Garis besar topik
-
-
Assalamualaikum.wr.wb
Apakabar ..semoga sehat semua..
Setelah kita melakukan UTS, maka hari ini kita kembali melakukan diskusi dengan pokok bahasan KONSEP LIABILITAS DAN EKUITAS. Apa dan bagaimana konsep liabititas dan EKUITAS di dalam akuntansi. Akan kita bahas satu persatu meliputi:
- Definisi
- Jenis-jenis
- Pengakuan, Pengukuran, Penilaian
-
LIABILITAS
Definisi
Liabilitas adalah suatu kewajiban atau hutang yang harus segera dibayarkan atau dilunasi oleh si kesatuan usaha atau si peminjam kepada si pemberi pinjaman, dan akan dibayarkan atau dilunasi pada masa yang akan mendatang. Liabilitas sendiri juga bukan hanya berupa jumlah nominal saja (uang) tapi juga dapat berupa benda-benda, alat-alat, dan juga dapat berupa jasa.
Menurut IFRS (PSAK 57), Liabilitas adalah kewajiban kini dari perusahaan yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaian yang diharapkan dapat menghasilkan arus keluar dari sumber daya perusahaan dalam mewujudkan manfaat ekonomi.
FASB (Financial Accounting Standard Board) mendefinisikan liabilitas sebagai pengorbanan manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti yang timbul dari keharusan sekarang suatu kesatuan usaha untuk mentransfer aset.
Dengan kata lain, liabilitas merupakan suatu usaha yang harus dikeluarkan karena sebab adanya transaksi atau peristiwa di masa lalu yang diharapkan dapat mendatangkan manfaat ekonomi di masa mendatang.
B. Faktor Muncul atau Terjadinya Liabilitas atau Kewajiban
Menurut Kohler (1970), hutang atau liabilitas terjadi karena beberapa faktor berikut ini:
- Kewajiban legal/kontrak (contractual liabilities) Kewajiban legal adalah hutang yang timbul karena adanya ketentuan formal berupa peraturan hukum untuk membayar kas atau menyerahkan barang (jasa) kepada entitas tertentu.
- Kewajiban konstruktif (constructive liabilities) Kewajiban konstruktif timbul karena kewajiban tersebut sengaja diciptakan untuk tujuan/kondisi tertentu, meskipun secara formal tidak dilakukan melalui perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah tertentu di masa yang akan datang.
- Kewajiban equitable. Kewajiban equitable adalah hutang yang timbul karena adanya kebijakan yang diambil oleh perusahaan karena alasan moral/etika dan perlakuannya diterima oleh praktik secara umum.
C. Jenis-jenis Liabilitas
Liabilitas terbagi menjadi tiga: liabilitas lancar, liabilitas tidak lancar, dan kontinjensi.
a. Liabilitas lancar (liabilitas jangka pendek)
Liabilitas lancar merupakan kewajiban yang jatuh tempo pembayarannya dalam kurun waktu satu tahun. Contohnya: akun hutang, hutang bunga, hutang pajak penghasilan, biaya yang masih harus dibayar.
b. Liabilitas tidak lancar (liabilitas jangka panjang)
Liabilitas yang periode atau waktu terhutangnya selama lebih dari satu tahun. Misalnya 10 tahun. Liabilitas ini salah satu sumber penting bagi perusahaan. Perusahaan biasanya mengambil hutang jangka Panjang untuk mendapatkan modal langsung untuk membiayai pembelian asset modal atau melakukan investasi dalam proyek-proyek modal baru. Contoh hutang jangka Panjang ini yaitu: hutang obligasi, hutang hipotek, sewa modal, wesel jangka Panjang, dan kewajiban pajak tangguhan.
c. Kontinjensi
Kewajiban potensial yang mungkin terjadi tergantung pada hasil dari peristiwa masa depan yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali suatu entitas. Liabilitas ini dapat juga disebut sebagai liabilitas atau kewajiban bersyarat. Dikatakan sebagai bersyarat karena kewajiban sosial seorang penjamin, atau bisa juga karena sebab perkara hukum yang tertunda yang memiliki kewajiban keuangan potensial.D. Pengakuan, Pengukuran, dan Penyajian Liabilitas
1. Pengakuan
Pada prinsipnya, kewajiban diakui pada saat keharusan telah mengikat akibat transaksi yang sebelumnya telah terjadi. Mengikatnya suatu keharusan harus dievaluasi atas dasar kaidah pengakuan.
