Garis besar topik

    • Assalamualaikum wr. wb

      Puji syukur kehadirat Allah SWT, Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam lindungan Allah SWT. Perkenalkan nama saya Betty Magdalena, S.Pd., M.M.  Saya lebih terkenal dipanggil miss Betty. Senang sekali bisa bertemu dengan kalian di perkuliahan Semester Pendek ini. Selamat datang di matakuliah  Pengantar Bisnis 2 SKS yang dilaksanakan sesuai jadwal dan kesepakatan bersama. 

      Di Semester Pendek ini, Mata kuliah Pengantar Bisnis ini memiliki beban SKS sebesar 2 SKS, dengan kode Matakuliah : MAN 20429, total pertemuan sebanyak 14 kali pertemuan sudah dengan Pertemuan UTS dan UAS di semester Genap tahun ajaran 2021/2022. Untuk Kontrak Kuliah dan Tata Tertib sudah saya lampirkan ketentuannya. 

      Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, Semoga Allah mempermudah dan memperlancar proses belajar mengajar dan perkuliahan kita.  Amiin...


      Salam hangat dan tetap semangat !!

      Wassalamu'alaikum Wr. Wb

      Betty Magdalena  

      my photo

    • Mata Kuliah ini memberikan bekal ilmu pengetahuan, konsep, serta pemahaman kepada para mahasiswa agar menguasai wawasan bisnis secara umum. Dari mulai  ruang lingkup bisnis, berbagai konsep-konsep bisnis, dan lainnya.  Konsep bisnis  ini diperlukan sebagai bekal dasar untuk mempelajari pengetahuan bisnis yang lebih rinci pada Mata Kuliah core Manajemen di semester berikutnya. Dalam mata kuliah ini juga diberikan pengetahuan yang berkaitan dengan kompetensi manajerial, komunikasi bisnis, serta tanggung jawab sosial dan etika, baik lingkup lokal, nasional, maupun internasional


    • Sikap

      1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religious

      2. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik

      3. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.

       CP Pengetahuan

      1. Mampu merancang dan menjalankan perencanaan, pengorganisasian,  , pengarahan, dan pengendalian dalam mengelola suatu organisasi bisnis  serta pengembangannya.

      2. Mampu melakukan pengambilan keputusan bisnis dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan bisnis lokal dan global.

       Keterampilan Umum:

      1. Menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan/atau teknologi sesuai dengan bidang manajemen.

      2. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur. 

      3. Mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya.

       CP Keterampilan Khusus

      1. Mampu memahami  pengertian Bisnis, Ruang Lingkup, dan Peranan Bisnis

      2. Memahami Pengetahuan dini semua aspek yang diperlukan untuk memahami sebuah Bisnis.

      3. Memahami Fungsi-fungsi Organisasi  Perusahaan, Memahami Lembaga Keuangan Perbankan,  Lembaga Keuangan NonBank, Pasar Uang  dan Pasar Modal

       4. Penilaian

      A. Aspek Penilaian

      Sikap

      Cara menyampaikan pendapat dalam diskusi, keseriusan, tanggung jawab dan ketepatan waktu mengumpulkan tugas.

      Pengetahuan

      Penguasaan materi yang di tunjukkan dalam proses tanya jawab, diskusi, presentasi, ujian tengah semester dan ujian akhir semester.

      Ketrampilan

      Mempunyai kreatifitas dalam menyusun tugas yang berhubungan topik atau materi pembelajaran.

       B. Teknik penilaian terdiri dari:

      1) observasi

      2) partisipasi

      3) unjuk kerja

      4) test tertulis

      5) test lisan

       C. Bobot Penilaian

      Teknis Penilaian 


    • BUKU PENGANTAR BISNIS

    • MY PROFILE

    • Ruang Lingkup Bisnis

      Konsep Bisnis  

      Ruang Lingkup Bisnis

      Bisnis Internasional 

    • Ruang Lingkup Bisnis adalah

      Memulai bisnis adalah sebuah perjalanan yang menarik namun penuh tantangan. Salah satu kunci kesuksesan dalam berbisnis adalah memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan ΓÇ£ruang lingkup bisnisΓÇ£. Konsep ini mungkin terdengar abstrak bagi sebagian orang, terutama bagi para pemula yang baru terjun ke dunia bisnis. Namun, jangan khawatir! Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang ruang lingkup bisnis, mulai dari pengertiannya hingga faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan memahami konsep ini, Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk memulai dan mengembangkan usaha Anda.

      Apa itu Ruang Lingkup Bisnis?

      Ruang lingkup bisnis, atau yang sering disebut juga dengan istilah ΓÇ£bidang usahaΓÇ¥, mengacu pada jenis kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuannya. Secara sederhana, ruang lingkup bisnis adalah jawaban atas pertanyaan ΓÇ£Apa yang dilakukan oleh bisnis Anda?ΓÇ¥.

      Ruang lingkup bisnis dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari produk atau jasa yang ditawarkan, pasar yang dilayani, hingga cara bisnis tersebut beroperasi. Misalnya, ruang lingkup bisnis sebuah perusahaan manufaktur adalah memproduksi dan menjual barang, sementara ruang lingkup bisnis sebuah perusahaan jasa adalah menyediakan layanan kepada pelanggan.

      Mengapa Memahami Ruang Lingkup Bisnis Penting?

      Bagi para pemula yang ingin memulai usaha, memahami ruang lingkup bisnis adalah langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Pemahaman yang baik tentang ruang lingkup bisnis dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

      1. Mengidentifikasi Peluang Bisnis yang Potensial: Dengan memahami berbagai jenis kegiatan bisnis yang ada, Anda dapat lebih mudah mengidentifikasi peluang bisnis yang sesuai dengan minat dan keahlian Anda. Anda dapat melihat tren pasar, kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi, atau celah di pasar yang dapat Anda manfaatkan.
      2. Memilih Jenis Usaha yang Tepat: Setiap jenis usaha memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Dengan memahami ruang lingkup bisnis yang berbeda, Anda dapat memilih jenis usaha yang paling sesuai dengan minat, kemampuan, dan sumber daya yang Anda miliki.
      3. Mengembangkan Strategi Bisnis yang Efektif: Ruang lingkup bisnis Anda akan mempengaruhi strategi pemasaran, operasional, dan keuangan yang Anda terapkan. Dengan memahami ruang lingkup bisnis Anda, Anda dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mencapai tujuan bisnis Anda.
      4. Mengelola Risiko Bisnis dengan Lebih Baik: Setiap bisnis memiliki risiko yang melekat. Dengan memahami ruang lingkup bisnis Anda, Anda dapat mengidentifikasi risiko-risiko tersebut dan mengembangkan strategi untuk mengelolanya dengan lebih baik.

      Jenis-jenis Kegiatan Ruang lingkup bisnis

      Secara umum, kegiatan bisnis dapat dibagi menjadi tiga kategori utama:

      1. Bisnis Produksi: Bisnis produksi adalah jenis usaha yang berfokus pada kegiatan menghasilkan barang. Proses ini dimulai dari pengadaan bahan baku, kemudian melalui proses produksi atau pengolahan, hingga akhirnya menghasilkan produk jadi yang siap dipasarkan. Contoh bisnis produksi antara lain pabrik tekstil, pabrik makanan, dan perusahaan manufaktur lainnya.
      2. Bisnis Perdagangan: Bisnis perdagangan adalah jenis usaha yang membeli barang dari produsen atau pemasok lain, kemudian menjualnya kembali kepada konsumen atau pengecer lain. Bisnis ini berperan sebagai perantara antara produsen dan konsumen akhir. Contoh bisnis perdagangan antara lain toko kelontong, supermarket, distributor, dan pedagang online.
      3. Bisnis Jasa: Bisnis jasa adalah jenis usaha yang menawarkan jasa atau layanan kepada konsumen atau bisnis lain. Jasa yang ditawarkan bisa bermacam-macam, mulai dari jasa keuangan, jasa konsultasi, jasa transportasi, hingga jasa pendidikan. Contoh bisnis jasa antara lain bank, firma hukum, salon kecantikan, dan perusahaan transportasi online.

      Memahami jenis-jenis kegiatan bisnis ini adalah langkah awal yang penting dalam menentukan ruang lingkup bisnis Anda. Dengan mengetahui karakteristik masing-masing jenis usaha, Anda dapat memilih jenis usaha yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan Anda.

      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ruang Lingkup Bisnis

      Ruang lingkup bisnis tidaklah statis, melainkan dinamis dan terus berkembang seiring waktu. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi ruang lingkup bisnis, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Berikut adalah beberapa faktor utama yang perlu Anda perhatikan:

      Faktor Internal:

      • Modal: Ketersediaan modal merupakan salah satu faktor penentu utama dalam menentukan ruang lingkup bisnis. Modal yang terbatas dapat membatasi jenis dan skala usaha yang dapat dijalankan, sementara modal yang besar dapat membuka peluang untuk ekspansi dan diversifikasi.
      • Sumber Daya Manusia: Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan juga berpengaruh besar terhadap ruang lingkup bisnis. Karyawan yang kompeten dan terampil dapat membantu perusahaan menjalankan berbagai jenis usaha dengan baik, sementara kekurangan tenaga kerja yang berkualitas dapat membatasi pilihan bisnis.
      • Teknologi: Perkembangan teknologi dapat membuka peluang baru bagi bisnis, seperti munculnya bisnis online dan e-commerce. Di sisi lain, teknologi juga dapat mengubah cara bisnis beroperasi, sehingga perusahaan perlu beradaptasi dengan cepat untuk tetap relevan.
      • Kemampuan Manajemen: Kemampuan manajemen yang baik sangat penting dalam mengelola dan mengembangkan bisnis. Manajer yang kompeten dapat mengidentifikasi peluang, mengatasi tantangan, dan mengambil keputusan yang tepat untuk memajukan bisnis.

      Faktor Eksternal:

      • Kondisi Ekonomi: Kondisi ekonomi makro, seperti tingkat inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi, dapat mempengaruhi daya beli konsumen dan permintaan terhadap barang dan jasa. Perubahan kondisi ekonomi dapat memaksa bisnis untuk menyesuaikan strategi dan ruang lingkup bisnis mereka.
      • Kebijakan Pemerintah: Kebijakan pemerintah, seperti perpajakan, regulasi, dan insentif, dapat menciptakan peluang atau hambatan bagi bisnis. Peraturan yang ketat dapat membatasi ruang gerak bisnis, sementara insentif dapat mendorong investasi dan pertumbuhan.
      • Persaingan: Tingkat persaingan dalam suatu industri dapat mempengaruhi strategi dan keputusan bisnis. Persaingan yang ketat dapat memaksa bisnis untuk berinovasi dan menawarkan produk atau jasa yang unik, sementara persaingan yang longgar dapat memberikan lebih banyak ruang untuk bereksperimen.
      • Perkembangan Teknologi: Perkembangan teknologi baru dapat menciptakan peluang baru bagi bisnis, seperti munculnya pasar baru atau cara produksi yang lebih efisien. Namun, teknologi juga dapat menjadi ancaman bagi bisnis yang tidak dapat beradaptasi dengan perubahan.

      Cara Menentukan Ruang Lingkup Bisnis Anda

      Menentukan ruang lingkup bisnis yang tepat adalah langkah penting dalam memulai dan mengembangkan usaha. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

      1. Analisis SWOT: Lakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bisnis Anda. Analisis ini akan membantu Anda memahami posisi bisnis Anda di pasar dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan
      2. Riset Pasar: Lakukan riset pasar untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen, serta mengidentifikasi pesaing dan tren pasar. Informasi ini akan membantu Anda menentukan produk atau jasa apa yang paling diminati oleh pasar dan bagaimana Anda dapat membedakan diri dari pesaing.
      3. Menetapkan Tujuan Bisnis: Tetapkan tujuan bisnis yang jelas, terukur, dan realistis. Tujuan ini akan menjadi panduan bagi Anda dalam menentukan ruang lingkup bisnis yang sesuai.
      4. Mengembangkan Strategi Bisnis: Setelah menentukan ruang lingkup bisnis, kembangkan strategi bisnis yang efektif untuk mencapai tujuan Anda. Strategi ini harus mencakup aspek pemasaran, operasional, dan keuangan.

      Kesimpulan Ruang Lingkup Bisnis adalah

      Memahami ruang lingkup bisnis adalah langkah awal yang penting dalam membangun bisnis yang sukses. Dengan memahami jenis-jenis kegiatan bisnis, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan cara menentukan ruang lingkup bisnis yang tepat, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik dan meningkatkan peluang kesuksesan Anda.

      Ingatlah bahwa ruang lingkup bisnis bukanlah sesuatu yang statis. Anda perlu terus memantau dan menyesuaikan ruang lingkup bisnis Anda seiring dengan perubahan kondisi pasar dan lingkungan bisnis. Dengan demikian, Anda dapat memastikan bahwa bisnis Anda tetap relevan dan kompetitif di pasar yang terus berkembang. 

    • 1. Silahkan untuk memberikan tanggapan/ komentar/ kesimpulan tentang materi hari ini.

      2. Upload komentar anda ke forum diskusi lms.

      3. Batas waktu dari jam 10.30 - 12.00

  • Bentuk-Bentuk Usaha dan  Lingkungan Perusahaan di Indonesia

    Bentuk-bentuk usaha

    Lingkungan khusus perusahaan

    Lingkungan umum perusahaan

     


    • Pengertian dan Jenis-jenis Perusahaan Berdasarkan Bentuk Badan Usaha

      Klasifikasi Perusahaan

      Untuk mengelompokkan perusahaan, maka terdapat beberapa klasifikasi perusahaan berdasarkan indikator tertentu. 

      Berikut ini ialah klasifikasi perusahaan yang perlu kamu ketahui 

      1. Jumlah pemilik, berdasarkan jumlah pemilik perusahaan klasifikasi perusahaan ialah perusahaan perseorangan dan perusahaan persekutuan.
      2. Status Pemilik, berdasarkan siapa yang memiliki perusahaan terdapat perusahaan swasta dan perusahaan negara 
      3. Bentuk hukum, terdapat perusahaan badan hukum dan perusahaan bukan badan hukum

      Bentuk-bentuk Perusahaan di Indonesia 

      Perusahaan di Indonesia jumlahnya sangat banyak bahkan mencapai 4.000.000 perusahaan pada tahun 2019. 

      Tentu saja setiap perusahaan memiliki lokasi kerja yang berbeda dengan bidang yang berbeda pula. 

      Selain itu, setiap perusahaan memiliki bentuk yang berbeda beda pula. Apakah kamu tahu bentuk-bentuk perusahaan di Indonesia? 

      Berikut ini bentuk-bentuk perusahaan yang harus kamu ketahui disertai contohnya: 

      1. Perusahaan Berbadan Hukum 

      Bentuk usaha pertama ialah perusahaan berbadan hukum yang harus mengikuti peraturan yang berlaku. 

      Untuk membuat perusahaan berbadan hukum, kamu harus melengkapi berbagai persyaratan dan melakukan pendaftaran. 

      Perusahaan berbadan hukum dapat dikelola oleh swasta maupun oleh negara.

      Apa saja bentuk-bentuk perusahaan berdasarkan badan hukum yang ada di Indonesia? 

      Contoh bentuk-bentuk perusahaan berbadan hukum ialah:

      1. Perseroan Terbatas (PT) 
      2. Perseroan Perseroan (Persero) 
      3. Perusahaan Terbuka 
      4. Perusahaan Umum 
      5. Koperasi 

      Jika kamu membuat badan usaha hukum tersebut maka kamu harus mendaftarkannya secara resmi. Kamu juga harus mengikuti ketetapan yang berlaku agar bisa berjalan secara legal. 

      2. Perusahaan Bukan Berbadan Hukum 

      Perusahaan bukan berbadan hukum adalah perusahaan yang tak memiliki sekat jelas antara kepemilikan pribadi dengan aset perusahaan. 

      Hal ini menyebabkan apabila perusahaan mengalami kesulitan ekonomi, maka aset pribadi pemilik perusahaan bisa terseret. Tentu saja hal ini menjadi sebuah kelemahan dari perusahaan yang tak terikat secara hukum. 

      Tetapi, banyak orang yang membuat bentuk perusahaan ini karena lebih ekonomis dan tidak harus mengikuti prosedur dan persyaratan yang kompleks. 

      Contoh bentuk perusahaan bukan berbadan hukum ialah:

      • Perusahaan Perseorangan 
      • Yayasan 
      • Persekutuan Perdata
      • Command Vennootschap (CV) 
      • Pesekutuan Perdata 

      Bentuk perusahaan ini dapat dijalankan oleh swasta dan perusahaan yang ingin melakukan kerjasama. 

      3. Perusahaan Multinasional 

      Salah satu bentuk perusahaan yang terbilang sukses mengembangkan usahanya ialah perusahaan multinasional. 

      Mungkin, kamu pernah mendengar beberapa perusahaan ternama yang ternyata merupakan perusahaan multinasional. 

      Perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang beroperasi di berbagai negara. Terdapat anak perusahaan di lebih dari satu negara untuk memudahkan kegiatan operasional. 

      Perusahaan multinasional ini mengontrol perusahaan induk dan cabang dengan baik. Baik dalam kontrol modal maupun dalam sistem manajemen untuk memperhatikan distribusi produk. 

      Untuk menjadi perusahaan multinasional tidaklah mudah. Perusahaan harus mampu tumbuh dan berkembang. 

      Karakteristik perusahaan multinasional ialah 

      • Memiliki visi dan misi yang mendunia 
      • Mempunyai badan usaha yang resmi dan legal 
      • Bisnis yang konsisten dan berkelanjutan 
      • Terbuka 
      • Memiliki keuntungan dan laba 
      • Mencatat pembukuan akuntansi yang transparan dan jelas 

      Contoh perusahaan multinasional adalah PT Unilever Tbk, Epson, Google, Microsoft dan berbagai merk terkenal lainnya. 

      Unsur Perusahaan 

      Apa yang membuat suatu bidang usaha dapat dikatakan sebagai perusahaan? Terdapat unsur unsur yang terkandung dalam sebuah perusahaan yakni sebagai berikut 

      • Badan usaha, setiap perusahaan memiliki kesatuan dari hukum untuk mencapai keuntungan 
      • Memperoleh laba, aktivitas yang dilakukan pada perusahaan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan 
      • Kegiatan di sektor ekonomi, setiap perusahaan melakukan kegiatan di berbagai sektor ekonomi seperti perdagangan, industri dan lainnya
      • Berkesinambungan, perusahaan melakukan kegiatan komersial secara terus menerus dan bukan merupakan kegiatan komersial sesaat 
      • Diketahui publik, keberadaan perusahaan harus diketahui oleh banyak orang. Selain itu perusahaan juga sudah diakui keberadaannya secara hukum
      • Melakukan pencatatan akuntansi, perusahaan harus melakukan transparansi atas kegiatan usaha

    • 1. Silahkan untuk membuat komentar / tanggapan/ kesimpulan tentang materi hari ini

      2. Upload tanggapan / kesimpulan / komentar anda di laman forum diskusi lms

      3. Batas waktu 13.00-14.30

  • Sistem Ekonomi di Indonesia

    Sistem ekonomi di Indonesia

    Permasalahan pokok ekonomi

    - Pemecahan masalah ekonomi secara bersama-sama


    • Sistem Perekonomian Indonesia : Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, dan Penerapan di Indonesia

      Perekonomian Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke-16 di dunia, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan senilai kurang lebih USD940,9 miliar (2016). Pada tahun 2014, sektor jasa adalah pemberi kerja yang paling menonjol di Indonesia, menyumbang 45 persen dari pekerja lokal (dibandingkan dengan hanya sepertiganya pada tahun 1990). Ini diikuti oleh sektor pertanian yang mempekerjakan 34 persen pekerja lokal (turun dari 56 persen pada tahun 1990) dan sektor industri (termasuk manufaktur) yang menyumbang 21 persen pekerja lokal (menjadi lebih menonjol dalam beberapa tahun terakhir) .

