Garis besar topik
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS OPERASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Operasi
Topik Bahasan
Dampak pos tidak berulang (Pos Luar Biasa)
-
Pos Luar Biasa
Pos luar biasa dibedakan dari sifatnya yang tidak lazim dan jarang terjadi. Sebelum SFAS 145 (yang berlaku efektif untuk tahun fiskal bulan Mei 2002) diberlakukan. Sebagian besar pos luar biasa merupakan keuntungan dan kerugian akibat bencana alam dan penyerahan aset. Walaupun demikian, proporsi perusahaan ΓÇôperusahaan yang melaporkan pos luar biasa telah mengalami penurunan yang signifikan.
Menurut standar akuntansi yang berlaku saat ini, hal inidikarenakan keuntungan dan kerugian yang berhubungan dengan penghapusan utang harus bersifat tidak lazim dan jarang terjadi (lihat pembahasan kita tentang persyaratan ini nanti) agar dapat diklasifikasikan sebagai pos luar biasa. Penjadwalan kembali utang umumnya tidak memenuhi kedua persyaratan tersebut.
Akuntansi Pos Luar Biasa- Untuk dapat memenuhi persyaratan luar biasa, suatu pos harus memiliki sifat yang tidak lazim dan jarang terjadi. Persyaratan- persyaratan tersebut didefinisikan sebagai berikut: Sifat yang tidak lazim, (unusual nature). Suatu peristiwa atau transaksi tidak normal dan tidak berhubungan, atau hanya kebutulan berhubungan dengan aktivitas rutin dan umum perusahaan.
- Jarang terjadi (infrequent occurence) suatu peristiwa atau transaksi yang sewajarnya tidak diharapkan akan terjadi dalam jangka pendek.
Pos luar biasa bersifat tidak berulang. Oleh karena itu, seorang analis akan mengeluarkan pos luar biasa ketika menghitung laba tetap. Pos luar biasa juga dikeluarkan dari laba ketika melakukan perbandingan antar waktu atau antar perusahaan. Namun, meskipun pos luar biasa bersifat sementara, pos ini menghasilkan biaya (atau keuntungan) bagi perusahan. Oleh sebab itu, seorang analis harus memasukkan seluruh jumlah pos luar biasa ketika menghitung laba ekonomi.
Operasi yang Dihentikan
Perusahaan terkadang melepas suatu divisi atau lini produk. Saat pelepasamn terkait segmen usaha yang dapat diidentifikasi secara terpisah ini terjadi, diperlukan perlakuan akuntansi khusus pada laporan laba rugi. Satu standar baru (SFAS 1440) memperluasa perlakuan ini sehingga memasukkan seluruh komponen suatu entitas (dan bukan hanya satu segmen usaha). Komponen satu entitas itu terdiri atas operasi (dan arus kas ) yang dapat dibedakan secara jelas, baik secara operasional maupun untuk tujuan pelaporan keuangan, dari usaha yang lain.
Analisis Operasi yang Dihentikan
Analisis beroperasi pada keputusan dan masa depan. Karena itu untuk tujuan analisis, seluruh dampak ooperasi yang dihentikan harus dikeluarkan dari laba berjalan dan masa lalu. Aturan ini berlaku tranpa melihat apakah tujuan analisis adalah menghitung laba ekonomi atau tetap atau menghitung laba operasi atau non-operasi. Penyesuaian bersifat langsung untuk tahun berjalan dan dua tahun sebelumnya karena perusahaan diwajibkan menyajikan kembali laporan laba rugi dan melaporkan laba rugi atau rugi operasi yang dihentikan secara terpisah. Informasi seperti ini tidak tersedia untuk tahun tahun sebelumnya.
Perubahan Akuntansi
Perusahaan dapat mengubah metode dan asumsi akuntansi yang mendasari laporan keuangan karena beberapa alasan. Terkadang, metode akuntansi diubah karena adanya standar akuntansi yang baru. Pada suatu kondisi tertentu, metode atau asumsi akuntansi diubah untuk dapat mencerminkan perubahan aktivitas atau kondisi usaha secara lebih baik.- Pelaporan Perubahan Akuntansi
- Perubahan Estimasi Akuntansi
- Penerapan prospektif, yaitu perubahan diterapkan pada periode dimana perubahan terjadi dan bila memungkinkan, periode-periode masa depan pada dan ketika suatu dampak terjadi (tidak ada penyajian kembali secara retroaktif).
