Garis besar topik


    • No

      Range

      Nilai

      Bobot

      1

      80 ΓÇô 100

      A

      4

      2

      75 ΓÇô 79,5

      A-

      3,75

      3

      68 ΓÇô 74,5

      B+

      3,5

      4

      65 ΓÇô 67,5

      B

      3

      5

      55 ΓÇô 64,5

      C

      2

      6

      30 ΓÇô 54,5

      D

      1

      7

      < 30

      E

      0



    • Assalamualaikum

      Materi hari ini berkaitan dengan Perkembangan Akuntansi dan Kerangka Konseptual. Perkembangan Akuntansi tidak hanya di Indonesia tetapi di Negara Luar juga.

    • Sejarah Akuntansi di Indonesia dan Dunia serta Perkembanganya

      By Ma'ruf

      Sejarah akuntansi ΓÇô Akuntansi adalah sistem pencatatan transaksi bisnis dan keuangan. Akuntansi disebut sebagai bahasa keuangan dan bisnis. Seorang akuntan menerjemahkan transaksi keuangan dan bisnis ke dalam laporan keuangan, supaya bisa lebih mudah dibaca dan dipahami oleh manajemen dan publik. Para ahli Ekonomi berpendapat bahwa akuntansi sudah ada sejak dahulu yaitu ketika manusia melakukan transaksi dengan menggunakan uang sebagai alat pembayaran yang sah.   Berikut beberapa sumber referensi terkait perkembangan akuntansi di dunia.                    

      https://www.akuntansilengkap.com/akuntansi/lengkap-sejarah-akuntansi-di-indonesia-dan-dunia-serta-perkembanganya/

      https://www.kompasiana.com/indahdwilestari/5c87aa03bde5751967073e13/pengaruh-islam-terhadap-perkembangan-akuntansi-syariah?page=all/

      https://ekonomi-islam.com/sejarah-akuntansi-di-negara-islam/


      Proses pembentukan standar akuntansi merupakan proses yang cukup pelik, karena dalam pembentukan atau penyusunannya melibatkan aspek politik, bisnis, sosial budaya. Dan aspek politik menjadi aspek yang paling dominan, hal tersebut dikarenakan melibatkan beberapa kepentingan.

    • Kerangka konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK) merupakan pengaturan yang merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan untuk pengguna eksternal. Kerangka Konseptual bukanlah PSAK, sehingga tidak mendefinisikan standar untuk pengukuran  atau isu pengungkapan tertentu. Tahukah kamu, revisi Kerangka Konseptual merupakan bagian dari wujud komitmen konvergensi IFRS di indonesia.

      Berikut Penjelasannya lebih lanjut:



    • Materi ini berisi penjelasan Revisi dari Kerangka Konseptual 


    • Assalamualaikum.wr.wb

      Selamat siang..semoga tetap semangat ya walaupun siang-siang kita belajar..😊

      Minggu lalu kita sudah membahas tentang kerangka konseptual. Dimana kerangka konseptual tersebut digunakan sebagai dasar dalam penyusunan sebuah standar.

      Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Dewan Standar Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.

      Untuk lebih jelasnya kita akan diskusikan satu-persatu...


    • Dalam praktik Akuntansi di perusahaan sering dijumpai bahwa laporan keuangan harus disusun sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum (PABU) di Indonesia atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) di USA. Prinsip dasar tersebut akan menentukan seberapa besar kualitas informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Meskipun GAAP sering dipakai dalam praktik akuntansi, namun istilah GAAP atau PABU ini hendaknya dapat didefinisikan secara jelas.

    • Setelah kita mempelajari bagaimana teori sampai dengan Standar Akuntansi Keuangan, kini saatnya kita membahas satu persatu perlakuan dari elemen Persamaan Dasar Akuntansi. Dimulai dari KONSEP ASET

      item :

      • Definisi
      • Karakteristik
      • Penilaian
      • Pengakuan
      • Masalah-masalah Khusus
      • Aset menurut IFRS

    • Aset dalam Akuntansi: Pengertian, Jenis dan Siklus Hidup

      https://finata.id/aset-dalam-akuntansi/

      Aset dalam akuntansi disebut aktiva yang dianggap sebagai hal sangat penting dan krusial bagi keberlangsungan perusahaan. Aktiva dapat diartikan sebagai segala kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Kekayaan tersebut berupa sumber daya bentuk benda maupun hak yang dikuasai. Aktiva dapat diakui ketika kekayaan tersebut bisa diukur menggunakan satuan mata uang seperti rupiah, dollar, yuan ataupun mata uang lainnya.

