Garis besar topik

    • Aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis mencakup gambaran mengenai keuntungan suatu perusahaan.

      Pengertian Aspek keuangan sendiri adalah aspek yang difungsikan dalam penilaian keuangan yang ada pada perusahaan secara menyeluruh. Maka dari itu aspek ini sangat penting dan butuh ketelitian dalam menguji kelayakannya dalam bisnis.

      Alat Ukur Penentuan Kelayakan Suatu Bisnis

      Pertanyaan aspek keuangan dalam studi kelayakan yang sering muncul, bagaimana cara mengetahui usaha atau bisnis itu bisa dikatakan layak? Untuk menentukan layak tidaknya ada alat ukur penentuan kelayakan suatu bisnis investasi melalui pendekatan sebagai berikut:

      • Payback Period (PP). Metode yang digunakan dalam penilaian pada saat pengembalian investasi pada proyek atau suatu usaha.
      • Average Rate of Return (ARR). Cara yang dilakukan untuk mengukur rata-rata pada bunga dan perbandingan pada rata-rata laba sebelum adanya rata-rata dari investasi dan pajak.
      • Net Present Value (NPV). Penentuan penilaian dengan perbandingan antara PV Investasi dan PV kas bersih yang berjalan selama umur investasi.
      • Internal Rate of Return (IRR). Digunakan untuk mengukur seberapa besar tingkat pengembalian hasil intern.
      • Profitability Index (PI). Memiliki arti rasio aktivitas dari penjumlahan antara nilai yang didapatkan saat ini dari penerimaan bersih dan jumlah nilai yang dikeluarkan selama jangka waktu investasi.
      • Break even point (BEP). Disebut dengan balik modal. Itu artinya kondisi dimana bisnis atau usaha mengalami keuntungan.

      Dari alat penentu kelayakan yang sudah dibahas nanti akan diperinci lagi melalui jurnal aspek keuangan studi kelayakan bisnis.

      7 Aspek Keuangan dalam Bisnis

      Jika tadi sudah dibahas mengenai alat ukur penentu kelayakan bisnisnya. Sekarang mengenal aspek keuangan apa saja dalam bisnis. Ada 7 aspek yang perlu diketahui. Berikut daftarnya:

      • Kebutuhan biaya investasi
      • Sumber-sumber dana yang diperoleh
      • Proyek neraca dan laporan rugi laba
      • Rasio keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan
      • Estimasi pendapatan
      • Kriteria penilaian investasi
      • Estimasi biaya investasi

      Demikian aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis yang bisa Anda ketahui. Jadi, bisnis dikatakan layak jika mencakup aspek-aspek keuangan dan masuk uji kelayakan dengan alat ukur yang sudah dibahas di atas.

      TUGAS 1:

      1.  Diskusikan dan jelaskan tujuan mengenai Penilaian Keuangan yang umumnya dilakukan dalam menilai kelayakan dari suatu Proyek/Investasi/Bisniis 

      2. Sebutkan dan jelaskan data apa saja yang harus dikumpulkan untuk melakukan analisis aspek keuangan.

      3. Sebut dan jelaskan hal-hal yang dikaji dalam aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis !


    • Silahkan anda pelajari materi ini

    • Rasio Keuangan 


      Analisis rasio keuangan merupakan bentuk analisis untuk mengukur kinerja perusahaan berdasarkan data perbandingan yang ditulis dalam laporan keuangan seperti laporan neraca, laba/rugi, dan arus kas dalam satu periode tertentu. Oleh karena itu, analisis rasio keuangan juga biasa disebut dengan analisis laporan keuangan.

      Analisis ini biasanya dilakukan oleh akuntan/bagian keuangan/manajemen pada akhir periode perusahaan dalam satu tahun. Hasil analisis kemudian dilaporkan kepada pihak manajemen sebagai pedoman informasi untuk menentukan keputusan atau kebijakan perusahaan di periode selanjutnya.

      Sedangkan, Analisis keuangan juga berada dalam balanced scorecard, alat untuk mengukur kinerja perusahaan, seberapa efektif strategi yang telah digunakan untuk mencapai keunggulan kompetitif

      Sehingga analisis rasio keuangan pada perusahaan bukan hanya ditujukan kepada pihak manajemen, namun juga investor. Bagi mereka, analisis rasio keuangan menjadi bahan penilaian seberapa sehat perusahaan tersebut pantas mendapatkan suntikkan investasi.


