Garis besar topik

  • Transport Layer

    Apa Itu Transport Layer?

    Sesuai dengan namanya, transport layer jaringan komputer yang merupakan sebuah lapisan transportasi. Transport layer ini dapat menggabungkan beberapa koneksi transport ke dalam jaringan koneksi yang sama. Transport Layer bertanggung jawab untuk menyampaikan data ke proses aplikasi yang sesuai pada komputer host.

    Proses penyampaian data yang dilakukan oleh transport layer ini melibatkan multiplexing statistik data dari beberapa proses aplikasi yang berbeda, yaitu dengan cara membentuk paket data, dan nomor port tujuan dalam header setiap paket data yang berada pada Transport Layer. Nomor port merupakan soket jaringan, yaitu alamat identifikasi proses-proses komunikasi. Dalam model OSI, fungsi ini didukung oleh Session Layer.

     
     

    • Protokol Pada Transport Layer

      Sesuai dengan namanyam yaitu transport layer, terdapat protocol yang mengatur kinerja dari lapisan atau layer protocol ini. Protocol yang mengatur serta membuat supaya transport layer dapat bekerja secara optimal adalah TCP atau Transmission Control Protocol. Protocol ini berguna untuk mengatur proses transmisi yang terjadi pada sebuah koneksi atau jaringan, dalam hal ini membantu transport layer dalam mengirimkan data ΓÇô data terutama dalam koneksi end ΓÇô to end connection. (baca juga: protokol jaringan komputer)

      artikel terkait lainnya:


    • Transmition Control Protocol

      Konsep TCP/IP berawaldari kebutuhan DoD (Departement of Defense) USA akan suatu komunikasi di antara berbagai variasi komputer yang telah ada. Komputerkomputer DoD ini seringkali harus menghubungkan antara satu organisasi peneliti dengan organisasi peneliti lainnya. Komputer tersebut harus tetap berhubungan karena terkait dengan pertahanan negara dan sumber informasi harus tetap berjalan meskipun terjadi bencana alam besar, seperti ledakan nuklir. Oleh karenanya pada tahun 1969 dimulailah penelitian terhadap serangkaian protokol TCP/IP.

      Dalam perkembangannya protokol TCP/IP telah menjadi standar dalam jaringan komputer. TCP/IP memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
      a) Protokol TCP/IP dikembangkan dengan menggunakan standar protokol yang terbuka.
      b) Standar protokol TCP/IP dalam bentuk RFC (Request For Comment) dapat diambil oleh siapapun tanpa biaya.
      c) TCP/IP dikembangkan tidak tergantung pada sistem operasi dan perangkat keras tertentu.
      d) Pengembangan TCP/IP dilakukan dengan konsensus dan tidak tergantung pada vendor tertentu.
      e) TCP/IP bersifat inndependen terhadap peragkat keras dan dapat dijalankan pada jaringan Ethernet, Token Ring, jalur telepon dial-up, jaringan X.25 dan pada jenis media transmisi apa pun. 6. Pengalamatan TCP/IP bersifat unik dalam skala global.
      f) TCP/IP memiliki fasilitas rauting yang memungkinkan untuk diterapkan pada internetworking.
      g) TCP/IP memiliki banyak jenis layanan.

      Protokol berorientasi koneksi bertanggung jawab atas pengiriman paket IP menggunakan dupleks penuh virtual, andal transmisi data dari sumber ke node tujuan. TCP memastikan bahwa data tiba utuh dan dalam urutan yang sama dikirim.

      Aplikasi yang menggunakan TCP antara lain:
      ΓÇó File Transfer Protocol (FTP)
      ΓÇó Remote Login
      ΓÇó Computer Mail
      ΓÇó Network FileSystem (NFS)
      ΓÇó Remote Execution
      ΓÇó Name Server

      Used Datagram Protocol

      UDP dibuat untuk dapat menyediakan layanan best effort, dimana tidak ada jaminan data sampai ke tujuan. UDP hanya akan berusaha mengirimkan data ke tujuan namun tidak menjamin apakah data akan sampai atau tidak. Oleh karena itu segmen UDP bisa saja hilang atau tidak berurutan diterima. UDP bersifat connectionless, dimana untuk melakukan komunikasi tidak dIperlukan pembentukan hubungan terlebih dahulu, dan setiap segmen UDP akan ditangani secara independen sehingga setiap segmen dapat dikirimkan melalui jalur yang berbeda. Hal ini menyebabkan data kemungkinan diterima tidak berurutan di receiver. UDP umumnya digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang loss tolerant dan rote sensitive seperti video streaming dan komunikasi voice. Karena pada aplikasi ini, kehilangan sebagian kecil data masih dapat ditoleransi asalkan jitter dan delaynya baik.

      User Datagram Protocol (UDP) adalah protokol transport tanpa koneksi itu tidak menjamin transmisi yang andal. UDP tidak seperti TCP: Host yang mentransfer data menggunakan TCP perlu bertukar banyak segmen saja untuk membuka koneksi selama proses jabat tangan tiga arah. Mereka butuh untuk bertukar lebih banyak segmen untuk penerimaan setiap segmen data. Segmen data kontrol aliran ini
      menambahkan beberapa overhead ke TCP transmisi. UDP tidak menambahkan overhead kontrol aliran karena,
      UDP tidak terhubung, jadi tidak perlu mengirim segmen untuk melakukan

      • Three-way handshake untuk membuat koneksi.
      • UDP tidak menggunakan urutan.
      • UDP tidak mengirim awnknowledge.
      • UDP tidak menjamin penerimaan segmen data.

      Aplikasi yang menggunkan protokol UDP antara lain :
       Trivial File Transfer Protocol (TFTP)
       Domain Name System (DNS) name server
       Remote Procedure Call (RPC)
       Simple Network Management Protocol (SNMP)
       Lighweight Directory Access Protocol (LDAP)


    • Silahkan didiskusikan pada forum ini jika ada pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan.

      Terimakasih....