      Apa yang Dimaksud Aset dalam Akuntansi?

      Aset dalam akuntansi atau aktiva dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit. Kekayaan tersebut adalah seluruh sumber daya yang dimiliki entah dalam bentuk benda maupun hak kuasa yang diperoleh dimasa lalu. Berikut ini pengertian aset berdasarkan beberapa ahli:

      • Munawir

      Menurut Munawir, aset adalah sumber daya atau sarana yang terdapat nilai ekonomis yang bisa menunjang perusahaan dengan harga perolehannya. Aset harus dapat diukur dengan objektif.

      • Hidayat

      Aset menurut Hidayat adalah barang yang bergerak maupun tidak bergerak, berwujud maupun  tidak berwujud di mana seluruh hal tersebut meliputi harta aset sebuah perusahaan, instansi, organisasi atau perorangan.

      • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

      Ikatan Akuntan Indonesia mendefinisikan aset adalah sumber daya yang dikuasai perusahaan akibat kejadian di masa lalu. Aset bisa memberikan manfaat ekonomis bagi perusahaan di masa yang akan mendatang.

      • Siregar

      Siregar berpendapat pengertian aset adalah barang atau sesuatu barang yang memiliki ekonomi atau nilai guna, nilai komersial atau nilai tukar yang dimiliki oleh suatu instansi, badan usaha atau perorangan.

      • Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

      Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No, 16 revisi tahun 2011, aset adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan atau seseorang baik berwujud atau tidak  berwujud yang bernilai atau berharga yang akan mendatangkan manfaat bagi perusahaan atau seseorang tersebut.

      • International Financial Reporting Standards (IFRS)

      Menurut IFRS, Aset merupakan suatu sumber yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu.Misalnya membeli atau menciptakan sendiri dan dari manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan.

      Jenis-jenis Aset

      Setelah mengetahui pengertian aset dalam akuntansi, kini saatnya Anda mengenal jenis-jenis aset dalam akuntansi. Jenis-jenis aset dalam akuntansi ini meliputi:

      1. Aset Lancar (Current Asset)

      Aset Lancar atau Aktiva Lancar merupakan aset yang diharapkan dapat dicairkan atau diuangkan tidak lebih dari 1 siklus akuntansi atau satu tahun. Aset dalam akuntansi yang bersifat lancar terdiri dari beberapa bagian :

      • Kas
      • Surat Berharga
      • Piutang Dagang
      • Piutang Wesel
      • Piutang Pendapatan
      • Beban dibayar di Muka
      • Persediaan Barang Dagang
      • Perlengkapan

      2. Aset Tetap (Fixed Asset)

      Aset Tetap atau Aktiva Tetap merupakan suatu kekayaan yang dimiliki perusahaan dimana umur ekonomis atau pemakaiannya lebih dari satu tahun. Aset ini merupakan aset yang digunakan untuk proses operasi dan tidak untuk dijual. Setiap tahunnya, aset tetap akan mengalami penyusutan dan harus dihitung dalam pembukuan. Yang termasuk dalam aset tetap yaitu tanah, gedung, peralatan kantor, peralatan toko, mesin, alat angkut, dan lain-lain.

      3. Aset Tak Berwujud (Intangible Asset)

      Aset Tak Berwujud merupakan aset tetap yang tidak mempunyai wujud tetapi memiliki manfaat dengan memberikan hak ekonomi dan hukum kepada pemiliknya. Berikut ini beberapa aset yang digolongkan ke dalam aset tak berwujud :

      • Hak Cipta
      • Hak Paten
      • Hak Sewa
      • Good Will
      • Merk Dagang
      • Franchise
      • Investasi Jangka Panjang
      • Aset Lain

      Selain keempat aset tersebut, ada aset dalam akuntansi lainnya yang merupakan gambaran berbagai pos yang tidak dapat secara layak digolongkan ke dalam aset lancar, aset tetap, tidak bewujud dan investasi jangka panjang.

      Siklus Hidup Aset dalam Akuntansi

      Menurut Hindrawan dkk, siklus hidup dari aset atau kelompok aset dalam akuntansi terdiri dari empat fase yaitu perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan serta penghapusan. Berikut ini ulasan singkat mengenai keempat siklus tersebut.

      1. Fase Perencanaan

      Fase Perencanaan merupakan tahapan di mana perusahaan mengidentifikasi kebutuhan akan permintaan atas aset

      2. Fase Pengadaaan

      Fase Pengadaan merupakan fase atau tahapan ketika aset dibuat, dibangun maupun dibeli. Pengadaan aset ini akan tergantung pada kebutuhan dan sesuai dengan perencanaan.