      Perekonomian Indonesia memiliki perbedaan yang signifikan dengan negara tetangganya di Asia, seperti Singapura dan Thailand. Secara khusus, perekonomian Indonesia sebagian besar didorong oleh aktivitas domestik daripada ekspor, yang membantu meredamnya dari krisis global 2008-2009. Sebelum krisis ekonomi Asia melanda pada tahun 1997, PDB Indonesia berada di peringkat ke-22 dunia dengan nilai Rp624.337 miliar.

      Nilai ini setara dengan pendapatan tahunan per kapita sekitar AUD705. Perekonomian berkontraksi pada tahun 1998, tetapi kembali tumbuh pada tahun 1999 didukung oleh peningkatan belanja pemerintah dan konsumen. Tahun-tahun pertumbuhan ekonomi berikutnya telah mengangkat Indonesia ke dalam 20 ekonomi teratas dunia, menjadikannya sebagai anggota kelompok negara G20

      Pengertian Sistem Perekonomian Indonesia

      Menurut rujukan dari Bappenas, sistem ekonomi Indonesia, walaupun dengan perumusan yang agak beragam, telah dimuat di berbagai ketetapan perundang-undangan. Dalam Undang Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, sistem ekonomi dirumuskan sebagai berikut: ΓÇ£Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaanΓÇ¥ (ayat 1); ΓÇ£Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara ΓÇ£(ayat 2); ΓÇ£Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyatΓÇ¥ (ayat 3).

      Ketiga ayat ini dimuat baik di UUD45 sebelum di amandemen maupun di UUD45 setelah diamandemen. Dari ketiga ayat ini sebenarnya telah tersirat jenis sistem ekonomi yang dianut Indonesia. Namun pada UUD 1945, setelah diamandemen, ditambah ayat (4) yang secara eksplisit merumuskan sistem ekonomi Indonesia, yaitu ΓÇ£Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasionalΓÇ¥.

      Suatu perumusan lain mengatakan bahwa : ΓÇ£ Dalam Demokrasi Ekonomi yang berdasarkan Pancasila harus dihindarkan hal-hal sebagai berikut :

       

      • Sistem free fight liberalism yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan struktural ekonomi nasional dan posisi Indonesia dalam perekonomian dunia.
      • Sistem etatisme dalam arti bahwa negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan, mendesak dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
      • Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam berbagai bentuk monopoli dan monopsoni yang merugikan masyarakat dan cita-cita keadilan sosial.ΓÇ¥ (GBHN 1993).

       

      Selain di UUD 1945 dan GBHN 1993 itu, berbagai gagasan sistem ekonomi Indonesia telah diutarakan oleh berbagai pakar ekonomi Indonesia. Misalnya pakar ekonomi senior Indonesia mengatakan bahwa sistem ekonomi Indonesia “….pada dasarnya merupakan ekonomi yang dijalankan oleh dunia usaha swasta walaupun perlu diatur oleh negara…” (Widjojo Nitisastro. “The Socio-Economic Basis of the Indonesian State”, 1959).

       

      Ciri- ciri Sistem Perekonomian Indonesia

      Sistem Perekonomian Indonesia : Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, dan Penerapan di Indonesia

       

      Menurut UUDΓÇÖ45, sistem perekonomian pancasila tercermin dan dapat dilihat di dalam pasal-pasal 23, 27, 33, dan 34. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila yang mengandung demokrasi ekonomi. Ini berarti bahwa segala kegiatan dalam hal ekonomi dilakukan dari, oleh dan untuk kepentingan rakyat dibawah pengawasan dari pemerintah.

      Meski Setiap sistem ekonomi punya ciri-ciri yang berbeda satu sama lain, namun ciri yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 33 adalah :

       

      • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
      • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
      • Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
      • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
      • Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
      • Negara tetap mengakui hak milik perorangan yang tidak bertentangan dengan kepentingan publik.
      • Masyarakat adalah bagian yang penting dalam sistem ekonomi dengan kegiatan produksi yang dilakukan, dipimpin, dan diawasi oleh masyarakat.

      Penerapan Sistem Perekonomian Indonesia

      Dengan dasar penerapan sistem perekonomian Pancasila yang menjadi acuan dasar keseluruhan perekonomian negara, berikut ini beberapa contoh adanya penerapannya ekonomi Indonesia :

       

      • Adanya BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

        Merujuk pada aturan dan undang- undang resmi negara yang mengatakan hal- hal yang dianggap penting serta berhubungan dengan hajat hidup orang banyak diatur oleh negara. Karenanya, negara memimpin peran penting dalam menciptakan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.

      • Adanya Koperasi

        Badan koperasi adalah salah satu bentuk implementasi dari sistem perekonomian Indonesia yakni Pancasila. Setiap badan koperasi didirikan dengan tujuan usaha kolektif yang memakai dasar asas kekeluargaan.

      • Adanya Serikat Pekerja

        Selain adanya BUMN dan juga Koperasi, maka ada juga serikat pekerja yang diharapkan akan mampu meminimalisir, memantau dan mengantisipasi kemungkinan adanya penyelewengan atau eksploitasi dari sumber daya, dalam hal ini sumber daya manusia

      Tujuan Sistem Perekonomian Indonesia

      Sistem Perekonomian Indonesia : Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, dan Penerapan di Indonesia

       

      Merujuk pada kalimat terakhir dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi bahwa tujuan bangsa adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, merupakan hal yang mendasari tujuan pembangunan sistem perekonomian Indonesia. Ini membuat secara umum, tujuan ekonomi Indonesia mengikuti ide- ide dengan garis besar :

       

      • Peningkatan pendapatan perkapita negara.
      • Perencanaan pembangunan ekonomi dan laju pertumbuhan ekonomi.
      • Meningkatkan taraf hidup penduduk serta menyetarakannya.
      • Memperluas lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
      • Mengurangi kesenjangan sosial.
      • Meningkatkan kapasitas produksi
      • Meningkatkan investasi.
      • Menurunkan angka kemiskinan.
      • Menciptakan keadilan dan kemakmuran masyarakat.
      • Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

      Kesimpulan dan Penutup

      Indonesia memiliki ekonomi berbasis pasar di mana pemerintah memainkan peran penting, termasuk mengatur harga beberapa barang kebutuhan pokok seperti BBM, beras, dan listrik. Dalam hal nilai tambah, sektor industri menyumbang 40 persen dari PDB pada tahun 2015. Investasi asing langsung yang signifikan dan insentif pemerintah telah menempatkan industri ini untuk pertumbuhan di masa depan.

      Sektor industri utama meliputi minyak bumi dan gas alam, tekstil dan pakaian jadi, pertambangan, alas kaki, kayu lapis, karet dan pupuk kimia. Sektor jasa sama pentingnya bagi perekonomian Indonesia, menyumbang 43 persen dari PDB pada 2015. Di sisi lain, pertanian hanya menyumbang 14 persen. Mitra dagang utama Indonesia adalah Jepang, Cina, Singapura, dan Korea Selatan. Amerika Serikat juga merupakan pasar ekspor yang signifikan. Komoditas ekspor terpenting Indonesia adalah minyak dan gas, mineral, minyak sawit mentah, peralatan listrik dan produk karet.


    • 1. Silahkan untuk memberikan tanggapan/ komentar/ kesimpulan tentang materi hari ini.

      2. Upload komentar anda ke forum diskusi lms.

      3. Batas waktu dari jam 10.30 - 12.00


  • Para Pemangku Kepentingan

    Pemangku kepentingan perusahaan (stakeholder)

    Pemangku Kepentingan di dalam dan di luar perusahaan


    • Pemangku Kepentingan Bisnis: Definisi, Pentingnya, Contoh

      Apa itu: Pemangku kepentingan (stakeholders) berarti semua pihak yang memiliki kepentingan langsung atau tidak langsung terhadap sebuah perusahaan. Tindakan, keputusan atau kinerja perusahaan bisa mempengaruhi mereka. Sebaliknya, ketertarikan mereka terhadap perusahaan juga mempengaruhi strategi, keputusan dan operasinya. 

      Contoh pemangku kepentingan termasuk karyawan, manajemen, pemegang saham, pelanggan, pemasok, pemerintah,  kreditur, komunitas lokal, dan kelompok kepentingan khusus. Mereka mungkin terdampak oleh aktivitas operasi perusahaan seperti masyarakat lokal. Mereka mungkin berkepentingan terhadap keuntungan perusahaan seperti karyawan, manajemen dan pemegang saham. Atau, mereka memiliki klaim atas aset dan pendapatan perusahaan seperti kreditur.

      Kepentingan masing-masing pemangku kepentingan tidak selalu selaras, bahkan seringkali bertentangan. Itu kemudian memunculkan konflik kepentingan.

      Apa itu teori pemangku kepentingan? 

      Dalam teori pemangku, perusahaan seharusnya tidak hanya berfokus pada tanggung jawab kepada pemegang saham. Mereka juga  harus menghormati semua pemangku kepentingan dan kepentingan mereka terhadap bisnis.

      Banyak pihak memiliki kepentingan dalam bisnis, bukan hanya pemegang saham. Masing-masing memberikan kontribusi spesifik dan strategis bagi kesuksesan perusahaan. Di sisi lain, mereka berharap kepentingan mereka dipenuhi oleh perusahaan.

      Mengapa pemangku kepentingan penting bagi bisnis?

      Pemangku dapat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan. Mereka juga memiliki minat terhadap dalam memberikan hasil yang diinginkan. Dengan kata lain, mereka tidak hanya dipengaruhi oleh tindakan perusahaan tetapi juga mempengaruhi kesuksesan perusahaan.

      Setiap pemangku kepentingan memiliki pengaruh yang bervariasi. Siapa saja mereka dan seberapa besar pengaruh mereka, itu bisa tergantung pada industri di mana perusahaan beroperasi. Beberapa mempengaruhi perusahaan secara langsung dan yang lainnya secara tidak langsung. 

      Misalnya, pelanggan memiliki kepentingan yang berbeda dari pemasok meski mereka mempengaruhi perusahaan secara langsung. Pelanggan berkepentingan pada harga dan kualitas produk. Sedangkan, pemasok berkepentingan terhadap pembayaran tepat waktu dan pembelian yang terus menerus.

      Demikian juga, karyawan memiliki kepentingan yang berbeda dari pemegang saham. Karyawan berkepentingan terhadap keamanan kerja, gaji dan kondisi kerja. Sedangkan pemegang saham berkepentingan terhadap keuntungan, tata kelola yang  baik, pembayaran dividen dan harga saham perusahaan.

      Industri di mana perusahaan beroperasi juga berimplikasi pada seberapa kuat pengaruh pemangku kepentingan. Ambil contoh kepentingan pemerintah terhadap bank dan perusahaan pakaian. Pemerintah secara ketat mengatur industri perbankan karena berdampak signifikan terhadap perekonomian. Namun, itu relatif rendah untuk industri pakaian.

      Semakin tinggi pengaruh para pemangku kepentingan, semakin besar ketergantungan perusahaan pada mereka. Misalnya, pemegang saham. Ketika mereka memiliki mayoritas saham, menjadi semakin sulit untuk membuat keputusan tanpa dipengaruhi oleh kepentingan pemegang saham.

      Kontribusi pemangku terhadap perusahaan

      Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, masing-masing pemangku kepentingan memiliki pengaruh dan kontribusi. Misalnya, perusahaan menghasilkan uang dengan menjual produk ke pelanggan. Dengan uang ini, mereka dapat membeli bahan baku dan barang modal dari pemasok dan membayar upah kepada karyawan. 

      Selain itu, perusahaan menggunakan uang dari penjualan untuk membayar kreditor tepat waktu. Kemudian, uang terisa bisa didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan ditahan sebagai sebagai modal masa depan (laba ditahan). 

      Terkadang, uang dari penjualan tidak cukup untuk menopang pertumbuhan di masa depan. Kemudian, perusahaan mengumpulkan dana dari investor (baik investor saham maupun investor utang) dengan menerbitkan saham atau surat utang. Dengan dana tersebut, mereka dapat membeli barang modal, membangun pabrik baru, atau mengakuisisi perusahaan lain. Sebagai hasilnya, ukuran bisnis dan skala operasi perusahaan meningkat. 

      Untuk detail tentang kontribusi masing-masing pemangku kepentingan, saya akan menguraikannya di bagian bawah.

      Apa saja contoh pemangku kepentingan? 

      Mari kita jabarkan bagaimana pemangku kepentingan strategis bagi perusahaan. Saya akan mencoba menguraikan apa saja kepentingan masing-masing terhadap perusahaan dan bagaimana perusahaan mempengaruhi mereka.

      Pelanggan  

      Pelanggan membutuhkan produk untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka bisa jadi pelanggan individu,  pelanggan bisnis, atau organisasi lainnya. Mereka membeli produk untuk konsumsi akhir atau untuk diproses lebih lanjut.

      Pelanggan adalah pemangku kepentingan kunci selain karyawan, pemegang saham, pemerintah dan pemasok. Mereka membawa uang ke perusahaan dengan membeli produk, yang mana perusahaan kemudian dapat menggunakannya untuk membayar pemasok, karyawan dan kreditur. Jadi, tanpa mereka, perusahaan tidak dapat menghasilkan uang.

      Di sisi lain, pelanggan menginginkan uang yang mereka serahkan sebanding dengan nilai yang mereka dapatkan dari mengkonsumsi produk. Mereka berkepentingan terhadap harga dan kualitas produk. Mereka juga suka jika mendapatkan layanan pelanggan yang baik. Aspek lainnya adalah produk etis karena mereka semakin sadar lingkungan dan sosial.

      Pemasok

      Pemasok menjual input kepada perusahaan. Itu bisa jadi bahan baku, barang modal, barang setengah jadi dan barang dan jasa untuk operasi sehari-hari. Mereka bisa mempengaruhi operasi perusahaan melalui harga, kualitas , dan jadwal pengiriman input.

      Di sisi lain, mereka ingin perusahaan membayar tepat waktu, sesuai perjanjian. Mereka juga suka perusahaan memesan lebih sering dan dalam volume besar. Selain itu, mereka juga berusaha menjaga hubungan baik jangka panjang dengan perusahaan untuk mengamankan permintaaan.

      Selanjutnya, daya tawar pemasok mempengaruhi keuntungan perusahaan. Jika mereka memiliki daya yang tawar yang kuat, mereka dapat menegosiasikan persyaratan yang menguntungkan bagi mereka, yang mana bisa merugikan bagi perusahaan. Misalnya, mereka bisa menjual input kurang berkualitas pada harga yang lebih mahal. Perusahaan mungkin terpaksa membelinya karena daya tawar yang lemah dan mungkin tidak memiliki alternatif pemasok lainnya.

      Pemilik

      Pemilik atau pemegang saham bisa merujuk pada pihak yang mendirikan perusahaan pertama kali. Dalam kasus lain, pemegang saham bisa jadi bukan merupakan pendiri. Mereka mungkin mengakuisisi perusahaan dari pendiri. 

      Ketika perusahaan mencatatkan sahamnya di bursa efek, investor saham juga adalah pemegang saham, meskipun seringkali kepemilikan mereka relatif kecil dibandingkan dengan total saham beredar. Mereka bisa individu maupun institusi. Jadi, misalnya, ketika anda membeli saham sebuah perusahaan, anda adalah pemegang saham perusahan tersebut.

      Pemegang saham  memberikan modal risiko kepada perusahaan. Ketika membeli saham perusahaan di bursa efek, mereka menghadapi risiko kemungkinan harga saham perusahaan jatuh. Mereka tidak memperoleh untung, atau bahkan sulit untuk mencapai titik impas.

      Kemudian, secara spesifik, pendiri mengambil risiko dengan meluncurkan bisnis, mengharapkan untuk memperoleh keuntungan sebagai kompensasi. Mereka mungkin juga harus mengeluarkan uang mereka sendiri sebagai modal awal bisnis.

      Pemegang saham berharap perusahaan dapat memaksimalkan laba atas investasi mereka. Dua sumber pendapatan mereka: dividen dan capital gain. Yang terakhir hanya berlaku untuk perusahaan publik, di mana investor saham berpeluang menjual saham perusahaan lebih tinggi dari pada harga pembelian.

      Mereka berkepentingan terhadap kinerja operasi dan keuangan perusahaan karena itu mempengaruhi dividen dan capital gain yang akan mereka peroleh. Karena alasan tersebut, mereka mungkin mengintervensi bisnis menggunakan kekuatan pengambilan keputusan. Misalnya, mereka bisa mengganti direksi berkinerja kurang baik dengan yang lain, yang mana dianggap lebih dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

      Kreditor 

      Kreditur merujuk pada pihak yang memberikan pinjaman ke perusahaan. Mereka bisa jadi adalah bank atau investor surat utang. Mereka bersedia meminjamkan uang jika perusahaan dapat membayar utang plus bunga tepat waktu. Jika perusahaan gagal membayar, mereka mungkin akan mengajukan kebangkrutan terhadap perusahaan ke pengadilan. Jadi, perusahaan harus memiliki arus kas yang cukup untuk membayar utang.

      Di sisi lain, perusahaan membutuhkan pinjaman untuk mengoperasikan dan menumbuhkan bisnis. Beberapa pinjaman digunakan sebagai modal kerja dan untuk membiayai operasi sehari-hari. Lainnya sebagai modal untuk mendukung ekspansi bisnis.

      Kreditur memperhatikan kondisi keuangan perusahaan, termasuk likuiditas dan solvabilitas perusahaan. Mereka juga menggunakan peringkat kredit untuk mengetahui tingkat gagal bayar perusahaan. Di sisi lain, mereka juga suka perusahaan mengajukan kontrak baru untuk pinjaman asalkan mereka mampu membayar kembali.

      Karyawan 

      Dalam pembahasan ini, saya merujuk karyawan pada staf atau mereka yang menempati posisi dalam jenjang manajemen. Secara umum, mereka memperhatikan aspek seperti tingkat gaji,  tunjangan, keamanan kerja, rasa hormat, pengakuan, dan lingkungan kerja yang mendukung.

      • Staf bekerja di bawah arahan manajer. Mereka tidak berada dalam posisi untuk mengambil keputusan.
      • Manajemen memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan. Posisi ini bertanggung jawab untuk merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan sumber daya perusahan. Dan, itu mencakup beberapa lapisan, termasuk direktur, manajer tingkat menengah, dan manajer tingkat bawah.

