Garis besar topik

  • Mahasiswa mampu menganalisis dalam pencarian sebuah gagasan baru dan penentuan rencana bidang usaha.

    • Analisis Usaha: Pengertian, Cara, dan Tujuannya dalam Pengembangan Usaha


      JIka Anda sedang berencana membangun sebuah bisnis, penting melakukan analisis usaha sebelum menjalankan bisnis yang sukses dan berkelanjutan. Hal ini tentu berlaku untuk semua jenis usaha tak memandang skala kecil maupun besar.

      Jika Anda memiliki modal awal yang besar, ada baiknya jika Anda  merekrut para pakar untuk melakukan analisi terhadap bisnis yang akan dibangun.

      Analisis usaha adalah sebuah analisa yang berupa kegiatan melakukan perencanaan, meriset, memprediksi, mengevaluasi kegiatan usaha atau bisnis.

      Hal ini dilakukan untuk mengetahui atau menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi ketika proses bisnis dijalankan, karena  dalam sebuah usaha pasti memiliki resiko.

      Resiko yang terburuk pun dapat diminimalisir bahkan diantisipasi dengan melakukan analisis usaha.

      Cara Melakukan Analisis Usaha

      Untuk menganalisis sebuah usaha, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Ada tujuh hal yang wajib dilakukan agar sebuah usaha dapat semakin berkembang dan bertahan pada ekosistem ekonomi yang sulit.

      Dengan melakukan sebuah analisa usaha maka resiko terjadinya kegagalan dapat diatasi. Serta, hambatan dalam sebuah usaha dapat diprediksi serta ditanggulangi sebelum menimbulkan kerugian yang besar.

      1. Tentukan Peluang Usaha dengan Analisis SWOT

      Cara pertama dalam sebuah analisis usaha adalah menentukan peluang usaha yang memungkinkan dapat dilaksanakan dengan analisis SWOT.

      Ya, analisis SWOT yang merupakan analisis secara keseluruhan mulai dari kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan hambatan. Analisis ini dilakukan untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan dalam sebuah usaha.

      Munculnya kesempatan dan hambatan ini biasanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendukung suatu bisnis.

      Sebagai contoh usaha kedai kopi namun lokasi di rumah yang terletak di kawasan perkampungan. Untuk kesempatan yang ada dengan membuka layanan take away karena toko tersebut berada di depan jalan raya. Sedangkan untuk hambatan, karena akses yang cukup susah, pemilik kedai kopi bisa menggunakan layanan pesan antar untuk mengatasi masalah tersebut.

      2. Antisipasi Ancaman Bisnis Terlebih Dahulu Dengan Inovasi

      Berikutnya, setelah melakukan analisis SWOT, dalam analisis usaha penting untuk mempersiapkan diri dengan solusi dari semua tantangan yang ada. Dengan melakukan tindakan pencegahan dan mitigasi akan resiko-resiko yang terjadi, sebuah bisnis akan dapat bertahan bahkan dalam kondisi sulit pun.

      Biasanya tantangan berupa kesempatan dan hambatan bisnis yang ada terjawab melalui inovasi-inovasi baru. Inovasi tersebut merupakan bentuk antisipasi pengusaha terhadap ancaman-ancaman bisnis yang mungkin akan terjadi pada usahanya.

      3. Tentukan Target Pasar

      Dalam sebuah usaha, menentukan target pasar adalah hal yang wajib dilakukan. Walaupun target pasar untuk sebuah bisnis bisa semua kalangan, namun ada baiknya bila target pasar dikategorikan berdasarkan rentang umur, pekerjaan, dan minat.

      Hal ini diperlukan untuk membuat konten promosi dan pemasaran yang tepat sasaran.

      Sebagai contoh kedai kopi pada umumnya memang dapat dinikmati berbagai kalangan. Namun untuk menu-menu tertentu bisa ditargetkan pada kalangan tertentu.