      3. Fase Operasi dan Pemeliharaan

      Fase Operasi dan Pemeliharaan merupakan fase atau tahapan ketika aset dimanfaatkan atau digunakan untuk tujuan yang ditetapkan. Fase ketiga ini biasanya terdapat aktivitas baru, perbaikan/pergantian yang pastinya dilakukan secara berkesinambungan atas aset.

      4. Fase Penghapusan

      Fase Penghapusan merupakan fase atau tahapan dimana umur ekonomis aset telah habis atau hilang.


    • TUGAS

      1.      Apa yang dimaksud dengan GAAP dan PABU, jelaskan! Apa perbedaannya.

      2.      Mengapa diperlukan standar akuntansi keuangan, jelaskan!

      3.      Bagaimana makna yang terkandung dalam pernyataan Kerangka dasar penmyajian dan penyusunan laporan keuangan di Indonesia?

      4.     Jelaskan Perbedaan antara  US GAAP dan IFRS?



    • Petunjuk :

      1.    Lakukan Absensi sebelum mengerjakan Soal

      2.    Berdoalah dulu sebelum mengerjakan Soal UAS

      3.    Berlaku Jujur dalam mengerjakan soal

      4.    Kerjakan soal pilihan ganda sampai dengan selesai.

      5.    Setelah selesai menjawab semua pertanyaan maka Pilih Menu ΓÇ£SUBMIT AND FINISH ALLΓÇ¥


    • Assalamualaikum.wr.wb

      Apakabar ..semoga sehat semua..

      Setelah kita melakukan UTS, maka hari ini kita kembali melakukan  diskusi dengan pokok bahasan KONSEP LIABILITAS DAN EKUITAS. Apa dan bagaimana konsep liabititas dan EKUITAS di dalam akuntansi. Akan kita bahas satu persatu meliputi:

      1. Definisi
      2. Jenis-jenis 
      3. Pengakuan, Pengukuran, Penilaian

    • LIABILITAS 

      Definisi

      Liabilitas adalah suatu kewajiban atau hutang yang harus segera dibayarkan atau dilunasi oleh si kesatuan usaha atau si peminjam kepada si pemberi pinjaman, dan akan dibayarkan atau dilunasi pada masa yang akan mendatang. Liabilitas sendiri juga bukan hanya berupa jumlah nominal saja (uang) tapi juga dapat berupa benda-benda, alat-alat, dan juga dapat berupa jasa.

      Menurut IFRS (PSAK 57), Liabilitas adalah kewajiban kini dari perusahaan yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaian yang diharapkan dapat menghasilkan arus keluar dari sumber daya perusahaan dalam mewujudkan manfaat ekonomi.

      FASB (Financial Accounting Standard Board) mendefinisikan liabilitas sebagai pengorbanan manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti yang timbul dari keharusan sekarang suatu kesatuan usaha untuk mentransfer aset.

      Dengan kata lain, liabilitas merupakan suatu usaha yang harus dikeluarkan karena sebab adanya transaksi atau peristiwa di masa lalu yang diharapkan dapat mendatangkan manfaat ekonomi di masa mendatang.

      B. Faktor Muncul atau Terjadinya Liabilitas atau Kewajiban

      Menurut Kohler (1970), hutang atau liabilitas terjadi karena beberapa faktor berikut ini:

      1. Kewajiban legal/kontrak (contractual liabilities) Kewajiban legal adalah hutang yang timbul karena adanya ketentuan formal berupa peraturan hukum untuk membayar kas atau menyerahkan barang (jasa) kepada entitas tertentu.
      2. Kewajiban konstruktif (constructive liabilities) Kewajiban konstruktif timbul karena kewajiban tersebut sengaja diciptakan untuk tujuan/kondisi tertentu, meskipun secara formal tidak dilakukan melalui perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah tertentu di masa yang akan datang.
      3. Kewajiban equitable. Kewajiban equitable adalah hutang yang timbul karena adanya kebijakan yang diambil oleh perusahaan karena alasan moral/etika dan perlakuannya diterima oleh praktik secara umum.