      Karyawan menyediakan waktu, tenaga, dan keterampilan. Sebagai kompensasinya, mereka menginginkan gaji dan tunjangan yang sepadan. Selain itu, mereka juga menuntut kepuasan kerja, keamanan kerja, dan kondisi kerja yang baik.  Promosi dan program  pelatihan dan pengembangan adalah perhatian mereka lainnya.

      Bagi perusahan, gaji tinggi menciptakan biaya operasi yang tinggi, mengurangi laba perusahaan. Pemegang saham juga tidak suka itu karena mengurangi uang yang potensial mereka terima dari dividen. Demikian juga, biaya tenaga kerja yang tinggi juga mengurangi kemampuan perusahan untuk membayar utang, sehingga, kreditur juga tidak menyukainya.

      Selanjutnya, meski kepentingan mereka di perusahan relatif sama dengan staff, manajer memiliki pengaruh yang signifikan. Mereka menetapkan tujuan, merancang strategi dan taktik, membuat rencana tindakan, dan mengalokasikan sumber daya perusahaan. Sehingga, kinerja perusahaan tidak hanya tergantung pada kualitas pekerjaan mereka tapi juga keputusan yang mereka ambil. 

      Serikat buruh

      Melalui serikat buruh, perusahaan dapat mengakses tenaga kerja berkualifikasi yang dibutuhkan lebih mudah. Mereka membantu menyediakan perusahaan dengan karyawan produktif.

      Sebaliknya, serikat buruh menginginkan anggota mereka mendapat kompensasi sesuai dengan kontribusi mereka kepada perusahaan. Mereka memperkuat posisi tawar pekerja dalam bernegosiasi dengan misalnya terkait dengan gaji. Mereka melindungi kepentingan pekerja, memberikan keamanan kerja, melindungi pekerja dari pemecatan yang tidak adil, dan memberikan mereka dukungan dan layanan hukum. 

      Pesaing

      Pesaing bertujuan untuk mengalahkan perusahaan untuk menghasilkan lebih banyak uang. Mereka melayani kebutuhan dasar pelanggan yang sama dengan perusahaan. Mereka senang jika perusahaan gagal. Strategi mereka mempengaruhi kesuksesan perusahaan.

      Perusahaan dan pesaing memberi perhatian pada persaingan secara adil dan sesuai dengan hukum. Mereka berusaha menghindari konsekuensi hukum sebagai akibat praktik anti persaingan. Dalam kasus lain, mereka mungkin juga bekerjasama ΓÇô disebut dengan koopetisi ΓÇô selama tidak melanggar hukum.

      Masyarakat

      Perusahaan tidak dapat beroperasi sepenuhnya melalui otomasi, mengandalkan robot dan komputer. Mereka membutuhkan manusia sebagai input. Seberapa besar mereka tergantung pada tenaga kerja, itu bervariasi antar bisnis. Bisnis padat karya mengandalkan banyak tenaga kerja manusia daripada bisnis padat modal.

      Masyarakat dan komunitas lokal memasok tenaga kerja ke perusahaan. Ketika orang-orang memiliki pendidikan dan keterampilan yang tinggi, mereka memasok tenaga kerja berkualitas, yang mana mempengaruhi banyak aspek bisnis seperti produktivitas, efisiensi, dan inovasi.

      Masyarakat dan komunitas lokal berkepentingan terhadap lapangan pekerjaan, perlindungan lingkungan, perlindungan privasi, produk yang aman, dan harga, kualitas dan variasi produk. Misalnya, mereka mengharapkan perusahaan menyediakan lapangan kerja dan tidak menghasilkan eksternalitas negatif. Mereka juga menginginkan perusahaan menetapkan harga secara wajar dan melindungi privasi mereka, misalnya tidak mengkomersialisasikan data pribadi.

      Pemerintah

      Pemerintah berkepentingan dengan kinerja, keputusan dan operasi bisnis karena mempengaruhi pendapatan pajak, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Mereka menginginkan bisnis membayar pajak, mematuhi undang-undang dan peraturan, mengadopsi praktik ketenagakerjaan yang dibenarkan, pelaporan yang jujur, legalitas, tidak menghasilkan eksternalitas negatif, dan menjalankan praktik persaingan yang sehat. Mereka juga perhatian dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk terkait pekerjaan dan pendapatan, yang mana dipengaruhi oleh aktivitas bisnis.

      Pemerintah mempengaruhi perusahaan melalui peraturan dan kebijakan yang dibuat. Aturan ketenagakerjaan, keamanan produk, undang-undang antimonopoli, dan persyaratan lingkungan adalah contohnya.  Kebijakan upah minimum, subsidi dan perpajakan juga mempengaruhi aktivitas bisnis. Selain itu, birokrasi pemerintah juga berdampak pada kemudahan berbisnis dan biaya regulasi.

      Ketidakpatuhan terhadap peraturan dan kebijakan pemerintah bisa berdampak buruk pada perusahan, seperti denda dan konsekuensi hukum lainnya, bahkan pencabutan izin beroperasi.

      Selanjutnya, perusahaan juga membutuhkan beberapa layanan dari pemerintah, misalnya, melalui infrastruktur dan pendidikan. Misalnya, perusahaan menggunakan jalan raya untuk kelancaran pengiriman barang dan bahan baku. Logistik yang lebih lancar memungkinkan biaya transportasi yang lebih rendah. Memang, perusahaan mungkin dapat membangun jalan, tetapi itu terlalu mahal. Singkat cerita, pengembangan infrastruktur oleh pemerintah berkontribusi terhadap operasi perusahaan.

      Selanjutnya, melalui sistem pendidikan yang baik, perusahaan dapat merekrut tenaga kerja yang berkualitas. Pemerintah juga menyediakan pusat keterampilan dan menghasilkan orang-orang yang siap bekerja. Dan, pada akhirnya, sumber daya manusia yang berkualitas berkontribusi penting terhadap inovasi dan keunggulan kompetitif perusahaan.

      Kelompok penekan

      Kelompok penekan mencoba mempengaruhi kebijakan dan praktik perusahaan untuk tujuan tertentu. Mereka menginginkan perusahaan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.  Mereka mungkin melobi pemerintah untuk mengubah kebijakan atau praktik di sebuah perusahaan, misalnya dengan mengeluarkan petisi atau melobi anggota parlemen.

      Apa saja klasifikasi pemangku kepentingan?

      Di sini, saya akan membahas tentang bagaimana pemangku kepentingan di atas dikategorikan. Secara umum, kita bisa mengklasifikasikan pemangku kepentingan menjadi beberapa jenis:

      • Pemangku kepentingan internal vs. eksternal ΓÇô apakah mereka berada di dalam atau diluar organisasi perusahan.
      • Pemangku kepentingan primer vs. sekunder ΓÇô bagaimana mereka mempengaruhi perusahaan, apakah secara langsung atau tidak langsung.
      • Pemangku kepentingan pasar produk vs. pasar modal vs. organisasi ΓÇô di aspek bisnis mana mereka mempengaruhi perusahaan.

      Pemangku kepentingan internal vs. eksternal


      Pemangku kepentingan internal berada di dalam sebuah perusahan. Minat mereka dalam perusahaan datang melalui hubungan langsung, seperti kepemilikan dan pekerjaan.  Penghasilan atau pekerjaan mereka tergantung pada kinerja perusahaan. Jadi, keberhasilan perusahaan membawa lebih banyak kemakmuran dan keamanan kerja kepada mereka. Di sisi lain, mereka mempengaruhi kinerja perusahaan karena mereka bekerja dan mempengaruhi keputusan perusahaan. Mereka termasuk:

      • Staff
      • Supervisor
      • Manajer tingkat bawah
      • Manajer tingkat menengah
      • Eksekutif perusahaan
      • Pemegang saham

      Sementara itu, pemangku kepentingan eksternal berada di luar organisasi. Mereka yang tidak secara langsung bekerja di atau memiliki saham di perusahaan. Namun, mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tindakan dan kinerja perusahaan. 

      Contoh pemangku kepentingan eksternal adalah:

      • Pemasok
      • Pelanggan
      • Pemerintah
      • Bank
      • Pemegang obligasi
      • Serikat pekerja
      • Komunitas lokal
      • Masyarakat umum
      • Kelompok penekan
      • Regulator non pemerintah
      • Self-Regulatory Organization seperti bursa efek
      • Pesaing
      • Media
      • Perusahaan asuransi
      • Pusat penelitian
      • Asosiasi bisnis

      Hubungan pemangku kepentingan eksternal dengan perusahaan sedikit lebih sulit untuk diidentifikasi dan lebih kompleks. Itu karena melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda. Ambil contoh pemerintah. Itu tidak hanya mengacu pada pemerintah nasional, tapi juga pemerintah daerah, bank sentral, dan banyak lembaga di bawah pemerintah.

      Pemangku kepentingan primer vs. sekunder

      Pemangku kepentingan primer  mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perusahaan secara langsung dan terlibat dalam transaksi ekonomi dengan perusahaan. Dalam berurusan dan membangun hubungan jangka panjang, perusahaan menempatkan mereka pada prioritas tertinggi.

      Pemangku kepentingan primer yang tipikal adalah:

      • Pelanggan
      • Pemasok
      • Karyawan
      • Pemegang saham
      • Kreditur
      • Mitra bisnis lain seperti asuransi

      Pemangku kepentingan sekunder tidak memiliki hubungan pertukaran ekonomi dengan perusahaan tetapi memiliki pengaruh dan dipengaruhi oleh perusahaan. Perusahaan menempatkan mereka pada prioritas lebih rendah untuk dipertimbangkan daripada pemangku kepentingan primer. 

      Contoh pemangku kepentingan sekunder adalah:

      • Pesaing
      • Media
      • Kelompok penekan
      • Masyarakat umum
      • Pemerintah
      • Regulator
      • Kelompok politik

      Selanjutnya, mengklasifikasikan pemangku kepentingan sebagai primer dan sekunder bisa sangat berbeda antar industri. Ambil contoh perbankan. Regulator dan pemerintah bisa jadi masukkan kategori primer karena industri ini sangat diatur. Ketidakpatuhan mereka terhadap aturan bisa menimbulkan konsekuensi yang serius. 

      Pemangku kepentingan pasar produk vs. organisasi vs. pasar modal

      Pemangku kepentingan pasar produk  (product market stakeholders) mempengaruhi atau dipengaruhi oleh penawaran perusahaan. Mereka termasuk:

      • Pemasok
      • Pelanggan
      • Komunitas lokal
      • Pemerintah

      Pemangku kepentingan organisasi (organizational stakeholders)  memiliki minat terhadap kinerja perusahaan dan dipengaruhi langsung oleh praktik perusahaan. Contohnya adalah:

      • Staff
      • Direktur
      • Manajer

      Stakeholder pasar modal (capital-market stakeholders) menyediakan dana atau akses ke pasar modal. Mereka termasuk:

      • Investor saham
      • Investor obligasi
      • Bursa efek

      Bagaimana konflik kepentingan muncul dan bagaimana mengatasinya?

      Konflik pemangku kepentingan terjadi karena ketidaksepahaman kepentingan antar pemangku kepentingan. Masing-masing memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda, yang mana seringkali bertolak belakang. Itu sering menimbulkan masalah dalam pengambilan keputusan. 

      Berikut adalah beberapa contoh konflik kepentingan di antara stakeholder:

      • Gaji. Karyawan dan manajemen suka jika mereka memperoleh gaji yang tinggi. Sebaliknya, pemegang saham tidak menyukainya karena mengurangi bagian laba (dividen) yang dibagikan oleh perusahaan kepada mereka. 
      • Lokasi produksi. Keputusan bisnis untuk memindahkan produksi ke luar negeri disukai pemegang saham karena membuat operasi lebih efisien. Tapi, karena mengurangi penciptaan lapangan kerja, pemerintah kurang menyukainya. Begitu juga, staf juga tidak suka karena mungkin harus  kehilangan pekerjaan mereka. 
      • Produk. Manajemen dan pemegang saham tertarik untuk mengurangi kualitas dan menaikkan harga karena itu meningkatkan keuntungan perusahaan. Sebaliknya, pelanggan menginginkan produk yang lebih murah dan lebih berkualitas.

      Konflik semacam itu mengharuskan perusahaan untuk membuat prioritas. Mereka harus mengelola konflik dan berurusan secara adil dengan kepentingan dan harapan pemangku kepentingan. Sebelum menetapkan prioritas, mereka juga harus menganalisis siapa saja pemangku kepentingan perusahaan, dan seberapa strategis pengaruh mereka.

      Analisis pemangku kepentingan

      Analisis pemangku kepentingan berguna untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pemangku kepentingan perusahaan. Itu membantu untuk memetakan seberapa strategis masing-masing pemangku kepentingan bagi perusahaan. Itu penting untuk membantu manajemen dalam memprioritaskan kebijakan dan strategi untuk menangani mereka.

      Matriks prioritas pemangku kepentingan (stakeholder priority matrix) atau kadang disebut sebagai peta pemangku kepentingan adalah alat untuk mengevaluasi. Itu mengkategorikan pemangku kepentingan berdasarkan seberapa strategis mereka bagi perusahaan. Itu diukur dari kepentingan mereka di perusahaan dan kekuatan mereka untuk mempengaruhi perusahaan. Perusahaan seharusnya menempatkan prioritas tertinggi ke mereka yang strategis bagi kesuksesan perusahaan dan signifikan mempengaruhi perusahaan.

      Stakeholder maps
      Stakeholder maps

      Mengelola pemangku kepentingan

      Melalui manajemen pemangku kepentingan, perusahaan berusaha untuk berurusan secara adil dengan pemangku kepentingan dan mengakomodasi kepentingan mereka secara optimal demi menjaga hubungan jangka panjang yang baik. Itu membutuhkan analisis pemangku kepentingan di atas. Perusahaan mengidentifikasi siapa saja pemangku kepentingan mereka, mengidentifikasi kepentingan mereka, menentukan signifikansi mereka, membuat prioritas, dan mengelola hubungan dengan mereka. 

      Beberapa solusi berguna untuk mengatasi berbagai konflik  pemangku kepentingan, termasuk:

      Arbitrasi (arbitration). Itu adalah solusi untuk menyelesaikan perselisihan industrial antara karyawan (melalui serikat pekerja) dan manajemen dengan menghadirkan pihak ketiga independen. Arbitrator  tidak memiliki kepentingan dengan pihak yang berkonflik dan tidak memihak dalam membuat keputusan yang mengikat dalam menyelesaikan perselisihan.

      Mengelola pemangku kepentingan

      Melalui manajemen pemangku kepentingan, perusahaan berusaha untuk berurusan secara adil dengan pemangku kepentingan dan mengakomodasi kepentingan mereka secara optimal demi menjaga hubungan jangka panjang yang baik. Itu membutuhkan analisis pemangku kepentingan di atas. Perusahaan mengidentifikasi siapa saja pemangku kepentingan mereka, mengidentifikasi kepentingan mereka, menentukan signifikansi mereka, membuat prioritas, dan mengelola hubungan dengan mereka. 

      Beberapa solusi berguna untuk mengatasi berbagai konflik  pemangku kepentingan, termasuk:

      Arbitrasi (arbitration). Itu adalah solusi untuk menyelesaikan perselisihan industrial antara karyawan (melalui serikat pekerja) dan manajemen dengan menghadirkan pihak ketiga independen. Arbitrator  tidak memiliki kepentingan dengan pihak yang berkonflik dan tidak memihak dalam membuat keputusan yang mengikat dalam menyelesaikan perselisihan.

      Partisipasi karyawan (employee participation)Memperbaiki komunikasi, peran pengambilan keputusan dan motivasi adalah cara lain untuk mengurangi potensi konflik antara karyawan dan manajemen.

      Skema bagi hasil (profit-sharing scheme). Perusahaan berbagi keuntungan tidak hanya kepada pemegang saham tapi juga karyawan dan manajemen. Itu mengurangi kecemburuan di antara karyawan dan manajemen karena mereka mendapatkan lebih sedikit bagian untuk seluruh upaya mereka dalam memaksimalkan keuntungan.

      Skema kepemilikan saham (share-ownership scheme). Perusahaan menawarkan kepada karyawan dan manajemen untuk menjadi pemegang saham perusahaan. Itu memotivasi mereka untuk bekerja lebih harder, yang mana mengarah pada peningkatan nilai pemegang saham yang ada


    • 1. Silahkan untuk memberikan tanggapan/komentar/ringkasaan tentang materi hari ini

      2. Upload tanggapan anda ke forum diskusi ke laman forum diskusi

      3. Upload hari ini waktu 13.00-14.30

  • Etika Bisnis

    Etika dalam berbisnis

    Etika bisnis pada  perusahaan  


    • Etika Bisnis: Contoh, Tujuan dan Penerapannya, Pengusaha Wajib Tahu!

      Dalam setiap kegiatan, ada aturan tertentu yang harus ditaati, baik aturan tertulis maupun aturan tidak tertulis. Begitu juga di dunia bisnis. Ada etika yang harus diikuti agar bisnis bisa berjalan dengan baik, hal ini biasa disebut dengan etika bisnis.

      Tanpa etika dalam berbisnis, persaingan antar perusahaan dapat menjadi tidak sehat, konsumen menderita, terjadi pencemaran lingkungan atau menimbulkan praktek monopoli perdagangan. Etika Bisnis merupakan pedoman dalam menentukan ada tidaknya suatu tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya.

      Apa itu etika bisnis?

      Apa itu etika bisnis

      Etika bisnis menjadi poin penting bagi setiap pelaku usaha dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu, pentingnya kamu mengetahui pengertian etika bisnis dari sejumlah ahli. Yaitu:

      1. Menurut Bertens (2000), Menurut Bertens, etika bisnis itu lebih luas dari pada ketentuan yang diatur oleh undang-undang. Bahkan etika bisnis merupakan standar yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar minimum ketentuan hukum. Karena dalam kegiatan atau kegiatan bisnis kita sering kali menemukan grey area yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
      2. Menurut Hill dan Jones, Menurut Hill dan Jones, Pengertian Etika Bisnis merupakan ajaran dalam membedakan antara benar dan salah dalam memberikan bekal kepada setiap pimpinan perusahaan ketika mempertimbangkan pengambilan keputusan strategis terkait dengan masalah moral yang kompleks.
      3. Menurut Sumarni (1998: 21), Pengertian etika bisnis terkait dengan masalah menilai aktivitas dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran dalam berbisnis.
      4. Menurut Sim, Hal ini terkait dengan kepemimpinan yang efektif dalam suatu organisasi.
      5. Menurut Velasques, Menurut Velasques, Pengertian Etika Bisnis merupakan kajian yang bertumpu pada akhlak yang benar dan salah.
      6. Menurut Business & Society-Ethics dan Stakeholder Management, Etika Bisnis adalah disiplin yang berkaitan dengan baik buruknya suatu tugas dan kewajiban moral dalam konteks bisnis.
      7. Menurut Steade et al: Menurut Steade dkk, Etika Bisnis adalah standar etika yang terkait dengan tujuan dan cara pengambilan keputusan bisnis.