      Misalnya, jenis latte lebih diminati oleh rentang usia anak-anak hingga dewasa, biasanya membeli take away atau melalui layanan pesan antar, mayoritas pembelinya merupakan mahasiswa dan pekerja kantoran milenial.

      Nah, setelah mengetahui segmen pasar, maka akan semakin mudah untuk merambah kalangan tersebut dengan media sosial. Terutama melalui konten-konten di platform Instagram, Facebook, dan masih banyak lagi.


      4. Hitung Anggaran Dana

      Selanjutnya, dalam sebuah bisnis tentu harus merencanakan anggaran dana yang dibutuhkan mulai dari proses produksi hingga barang sampai ke tangan pelanggan. Hal yang harus diperhitungkan dalam sebuah usaha adalah biaya untuk bahan baku, tenaga karyawan, biaya pemasaran,biaya energi yang dibutuhkan seperti listrik, gas, kayu bakar, dsb.

      Setelah menghitung biaya untuk proses produksi, berikutnya adalah menghitung laba yang ditargetkan. Mulai dari 30%, 50%, bahkan sampai 100% untuk laba yang ditargetkan berdasarkan HPP. Kemudian biaya pemasaran biasanya dihitung di pos khusus karena dengan perhitungan biaya pemasaran diperuntukan untuk menjaring pasar yang lebih luas.

      Tak lupa biaya yang dikeluarkan untuk biaya yang dikeluarkan dalam proses pendistribusian seperti pengiriman. Serta, biaya untuk maintenance database pelanggan yang pernah membeli produk atau jasa. Semua biaya tersebut harus dirinci secara detail.

      5. Rencanakan dan Lakukan Promosi

      Langkah selanjutnya adalah merencanakan pemasaran dan kegiatan promosi yang baik. Lalu, laksanakan rencana pemasaran dan promosi tersebut agar tepat sasaran. Sehingga, biaya untuk pemasaran dan promosi tidak dikeluarkan dengan sia-sia.

      Karena promosi dan pemasaran tersebut sebenarnya dilakukan untuk meningkatkan angka penjualan demi menaikkan nilai laba yang ditargetkan sebelumnya. Bila promosi dan pemasaran dilakukan tidak terarah dan tidak direncanakan dengan matang, maka akan menhasilkan hal yang sia-sia dan hanya menjadi pemborosan karan biaya yang dikeluarkan.

      6. Minta Saran Dan Kritik dari Para Pelanggan

      Saran dan kritik dari pelanggan akan menambah nilai plus bagi sebuah bisnis. Karena pelanggan akan merasa diperhatikan dan bernilai bagi sebuah bisnis. Ya, hal ini penting karena sebuah bisnis tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dari pelanggan loyalnya.

      Saran dan kritik pelanggan biasanya akan menjawab tantangan bisnis yang ada sekaligus menentukan arah perkembangan bisnis yang lebih baik.

      Selain itu, dengan meminta saran dan kritik pelanggan akan meningkatkan customer engagement sehingga mampu meningkatkan brand awareness sebuah bisnis di masyarakat.

      7. Lakukan Evaluasi Setiap Bulan

      Dari semua poin analisis usaha, jangan lupa untuk melakukan evaluasi setiap bulannya. Evaluasi ini dilakukan mulai dari proses produksi, distribusi, pemasaran, dan penjualan. Tak lupa juga, evaluasi dari pelanggan berupa kritik dan saran yang membangun juga harus diperhatikan demi keberlangsungan usaha.

      Evaluasi yang rutin setiap bulan akan menjadi tolak ukur seberapa efektifkah proses bisnis yang saat ini telah dilakukan. Hasil evaluasi dari bulan ke bulan akan menunjukkan hasil mengenai seberapa efektifkah cara-cara yang saat ini dipakai dalam sebuah proses bisnis.