      C. Jenis-jenis Liabilitas

      Liabilitas terbagi menjadi tiga: liabilitas lancar, liabilitas tidak lancar, dan kontinjensi.

      a. Liabilitas lancar (liabilitas jangka pendek)
      Liabilitas lancar merupakan kewajiban yang jatuh tempo pembayarannya dalam kurun waktu satu tahun. Contohnya: akun hutang, hutang bunga, hutang pajak penghasilan, biaya yang masih harus dibayar.
      b. Liabilitas tidak lancar (liabilitas jangka panjang)
      Liabilitas yang periode atau waktu terhutangnya selama lebih dari satu tahun. Misalnya 10 tahun. Liabilitas ini salah satu sumber penting bagi perusahaan. Perusahaan biasanya mengambil hutang jangka Panjang untuk mendapatkan modal langsung untuk membiayai pembelian asset modal atau melakukan investasi dalam proyek-proyek modal baru. Contoh hutang jangka Panjang ini yaitu: hutang obligasi, hutang hipotek, sewa modal, wesel jangka Panjang, dan kewajiban pajak tangguhan.
      c. Kontinjensi
      Kewajiban potensial yang mungkin terjadi tergantung pada hasil dari peristiwa masa depan yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali suatu entitas. Liabilitas ini dapat juga disebut sebagai liabilitas atau kewajiban bersyarat. Dikatakan sebagai bersyarat karena kewajiban sosial seorang penjamin, atau bisa juga karena sebab perkara hukum yang tertunda yang memiliki kewajiban keuangan potensial.

      D. Pengakuan, Pengukuran, dan Penyajian Liabilitas

      1. Pengakuan

      Pada prinsipnya, kewajiban diakui pada saat keharusan telah mengikat akibat transaksi yang sebelumnya telah terjadi. Mengikatnya suatu keharusan harus dievaluasi atas dasar kaidah pengakuan.

      2. Pengukuran

      Pengakuan dilakukan setelah suatu kewajiban terukur dengan cukup pasti. Penentuan kos kewajiban pada saat terjadi paralel dengan pengukuran asset. 

      3. Penyajian dan Pengungkapan

      Secara umum, kewajiban disajikan dalam neraca berdasarkan urutan kelancarannya sejalan dengan aset. PSAK No. 1 menggariskan bahwa aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo. Ini berarti kewajiban jangka pendek disajikan lebih dahulu daripada kewajiban jangka panjang. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pembaca untuk mengevaluasi likuiditas perusahaan. 

      PSAK No. 1 menentukan bahwa semua kewajiban yang tidak memenuhi kriteria sebagai kewajiban jangka pendek diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Kriteria tersebut adalah diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan, atau jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca.


    • Selain PSAK 57, PSAK yang berkaitan ada PSAK 68 dan 70

    • Definisi Ekuitas

      Menurut Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI ) atau PSAK (2002) pasal 49, ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Berbagai sumber yang lain mendefinisi ekuitas yang tidak berbeda denagn definisi menurut IAI. Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas bukan kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber ekonomik masa datang. Karena didefinisi atas dasar asset dan kewajiban, nilai ekuitas juga bergantung pada bagaimana asset dan kewajiban diukur.

      2.    Komponen Ekuitas

      Komponen ekuitas terdiri dari :

      a.  Modal setoran (contributed capital),

      terdiri dari modal yuridiksi (legal capital) yang dihitung berdasar nilai pari (par value) menunjukkan aktiva netto yang tidak dapat distribusikan. Kelebihan nilai diatas nilai nominal diakui sebagai agio saham (additional paid in capital)

      b.   Laba Ditahan (retained earnings)

      terdiri dari laporan laba rugi, penyesuaian periode sebelumnya, dan deviden

      c.   Penyesuaian modal belum terealisasi (unrealized capital adjustment).

       3.  Tujuan Penyajian Ekuitas

      Pengungkapan informasi ekuitas pemegang saham akan sangat dipengaruhi oleh tujuan penyajian informasi tersebut kepada pemakai statemen keuangan. Pada umumnya, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah menyelidiki akan informasi kepada yang berkepentingan tentang efisiensi dan kepengurusan (stewardship) manajemen serta menyediakan informasi tentang riwayat serta prospek investasi pemilik dan pemegang ekuitas lainnya. Informasi tentang kewajiban yuridis perseroan terhadap para pemegang saham dan pihak lainnya juga merupakan tujuan penyajian ekuitas pemegang saham ini.

      4.  Teori Ekuitas

      a.       Teori Propietary

      b.      Teori Entitas (Kesatuan Usaha)

      c.       Teori Ekuitas Residual William Paton ( 1962 )


    • LATIHAN:

      1.         Apa yang dimaksud dengan Laibilitas? Jelaskan!

      2.         Jelaskan bagaimana proses terjadinya laibilitas? Berikan contohnya.

      3.         Apakah yang dimaksud dengan kewajiban equitabel? Jelaskan contohnya.

      4.         Bagaimana liabilities ini disajikan dan dilaporkan dalam laporan keuangan? Jelaskan disertai contohnya.

      5.         Apakah yang Saudara ketahui tentang kewajiban konstruktif, jelaskan! Bagaimana hal ini dapat terjadi.

      6.         Bagaimana proses pelunasan laibilitas, jelaskan dan berikan contohnya.

      7.         Apakah utang jangka panjang yang telah jatuh tempo (masa akhir pelunasan) dapat dikelompokkan dalam utang jangka pendek, jelaskan dan berikan contohnya.