      Tujuan etika bisnis

      Etika bisnis bertujuan untuk memberikan dorongan bagi kesadaran moral dan memberikan batasan bagi para pengusaha atau pebisnis untuk dapat menjalankan bisnis secara jujur ΓÇïΓÇïdan adil serta menjauhi bisnis penipuan yang merugikan banyak orang atau pihak yang memiliki keterikatan. Selain itu, etika bisnis mempunyai tujuan agar bisnis dapat dijalankan dan dicetuskan seadil-adilnya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah disepakati.

      Prinsip etika bisnis

      Prinsip Kejujuran Etika Bisnis Para pebisnis dituntut memiliki prinsip kejujuran agar bisa mendapatkan kunci sukses yang bertahan lama. Jika ada pengusaha yang tidak jujur ΓÇïΓÇïdan curang, kemungkinan besar tidak akan ada pelaku usaha yang mau bekerja sama.

      Kejujuran sendiri biasanya dikaitkan dengan harga barang yang sudah ditawarkan. Dalam menjalankan bisnis secara modern, kepercayaan konsumen sangatlah penting. Oleh karena itu, para pelaku bisnis didorong untuk memberikan informasi yang nyata kepada konsumen

      Prinsip otonomi etika bisnis

      Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah kemampuan dan sikap seseorang dalam mengambil tindakan dan keputusan berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang menurutnya baik yang dapat dilakukan.

      Jika masyarakat sadar akan kewajibannya dalam berbisnis, maka dikatakan orang tersebut telah memiliki prinsip otonomi dalam etika bisnis. Misalnya, dia memahami bidang pekerjaannya dengan situasi dan tuntutan yang akan dia hadapi serta tahu aturan apa yang ada di bidang pekerjaannya.

      Selain itu, seseorang yang sudah memiliki fungsi otonom akan menyadari resiko dan konsekuensi yang akan timbul pada dirinya dan orang lain yang merupakan pelaku usaha. Secara umum seseorang yang memiliki prinsip otonomi akan lebih suka diberikan kebebasan dan kewenangan untuk melakukan apa yang menurutnya baik.

      Prinsip etika bisnis yang saling menguntungkan

      Pelaku usaha harus menjalankan usahanya dengan sebaik-baiknya agar semua pihak yang terlibat dapat memperoleh keuntungan. Seperti halnya asas keadilan, asas memberi manfaat juga bertujuan untuk mencegah hanya satu pihak yang memperoleh manfaat.

      Misalnya, pengusaha harus memberikan harga barang yang sebenarnya kepada konsumen dan memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk memberikan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, prinsip saling menguntungkan harus dipegang teguh.

      Prinsip kewajaran etika bisnis

      Selain itu, kamu juga perlu mengetahui prinsip kewajaran etika bisnis yang dibagi menjadi dua definisi, seperti:

      Prinsip kewajaran etika bisnis

      Selain itu juga menuntut seseorang dalam menjalankan bisnis untuk memperlakukan hubungan internal dan eksternal secara setara dan memberikan haknya masing-masing. Hal ini bertujuan untuk menjaga kerugian bagi salah satu pelaku usaha

      Prinsip etika bisnis moral integrity

      Dalam menjalankan tugasnya, para pelaku bisnis harus menjaga nama baik perusahaannya. Pelaku bisnis harus mengelola dan menjalankan usahanya dengan sebaik-baiknya agar kepercayaan konsumen atau pihak lain terhadap perusahaan tetap terjaga. Dengan kata lain, seseorang atau pebisnis harus mendorong dirinya sendiri dalam keberadaan rbisnis untuk pengelolaan rasa bangga.

      Contoh etika bisnis

      Berikut ini beberapa etika bisnis yang harus dilaksanakan dan dilakukan oleh para profesional, di antaranya adalah:

      1. Sebutkan nama lengkap
      2. Berdirilah ketika memperkenalkan diri
      3. Ucapkan terima kasih secukupnya
      4. Jangan duduk sambil menyilang kaki
      5. Tuan rumah yang harus membayar

      Untuk setiap bisnis, ada prinsip yang memandu etika. Prinsip etika berfungsi sebagai pedoman dan pedoman bagi para pemimpin dan sejumlah karyawan. Berikut beberapa prinsip etika bisnis.

      1. Integritas

      Kapanpun ada tekanan besar untuk melakukan yang benar dan tidak, prinsip etika bisnis akan menjadi pedoman. Pemimpin dan karyawan hanya perlu menunjukkan keberanian dan integritas pribadi untuk melakukan apa yang benar.

      Karenanya, etika bisnis haruslah tegak dan hormat. Ini akan diperjuangkan dalam memutuskan apa yang dianggap benar atau tidak. Sehingga hal inilah yang akan melahirkan integritas dalam bekerja dan berprofesi.

      2. Loyalitas

      Untuk mendapatkan kepercayaan, dibutuhkan loyalitas. Untuk mendapatkannya memang perlu adanya persahabatan. Hubungan persahabatan sangat diperlukan di masa-masa sulit. Loyalitas akan diperoleh dengan dukungan dan dedikasi tugas yang ada.

      3. Kejujuran

      Setiap orang yang ada di perusahaan, harus menjaga sikap jujurnya, ketika menghadapi rutinitas pekerjaannya. Mereka juga harus jujur ΓÇïΓÇïdan tidak menipu atau menyesatkan informasi kepada orang lain.

      4. Menghormati dan peduli

      Ini adalah dua bentuk perilaku yang berbeda dalam organisasi. Tapi mereka bisa berjalan bersama, itu sebabnya mereka ditempatkan di bawah satu prinsip. Ketika seorang eksekutif beretika, dia berbelas kasih, baik hati, dan perhatian. Pemimpin perlu menunjukkan rasa hormat terhadap martabat, privasi, otonomi dan hak karyawan.

      5. Keadilan

      Kepemimpinan perusahaan tidak harus adil dalam segala hal. Meski begitu, pimpinan tidak boleh salah menggunakan kekuatannya. Dengan demikian, etika bisnis menghalanginya untuk mencoba dan tidak melakukan sesuatu, demi mendapatkan keuntungan apapun.

      Selain itu, pemimpin tidak boleh memanfaatkan setiap kesalahan atau kesalahan orang lain. Mereka harus toleran, berpikiran terbuka, mau mengakui kesalahan mereka sendiri. Pemimpin juga harus mampu mengubah keyakinan dan posisinya berdasarkan situasi.

      Contoh pelanggaran etika bisnis

      Agar pelaku usaha dapat menjalankan bisnis dengan maksimal, pentingnya kamu mengetahui apa saja contoh pelanggaran-pelanggaran dalam etika bisnis. Yaitu:

      • Pelanggaran hukum, yaitu sebuah perusahaan yang melakukan PHK namun tidak memberikan pesangon sama sekali.
      • Pelanggaran Kejujuran, yaitu perusahaan yang dapat dikatakan berhasil terhadap kejujuran agar mereka tidak memberikan harga yang sejujurnya kepada konsumen serta kualitas-kualitas dari barang yang ditawarkannya. ada Pelanggaran Empati dan Pelanggaran Transparansi juga. Ada 3 macam pendekatan dasar di dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, di antaranya adalah sebagai berikut:

      Dalam menjalankan sebuah bisnis, setiap pemilik usaha harus menjadi panutan bagi orang lain yaitu mampu menangani tanggung jawab dan menyadari peluang sesuai dengan tanggung jawab jabatannya, salah satunya dengan memastikan bisnis dapat berjalan dengan baik. 

      Etika bisnis adalah sebuah aturan yang bersifat etis mengenai tolak ukur benar atau tidaknya dalam melaksanakan kegiatan usaha.  Etika bisnis mencakup berbagai aspek kegiatan bisnis baik tingkatan individu, perusahaan, atau masyarakat secara luas. Ketika Etika bisnis dijalankan dengan benar, baik itu pada tingkatan individu maupun perusahaan tentunya dapat memberikan branding value kepada perusahaan serta seluruh stakeholder yang ada.

      Bisnis merupakan sebuah kegiatan industri. Sebab di sana terdapat agenda bisnis seperti memproduksi, mengedarkan, menjual serta membeli produk untuk mendapatkan keuntungan dari agenda yang dilaksanakan, baik bisnis yang berupa barang atau jasa. Pada seluruh agenda yang dilaksanakan pada kegiatan bisnis, tentu memerlukan aspek etis agar kita mampu bertindak sesuai aturan, terutama dalam berbisnis.

      Sebuah perusahaan memiliki keyakinan bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang memiliki aspek etis di dalamnya. Etika bisnis juga menjadi pedoman serta standar bagi semua aktor yang terlibat dalam kegiatan bisnis, seperti owner, pegawai dan distributor harus melaksanakan kegiatannya pada koridor profesionalitas dan memiliki aspek etis di dalamnya.

      Terkadang orang beranggapan bahwa bisnis ya tetap bisnis. Anggapan ini memiliki titik fokus pada bagaimana kita mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa peduli apakah cara kita itu baik atau tidak.

      Bisnis yang hanya berorientasi pada profit saja, dan mengesampingkan aspek etis, tentu tidak akan bernilai. Sebab, bisnis, selain berfokus pada pengembangan modal untuk mencari keuntungan, juga memperjuangkan nilai-nilai humanisme untuk manebar nilai manfaat bagi sesama. Adapun macam-macam etika dalam berbisnis adalah sebagai berikut:

      1. Bersikap jujur

      Jujur adalah salah satu nilai paling dasar yang harus dimiliki dalam berbisnis, jika Anda sampai ketahuan dalam menjalankan bisnis tidak jujur maka reputasi bisnis Anda akan hancur dalam waktu yang singkat. Dan perlu diketahui untuk mengembalikan sebuah kepercayaan dalam bisnis itu sangat sulit serta membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu selalu berperilaku jujur kepada siapa saja, karena manfaat perilaku jujur sangat besar sekali manfaatnya, termasuk untuk bisnis.

      Jujur merupakan salah satu pilar utama yang harus ada dalam setiap kegiatan bisnis. Ketika ketidakjujuran bernaung pada bisnis kita tentunya reputasi perusahaan kita bisa turun bahkan hancur. Branding perusahaan menjadi negatif di mata konsumen. Perlu diingat, bahwa mengembalikan kepercayaan di dunia bisnis itu tentu sangat sulit serta membutuhkan waktu cukup lama. Oleh karena itu, dalam berbisnis biasakanlah untuk berperilaku jujur kepada siapapun, agar usaha kita bisa bermanfaat bagi orang lain.

      2. Berperilaku baik

      Berperilaku baik merupakan salah satu elemen terpenting dalam etika berbisnis. Sebab, ketika berinteraksi dalam kegiatan bisnis, perilaku baik akan berpengaruh terhadap bagaimana kesan partner bisnis kita. Tetap bersikap baik kepada siapapun baik itu partner bisnis atau konsumen secara konsisten, image branding perusahaan atau bisnis kita tetap terjaga.

      3. Menggunakan bahasa yang baik

      Bisnis selalu berkaitan dengan kegiatan interaksi. Oleh sebab itu interaksi kita dengan rekan bisnis serta konsumen akan terus terjadi. Interaksi dibentuk oleh cara berkomunikasi yang baik, dan komunikasi yang baik akan terjadi jika kita menggunakan bahasa yang baik. Bahasa yang baik akan meminimalisir terjadinya pertentangan akibat miskomunikasi atau ketersinggungan akibat kata yang tidak pantas.

      4. Bersikap dewasa

      Agar bisnis kita berjalan dengan baik, jauhkanlah dari sikap mementingkan Ego sendiri. Kita harus berpikir terbuka, menerima segala bentuk saran dan kritik. Sebab bisnis yang baik, adalah bisnis yang berkembang secara konsisten terus menerus.

      5. Bersikap sopan

      Usahakan mendahulukan sikap sopan dan santun , supaya rekan bisnis kita memiliki kesan baik terhadap perusahaan kita. Kesan pertama ini nantinya akan selalu diingat oleh setiap rekan bisnis, jika kesan pertama sudah tidak baik maka kelanjutannya tidak akan baik pula.

      6. Selalu mengucapkan terma kasih

      Jangan lupa untuk selalu berucap terima kasih, ini menjadi salah satu apresiasi kepada orang lain. Selain ucapan jika memungkinkan Anda bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.

      Mengucapkan terimakasih adalah sesuatu hal yang harus dilakukan oleh setiap pebisnis. Ini menjadi sebuah apresiasi bagi rekan bisnis kita maupun konsumen. Dengan selalu mengucapkan terimakasih, hubungan antara pebisnis dan konsumen bisa berjalan baik. Sehingga kelangsungan bisnis kita tetap terjaga 

    • 1. Silahkan untuk membuat tanggapan/ Komentar/ Resume tentang Materi hari ini.

      2. Upoad tanggapan anda ke laman forum diskusi lms

      3. Batas waktu adalah 8.50 -10. 30 wib

  • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

    Tanggung jawab sosial perusahaan

    Tahap-tahap perkembangan tanggung jawab sosial perusahaan

    Dimensi-dimensi tanggung jawab sosial perusahaan


    • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan: Pengertian dan Contohnya

      Semua bisnis harus melakukan lebih dari sekadar mencari margin keuntungan yang kuat untuk sukses; tanggung jawab sosial adalah bagian dari kelangsungan bisnis dan perusahaan dalam perekonomian saat ini.

      Perusahaan harus mengambil sikap terhadap masalah sosial yang penting untuk membangun merek yang dipercaya dan disukai oleh konsumen. Sebagai seorang pemimpin bisnis, sudah seharusnya Anda memiliki pemahaman yang mendalam tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengembangan bisnis yang berkesinambungan.

      Baca terus artikel ini untuk mengetahui secara mendalam apa itu tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)

      Apa Itu Tanggung Jawab Sosial Perusahaan?

      Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah konsep manajemen di mana perusahaan mengintegrasikan masalah sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan interaksi dengan pemangku kepentingan mereka.

      CSR umumnya dipahami sebagai cara di mana perusahaan mencapai keseimbangan antara kepentingan ekonomi, lingkungan dan sosial, sementara pada saat yang sama memenuhi harapan pemegang saham dan pemangku kepentingan.

      Dalam pengertian ini, penting untuk membedakan antara CSR, yang dapat berupa konsep manajemen bisnis strategis, dan amal, sponsorship, atau filantropi.

      Meskipun yang terakhir juga dapat memberikan kontribusi yang berharga untuk pengentasan kemiskinan, secara langsung akan meningkatkan reputasi perusahaan dan memperkuat kesadaran merek dalam suatu bisnis, konsep CSR jelas lebih dari itu.

      Mempromosikan penggunaan CSR di kalangan UKM membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing bisnis ini, dan tidak mempengaruhi kelangsungan ekonomi mereka.

      Akan lebih baik bagi suatu bisnis mendasarkan program CSRnya pada Pendekatan Triple Bottom Line (TBL), yang telah terbukti menjadi alat yang berhasil bagi UKM di negara berkembang untuk membantu mereka memenuhi standar sosial dan lingkungan tanpa mengorbankan daya saing mereka.

      Pendekatan TBL digunakan sebagai kerangka kerja untuk mengukur dan melaporkan kinerja perusahaan terhadap kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan.

      Ini adalah upaya untuk menyelaraskan perusahaan swasta dengan tujuan pembangunan global yang berkelanjutan dengan memberi mereka serangkaian tujuan kerja yang lebih komprehensif daripada hanya keuntungan semata.

      Perspektif yang diambil adalah agar organisasi dapat berkelanjutan, organisasi harus aman secara finansial, meminimalkan (atau idealnya menghilangkan) dampak lingkungan negatifnya dan bertindak sesuai dengan harapan masyarakat.

      Isu-isu CSR utama: pengelolaan lingkungan, eko-efisiensi, sumber yang bertanggung jawab, keterlibatan pemangku kepentingan, standar ketenagakerjaan dan kondisi kerja, hubungan karyawan dan masyarakat, kesetaraan sosial, keseimbangan gender, hak asasi manusia, tata kelola yang baik, dan tindakan anti-korupsi.

      Konsep CSR yang diimplementasikan dengan benar dapat membawa berbagai keunggulan kompetitif, seperti peningkatan akses ke modal dan pasar, peningkatan penjualan dan keuntungan, penghematan biaya operasional, peningkatan produktivitas dan kualitas, basis sumber daya manusia yang efisien, peningkatan citra merek dan reputasi, peningkatan pelanggan loyalitas, pengambilan keputusan yang lebih baik dan proses manajemen risiko.

      Empat Jenis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

      Empat jenis tanggung jawab sosial perusahaan adalah filantropi, pelestarian lingkungan, praktik keragaman dan ketenagakerjaan, serta kegiatan amal. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa membaca jenis CSR secara mendetail di bawah ini:

      Upaya Filantropis

      Perusahaan terbesar di dunia sejalan dengan upaya filantropi. Microsoft bekerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation untuk menghadirkan teknologi ke komunitas di seluruh dunia.

      Perusahaan memahami bahwa kesuksesannya tidak hanya membutuhkan inovasi yang berkelanjutan, tetapi juga membangun generasi berikutnya yang mampu memahami, menggunakan, dan meningkatkan teknologi.

      Bahkan perusahaan kecil mendapat manfaat dari penyelarasan dengan tujuan filantropis. Tempat cuci mobil lokal mungkin menawarkan pelatihan pencucian yang bertujuan untuk penggalangan dana acara keagamaan.

      Restoran mengadakan malam penggalangan dana ketika hasilnya bermanfaat bagi sekolah atau badan amal setempat.

      Mendukung tujuan-tujuan ini bisa juga menjadi teknik pemasaran yang baik, karena masyarakat diundang ke dalam bisnis, memiliki pengalaman yang baik, dan melihat perusahaan secara positif.

      Baca juga: Business Model Canvas: Pengertian, Elemen dan Fungsinya Bagi Bisnis

      Konservasi Lingkungan

      Masalah lingkungan secara teratur menjadi berita utama, baik masalah jangka panjang seperti perubahan iklim global atau masalah yang lebih lokal seperti tumpahan bahan kimia beracun.

      Perusahaan yang menyelaraskan diri dalam upaya ini membantu meminimalkan masalah lingkungan dengan mengambil langkah-langkah seperti mengurangi jejak karbon mereka secara keseluruhan.

      Meskipun perusahaan besar mendapatkan sebagian besar perhatian karena komitmen lingkungan mereka, misalnya General Mills telah berkomitmen untuk mengurangi 28 persen emisi gas rumah kaca, namun ada banyak peluang untuk usaha kecil dan menengah juga.

      Apakah bisnis Anda memiliki program daur ulang aktif di lokasi? Pernahkah Anda mempertimbangkan untuk menggunakan sumber energi alternatif seperti matahari dan angin untuk membantu menggerakkan operasi Anda?

      Ada banyak alternatif ΓÇ£pembersihan ramah lingkunganΓÇ¥ yang dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia pembersih beracun yang keras.

      Semua langkah ini dapat memberikan kontribusi kecil namun signifikan untuk memperbaiki lingkungan. Anda juga dapat meminta pemasok Anda untuk melakukan hal yang sama, memberi tahu mereka bahwa tindakan menjaga lingkungan mereka akan menjadi faktor dalam keputusan pembelian Anda. Dengan demikian, komitmen lingkungan Anda berlipat ganda di sepanjang rantai pasokan.