- Penerapan pada catatan, yaitu mengungkapkan dampak perubahan terhadap laba bersih dan laba sebelum pos luar biasa (termasuk laba per lembar saham) hanya untuk periode berjalan, bahkan meskipun perubahan tersebut mempengaruhi periode mendatang.
Seorang analis mungkin ingin mengevaluasi dampak perubahan akuntansi terhadap laba ekonomi dan laba tetap. Untuk mengestimasi laba tetap, analis dapat menggunakan angka yang dilaporkan berdasarkan metode yang baru dan mengabaikan dampak kumulatif. Sebaliknya, mengestimasi laba periode berjalan, dampak tahun berjalan maupun kumulatif ikut diperhitungkan.
Pos Khusus
Pos khusus mengacu pada transaksi dan peristiwa yang tidak lazim atau jarang terjadi. Pos ini biasanya dilaporkan sebagai baris terpisah dalam laporan laba rugi sebelum laba dari usaha yang masih berlangsung.- Penurunan Nilai Aset
Penurunan nilai aset terjadi karena banyak alasan, antara lain penurunan nilai pasar aset, penurunan permintaan pasar atas produk aset tersebut, teknologi yang sudah ketinggalan zaman, dan perubahan strategi usaha perusahaan. SFAS menjelaskan prosedur untuk menentukan jumlah penurunan nilai, yaitu :- Penurunan nilai aset akan diakui ketika nilai tercatat aset lebih rendah dari taksiran arus kas masa depan aset tersebut yang tidak didiskonto. Nilai kerugian dihitung dari selisih nilai buku aset dengan nilai wajarnya, yaitu sebesar taksiran arus kas masa depan aset yang didiskonto jika nilai wajar aset tidak dapat ditentukan berdasarkan nilai pasar.
- Penurunan Nilai Aset Lainnya , Selain penurunan nilai aset jangka panjang, perusahaan terkadang menghapus nilai aset lain, seperti piutang, persediaan dan goodwill. Jika nilai persediaan dan piutang dapat ditentukan dengan tingkat akurasi yang layak, penghapusan nilai goodwill merupakan hasil dari proses penilaian sehingga terkadang bersifat subjektif.
- Beban Restrukturisasi Berbeda degan penurunan nilai aset, beban restrukturisasi biasanya berhubungan dengan perubahan besar dalam usaha dan strategi perusahaan. Restrukturisasi biasanya diikuti reorganisasi besar-besaran termasuk divestasi unit usaha, penghentian perjanjian kontraktual, penghentian lini produk, perampingan karyawan, perubahan manajemen, dan penghapusan nilai aset yang sering kali bersamaan dengan investasi baru dalam bentuk pabrik, peralatan dan tenaga kerja.
- Manajemen Laba dan Pos Khusus Sebagian besar pos khusus, baik itu frekuensi maupun besarannya, merupakan pengurang laba. Lebih jauh, proporsi perusahaan yang melaporkan pos-pos pengurang laba semakin meningkat. Kenaikan pos khusus ini semakin mencemaskan dan menjadi perhatian SEC. SEC memperingatkan bahwa teknik manajemen laba seperti penggunaan ΓÇ£beban restrukturisasi mandi besarΓÇ¥ (big bath) akan mengurangi kepercayaan terhadap pelaporan keuangan.
- Penyesuaian Laporan Laba Rugi Penting bagi seorang analis untuk melakukan penyesuaian dalam menentukan dampak beban khusus, khususnya untuk laba tetap. Laba tetap hendaknya mencerminkan profitabilitasperusahaan dalam kondisi normal. Kebanyakan beban khusus terdiri dari beban operasi yang mencerminkan laba tetap. Pada dasarnya, beban khusus mencerminkan kurang saji beban di masa lalu dan ΓÇ£investasiΓÇ¥ untuk perbaikan profitabilitas masa depan.