      Tujuan Analisis Usaha

      Tujuan dari sebuah analisis usaha adalah mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan menentukan solusi untuk masalah bisnis

      Analisa juga berfungsi sebagai acuan bagi pengusaha untuk mengambil keputusan tentang usahanya. Keputusan ini didasari oleh hasil analisa dan data yang menunjukkan resiko-resiko yang akan timbul di kemudian hari.

      Selain itu, analisis ini akan menunjukkan kelebihan yang menjadi kekuatan dalam sebuah bisnis. Serta, hasil analisis juga menampilkan kekurangan yang dapat diminimalisir dengan mempersiapkan solusi dari kelemahan bisnis tersebut. Maka, analisa bisnis dan usaha dapat dikatakan sebagai peta strategi dalam berperang di dunia bisnis

      Nah, informasi mengenai analisis usaha ini cukup mudah dipahami dan dipraktekkan bukan? Segera mulai lakukan analisis bisnis yang sedang digeluti saat ini. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan bisnis dan usaha Anda dimasa depan.

      6 Komponen Perencanaan Usaha Juga Rencana Bisnis Penting untuk Perusahaan

      Terdapat 6 komponen perencanaan bisnis yang penting untuk perusahaan.  Berikut penjelasan lengkapnya.

      1. Membuat Deskripsi Bisnis

      Deskripsi bisnis bertujuan untuk menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan, beserta potensi produk dan kemungkinannya untuk bertahan dan berkembang di masa depan.

      Dalam deskripsi bisnis ini, diharapkan semua orang yang nantinya terlibat dalam bisnis, akan mengetahui potensi dan arah pengembangan dari bisnis tersebut.

      2. Perencanaan Usaha Melakukan Strategi Pemasaran

      Strategi pemasaran adalah merupakan salah satu komponen perencanaan usaha juga rencana bisnis yang penting.

      Strategi pemasaran yang akan dijalankan harus merupakan hasil analisa pasar yang telah dilakukan dengan cermat.

      Analisa pasar adalah kekuatan yang harus digunakan untuk menciptakan target pembeli.

      Dalam menuliskan strategi ini, Anda membutuhkan suatu analisis yang tepat sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang ada.

      Jenis analisa yang dapat digunakan misalnya adalah analisis SWOT.

      Dengan analisa ini, Anda dapat mengetahui keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi suatu produk sehingga dapat menerapkan strategi pemasaran yang tepat tanpa membuang waktu, tenaga dan biaya.

      Misalnya saja, komponen proposal yang berisi rencana pemasaran usaha pengolahan makanan internasional adalah perlu memiliki analisa SWOT untuk meyakinkan pelanggan untuk memilih produk yang tersedia.

      Di sisi lain, berikut yang bukan termasuk komponen dalam proposal usaha berdasarkan analisis wirausaha adalah, hanya berisi analisa kelemahan dan ancaman saja, tanpa menyertakan keunggulan dan peluangnya.

      3. Perencanaan Usaha Membuat Analisa Pesaing

      Analisa pesaing digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam satu pasar yang sama.

      Setelah menemukan kekuatan dan kelemahan dari produk pesaing, kemudian perusahaan dapat mencari strategi untuk memasarkan produk dengan cara yang berbeda dengan pesaing.

      Komponen perencanaan usaha juga rencana bisnis yang satu ini penting agar bisnis Anda bisa bertahan dan mengalahkan bisnis sejenis lainnya.

      4. Desain Pengembangan

      Rencana desain dan pengembangan diperlukan untuk menunjukkan tahap perencanaan produk, grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan.

      Selain berguna untuk mengetahui rencana usaha ke depan, desain pengembangan juga akan mempengaruhi perencanaan pembiayaan usaha.

      5. Rencana Operasional dan Manajemen

      Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana usaha akan berjalan dan berkelanjutan.

      Komponen ini berfokus pada kebutuhan logistik perusahaan, misalnya bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi dalam perusahaan, serta kebutuhan anggaran dan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional perusahaan.