      Keragaman Perusahaan dan Praktik Ketenagakerjaan

      Para pemimpin bisnis menyadari bahwa keragaman di tempat kerja bermanfaat ketika semua orang bergaul dan bekerja sebagai tim.

      Namun, kebijakan ketenagakerjaan harus berlaku untuk semua karyawan, bahkan mereka yang berada di level tertinggi perusahaan.

      Skandal dengan Harvey Weinstein dan Steve Wynn menunjukkan bahwa tidak ada perusahaan yang mentutup kemungkinan atas konsekuensi pelecehan seksual. Gerakan ini juga telah melahirkan masalah keberagaman lainnya di tempat kerja yang membutuhkan perhatian dan tindakan yang konsisten.

      Sebagai pemimpin bisnis, tinjau kebijakan dan protokol keragaman Anda sendiri untuk menangani keluhan dan pelanggaran apa pun. Hal ini tidak hanya baik untuk citra perusahaan Anda, tetapi juga membantu membangun budaya perusahaan yang positif dengan semangat kerja yang baik dan produktivitas yang tinggi. 

    • 1. Kerjakan soal quiz berikut ini. Jangan lupa tulis nama, npm dan kelas

      2. Jawaban quiz tulis tangan di lembar jawaban

      3. Diizinkan untuk membuka atau membrowsing dari internet.

      4. Tidak di perkenankan untuk kerja sama atau mencontek teman


    • Kewirausahaan  

      Kewirausahaan dan peranannya.

      Tahap-tahap pengembangan usaha kecil

      - Faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan usaha kecil 

    • Pengertian Kewirausahaan: Konsep, Tujuan, Sifat dan Jenis Wirausaha


      Pengertian Kewirausahaan

      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  (KBBI), kata wirausaha merupakan gabungan dari dua kata yang masing-masing memiliki arti, wira dapat diartikan sebagai pahlawan atau laki-laki, sedangkan kata usaha merupakan sebuah kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mencapai suatu maksud.

      Kegiatan yang dilakukan kakek pada cerita di atas, memiliki maksud untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga si kakek tersebut. Karena jika kakek ini tidak bekerja, mungkin kebutuhan keluarganya tidak dapat tercukupi.

      Maka kata wirausaha, dapat diartikan sebagai seorang yang melakukan sesuatu dengan segala kemampuannya untuk mencapai maksud tertentu.

      Pada perjalanannya, kegiatan wirausaha berkembang menjadi kewirausahaan, istilah kewirausahaan merupakan padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa Inggris.

      Sebelum dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris, kata entrepreneurship sendiri berasal dari kata berbahasa Perancis, yaitu entreprende yang memiliki arti petualang, pencipta, dan pengelola usaha.

      Sementara itu, pengertian kewirausahaan adalah suatu usaha untuk menentukan, mengembangkan, kemudian menggabungkan inovasi, kesempatan, dan cara yang lebih baik agar memiliki nilai yang lebih dalam kehidupan.

      Dalam menjalankan ataupun menciptakan suatu usaha, seorang wirausahawan wajib memiliki bekal pengetahuan yang cukup, agar usaha yang dijalankannya berjalan lancar, dan mampu mengatasi permasalahan yang muncul pada saat usaha ini berjalan.

      Di masa pandemi ini, sangat dibutuhkan cara berpikir yang strategis. Pola berpikir seperti ini diperlukan, agar seorang wirausahawan mampu beradaptasi dengan kondisi-kondisi yang muncul akibat wabah Covid-19 ini. Salah satu bekal yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah konsep dasar mengenai kewirausahaan.

      Konsep Kewirausahaan

      5 konsep dasar dalam kewirausahaan yang wajib Gramedians ketahui adalah sebagai berikut.

      1. Kelincahan / Agility

      Kelincahan atau agility, merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu ia bergerak tanpa kehilangan keseimbangan, sehingga dapat beradaptasi dan bertahan dengan segala perubahan zaman.

      Kelincahan ini berkaitan erat antara kecepatan dan kemampuan belajar terhadap hal yang baru. Pandemi yang datang secara tiba-tiba seolah-olah mempercepat kebiasaan hidup kita. Dari sisi

      Daya tahan sangat dipengaruhi oleh kelancaran produksi, dan penjualan. Jika produk yang dihasilkan masih dibutuhkan banyak konsumen di masa pandemi ini, dengan sendirinya pemasukan perusahaan akan mengalir terus. Hanya mereka yang memiliki daya tahan tinggi, bisa lolos dari ujian.


      Daya tahan sangat dipengaruhi oleh kelancaran produksi, dan penjualan. Jika produk yang dihasilkan masih dibutuhkan banyak konsumen di masa pandemi ini, dengan sendirinya pemasukan perusahaan akan mengalir terus. Hanya mereka yang memiliki daya tahan tinggi, bisa lolos dari ujian.


      wirausaha, seseorang dituntut untuk lincah merespon kondisi ini, baik secara strategi, hasil, dan pasar.

      2. Daya Tahan (Eundurance)

      Daya tahan atau endurance menyatakan keadaan yang menekankan pada kapasitas kerja secara terus menerus. Banyak sekali sektor ekonomi gulung tikar di masa pandemi ini. Imunitas pada diri pribadi, maupun perusahaan, terdampak oleh pandemi.


      Daya tahan sangat dipengaruhi oleh kelancaran produksi, dan penjualan. Jika produk yang dihasilkan masih dibutuhkan banyak konsumen di masa pandemi ini, dengan sendirinya pemasukan perusahaan akan mengalir terus. Hanya mereka yang memiliki daya tahan tinggi, bisa lolos dari ujian.

      3. Kecepatan

      Kecepatan adalah kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan berkesinambungan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Seorang wirausaha, harus memiliki kecepatan dalam berinovasi untuk melesat maju untuk menjawab tantangan pasar dan secepat apa seorang wirausahawan mampu melaju melebihi pesaingnya.

      4. Kelenturan

      Kelenturan adalah seseorang yang mampu menyesuaikan kehidupan dimanapun tempatnya. Kelenturan menjadi salah satu faktor yang diperlukan dalam beradaptasi. Seorang wirausahawan, diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Dimanapun tempatnya, mampu memaksimalkan potensi ruang yang ada, untuk melakukan proses usaha, tanpa harus mengeluh dengan kondisi tempat yang ada.

      5. Kekuatan

      Kekuatan atau strength, yaitu suatu kemampuan kondisi fisik manusia yang diperlukan dalam peningkatan prestasi belajar gerak. Kekuatan merupakan salah satu unsur kondisi fisik yang sangat penting dalam merespon kegiatan kewirausahaan, karena dapat membantu meningkatkan fungsi komponen-komponen seperti kecepatan, kelincahan dan ketepatan.

      Mau jadi yang terdepan atau mampu bertahan dalam pandemi, jika memiliki semua unsur ini dalam diri seorang pelaku usaha, maka akan sangat besar kemungkinan untuk bertahan dan memajukan dirinya.

      Manfaat Kewirausahaan

      Banyaknya orang yang ingin menjadi wirausahawan disebabkan karena kewirausahaan itu sendiri memiliki beberapa manfaat, diantaranya?

      1. Membuka Lapangan Kerja Baru

      Ketika seseorang sudah memiliki sebuah usaha yang cukup besar, maka untuk memajukannya dibutuhkan karyawan tambahan agar dapat memenuhi pesanan. Oleh sebab itu, dengan kewirausahaan bisa membuka lapangan kerja baru, sehingga dapat membantu menyejahterakan masyrakat.

      2. Berperan dalam Pertumbuhan Ekonomi

      Kewirausahaan akan selalu berkaitan dengan ekonomi, maka ketika sudah berwirausaha, maka secara langsung sudah berperan dalam pertumbuhan ekonomi, baik itu dalam skala daerah atau nasional.

      3. Bisa Memiliki Usaha Sesuai Bidang yang Disuka

      Bekerja sesuai dengan bidang yang disuka pastinya akan sangat senang dan mendapatkan penghasilan. Dengan berwirausaha, maka bidang yang disukai bisa menjadi sebuah usaha, seperti seseorang yang suka masak bisa memiliki warung makan.

      4. Mengetahui Hal-Hal yang Sedang Trend 

      Manfaat berikutnya dari kewirausahaan adalah bisa mengetahui hal-hal yang sedang trend, sehingga tidak ketinggalan informasi terbaru. Terlebih lagi, sebuah usaha akan bisa terus berkembang, jika secara terus menerus ikut trend yang sedang terjadi.

      Karakteristik Kewirausahaan

      Untuk menjadi seorang wirausaha, maka kita harus memiliki karakteristik kewirausahaan. Karakteristik ini sangat diperlukan karena akan memudahkan seseorang dalam mewujudkan usaha yang akan dibangunnya. Karakteristik wirausaha sebagai berikut:

      1. Disiplin

      Karateristik wirausaha yang pertama adalah disiplin. Dalam hal ini, disiplin bisa berarti sebagai suatu motivasi agar dapat menjalankan usaha dengan maksimal. Adapun contoh dari karakteristik disiplin, seperti pandai mengatur waktu, mampu membuat target, dan sebagainya.

      2. Jujur

      Jujur merupakan salah satu karakteristik wirausaha yang harus dimiliki. Hal ini dikarenakan dengan sifat jujur, maka akan membuat banyak konsumen tertarik untuk membeli suatu produk yang diperjualbelikan.

      3. Mandiri

      Sudah menjadi hal umum apabila dalam menjalankan usaha harus bisa mengambil keputusan dengan cepat. Oleh karena itu, kamu perlu memiliki karakteristik mandiri agar tidak terlalu bergantung dengan orang lain dalam mengambil keputusan.

      4. Inovatif

      Perkembangan zaman akan terus berubah, sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen akan ikut berubah juga. Maka dari itu, seorang wirausaha harus memiliki jiwa inovatif agar produk yang dibuatnya terus disukai oleh konsumen.

      5. Memiliki Komitmen yang Tinggi

      Suatu usaha akan sulit untuk mengalami perkembangan apabila tidak adanya komitmen tinggi. Maka dari itu, seorang wirausaha perlu memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan usahanya. Dengan begitu, usaha yang dikembangkan akan mampu bersaing dengan kompetitor.

      Tujuan Kewirausahaan

      Dalam memainkan usaha, ketika seorang wirausahawan membuat perencanaan, pasti memiliki tujuan. Besar ataupun kecil, kegiatan kewirausahaan ini berdampak pada kehidupan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak beberapa tujuan kewirausahaan.

      1. Mendukung Munculnya Usaha-usaha Kecil

      Suatu kegiatan kewirausahaan yang muncul, pasti melibatkan banyak orang untuk mendukung berjalannya suatu usaha. Keterlibatan sumber daya manusia ini, boleh diakui secara langsung atau tidak, akan membentuk karakter-karakter baru sebagai pelaku usaha.

      Di masa pandemi ini, banyak sektor ekonomi berhenti, akibatnya banyak sumber daya manusia kehilangan sumber pendapatan. Saat ini, yang dibutuhkan adalah sebuah kegiatan kewirausahaan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Jika kegiatan ekonomi kerakyatan ini didukung penuh, maka lapangan pekerjaan baru akan terbuka, dan perekonomian masyarakat juga terbantu.

      2. Kesejahteraan Masyarakat Terangkat

      Lesunya perekonomian akibat pandemi, berakibat pada meningkatnya angka kemiskinan dalam masyarakat. Namun masih adanya beberapa kegiatan ekonomi yang berjalan, diharapkan mampu memberikan sokongan bagi perekonomian nasional.

      Dengan berbekal konsep kewirausahaan yang kuat, maka inovasi baru akan muncul, dengan demikian, ruang-ruang usaha baru akan muncul, sehingga menekan angka pengangguran.

      3. Menumbuhkan Semangat Berinovasi

      Ketika seseorang dalam kondisi suatu tekanan tertentu, kadangkala akan memicu semangat berpikir yang berbeda dengan sebelumnya. Tidak jarang, inovasi-inovasi baru akan muncul dari kondisi yang semacam ini. Maka, jika dimaknai dengang sikap yang positif, pandemi ini juga memiliki peran, membentuk pribadi seseorang untuk maju.

      Dalam kewirausahaan juga kita harus memiliki jiwa semangat, mau serta mampu untuk mengerjakan pekerjaan yang sulit dan juga penuh resiko, dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam mengambil keputusan yang tepat. Melalui buku berjudul Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan oleh Rachmat Hidayat, Grameds akan diajarkan berbagai cara agar semangat dalam diri tersebut tidak padam. 

    • 1. Silahkan untuk membuat komentar / tanggapan/ kesimpulan tentang materi hari ini

      2. Upload tanggapan / kesimpulan / komentar anda di laman forum diskusi lms

      3. Batas waktu 13.00-14.30


  • Manajemen Bisnis dan Fungsi-fungsi Manajemen

    Manajemen Bisnis

    Fungsi-fungsi manajemen

    - Proses Pengendalian  dalam organisasi menggunakan fungsi-fungsi manajemen


    • Manajemen Bisnis: Pengertian. Fungsi, Perencanaan, Unsur dan Komponen

      Manajemen Bisnis ΓÇô Manajemen bisnis sangat dibutuhkan bagi mereka yang memiliki usaha. Sebagian besar orang memang ingin memiliki usaha pribadi. Hal ini tidak mengherankan, mengingat minat tiap orang pasti berbeda. Hanya saja, membuka usaha tidak semudah itu. Harus ada perencanaan yang matang untuk menunjang kemajuan usaha.

      Untuk menjalankan sebuah usaha dibutuhkan perencanaan. Dalam artian manajemen sangat diperlukan agar jalannya usaha lancar dan mencapai target. Banyak sekali contohnya, mereka yang membuka usaha tanpa rencana yang matang akhirnya malah mogok di tengah jalan. Kebanyakan jadinya modal tidak kembali, barang menumpuk, dan yang lebih parahnya bisa terjerat hutang juga.

      Biasanya hal tersebut terjadi karena kurang antisipasi pada faktor kerugian. Faktor sepinya konsumen juga seringkali diabaikan, jadi para pelaku usaha baru ini lebih fokus pada keuntungan saja.

      Padahal untuk modal awal saja harus ada beberapa saku. Dalam artian harus ada modal untuk belanja barang, modal untuk menutup keuntungan yang belum maksimal, dan lainnya. Perencanaan yang dibutuhkan adalah dalam bentuk manajemen bisnis. Sebuah perencanaan yang dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya demi mencapai target bisnis yang sesuai.

      Untuk membuat perencanaan usaha juga tidak sesulit yang dibayangkan. Tidak juga sampai harus sekolah lagi untuk mendapat ilmunya.

      Belajar perencanaan usaha bisa dimulai dengan latihan yang mudah. Misalnya memperkirakan kebutuhan modal, pengeluaran, dan pemasukan dari berjualan kecil-kecilan seperti nasi kuning. Untuk selanjutnya mari kita pelajari tentang pengertian manajemen bisnis.

      A. Pengertian Manajemen Bisnis

      pengertian manajemen bisnis

      Secara umum, manajemen bisnis berarti kegiatan perencanaan, pengerjaan, dan pengawasan ada sebuah bisnis atau usaha. Seluruh aktivitas tersebut bertujuan agar usaha dapat mencapai target.

      Pengertian lain dari kegiatan ini bisa juga berupa usaha yang sengaja dijalankan berdasar rencana demi mencapai sebuah target penjualan.

      Hal ini berarti tanpa adanya aktivitas manajemen, sangat kecil kemungkinannya keuntungan penjualan bisa diperoleh. Manajemen yang diaplikasikan pada sebuah usaha mencakup segala hal yang dibutuhkan untuk mencapai target penjualan.

      Dimulai dari planning, controlling, action, dan terakhir evaluasi. Berdasarkan keempat kegiatan manajemen itulah kemajuan sebuah usaha bisa dikendalikan, ingin bergerak lambat atau cepat.

      Merujuk pengertian di atas, dapat dipastikan bahwa manajemen bisnis adalah unsur paling penting yang menentukan perkembangan sebuah usaha. Sewajarnya sebuah bisnis yang baik ditentukan oleh manajemen yang baik pula.

      Sedangkan bisnis yang buruk umumnya dijalankan berdasarkan manajemen yang kurang baik. Biasanya jalannya usaha juga tidak mendapat pengawasan yang menyeluruh.

      Bisnis yang terdiri dari berbagai komponen penting harus memiliki sebuah manajemen yang baik. Hal ini dikarenakan jika salah satu komponen gagal maka akan mengganggu komponen lain karena sifatnya yang saling mendukung dan melengkapi. 

      B. Fungsi Manajemen Bisnis

      Setelah sebelumnya membahas tentang pengertian manajemen bisnis, berikut ini adalah berupa penjelasan fungsi dari manajemen yang diaplikasikan pada usaha. Anda akan paham betapa pentingnya mempelajari manajemen ini setelah mengenal fungsi-fungsinya.

      Melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha yang ada di sebuha perusahaan, maka tujuan yang ingin dicapai juga terpengaruhi. 

       Berikut ini adalah beberapa fungsi dari manajemen bisnis yang harus Anda ketahui:

      1. Planning

      Fungsi pertama dari manajemen bisnis adalah planning. Sebelum membangun sebuah usaha tentunya dibutuhkan perencanaan usaha seperti, pemasaran, promosi produk, produk yang dijual, pembukuan keuangan dan dokumentasi arsip, dan lainnya. Planning ini harus didokumentasikan dengan baik karena akan jadi patokan aktivitas usaha nantinya.

      2. Organizing

      Organizing erat kaitannya dengan sumber daya manusia alias pekerja. Setelah planning dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat kelompok kerja. Kelompok kerja ini berisi orang-orang yang diberi tugas dengan porsi sama. Seperti misalnya tim administrasi, pemasaran, lapangan, dan lainnya.

      Pembagian kelompok kerja seperti ini untuk memudahkan dalam proses kerjanya. Proses penilaian hasil kerja juga jadi mudah. Pemimpin akan mudah menilai apakah pekerjanya telah bekerja sesuai keahliannya atau tidak.
      Organizing yang baik akan mendukung tercapainya tujuan bisnis. Apabila tim tidak dapat bekerja dengan baik pimpinan bisa menggantinya segera agar bisnis tidak merugi.

      3. Staffing

      Staffing mencakup seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan seperti, mesin, bahan baku, sarana pendukung, dan lainnya. Sumber daya harus diatur dalam penggunaannya dan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Hal hanya bisa dilakukan apabila perusahaan memakai manajemen yang baik. Apabila manajemen tidak ada, pemakaian sumber daya bisa melebihi prioritas dan menyebabkan modal membengkak.

      Hal seperti ini yang sering mengakibatkan keuangan perusahaan jadi merugi. Akhirnya, bisnis yang ada pun terancam bangkrut.

      4. Directing

      Fungsi keempat dari manajemen adalah directing yang erat kaitannya dengan pengarahan. Disini tindakan pimpinan memegang posisi penting sebagai penyemangat tim agar bekerja sesuai perencanaan.

