menjadi sub topik : Explorasi Ilmu, Explanasi Ilmu dan Metode Ilmu. Saya sudah share PPT dan Materi untuk perkuliahn kita hari ini. Silahkan kalian pelajari dulu. Saya juga menambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi ke enam hari ini. Ada video tentang jenis penelitian. Ada bahan bacaan yang akan menambah ilmu kalian. Materi ini pun dapat kalian pelajari dari buku Metode Pnelitian Bisnis. Ada forum diskusi untuk meringkas dan menanggapi berdasarkan PPT yang miss sajikan. Tulis hasil ringkasan kalian di laman diskusi forum. Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
-
Jenis penelitian terdiri dari penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif dan desktiptif. Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan dan metodenya.
Secara etimologi, atau ilmu bahasa, penelitian memiliki arti mencari fakta-fakta yang baru dan dikembangkan menjadi suatu teori untuk memperdalam dan memperluas ilmu tertentu.
Adapun menurut salah satu sarjana terkemuka di Indonesia, Soerjono Soekanto, penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan kepada suatu analisis serta konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis, dan juga konsisten untuk mengungkap kebenaran.
Penelitian sendiri memiliki ciri-ciri bersifat ilmiah, berkesinambungan dari peneliti terdahulu ke peneliti baru, memberikan kontribusi atau nilai tambah, juga bersifat analitis.
Untuk melakukan sebuah penelitian, terdapat berbagai jenis penelitian yang dapat kamu pilih. Berikut penjelasan selengkapnya.
Jenis Penelitian Kuantitatif
Jenis penelitian kuantitatif merupakan investigasi sistematis mengenai sebuah fenomena dengan mengumpulkan data yang dapat diukur menggunakan teknik statistik, matematika, atau komputasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam.
Inti dari jenis penelitian ini adalah proses pengukuran yang memberikan hubungan antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif. Penelitian kuantitatif banyak digunakan baik dalam ilmu alam maupun ilmu fisika.
Adapun metode yang terdapat dalam jenis penelitian kuantitatif adalah:
- Metode Eksperimen
Metode penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan berbeda.
- Metode Survei
Penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, untuk menemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan antara variabel sosiologis maupun psikologis.
Jenis penelitian kuantitatif adalah metode pengukuran data kuantitatif dan statistika objektif melalui perhitungan ilmiah yang berasal dari sampel penduduk yang diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan guna menentukan frekuensi dan persentase mereka.
Dalam jenis penelitian ini, instrumen yang sering digunakan adalah angket atau kuesioner. Isi dari pembahasan juga lebih pada permukaan dan tidak bersifat mendalam dengan masalah lebih umum memiliki wilayah yang luas dengan tingkat variasi yang kompleks.
Contoh jenis penelitian kuantitatif Metode Eksperimen:
Judul: Pengaruh ΓÇ£Pembelajaran InkuiriΓÇ¥ Terhadap Penguasaan Tatabahasa Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, FKIP-UNMUL
Rumusan Masalah: Apakah terdapat perbedaan penguasaan tatabahasa antara mahasiswa Jurusan B. Inggris FKIP-UNMUL semester 2 tahun akademik 2007/2008 yang diajar menggunakan pembelajaran inkuiri dengan mereka yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional?
Jenis Penelitian Kualitatif
Jenis penelitian kualitatif memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam jenis penelitian ini dengan landasan teori yang dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan.
Selain itu, landasan teori juga mempunyai peran untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Dalam jenis penelitian ini, objek penelitian umumnya berjumlah terbatas.
Berbeda dengan jenis penelitian kuantitatif, pada jenis penelitian ini, peneliti ikut serta dalam peristiwa atau kondisi yang diteliti. Untuk itu, hasil dari riset kualitatif memerlukan kedalaman analisis dari peneliti.
Secara umum, penelitian kualitatif memperoleh data utama dari wawancara dan observasi. Kemudian peneliti akan menganalisis data yang didapatkan dengan detail, dan memungkinkan untuk memunculkan teori atau konsep baru apabila hasil penelitian bertentangan dengan teori dan konsep yang digunakan.
Adapun metode penelitian kualitatif adalah:
- Metode fenomenologi
Melalui metode ini, peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi partisipan untuk mengetahui fenomena esensial partisipan dalam pengalaman hidupnya.
- Metode grounded theory
Peneliti bisa menggeneralisasi apa yang diamati atau dianalisis secara induktif, teori abstrak tentang proses, tindakan, atau interaksi berdasarkan pandangan partisipan yang diteliti.
- Metode etnografi
Merupakan jenis penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan studi terhadap budaya kelompok dalam kondisi yang alamiah melalui observasi dan wawancara.
- Metode studi kasus
pemahaman yang mendalam mengenai alasan suatu fenomena atau kasus terjadi dan dapat menjadi dasar bagi riset selanjutnya. Jenis penelitian ini juga dapat digunakan untuk menghasilkan dan menguji hipotesis.
- Metode narrative research
Peneliti melakukan studi terhadap satu orang individu atau lebih untuk mendapatkan data tentang sejarah perjalanan kehidupannya yang kemudian disusun menjadi laporan naratif kronologis.
Contoh jenis penelitian kualitatif:
- Pemanfaatan Sampah Plastik dengan Karya Seni Kaligrafi di Masyarakat, Studi Kasus Desa Pandanrejo
- Kota Layak Difabel dan Pendidikan: Studi Kasus Pola Pergerakan Difabel dan Pendidikan di Lingkungan Kota Metro, Lampung
- Aktivitas City Branding Kota Bogor Dengan Program Bogor Berlari
Jenis Penelitian Deskriptif
Menurut Sugiyono, penelitian deskriptif adalah penelitian dengan metode untuk menggambarkan suatu hasil penelitian.
Sesuai dengan namanya, jenis penelitian deskriptif memiliki tujuan untuk memberikan deskripsi, penjelasan, juga validasi mengenai fenomena yang tengah diteliti.
Dalam menggunakan jenis penelitian deskriptif, masalah yang dirumuskan harus layak untuk diangkat, mengandung nilai ilmiah, dan tidak bersifat terlalu luas. Tujuannya pun tidak boleh terlalu luas dan menggunakan data yang bersifat fakta dan bukan opini.
Contoh jenis penelitian deskriptif umumnya memiliki pertanyaan yang berawal dari kata tanya ΓÇ£ApaΓÇ¥, seperti:
- Apa yang Mendorong Munculnya Kedisiplinan di Tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar?
- Apa yang Mendorong Munculnya Kewirausahaan di Kalangan Siswa?
- Apa Dampak Sosial dari Teknologi Nuklir di Indonesia?
Jenis Penelitian Campuran
Sesuai dengan namanya, jenis penelitian campuran merupakan penggunaan dua jenis penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian.
Penggunaan dua jenis penelitian ini dianggap memiliki pemahaman yang lebih lengkap tentang sebuah masalah penelitian.
Jenis penelitian ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis, aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif, serta pencampuran kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian yang lebih kompleks dari sekadar mengumpulkan dan menganalisis dua jenis dataΓÇÖ
Penggunaan jenis penelitian campuran dapat berfungsi untuk mengeksplorasi pandangan partisipan melalui penelitian kualitatif yang kemudian dianalisis berdasarkan sampel yang luas dengan penelitian kuantitatif.
Pada fase pertama, digunakan jenis penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data seputar interpersonal difficulties. Kemudian pada fase kedua, digunakan jenis penelitian kualitatif untuk memberi validasi terhadap penelitian kuantitatif.
Fase terakhir, kembali menggunakan penelitian kuantitatif dengan memberikan perkembangan hipotesis bagi penelitian kualitatif lebih lanjut.
-
SILAHKAN UNTUK MEMBUAT RINGKASAN SINGKAT MENGENAI JENIS PENELITIAN BERDASARKAN PPT MATERI HARI INI
-
-
-
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Selamat pagi .........Apa kabar rekan-rekan mahasiswa yang saya banggakan? Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Alhamudilah kita ketemu lagi dimata kuliah Riset SDM dengan topik Desain Penelitian. Saya sudah share PPT dan Materi untuk perkuliahn kita hari ini. Silahkan kalian pelajari dulu. Saya juga menambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi minggu ke enam hari ini. Ada video tentang desain penelitian. Ada bahan bacaan yang akan menambah ilmu kalian. Materi ini pun dapat kalian pelajari dari buku Metode Pnelitian Bisnis. Ada forum diskusi untuk menentukan dan menjelaskan artikel yang kalian buat tentang apa desian penelitiannya berdasarkan PPT, Bahan Bacaan dan Video. Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Desain Penelitian /
a. Pengertian desain penelitian
b. Perspektif desain penelitian
c. Strategi desain penelitian
d. Desain dalam riset SDM
Praktik membuat proposal penelitian bab 1 dan bab 2 -
Pengertian Desain Penelitian
Paragraf pertama menyebutkan definisi desain penelitian, yaitu strategi yang dipilih oleh peneliti untuk sepenuhnya mengintegrasikan komponen penelitian dengan cara yang logis dan sistematis untuk membahas dan menganalisis apa yang ada di pusat penelitian.