      Apa Fungsi Analisis Rasio Keuangan Lainnya?

      Selain menjadi alat ukur sehat-tidaknya sebuah perusahaan, analisis rasio keuangan memiliki manfaat lainnya yaitu;

      • Melihat tren kinerja perusahaan dalam satu periode tertentu.
      • Bahan evaluasi sumber daya perusahaan seperti supplier, peralatan, proses produksi bahkan karyawan itu sendiri.
      • Sebagai acuan investor untuk memilih perusahaan.
      • Sebagai bahan pertimbangan kreditur.
      • Menilai efektifitas strategi perusahaan dalam membangun keunggulan kompetitif.
      • Analisis kekuatan internal dan kemampuan daya saing perusahaan dengan kompetitor.
      • Sebagai bahan referensi audit internal perusahaan baik dari sektor keuangan, operasional, atau sektor lain.
      • Menentukan nilai kewajaran keuntungan yang diperoleh perusahaan.

      Berdasarkan poin-poin di atas peran analisis laporan keuangan ini intinya memiliki dua peran; sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi baik oleh pemilik usaha maupun pihak internal seperti kreditur atau investor.


      Jenis Analisis Rasio keuangan

      Seperti fungsinya di atas, perhitungan analisis financial ratio dibagi berdasarkan fungsinya. Lantas apa saja jenis-jenis analisisnya?


      1. Rasio Likuiditas

      Rasio ini berguna untuk mengukur seberapa mampu perusahaan Anda memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek. Analisis ini dilakukan berdasarkan aktiva lancar yang relatif terhadap kewajiban (utang lancarnya).

      Namun, rasio likuiditas dibagi lagi ke beberapa jenis tergantung perbandingan kondisi aktiva dan kewajibannya.


      a. Rasio lancar (current ratio)

      Perhitungan rasio yang paling dasar untuk mengukur likuiditas. Tujuannya adalah mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.

      Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.

      Berikut rumus rasio lancar

      Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%


      b. Rasio Cepat (quick ratio/acid test ratio)

      Berbeda dengan rasio lancar, rasio cepat tidak memerlukan perbandingan 1:1 antara aktiva lancar dengan utang lancarnya. Hal ini dikarenakan dalam perhitungan rasio cepat mengabaikan faktor persediaan.

      Jadi artinya, rasio cepat mengukur kemampuan usaha dalam membayar utang jangka pendek menggunakan aktiva yang lebih mudah cair (liquid assets). 

      Rumus rasio cepat

      Quick ratio = Kas + efek + piutang / hutang lancar x 100%


      c. Rasio Kas (cash ratio)

      Tidak jauh berbeda dengan rasio cepat, rasio kas berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan kas yang tersedia dan juga surat berharga.

      Kas yang dimaksud merupakan uang perusahaan yang disimpan baik di kantor maupun bank dalam bentuk rekening koran.

      Sedangkan surat berharga merupakan harta setara kas yang dengan mudah diuangkan kembali. Adapun rumus rasio kas adalah

      Cash ratio = kas + efek / hutang lancar

      Untuk cash ratio, sama seperti quick ratio dimana perbandingan tidak perlu mencapai nilai sempurna atau 100% untuk mendapatkan tingkat kapabilitas perusahaan yang baik.


      Note: Nilai ideal dari ketiga perhitungan di atas adalah sebesar-besarnya 150% yang berarti semakin besar rasionya maka semakin sehat kondisi perusahaan.


      2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas

      Rasio ini berguna untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan berdasarkan nilai penjualan, aktiva, dan modal.

      Ada beberapa metode dalam perhitungan rasio profitabilitas yaitu


      a. Gross profit margin

      Sebagai pengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor. Berikut rumusannya

      PRofit Margin = penjualan netto ΓÇô cost of good sold (harga pokok penjualan) / penjualan netto x 100%


      b. Operating income ratio

      Perhitungan ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan. Berikut rumusnya

      Operating Income = penjualan netto ΓÇô cost of good sold (HPP) ΓÇô earnings before interest & taxes (EBIT) / penjualan netto x 100%


      c. Net profit margin (NNP)

      Berbeda dengan gross profit margin, net profit margin menghitung tingkat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih. Berikut rumusnya

      NNP = Laba bersih setelah pajak (EAT) / penjualan netto x 100%


      d. Earning power of total investment (EPT)

      Mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki dan diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva. 