      Bukan hal yang aneh apabila di tengah jalannya perencanaan semangat pekerja malah turun. Apabila hal ini terjadi maka pimpinan harus segera turun untuk memberikan pemahaman dan pengarahan. Karena kinerja dan progres kerja yang tidak sesuai sangat berpengaruh pada pendapatan perusahaan.

      Directing sangat penting dilakukan karena erat kaitannya dengan kepatuhan pada perencanaan. Kerja yang sesuai dengan arahan perencanaan akan membuat usaha dapat mencapai target. Namun perlu diingat untuk menghindarkan teguran yang dapat membuat pekerja turun kemauan kerjanya.

      5. Controlling

      Controlling merupakan pengawasan apakah sistem kerja telah dilaksanakan dengan sesuai atau tidak. Dengan controlling akan terlihat poin-poin penting yang harus dievaluasi dan dicatat. Sekaligus juga dapat terlihat hambatan-hambatan yang ada.

      Controlling tidak harus dilakukan langsung oleh pimpinan, tapi bisa juga oleh ketua tim. Nantinya pimpinan yang akan meminta laporan langsung dari ketua tim. Berdasarkan laporan tersebut pimpinan bisa mengambil langkah yang diambil untuk perencanaan berikutnya.

      C. Perencanaan Manajemen Bisnis

      Perencanaan dibutuhkan untuk membuat usaha Anda berjalan lancar dan dapat mencapai target yang ditentukan. Tanpa perencanaan, bisnis Anda akan berjalan tanpa kontrol yang baik. Modal yang ada bisa habis terpakai begitu saja tanpa perencanaan yang benar. Bahkan ada kemungkinan kehabisan modal hingga pailit.

      Hal ini dikarenakan dalam mengelola sebuah operasi bisnis, dipercaya bahwa akan selalu ada masalah yang berkaitan dengan pengambilan keputusan baik yang bersifat strategis maupun operasional. 


      Perencanaan yang sebaiknya diterapkan pada bisnis Anda juga tidaklah rumit. Ada beberapa perencanaan yang dapat digunakan ketika akan memulai usaha, seperti:

      • Menentukan tujuan dan target yang ingin dicapai oleh perusahaan.
      • Susun langkah-langkah sesuai target agar dapat mencapai tujuan.
      • Menentukan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan.
      • Tetapkan standarisasi kerja untuk mencapai sasaran target.

      D. Unsur Penting dalam Perencanaan Manajemen Bisnis

      Agar perencanaan dapat dijalankan secara baik dibutuhkan spesifikasi unsur pelengkap dari rencana tersebut. Berikut ini beberapa unsur penting yang harus diperhatikan dalam sebuah perencanaan manajemen bisnis.

      1. Deskripsi Bisnis Jelas

      Sebuah bisnis haruslah memiliki deskripsi yang jelas agar konsumen paham jenis usaha Anda. Bisnis Anda harus jelas bergerak dalam bidang apa. Apakah kuliner, fashion, jasa, grosir barang kebutuhan, atau yang lainnya.

      Apabila jenis usaha Anda tidak jelas, konsumen akan kebingungan ketika mencari produk yang dibutuhkan. Mereka tidak tahu spesifikasi produk yang dihasilkan oleh perusahaan Anda.

      Deskripsi bisnis sangat erat kaitannya dengan brand perusahaan. Bisa dimulai dengan memperhatikan nama yang digunakan pada bisnis Anda. Sebuah nama perusahaan harus mudah diingat dan mewakili jenis usaha dan produk terkait yang dijual.

      Kemudian logo perusahaan yang biasanya dipasang bersamaan dengan nama perusahaan. Logo juga biasanya menggunakan gambar yang simpel dan mudah diingat. Warna pada logo juga umumnya adalah warna khas dari perusahaan. Memang terlihat tidak penting, tapi kenyataannya nama, logo dan warna perusahaan adalah hal pertama yang diingat oleh konsumen ketika akan berbelanja.

      Sebuah bisnis juga membutuhkan alamat usaha agar konsumen tidak bingung. Alamat juga dibutuhkan untuk syarat mendirikan sebuah usaha. Kedepannya alamat akan digunakan sebagai tempat mengirim dan mengambil barang. Konsumen juga akan memberi nilai positif karena keberadaan perusahaan ada secara fisik.

      Kemudian juga spesifikasi produk harus jelas. Memang banyak perusahaan yang menghasilkan beberapa produk, tapi biasanya tetap sejenis. Misalnya saja usaha yang bergerak di bidang aksesoris.

      Selain berbagai jenis kerajinan tangan, ada juga aksesoris berupa gelang, kalung, dan cincin. Juga ada jenis aksesoris dari perak berupa perhiasan wanita. Jelas bukan kalau produknya banyak tapi sejenis?

      Deskripsi bisnis yang jelas akan memudahkan Anda ketika memasarkan produk. Karena konsumen juga telah mengenal jenis usaha Anda juga macam produk yang dihasilkan.

      2. Melakukan Analisis Pesaing

      Mengetahui produk pesaing akan memudahkan Anda dalam menentukan jenis produk yang akan dipasarkan. Bisa saja produk yang dikeluarkan jenisnya sama, tapi harus memiliki kualitas yang lebih baik.

      Apabila produk pesaing lebih baik dari yang produk perusahaan Anda, berarti harus ada peningkatan di segi kualitasnya agar mampu bersaing.

      Tidak ada salahnya juga mempelajari teknik pemasaran yang dilancarkan pesaing. Anda bisa melakukan inovasi sendiri dalam segi pemasaran agar konsumen mau membeli produk yang dikeluarkan.

      Bisa juga Anda mempelajari cara pesaing dalam mengkoordinir pekerjanya. Mungkin pesaing Anda menerapkan kedisiplinan yang dapat diterapkan di perusahaan. Dengan kata lain, memiliki pesaing berarti merupakan kesempatan bagi usaha Anda untuk lebih baik lagi.

      3. Memiliki Strategi Pemasaran

      Sebuah bisnis akan tumpul apabila tidak memiliki rencana marketing yang matang. Langkah awal pemasaran bisa dilakukan dengan menganalisa produk yang dibutuhkan konsumen. Kemudian strategi marketing bisa dilancarkan melalui promosi yang tepat.

      Promosi ini berupa pengenalan brand usaha juga produk yang dikeluarkan. Berbagai promosi bisa dilakukan, mulai dari promo diskonan, hingga menjual produk yang berhadiah.

      Promosi ini juga biasanya menggunakan media, berarti Anda harus mulai belajar juga tentang digital marketing. Digital marketing merupakan teknik pemasaran yang menggunakan media berbasis internet.

      Strategi pemasaran dalam manajemen bisnis harus diusahakan tepat guna dan tepat sasaran. Dimana hal ini berpengaruh terkait dengna penciptaan nilai pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang menguntungkan

      4. Laporan Keuangan

      Hal yang sering diabaikan sebuah usaha adalah catatan keuangan. Padahal pembukuan merupakan hal penting untuk menjalankan sebuah bisnis. Pembukuan yang baik nantinya akan jadi acuan aktivitas perusahaan.

      Misalnya ada berapa jumlah stok barang, berapa stok yang dikeluarkan. Demikian juga pencatatan tentang pengiriman barang sangat penting.

      Selain itu juga pembukuan diperlukan untuk mencatat stok sumber daya yang ada. produksi barang jadi lebih teratur dan terkendali bila merujuk catatan yang ada.

      Hingga dapat menghindarkan dari menggunakan bahan baku yang berlebihan. Juga bisa menjadi antisipasi apabila bahan baku mulai menipis, dan produksi dapat berjalan terus tanpa hambatan.

      Laporan keuangan dimulai dari pencatatan finansial perusahaan. Berapa modal awal, dan berapa biaya pengeluaran yang dibutuhkan. Pencatatan keuangan yang baik dapat menghindarkan perusahaan dari bangkrut.

      Dari laporan keuangan bisa dilihat benefit yang dihasilkan. Apakah modal telah digunakan semestinya, apakah hasil penjualan telah menutupi modal awal kembali, dan apakah kekurangan modal?

      Laporan keuangan akan memudahkan kontrol pada aktivitas finansial perusahaan. Sehingga apabila produksi diketahui melebihi modal awal bisa dihentikan dahulu. Pencatatan keuangan yang rapi diharapkan dapat menghindarkan perusahaan dari pailit.

      5. Menjaga Kualitas Produk dan Layanan

      Satu hal yang harus selalu dipertahankan dan diperbaiki adalah kualitas produk serta layanan. Dua unsur itu erat kaitannya dengan pemasaran. Apabila kualitas barang memburuk, bisa dipastikan konsumen akan kecewa dan penjualan menurun.
      Demikian juga dengan layanan, layanan yang cepat responnya juga ramah akan membuat konsumen nyaman ketika belanja.

      E. Komponen Manajemen Bisnis

      Adapun yang dimaksud komponen manajemen bisnis adalah bagian-bagian yang aktivitasnya harus berdasarkan sistem manajemen. Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda. Berikut ini adalah komponen-komponen yang dimaksud.

      1. Manajemen Keuangan

      Manajemen keuangan merupakan manajemen yang mengatur finansial perusahaan. Dengan menggunakan komponen ini diharapkan keuangan perusahaan dapat stabil dan digunakan tepat tujuan.

      2. Manajemen Marketing

      Komponen ini berupa kegiatan perencanaan dan pengawasan terhadap aktivitas pemasaran. Tujuan dari manajemen marketing adalah kontrol terhadap pemasaran produk.

      Dengan banyaknya persaingan bisnis hingga saat ini, banyak perusahaan yang berusaha untuk menemukan rencana pemasaran baru. Seperti salah satunya manajemen bisnis yang memiliki konsep ramah lingkungan 

      3. Manajemen Produksi

      Manajemen produksi mengatur proses produksi barang di perusahaan. Tentunya termasuk juga kontrol terhadap kelayakan dan fungsi mesin produksi. Pengawasan terhadap para operator produksi, dan proses pembuatan produk hingga selesai.

      4. Manajemen Distribusi

      Komponen manajemen bisnis ini bertugas mengawasi jalannya kegiatan distribusi. Kegiatan manajemen ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi produk baik dan tersalurkan dengan cepat.

      5. Manajemen SDM

      Manajemen ini mengatur segala aktivitas para pekerja di perusahaan. Termasuk di dalamnya mengatur porsi tanggung jawab, bidang pekerjaan, juga kedisiplinan pekerja. Untuk menjalankan semua poin-poin di atas tidaklah mudah. Keberlangsungan sebuah usaha selain tergantung pada manajemen juga dipengaruhi komitmen.

      Bagaimana setiap unsur dalam manajemen saling bersinergi untuk menjalankan perencanaan. Terutama kerjasama antara pimpinan dan para pekerja.

      Perencanaan bisnis yang berupa pengelolaan manajemen, keuangan, pengembangan, hingga pemasaran harus direncanakan sebaik mungkin. Karena perencanaan yang baik dalam sebuah usaha menjadi hal utama penunjang keberhasilan.

      Manajemen bisnis yang baik akan dapat membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. Perencanaan bisnis dapat digambarkan berfungsi baik apabila tetap dapat berjalan dengan segala hambatan yang ada. Strategi dalam bisnis juga harus dibuat dengan tujuan meningkatkan daya saing perusahaan. Tentunya dengan tujuan agar perusahaan dapat tetap bertahan di tengah persaingan yang ketat.


    • 1. Silahkan untuk membuat tanggapan/ Komentar/ Resume tentang Materi hari ini.

      2. Upoad tanggapan anda ke laman forum diskusi lms

      3. Batas waktu adalah 10.30 - 12.00 wib


  • Manajemen Pemasaran

    Ruang lingkup pemasaran

    Proses riset pasar

    Fungsi saluran distribusi pemasaran

     


    • Manajemen Pemasaran: Pengertian, Fungsi Dan Tujuan

      Pengertian manajemen pemasaran ΓÇô Di dalam menjalankan suatu bisnis, baik bisnis produk maupun jasa, kita pasti tak asing dengan istilah manajemen pemasaran. Banyak yang mengira bahwa manajemen pemasaran adalah teori semata yang digunakan saat berbisnis. Tapi lebih dari itu, manajemen pemasaran memiliki pengertian yang lebih luas.

      Pada prinsipnya, sebuah usaha didirikan untuk mendapatkan laba atau keuntungan yang dapat digunakan untuk menjalankan usaha serta membiayai gaji para pekerjaan dan biaya-biaya lain (fixed cost dan variable cost)

      Untuk memahami mengenai apa itu manajemen pemasaran, bagaimana fungsinya, dan bagaimana tujuan serta konsep-konsepnya, di bawah ini akan dijelaskan berbagai hal mengenai manajemen pemasaran secara mendetail.

      Pengertian Pemasaran

      Pemasaran di dalam manajemen pemasaran memiliki definisi merupakan suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain.

      Bisa juga diartikan bahwa pemasaran di dalam manajemen pemasaran merupakan segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa, mulai dari produsen sampai konsumen.

      Peran pemasaran saat ini tidak hanya mampu menyampaikan produk dan jasa sampai ke tangan konsumen, tetapi juga bagaimana memberi kepuasan pada pelanggan.

      Artinya, secara berkelanjutan pemasaran ini selain jasa dan produk yang dibuat sampai ke tangan konsumen, produsen juga harus berperan dalam memberikan kepuasan secara berkelanjutan sehingga keuntungan bisnis atau perusahaan tersebut dapat kembali diperoleh karena terjadinya pembelian yang berulang.

      Tujuan dari dilakukannya pemasaran di dalam manajemen pemasaran adalah untuk menarik pelanggan baru dengan menciptakan suatu produk yang sesuai dengan bagaimana keinginan konsumen, bagaimana cara menjanjikan nilai superior, bagaimana cara menetapkan harga dengan menarik, dan bagaimana cara mendistribusikannya dengan tepat.

      Selain itu, pemasaran juga dilakukan untuk mempromosikan secara efektif guna mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan cara tetap memegang prinsip kepuasan pelanggan yang paling utama. Dasar pemikiran pemasaran dimulai dari adanya kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).

      Permintaan tersebut bisa berupa barang, jasa, gagasan, nilai biaya dan kepuasan, pertukaran dan transaksi, hubungan dan jaringan, pasar, pemasar, dan juga calon pembeli. Hal ini berkiblat pada konsep inti pemasaran yang meliputi tentang adanya kepentingan untuk dapat mendistribusikan barang.

      Pengertian Manajemen Pemasaran

      Setelah memahami mengenai definisi pemasaran di dalam manajemen pemasaran, kini perlu diketahui bahwa pengertian atau definisi manajemen pemasaran itu sendiri. Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran.

      Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa pemasaran meliputi analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian.

      Selain itu, yang dimaksud pemasaran juga adalah bagaimana program-program di pemasaran yang sudah disusun dirancang untuk dapat menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk dapat mencapai tujuan perusahaan.

      Sedangkan definisi manajemen di dalam manajemen pemasaran adalah suatu proses perencanaan atau planning, pengorganisasian atau organizing, penggerakan atau actuating, pengarahan atau directing, dan pengawasan atau controlling.

      Dari dua definisi yang sudah dijelaskan di atas, definisi manajemen pemasaran adalah bagaimana suatu usaha dilakukan untuk dapat merencanakan, mengimplementasikan atau yang biasanya meliputi; kegiatan mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengoordiniasikan, serta bagaimana cara mengawasi atau mengendalikan laju pemasaran.

      Dengan kata lain, semua hal tersebut dilakukan demi mencapai tujuan organisasi baik secara efisien dan efektif atau yang selanjutnya dikenal sebagai fungsi manajemen. Manajemen pemasaran yang juga sering disebut marketing management merupakan salah satu jenis manajemen yang paling dibutuhkan untuk semua bisnis.

      Sehingga dilakukannya manajemen pemasaran ini harus sangat diperhatikan untuk sebuah organisasi atau perusahaan karena akan berkontribusi mengenai banyak hal yang dilakukan berdasarkan tujuan mencapai kelancaran proses pemasaran produk.

      Di dalam melakukan manajemen pemasaran, dapat diketahui juga bagaimana cara mengukur keberhasilan dan menganalisis strategi.

      Hal ini sangat penting untuk dilakukan dan diketahui oleh seluruh lapisan yang terlibat di dalam organisasi atau perusahaan tersebut. Karena manajemen pemasaran memiliki tugas penting di dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena dengan adanya manajemen pemasaran, sebuah organisasi atau perusahaan dapat berhasil meraih target pasar.

      Fungsi Manajemen Pemasaran

      Setelah mengetahui apa itu manajemen pemasaran, kalian bertanya apa sih fungsi kita menerapkan manajemen pemasaran ini dan apa pentingnya? berikut fungsi-fungsi penting tersebut.

      1. Analisis Pasar

      Meskipun harus dilakukan dengan baik, sayangnya tidak semua perusahaan memiliki bagian pemasaran atau penjualan yang menjalankan fungsi manajemen pemasaran. Akan tetapi, semua perusahaan pasti mempunyai dan melaksanakan berbagai elemen penting yang terdapat di dalam aktivitas pemasaran dan penjualan.

      Berlangsungnya aktivitas pemasaran dan penjualan untuk menganalisis bagaimana permintaan atau yang dibutuhkan pasar terkait produk yang dikeluarkan, untuk membuat konsumen baik konsumen baru dan konsumen lama tertarik menggunakan produk, jasa, atau fasilitas yang ditawarkan secara terus-menerus.

      Untuk mengetahui adanya peluang dan ancaman serta kebutuhan serta keinginan konsumen, harus melakukan dan memerhatikan beberapa hal mulai dari menganalisis peluang dan ancaman, serta menganalisis perilaku konsumen.

      Artikel terkait: Pengertian pasar dan Jenisnya

      2. Segmentasi Pasar

      Fungsi manajemen pemasaran yang kedua adalah segmentasi pasar, segmentasi pasar merupakan kegiatan pemasaran yang dapat dilakukan lebih terarah untuk membagi suatu pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda, di mana pada setiap kelompok memiliki ciri yang hampir sama satu sama lain.

      Kegiatan pemasaran pada fungsi manajemen pemasaran ini adalah untuk menentukan strategi pasar yang lebih searah dan memfungsikan sumber daya di bidang pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien. Namun pelaksanaan segmentasi pasar ini harus memenuhi syarat, di antaranya beberapa hal di bawah ini.

      • Dapat diukur (measurable) tentang baik besarnya maupun luasnya daya beli segmen pasar,
      • Dapat dicapai (accessible) sehingga dapat dilayani secara efektif,
      • Substansial sehingga dapat menguntungkan jika dilayani,
      • Dapat dilaksanakan (actionable) dan semua program yang telah dirancang untuk menarik dan melayani segmentasi pasar dapat aktif dan efisien.

      3. Menetapkan Pasar Sasaran

      Fungsi manajemen pemasaran yang selanjutnya yakni memberikan nilai keaktifan setiap bagian kemudian memilih salah satu dari bagian pasar atau lebih untuk dilayani. Biasanya, kegiatan menetapkan pasar sasaran meliputi: valuasi bagian pasar atau ukuran dan pertumbuhan bagian seperti data tentang usia nasabah.