      8.         Bila suatu liabilities disajikan dalam kelompok laibilitas lancar. Apakah dasar atau ketetuan yang dapat menjelaskan fenomena ini dalam konsep teori Akuntansi. Jelaskan.



    • Assalamualaikum wr wb

      Apakabar semuanya , semoga sehat selalu. Hari ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai konsep dari akun-akun Laporan laba rugi. Yang pertama kita bahas adalah PENDAPATAN dan BEBAN


    • KONSEP PENDAPATAN

      Pengertian Pendapatan
      Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam PSAK No. 23, pengertian pendapatan adalah:Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Sofyan Syafri Harahap (2001:236) mengemukakan bahwa pendapatan adalah : ΓÇ£Pendapatan adalah hasil penjualan barang dan jasa yang dibebankan kepada langganan/mereka yang menerimaΓÇ¥.

      PSAK 72 menonjolkan sifat principle based-nya dengan menyebutkan bahwa pendapatan diakui ketika si penjual telah memenuhi janji atau kewajiban untuk melakukan sesuatu (yang diistilahkan dengan kewajiban pelaksanaan atau performance obligation).

    • Biaya dan Beban: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya pada Akuntansi

      https://accurate.id/akuntansi/pengertian-dan-perbedaan-biaya-dan-beban/

      Dalam ilmu akuntansi, banyak hal yang menjadi dasar dalam membuat laporan keuangan. Selain aset berupa harta dan juga modal serta hutang, dalam praktek akuntansi terdapat biaya atau beban yang akan mengurangi pendapatan yang ada. Banyak yang beranggapan bahwa terdapat perbedaan antara beban dan biaya ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak perbedaan biaya dan beban berikut ini!

      Pengertian Biaya Dan Beban

      Bagi orang awam, mungkin tidak mengetahui perbedaan biaya dan beban secara mendalam, karena kedua hal ini terbilang sama karena sama-sama digunakan pada akuntansi untuk membayar pengeluaran dari perusahaan.

      Ada pula yang sering mendengar istilah beban namun tidak begitu memahami apa arti istilah tersebut. Meski pada dasarnya beban selalu dipasangkan dengan istilah biaya, faktanya antara keduanya jelas berbeda. 

      Tentunya ketika hendak belajar tentang akuntansi, harus memahami antara perbedaan biaya dan beban ini.  Dalam akuntansi, unsur pengeluaran terdiri dari biaya atau cost dan juga beban atau expense. Untuk pengertian antar keduanya berikut ulasannya:

      Pengertian dari Beban

      Beban atau yang sering dikenal dengan istilah expense merupakan sebuah pengorbanan yang harus dikeluarkan atau diperlukan untuk merealisasikan sebuah hasil.

      Tentunya beban ini erat dikaitkan dengan sebuah revenue pada periode yang berjalan. Pengorbanan atau pengeluaran dari beban ini dapat dinilai dengan sumber mata uang untuk digunakan sebagai realisasi jumlah pendapatan dalam periode akuntansi. 

      Sesuatu yang diklasifikasikan pada kategori beban ini biasanya digunakan sebagai sumber pendapatan atau untuk memperoleh hasil suatu perusahaan. Seperti halnya dalam akun laba rugi yang terdapat beban sewa, listrik, gaji, atau penyusutan.

      Beban atau expense ini akan mengurangi pendapatan dan akan menghasilkan laba yang bersih dalam perusahaan sebelum digunakan untuk membayar pajak. Beban juga bisa digunakan sebagai standar penurunan manfaat suatu ekonomi dalam satu periode akuntansi yang berbentuk kas keluar.

      Namun seiring berkurangnya aktiva untuk sebuah pengeluaran tidak menyangkut atau berimbas pada modal. Dalam hal ini diambil kesimpulan bahwa istilah beban dalam akuntansi digunakan untuk mendapatkan sebuah aset yang lainnya. Beban akan berimbas pada sebuah untung dan rugi dalam perusahaan. 

      Beban dalam akuntansi digunakan untuk menentukan laba. Perhitungan untung adalah: Penghasilan dikurangi Pengeluaran Sama dengan Laba. Akuntan melihat dua jenis biaya: tetap dan variabel.