- Penyesuaian Pada Neraca Salah satu fokus utama standar penurunan nilai aset adalah neraca. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penyesuaian pada neraca : a) Sebagian beban restrukturisasi sering kali berbentuk persediaan. Artinya, pengaruh pada aset dan kewajiban akan tercermin secara bertahap ketika biaya aktual terjadi. b) Penghapusan aset akan menyebabkan menyebabkan bias konservatif dalam penyajian aset dan kewajiban.
Dari sudut pandang analisis, pengakuan akrual pendapatan (dan keuntungan) yang tidak sesuai dapat menyebabkan satu dari dua konsekuensi yang tidak diinginkan.- Jika perusahaan mencatat pendapatan terlalu dini atau terlambat, maka pendapatan itu akan diakui pada periode yang salah.
- Jika perusahaan mengakui pendapatan sebelum kepastian realisasi yang wajar, maka pendapatan kemungkinan akan dicatat pada satu periode dan kemudian dibatalkan atau dibalik di periode berikutnya. Ini akan membuat kelebihan pencatatan laba pada periode pertama dan kekurangan pencatatan pada peiode berikutnya. Kedua akibat ini akan memberikan dampak yang kurang baik pada pengukuran laba. Untuk mengatasinya, akuntansi menerapkan aturan yang ketat dan konservatif sehubungan dengan pengakuan pendapatan.
Aktivitas laba yang menghasilkan pendapatan telah selesai, dan tidak dibutuhkan usaha yang signifikan untuk menyelesaikan transaksi. Risiko kepemilikan dalam penjualan telah secara efektif berpindah pada pembeli. Pendapatan dan beban terkait diukur atau diestimasikan dengan tingkat ketelitian yang wajar. Pengakuan pendapatan biasanya menghasilkan kenaikan kas, piutang atau efek. Dalam kondisi-kondisi tertentu pengakuan akan menghasilkan kenaikan persediaan atau aset lain, atau penurunan kewajiban. Transaksi pendapatan yang wajar dengan pihak-pihak independen(bukan dengan pihakpihak pengawas). Transaksi pendapatan tidak ada pembatalan.
Pengakuan pendapatan biasanya menghasilkan kenaikan kas, piutang, atau efek. Dalam kondisi-kondisi tertentu pengakuan akan menghasilkan kenaikan persediaan atau aset lain, atau penurunan kewajiban. Transaksi pendapatan yang wajar dengan pihak-pihak independen (bukan dengan pihakpihak pengawas) Transaksi pendapatan tidak ada pembatalan (misalnya retur)- Ketidakpastian dalam Penagihan. Pendapatan Perusahaan menyisihkan cadangan piutang ragu-ragu (tidak tertagih) untuk mencerminkan ketidakpastian kemungkinan penagihan piutang dari penjualan kredit.
- Pengakuan Pendapatan Jika Terdapat Hak Pengembalian
- Jika pembeli berhak mengembalikan, pendapatan diakui pada saat penjualan hanya jika persyaratan berikut ini terpenuhi.
- Harga secara substansial telah ditetapkan atau ditentukan pada tanggal penjualan.
- Pembeli membayar penjual atau berkewajiban untuk membayar penjual (tidak bergantung pada apakah barang dapat dijual kembali).
- Kewajiban pembeli terhadap penjual tidak berubah meskipun terjadi pencurian atau kerusakan produk.
- Pembeli memiliki substansi ekonomi terpisah dari penjual.
- Penjual tidak memiliki kewajiban yang signifikan atas kinerja masa depan yang terkait dengan penjualan.
- Pengembalian dapat diestimasikan secara wajar.
Pendapatan Waralaba
Standar akuntansi mewajibkan para pemilik waralaba (franchisor) mengakui pendapatan komisi waralaba dari penjualan waralaba pada saat seluruh jasa atau kondisi material yang terkait dengan penjualan sebagian besar telah dilaksanakan atau dipenuhi oleh pemilik waralaba. Hal ini berlaku pula untuk biaya waralaba berjalan, penjualan produk, penjualan yang melalui agen, waralaba yang diperoleh kembali, biaya waralaba, pendapatan gabungan, serta hubungan antara pemilik waralaba dan pembeli waralaba (franchise).