      6. Menghitung Pembiayaan

      Faktor pembiayaan menjadi komponen perencanaan usaha juga rencana bisnis yang krusial.

      Dari mana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien dan usaha dapat berjalan lancar adalah tugas penting yang harus direncanakan dalam komponen pembiayaan.

      Beberapa dokumen keuangan yang dibutuhkan untuk menyusun faktor pembiayaan, antara lain laporan keuanganlaporan arus kaslaporan Neraca, dan analisis pengembalian modal.

      Untuk memenuhi semua dokumen keuangan yang dibutuhkan dalam membuat perencanaan bisnis, perusahaan dapat menggunakan bantuan program akuntansi atau jasa penyedia layanan akuntansi untuk membuat sebuah analisis keuangan usaha.


      Gunakan Analisis Peluang Usaha Ini Agar Tidak Rugi 

      ΓÇ£Bekerja pintar bukan bekerja kerasΓÇ¥. Kata-kata sentilan tersebut pasti sudah tidak asing di telinga Anda. Ada sebagian orang yang begitu gigih membangun bisnisnya namun lupa untuk memasang strategi sebelum bisnis dijalankan. Alhasil, usahanya tidak berjalan lancar dan mengalami kerugian yang besar. Salah satu strategi yang perlu disusun sebelum mendirikan bisnis adalah analisis peluang usaha.

      Analisis peluang usaha adalah cara yang disusun oleh calon wirausahawan untuk menentukan apa saja yang hendak dilakukan di dalam persaingan bisnis. Menetapkan bidang usaha apa yang akan dibangun kerap kali menjadi permasalahan utama para wirausahawan, khususnya bagi mereka yang baru saja terjun di dunia wirausaha. Mereka mengalami kendala saat menentukan nilai-nilai yang terdapat dalam produk, merasa tidak yakin untuk mampu bersaing dengan produk serupa, dan bahkan meragukan produknya sendiri. Inilah pentingnya melakukan analisis peluang usaha dalam menyusun rencana saat membangun usaha yang pertama kali ataupun menciptakan ide bisnis yang baru, yaitu untuk memuluskan perjalanan bisnis dan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kerugian di dalam bisnis Anda.

      Tidak hanya itu, analisis peluang usaha juga berfungsi untuk menggali daya minat masyarakat terhadap suatu produk/jasa, menetapkan cara yang dapat digunakan untuk promosi, dan menentukan kelayakan usaha tersebut untuk dibangun.

      SWOT, Metode Analisis Peluang Usaha yang Mudah Dilakukan

      Salah satu cara melakukan analisis peluang usaha adalah dengan menggunakan metode analisis peluang usaha SWOT. Metode analisis peluang usaha tersebut cukup terkenal dan mudah dilaksanakan. Analisis peluang usaha SWOT merupakan singkatan dari Strength (Kekuatan), Weakness (Kekurangan), Opportunity (Kesempatan), dan Threat (Ancaman). Strength dan Weakness merupakan faktor yang berasal dari dalam perusahaan, sedangkan Opportunity dan Threat merupakan faktor yang timbul dari luar perusahaan yang tentunya tidak dapat dikontrol. Meskipun begitu, Opportunity dan Threat dapat diprediksi dan ditelaah apabila melaksanakan analisis peluang usaha secara mendalam.

      Tidak hanya mengetahui kelebihan perusahaan, metode analisis peluang usaha SWOT juga membuat Anda menyadari kekurangan perusahaan yang perlu diatasi sehingga kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mengancam perusahaan dapat diketahui dan diselesaikan secepat mungkin.

      Dengan menggunakan metode analisis peluang usaha SWOT, Anda bisa mendapatkan jawaban dari empat sisi yang berlainan namun saling terkait, seperti apa yang akan Anda lakukan supaya Strength berhasil meraih keuntungan dari Opportunity, cara apa yang digunakan untuk menuntaskan Weakness yang dapat menutupi pintu keuntungan dan bahkan membuat Threat menjadi muncul atau menghadirkan Threat yang baru, serta upaya apa yang dilakukan agar Strength bisa melawan Threat yang timbul.