Deskripsi pemahaman mengacu di atas semua pada integrasi semua komponen penelitian, yaitu proyek penelitian adalah bentuk lengkap dari rencana penelitian.
Kata lengkap ini jelas mencakup segala sesuatu, khususnya semua komponen penelitian yang diperlukan, mulai dari pertanyaan penelitian, jenis data, metode, analisis yang harus dilakukan.
Semua komponen ini digunakan untuk menentukan proyek penelitian yang dipilih oleh peneliti.
Beberapa proyek penelitian lebih sering digunakan dalam penelitian kuantitatif. Sementara beberapa yang lain lebih umum digunakan dalam penelitian kualitatif.
Ada juga desain umum yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Berikut adalah beberapa jenis atau jenis proyek penelitian untuk dipilih.
Jenis Desain Penelitian
EksperimentalDesain eksperimental adalah desain penelitian yang digunakan untuk mengevaluasi atau memperoleh pengetahuan awal.
Eksperimen dalam penelitian sosial sering digunakan untuk menemukan aspek penyebab atau penyebab fenomena sosial.
Seringkali desain eksperimental digunakan sebagai dasar untuk mengimplementasikan suatu program atau kebijakan.
Misalnya, sebagai contoh sederhana dari penelitian eksperimental, peneliti ingin mengetahui efektivitas penggunaan sistem alarm rokok di ruang publik untuk mengurangi konsumsi rokok di tempat umum.
Beberapa ruang publik dibangun menjadi rokok, yang lain dengan fitur yang sama tidak dilengkapi dengan alarm rokok.
Eksperimen ini akan menunjukkan hasil seberapa efektif alarm rokok dapat mengurangi konsumsi rokok di tempat umum.
Dalam penelitian kualitatif, desain eksperimental dilakukan sangat jarang. Ini umumnya karena pertimbangan etis.
Untuk melakukan eksperimen, pemberitahuan dapat ditampilkan atau disembunyikan untuk orang atau kelompok yang diperiksa.
Dalam penelitian kualitatif, indikasi dapat menyebabkan data terdistorsi. Jika disembunyikan, itu dianggap tidak etis secara etis.
Dalam penelitian kuantitatif, proyek eksperimental lebih bebas. Peneliti sosial umumnya menerapkan desain eksperimental untuk melakukan penelitian kuantitatif.
Penelitian kuantitatif bisa dipergunakan guna membandingkan kelompok yang diperlakukan sebagai subjek eksperimen dan kontrol.
Misalnya, percobaan konsumsi vitamin C untuk meningkatkan daya tahan siswa. Beberapa subjek diminta untuk mengonsumsi vitamin C, yang lain tidak memiliki kelompok kontrol. Hasilnya adalah hasil percobaan.
Survei
Penelitian investigasi juga disebut sebagai transversal. Proyek penelitian survei dilakukan dengan tujuan memperoleh informasi dari responden melalui sampel yang diperiksa.
Survei atau penampang juga dapat dilakukan dengan menerapkan analisis konten jika sampel yang digunakan adalah dokumen.
Misalnya, penelitian sosial tentang pengaruh merokok pada budaya konsumen seseorang. Desain survei dapat digunakan dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Dalam penelitian kualitatif, desain survei dapat diterapkan pada saat peneliti menerapkan metode analisis bahasa.
Misalnya, studi tentang diskriminasi Islam di media. Penelitian kualitatif menggunakan desain survei dapat digunakan dengan metode analisis wacana untuk mengetahui bagaimana citra Islam ditransmisikan oleh beberapa media.
Survei dalam penelitian ini dilakukan dengan memilih berbagai media yang dipilih dari total populasi media massa.
Dalam penelitian kuantitatif, desain survei paling umum digunakan. Kita sering mendengar bahwa desain survei adalah bagian dari penelitian kuantitatif.
Ini karena sebagian besar penelitian kualitatif menggunakan survei sebagai metode penelitian. Misalnya, investigasi kepercayaan publik terhadap presiden. Survei harus menanggapi masalah yang dirumuskan.
Longitudinal
Proyek penelitian biasanya digunakan dalam proyek penelitian longitudinal.
Perbedaannya adalah bahwa proyek penelitian longitudinal dengan sampel yang sama dilakukan secara berkala dalam waktu yang relatif lama.
Studi longitudinal dilakukan untuk mengidentifikasi tren atau perkembangan dalam suatu fenomena berdasarkan sampel mereka.
Misalnya, studi tentang karakteristik kekerasan pemuda di ibu kota Jakarta. Beberapa sampel diperiksa. Secara berkala, sampel yang sama diperiksa ulang untuk pengembangannya.
Dalam penelitian kualitatif, proyek penelitian longitudinal juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus, yang mirip dengan desain survei.
Oleh karena itu, dapat juga disebut penelitian kualitatif menggunakan metode longitudinal dari analisis wicara.
Padahal, tidak banyak penelitian seperti itu. Peneliti yang melakukan penelitian ini secara teratur meninjau dokumen sampel yang diterbitkan dalam periode waktu tertentu.
Dalam penelitian kuantitatif, desain longitudinal lebih umum. Penelitian kuantitatif longitudinal dilakukan selama periode yang relatif lama, yang mungkin bertahun-tahun, tergantung pada periode yang dipilih oleh para peneliti.
Misalnya, studi tentang keterlibatan orang tua dan mitra sosial dalam mengurangi korban trauma dari intimidasi anak.
Sebagai contoh, setiap tahun peneliti datang dari orang tua dan kolega dari anak yang sama dengan peserta penelitian dan memeriksa kondisi korban ketika menderita masalah trem.
Studi Kasus
Desain penelitian ini dilakukan dengan tujuan menyelidiki masalah spesifik dan kontekstual.
Ruang lingkup proyek penelitian studi kasus sangat terbatas dan hasilnya hampir selalu tidak dapat dialihkan ke konteks atau lokasi lain.
Misalnya, studi tentang model konsumen fashion oleh komunitas seniman Pacitan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan proyek penelitian studi kasus.
Studi kasus seperti proyek penelitian kualitatif sering dilakukan oleh peneliti sosial. Metode yang biasa digunakan adalah etnografi.
Desain studi kasus hampir selalu menggunakan etnografi dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif sebagai teknik pengumpulan data. Fokus penelitian studi kasus sangat terbatas.
Sebagai aturan, para peneliti hanya berkonsentrasi pada satu masalah, misalnya, pola konsumsi mode di kalangan seniman. Karena itu, hanya model konsumen fashion yang menjadi fokus penelitian.
Studi kasus seperti proyek penelitian juga dapat dilakukan oleh penelitian kuantitatif, meskipun ini jarang terjadi.
Penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus umumnya menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian.
-
TENTUKAN DAN JELASKAN DESAIN PENELITIAN UNTUK ARTIKEL KALIAN BERDASARKAN BAHAN MATERI DARI :
1. PPT
2. BAHAN BACAAN
3. VIDEO
-
-
-

-
PERHATIKAN KETENTUAN UTS :
1. Jangan lupa menulis Nama, NPM dan kelas di lembar jawaban anda.
2. Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
3. Baca soal baik-baik dan kerjakan seluruh pertanyaan soal UTS tersebut
4. Jawaban soal UTS DI TULIS TANGAN dan harus submit ke lms.darmajaya @ac.id dalam bentuk pdf.
5. Batas waktu pengumpulan jawaban UTS adalah hari Rabu, ke assignment @lms darmajaya tanggal 2 Juni 2021, Pukul 7.10 - 16.00 wib
6. Dilarang mencontek atau memindahkan jawaban dari teman atau dari google, jawaban anda tidak adak di koreksi.
Terima kasih. Selamat Bekerja Semoga Sukses
-
-
Jangan lupa menulis Nama, NPM dan kelas di lembar jawaban anda.
2. Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
3. Baca soal baik-baik dan kerjakan seluruh pertanyaan soal UTS tersebut
4. Ketik jawaban UTS dan harus submit ke lms.darmajaya @ac.id dalam bentuk pdf.
5. Batas waktu pengumpulan jawaban UTS adalah hari Rabu, tanggal 2 Juni 2021, Pukul 8. 50 - 16.00 wib
6. Dilarang mencontek atau memindahkan jawaban dari teman atau dari google, jawaban anda tidak adak di koreksi.
Terima kasih. Selamat Bekerja Semoga Sukses
-
-
-
PERTEMUAN KE 9, HARI : RABU, TANGGAL : 9 JUNI 2021, PUKUL : 7.10 - 10.20, TOPIK : METODE PENGUMPULAN DATA / SUMBER DATA
Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun
Apa kabar rekan-rekan mahasiswa yang saya banggakan? Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Selamat datang dimata kuliah Riset SDM dengan topik Metode Pengumpulan Data/ Sumber Data. Saya sudah share PPT dan Materi untuk perkuliahn kita hari ini. Silahkan kalian pelajari dulu. Saya juga menambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi hari ini. Ada bahan bacaan yang akan menambah ilmu kalian. Materi ini pun dapat kalian pelajari dari buku Metode Pnelitian Bisnis. Ada forum diskusi untuk meringkas dan menanggapi berdasarkan PPT yang miss sajikan. Tulis hasil ringkasan kalian di laman diskusi forum. Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Sumber dan Metode Pengumpulan Data/
a. Pengertian Data
b. Jenis Data
c. Metode Pengumpulan Data
d. Praktik review artikel terkait metode pengumpulan data
-
Pengertian Metode Pengumpulan Data, Jenis, dan Cara Menulisnya
Pengumpulan data didefinisikan sebagai prosedur mengumpulkan, mengukur, dan menganalisis wawasan yang akurat untuk penelitian menggunakan teknik standar yang divalidasi. Seorang peneliti dapat mengevaluasi hipotesis penelitian mereka berdasarkan data yang dikumpulkan. Dalam kebanyakan kasus, pengumpulan data adalah langkah utama dan paling penting untuk penelitian, terlepas dari bidang penelitian. Pendekatan pengumpulan data berbeda untuk berbagai bidang studi, tergantung pada informasi yang diperlukan.
Setiap jenis penelitian tentunya membutuhkan data karena inilah yang nanti akan diolah dan dianalisis untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data tersebut dapat diperoleh dari beragam sumber, baik primer maupun sekunder dan dengan beragam cara, misalnya melalui observasi, survei, wawancara, studi pustaka, dan lain-lain. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang metode pengumpulan data, artikel ini akan mengulas tentang pengertian metode pengumpulan data, jenis, dan cara menulisnya.
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah proses mengumpulkan dan mengukur informasi tentang variabel-variabel penelitian yang ditargetkan dalam suatu sistem yang mapan, yang kemudian memungkinkan seseorang untuk menjawab pertanyaan yang relevan dan mengevaluasi hasil.
Pengumpulan data adalah komponen penelitian di semua bidang studi termasuk ilmu fisik dan sosial, humaniora, dan bisnis.
Meskipun metode bervariasi berdasarkan disiplin ilmu, penekanannya adalah memastikan bahwa pengumpulan data dilakukan secara akurat dan jujur ΓÇï. Tujuan dari semua pengumpulan data adalah untuk menangkap bukti kualitas yang memungkinkan analisis mengarah pada perumusan jawaban yang meyakinkan dan kredibel untuk pertanyaan yang diajukan.
Terlepas dari bidang studi atau preferensi untuk mendefinisikan data (kuantitatif atau kualitatif), pengumpulan data yang akurat sangat penting untuk menjaga integritas penelitian. Pemilihan instrumen pengumpulan data yang sesuai (yang ada, dimodifikasi, atau yang baru dikembangkan) dan instruksi yang dijelaskan dengan jelas untuk penggunaan yang benar mengurangi kemungkinan kesalahan.
Pengertian Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk pada suatu cara sehingga bisa diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Metode pengumpulan data juga dapat diartikan sebagai teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.
Pengertian Metode Pengumpulan Data Menurut Para Ahli
Adapun definisi metode pengumpulan data menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;
Search CIO
Pengumpulan data adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan dan mengukur informasi dari berbagai sumber untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan akurat tentang bidang yang diminati. Pengumpulan data memungkinkan seseorang atau organisasi untuk menjawab pertanyaan yang relevan, mengevaluasi hasil dan membuat prediksi tentang probabilitas dan tren masa depan.
Research Metodology
Pengumpulan data adalah proses pengumpulan informasi dari semua sumber yang relevan untuk menemukan jawaban atas masalah penelitian, menguji hipotesis dan mengevaluasi hasilnya. Metode pengumpulan data dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu metode pengumpulan data sekunder dan metode pengumpulan data primer.
Worldbank
Pengumpulan data merupakan aspek penting dari semua jenis studi penelitian. Pengumpulan data yang tidak akurat dapat memengaruhi hasil studi dan akhirnya mengarah pada hasil yang tidak valid. Metode pengumpulan data untuk evaluasi dampak bervariasi di sepanjang rangkaian. Di satu ujung kontinum adalah metode kuantitatif dan di ujung lain kontinum adalah metode kualitatif untuk pengumpulan data.
Sugiyono (2013:224)
Metode pengumpulan data adalah langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Jenis Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder adalah jenis data yang telah diterbitkan dalam buku, surat kabar, majalah, jurnal, portal online, dan lain-lain. Ada banyak data yang tersedia dari sumber-sumber tersebut terkait bidang penelitian Anda, terlepas dari sifat bidang penelitian.
Oleh karena itu, penerapan seperangkat kriteria yang tepat untuk memilih data sekunder yang akan digunakan dalam penelitian ini memainkan peran penting dalam hal meningkatkan tingkat validitas dan reliabilitas penelitian. Kriteria ini termasuk (tetapi tidak terbatas pada) tanggal publikasi, kredensial penulis, keandalan sumber, kualitas diskusi, kedalaman analisis, tingkat kontribusi teks untuk pengembangan bidang penelitian dan lain-lain.
Pengumpulan Data Primer
Metode pengumpulan data primer dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu teknik dalam metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
Metode penelitian kuantitatif menggambarkan dan mengukur tingkat kejadian berdasarkan angka dan perhitungan. Selain itu, pertanyaan ΓÇ£berapa banyak?ΓÇ¥ dan ΓÇ£seberapa sering?ΓÇ¥ sering diajukan dalam studi kuantitatif. Dengan demikian, metode pengumpulan data kuantitatif didasarkan pada angka dan perhitungan matematis.
Penelitian kuantitatif dapat digambarkan sebagai penelitian yang melibatkan pengumpulan data numerik dan menunjukkan pandangan hubungan antara teori dan penelitian yang bersifat deduktif, kecenderungan untuk pendekatan ilmu pengetahuan alam, dan memiliki konsepsi objektivis tentang realitas sosial.
Dengan kata lain, studi kuantitatif terutama meneliti hubungan antara variabel bebas dan terikat yang diukur secara numerik dengan penerapan teknik statistik. Metode pengumpulan data kuantitatif didasarkan pada pengambilan sampel acak (random sampling) dan instrumen pengumpulan data terstruktu.
Metode pengumpulan data tersebut termasuk kuesioner dengan pertanyaan tertutup, eksperimen, metode analisis korelasi dan regresi, rata-rata (mean), modus dan median dan lain-lain. Temuan studi kuantitatif biasanya mudah disajikan, dirangkum, dibandingkan, dan digeneralisasi
Metode pengumpulan data kualitatif bersifat eksploratif dan terutama berkaitan untuk mendapatkan wawasan dan pemahaman tentang alasan dan motivasi yang mendasarinya. Metode pengumpulan data kualitatif muncul setelah diketahui bahwa metode pengumpulan data kuantitatif tradisional tidak dapat mengekspresikan perasaan dan emosi manusia.
Polonsky dan Waller (2011) mengkategorikan visi, gambar, bentuk dan struktur di berbagai media, serta kata yang diucapkan dan dicetak dan rekaman suara menjadi metode pengumpulan data kualitatif.
Metode kualitatif sering dianggap sebagai menyediakan data yang kaya tentang orang-orang dan situasi kehidupan nyata dan lebih mampu memahami perilaku dalam konteks yang lebih luas. Namun, penelitian kualitatif sering dikritik karena kurang dapat digeneralisasikan, terlalu bergantung pada interpretasi subyektif dari peneliti dan tidak mampu dilakukannya replikasi oleh peneliti berikutnya.
Metode pengumpulan data kualitatif yang paling banyak digunakan dalam penelitian termasuk wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi partispatif, dan penelitian tindakan. Selain itu, grounded theory dan analisis dokumen dapat juga digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam studi kualitatif
Cara Menuliskan Metode Pengumpulan Data
Rencana pengumpulan data Anda adalah kunci penting untuk mengembangkan studi yang baik. Rencana menunjukkan bagaimana Anda akan mengakses dan mengumpulkan informasi dari partisipan Anda. Rencana pengumpulan data yang jelas pada tahap proposal dapat mengurangi stres dan memastikan bahwa para peneliti di masa depan dapat mereplikasi studi Anda.
Selain itu, rencana pengumpulan data yang jelas akan membantu memastikan Anda mendapatkan informasi yang Anda butuhkan untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda. Di bawah ini adalah beberapa saran untuk membuat rencana pengumpulan data yang solid, antara lain:
Pertama, mungkin bermanfaat untuk menguraikan langkah-langkah Anda. Ini memungkinkan Anda untuk melihat di mana prosedur pengumpulan data Anda harus dimulai dan diakhiri. Ini harus mencakup semua langkah yang akan Anda ambil sejak Anda memperoleh persetujuan hingga saat data Anda dikumpulkan dan siap untuk dianalisis.