Perjanjian Pembiayaran Produk
Perjanjian pembiayaan produk (product financing agreement) merupakan perjanjian yang melibatkan perpindahan atau akuisisi persediaan oleh sponsor yang (meskipun terkadang menyerupai penjualan persediaan) pada hakekatnya merupakan salah satu cara untuk membiayai persediaan. Intinya, jika satu pihak yang menanggung risiko dan imbalan kepemilikan memindahkan persediaan kepada pembeli dan pada transaksi yang terkait setuju membeli kembali produk tersebut pada harga dan waktu tertentu, atau menjamin harga jual kembali atas penjualan produk pada pihak ketiga, maka itu merupakan perjanjian pembiayaan produk dan dibukukan sesuai dengan transaksi pembiayaan, yaitu persediaan tetap disajikan pada laporan si penjual dan penjual tidak mengakui adanya pendapatan.
Pendapatan kontrak Akuntansi untuk kontrak konstruksi jangka panjang untuk barang-barang seperti bangunan, pesawat terbang, kapal, atau mesin berat memiliki masalah dalam penentuan pendapatan dan laba. GAAP mewajibkan perusahaan menggunakan metode persentase penyelesaian (percentage of completion method) jika taksiran untuk menyelesaikan suatu kontrak dan perkembangan dalam penyelesaian kontrak dapat diestimasi secara wajar. Estimasi laba umunya dilakukan dengan mencatat bagian dari perkiraan laba total berdasarkan rasio biaya yang terjadi saat ini dibagi dengan perkiraan total biaya. Metode estimasi lain yang dapat diterima didasarkan atas jumlah unit yang diselesaikan, estimasi teknik, atau unit yang diserahkan. Berdasarkan metode ini, kerugian berjalan atau antisipasi kerugian akan sepenuhnya diakui pada periode ketika kerugian itu pertama kali diketahui.
Pendapatan yang Belum Diterima Dalam kontrak pekerjaan jangka panjang- seperti kontrak jaminan produk dan kontrak pemeliharaan peranti lunak- pendapatan seringkali ditagih dimuka. Dalam kondisi seperti ini, pendapatan diakui secara proporsional sepanjang keseluruhan periode kontrak. Jumlah pendapatan yang masih belum diakui muncul di dalam neraca sebagai kewajiban yang disebut pendapatan yang belum diterima (unearned revenue).
Analisis Dampak Pengakuan Pendapatan
Pencatatan pendapatan merupakan peristiwa yang sangat penting dalam penentuan laba. Analisis kita harus melihat metode akuntansi untuk memastikan apakah mereka telah secara tepat mencerminkan realitas ekonomi. Kecendrungan dan insentif manajer untuk mengatur pendapatan menciptakan berbagai ketentuan tentang subjek pengakuan pendapatan oleh badan pengaturaan akuntansi. Walaupun demikian, analisis yang kita lakukan harus tetap memperhatikan pendekatan-pendekatan akuntansi yang menyalahi inti. Adanya masalah pengakuan pendapatan, SEC menyatakan keyakinannya bahwa ketidakpastian yang signifikan sehubungan dengan kemampuan penjual untuk merealisasikan penerimaan nontunai yang berasal dari transaksi, seringkali terjadi ketika pembeli memiliki sedikit modal, banyak kewajiban, atau jika aset pembli sebagian besar berasal dari penjual. Ciri-ciri ini akan menimbulkan kecurigaan tentang apakah pengakuan pendapatan telah memadai. Berikut kondisi yang menciptakan timbulnya pertanyaan tentang pengakuan pendapatan :- Kurangnya kecukupan modal ekuitas pada entitas pembeli selain ekuitas yang berasal dari penjual.
- Adanya kewajiban kontinjen, seperti jaminan utang atau perjanjian yang mewajibkan penjual memberikan kas ke entitas pembeli dalam situasi tertentu.