      1. Strength (Kekuatan)

      Membuat produk atau jasa yang sama dengan pesaing merupakan hal yang lumrah di dunia bisnis. Nilai-nilai yang dimiliki suatu produklah yang membuatnya berbeda. Anda harus mengetahui kekuatan atau kelebihan apa yang Anda punya untuk memikat hati konsumen atau bahkan menciptakan kekuatan baru yang tidak dimiliki oleh kompetitor. Hal tersebut yang digolongkan sebagai poin analisis peluang usaha Strength. Apabila Anda mampu memaksimalkan poin analisis peluang usaha ini, Anda bisa menjaring banyak pelanggan.

      Sebagai contoh, apabila Anda hendak membuat bisnis laundry, Anda bisa membuat pernyataan bahwa wangi pada pakaian mampu bertahan lama, pelayanan yang ramah, dan proses penyucian cepat. Selain itu, Anda juga bisa menciptakan kekuatan yang baru, seperti menginformasikan kepada para pengguna jasa bahwa pakaiannya sudah selesai dibersihkan atau mengantar pakaian yang sudah selesai ke rumah pengguna jasa.

      1. Weakness (Kekurangan)

      Tidak ada salahnya untuk terus menggali kekurangan yang Anda miliki sebelum membangun usaha. Hal ini berguna untuk mencari jalan keluar dari setiap kekurangan-kekurangan yang Anda punya saat menyusun analisis peluang usaha. Jika Anda mengabaikan kekurangan yang dimiliki, seiringnya waktu kekurangan tersebut akan seperti bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Akibatnya, kerugian akan menimpa Anda.

      Apa saja sih kekurangan-kekurangan yang mungkin Anda miliki? Kekurangan tersebut bisa dari dalam diri Anda maupun dari luar. Contohnya adalah Anda kurang dapat memahami bisnis yang hendak Anda rintis atau Anda tidak memiliki modal yang cukup. Dua contoh tersebut merupakan kekurangan yang datang dari dalam. Sedangkan, contoh kekurangan yang dari luar adalah tidak strategisnya lokasi toko yang mungkin terlanjur Anda sewa.

      Setelah mengetahui kekurangan-kekurangan tersebut, Anda harus mencari cara untuk mengatasinya. Misalnya, Anda belajar lebih banyak lagi tentang seluk-beluk bisnis yang ingin dibangun dengan pengusaha yang sudah lebih berpengalaman.

      1. Opportunity (Peluang)

      Kemajuan dan kesuksesan bisnis tidak terlepas dari peluang yang ada di sekitar kita. Poin analisis peluang usaha ini meminta Anda untuk mengkombinasikan peluang dengan kelebihan-kelebihan yang Anda miliki. Dengan demikian, Anda harus pandai mencari peluang.

      Anda bisa memanfaatkan peluang maupun menciptakan peluang dari memikirkan apa yang menjadi kebutuhan orang. Misalnya saja, di dekat sekolah atau universitas Anda tidak menemukan fotocopy. Anda bisa menciptakan peluang usaha di sana dengan mendirikan bisnis fotocopy. Fotocopy pastinya dibutuhkan oleh para guru maupun siswa baik untuk menyalin lembaran kertas maupun membeli peralatan belajar. Contoh lainnya adalah banyak orang yang tidak memiliki keahlian untuk membuat CV, sedangkan CV merupakan salah satu aspek yang paling penting ketika melamar pekerjaan. Anda bisa memanfaatkan hal tersebut dengan membuka bisnis pembuatan CV yang menarik dan sesuai dengan keinginan si pengguna jasa.

