Garis besar topik

    • Assalamualaikum.wr.wb

      Salam sejahtera saya ucapkan dan semoga selalu dalam lindungan Allah swt serta sehat selalau.

      Pada semester pendek ini kita akan melakukan perkuliahan secara luring/tatap muka. Perkuliahan pada semester pendek ini adalah sebanyak 14 kali pertemuan sudah termasuk UTS dan UAS, dengan begitu pertemuan efektif kita adalah 12 kali pertemuan (6 kali sebelum UTS dan 6 kali setelah UTS).

      Secara garis besar gambaran mata kuliah ini mempelajari tentang konsep dasar dalam menyusun laporan studi kelayakan bisnis yang terdiri dari aspek hukum, aspek politik, ekonomi, sosial dan lingkungan hidup, aspek pasar dan pemasaran, aspek organisasi dan sumber daya manusia, aspek operasional dan teknologi, dan aspek keuangan. Setelah selesai mengikuti mata kuliah studi kelayakan bisnis, mahasiswa memahami aspek-aspek  studi kelayakan bisnis seperti aspek pasar, aspek teknis dan operasi, aspek hukum, aspek manajemen, aspek keuangan serta mampu membuat/menyusun laporan studi kelayakan bisnis.

      Berikut saya lampirkan RPS Studi Kelayakan Bisnis :

    • Pada pertemuan pertama ini kita akan membahas ruang lingkup studi kelayakan bisnis. Pada pertemuan ini pokok-pokok bahasan yang akan dipelajari yaitu antara lain :

      1. pengertian Studi kelayakan Bisnis
      2. Manfaat Studi Kelayakan Bisnis
      3. Tujuan Studi Kelayakan Bisnis
      4. Pihak- Pihak yang terkait dalam Studi Kelayakan Bisnis
      5. Tahap-Tahap dan Aspek - Aspek dalam Studi Kelayakan Bisnis
      Berikut saya lampirkan bahan yang akan dibahas pada pertemuan minggu pertama ini :

    • Pada pertemuan kedua ini kita akan membahas mengenai aspek hukum studi kelayakan bisnis. Adapun materi yang akan  dibahas pada pertemuan minggu ini adalah sebagai berikut:

      1. jenis - jenis badan usaha
      2. surat izin dan dokumen - dokumen penting
      Silahkan pelajari bahan yang sudah disediakan:

    • Pada pertemuan ini kita akan membahas aspek lingkungan dalam studi kelayakan bisnis. Adapun aspek lingkungan yang akan kita bahas dapat pertemuan ini adalah aspek lingkungan industri dan aspek lingkungan hidup.

      Silahkan download dan pelajari bahan yang telah disediakan.

    • Tugas

      Carilah ide bisnis dan buat penjelasan mengenai aspek hukum dan aspek lingkungan (lingkungan industri dan lingkungan hidup).
      Usahakan ide bisnis selain bisnis makanan atau clothing brand.
      Tugas dikumpulkan paling lambat besok Hari Juma't, 19 Agustus 2022 pukul 12.00 WIB

    • Pada pertemuan ini kita akan membahas aspek pemasaran yang diperlukan dalam studi kelayakan bisnis.
      Silahkan download danpelajari bahan yang telah disediakan.

    • Lanjutkan proposal bisnis yang telah anda buat dengan menambahkan 2 aspek yang telah dipelajari, aspek perilaku konsumen dan pasar.

    • Pada pertemuan kali ini kita akan membahas mengenai aspek sumber daya manusia dlam studi kelayakan bisnis. Silahkan download dan pelajari materi yang telah disediakan.

    • Silahkan buat tugas akhir sebelum UTS bagi Hamka S dan Fandi
      Deadline pengumpulan tanggal 30 Agustus 2022

    • pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Aspek Teknis dan Teknologi Dalam Studi Kelayakan Bisnis
      Agar anda bisa memahami perlunya seorang manajer proyek atau pengelola proyek memahami penting dan urgen nya suatu penilaian kelayakan proyek bisnis dilihat dari aspek penilaian tenis dan eknologi yang digunakan, maka perlu kita bahas lebih lanjut dalam pertemuan kali ini 
    • Aspek teknis dan teknologi adalah aspek yang berkaitan dengan proses pengembangan teknologi, teknologi dan pengoperasian proyek setelah proyek selesai.1

      Studi kelayakan pada aspek teknis dan teknologi dimulai setelah aspek pemasaran dan menunjukkan bahwa proyek atau perusahaan layak dari sudut pandang pemasaran, yang meliputi strategi produksi dan produk perencanaan, proses pemilihan teknologi produksi, penentuan kapasitas produksi yang optimal, lokasi pabrik dan tata letaknya, serta lokasi perusahaan dan tata letaknya, rencana operasional jumlah produksi, rencana  pengendalian stok bahan baku dan produk jadi serta pengendalian mutu produk berupa barang atau jasa.

      Penting juga untuk menjelaskan pilihan jenis teknologi yang digunakan, termasuk jenis kuantitas dan skala (jika ada) serta alasan  pemilihannya, tergantung pada masalah yang ditangani serta investasi lainnya.2

      Komponen teknis dan teknologi studi kelayakan bisnis bertujuan untuk memastikan bahwa secara teknis dan dengan pilihan teknologi tertentu, rencana bisnis dapat diimplementasikan dengan benar atau tidak, juga selama pengembangan proyek dan selama operasi.


      Diskusikan: 

      1. Apa pengertian dan tujuan teknis/operasional?

      2. Apa yang dianalisis selama studi kelayakan teknologi dan proses?


    • Untuk memahami sejauhmana pentingnya aspek teknis dan teknologi dalam pengelolaan dan kelayakan bisnis, silahkan anda unduh materi sbb: 

    • Silahkan anda pelajari materi sbb: 

    • Silahkan anda kerjakan soal-soal sebagai berikut, dan dikumpulkan sebelum jam 16.00 

      Jelaskan hal-hal yang perlu dilakukan dalam aspek teknis/operasi, dan jelaskan pula alasan nya!

      • Lokasi Produksi tempat melakukan kegiatan produksi suatu perusahaan.
      • Sumber Bahan Produksi, tempat atau pihak-pihak yang menjadi sumber bahan yang akan diolah menjadi brang siap pakai atau  jual ke konsumen/
      • Teknis Operasional Produksi, penyajian teknik operasional produksi dalam studi kelayakan bisnis menceritakan singkat bagaimana keseluruhan proses produksi dalam pengolahan bahan baku kemudian dikemas barang siap jual.

      2. Dalam aspek ini terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai. Jelaskan tujuan yang dimaksud!


    • Aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis mencakup gambaran mengenai keuntungan suatu perusahaan.

      Pengertian Aspek keuangan sendiri adalah aspek yang difungsikan dalam penilaian keuangan yang ada pada perusahaan secara menyeluruh. Maka dari itu aspek ini sangat penting dan butuh ketelitian dalam menguji kelayakannya dalam bisnis.

      Alat Ukur Penentuan Kelayakan Suatu Bisnis

      Pertanyaan aspek keuangan dalam studi kelayakan yang sering muncul, bagaimana cara mengetahui usaha atau bisnis itu bisa dikatakan layak? Untuk menentukan layak tidaknya ada alat ukur penentuan kelayakan suatu bisnis investasi melalui pendekatan sebagai berikut:

      • Payback Period (PP). Metode yang digunakan dalam penilaian pada saat pengembalian investasi pada proyek atau suatu usaha.
      • Average Rate of Return (ARR). Cara yang dilakukan untuk mengukur rata-rata pada bunga dan perbandingan pada rata-rata laba sebelum adanya rata-rata dari investasi dan pajak.
      • Net Present Value (NPV). Penentuan penilaian dengan perbandingan antara PV Investasi dan PV kas bersih yang berjalan selama umur investasi.
      • Internal Rate of Return (IRR). Digunakan untuk mengukur seberapa besar tingkat pengembalian hasil intern.
      • Profitability Index (PI). Memiliki arti rasio aktivitas dari penjumlahan antara nilai yang didapatkan saat ini dari penerimaan bersih dan jumlah nilai yang dikeluarkan selama jangka waktu investasi.
      • Break even point (BEP). Disebut dengan balik modal. Itu artinya kondisi dimana bisnis atau usaha mengalami keuntungan.

      Dari alat penentu kelayakan yang sudah dibahas nanti akan diperinci lagi melalui jurnal aspek keuangan studi kelayakan bisnis.

      7 Aspek Keuangan dalam Bisnis

      Jika tadi sudah dibahas mengenai alat ukur penentu kelayakan bisnisnya. Sekarang mengenal aspek keuangan apa saja dalam bisnis. Ada 7 aspek yang perlu diketahui. Berikut daftarnya:

      • Kebutuhan biaya investasi
      • Sumber-sumber dana yang diperoleh
      • Proyek neraca dan laporan rugi laba
      • Rasio keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan
      • Estimasi pendapatan
      • Kriteria penilaian investasi
      • Estimasi biaya investasi

      Demikian aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis yang bisa Anda ketahui. Jadi, bisnis dikatakan layak jika mencakup aspek-aspek keuangan dan masuk uji kelayakan dengan alat ukur yang sudah dibahas di atas.

      TUGAS 1:

      1.  Diskusikan dan jelaskan tujuan mengenai Penilaian Keuangan yang umumnya dilakukan dalam menilai kelayakan dari suatu Proyek/Investasi/Bisniis 

      2. Sebutkan dan jelaskan data apa saja yang harus dikumpulkan untuk melakukan analisis aspek keuangan.

      3. Sebut dan jelaskan hal-hal yang dikaji dalam aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis !


    • Silahkan anda pelajari materi ini

    • Rasio Keuangan 


      Analisis rasio keuangan merupakan bentuk analisis untuk mengukur kinerja perusahaan berdasarkan data perbandingan yang ditulis dalam laporan keuangan seperti laporan neraca, laba/rugi, dan arus kas dalam satu periode tertentu. Oleh karena itu, analisis rasio keuangan juga biasa disebut dengan analisis laporan keuangan.

      Analisis ini biasanya dilakukan oleh akuntan/bagian keuangan/manajemen pada akhir periode perusahaan dalam satu tahun. Hasil analisis kemudian dilaporkan kepada pihak manajemen sebagai pedoman informasi untuk menentukan keputusan atau kebijakan perusahaan di periode selanjutnya.

      Sedangkan, Analisis keuangan juga berada dalam balanced scorecard, alat untuk mengukur kinerja perusahaan, seberapa efektif strategi yang telah digunakan untuk mencapai keunggulan kompetitif

      Sehingga analisis rasio keuangan pada perusahaan bukan hanya ditujukan kepada pihak manajemen, namun juga investor. Bagi mereka, analisis rasio keuangan menjadi bahan penilaian seberapa sehat perusahaan tersebut pantas mendapatkan suntikkan investasi.


      Apa Fungsi Analisis Rasio Keuangan Lainnya?

      Selain menjadi alat ukur sehat-tidaknya sebuah perusahaan, analisis rasio keuangan memiliki manfaat lainnya yaitu;

      • Melihat tren kinerja perusahaan dalam satu periode tertentu.
      • Bahan evaluasi sumber daya perusahaan seperti supplier, peralatan, proses produksi bahkan karyawan itu sendiri.
      • Sebagai acuan investor untuk memilih perusahaan.
      • Sebagai bahan pertimbangan kreditur.
      • Menilai efektifitas strategi perusahaan dalam membangun keunggulan kompetitif.
      • Analisis kekuatan internal dan kemampuan daya saing perusahaan dengan kompetitor.
      • Sebagai bahan referensi audit internal perusahaan baik dari sektor keuangan, operasional, atau sektor lain.
      • Menentukan nilai kewajaran keuntungan yang diperoleh perusahaan.

      Berdasarkan poin-poin di atas peran analisis laporan keuangan ini intinya memiliki dua peran; sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi baik oleh pemilik usaha maupun pihak internal seperti kreditur atau investor.


      Jenis Analisis Rasio keuangan

      Seperti fungsinya di atas, perhitungan analisis financial ratio dibagi berdasarkan fungsinya. Lantas apa saja jenis-jenis analisisnya?


      1. Rasio Likuiditas

      Rasio ini berguna untuk mengukur seberapa mampu perusahaan Anda memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek. Analisis ini dilakukan berdasarkan aktiva lancar yang relatif terhadap kewajiban (utang lancarnya).

      Namun, rasio likuiditas dibagi lagi ke beberapa jenis tergantung perbandingan kondisi aktiva dan kewajibannya.


      a. Rasio lancar (current ratio)

      Perhitungan rasio yang paling dasar untuk mengukur likuiditas. Tujuannya adalah mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.

      Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.

      Berikut rumus rasio lancar

      Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%


      b. Rasio Cepat (quick ratio/acid test ratio)

      Berbeda dengan rasio lancar, rasio cepat tidak memerlukan perbandingan 1:1 antara aktiva lancar dengan utang lancarnya. Hal ini dikarenakan dalam perhitungan rasio cepat mengabaikan faktor persediaan.

      Jadi artinya, rasio cepat mengukur kemampuan usaha dalam membayar utang jangka pendek menggunakan aktiva yang lebih mudah cair (liquid assets). 

      Rumus rasio cepat

      Quick ratio = Kas + efek + piutang / hutang lancar x 100%


      c. Rasio Kas (cash ratio)

      Tidak jauh berbeda dengan rasio cepat, rasio kas berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan kas yang tersedia dan juga surat berharga.

      Kas yang dimaksud merupakan uang perusahaan yang disimpan baik di kantor maupun bank dalam bentuk rekening koran.

      Sedangkan surat berharga merupakan harta setara kas yang dengan mudah diuangkan kembali. Adapun rumus rasio kas adalah

      Cash ratio = kas + efek / hutang lancar

      Untuk cash ratio, sama seperti quick ratio dimana perbandingan tidak perlu mencapai nilai sempurna atau 100% untuk mendapatkan tingkat kapabilitas perusahaan yang baik.


      Note: Nilai ideal dari ketiga perhitungan di atas adalah sebesar-besarnya 150% yang berarti semakin besar rasionya maka semakin sehat kondisi perusahaan.


      2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas

      Rasio ini berguna untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan berdasarkan nilai penjualan, aktiva, dan modal.

      Ada beberapa metode dalam perhitungan rasio profitabilitas yaitu


      a. Gross profit margin

      Sebagai pengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor. Berikut rumusannya

      PRofit Margin = penjualan netto ΓÇô cost of good sold (harga pokok penjualan) / penjualan netto x 100%


      b. Operating income ratio

      Perhitungan ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan. Berikut rumusnya

      Operating Income = penjualan netto ΓÇô cost of good sold (HPP) ΓÇô earnings before interest & taxes (EBIT) / penjualan netto x 100%


      c. Net profit margin (NNP)

      Berbeda dengan gross profit margin, net profit margin menghitung tingkat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih. Berikut rumusnya

      NNP = Laba bersih setelah pajak (EAT) / penjualan netto x 100%


      d. Earning power of total investment (EPT)

      Mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki dan diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva. 

      Perhitungan ini sebagai acuan investor atau pemegang saham dalam mengukur tingkat keuntungan investasi yang ditanamkan dalam perusahaan. Rumusnya sebagai berikut.

      EPT = laba sebelum pajak dan bunga / jumlah aktiva x 100%


      e. Return of Investment

      Menghitung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak atau earnings after tax (EAT)

      Rumus = EAT / jumlah aktiva x 100%


      b. Return on Equity (ROE)

      Kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih berdasarkan ekuitas. Berikut rumusnya

      earnings after tax (EAT) / jumlah equity x 100%


      c. Return on Net Worth (RNW)

      Mengukur kemampuan modal sendiri yang diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham. Berikut rumusnya

      earnings after tax (EAT) / jumlah modal sendiri x 100%

      Perlu diingat, bahwa semakin tinggi nilai rasio profitabilitas berarti semakin baik nilai keuntungan perusahaan.


      3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio

      Jika rasio likuiditas untuk mengukur kewajiban jangka pendek, berbeda dengan rasio solvabilitas. Rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya.

      Ada dua jenis dalam rasio ini yaitu, perbandingan kewajiban dengan aset (total debt to assets ratio) dan juga perbandingan dengan ekuitas (total debt to equity ratio).

      a. Total Debt to Asset Ratio 

      Total debt to asset ratio bertujuan menghitung pengaruh besaran kewajiban terhadap pengelolaan aset perusahan. Selain itu, rasio ini berfungsi untuk mengukur berapa aktiva/aset perusahaan yang dibiayai oleh utang.

      Kunci dari total debt to asset ratio adalah semakin kecil rasionya maka semakin aman


      b. Total Debt to Equity Ratio 

      Sedangkan total debt to equity ratio menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan.

      Bagi pengusaha, besaran utang tidak boleh lebih dari jumlah modal sendiri. Sehingga Semakin kecil rasionya maka semakin aman bagi perusahaan.

      Catatan: nilai maksimal dari rasio ini adalah 200% sebagai batas aman perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.


      4. Rasio Aktivitas

      Rasio aktivitas mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki.

      Dalam analisis ini, aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu mengakibatkan semakin besarnya dana lebih yang tertanam pada aktiva.

      Dana lebih ini yang dimana dampak dari aktivitas rendah menjadi lebih baik jika ditanamkan pada aktivitas yang lebih produktif.


      a. Perputaran piutang (receivable turnover)

      Perputaran piutang digunakan untuk mengukur kualitas dan efisiensi tingkat perputaran piutang perusahaan dalam satu periode dengan membandingkan penjualan dengan rata-rata piutang.

      Semakin tinggi rasionya, maka semakin baik kualitas dan efisiensi perputaran piutang perusahaan. Berikut rumusnya

      = penjualan / piutang rata-rata x 100%


      b. Perputaran persediaan (inventory turnover)

      Digunakan untuk mengukur tingkat kualitas dan efisiensi perputaran persediaan perusahaan terhadap penjualan dalam satu periode tertentu.

      Semakin tinggi rasionya, maka pengelolaan persediaan yang dilakukan oleh perusahaan semakin efisien. Berikut rumusnya

      = penjualan / persediaan x 100%


      c. Perputaran aktiva tetap (fixed asset turnover)

      Rasio ini berguna untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap secara efisien dalam rangka meningkatkan penjualan.

      Sama seperti sebelumnya, semakin besar berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aktiva tetapnya. Rumusnya sebagai berikut

      = penjualan / aktiva tetap x 100%


      d. Perputaran aktiva total (total asset turnover)

      Rasio ini juga melibatkan aktiva lancar dan aktiva tetap. Di mana semakin besar rasionya, maka semakin efektif perusahaan bisa memanfaatkan seluruh aktivanya terhadap konversi penjualan. 

      Berikut rumusnya

      = penjualan / total aktiva x 100%


      e. Perputaran rerata tagihan (average collection turnover)

      Rasio ini mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menerima tagihan dari konsumen dalam satu tahun.

      Rumusnya sebagai berikut

      = piutang x 365 / penjualan x 100%


      f. Perputaran modal kerja (working capital turnover)

      Mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih yaitu perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar terhadap penjualan dalam satu periode.

      Rumusnya sebagai berikut

      = penjualan / (aktiva lancar ΓÇô hutang lancar) x 100%


      5. Rasio Investasi 

      Merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian kepada pemberi dana (investor). Rasio ini berguna sebagai pedoman investor untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan.

      Metode Analisis Rasio keuangan

      Selain metode perhitungan rasio yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa metode lain yang bisa Anda gunakan. Paling umum metode yang digunakan dalam analisis rasio keuangan perusahaan adalah analisis common size dan time series.

      Analisis common size

      Analisis common size adalah membandingkan perubahan dalam pos-pos dengan total aktiva, pasiva, dan penjualan. Perbandingan ini disajikan dalam persentase per komponen dalam laporan keuangan baik dalam laporan neraca maupun laba rugi.

      Dalam analisis ini, perusahaan akan mendapatkan informasi berupa komposisi investasi (aktiva) dan struktur modal (pasiva). Komposisi investasi yang dimaksud adalah posisi relativitas aktiva lancar terhadap aktiva tetap. Sedangkan struktur modal menggambarkan relativitas utang perusahaan terhadap modal sendiri.

      Analisis common size dilakukan juga untuk membandingkan data-data laporan keuangan periode berjalan dengan sebelumnya, membandingkan antar kompetitor, atau perbandingan dengan industri.


      Ingat fungsi analisis rasio keuangan: sebagai analisis daya saing dalam industri

      Analisis time series dan forecasting

      Analisis ini digunakan untuk membandingkan data keuangan pada periode tertentu terutama sebagai bahan peramalan atau proyeksi kondisi keuangan di masa depan.

      Dalam analisis ini, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dimana poin-poin tersebut mempengaruhi perubahan struktur keuangan yaitu; peraturan pemerintah, perubahan kompetisi, perubahan teknologi dan juga akuisisi.

      Analisis ini juga bisa dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu; ekonomi, statistik, dan visual.

      Biasanya analisis time series ini menggunakan indeks berupa angka-angka. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam melakukan analisis time series


      Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 

      Pertama, menentukan tahun dasar. Penentuan tahun dasar bisa berdasarkan tahun pendirian, tahun perubahan struktur organisasi, tahun proyek, atau tahun-tahun dalam momen tertentu. Pos laporan keuangan tahun dasar nantinya dicatat sebagai indeks 100.

      Kedua, menghitung angka indeks tahun lainnya menggunakan angka pos laporan keuangan tahun dasar sebagai penyebut.

      Ketiga, memprediksi arah dan kecenderungan historis pos laporan keuangan. Terakhir, memberikan keputusan atas analisis tersebut.


      Analisis time series juga didasari data keuangan yaitu; tren. Siklus, musiman, dan ketidakteraturan.

      Tren adalah pergerakan time series jangka panjang. Tren bisa dinyatakan dalam tren naik atau tren turun. Dalam data tren, Anda perlu melihat pola dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu sekitar 15 hingga 20 tahun.

      Ingat faktor perubahan tren: peraturan pemerintah, teknologi, demografi, kompetitor


      Sedangkan data siklus merupakan bagian dari anomali bisnis yang biasanya berlangsung 2 hingga 10 tahun. Jika tren bersifat makro, maka siklus bersifat mikro dimana bisa jadi dipengaruhi oleh faktor internal.

      Ada juga data musiman yaitu anomali data berdasarkan waktu tertentu atau waktu yang lebih pendek dalam satu tahun misalnya lebaran, libur natal, atau cuaca.

      Sedangkan data tidak teratur muncul akibat data berdasarkan waktu yang tidak menentu dalam jangka waktu yang tidak menentu juga (namun relatif pada jangka waktu yang pendek). Misalnya saja saat pandemi atau krisis politik.

      Kesimpulan

      Nah, itulah penjelasan singkat mengenai analisis rasio keuangan pada perusahaan. Ingat analisis ini membutuhkan atau berdasarkan laporan keuangan. Akurasi laporan keuangan akan sangat mempengaruhi dalam analisis yang disebut juga finance ratio analysis tersebut.

      Jika terjadi error dalam membuat laporan keuangan, sebaik apapun analisisnya, maka hasilnya akan tetap error juga dan pada akhirnya bisa-bisa mempengaruhi peramalan dan juga keputusan investor untuk berinvestasi di bisnis Anda.

    • Silahkan nada pelajari materi sbb:

    • PT. Mustika akan melakukan investasi dengan dana sebesar Rp.18.000.000.000, usia ekonomis 10 tahun. Hasil penjualan diproyeksikan sebagai berikut:


      Biaya diperkirakan (biaya-biaya tunai) setiap tahunnya sebesar 45% dari perkiraan 

      penjualan masing-masing tahun. Depresiasi menggunakan garis lurus tanpa nilai sisa, 

      dari investasi sebesar Rp18.000.000.000 tersebut sebesar Rp. 3.000.000.000 untuk 

      keperluan modal kerja. Tingkat keuntungan yang disyaratkan sebesar 25% dan pajak yang ditanggung setiap tahun sebesar 20%. Diminta menghitung:

      a. Average Rate of Return (ARR)

      b. Payback Period (PP)

      c. Net Present Value (NPV)

      d. Internal Rate of Return (IRR)

      e. Profitability Index (PI)

      f. Berikan kesimpulan hasil perhitungan Anda terkait dengan kelayakan investasi.



    • Untuk memahaminya silahkan anda lihat pada PPT 

    • A. Aspek Resiko

      resiko dalam manajemen mempunyai berbagai makna. Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu atau probabilitas sesuatu hasil/outcome yang ebrbeda dengan yang diharapkan. Resiko dapat juga dikatakan ketidakpastian yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian (Salim, 1993) .

      Resikotimbulkarena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian diakibatkan karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau kelemahan seseorang/ perusahaan dalam memprediksi masa depan perusahaannya.Resiko dipengaruhi oleh beberapa hal yakni : 

      1) Keterbatasan dalam hal sumber daya informasi yang tersedia 

      2) Kelemahan dalam perencanaan yang tidak komprehensif 

      3) Keterbatasan pengetahuan dari para pengambil keputusanKetidapastian dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yakni :

      1) Ketidakpastian ekonomi yaitu ketidakpastian yang disebabkan kejadian-kejadian yang timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara, misalnya krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti yang dialami oleh negara kita, kenaikan harga BBM, perubahan perilaku konsumen.

      2) Ketidakpastian Politik yaitu ketidakpastian yang disebabkan kejadian-kejadian politik yang timbul disuatu negarayang menyebabkan kerusuhan, perang atau kudeta militer.

      3) Ketidakpastian Alam yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian-kejadian Alam seperti Bencana Alam, Tsunami, Gempa, Gunung berapi, atau kasus lumpur panas sidoarjo

      B. Macam-macam Resiko

      Resiko dapat dibedakan dengan berbagai cara (Djojosoedarso, 2003) antara lain :

      1. Resiko yang tidak disengaja (resiko muni) yaitu resiko yang apabila terjadi menimbulkan kerugian dan terjadi tanpa sengaja misalnya resiko terjadinya kebakaran, bencana alam, pencurian, penggelapan, pengacauan dsb

      2. Resiko yang disengaja (Resiko spekulatif) yaitu resiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar terjadinya ketidakpastian memberikan keuntungan kepadanya, misalnya resiko utang piutang, perjudian, perdagangan berjangka (hedging) dsb

      3. Resiko fundamental adalah resiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita tidak hanya seseorang tetapibanyak orang misalnya banjir,angin topan dsb

      4. Resiko khusus adalah resiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan umumnya mudah diketahui penyebabanya seperti kapal kandas, pesawat jatuh, tabrakan mobil dsb.

      5. Resiko Dinamis adalah resiko yang timbul akibat perkembangan dan kemajuan (dinamika) masyarakat dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi kebalikannya disebut resiko statis seperti kematian dan hari tua.

      Dari sisi sumber/penyebab resiko dapat dibedakan kedalam 2 bagian :

      1. Resiko intern yaitu resiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti kesalahan kerja, korupsi, kesalahan manajemen dsb.

      2. Resiko Ekstern resiko yang berasal dari luar perusahaan seperti resiko pencurian, penipuan, persaingan, fluktuasi harga, perubahan kebijakan pemerintah dsb.

      Dapat tidaknya resiko yang dialihkan ke pihak lain :

      1. Resiko yang dapat dialihkan ke pihak lain dengan mempertanggungkan suatu objek yang terkena resiko kepada perusahaan asuransi dengan membayar sejumlah premi asuransi sehingga kerugian menjadi tanggungan (pindah) ke fihak perusahaan asuransi.

      2. Resiko yang tidak dapat dialihkan ke pihak lain (tidak dapat diasuransikan), umumnya meliputi semua jenis resio spekulatif.

      c. Upaya Penangulangan Resiko

      Sesuai dengan sifat dan objeknya maka ada beberapa cara untuk menanggulangi/meminimumkan resiko kerugioan antara lain Djojosoedarso, 2003:

      a. Melakukan pencegahan dan pengurangan terhadap kemungkinan terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian misalnya membangun gedung dengan bahan-bahan yang anti terbakar untuk mencegah terjadinya bahaya kebakaran, memagari mesin-mesin untuk menghindari kecelakaan kerja, melakukan pemeliharaan dan penyimpanan yang baik terhadap bahan- bahan dan hasil produksi untuk menghindari resiko kecurian dan kerusakan, mengadakan pendekatan kemanusiaan untuk mencegah terjadinya pemogokan, sabotase dan pengacauan.

      b. Melakukan retensi, artinya mentolerir membiarkan terjadinya kerugian dan untuk mencegah terganggunya operasi perusahaan akibat kerugian tersebut disediakan sejumlah dana untuk menanggulanginya ( contoh : pos biaya lain-lain atau tak terduga)

      c. Melakukan pengendalian terhadap resiko, contohnya melakukan hedging untuk menaggulangi resiko kelangkaan dan fluktuasi harga abhan baku atau inventory sistem yang baik

      d. Mengalihkan/ memindahkan resiko kepada fihak lain, yaitu dengan cara mengadakan kontrak pertangungan (asuransi) terhadap resiko tertentu dengan membayar sejumlah premi.

      D. Resiko yang dihadapi Pengusaha

      Seiring dengan perkembangan usaha yang biasanya diikuti dengan perubahan gaya manajemen, maka pada saat yang sama para wirausahawan dihadapkan pada berbagai risiko. Bagi sebagian wirausahawan yang memiliki keberanian dan kematangan berpikir risiko- risiko tersebut mungkin sudah diantisipasi dan dapat dilalui dengan baik. Namun bagi sebagian wirausahawan yang lain, risiko yang harus dihadapi dalam pengembangan usahanya bisa jadi dirasakan terlalu berat dan penuh ketidakpastian sehingga mereka lebih memilih untuk mempertahankan status quo. Pada dasarnya ada dua risiko yang 

      dihadapi oleh para wirausahawan ketika diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Kedua risiko tersebut adalah:

      1. Risiko Riil, adalah risiko yang terlihat, bisa dihitung, bisa diantisipasi dan bisa dihindari.

      Termasuk dalam risiko ini adalah:

      ∩é╖ Kehilangan modal baik yang sudah ditanam dan akan ditanamkan ke dalam perusahaan

      ∩é╖ Kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, di masa sekarang ataupun masa depan

       Kehilangan mata pencaharian untuk menutupi kebutuhan seharihari

      ∩é╖ Kehilangan kendali atas kekuasaan yang selama ini dimilikinya (decision-making) karena ada pengalihan gaya bisnis keluarga menjadi gaya bisnis profesional

      Dari keempat risiko riil yang dihadapi oleh seorang wirausahawan seperti yang disebutkan di atas, risiko yang seringkali terlewatkan dan tidak dipertimbangkan secara mendalam adalah risiko terakhir, yaitu kehilangan kendali atau kekuasaan karena perubahan gaya bisnis keluarga ke gaya bisnis profesional. Banyak wirausahawan yang menganggap hal ini bukan sebuah risiko yang harus dipertimbangkan dan tetap memaksakan untuk mempertahankan gaya bisnis lama ke dalam perusahaannya. 

      Kenyataannya, gaya ini seringkali tidak bertahan lama dan mungkin akan membawa kerugian lain (kehilangan kesempatan). Di lain pihak penerapan gaya bisnis tersebut justru membuat para profesional tidak dapat memberikan kemampuan terbaik yang mereka miliki.

      2. Risiko Psikologis, adalah risiko yang tidak terlihat, tidak bisa dihitung, bisa diantisipasi, tetapi belum tentu bisa dihindarkan.

      Termasuk dalam risiko ini adalah:

      ∩é╖ Kehilangan reputasi (hilang muka, nama besar, citra, dsb) dan risiko menanggung malu

      ∩é╖ Kehilangan kepercayaan pada diri sendiri dan pada orang lain (Menjadi paranoid atau blind-dependency)

      ∩é╖ Kehilangan perasaan ΓÇ£potentΓÇ¥ atau mampu yang akan menyebabkan hilangnya rasa percaya diri

      ∩é╖ Kehilangan jatidiri (terutama bagi mereka yang sudah menganggap keberadaan perusahaan sebagai keberadaan dirinya sendiri)

       Kehilangan motivasi untuk berjuang

      Dampak utama dari pengabaian resiko tersebut adalah perusahaan yang lamban berkembang dan sumberdaya yang ada menjadi tidak efisien. Revenue perusahaan tetap tetapi cost menjadi lebih tinggi karena adanya investasi baru dan menyebabkan menurunnya keuntungan. Selain itu, para pekerja menjadi bingung karena banyak keputusan yang ambivalen dan tidak jelas arahnya sesuai dengan kebingungan dan ketidak-jelasan sikap wirausahawan.

      E. Analisis Aspek Ekonomi Nasional

      Selain aspek yang telah disebutkan diatas, perlu pula mengadakan analisis kemanfaatan dan biaya terhadap perekonomian secara nasional dan sosial, dimana kedalaman dan keluasan analisanya tegrantung dari kriteria-kriteria yang ditentukan untuk menilai suatu proyek. Aspekaspek penilaian manfaat suatu proyek Manfaat dan biaya proyek dapat ditinjau dari:

      - Sisi rencana pembangunan nasional, analisis manfaat proyek ditinjau dari sisi ini dimaksudkan agar proyek dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat, menggunakan sumber daya lokal, menghasilkan dan menghemat devisa, menambah pendapatan nasional.

      - Sisi distribusi nilai tambah 

      - Sisi tenaga kerja 

      - Sisi keuntungan ekonomi nasional 

      - Sisi pengaruh sosial 

      - Sisi manfaat/biaya sosial

      Hambatan Pembangunan Ekonomi Beberapa hambatan pembangunan ekonomi dapat berupa, iklim tropis, produktivitas rendah, kapital sedikit, nilai perdagangan luar negeri yang rendah, besarnya pengangguran, besarnya ketimpangan distribusi pendapatan, tekanan produk yang buruk, penggunaan tanah dengan produktivitas rendah.

    • Buatlah laporan studi kelayakan bisnis (feasibilty study) salah satu perusahaan nasional (BUMN/BUMD/swasta lokal/swasta nasional/swasta asing) dengan menguraikan aspek-aspek: Pemasaran, SDM, Teknis dan Teknologi, serta aspek keuangan dengan format sbb:

      - Pendahuluan/latar belakang

      - Analisis Makro : demografi, ekonomi, sosial, dan politik

      - Analisis Aspek pemasaran 

      - Analisis Aspek SDM 

      - Analisis Aspek teknis/produksi dan Teknologi

      - Analisis Aspek keuangan

      -Kesimpulan dan Saran

      - Daftar Pustaka

      Silahkan anda kumpulkan pada LMS ini paling lambat tanggal 2 September 2022 jam 12.00 dengan mencantumkan nama dan NPM serta logo darmajaya pada cover 

      Terima kasih