      • Biaya tetap harus dibayar setiap bulan meski tidak ada penjualan.
      • Biaya variabel berubah dengan tingkat penjualan.

      Arti dari Biaya

      Lain halnya dengan beban, biaya merupakan suatu hal yang memang harus dikeluarkan agar bisa mendapatkan sebuah keuntungan dan mendapatkan manfaat di masa yang akan datang sehingga bernilai ekonomis.

      Sebagai contoh ketika terjadi transaksi pembelian aktiva, tetap mengeluarkan biaya atau uang. Hal ini akan terdapat transaksi pengeluaran pembelian aktiva tetap dalam akun kas. Adanya hal tersebut diharapkan untuk mampu mendapatkan manfaat secara ekonomis dari aktiva yang dibeli di masa yang akan datang.

      Akuntan menggunakan biaya untuk merujuk secara khusus ke aset bisnis, dan bahkan lebih khusus lagi untuk aset yang disusutkan (disebut aset yang dapat didepresiasi). Biaya (kadang-kadang disebut basis biaya) suatu aset mencakup setiap biaya untuk membeli, mengirimkan, dan menyiapkan aset, dan untuk melatih karyawan dalam penggunaannya.

      Misalnya, jika bisnis manufaktur membeli mesin, biayanya termasuk pengiriman, penyiapan, dan pelatihan. Basis biaya digunakan untuk menetapkan dasar depresiasi dan faktor pajak lainnya

      Biaya aset muncul di akuntansi bisnis di neraca. Biaya awal akan selalu ditampilkan, kemudian akumulasi penyusutan akan dikurangkan, dengan hasil sebagai nilai buku aset tersebut. Semua aset bisnis digabungkan untuk tujuan neraca.

      Perbedaan Biaya Dan Beban

      Dari pengertian yang ada tentu antara beban dan biaya memang sudah terjadi perbedaan. Namun tetap saja ketika Anda adalah orang yang awam dengan masalah akuntansi kemungkinan besar masih bingung dengan kedua istilah ini. Agar mampu memahami secara lebih, berikut perbedaan biaya dan beban yang perlu dipahami, diantaranya:

      1. Secara Garis Besar

      Agar memahami secara dasar, bisa diartikan bahwa biaya merupakan sumber ekonomi yang memang harus dikeluarkan agar bisnis tetap berjalan dengan baik. Lain halnya dengan beban yang dijadikan sebagai acuan penurunan nilai ekonomi berupa pengeluaran uang yang biasanya berupa penyusutan dari nilai aktiva. 

      Secara garis besar keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dan dapat dipahami dengan mudah. Biaya belum tentu digunakan namun beban sudah pasti digunakan di awal. 

      2. Dalam Laporan Keuangan

      Untuk perbedaan ketika membuat laporan keuangan, terdapat perbedaan antara keduanya. Perbedaan yang pertama yaitu ketika biaya biasanya digunakan dalam sebuah penyusunan neraca dan belum dipakai atau dianggap mampu memberikan manfaat berupa sebuah aktiva. 

      Lain halnya dengan beban yang biasanya akan masuk dalam laporan keuangan laba rugi dimana telah terpakai dan tidak memberikan manfaat di masa depan. Artinya beban sudah pasti mengeluarkan uang di awal dan tidak akan berimbas pada masa mendatang. 

      3. Berdasarkan Periode Akuntansi

      Antara biaya dan beban ini bisa dilihat dari sebuah periode akuntansi yang mana biaya memiliki lebih dari satu periode akuntansi. Hal ini dikarenakan biaya dianggap sebagai pengeluaran dari sebuah modal. Untuk beban sebaliknya, beban memiliki periode akuntansi kurang dari satu tahun. Biasanya beban ini diambil untuk pengeluaran yang digunakan sebagai pemanfaatan sumber pendapatan. 

      Beban memiliki artian digunakan sebagai sumber pengeluaran dari modal dan jumlahnya lebih kecil dari biaya. Bahkan bisa dibilang dari beban ini jumlah yang digunakan relatif kecil. Periode yang lebih dari satu tahun ini sering disebut sebagai capital expenditure dan yang kurang dari satu tahun sering disebut revenue expenditure.

      4. Berdasarkan Jumlah yang Dikeluarkan

      Karena biaya diambil dari sebuah modal, tentu pengeluaran yang ada akan lebih besar dan bisa setara dengan aset. Akun beban ini diambil dari beberapa pendapatan dan belum tentu ada di periode berikutnya.

      Lain halnya dengan buaya yang merupakan sejumlah pengeluaran dan diambil bersamaan dengan aktiva. Pengeluaran yang termasuk dalam biaya ini relatif besar. 