      Perhitungan ini sebagai acuan investor atau pemegang saham dalam mengukur tingkat keuntungan investasi yang ditanamkan dalam perusahaan. Rumusnya sebagai berikut.

      EPT = laba sebelum pajak dan bunga / jumlah aktiva x 100%


      e. Return of Investment

      Menghitung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak atau earnings after tax (EAT)

      Rumus = EAT / jumlah aktiva x 100%


      b. Return on Equity (ROE)

      Kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih berdasarkan ekuitas. Berikut rumusnya

      earnings after tax (EAT) / jumlah equity x 100%


      c. Return on Net Worth (RNW)

      Mengukur kemampuan modal sendiri yang diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham. Berikut rumusnya

      earnings after tax (EAT) / jumlah modal sendiri x 100%

      Perlu diingat, bahwa semakin tinggi nilai rasio profitabilitas berarti semakin baik nilai keuntungan perusahaan.


      3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio

      Jika rasio likuiditas untuk mengukur kewajiban jangka pendek, berbeda dengan rasio solvabilitas. Rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya.

      Ada dua jenis dalam rasio ini yaitu, perbandingan kewajiban dengan aset (total debt to assets ratio) dan juga perbandingan dengan ekuitas (total debt to equity ratio).

      a. Total Debt to Asset Ratio 

      Total debt to asset ratio bertujuan menghitung pengaruh besaran kewajiban terhadap pengelolaan aset perusahan. Selain itu, rasio ini berfungsi untuk mengukur berapa aktiva/aset perusahaan yang dibiayai oleh utang.

      Kunci dari total debt to asset ratio adalah semakin kecil rasionya maka semakin aman


      b. Total Debt to Equity Ratio 

      Sedangkan total debt to equity ratio menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan.

      Bagi pengusaha, besaran utang tidak boleh lebih dari jumlah modal sendiri. Sehingga Semakin kecil rasionya maka semakin aman bagi perusahaan.

      Catatan: nilai maksimal dari rasio ini adalah 200% sebagai batas aman perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.


      4. Rasio Aktivitas

      Rasio aktivitas mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki.

      Dalam analisis ini, aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu mengakibatkan semakin besarnya dana lebih yang tertanam pada aktiva.

      Dana lebih ini yang dimana dampak dari aktivitas rendah menjadi lebih baik jika ditanamkan pada aktivitas yang lebih produktif.


      a. Perputaran piutang (receivable turnover)

      Perputaran piutang digunakan untuk mengukur kualitas dan efisiensi tingkat perputaran piutang perusahaan dalam satu periode dengan membandingkan penjualan dengan rata-rata piutang.

      Semakin tinggi rasionya, maka semakin baik kualitas dan efisiensi perputaran piutang perusahaan. Berikut rumusnya

      = penjualan / piutang rata-rata x 100%


      b. Perputaran persediaan (inventory turnover)

      Digunakan untuk mengukur tingkat kualitas dan efisiensi perputaran persediaan perusahaan terhadap penjualan dalam satu periode tertentu.

      Semakin tinggi rasionya, maka pengelolaan persediaan yang dilakukan oleh perusahaan semakin efisien. Berikut rumusnya

      = penjualan / persediaan x 100%


      c. Perputaran aktiva tetap (fixed asset turnover)

      Rasio ini berguna untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap secara efisien dalam rangka meningkatkan penjualan.

      Sama seperti sebelumnya, semakin besar berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aktiva tetapnya. Rumusnya sebagai berikut

      = penjualan / aktiva tetap x 100%


      d. Perputaran aktiva total (total asset turnover)

      Rasio ini juga melibatkan aktiva lancar dan aktiva tetap. Di mana semakin besar rasionya, maka semakin efektif perusahaan bisa memanfaatkan seluruh aktivanya terhadap konversi penjualan. 

      Berikut rumusnya

      = penjualan / total aktiva x 100%


      e. Perputaran rerata tagihan (average collection turnover)

      Rasio ini mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menerima tagihan dari konsumen dalam satu tahun.

      Rumusnya sebagai berikut

      = piutang x 365 / penjualan x 100%


      f. Perputaran modal kerja (working capital turnover)

      Mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih yaitu perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar terhadap penjualan dalam satu periode.