- Penjualan aset atau kegiatan operasi yang secara historis tidak dapat menghasilkan cukup arus kas operasi untuk mendanai layanan utang masa depan dan ekspektasi dividen. Pendapatan belum boleh diakui sampai;
- Arus kas aktivitas operasi cukup untuk mendanai layanan utang dan persyaratan dividen (atas dasar akrual)
- Investasi perusahaan pada entitas pembeli dapat dengan mudah diubah menjadi kas dan perusahaan tiidak memiliki kewajiban lagi menurut perjanjian utang atau perjanjian apapun yang mengharuskannya melakukan tambahan investasi pada entitas pembeli. Jumlah seluruh pendapatan yang ditangguhkan, termasuk penangguhan bunga atau pendapatan dividen, biasanya diungkapkan didalam neraca sebagai pengurang akun aset terkait. Catatan atas laporan keuangan biasanya memberikan penjelasan tentang transaksi-transaksi seperti itu termasuk komitmen dan kontijensi yang ada, serta metode-metode akuntansi yang diterapkan. Praktik yang berlaku pada umunya tidak memperkenankan mengakui pendapatan sebelum penjualan. Misalnya, kenaikan nilai pasar properti seperti tanah, peralatan, atau bangunan; peningkatan nilai kayu atau sumber daya alam; atau kenaikan nilai persediaan tidak diakui sebelum terjadi penjualan.
- Beban yang Ditangguhkan Beban yang ditangguhkan (deferred charge) merupakan biaya yang telah terjadi dan ditangguhkan karena diharapkan manfaatnya dapat dirasakan pada periode mendatang. Contoh biaya penelitian dan pengembangan serta pengeluaran peranti lunak komputer. Pada banyak kasus, biaya yang timbul dari aktivitas operasi diklasifikasikan sebagai beban yang ditangguhkan, sementara biaya yang timbul dari aktivitas investasi diklasifikasikan sebagai aset tidak berwujud. Motivasi dibalik penangguhan biaya adalah agar dapat mengaitkan biaya dengan manfaat yang diharapkan. Misalnya, jika perusahaan mengeluarkan biaya awal (start up) untuk mulai mengoperasikan fasilitas baru yang lebih baik atau lebih efisien, perusahaan tersebut dapat menangguhkan biaya tersebut dan disesuaikan (diamortisasi) dengan taksiran manfaat periode mendatang. D.1.
Penelitian bertujuan menemukan sesuatu yang baru, dan pengembangan adalah penerjamahan dari penelitian. Aktivitas penelitian dan pengembangan (litbang) tidak termasuk dalam perubahan rutin atau berkala atas operasi yang sedang berjalan, riset pasar, dan aktivitas pengujian.
Akuntansi Untuk Peenelitian dan Pengembangan Akuntansi beban litbang memiliki beberapa masalah. Alasan dibalik kesulitan dalam akuntansi litbang meliputi- Tingginya ketidakpastian manfaat akhir yang diperoleh dari aktivitas litbang.
- Sering kali dibutuhkan waktu yang cukup panjang antara dimulainya aktivitas litbang hingga keberhasilannya dapat ditentukan.
- Masalah evaluasi yang disebabkan oleh sifat tidak berwujud sebagian besar aktivitas litbang.
- Bahan baku, peralatan, dan fasilitas yang dibeli atau dibuat untuk proyek litbang tertentu, atau aset tidak berwujud yang dibeli dan tidak memiliki penggunaan masa depan alternatif.
- Bahan baku yang digunakan dalam aktivitas litbang; dan penyusutan peralatan atau fasilitas, dan amortisasi aset tidak berwujud yang digunakan dalam aktivitas litbang dan memilki penggunaan masa depan alternatif.
- Gaji dan pengeluaran lain yang berhubungan dengan karyawan yang terlibat dalam aktivitas litbang.
- Jasa yang diberikan pihak lain sehubungan dengan aktivitas litbang.
- Alokasi biaya tidak langsung diluar biaya umum dan administrasi yang tidak secara langsung berhubungan dengan aktivitas litbang.