      1. Threat (Ancaman)

      Hambatan atau sandungan yang dapat menyerang bisnis Anda sewaktu-waktu dikategorikan sebagai poin analisis peluang usaha Threat (ancaman). Hambatan tersebut dapat berupa adanya pesaing baru yang letaknya tidak jauh dari lokasi usaha Anda dan memiliki produk sama seperti yang Anda jalani. Oleh karena itu, Anda harus mengoptimalkan kekuatan usaha yang Anda miliki agar para pelanggan tidak berpaling dari bisnis Anda.

      Selain itu, cepatnya kemajuan teknologi yang sukar dikejar, strategi pesaing yang berubah, trend yang sudah habis masa waktunya, dan bencana alam juga masuk ke dalam kategori ini.

      Membangun bisnis memang bukan suatu hal yang mudah, namun tidak berarti tidak bisa dilakukan. Diperlukan banyak perhitungan dan pertimbangan yang kompleks saat membuat analisis peluang usaha sebelum membangun bisnis. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kemajuan bisnis, salah satunya ialah modal usaha.

      Kekurangan modal usaha bisa Anda masukkan ke dalam daftar Weakness di dalam analisis peluang usaha SWOT yang Anda buat. Memaksa membangun bisnis dengan modal yang tidak mencukupi dapat menjadi bumerang ke diri Anda sendiri. Kurangnya modal dapat mengakibatkan bisnis berjalan dengan tidak optimal sehingga mengancam kualitas produk maupun kenyamanan pelayanan. Alih-alih meraih kesuksesan, Anda malah menghadapi kegagalan.


      MANFAAT PERENCANAAN USAHA

      Memahami secara detail model bisnis yang akan atau sedang dijalani

      Manfaat pertama dari perencanaan usaha yaitu untuk mengetahui model bisnis yang akan dikembangkan. Sebuah usaha atau bisnis yang baru akan cukup sulit untuk berkembang apabila hanya dijalankan saja tanpa ada rencana yang matang. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk membuat perencanaan agar bisnis yang dikembangkan lebih terorganisir untuk mencapai target-target yang ada.

      Target pasar jelas dan rinci

      Dengan adanya perencanaan usaha, tentunya kamu pun akan lebih mudah menentukan target pasar yang sesuai dengan pasar yang ada. Jika target pasar sudah jelas, maka kamu juga dapat memasarkan barang atau jasa dengan sasaran yang tepat. Coba bayangkan jika tidak ada perencanaan usaha dan tidak mengetahui target pasar yang dituju, kemungkinan besar barang atau jasa yang dijual tidak akan diminati oleh orang.

      Mencari sumber dana atau modal bisnis

      Perencanaan usaha juga bermanfaat untuk mencari sumber dana dari pihak yang menjanjikan. Secara tidak langsung, dokumen penting ini ternyata bisa menjadi proposal untuk mendapatkan sumber pendanaan dari pihak lain, bisa dari investor, perbankan, atau lembaga pembiayaan lainnya. Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan dana yang cukup besar biasanya memerlukan dokumen resmi untuk mengetahui seperti apa gambaran atau model bisnis yang dijalani. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah mencari sumber dana untuk kemajuan bisnis.

      Mempunyai rencana bisnis yang terarah dan lebih fokus

      Manfaat perencanaan usaha yang tak kalah pentingnya yaitu untuk memfokuskan rencana bisnis hingga jangka panjang. Perencanaan usaha penting ini akan membantumu untuk menentukan langkah selanjutnya saat mengembangkan bisnis. Dengan demikian, bisnis yang sedang dikembangkan pun jadi lebih terarah untuk mencapai tujuan yang di masa depan.

      Memberikan pandangan terhadap prediksi masa depan

      Saat kamu membuat perencanaan usaha, maka akan terlihat apa saja gambaran jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang bagi bisnismu. Dengan begitu, kamu dapat memprediksi masa depan dari kemajuan bisnis dan meminimalisir risiko kerugian yang mungkin saja ada. Prediksi ini bukan rencana semata, akan tetapi juga harus didukung oleh data dari riset yang telah dilakukan sebelumnya. Apabila tanpa riset yang matang, perencanaan usaha bisa saja akan meleset dari tujuan awal yang ditentukan.