Dari sana, referensi silang daftar ini dengan pertanyaan penelitian Anda dan variabel dalam setiap pertanyaan penelitian. Pastikan Anda memiliki instrumen untuk mengukur setiap variabel dan Anda telah memasukkan masing-masing instrumen ini dalam garis besar Anda.
Setelah Anda mengembangkan garis besar yang mencakup semua instrumen penelitian yang diperlukan, Anda dapat melanjutkan untuk menulis draf lengkap prosedur pengumpulan data Anda.
Namun, sebelum Anda melakukan itu, Anda mungkin perlu meluangkan waktu untuk meminta pembimbing atau rekan Anda untuk meninjau pekerjaan Anda. Ini harus orang yang dapat memberikan umpan balik dasar pada pekerjaan Anda.
Jelaskan tujuan penelitian Anda, pertanyaan penelitian, dan data yang Anda perlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda. Biarkan mereka meninjau garis besar penelitian Anda dan periksa untuk memastikan bahwa semua langkah pengumpulan data yang diperlukan disajikan.
Sekarang Anda siap untuk mengubah garis besar Anda menjadi konsep pengumpulan data. Amati nada dan kata-kata yang tepat saat Anda mengubah garis besar Anda menjadi narasi. Bayangkan ini sebagai resep yang dapat digunakan oleh pembimbing Anda dan peneliti masa untuk memahami dan mereplikasi studi Anda. Draf harus ringkas, jelas, dan komprehensif.
Setelah narasi selesai, Anda dapat membandingkannya dengan garis besar untuk memastikan semuanya teratasi. Anda juga harus meninjau templat atau panduan dari lembaga Anda pada bagian pengumpulan data untuk memastikan bahwa semua poin yang diperlukan telah diatasi.
Demikianlah artikel yang memberikan ulasan serta memberikan pengetahuan terkait dengan pengertian metode pengumpulan data menurut para ahli, jenis, contoh, dan cara menulisnya. Semoga materi ini bisa menambah referensi.
-
Carilah 4 artikel, baik nasional maupun internasional sebagai bahan analisis. Setelah kalian mendapatkan 4 artikel, lalu kalian analisislah mengenai tipe dan desain penelitian dalam artikel tersebut. Dimana, format jawaban sebagai berikut
A. JAWABAN
NO
JUDUL
NAMA PENULIS
Jenis Data
Metode Pengumpulan Data
1
2
3
4
Note : Kolom jenis data diisi dengan data sekunder atau primer dan disertai dengan informasi data berupa apa
Kolom metode pengumpulan data diisi dengan apa metode yang digunakan dalam pengumpulan data
-
-
-
PERTEMUAN MINGGU KE 10, HARI : RABU, TANGGAL : 23 JUNI 2021, PUKUL : 7.10 - 10.20, TOPIK : PENENTUAN SAMPEL
Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun
Apa kabar rekan-rekan mahasiswa yang saya banggakan? Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Selamat datang dimata kuliah Riset SDM dengan materi : penetuan sampel. Saya sudah share PPT dan Materi untuk perkuliahan kita hari ini. Silahkan kalian pelajari dulu. Saya juga menambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi hari ini. Ada bahan bacaan yang akan menambah ilmu kalian. Ada video bagaimana menentukan sampel dan teknik samplingnya. Materi ini pun dapat kalian pelajari dari buku Metode Penelitian Bisnis. Ada bahan diskusi di forum diskusi Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Sampling
a. Alasan Perlunya Sampel
b. Penentuan Ukuran Sampel
c. Teknik Pengambilan Sampel
Praktik menentukan jumlah sampel berdasarkan case study
-
Teknik Pengambilan Sampel: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya
Teknik pengambilan sampel dibutuhkan saat kamu sedang melakukan penelitian. Teknik pengambilan sampel berhubungan erat dengan populasi atau sampel yang menjadi bagian penting dari sebuah penelitian. Dengan penentuan jenis objek penelitian ini, peneliti bisa menentukan metode penelitianPengertian Teknik Sampling
Pengertian Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang merupakan sebagian dari populasi tersebut, kemudian diteliti dan hasil penelitian (kesimpulan) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi). yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel acak atau random sampling yang dikenal juga sebagai probability sampling, dan sampel tidak acak atau nonrandom samping yang dikenal juga sebagai non probability sampling. Untuk lebih jelasnya, kita akan ulas satu per satu pada artikel ini.
Jenis Teknik Penentuan Sampel
Teknik Pengambilan Acak/ Random Sample/ Probability Sampling
Sampel acak (probability sampling) adalah cara atau teknik pengambilan sampel dimana teknik tersebut menggunakan kaidah peluang dalam penentuan elemen sampelnya. Teknik ini memberikan kesempatan yang sama untuk setiap elemen populasi untuk menjadi sampel (contoh). Misalkan jika suatu populasi memiliki elemen populasi sebanyak 50 sedangkan yang akan dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/50 untuk bisa dipilih menjadi sampel.
Sebagai catatan bahwa menentukan ukuran sampel tidak dapat dilakukan sebarangan, anda perlu mengikuti kaidah tertentu dan mengacu pada teori para ahli. Artikel berikut dapat membantu anda menemukan referensi ukuran sampel yang tepat.
1. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)Sampel acak atau probability sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel yang menggunakan kaidah peluang dalam proses penentuan sampel. Untuk dapat menerapkan kaidah peluang dalam proses penentuan sampel maka diperlukan suatu kerangka sampel (sampling frame). Kerangka sampel adalah suatu daftar yang berisi kumpulan elemen-elemen populasi beserta informasinya. Elemen-elemen populasi dapat berupa benda atau makhluk hidup yang bersifat nyata dan dapat diidentifikasi untuk dijadikan objek sampel.
Contoh, jika objek penelitian adalah mahasiswa pada suatu perguruan tinggi, katakanlah perguruan tinggi A, maka dibutuhkan suatu daftar nama mahasiswa dari perguruan tinggi beserta karakteristik yang dibutuhkan untuk selanjutnya dilakukan penarikan sampel. Selain nama karakteristik yang dibutuhkan bisa berupa jenis kelamin umur, tinggi badan, nim, berat badan, nilai semester, alamat, dan lain sebagainya yang dapat bermanfaat untuk penelitian.
Bagaimana jika penelitian dilakukan di suatu desa? Maka diperlukan kerangka sampel atau daftar yang memuat seluruh elemen populasi yang akan diteliti di desa tersebut. Contoh ini dapat digeneralisasi untuk seluruh kasus seperti penelitian di level Kabupaten, penelitian di suatu kantor dan lain sebagainya. jika seluruh elemen populasi yang terdaftar di dalam kerangka sampel dijumlahkan maka seharusnya merupakan ukuran populasi (N).
Pada dasarnya untuk menjaga agar peluang terpilihnya suatu sampel secara acak maka digunakan tabel angka random (TAR) untuk menentukan sampel pertama. Angka yang terpilih adalah angka dari salah suatu elemen populasi yang sudah terdaftar pada kerangka sampel. Selanjutnya untuk menentukan sampel sampel yang akan terpilih berikutnya digunakan metode-metode yang akan kita bahas di bawah.
Langkah-langkah memilih sampel seharusnya mengikuti kaidah berikut:
- Siapkan kerangka sampel
- Siapkan tabel angka random
- Menentukan metode pemilihan sampel yang akan digunakan
2. Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)Pengambilan sampel acak sistematis (systematic random sampling) ialah suatu metode pengambilan sampel, dimana hanya unsur pertama saja dari sampel dipilih secara acak, sedangkan unsur-unsur selanjutnya dipilih secara sistematis menurut pola tertentu. Sampel sistematis seringkali menghasilkan kesalahan sampling (sampling error) yang lebih kecil, disebabkan anggota sampel menyebar secara merata di seluruh propinsi.
Ada pendapat bahwa pengambilan sampel dengan metode ini tidak acak, karena yang diambil secara acak unsur pertama saja, sedangkan unsur selanjutnya diurutkan berdasarkan interval yang sudah tertentu dan tetap. Karena itu, untuk dapat mempergunakan metode ini, harus dipenuhi beberapa syarat yakni (1) populasi harus besar, (2) harus teredia daftar kerangka sampel, (3). populasi harus bersifat homogen.
Langkah-langkah pengambilan sampel:
- Tentukan populasi dan susun sampling frame
- Tetapkan jumlah sampel yang akan diteliti menggunakan pertimbangan metodologis
- Tentukan K (kelas interval)
- Tentukan angka atau nomor awal diantara kelas interval tersebut secara acak
- Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor awal yang terpilih, dan nomor interval berikutnya hingga memenuhi jumlah sampel.
3. Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)Stratified random sampling yaitu metode pengambilan sampel yang digunakan pada populasi yang memiliki susunan bertingkat atau berlapis-lapis. Teknik ini digunakan bila populasi memiliki anggota/unsur yang tidak bersifat homogen dan berstrata secara proporsional sehingga setiap strata harus terwakili dalam sampel.
Langkah-langkah pengambilan sampel:
- Tentukan populasi dan daftar anggota populasi
- Bagi populasi berdasarkan strata yang dikehendaki
- Tentukan jumlah sampel dalam setiap strata
- Pilih sampel dari setiap strata secara acak
4. Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling)Pengambilan sampel acak berdasarkan area atau cluster random sampling adalah salah satu metode pengambilan sampel yang digunakan dimana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok individu atau cluster. Sehingga unit yang terpilih menjadi sampel bukan individu, namun kelompok individu yang telah tertata. Cluster sampel ini harus dipilih secara random dari populasi cluster juga.
Teknik sampling ini digunakan untuk penelitian mengenai suatu hal terhadap bagian-bagian yang berbeda di dalam sebuah instansi bila objek yang akan diteliti sangat luas.
Langkah langkah :
- Tentukan populasi cluster yang akan diteliti
- Tentukan berapa cluster atau kelompok individu yang akan diambil sebagai sampel
- Pilih cluster sampel secara acak
- Teliti setiap individu dalam cluster sampel tersebut.
5. Area Sampling atau sampel wilayah Bertingkat (Multi Stage Sampling)Multistage sampling disebut juga sebagai teknik sampling acak bertingkat. Secara singkat, multistage sampling adalah penggunaan beberapa metode random sampling secara bersamaan dalam suatu penelitian secara efektif dan efisien. Dalam hal ini, salah satu kunci yang perlu diketahui adalah adanya beberapa metode sampling berbeda yang digunakan.
Ada beberapa syarat yang harus diketahui dan dipenuhi sebelum menggunakan multistage sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Dengan terpenuhinya beberapa syarat tersebut, maka hasil dari pengambilan sampel akan cenderung lebih maksimal.
- Populasi sample cukup homogen
- Jumlah populasi yang sangat besar
- Populasi menempati daerah atau domain yang sangat luas
- Tidak tersedia kerangka sampel yang bisa memuat unit-unit yang terkecil atau ultimate sampling unit
Untuk menerapkan multistage sampling dalam proses pengambilan sampel, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Beberapa langkah yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut:
- Menetapkan populasi
- Menetapkan tingkatan
- Menghitung besar sampel
- Mengambil secara acak sejumlah unsur yang ada pada setiap tingkatan
- Mengambil sampel secara acak sesuai besar sampel di tingkat terakhir
Baca Juga: Penelitian Korelasional : Pengertian, Ciri-ciri, Langkah, dan Contoh
Teknik Pengambilan Sampel Tidak Acak/ Non- Probability Sampling / Non-Random SampleKebalikan dari Teknik pengambilan sampel secara acak, teknik non probability sampling peneliti memilih anggota untuk penelitian secara acak. Metode pengambilan sampel ini bukan proses seleksi tetap atau standar. Dalam teknik yang satu ini, tidak semua elemen populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dimasukkan dalam sampel.
Terdapat beberapa jenis Teknik pengambilan sampel tidak acak.
1. Purposive SamplingDalam teknik ini, seorang peneliti bisa memberikan penilaian terhadap siapa yang sebaiknya berpartisipasi di dalam sebuah penelitian. Seorang peneliti dapat secara tersirat memilih subjek yang dianggap representatif terhadap suatu populasi.
Teknik pengambilan sampel jenis ini umumnya digunakan oleh media ketika akan meminta pendapat dari publik mengenai suatu hal. Media tersebut akan memilih siapa subjek yang dianggap dapat mewakili publik.
Kelebihan dari purposive sampling yaitu waktu dan juga biaya yang digunakan lebih efektif. Sedangkan, kelemahannya ketika seorang peneliti salah memilih subjek yang representatif.
2. Snowball SamplingSnowball sampling adalah metode pengambilan sampel yang peneliti terapkan ketika subjek sulit dilacak. Misalnya, akan sangat menantang untuk mensurvei orang-orang yang tidak memiliki perlindungan atau imigran ilegal. Dalam kasus seperti itu, menggunakan teori bola salju, peneliti dapat melacak beberapa kategori untuk mewawancarai dan mendapatkan hasil.
Peneliti juga menerapkan metode pengambilan sampel ini dalam situasi di mana topiknya sangat sensitif dan tidak didiskusikan secara terbuka. Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.
Kelebihan dari pengambilan beruntun ini adalah bisa mendapatkan responden yang kredibel di bidangnya. Sementara kekurangan adalah memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.
Baca Juga: Rating Scale : Pengertian, Ciri-ciri, Bentuk, Kesalahan-kesalahan, dan Contoh
3. Accidental SamplingTeknik pengambilan sampel ini ini bergantung pada kemudahan akses ke subjek seperti survei pelanggan di mal atau orang yang lewat di jalan yang sibuk. Biasanya disebut sebagai convenience sampling, karena kemudahan peneliti dalam melakukan dan berhubungan dengan subjek. Peneliti hampir tidak memiliki kewenangan untuk memilih elemen sampel, dan ini murni dilakukan berdasarkan kedekatan dan bukan keterwakilan.
Metode pengambilan sampel non-probabilitas ini digunakan ketika ada batasan waktu dan biaya dalam mengumpulkan umpan balik. Dalam situasi dimana terdapat keterbatasan sumber daya seperti pada tahap awal penelitian, digunakan convenience sampling.
Kelebihan dari teknik sampling ini adalah karena pengambilan sesaat sehingga memudahkan pemilihan anggota sampel. Kekurangan teknik ini adalah belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.
4. Quota SamplingApabila ingin menggunakan metode quota sampling, maka seorang peneliti harus menetapkan standard sebelumnya. Sehingga ia bisa memilih sampel yang akan digunakan untuk merepresentasikan populasi. Proporsi dari karakteristik yang ada dalam sampel harus sama dengan populasi yang ada.
Kelebihan dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal. Sementara kekurangan dari teknik ini adalah bias, belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.
5. Teknik Sampel JenuhTeknik sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sampling Jenuh berbeda dengan sensus karena sensus populasinya besar sedangkan sampling jenuh menggunakan populasi yang relatif kecil meskipun keduanya sama sama menggunakan seluruh populasi untuk dijadikan sample.
Kelebihan dari Teknik sampling jenuh adalah mudah, praktis, murah dan tidak memerlukan waktu untuk pengumpulan data sampel. Sementara kelemahan dari Teknik sampel jenuh adalah tidak cocok untuk populasi dengan anggotanya yang besar sehingga hanya cocok untuk kelompok populasi kecil.
Contoh Teknik sampel jenuh:
Misalnya akan diteliti sebuah kinerja guru di salah satu sekolah swasta di Yogtakarta. Karena jumlah guru hanya ada 35 maka seluruh guru dijadikan sample.
6. Sampling Sistematis atau Systematic Sampling
Teknik sampling sistematis merupakan teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.
Contohnya dengan mengambil sampel dari populasi karyawan yang berjumlah 125. Karyawan ini diurutkan dari 1ΓÇô125 berdasarkan absensi. Peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor genap 2, 4, 6, dan seterusnya atau nomor ganjil 1, 2, 3, dan seterusnya, atau bisa juga mengambil nomor kelipatan 2, 4, 8, 16, dan seterusnya.
Pemilihan Jenis Teknik Penetapan Sampel
Dalam menentukan sampel diperlukan tahapan penetapan sampel. Tahapan yang perlu dilakukan dalam pengambilan sampel, yaitu:
- Mendefinisikan populasi yang akan diamati
- Menentukan kerangka sampel dan kumpulan semua peristiwa yang mungkin
- Menentukan teknik atau metode sampling yang tepat
- Melakukan pengambilan sampel (pengumpulan data)
- Melakukan pemeriksaan ulang pada proses sampling
Tujuan Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampel yang digunakan akan berhubungan dengan cara-cara dari pengambilan suatu sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan beberapa tujuan, diantaranya yaitu:
- Untuk mendapatkan data yang lebih akurat, namun masih ada kaitannya dengan populasi yang menjadi sasaran suatu penelitian.
- Bertujuan untuk memberikan informasi yang berhubungan dengan populasi yang ingin diteliti.
- Dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan didalam mengambil suatu keputusan.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teknik sampling dibentuk sebagai cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data penelitian. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar nantinya bisa mendapatkan sampel yang representatif untuk penelitian lebih lanjut.
-
A. PERINTAH
Carilah 4 artikel, baik nasional maupun internasional sebagai bahan analisis. Setelah kalian mendapatkan 4 artikel, lalu kalian analisislah mengenai tipe dan desain penelitian dalam artikel tersebut. Dimana, format jawaban sebagai berikut:
B. JAWABAN
NO
JUDUL
NAMA PENULIS
JUMLAH SAMPEL
SAMPEL
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL
1
2
3
4
Note :
- Kolom jenis data diisi dengan jumlah sampel diisi dengan berapa jumlah sampel yang digunakan/responden dalam penelitian tersebut
- Kolom sampel ditulis dengan siapa sampelnya dalam artikel tersebut, contoh: karyawan bagian marketing
- Kolom Teknik pengambilan sampel ditulis dengan apa Teknik pengambilan sampelnya, dan jelaskan alasannya.
-
-
-
KULIAH PENGGANTI, PERTEMUAN MINGGU KE 11, HARI SENIN, TANGGAL : 28 JUNI 2021, PUKUL : 13.00-16.10, TOPIK : VARIABEL DAN PENGUKURANNYA
Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun
Apa kabar rekan-rekan mahasiswa yang saya banggakan? Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Hari ini adalah kuliah pengganti. Selamat datang dimata kuliah Riset SDM dengan bahasan Variabel dan Pengukurannya. Saya sudah share PPT dan Materi untuk perkuliahan kita hari ini. Silahkan kalian pelajari dulu. Saya juga menambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi hari ini. Ada video bagaimana menentukan variabel yang sesuai dengan permasalahan yang ada di tempat penelitian. Ada diskusi forum bagaimana membuat Definisi Operasional Variabel. Materi ini pun dapat kalian pelajari dari buku Metode Penelitian Bisnis. Ada Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Variabel Penelitian dan Pengukuran/
a. Pengertian dan Jenis Variabel
b. Jenis-Jenis Variabel
Pengukuran Variabel
c. Skala Pengukuran
d. Definisi Operasional
e. Praktik merancang definisi operasional
-
Pengertian tentang Variabel Penelitian
Penelitian adalah suatu proses mencari tahu sesuatu secara sistematis dalam waktu yang relatif lama dengan menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku. Supaya proses penelitian akan berjalan lancar,dan dapat berhasil dengan baik maka peneliti ditekankan untuk membuat rancangan penelitian. Dalam menentukan rancangan penelitian, hal yangperlu untuk diingat adalah seluruh komponen penelitian itu harus terjalinsecara serasi dan tertib. Salah satu komponen penelitian yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan proses studi secara komprehensif adalah variabel penelitian.
Variabel merupakan atribut sekaligus objek yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Komponen dimaksud penting dalam menarikkesimpulan atau inferensi suatu penelitian. Ada beberapa jenis variabel dalam penelitian. Variabel-variabel dimaksud antara lain: variabel bebas dan variabel terikat, variabel aktif dan variabel atribut, variabel kontinudan variabel kategori termasuk juga variabel laten. Selain itu kriteria atau syarat suatu variabel yang baik dalam pengembangannya harus dipahami dan dimengerti dengan baik sehingga menjadi dasar identifikasi danpengembangan variabel-variabel penelitian.
Variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari yang mempunyai nilai yang bervariasi. Kerlinger juga mengatakan bahwa variabel adalahsimbol/lambang yang padanya kita letakan sebarang nilai atau bilangan. Menurut Sugiyono (2012), variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Selanjutnya menurut Arikunto (2010), variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu titik perhatian suatu penelitian. Bertolak dari pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut dan sifat atau nilai orang, faktor, perlakuan terhadap obyek atau kegiatan yangmempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajaridan kemudian ditarik kesimpulannya.
Para ahli mendefinisikan pengertian variabel dimana memilki beragam macam jenis variabel dan contohnya. Dari berbagai hasil definisipara ahli mengenai pengertian variabel, ditemukan Pengertian Variabel yang sebenarnya, dimana secara umum, Pengertian Variabel adalah suatu besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga dapat mempengaruhiperistiwa atau hasil penelitian. Dengan penggunaan variabel, kita dapatdengan mudah memperoleh dan memahami permasalahan.
Pengertian variabel sangat bermacam-macam bergantung dari mata pelajaran pengertian variabel dimaksudkan seperti dalam mata pelajaran, sains, matematika, ilmu komputer, dan logika matematika.
Variabel dapat dikelompokkan menurut beragam cara, namunterdapat tiga jenis tiga jenis pengelompokkan variabel yang sangat penting dan mendapatkan penekanan. Karlinger (2006) antara lain:
1. Variabel bebas dan variabel terikat, Variabel bebas sering disebut independent, variabel stimulus,
prediktor, antecedent. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel terikat atau dependen atau disebut variabel output, kriteria, konsekuen, adalah variabel yangdipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat tidak dimanipulasi, melainkan diamati variasinya sebagai hasil yang dipradugakan berasal dari variabel bebas. Biasanya variabel terikat adalah kondisi yang hendak kita jelaskan. Dalam eksperimen-eksperimen, variabel bebas adalah variabel yang dimanipulasikan (ΓÇ£dimainkanΓÇ¥) oleh pembuat eksperimen. Misalnya,manakala peneliti di bidang pendidikan mengkaji akibat dari berbagaimetode pengajaran, peneliti dapat memanipulasi metode sebagai (variabel bebasnya) dengan mengggunakan berbagai metode.
Dalam penelitian yang bersifat tidak eksperimental, yang dijadikan variabel bebas ialah yang ΓÇ£secara logisΓÇ¥ menimbulkan akibat tertentu terhadap suatu variabel terikat. Contohnya, dalam penelitian tentang merokok dan kanker paru-paru, merokok (yang memang telah dilakukan oleh banyak subyek) merupakan variabel bebas, sementara kanker paru-paru merupakan akibat dari merokok atau sebagai variabel terikat. Jadi variabel bebas adalah variabel penyebab, sadangkan variabel terikat yang menjadi akibatnya.
Dalam bidang pendidikan variabel terikat yang paling lazim adalah, misalnya prestasi, atau ΓÇ£hasil belajarΓÇ¥.Untuk mengetahui prestasi belajar peserta didik, peneliti memiliki sejumlah besar kemungkinan variabel bebasnya, antara lain: kecerdasan, kelas sosial, metode pembelajaran, tipe kepribadian, tipe Motivasi (imbalan/hadiah dan hukuman), sikap terhadap sekolah, suasana kelas dan seterusnya. Untuk lebih mudah dipahami berikut ini ditampilkan skema mengenai penjelasan di atas.
2. Variabel aktif dan variabel atribut
Variabel aktif adalah variabel bebas yang dimanipulasi. Sebarang variabel yang dimanipulasikan merupakan variabel aktif. Misalnya peneliti memberikan penguatan positif untuk jenis kelakuan tertentudan melakukan hal yang berbeda terhadap kelompok lain atau memberikan instruksi yang berlainan pada kedua kelompok tersebut atau peneliti menggunakan metode pembelajaran yang berbeda,atau memberikan imbalan kepada subyek-subyek dalam kelompoklain, atau menciptakan kecemasan dengan instruksi-instruksi yangmeresahkan, maka peneliti secara aktif memanipulasi variabel metode, penguatan, dan kecemasan.
Variabel atribut adalah yang tidak dapat dimanipulasi atau kata lain variabel yang sudah melekat dan merupakan ciri dari subyek penelitian. Misalnya: Intelegensi, bakat jenis kelamin, status sosial ekonomi, sikap, daerah geografis suatu wilayah, dan seterusnya. Ketika kita melakukan penelitian atau kajian subyek-subyek penelitian kita sudah membawa variabel-variabel (atribut-atribut) itu. Yang membentuk individu atau subyek penelitian tersebutadalah lingkungan, keturunan, dan situasi-situasi lainnya. Perbedaan variabel aktif dan variabel atribut ini bersifat umum. Akan tetapi variabel atribut dapat pula menjadi variabel aktif.
Ciri ini memungkinkan untuk penelitian relasi ΓÇ£yang samaΓÇ¥ dengan cara berbeda. Misalnya kita dapat mengukur kecemasan subyek. Jelas bahwa dalam hal ini kecemasan merupakan atribut. Akan tetapi kita dapat pula memenipulasi kecemasan. Kita dapatmenumbuhkan kecemasan dengan tingkat yang berbeda, dengan mengatakan kepada subyek-subyek yang termasuk dalam kelompok eksperimen (kelompok yang diteliti) bahwa yang harus merekakerjakan sulit, maka tingkat kecerdasan mereka akan diukur dan masa depan mereka tergantung pada skor tes itu. Sedangkan kepada subyek lainya dipesan bahwa kerja sebaik-baiknya tetapi santai saja; hasil tes tidak terlalu penting dan sama sekali tidak mempengaruhi hari depan mereka.