      Rumusnya sebagai berikut

      = penjualan / (aktiva lancar ΓÇô hutang lancar) x 100%


      5. Rasio Investasi 

      Merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian kepada pemberi dana (investor). Rasio ini berguna sebagai pedoman investor untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan.

      Metode Analisis Rasio keuangan

      Selain metode perhitungan rasio yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa metode lain yang bisa Anda gunakan. Paling umum metode yang digunakan dalam analisis rasio keuangan perusahaan adalah analisis common size dan time series.

      Analisis common size

      Analisis common size adalah membandingkan perubahan dalam pos-pos dengan total aktiva, pasiva, dan penjualan. Perbandingan ini disajikan dalam persentase per komponen dalam laporan keuangan baik dalam laporan neraca maupun laba rugi.

      Dalam analisis ini, perusahaan akan mendapatkan informasi berupa komposisi investasi (aktiva) dan struktur modal (pasiva). Komposisi investasi yang dimaksud adalah posisi relativitas aktiva lancar terhadap aktiva tetap. Sedangkan struktur modal menggambarkan relativitas utang perusahaan terhadap modal sendiri.

      Analisis common size dilakukan juga untuk membandingkan data-data laporan keuangan periode berjalan dengan sebelumnya, membandingkan antar kompetitor, atau perbandingan dengan industri.


      Ingat fungsi analisis rasio keuangan: sebagai analisis daya saing dalam industri

      Analisis time series dan forecasting

      Analisis ini digunakan untuk membandingkan data keuangan pada periode tertentu terutama sebagai bahan peramalan atau proyeksi kondisi keuangan di masa depan.

      Dalam analisis ini, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dimana poin-poin tersebut mempengaruhi perubahan struktur keuangan yaitu; peraturan pemerintah, perubahan kompetisi, perubahan teknologi dan juga akuisisi.

      Analisis ini juga bisa dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu; ekonomi, statistik, dan visual.

      Biasanya analisis time series ini menggunakan indeks berupa angka-angka. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam melakukan analisis time series


      Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 

      Pertama, menentukan tahun dasar. Penentuan tahun dasar bisa berdasarkan tahun pendirian, tahun perubahan struktur organisasi, tahun proyek, atau tahun-tahun dalam momen tertentu. Pos laporan keuangan tahun dasar nantinya dicatat sebagai indeks 100.

      Kedua, menghitung angka indeks tahun lainnya menggunakan angka pos laporan keuangan tahun dasar sebagai penyebut.

      Ketiga, memprediksi arah dan kecenderungan historis pos laporan keuangan. Terakhir, memberikan keputusan atas analisis tersebut.


      Analisis time series juga didasari data keuangan yaitu; tren. Siklus, musiman, dan ketidakteraturan.

      Tren adalah pergerakan time series jangka panjang. Tren bisa dinyatakan dalam tren naik atau tren turun. Dalam data tren, Anda perlu melihat pola dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu sekitar 15 hingga 20 tahun.

      Ingat faktor perubahan tren: peraturan pemerintah, teknologi, demografi, kompetitor


      Sedangkan data siklus merupakan bagian dari anomali bisnis yang biasanya berlangsung 2 hingga 10 tahun. Jika tren bersifat makro, maka siklus bersifat mikro dimana bisa jadi dipengaruhi oleh faktor internal.

      Ada juga data musiman yaitu anomali data berdasarkan waktu tertentu atau waktu yang lebih pendek dalam satu tahun misalnya lebaran, libur natal, atau cuaca.

      Sedangkan data tidak teratur muncul akibat data berdasarkan waktu yang tidak menentu dalam jangka waktu yang tidak menentu juga (namun relatif pada jangka waktu yang pendek). Misalnya saja saat pandemi atau krisis politik.

      Kesimpulan

      Nah, itulah penjelasan singkat mengenai analisis rasio keuangan pada perusahaan. Ingat analisis ini membutuhkan atau berdasarkan laporan keuangan. Akurasi laporan keuangan akan sangat mempengaruhi dalam analisis yang disebut juga finance ratio analysis tersebut.

      Jika terjadi error dalam membuat laporan keuangan, sebaik apapun analisisnya, maka hasilnya akan tetap error juga dan pada akhirnya bisa-bisa mempengaruhi peramalan dan juga keputusan investor untuk berinvestasi di bisnis Anda.