Akuntansi pengeluaran litbang merupakan solusi mudah untuk fenomena yang rumit. Ketidakpastian manfaat membatasi kapitalisasi litbang. Meskipun demikian, membebankan biaya litbang akan mengurangi kegunaan laba. Analisis kita mengakui bahwa meskipun akuntansi saat ini hampir dipastikan tidak akan melakukan lebih saji terhadap aset litbang, dapat mengakibatkan kerugian karena tidak memiliki ukuran yang jelas dari hubungan pengeluaran dengan pendapatan yang timbul akibat aktivitas litbang. Namun, analisis tersebut mampu mencapai keseragaman akuntansi aktivitas litbang dan terhindar dari pertimbangan sulit terkait dengan kebijakan kapitalisasi dan penangguhan.
Namun, tidak diakuinya litbang dalam akuntansi, gagal untuk melayani kebutuhan dan kepentingan para pemakai laporan keuangan secara efektif. Kebijakan penangguhan biaya litbang memberikan manajemen dan auditor independennya, yang secara rutin berhubungan dengan ketidakpastian dan estimasi, kesempatan untukk menyampaikan informasi yang berguna tentang pengeluaran litbang. Untuk menilai kualitas dan potensi nilai pengeluaran litbang, kita perlu mengetahui lebih dari sekedar beban litbang periodik. Informasi yang harus ada berkaitan litbang yaitu berdasarkan kategori, kelayakan teknik, kelangsungan komersial, dan kemungkinan proyek dinilai dan dievaluasi kembali secara berkala.
Apa yang dapat dengan aman diasumsikan adalah pembebanan pengeluaran litbang akan menghasilkan neraca yang lebih konservatif. Kita harus menyadari bahwa dengan kurangnya informasi mengenai potensi manfaat, kita juga tidak mengetahui kemungkinan kerugian yang akan menimpa perusahaan jika dipaksa mengeluarkan dana tambahan pada proyek litbang yang menjanjikan, tetapi sangat riskan mengalami kegagalan.
Beban Peranti Lunak Komputer
Pengembangan peranti lunak computer merupakan aktivitas khusus yang tidak sesuai dengan pengeluaran aktivitas litbang normal. Pengembangan peranti lunak untuk tujuan pemasaran merupakan aktivitas berjalan yang langsung mengarah pada pendapatan berjalan atau masa depan. Pada suatu titik dalam siklus pengembangan peranti lunak, biaya perlu ditangguhkan dan dikaitkan dengan pendapatkan masa depan. Praktik akuntansi yang berlaku saat ini untuk pengeluaran peranti lunak computer yang akan dijual, disewakan, atau dipasarkan dengan cara lain mengidentifikasi satu titik yang disebut kelayakan teknologi (technological feasibility) dimana biaya dikapitalisasi dan dikaitkan dengan pendapatan dimasa mendatang. Sampai tercapainya titik kelayakan teknologi ini, seluruh pengeluaran dibebankan saat terjadi (sama dengan litbang). Pengeluaran yang terjadi setelah kelayakan teknologi, hingga produk tersebut siap dipasarkan kepada pelanggan, dikapitalisasi sebagai asset tidak berwujud. Biaya tambahan untuk menggandakan peranti lunak dari master dan mengemasnya untuk distribusi merupakan persediaan dan dibebankan terhadap pendapatan sebagai harga pokok penjualan.
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan pada Industri Pertambangan
Pencarian cadangan sumber daya alam baru merupakan hal yang penting bagi perusahaan pada bidang industri pertambangan. Industri ini meliputi minyak, gas bumi, logam, batu bara, dan mineral non-logam. Pentingnya industri ini dan khususnya masalah akuntansinya layak mendapat perhatian khusus. Sama halnya seperti aktivitas litbang, pencarian dan pengembangan sumber daya alam memiliki sifat yang berisiko tinggi. Risiko yang terkait dengan ketidakpastian dan dalam penentuan laba, ketidakpastian menimbulkan masalah pengukuran dan pengakuan. Untuk industry pertambangan, masalahnya adalah apakah biaya ekspolarasi dan pengembangan yang secara wajar diharapkan akan diperoleh kembali dari penjualan sumber daya alam dibebankan ketika terjadi atau dikapitalisasi dan diamortisasi sepanjang perkiraan periode manfaat dimasa mendatang.
Materi selengkapnya dapat di download pada pertemuan ke 12 -
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA