Garis besar topik
-
Etika Bisnis
- Etika dalam berbisnis
- Etika bisnis pada perusahaan
-
Etika Bisnis: Contoh, Tujuan dan Penerapannya, Pengusaha Wajib Tahu!
Dalam setiap kegiatan, ada aturan tertentu yang harus ditaati, baik aturan tertulis maupun aturan tidak tertulis. Begitu juga di dunia bisnis. Ada etika yang harus diikuti agar bisnis bisa berjalan dengan baik, hal ini biasa disebut dengan etika bisnis.
Tanpa etika dalam berbisnis, persaingan antar perusahaan dapat menjadi tidak sehat, konsumen menderita, terjadi pencemaran lingkungan atau menimbulkan praktek monopoli perdagangan. Etika Bisnis merupakan pedoman dalam menentukan ada tidaknya suatu tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya.
Apa itu etika bisnis?

Etika bisnis menjadi poin penting bagi setiap pelaku usaha dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu, pentingnya kamu mengetahui pengertian etika bisnis dari sejumlah ahli. Yaitu:
- Menurut Bertens (2000), Menurut Bertens, etika bisnis itu lebih luas dari pada ketentuan yang diatur oleh undang-undang. Bahkan etika bisnis merupakan standar yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar minimum ketentuan hukum. Karena dalam kegiatan atau kegiatan bisnis kita sering kali menemukan grey area yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
- Menurut Hill dan Jones, Menurut Hill dan Jones, Pengertian Etika Bisnis merupakan ajaran dalam membedakan antara benar dan salah dalam memberikan bekal kepada setiap pimpinan perusahaan ketika mempertimbangkan pengambilan keputusan strategis terkait dengan masalah moral yang kompleks.
- Menurut Sumarni (1998: 21), Pengertian etika bisnis terkait dengan masalah menilai aktivitas dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran dalam berbisnis.
- Menurut Sim, Hal ini terkait dengan kepemimpinan yang efektif dalam suatu organisasi.
- Menurut Velasques, Menurut Velasques, Pengertian Etika Bisnis merupakan kajian yang bertumpu pada akhlak yang benar dan salah.
- Menurut Business & Society-Ethics dan Stakeholder Management, Etika Bisnis adalah disiplin yang berkaitan dengan baik buruknya suatu tugas dan kewajiban moral dalam konteks bisnis.
- Menurut Steade et al: Menurut Steade dkk, Etika Bisnis adalah standar etika yang terkait dengan tujuan dan cara pengambilan keputusan bisnis.
Tujuan etika bisnis
Etika bisnis bertujuan untuk memberikan dorongan bagi kesadaran moral dan memberikan batasan bagi para pengusaha atau pebisnis untuk dapat menjalankan bisnis secara jujur ΓÇïΓÇïdan adil serta menjauhi bisnis penipuan yang merugikan banyak orang atau pihak yang memiliki keterikatan. Selain itu, etika bisnis mempunyai tujuan agar bisnis dapat dijalankan dan dicetuskan seadil-adilnya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah disepakati.
Prinsip etika bisnis
Prinsip Kejujuran Etika Bisnis Para pebisnis dituntut memiliki prinsip kejujuran agar bisa mendapatkan kunci sukses yang bertahan lama. Jika ada pengusaha yang tidak jujur ΓÇïΓÇïdan curang, kemungkinan besar tidak akan ada pelaku usaha yang mau bekerja sama.
Kejujuran sendiri biasanya dikaitkan dengan harga barang yang sudah ditawarkan. Dalam menjalankan bisnis secara modern, kepercayaan konsumen sangatlah penting. Oleh karena itu, para pelaku bisnis didorong untuk memberikan informasi yang nyata kepada konsumen
Prinsip otonomi etika bisnis
Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah kemampuan dan sikap seseorang dalam mengambil tindakan dan keputusan berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang menurutnya baik yang dapat dilakukan.
Jika masyarakat sadar akan kewajibannya dalam berbisnis, maka dikatakan orang tersebut telah memiliki prinsip otonomi dalam etika bisnis. Misalnya, dia memahami bidang pekerjaannya dengan situasi dan tuntutan yang akan dia hadapi serta tahu aturan apa yang ada di bidang pekerjaannya.
Selain itu, seseorang yang sudah memiliki fungsi otonom akan menyadari resiko dan konsekuensi yang akan timbul pada dirinya dan orang lain yang merupakan pelaku usaha. Secara umum seseorang yang memiliki prinsip otonomi akan lebih suka diberikan kebebasan dan kewenangan untuk melakukan apa yang menurutnya baik.
Prinsip etika bisnis yang saling menguntungkan
Pelaku usaha harus menjalankan usahanya dengan sebaik-baiknya agar semua pihak yang terlibat dapat memperoleh keuntungan. Seperti halnya asas keadilan, asas memberi manfaat juga bertujuan untuk mencegah hanya satu pihak yang memperoleh manfaat.
Misalnya, pengusaha harus memberikan harga barang yang sebenarnya kepada konsumen dan memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk memberikan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, prinsip saling menguntungkan harus dipegang teguh.
Prinsip kewajaran etika bisnis
Selain itu, kamu juga perlu mengetahui prinsip kewajaran etika bisnis yang dibagi menjadi dua definisi, seperti:
Prinsip kewajaran etika bisnis
Selain itu juga menuntut seseorang dalam menjalankan bisnis untuk memperlakukan hubungan internal dan eksternal secara setara dan memberikan haknya masing-masing. Hal ini bertujuan untuk menjaga kerugian bagi salah satu pelaku usaha
Prinsip etika bisnis moral integrity
Dalam menjalankan tugasnya, para pelaku bisnis harus menjaga nama baik perusahaannya. Pelaku bisnis harus mengelola dan menjalankan usahanya dengan sebaik-baiknya agar kepercayaan konsumen atau pihak lain terhadap perusahaan tetap terjaga. Dengan kata lain, seseorang atau pebisnis harus mendorong dirinya sendiri dalam keberadaan rbisnis untuk pengelolaan rasa bangga.
Contoh etika bisnis
Berikut ini beberapa etika bisnis yang harus dilaksanakan dan dilakukan oleh para profesional, di antaranya adalah:
- Sebutkan nama lengkap
- Berdirilah ketika memperkenalkan diri
- Ucapkan terima kasih secukupnya
- Jangan duduk sambil menyilang kaki
- Tuan rumah yang harus membayar
Untuk setiap bisnis, ada prinsip yang memandu etika. Prinsip etika berfungsi sebagai pedoman dan pedoman bagi para pemimpin dan sejumlah karyawan. Berikut beberapa prinsip etika bisnis.
1. Integritas
Kapanpun ada tekanan besar untuk melakukan yang benar dan tidak, prinsip etika bisnis akan menjadi pedoman. Pemimpin dan karyawan hanya perlu menunjukkan keberanian dan integritas pribadi untuk melakukan apa yang benar.
Karenanya, etika bisnis haruslah tegak dan hormat. Ini akan diperjuangkan dalam memutuskan apa yang dianggap benar atau tidak. Sehingga hal inilah yang akan melahirkan integritas dalam bekerja dan berprofesi.
2. Loyalitas
Untuk mendapatkan kepercayaan, dibutuhkan loyalitas. Untuk mendapatkannya memang perlu adanya persahabatan. Hubungan persahabatan sangat diperlukan di masa-masa sulit. Loyalitas akan diperoleh dengan dukungan dan dedikasi tugas yang ada.
3. Kejujuran
Setiap orang yang ada di perusahaan, harus menjaga sikap jujurnya, ketika menghadapi rutinitas pekerjaannya. Mereka juga harus jujur ΓÇïΓÇïdan tidak menipu atau menyesatkan informasi kepada orang lain.
4. Menghormati dan peduli
Ini adalah dua bentuk perilaku yang berbeda dalam organisasi. Tapi mereka bisa berjalan bersama, itu sebabnya mereka ditempatkan di bawah satu prinsip. Ketika seorang eksekutif beretika, dia berbelas kasih, baik hati, dan perhatian. Pemimpin perlu menunjukkan rasa hormat terhadap martabat, privasi, otonomi dan hak karyawan.
5. Keadilan
Kepemimpinan perusahaan tidak harus adil dalam segala hal. Meski begitu, pimpinan tidak boleh salah menggunakan kekuatannya. Dengan demikian, etika bisnis menghalanginya untuk mencoba dan tidak melakukan sesuatu, demi mendapatkan keuntungan apapun.
Selain itu, pemimpin tidak boleh memanfaatkan setiap kesalahan atau kesalahan orang lain. Mereka harus toleran, berpikiran terbuka, mau mengakui kesalahan mereka sendiri. Pemimpin juga harus mampu mengubah keyakinan dan posisinya berdasarkan situasi.
Contoh pelanggaran etika bisnis
Agar pelaku usaha dapat menjalankan bisnis dengan maksimal, pentingnya kamu mengetahui apa saja contoh pelanggaran-pelanggaran dalam etika bisnis. Yaitu:
- Pelanggaran hukum, yaitu sebuah perusahaan yang melakukan PHK namun tidak memberikan pesangon sama sekali.
- Pelanggaran Kejujuran, yaitu perusahaan yang dapat dikatakan berhasil terhadap kejujuran agar mereka tidak memberikan harga yang sejujurnya kepada konsumen serta kualitas-kualitas dari barang yang ditawarkannya. ada Pelanggaran Empati dan Pelanggaran Transparansi juga. Ada 3 macam pendekatan dasar di dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, di antaranya adalah sebagai berikut:
Dalam menjalankan sebuah bisnis, setiap pemilik usaha harus menjadi panutan bagi orang lain yaitu mampu menangani tanggung jawab dan menyadari peluang sesuai dengan tanggung jawab jabatannya, salah satunya dengan memastikan bisnis dapat berjalan dengan baik.
Etika bisnis adalah sebuah aturan yang bersifat etis mengenai tolak ukur benar atau tidaknya dalam melaksanakan kegiatan usaha. Etika bisnis mencakup berbagai aspek kegiatan bisnis baik tingkatan individu, perusahaan, atau masyarakat secara luas. Ketika Etika bisnis dijalankan dengan benar, baik itu pada tingkatan individu maupun perusahaan tentunya dapat memberikan branding value kepada perusahaan serta seluruh stakeholder yang ada.
Bisnis merupakan sebuah kegiatan industri. Sebab di sana terdapat agenda bisnis seperti memproduksi, mengedarkan, menjual serta membeli produk untuk mendapatkan keuntungan dari agenda yang dilaksanakan, baik bisnis yang berupa barang atau jasa. Pada seluruh agenda yang dilaksanakan pada kegiatan bisnis, tentu memerlukan aspek etis agar kita mampu bertindak sesuai aturan, terutama dalam berbisnis.
Sebuah perusahaan memiliki keyakinan bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang memiliki aspek etis di dalamnya. Etika bisnis juga menjadi pedoman serta standar bagi semua aktor yang terlibat dalam kegiatan bisnis, seperti owner, pegawai dan distributor harus melaksanakan kegiatannya pada koridor profesionalitas dan memiliki aspek etis di dalamnya.
Terkadang orang beranggapan bahwa bisnis ya tetap bisnis. Anggapan ini memiliki titik fokus pada bagaimana kita mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa peduli apakah cara kita itu baik atau tidak.
Bisnis yang hanya berorientasi pada profit saja, dan mengesampingkan aspek etis, tentu tidak akan bernilai. Sebab, bisnis, selain berfokus pada pengembangan modal untuk mencari keuntungan, juga memperjuangkan nilai-nilai humanisme untuk manebar nilai manfaat bagi sesama. Adapun macam-macam etika dalam berbisnis adalah sebagai berikut:
1. Bersikap jujur
Jujur adalah salah satu nilai paling dasar yang harus dimiliki dalam berbisnis, jika Anda sampai ketahuan dalam menjalankan bisnis tidak jujur maka reputasi bisnis Anda akan hancur dalam waktu yang singkat. Dan perlu diketahui untuk mengembalikan sebuah kepercayaan dalam bisnis itu sangat sulit serta membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu selalu berperilaku jujur kepada siapa saja, karena manfaat perilaku jujur sangat besar sekali manfaatnya, termasuk untuk bisnis.
Jujur merupakan salah satu pilar utama yang harus ada dalam setiap kegiatan bisnis. Ketika ketidakjujuran bernaung pada bisnis kita tentunya reputasi perusahaan kita bisa turun bahkan hancur. Branding perusahaan menjadi negatif di mata konsumen. Perlu diingat, bahwa mengembalikan kepercayaan di dunia bisnis itu tentu sangat sulit serta membutuhkan waktu cukup lama. Oleh karena itu, dalam berbisnis biasakanlah untuk berperilaku jujur kepada siapapun, agar usaha kita bisa bermanfaat bagi orang lain.
2. Berperilaku baik
Berperilaku baik merupakan salah satu elemen terpenting dalam etika berbisnis. Sebab, ketika berinteraksi dalam kegiatan bisnis, perilaku baik akan berpengaruh terhadap bagaimana kesan partner bisnis kita. Tetap bersikap baik kepada siapapun baik itu partner bisnis atau konsumen secara konsisten, image branding perusahaan atau bisnis kita tetap terjaga.
3. Menggunakan bahasa yang baik
Bisnis selalu berkaitan dengan kegiatan interaksi. Oleh sebab itu interaksi kita dengan rekan bisnis serta konsumen akan terus terjadi. Interaksi dibentuk oleh cara berkomunikasi yang baik, dan komunikasi yang baik akan terjadi jika kita menggunakan bahasa yang baik. Bahasa yang baik akan meminimalisir terjadinya pertentangan akibat miskomunikasi atau ketersinggungan akibat kata yang tidak pantas.
4. Bersikap dewasa
Agar bisnis kita berjalan dengan baik, jauhkanlah dari sikap mementingkan Ego sendiri. Kita harus berpikir terbuka, menerima segala bentuk saran dan kritik. Sebab bisnis yang baik, adalah bisnis yang berkembang secara konsisten terus menerus.
5. Bersikap sopan
Usahakan mendahulukan sikap sopan dan santun , supaya rekan bisnis kita memiliki kesan baik terhadap perusahaan kita. Kesan pertama ini nantinya akan selalu diingat oleh setiap rekan bisnis, jika kesan pertama sudah tidak baik maka kelanjutannya tidak akan baik pula.
6. Selalu mengucapkan terma kasih
Jangan lupa untuk selalu berucap terima kasih, ini menjadi salah satu apresiasi kepada orang lain. Selain ucapan jika memungkinkan Anda bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.
Mengucapkan terimakasih adalah sesuatu hal yang harus dilakukan oleh setiap pebisnis. Ini menjadi sebuah apresiasi bagi rekan bisnis kita maupun konsumen. Dengan selalu mengucapkan terimakasih, hubungan antara pebisnis dan konsumen bisa berjalan baik. Sehingga kelangsungan bisnis kita tetap terjaga
-
1. Silahkan untuk membuat tanggapan/ Komentar/ Resume tentang Materi hari ini.
2. Upoad tanggapan anda ke laman forum diskusi lms
3. Batas waktu adalah 8.50 -10. 30 wib