      Bisa juga mengenai pendapatan, jenis kelamin dari setiap segmen, struktural yang menarik dilihat dari segi profitabilitas dan sasaran serta sumber daya yang dimiliki perusahaan tersebut.

      Baca lebih dalam: Apa itu segmentasi pasar dan caranya

      4. Penempatan Pasar

      Dilakukan juga fungsi penempatan pasar pada manajemen pemasaran guna melakukan identifikasi posisi pesaing yang ada sebelum menentukan penempatannya sendiri. Menurut Kotler (1992), ada dua pilihan untuk menentukan penempatan pasar yaitu:

      • Menempatkan diri di sebelah salah satu pesaing yang ada dan berjuang untuk mendapatkan bagian pasar. Pimpinan bisa melakukan hal ini jika merasa perusahaan tersebut bisa membuat produk yang unggul dan memiliki pasar luas, serta memiliki lebih banyak sumber daya.
      • Mengembangkan sebuah produk yang belum pernah ditawarkan sebelumnya kepada pasar. Hal ini juga perlu dibarengi dengan melakukan manajemen yang baik sebelum mengambil keputusan, karena secara teknis, produk di pasar akan berubah dengan cepat, ekonomis, dan dapat dibuat lebih unggul.

      Oleh sebab itu, pilihan kedua tersebut sangat penting diperhatikan dan dilakukan perencanaan yang baik agar jumlah produksi yang dikeluarkan maksimal serta jumlah konsumen yang suka dengan produk tersebut memadahi.

      5. Perencanaan Pemasaran

      Perencanaan pemasaran di dalam fungsi manajemen pemasaran ini merupakan aktivitas pemasaran yang dilakukan sebuah perusahaan dan harus dikoordinasikan dan diarahkan agar tercapai tujuan perusahaan secara umum dan tujuan di bidang pemasaran secara khusus.

      Biasanya, dalam fungsi ini diperlukan alat koordinasi untuk pengarahan pemasaran dan planning pemasaran, terlepas dari jenis gaya manajemen apa yang dianut oleh sebuah perusahaan dalam melakukan perencanaan sebagai empat tahapan sebagai berikut:

      • Menetapkan misi perusahaan
      • Mengenali unit-unit bisnis strategi perusahaan, menganalisis, dan mengevaluasi portofolio bisnis yang ada
      • Mengenali arena bisnis baru yang akan dimasuki

      Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa perencanaan pemasaran yang bertujuan untuk memberikan pendekatan yang sistematis dan rapi bagi perusahaan dapat dilakukan dengan cara:

      a. menyeimbangkan dan menyelaraskan kegiatan pemasaran yang menjamin tercapainya tujuan dan sasaran,

      b. menggunakan cara-cara berusaha di bidang pemasaran secara insentif dan optimal,

      c. pengendalian yang tepat, cepat, dan teratur atas catatan, gagasan, atau pemikiran serta usaha-usaha atau aktivitas dan manajemen pemasaran dalam suatu perusahaan.

      Tujuan Manajemen Pemasaran

      Dilakukannya manajemen pemasaran pasti memiliki tujuan tersendiri. Berikut ini berbagai tujuan mengenai manajemen tersebut.

      1. Menciptakan demand (permintaan)

      Tujuan dilakukannya manajemen pemasaran atau marketing management adalah sebagai upaya untuk menciptakan permintaan atau (demand) melalui berbagai cara.

      Membuat cara yang berhubungan untuk mengetahui selera konsumen dan bagaimana preferensi konsumen terhadap barang atau jasa yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

      Baca dan pahami: Pengertian Hukum Permintaan

      2. Meningkatkan keuntungan

      Marketing management atau manajemen pemasaran juga memiliki tujuan yakni meningkatkan keuntungan yang biasanya dilakukan oleh tim pemasaran yang merupakan satu-satunya tim yang menghasilkan pendapatan untuk perusahaan tersebut.

      Keuntungan yang didapat diperoleh sebagai hasil dari penjualan barang atau jasa yang ditujukan untuk memuaskan pelanggan atau pembeli.

      3. Menciptakan pelanggan baru

      Selain itu, perusahaan juga memiliki tujuan untuk mendirikan dan menjual produk atau jasa kepada pelanggan dan dibutuhkan strategi yang tepat. Konsumen merupakan hal penting yang harus diberikan kepuasan terbaik agar perusahaan mendapat keuntungan dan menentukan barang atau jasa yang akan dijual kembali.

      Dalam tahap menciptakan konsumen baru, artinya perusahaan harus mampu mengeksplorasi dan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan secara lebih luas.

      Jika suatu perusahaan ingin maju dan bertahan dalam berbisnis, maka akan menciptakan pelanggan baru menjadi hal yang krusial sehingga dibutuhkan analisis untuk memahami keinginan konsumen.

      4. Memuaskan pelanggan

      Suatu perusahaan menciptakan barang dan jasa tidak hanya untuk memeroleh pendapatan tetapi juga untuk memuaskan pelanggan. Oleh sebab itu, perusahaan harus terus mengembangkan dan mendistribusikan produk, baik barang atau jasa untuk memenuhi ekspektasi pelanggan untuk memberikan kepuasan.

      Jika konsumen tidak puas, maka bisnis tidak akan dapat menghasilkan pendapatan untuk memenuhi biaya dan untuk mendapatkan pengembalian modal yang wajar.

      Oleh sebab itu, perlu untuk memerhatikan kepuasan pelanggan, bukan hanya dari barang atau jasa tapi sesuai dengan kebutuhan konsumen.

      Para pelanggan atau konsumen juga biasanya akan melakukan rekomendasi pada orang-orang terdekatnya untuk membeli barang yang dibelinya karena puas, sehingga produk yang dipasarkan akan semakin dikenal banyak orang.

      5. Mencitrakan produk yang baik di mata publik

      Tujuan terakhir dari manajemen pemasaran yakni untuk membangun citra produk yang baik di dalam masyarakat. Tim pemasaran yang menyediakan barang dan jasa yang berkualitas untuk konsumen harus memasang harga wajar untuk menciptakan citra baik pada konsumen.

      Konsep Manajemen Pemasaran

      Jika memiliki bisnis, selain perusahaan, seseorang atau yang merupakan produsen harus memulai tugasnya dengan fokus pada konsumen sebelum menjalankan manajemen pemasaran yang baik. Produsen atau perusahaan dituntut mempelajari konsumen dan memahami kebutuhan, keinginan, persyaratan, dan kemudahan.

      Oleh karena itu, perusahaan harus merancang strategi yang efisien dan efektif untuk dapat menarik konsumen dan juga memuaskan konsumen.

      Sehingga perlu dilakukan strategi mendesain dan memproduksi barang atau jasa yang akan diterima oleh konsumen dan dapat diproduksi dengan mudah dan cepat.

      Diperlukan juga konsep pemasaran yang merupakan konsep di dalam manajemen pemasaran yang harus dipraktikkan. Di zaman ini, konsep pemasaran yang dibutuhkan adalah konsep pemasaran modern yang terdiri dari upaya terpadu dari pihak pemasar untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan kepuasan konsumen.

      Di bawah ini adalah beberapa fitur dari konsep pemasaran, di antaranya:

      1. Fokus pada kebutuhan pelanggan

      Manajemen pemasaran memiliki konsep fokus terhadap kebutuhan pelanggan. Oleh sebab itu, kebutuhan konsumen pelanggan harus dipelajari dan menjadi dasar dari semua kegiatan terkait manajemen pemasaran, seperti perancangan produk, harga produk, distribusi, pengemasan, dan lain-lain.

      2. Memberikan kepuasan konsumen

      Selain itu, diperlukan juga konsep untuk memberikan kepuasan konsumen secara maksimal dengan memahami kebutuhan dan merancang produk yang sesuai. Keberhasilan manajemen pemasaran suatu perusahaan akhirnya berkaitan pada kepuasan yang diberikan konsumen.

      3. Manajemen pemasaran terpadu

      Konsep manajemen pemasaran terpadu ini merupakan bagian dari total fungsi manajerial organisasi seperti manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Semua fungsi ini terintegrasi untuk memberikan kepuasan maksimum kepada konsumen.

      4. Mencapai tujuan perusahaan

      Manajemen pemasaran juga memiliki konsep untuk mencapai tujuan perusahaan yang mana memaksimalkan kepuasan konsumen dan dalam proses memungkinkan dirinya untuk mencapai tujuan-tujuan seperti pertumbuhan, pangsa pasar, dan jumlah laba yang wajar atau pengembalian investasi.

      5. Inovasi

      Konsep terakhir dalam manajemen pemasaran adalah inovasi untuk mencapai kepuasan konsumen. Dengan dilakukannya metode inovatif, maka perusahaan akan mampu memahami konsumen, mendesain produk yang sesuai, dan menawarkan kepada konsumennya dengan maksimal.

      Nah itu dia penjelasan tentang apa itu manajemen pemasaran, mulai dari pengertian, fungsi, tujuan dan konsep yang harus dijalankan dalam memanajemen marketing.


    • 1. Silahkan untuk memberikan tanggapan/ komentar/ ringkasan

      2. Tanggapan/ komentar/ringkasan di upload ke forum diskusi lms

      3. Upload sesuai jam kuliah 13.00 -14.30

  • Manajemen Sumber Daya Manusia

    Ruang lingkup Manajemen SDM

    Kompensasi dan tunjangan

    - Pemutusan hubungan kerj


  • Manajemen Operasi

    Ruang lingkup manajemen operasi

    Keputusan-keputusan  penting dalam manajemen operasi

    Pengembangan produk

     


    • Manajemen Operasional: Pengertian, Tujuan, Ciri, Fungsi dan Strategi.

      Manajemen Operasional ΓÇô Manajemen operasional dibutuhkan dalam sebuah bisnis untuk mengontrol aktivitas produksi. Sebuah bisnis membutuhkan pengawasan terhadap beberapa unsur penunjang kegiatannya. Seperti keuangan, pemasaran, dan juga produksi yang masuk ke dalam kegiatan operasional.

      Manajemen ini merupakan sebuah perencanaan yang fokusnya pada kegiatan produksi. Tugasnya untuk memastikan proses produksi terjaga dan berjalan sebagaimana mestinya. Manajemen ini juga harus memastikan proses produksi terpelihara dan perkembangannya berjalan sesuai yang direncanakan.

      Manajer operasi bertanggung jawab penuh terhadap jalannya manajemen operasional. Manajer operasi berkewajiban mengawasi dan mengelola proses operasional. Dimulai dari proses pengubahan sumber daya bahan baku, energi, dan tenaga kerja menjadi bentuk barang dan jasa, atau dengan kata lain harus mampu mengelola proses pengubahan input menjadi output.

      Manajer operasi sangat penting posisinya dalam sebuah bisnis. Dikarenakan operasional merupakan salah satu dari fungsi strategis perusahaan. Seperti diketahui, fungsi strategis perusahaan itu ada tiga, yakni pemasaran, keuangan, dan operasional. Berarti manajemen operasional memiliki kedudukan penting untuk menyempurnakan strategi perusahaan. Juga memiliki kepentingan untuk memastikan perusahaan dapat bertahan jangka panjang dalam kondisi yang baik.

      Untuk lebih jelasnya lagi, manajemen operasional adalah manajemen yang digunakan untuk merancang strategi dan menata kegiatan praktik perusahaan. Tentu saja tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan income perusahaan. Berikut ini adalah poin-poin penting tentang manajemen operasional yang harus Anda pahami.

      Pengertian Manajemen Operasional

      Manajemen operasional merupakan bagian manajemen yang erat kaitannya dengan mengawasi, merancang, dan mengendalikan kegiatan produksi. Selain itu, manajemen ini bertugas mengendalikan kegiatan produksi dan proses perbaikan strategi kegiatan bisnis dalam hal produksi barang dan jasa.

      Kegiatan manajemen operasional erat kaitannya dengan bermacam aktivitas perusahaan dalam melakukan pengubahan rangkaian input dasar. Seperti pengubahan input bahan baku, energi, kebutuhan konsumen, informasi, kemampuan perusahaan, keuangan perusahaan, dan lainnya menjadi output untuk konsumen.

      Bidang pekerjaannya juga luas, berhubungan dengan bagian lainnya di perusahaan. Seperti dengan bagian pemasaran, penjualan, keuangan. Disinilah peran manajer operasi yang sesungguhnya, dimana harus mampu untuk menjalankan manajemen operasional sekaligus terlibat dalam aktivitas operasionalnya. Manajer operasi yang jadi penghubung di setiap bidang cakupan produksi hingga pendistribusian produk.

      Manajemen operasional erat kaitannya dengan teknologi yang dimiliki perusahaan. Bisnis yang memiliki basic teknologi modern jelas akan lebih mampu bersaing dan bertahan. Sebaliknya, perusahaan yang tidak menggunakan teknologi akan sulit berkembang. Seperti contohnya adalah penggunaan perangkat lunak pada manajemen operasional dalam membantu proses produksi yang saat ini referensinya masih sangat terbatas.

      Berarti terjawab sudah, bahwa manajemen operasional memang fokus pada proses pengubahan input menjadi output. Manajemen ini harus dapat memastikan perusahaan melakukan proses tersebut dengan baik, dan terlaksana secara efisien juga efektif.

      Bidang pekerjaan manajemen operasional meliputi pengadaan barang atau jasa dari sumber terkait, menjalin hubungan baik dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses operasional, serta meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan sumber daya.

      Pentingnya Manajemen Operasional Bagi Perusahaan

      Mengapa manajemen operasional begitu penting? Manajemen ini membantu beberapa bidang pengelolaan operasional. Seperti yang dijelaskan beberapa poin berikut ini.

      1. Membantu perusahaan mencapai tujuan

      Manajemen operasional membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Manajemen ini harus bisa memastikan semua kegiatan perusahaan berjalan semestinya.

      2. Membantu meningkatkan produktivitas pekerja

      Manajemen operasional membantu pekerja lebih produktif. Manajer operasi sebagai penanggung jawab manajemen ini berkewajiban melatih dan mendidik pekerja.

      3. Membantu meningkatkan niat baik

      Niat baik disini berarti tujuan perusahaan dalam menjalankan usahanya untuk memberi kepuasan pada pelanggan. Manajemen operasional membantu eksistensi perusahaan, juga membantu untuk mencapai niat baik ini. Manajemen ini memastikan  mengirim produk terbaik demi kebahagiaan pelanggan.

      Untuk mencapai hal ini berarti manajemen operasional harus mampu meningkatkan pemanfaatan sumber daya perusahaan. Manajemen harus membuat perencanaan, mengontrol semua kegiatan, dan memastikan semua sumber daya digunakan secara efisien.

      4. Membantu Memotivasi Karyawan

      Manajemen ini membantu para pekerja memahami perannya dalam perusahaan. Para pekerja tersebut di bawah pengawasan manajer operasi hingga dapat bekerja sesuai porsi yang diberikan dalam suasana mendukung. Pekerja juga akan diberi hadiah dan penghargaan sesuai kinerjanya.

      Tujuan Manajemen Operasional

      Manajemen ini bertugas mengatur seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan. Sumber daya tersebut berupa bahan baku, pekerja, mesin, dan perlengkapan lainnya, dan memastikan seluruh proses produksi berjalan efisien dan efektif. Berikut ini tujuan dari manajemen operasional.

      1. Manajemen ini bertujuan meningkatkan efisiensi perusahaan, atau dikenal juga dengan efficiency.
      2. Mempunyai tujuan meningkatkan produktivitas perusahaan, atau dikenal juga dengan productivity.
      3. Bertujuan meminimalisir biaya pengeluaran perusahaan untuk berbagai kegiatan, dikenal juga dengan istilah economy.
      4. Memiliki tujuan meningkatkan kualitas perusahaan, atau dikenal juga dengan quality.
      5. Mempunyai tujuan mengontrol waktu proses produksi seminimal mungkin, dikenal juga dengan reduced processing time.

      Ciri Manajemen Operasional

      Pada dasarnya ada tiga ciri karakteristik dari manajemen operasional, yaitu:

      1. Memiliki tujuan memproduksi barang dan jasa.

      Ciri paling pertama dari manajemen ini adalah memiliki tujuan untuk mengatur seluruh kegiatan produksi barang dan jasa untuk menghasilkan pendapatan. Manajemen ini bertugas mengontrol seluruh kegiatan produksi dan memastikan perusahaan memperoleh laba.

      2. Memiliki kegiatan proses pengubahan

      Proses pengubahan atau transformasi merupakan seluruh kegiatan atau sebagian kegiatan yang mengambil satu atau beberapa input, mengubahnya, lalu memberikan nilai guna, hingga pada akhirnya menjadi output untuk konsumen

      Contoh transformasi untuk input akan lebih mudah diidentifikasi apabila jelas wujudnya. Seperti misalnya input benang yang diubah menjadi kain, atau tepung yang diubah menjadi kue kering dan cake. Namun identifikasi akan sulit apabila yang diubah adalah input orang atau informasi. Misalnya klinik yang mengubah input orang sakit menjadi sehat. Kemudian stasiun televisi yang mengubah hasil wawancara menjadi berita.

      3. Adanya sebuah mekanisme pengendalian terhadap sebuah operasi

      Yang terakhir sebagai ciri dari manajemen operasional adalah adanya mekanisme untuk mengendalikan operasi sebuah bisnis. Mekanisme ini harus diterapkan pada semua departemen bisnis, seperti untuk peningkatan kualitas produk, cara mengurangi limbah, juga peningkatan penjualan.

      Fungsi Manajemen Operasional

      Tujuan manajemen operasional diterapkan dalam sebuah perusahaan adalah untuk mencapai tingkat aktivitas yang lebih efisien. Manajemen ini memiliki beberapa fungsi untuk memudahkan tujuan tersebut. Fungsi-fungsi yang dimaksud meliputi perencanaan, pengorganisasian, serta pengawasan operasional usaha untuk hasil produksi yang lebih baik.

      Kontrol terhadap operasional perusahaan juga bertujuan meminimalkan biaya produksi juga menghindarkan pemakaian sumber daya secara berlebihan. Agar tujuan tersebut tercapai, manajemen operasional memiliki beberapa fungsi yang mencakup bidang-bidang berikut ini.

      1. Keuangan

      Unsur pelengkap paling penting dalam pengelolaan operasional adalah keuangan. Manajemen ini harus dapat memastikan keuangan perusahaan digunakan sesuai rencana dan tidak keluar jalur. Keuangan tersebut harus benar-benar digunakan untuk produksi barang dan jasa yang berkualitas.

      Keuangan yang tepat guna bisa dipastikan akan mempermudah proses penciptaan produk dan layanan yang optimal. Tentunya produk barang dan jasa ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan secara menyeluruh.

      2. Strategi

      Fungsi manajemen operasional digunakan dalam menyusun strategi bisnis untuk mengoptimalkan sumber daya perusahaan, juga meningkatkan daya saing dengan perusahaan lain. strategi bisnis yang dimaksud mencakup pengadaan bahan baku, pemasaran, kemampuan finansial, dan pengoptimalan sumber daya manusia.

      3. Operasional

      Fungsi manajemen ini erat kaitannya dengan operasional perusahaan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta kontrol atas seluruh aktivitas usaha. Fungsi utama manajemen operasional memang berkaitan dengan seluruh aktivitas perusahaan. Dimana tugasnya membantu pengubahan bahan baku dan jasa pekerja menjadi produk dan layanan berkualitas untuk kepuasan konsumen.