      5. Berdasarkan Nilainya

      Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa beban memiliki nominal yang sedikit dan biaya memiliki nominal yang relatif lebih besar. Sebagai contoh dalam biaya sewa atau biaya penyusutan, hal ini tidak masuk dalam beban karena biaya tersebut dianggap atau diakui dalam periode berkelanjutan. 

      Biaya akan memiliki jumlah yang besar karena tidak berhubungan dengan hal-hal kecil perusahaan. Biasanya menyangkut aktiva yang besar. Untuk beban bisa menjadi alternatif istilah pengeluaran dengan nominal kecil. 

      6. Posisi Dalam Laporan Keuangan

      Perbedaan biaya dan beban dalam posisi keuangan yaitu beban akan masuk dan dibukukan dalam laporan laba rugi. Tentunya hal ini tidak akan memberikan dampak dan manfaat di masa mendatang. Hal ini juga berarti bahwa beban merupakan pengeluaran yang sudah terpakai dan memiliki periode kurang dari satu tahun. 

      Biaya akan berimbas pada pembukuan neraca dan dianggap memiliki manfaat di masa depan serta dianggap sebagai aktiva dan biasanya berupa biaya yang belum terpakai. Tentunya dalam neraca akan ditulis di bawah aktiva lainnya.

      7. Manfaat yang Ada

      Karena pembukuan dan istilah dari dua hak ini berbeda, tentunya manfaat yang bisa diperoleh juga akan berbeda. Biaya akan bermanfaat kepada sebuah pendapatan. Lain halnya dengan beban yang bermanfaat sebagai salah satu sumber daya.

      Pemanfaatan biaya akan memberikan efek kepada jumlah modal setelahnya. Sedangkan beban akan berimbas pada jumlah keuangan yang ada. 

      Contoh dalam Pembukuan Bisnis

      Agar tidak salah membedakan antara beban dan biaya ini, bisa dengan melihat beberapa contoh berikut ini. Terdapat perbedaan pemahaman antara biaya dan beban, berikan contohnya:

      Sebuah perusahaan membeli satu buah mesin terbaru senilai 100.000.000 yang diharapkan akan berguna untuk 5 tahun ke depan dan akan digunakan untuk mengolah bahan mentah menjadi barang jadi.

      Nilai aset sebagai contoh adalah 100.000.000 yang pada dasarnya merupakan representasi moneter dari total utilitas yang diberikan seperti dalam uang dari dan jumlah total manfaat yang perusahaan harapkan dapat pulih selama 5 tahun ke depan senilai 20.000.000 (100.000.000 / 5).

      Utilitas akan kedaluwarsa dan pada akhir tahun pertama penggunaannya, dan perusahaan hanya akan menyisakan 80.000.000 dari total utilitas dalam aset.

      Jadi pada dasarnya beban adalah jumlah biaya yang telah kedaluwarsa dan biaya adalah jumlah beban yang belum kedaluwarsa.



    • Apa Pengertian Laba, Konsep dan Cara Penyajian

      https://manajemenkeuangan.net/pengertian-laba-adalah/

      Laba adalah imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Laba dalam teori akuntansi menunjuk pada konsep yang disebut dengan laba komprehensif. Definisi Laba  Komprehensif adalah kenaikan aset bersih selain yang berasal dari transaksi dari pemilik.Masalah pelik yang berkaitan dengan laba adalah menentukan konsep laba secara TEPAT untuk pelaporan keuangan. Sehingga angka laba adalah angka yang bermakna (meaningful), baik secara intuitif maupun ekonomi bagi pemakai Laporan Keuangan.

      Oleh karena itu, agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaporan keuangan, mari ikuti pembahasan berikut ini…

      Konsep Laba yang dianut oleh struktur akuntansi sekarang ini adalah laba yang merupakan selisih pengukuran pendapatan dan biaya secara akrual.

      Konsep profit semacam ini akan memudahkan pengukuran dan pelaporan profit secara objektif. Dan penyusun laporan keuangan mengharapkan bahwa konsep profit semacam itu bermanfaat bagi para pemakai statemen keuangan, khususnya investor dan kreditor. Pada kenyataannya, para pemakai mempunyai konsep profit dan model pengambilan keputusan yang berbeda-beda.

      Apapun konsep yang yang digunakan, laba akuntansi dengan berbagai interpretasinya diharapkan dapat digunakan antara lain sebagai:

      • Indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanan dalam perusahaan yang diwujudkan dalam tingkat pengembalian atas investasi (rate of return in invested capital).
      • Pengukur prestasi atau kinerja badan usaha dan manajemen.
      • Dasar penentuan besarnya pengenaan pajak.
      • Alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomi
      • Dasar penentuan dan penilaian kelayakan tarif dalam perusahaan publik.
      • Alat pengendalian terhadap debitur dalam kontrak utang.
      • Dasar kompensasi dan pembagian bonus.
      • Alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan.
      • Dasar pembagian deviden.

      Teori akuntansi tentang profit akan melibatkan pengukuran dan penyajian laba yang dapat memenuhi berbagai tujuan di atas.

      Ada dua pendekatan yang harus dipertimbangkan dalam akuntansi laba, yaitu:

      Pendekatan #1: Satu laba untuk berbagai tujuan (single income for different purpose). Pendekatan ini berusaha untuk memformulasikan konsep laba tunggal (umum). Dan menyajikannya untuk memenuhi berbagai tujuan secara umum.

      Pendekatan #2: Beda tujuan beda laba (different income for different purpose). Pendekatan ini menggunakan berbagai konsep laba dan menyajikannya secara jelas berbagai konsep profit tersebut secara khusus. Kebutuhan khusus ini dapat dilayani dengan menyertai laporan keuangan umum, khususnya Laporan Laba Rugi dengan berbagai laporan pelengkap.

      A: Konsep Laba dalam Tataran Semantik

      Konsep Laba dalam tataran semantik berkaitan dengan masalah apa definisi yang harus dilekatkan oleh penyusun laporan pada simbol atau elemen laba. Sehingga profit bermanfaat (useful) dan bermakna (meaningful) sebagai informasi. Pada tataran ini, teori akuntansi berusaha untuk menjawab pertanyaan apakah yang harus direpresentasikan oleh laba?

      Seperti teori tentang aset, realitas atau apa kegiatan entitas yang harus dipresentasikan oleh angka profit?

      Pengertian yang terkandung dalam profit akhirnya harus diinterpretasi oleh pemakai. Pendefinisian laba secara semantik akhirnya akan menentukan pendefinisian profit secara sintaktik, yaitu pengukuran dan penyajiannya.


    • Pengungkapan Laporan Keuangan

      Siklus akhir dari suatu kegiatan pencatatan, pengukuran, dan pengklasifikasian adalah membuat suatu laporan. Yaitu laporan keuangan sesuai dengan kebutuhan pemakai laporan keuangan. Oleh karena itu secara konsep harus kita pelajari satu-persatu mulai dari definisi sampai macam-macam pengungkapan.

      Pengungkapan Laporan Keuangan adalah konsep, metode, dan media tentang bagaimana informasi Laporan Keuangan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan. Pengungkapan laporan keuangan adalah bagian integral dari pelaporan keuangan. Secara teknis, pengungkapan merupakan langkah akhir dalam proses akuntansi yaitu penyajian dalam bentuk seperangkat penuh Laporan Keuangan. Bagaimana pengungkapan laporan keuangan menurut para ahli dan metode pengungkapannya?  Ikuti pembahasannya berikut iniΓǪ

      https://manajemenkeuangan.net/pengungkapan-laporan-keuangan/

      Pengungkapan Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

      A: Pengertian Pengungkapan Menurut Thomas G. Evans

      Thomas G. Evans membatasi pengertian pengungkapan hanya pada hal-hal yang menyangkut pelaporan keuangan. Pernyataan manajemen dalam surat kabar atau media masa lain serta informasi di luar lingkup pelaporan keuangan tidak masuk dalam pengertian pengungkapan.

       B: Pengertian Pengungkapan Menurut Wolk, Tearney, dan Dodd

      Wolk, Tearney dan Dodd memasukkan pula laporan keuangan segmental dan laporan yang merefleksikan perubahan harga sebagai bagian dari pengungkapan.

       C: Pengertian Pengungkapan Menurut FASB

      Menurut FASB dalam rerangka konseptualnya menyatakan bahwa pengungkapan sebagai penyediaan informasi lebih dari apa yang dapat disampaikan dalam bentuk Laporan Keuangan formal.



    • Petunjuk :

      Waktu mengerjakan soal 90 menit.

      1.    Berdoalah dulu sebelum mengerjakan Soal UAS

      2.    Pastikan Jaringan internet stabil dan kuota penuh

      3.    Berlaku Jujur dalam mengerjakan soal

      4.    Kerjakan soal pilihan ganda sampai dengan selesai.

      5.    Setelah selesai menjawab semua pertanyaan maka Pilih Menu ΓÇ£SUBMIT AND FINISH ALLΓÇ¥

      6.    Jangan lupa lakukan absen