2. Pengukuran
Pengakuan dilakukan setelah suatu kewajiban terukur dengan cukup pasti. Penentuan kos kewajiban pada saat terjadi paralel dengan pengukuran asset.
3. Penyajian dan Pengungkapan
Secara umum, kewajiban disajikan dalam neraca berdasarkan urutan kelancarannya sejalan dengan aset. PSAK No. 1 menggariskan bahwa aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo. Ini berarti kewajiban jangka pendek disajikan lebih dahulu daripada kewajiban jangka panjang. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pembaca untuk mengevaluasi likuiditas perusahaan.
PSAK No. 1 menentukan bahwa semua kewajiban yang tidak memenuhi kriteria sebagai kewajiban jangka pendek diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Kriteria tersebut adalah diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan, atau jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca.
-
-
Definisi Ekuitas
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI ) atau PSAK (2002) pasal 49, ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Berbagai sumber yang lain mendefinisi ekuitas yang tidak berbeda denagn definisi menurut IAI. Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas bukan kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber ekonomik masa datang. Karena didefinisi atas dasar asset dan kewajiban, nilai ekuitas juga bergantung pada bagaimana asset dan kewajiban diukur.
2. Komponen Ekuitas
Komponen ekuitas terdiri dari :
a. Modal setoran (contributed capital),
terdiri dari modal yuridiksi (legal capital) yang dihitung berdasar nilai pari (par value) menunjukkan aktiva netto yang tidak dapat distribusikan. Kelebihan nilai diatas nilai nominal diakui sebagai agio saham (additional paid in capital)
b. Laba Ditahan (retained earnings)
terdiri dari laporan laba rugi, penyesuaian periode sebelumnya, dan deviden
c. Penyesuaian modal belum terealisasi (unrealized capital adjustment).
3. Tujuan Penyajian Ekuitas
Pengungkapan informasi ekuitas pemegang saham akan sangat dipengaruhi oleh tujuan penyajian informasi tersebut kepada pemakai statemen keuangan. Pada umumnya, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah menyelidiki akan informasi kepada yang berkepentingan tentang efisiensi dan kepengurusan (stewardship) manajemen serta menyediakan informasi tentang riwayat serta prospek investasi pemilik dan pemegang ekuitas lainnya. Informasi tentang kewajiban yuridis perseroan terhadap para pemegang saham dan pihak lainnya juga merupakan tujuan penyajian ekuitas pemegang saham ini.
4. Teori Ekuitas
a. Teori Propietary
b. Teori Entitas (Kesatuan Usaha)
c. Teori Ekuitas Residual William Paton ( 1962 )
-
LATIHAN:
1. Apa yang dimaksud dengan Laibilitas? Jelaskan!
2. Jelaskan bagaimana proses terjadinya laibilitas? Berikan contohnya.
3. Apakah yang dimaksud dengan kewajiban equitabel? Jelaskan contohnya.
4. Bagaimana liabilities ini disajikan dan dilaporkan dalam laporan keuangan? Jelaskan disertai contohnya.
5. Apakah yang Saudara ketahui tentang kewajiban konstruktif, jelaskan! Bagaimana hal ini dapat terjadi.
6. Bagaimana proses pelunasan laibilitas, jelaskan dan berikan contohnya.
7. Apakah utang jangka panjang yang telah jatuh tempo (masa akhir pelunasan) dapat dikelompokkan dalam utang jangka pendek, jelaskan dan berikan contohnya.
8. Bila suatu liabilities disajikan dalam kelompok laibilitas lancar. Apakah dasar atau ketetuan yang dapat menjelaskan fenomena ini dalam konsep teori Akuntansi. Jelaskan.
-