      4. Desain Produk

      Teknologi modern memudahkan penjualan menjadi lebih cepat dan sederhana prosesnya. Fungsi dari manajemen operasional di sini adalah memastikan produk dibuat sesuai keinginan dan kebutuhan pasar. Pasar atau konsumen tentunya sangat memperhatikan segi kualitas. Karena itu produk yang dihasilkan harus dipastikan tahan lama dan berkualitas.

      5. Mempertahankan Kualitas

      Kualitas produk yang dihasilkan perusahaan harus dipastikan baik oleh sistem yang ada dalam manajemen operasional. Tim manajemen harus mengontrol dan memastikan produk barang dan jasa tidak ada cacatnya. Mereka juga harus mengawasi pekerja dalam menjalankan tugasnya. Apabila ada cacat pada produk yang dihasilkan, tim harus segera bertindak untuk memperbaikinya.

      6. Prediksi

      Prediksi merupakan perkiraan kejadian yang akan datang dengan menggunakan perangkat lunak. Dalam manajemen operasional, prediksi digunakan untuk memperkirakan permintaan konsumen terhadap sebuah produk. Prediksi ini berkaitan dengan jumlah produk yang dibutuhkan konsumen untuk waktu tertentu.

      Adanya manajemen operasional pada sebuah perusahaan akan membantu meningkatkan produktivitas di dalamnya, namun harus adanya rancangan serta pengelolaan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menjalannya dengan baik yang dapat kamu pelajari pada buku Manajemen Operasional Strategi & Analisa

      Fungsi Manajemen Operasional pada Bisnis

      Adapun fungsi manajemen operasional pada bisnis ada empat, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

      1. Perencanaan

      Tahapan ini dimulai dari menentukan jenis produksi barang dan jasa, serta waktu yang tepat untuk memasarkannya. Termasuk didalamya merencanakan sumber daya dan fasilitas yang digunakan untuk membuat sebuah produk. Tanggung jawab manajer operasi adalah dalam hal pengembangan program, kebijakan, juga kebutuhan prosedur dalam mencapai tujuan operasional bisnis.

      2. Pengorganisasian

      Jumlah dan jenis sumber daya manusia harus ditentukan demi kelancaran seluruh kegiatan. Dengan kata lain, manajer operasi membentuk susunan pekerja, baik individu, kelompok, atau departemen dalam sebuah sistem operasional untuk mencapai tujuan perusahaan.

      3. Penelaah

      Tahapan penelaah meliputi seluruh kegiatan dalam mendapatkan keterangan tentang aktivitas yang dikerjakan dalam kegiatan operasional perusahaan.

      4. Pengawasan

      Pengawasan berfungsi mengontrol seluruh aktivitas dengan tujuan mengarahkan dan menjamin seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai yang direncanakan.

      Strategi Manajemen Operasional

      Dalam mempelajari strategi manajemen operasional, kita harus mengetahui bahwa di dalamnya terdapat sistem yang berjalan, seperti yang dijelaskan pada buku Sistem Operasional Manajemen Distribusi yang dapat Grameds baca di bawah ini.

      Cara paling jitu menyusun strategi adalah dengan memahami berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan. Karena strategi sangat dipengaruhi oleh unsur internal perusahaan seperti, sumber daya perusahaan berupa teknologi dan masalah eksternal, yaitu pangsa pasar.

      Kenyataannya, perusahaan banyak yang menyusun strategi dengan cara mengkombinasikan faktor internal dan eksternal.

      1. Konten Strategi

      Strategi disini erat kaitannya dengan memenuhi kebutuhan pasar, juga memanfaatkan berbagai kesempatan untuk pangsa pasar yang lebih berpotensi. Strategi sangat bergantung pada rencana perusahaan. Tetap saja dalam penyusunan strategi manajemen operasional terdapat beberapa konten penting.

      2. Rancang proses

      Dalam konten ini terdapat kegiatan penelitian, perkiraan, dan pengembangan. Dimana semua kegiatan tersebut memerlukan keahlian juga energi yang hasilnya dapat bertahan dalam waktu lama.

      3. Inovasi

      Merupakan proses pembaruan output perusahaan agar dapat bersaing dengan perkembangan zaman.

      4. Penggunaan data

      Merupakan kegiatan analisis yang penting untuk perencanaan, penyesuaian, dan juga pengambilan keputusan yang tepat.

      5. Manajemen supply chain

      Merupakan manajemen yang mengatur hubungan perusahaan dengan produsen yang memasok bahan baku.

      6. Analisis inventaris

      Merupakan kegiatan yang mengelola inventaris perusahaan, dan membaginya dalam analisis ABC. Persediaan yang dimiliki dibagi jadi 3 kategori A, B, dan C. Kategori A memiliki nilai dan kontrol paling banyak, sedangkan C paling sedikit.

      7. Kontrol produksi

      Adalah manajemen operasional yang efektif serta efisien terhadap proses.

      8. Kolaborasi antar departemen

      Berdasar sistem kolaborasi dan komunikasi yang baik, manajemen operasional dapat berkolaborasi secara efektif dengan bagian keuangan, pemasaran, penjualan, sumber daya manusia, dan bagian lainnya.

      9. Mengelola sumber daya manusia

      Manajemen yang mengatur para pekerja perusahaan, tingkat kepuasan pelanggan, juga kontrol kualitas.

      Kenyataannya, strategi manajemen ini haruslah meliputi beberapa hal berikut ini:

      • Kapasitas perusahaan yang dibutuhkan dalam mencapai tujuannya.
      • Waktu dan tempat fasilitas.
      • Sumber daya teknologi untuk mengembangkan proses beserta produk.
      • Menjalin hubungan antara konsumen yang ideal dengan pemasok.
      • Proses pengenalan produk baru juga layanan.
      • Struktur organisasi sebagai penggambaran perusahaan telah melaksanakan rencana dengan baik.

      Berikut ini beberapa bidang kegiatan yang membutuhkan keahlian manajemen operasional dalam pelaksanaannya.

      • Manajer pabrik, merupakan keahlian dalam bidang perencanaan produksi, manajemen pembelian dan persediaan. Termasuk juga kontrol terhadap pekerja di bagian operasional  dan sumber daya lainnya.
      • Direktur pembelian, berkaitan dengan fungsi pembelian, keahlian menelaah penjualan, menjalin hubungan yang baik dari supplier hingga distributor, dan koordinasi kegiatan operasi perusahaan.
      • Manajer mutu, melakukan pengawasan terhadap semua konsep kualitas. Karena mutu merupakan tanggung jawab bersama.
      • Konsultan perbaikan proses, kegiatan yang berkaitan dengan desain proses juga konsultasi tentang berbagai perbaikan proses.
      • Manajer dan perencana rantai pasokan, sepenuhnya memegang tanggung jawab tentang pembicaraan kerjasama antara perusahaan dengan supplier dan distributor.

      Kesimpulan Manajamen Operasional

      Setelah memahami pembahasan sebelumnya, dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen operasional adalah sistem yang penting dalam perusahaan. Jadi keefektifitasan dan efisiensi manajemen operasional berdampak besar pada perusahaan. Sistem pada manajemen ini memiliki peran untuk membuat produk yang dihasilkan sesuai standar operasi yang telah ditentukan. Produk yang dihasilkan juga harus mampu memuaskan kebutuhan konsumen.

      Hal lain yang harus diperhatikan dalam manajemen operasional adalah proses pencatatan keuangan yang transparan dan efisien. Pencatatan keuangan yang baik membuat semua rencana bisnis berjalan maksimal. Laporan keuangan akan berlangsung maksimal karena seluruh laporan disajikan sesuai kenyataan yang ada.

      Bisnis dengan pembukuan yang baik akan memudahkan dalam kontrol finansialnya. Baik keuangan yang termasuk ke dalam pendapatan, maupun pengeluaran. Modal perusahaan juga akan terlihat apakah digunakan sesuai dengan perencanaan atau tidak. Selain itu akan dapat dikontrol pengeluaran perusahaan, terutama dalam hal biaya bahan baku dan produksi. Untuk mendukung manajemen memang dibutuhkan sumber daya teknologi yang cakap.

      Pengelolaan operasional dibutuhkan agar perusahaan dapat berkembang dengan optimal. Pengayaan sistem pengawasan terhadap berbagai departemen yang ada dalam bisnis wajib dilakukan oleh sistem pengelolaan ini.

      Manajemen operasional merupakan aplikasi dari ilmu manajemen yang bertujuan mengatur seluruh aktivitas perusahaan agar berjalan efektif. Manajemen ini harus mengandung sistem kepengurusan dan harus dilaksanakan berdasar fungsinya. Tanpa pengelolaan operasional, dikhawatirkan seluruh unsur pendukung aktivitas perusahaan tidak dapat berjalan semestinya.





    • 1. Silahkan untuk memberikan tanggapan/ komentar/ ringkasan

      2. Tanggapan/ komentar/ringkasan di upload ke forum diskusi lms

      3. Upload sesuai jam kuliah 8.50-10.20


  • Manajemen Keuangan dan Akuntansi

    Ruang lingkup manajemen keuangan dan Akuntansi

    Fungsi manajemen keuangan dan akuntansi

    Tujuan manajemen keuangan dan akuntansi


    • Manajemen Keuangan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Prinsip, dan Tips Pengelolannya

      Pengertian Manajemen Keuangan

      Keuangan dalam sebuah perusahaan menjadi pondasi yang kuat terbangunnya sebuah perusahaan. Keuangan juga bersifat sangat riskan. Jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi amburadul dan tentunya akan menghentikan jalannya sebuah perusahaan. Dalam sebuah perusahaan dibutuhkan bidang sendiri yang mengurus bagian keuangan atau bisa juga disebut manajemen keuangan.

      Manajemen keuangan adalah kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, serta pengendalian dana dan aset yang dimiliki suatu perusahaan. Pengelolaan keuangan harus direncanakan dengan matang agar tidak timbul masalah di kemudian hari.

      Tujuan Adanya Management Keuangan

      Manajemen keuangan ini harus memiliki tujuan yang jelas, ada beberapa tujuan manajemen keuangan:

      Menjaga Arus Kas

      Dalam sebuah perusahaan, keluar masuknya uang kas harus dipantau terus agar tidak terjadi pengeluaran yang membengkak. Akibatnya bisa menyebabkan kerugian perusahaan. Uang kas biasanya dikeluarkan untuk membeli bahan baku, menggaji karyawan, dan pengeluaran yang lain.

      Memaksimalkan Keuangan Perusahaan

      Tugas manajemen keuangan bukan hanya mengawasi keuangan, tetapi juga melihat aktivitas anggaran dana yang tidak menguntungkan bagi perusahaan yang dapat dihilangkan dan diganti dengan aktivitas yang lebih menguntungkan perusahaan.

      Mempersiapkan Struktur Modal

      Manajer Keuangan dalam merencanakan struktur modal harus bisa menyeimbangkan anggaran yang dimiliki dengan dana yang dipinjam perusahaan.

      Memaksimalkan Keuntungan

      Perencanaan keuangan yang tepat akan mampu memaksimalkan keuntungan yang di dapat dalam waktu jangka yang panjang.

      Meningkatkan Efisiensi

      Dengan menganggarkan dana yang tepat pada semua aspek, maka efisiensi dana perusahaan akan terus meningkat.

      Mengoptimalkan Kekayaan Perusahaan

      Manajer keuangan juga harus mampu membaca pasar saham. Dengan memberikan pembagian laba semaksimal mungkin kepada pemegang saham tentunya akan meningkatkan perusahaan dan memberikan kepercayaan pemegang saham untuk terus berinvestasi di perusahaan.

      Mengurangi Resiko Operasional

      Keputusan yang tepat yang dilakukan manajer keuangan akan berpengaruh terhadap resiko bisnis yang tidak pasti di setiap waktu.

      Memastikan Kelangsungan Kehidupan Perusahaan

      Manajer keuangan memegang peranan penting jalannya sebuah perusahaan. Keputusan yang tepat akan mampu membuat perusahaan bertahan di persaingan bisnis, namun sebaliknya keputusan yang tidak hati-hati akan menyebabkan sebuah perusahaan bangkrut.

      Mengurangi Biaya Modal

      Manajer keuangan harus membuat perencanaan modal yang tepat, agar penggunaan modal dapat diminimalisasi sedemikian rupa.

      Baca juga : Tertarik Memulai Usaha Makanan Ringan? Baca Tipsnya Disini

      manajemen keuangan 2

      Fungsi Manajemen Keuangan yang Harus Kamu Ketahui

      Selain tujuan manajer keuangan di atas, manajer keuangan juga harus mempunyai fungsi yang jelas. Jangan sampai manajer keuangan tidak mempunyai fungsi apa-apa dan hanya berdiri sendiri saja. Ada beberpa fungsi manajer keuangan :

      1. Planning

      Merencanakan keuangan dalam sebuah perusahaan sangat lah penting. Perencanaan keuangan meliputi mengatur uang kas, menghitung rugi laba, merencanakan arus kas.

      2. Budgeting

      Budgeting merupakan kegiatan mengalokasikan dana untuk semua keperluan perusahaan. Alokasi ini harus dilakukan seminimal mungkin dan memaksimalkan anggaran yang ada.

      3. Controlling

      Controlling adalah melakukan pengontrolan atau evaluasi terhadap keuangan yang sedang berjalan. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki sistem keuangan perusahaan agar perusahaan dapat bertahan.

      4. Auditing

      Auditing adalah proses pemeriksaan keuangan. Pemeriksaan keuangan perusahaan sesuai kaidah akuntasi akan menghindari terjadinya penyelewengan dan penyimpangan dana perusahaan.

      5 Reporting

      Reporting adalah melaporkan keuangan. Melaporkan keuangan perusahaan harus dilaksanakan secara terbuka dan transparan di semua kalangan perusahaan. Laporan ini berguna untuk memberikan informasi keadaan keuangan perusahaan.

      Baca juga : Mempelajari Konsep Promosi secara Mendalam untuk Pengembangan Bisnis

      manajemn keuangan 3

      Prinsip Manajemen Keuangan

      Terdapat juga beberapa prinsip manajer keuangan yang harus diterapkan di setiap perusahaan.

      Akuntabilitas

      Akuntabilitas adalah kewajiban moral dan hukum yang terdapat dalam sebuah perusahaan. Sehingga dapat diketahui darimana dana diperoleh, dana dipakai untuk apa saja, serta bagaimana perusahaan memakai dana tersebut. Semua pihak dan aspek di perusahaan harus tahu bagaimana dana dan wewenang itu digunakan.

      Konsistensi

      Sistem keuangan perusahaan harus dilakukan secara konsisten, bukan berarti perusahaan tidak boleh mengganti sistem yang sudah berjalan. Tetapi dengan adanya pergantian tersebut menandakan adanya penggunaan dana yang tidak stabil

      Kelangsungan Hidup

      Manajer keuangan harus bisa merencanakan keuangan agar perusahaan bisa terus berjalan dan hidup. Manajer keuangan juga harus memunyai strategi keuangan yang tepat.

      Transparansi

      Perusahaan harus transparan dan terbuka terhadap keuangan perusahaan. Perusahaan harus menyediakan informasi tentang aktivitasnya dengan orang yang berkepentingan. Keuangan yang akurat, lengkap, dan rapi dapat diakses dnegan mudah oleh setiap manajer yang berkepentingan.

      Standar Akuntansi

      Sistem akuntasi yang berlaku di setiap perusahaan haruslah sama. Yang berrarti semua akuntan di seluruh dunia dapat paham dan mengerti tentang sistem akuntasi yang sama.

      Integritas

      Laporan dan catatan keuangan harus dijaga integritasnya dengan baik. Laporan keuangan harus dibuat selengkap dan seakurat mungkin.

      Pengelolaan

      Perusahaan harus bisa mengelola keuangan perusahaan dengan tepat. Perusahaan harus bisa menjamin bahwa dana yang telah dianggarkan dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan rencana keuangan yang telah dibuat sebelumnya.

      Tips Mengelola Manajemen Keuangan

      Setelah Anda tahu tentang fungsi, tujuan, dan prinsip manajer keuangan. Kita juga harus tahu bagaimana tips pengelolaan keuangan yang ampuh. Berikut ada beberapa tips pengelolaan keuangan yang tepat guna.

      Pisahkan Antara Rekening Pribadi dan Keuangan Perusahaan

      Banyak pelaku bisnis yang masih mencampurkan uang pribadi dan uang perusahaan. Uang pribadi dan perusahaan harus dipisah, hal tersebut berguna untuk mengukur keadaan keuangan perusahaan dan menghindari penyalahgunaan keuangan perusahaan.

      Alokasikan Pengeluaran untuk Menggaji Diri Sendiri

      Meskipun perusahaan tersebut milik Anda sendiri, di setiap bulan Anda harus mengalokasikan dan untuk menggaji diri Anda sendiri yang pasti sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda meminjam uang di perusahaan sendiri juga harus dicatat sebagai utang dan harus dikembalikan.

      Buat Laporan Keuangan

      Laporan keuangan dibuat dengan tujuan mengetahui keluar masuknya uang dan dapat mengetahui untung dan rugi usaha yang sedang berjalan.

      Buat Catatan Proyeksi Arus Kas

      Dengan adanya catatan proyeksi arus kas, perusahaan bisa mengetahui kapan harus mengeluarkan dana serta kapan waktunya menerima dana. Catatan ini juga berfungsi untuk mencari upaya sebelum terjadi kerugian pada keuangan perusahaan.

      Hindari Uang Menginap di Karyawan

      Jangan sampai uang perusahaan dibawa oleh karyawan yang mengatur keuangan perusahaan. Besar kemungkinan uang tersebut akan dipakai untuk keperluan pribadi si karyawan.

      Lakukan Cek Stok Barang

      Mengecek stok barang secara berkala akan meminimalisir manipulasi. Sering terjadi stok barang yang sudah terjual ditulis belum terjual. Jadinya, dana yang harusnya masih ada harus menghilang tanpa tujuan yang jelas.

      Pisahkan Kasir dan Akunting

      Bagian yang memegang uang kasir juga harus membuat laporan keuangannya sendiri. Uang kasir harus dilaporkan setiap harinya, hal ini untuk menghindari potensi manipulasi data.

      Untuk memudahkan hal tersebut Anda bisa menggunakan software POS dan akuntansi untuk meminimalisir tindakan fraud dan memudahkan Anda memantau bisnis.

      Untuk hasil yang maksimal Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur integrasi dengan berbagai software kasir, contohnya adalah seperti Accurate Online.

      Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis di Indonesia. Accurate Online juga memiliki fitur terbaik dengan pengintegrasian dengan software lainnya, contohnya adalah software kasir seperti Moka Pos.


  • Yang disorot

    1.  Kerjakan soal UASberikut ini. Jangan lupa tulis nama, npm dan kelas

    2. Jawaban UAS tulis tangan di lembar jawaban

    3. Diizinkan untuk membuka atau membrowsing dari internet.

    4. Tidak di perkenankan untuk kerja sama atau mencontek teman