3. Variabel kontinu dan variabel kategori
Sebuah variabel kontinu memiliki sehimpunan harga yang teratur dalam suatu cakupan (range) tertentu. Arti defenisi ini ialah:
a. Harga-harga suatu variabel kontinu mencerminkan setidaknyasuatu urutan peringkat. Harga yang lebih besar untuk variabel itu berarti terdapatnya lebih banyak sifat tertentu (sifat yang dikaji)yang dikandungnya, dibandingkan dengan variabel denganharga yang lebih murah. Misalnya, harga-harga yang diperoleh dari suatu skala untuk mengukur ketergantungan (depedensi)mengungkapkan ketergantungan dengan kadar yang berbeda beda, yakni mulai dari tinggi, menengah/sedang, sampai rendah.
b. Ukuran-ukuran kontinu dalam penggunaan nyata termuat dalam suatu range, dan tiap individu mendapatkan skor yang ada dalam range tersebut. Misalnya suatu skala untuk mengukur ketergantungan mungkin memiliki range dari 1 hingga 7.
c. Secara teoritis terdapat himpunan harga atau nilai yang tak berhingga banyaknya dalam range itu. Demikianlah maka skor seseorang individu mungkin sekali adalah 4,72 dan bukan 4 atau 5. Variabel kategori variabel yang berkaitan dengan suatu jenis pengukuran yang dinamakan pengukuran nominal. Dalam pengukuran nominal terdapat dua himpunan bagian atau lebih yang merupakan bagian dari himpunan obyek yang diukur. Individu-individu dikategorisasikan berdasarkan pemilikan ciri-ciri tertentu yang merupakan penentu suatu himpunan bagian. Jadi persoalah variabel ini adalah antara ΓÇ£yaΓÇ¥ atau ΓÇ£tidakΓÇ¥. Contoh paling mudah adalah variabel kategori dikotomis: jenis kelamin, republik-demokrat, kulit putih-kulit hitam, dan sebagainya.
Politomi, yakni pilihan (partisi) cukup lazim terdapat khususnya dalam sosiologi dan ilmu ekonomi: anutan agama, pendidikan, kewarganegaraan, pilihan pekerjaan, dan seterusnya.
Syarat-syarat yang dituntut variabel kategori dan variabel nominal, adalah semua anggota himpunan bagain dipandang sama. Misalnya, kalau variabel itu adalah anutan agama, semua penganut protestan adalah sama; semua penganut katolik adalah sama; dan semua penganut ΓÇ£lain-lainΓÇ¥ punsama. Jika seorang agama katolik, dia dimasukan dalam kategori ΓÇ£katolikΓÇ¥ dan diberi angka (nomor) ΓÇ£1ΓÇ¥ dalam katergori tersebut. Variabel ini bersifat ΓÇ£demokratisΓÇ¥ artinya, tidak mengenal tatanan peringkat atau ungkapan ΓÇ£lebih besarΓÇ¥ maupun ΓÇ£lebih kecilΓÇ¥ daripada di antara kategorinya. Semua anggota kategori memiliki nilai atau harga sama.
Ungkapan variabel kualitatif kadang-kadang digunakan untuk menunjuk variabel-variabel kategori ini, khusunya dikotomi, barangkali juga untuk mengkontraskanya dengan variabel kuatitatif (variabel kontinu). Penggunaan ungkapan itu mencerminkan adanya gagasan yang agak menyimpang mengenai hakikat variabel. Variabel selalu dapat dikuantisasikan; jika tidak demikian, tentunya bukanlah variabel. Sebelummnya dijelaskan bahwa konstruk adalah hal-hal yang tak teramati (non observable) sedangkan defenisi variabel secara operasional adalah hal-hal yang teramati. Kerlinger (2006) menambahkan bahwa hal yang dimaksud adalah ΓÇ£variabel latenΓÇ¥. Variabel laten adalah suatu utuhan
obyek tak teramati yang diduga melandasi variabel amatan. Peneliti cenderung lebih berminat pada variabel-variabel laten, daripada relasi antara variabel-variabel amatan; sebab peneliti berupaya menjelaskan fenomena dan relasinya. Istilah-istilah lain untuk mengungkapkan gagasan yang kira-kira sama misalnya konstruk disebut dengan variabel intervensi (intervening variabel). Variabel intervensi adalah istilah yang dibuat untuk menunjuk pada proses-proses psikologis yang internal dan tak teramati, yang pada gilirannya mengacu pada perilaku. suatu variabel intervensi ini ΓÇ£hanya ada di otak penelitiΓÇ¥ tidak dapat dilihat, didengar, atau diraba; disimpulkan dari perilaku.
Kegunaan Variabel
1). Untuk mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data
2). Untuk mempersiapkan metode analisis/pengolahan
data. 3). Untuk pengujuian hipotesis. Variabel penelitian yang baik adalah
1). Relevan dengan tujuan penelitian
2). Dapat diamati dan dapat diukur
3). Dalam suatu penelitian, variabel perlu diidentifikasi, diklasifikasi,
dan didefenisikan secara operasional dengan jelas dan tegas agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan data sertadalam pengujian hipotesis.
-
-
BUATLAH TABEL DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL BERDASARKAN TEORI DAN INDIKATOR DARI MASING-MASING VARIABEL PENELITIAN KALIAN.
-
-
PERTEMUAN MINGGU KE 12, HARI : RABU, TANGGAL : 30 JUNI 2021, PUKUL : 7.10 - 10.20, MATERI : UJI REABILITAS DAN VALIDITAS
Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun
Alhamdulilah kita bertemu lagi di perkuliahan daring kita di minggu ke 12. Apaka kabar kalian semua?Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Tetap mematuhi protokol kesehatan ya.... Selamat datang dimata kuliah Riset SDM dengan bahasan Uji Reabilitas dan Validitas. Silahkan untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi kita hari ini. Semua lengkap di lms. Kalian juga dapat mempelajari dari buku Metopel karangan Suliyanto. Ada forum diskusi untuk membuat kajian analisis apa yang di maksud dengan Uji Reabilitas dan Uji Validitas. Silahkan masukkan hasil analisis kalian di laman forum diskusi. Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wr
-
Uji Validitas dan Reabilitas/
a. Alasan perlunya uji validitas dan reabilitas
b. Uji Validitas
c. Uji Reabilitas
Praktik Uji Validitas
-
Memahami Uji Validitas dalam Penelitian
Validitas berhubungan dengan suatu peubah mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas dalam penelitian menyatakan derajat ketepatan alat ukur penelitian terhadap isi sebenarnya yang diukur.
Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan dalam suatu hal, mengukur apa yang diukur. Dikatakan pula bahwa uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mengungkapkan apa yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika tes tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dilakukannya tes tersebut. Suatu tes menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah.
Teknik pengujian SPSS sering digunakan sebagai cara uji validitas. Dan yang digunakan adalah korelasi Bivariate Pearson (Produk Momen Pearson) dan Corrected Item-Total Correlation.
Cara Uji Validitas Instrumen
Validitas instrumen dapat dibuktikan dengan beberapa bukti. Bukti-bukti tersebut antara lain secara konten, atau dikenal dengan validitas konten atau validitas isi, secara konstruk, atau dikenal dengan validitas konstruk, dan secara kriteria, atau dikenal dengan validitas kriteria. Berikut penjelasan selengkapnya;
- Validitas Konten
Validitas konten atau validitas isi fokus memberikan bukti pada elemen-elemen yang ada pada alat ukur dan diproses dengan analisis rasional. Validitas konten dinilai oleh ahli. Saat alat ukur diuraikan dengan detail maka penilaian akan semakin mudah dilakukan. Beberapa contoh elemen yang dinilai dalam validitas konten adalah sebagai berikut;
- Definisi operasional variabel
- Representasi soal sesuai variabel yang akan diteliti
- Jumlah soal
- Format jawaban
- Skala pada instrumen
- Penskoran
- Petunjuk pengisian instrumen
- Waktu pengerjaan
- Populasi sampel
- Tata bahasa
- Tata letak penulisan (format penulisan)
Setelah melakukan uji validitas konten kepada ahli, kemudian instrumen direvisi sesuai saran/masukan dari ahli. Instrumen dinyatakan valid secara konten tergantung dari ahli. Ahli bebas memberikan penilaian apakah instrumen ini valid atau tidak.
Indikator bahwa suatu instrumen telah valid adalah ahli sudah menerima instrumen, baik secara isi maupun formatnya, tanpa ada perbaikan kembali. Jika setelah revisi ahli masih meminta ada perbaikan, maka revisi masih perlu dilakukan hingga ahli benar-benar menerima instrumen tanpa perbaikan lagi (Fraenkel, Wallen, & Hyun, 2012).
- Validitas Konstruk
Validitas konstruk fokus pada sejauh mana alat ukur menunjukkan hasil pengukuran yang sesuai dengan definisinya. Definisi variabel harus jelas agar penilaian validitas konstruk mudah. Definisi tersebut diturunkan dari teori.
Jika definisi telah berlandaskan teori yang tepat, dan pertanyaan atau pernyataan item soal telah sesuai, maka instrumen dinyatakan valid secara validitas konstruk (Fraenkel, Wallen, & Hyun, 2012).
- Validitas Kriteria
Validitas kriteria fokus pada membandingkan instrumen yang telah dikembangkan dengan instrumen lain yang dianggap sebanding dengan apa yang akan dinilai oleh instrumen yang telah dikembangkan. Instrumen lain ini disebut sebagai kriteria. Ada dua jenis validitas kriteria:
- Validitas Kriteria Prediktif, dan
- Validitas Kriteria Bersamaan (Concurrent).
Perbedaan kedua cara uji validitas kriteria tersebut terletak pada waktu pengujian instrumen dengan kriterianya. Jika pengujian instrumen dan kriterianya dilakukan pada waktu yang berbeda, maka disebut dengan validitas kriteria prediktif, sedangkan jika pengujian instrumen dengan kriterianya dilakukan pada waktu yang bersamaan maka disebut dengan validitas kriteria bersamaan (concurrent). Hasil dari uji instrumen dan kriterianya kemudian dihubungkan dengan uji korelasi.
-
-
PERTEMUAN MINGGU KE 13, HARI : RABU, TANGGAL : 7 JULI 2021, PUKUL : 7.10 - 10.20, TOPIK : ANALISIS DATA
Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun
Alhamdulilah kita bertemu lagi diperkuliahan daring kita di minggu ke 13. Apaka kabar kalian semua?Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Tetap mematuhi protokol kesehatan ya.... Bahasan hari ini tentang Analisis Data. Silahkan mempelajari di laman lms. Saya tampilkan bahan bacaan tentang Analisi Data yaitu Regresi Linier Berganda. Ada video penjelasan tentang Analisis Regresi Linear Berganda. Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wr
-
Analisis Data dan Pemabahasn/
a. Tahapan proses analisis data
b. Analisis Data
c. Pembahasan hasil penelitian
d. Praktik analisis data dengan alat regresi linear berganda
-
Penjelasan dan Tutorial Regresi Linear Berganda
Dalam kesempatan ini, saya akan coba menjelaskan tentang Regresi Linear Berganda serta tutorial regresi linear berganda dengan SPSS. Mungkin bisa dibilang artikel ini terlambat saya buat, sebab pada kesempatan lainnya sudah banyak sekali artikel tentang regresi linear berganda dengan berbagai software, seperti minitab, stata dan excel.
Dalam kesempatan ini, saya akan fokus dalam menjelaskan pengertian atau apa itu sebenarnya regresi linear berganda. Serta apa saja asumsi atau syaratnya serta bagaimana cara melakukan regresi linear berganda dengan SPSS
Pengertian Regresi Linear Berganda
Regresi Linear Berganda adalah model regresi linear dengan melibatkan lebih dari satu variable bebas atau predictor. Dalam bahasa inggris, istilah ini disebut dengan multiple linear regression.
Pada artikel yang lain, yaitu pada artikel penjelasan berbagai jenis regresi berganda, saya sudah jelaskan perbedaan antara regresi berganda dengan regresi sederhana. Pada dasarnya regresi linear berganda adalah model prediksi atau peramalan dengan menggunakan data berskala interval atau rasio serta terdapat lebih dari satu predictor.
Skala data yang dimaksud diatas adalah pada semua variabel terutama variable terikat. Pada regresi linear, tidak menutup kemungkinan digunakannya data dummy pada variable bebas. Yaitu pada regresi linear dengan dummy.
Model regresi linear berganda dilukiskan dengan persamaan sebagai berikut:Y = ╬▒ + ╬▓1 X2 + ╬▓2 X2 + ╬▓n Xn + e
Keterangan:
Y = Variabel terikat atau response.
X = Variabel bebas atau predictor.
╬▒ = Konstanta.
╬▓ = Slope atau Koefisien estimate.
Regresi Linear Berganda Contoh Regresi Linear Berganda
Salah satu contoh penelitian yang menggunakan analisis regresi linear berganda adalah penelitian dengan judul: ΓÇ£pengaruh ROA, NPM dan Size Terhadap Return Saham.ΓÇ¥ Untuk contoh penelitian ini sudah saya jelaskan secara rinci dalam artikel tentang contoh penelitian bisnis dengan regresi linear.
Berdasarkan contoh penelitian diatas, sudah jelas bahwasanya semua variable berskala data interval atau rasio. Dengan kata lain data yang digunakan adalah data kuantitatif atau numeric. Dalam contoh tersebut juga dijelaskan bahwasanya variable bebas lebih dari satu, yaitu ROA, NPM dan Size.
Asumsi Klasik regresi Linear Berganda
Seperti halnya uji parametris lainnya, maka regresi linear juga mempunyai syarat atau asumsi klasik yang harus terpenuhi. Agar model prediksi yang dihasilkan nantinya bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimation).
Asumsi klasik pada regresi linear berganda antara lain: Data interval atau rasio, linearitas, normalitas, non outlier, homoskedastisitas, non multikolinearitas dan non autokorelasi.
Data Interval atau rasio.
Skala data semua variable terutama variable terikat adalah interval atau rasio. Asumsi ini tidak perlu diuji, cukup anda pastikan bahwa data yang digunakan adalah data interval atau rasio (numeric atau kuantitatif).
-
-
PERTEMUAN MINGGU KE 14, HARI : RABU, TANGGAL : 14 JULI 2021, WAKTU : 7.10M- 10.20, TOPIK : MENYUSUN LAPORAN PENELITIAN
Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun
Salam the best dan salam sehat untuk mahasiswa yang saya banggakan. Tidak terasa kita sdh di pertemuan minggu ke 14. Apa kabar kalian semua? Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Tetap mematuhi protokol kesehatan ya.... Bahasan hari ini tentang Menyusun Laporan penelitian. Silahkan mempelajari di laman lms. Saya tampilkan PPT dan materi terkait Menyusun Laporan Penelitian. Ada bahan bacaan tentang materi kita minggu ini. Ada video penjelasan tentang Bagaimana menyusun laporan penelitian itu. Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Menyusun Laporan Penelitian/
a. Kriteria laporan penelitian
b. Bagian laporan penelitian
c. Tata naskah laporan penelitian
d. Evaluasi laporan penelitian
-
SILAHKAN UNTUK MEPERHATIKAN BAGAIMANA ISI PEMBUATAN LAPORAN UNTUK SETIAP BABNYA.
-
-
PERTEMUAN MINGGU KE 15, HARI : RABU, TANGGAL : 21 JULI 2021, WAKTU : 7.10 - 10.20, TOPIK : PEMBUATAN PROPOSAL PENELITIAN
Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun
Apa kabar rekan-rekan mahasiswa yang saya banggakan? Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Hari ini adalah pertemuan ke 15 dengan materi Pembuatan Proposal Penelitian Saya sudah share PPT dan Materi untuk perkuliahan kita hari ini. Silahkan kalian pelajari dulu. Ada diskusi forum tentang bagaimana membuat proposal penelitian. Semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
-
PERTEMUAN KE 16. UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP T.A 2020-2021, MATAKULIAH : RISET SDM (PRAKTIKUM), TANGGAL : 28 JULI 2021. WAKTU : 8.50 - 10.20

-
PERHATIKAN KETENTUAN UAS :
1. Jangan lupa menulis Nama, NPM dan kelas di lembar jawaban anda.
2. Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
3. Baca soal baik-baik dan kerjakan seluruh pertanyaan soal UAS tersebut
4. Jawaban soal DIKETIK dan harus submit ke lms.darmajaya @ac.id dalam bentuk pdf.
5. Batas waktu pengumpulan jawaban UAS adalah hari Rabu, ke assignment @lms darmajaya tanggal 28 JULI 2021, Pukul 8.50 - 16.00 wib
6. Dilarang mencontek atau memindahkan jawaban dari teman atau dari google, jawaban anda tidak di koreksi.
Terima kasih. Selamat Bekerja Semoga Sukses
-
-
PERTEMUAN KE 17, UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP T.A 2020/2021, MATAKULIAH : RISET SDM (TEORI), KELAS : 6MA-P2, HARI : RABU, TANGGAL : 4 AGUSTUS 2021, WAKTU : 7.10- 8.30

-
PERHATIKAN KETENTUAN UAS :
1. Jangan lupa menulis Nama, NPM dan kelas di lembar jawaban anda.
2. Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
3. Baca soal baik-baik dan kerjakan seluruh pertanyaan soal UAS tersebut
4. Jawaban soal UAS DI TULIS TANGAN dan harus submit ke lms.darmajaya @ac.id dalam bentuk pdf.
5. Batas waktu pengumpulan jawaban UAS adalah hari Rabu, ke assignment @lms darmajaya tanggal 4 AGUSTUS 2021, Pukul 7.10 - 16.00 wib
6. Dilarang mencontek atau memindahkan jawaban dari teman atau dari google, jawaban anda tidak adak di koreksi.
Terima kasih. Selamat Bekerja Semoga Sukses
-