      Menaikkan level bisnis dengan baik

      Perencanaan usaha juga memberikan kesempatan kepada kamu untuk menaikkan level bisnis yang sedang dirintis. Rencana yang dibuat dengan matang akan memperlihatkan bisnis yang dikembangkan cukup profesional. Tak hanya itu, dokumen tersebut bisa menjadi gerbang awal untuk menarik perhatian pelaku bisnis lain demi menjalankan roda bisnis hingga jangka panjang.

      Isi Perencanaan Usaha Secara Umum

      Saat kamu ingin membuka sebuah usaha, kamu harus mengetahui langkah-langkah atau isi dari penyusunan perencanaan usaha. Jika sudah membuat perencanaan usaha yang tepat, bisnis yang kamu mulai pun bisa berkembang lebih pesat. Agar lebih paham berikut penjelasan mengenai langkah-langkah penyusunan perencanaan usaha apa saja yang tidak boleh terlewatkan.

      1. Profil Usaha: Sejarah, Visi, dan Misi

      Profil usaha merupakan deskripsi ringkas yang mencerminkan kualitas dan fokus kerja usaha. Dengan menyusun profil usaha, kamu akan memberikan gambaran umum tentang bisnis dan sekilas rencana bisnismu.

      Profil usaha ini mencakup sejarah, visi, misi serta menunjukkan keahlian dan kekuatan usaha. Kamu harus mempunyai profil usaha yang baik jika ingin bisnismu mendapatkan perhatian orang banyak.

      2. Deskripsi dan keunggulan produk

      Komponen perencanaan usaha selanjutnya dan menjadi bagian penting dalam sebuah usaha yang dijalankan, yaitu adanya deskripsi usaha dan keunggulan produk. Deskripsi usaha sangat penting, sebab bisa menjelaskan kepada pihak yang terkait mengenai penjelasan usaha yang akan dijalankan.

      Deskripsi usaha berguna untuk memberitahukan kepada pihak terkait mengenai ide usaha yang akan dilakukan. Dengan begitu, mereka akan mengerti informasi bisnis yang akan dirilis. Untuk usaha yang lebih besar, maka sebaiknya diinformasikan kepada setiap stakeholder. Adapun tujuan lainnya dari deskripsi usaha, antara lain:

      1.    Tujuannya adalah untuk menjelaskan dengan singkat bidang usaha yang hendak dijalankan, serta potensi produk untuk dapat bertahan dan berkembang di masa mendatang.

      2.    Setiap orang yang berkepentingan dalam bisnis ini juga harus memahami potensi dan rencana masa depan bisnis ini.

      3.    Selain itu, bisnis juga harus memiliki rencana inovasi dan evaluasi agar produk dapat bertahan di pasaran

      3. Peta persaingannya

      Mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam satu pasar yang sama, merupakan hal yang perlu dilakukan oleh pebisnis. Pasalnya, setelah menemukan kekuatan dan kelemahan dari produk pesaing, kamu akan lebih mudah untuk mencari strategi yang berbeda untuk memasarkan produkmu dengan cara yang berbeda dari pesaing. Ketahui juga bagaimana cara agar pesaing tidak bisa melakukan hal yang sama baik strategi, maupun produk yang dikembangkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini seperti:

      1.    Memperhatikan kualitas barang/jasa,

      2.    Menghadirkan desain produk yang menarik

      3.    Perhatikan persaingan harga pesaing

      4.    Rencana kompetitor di masa mendatang

      5.    Promosi yang dijalankan oleh pesaing

      4. Strategi Pemasaran

      Setelah menentukan deskripsi usaha dan peta persaingannya, maka dalam perencanaan usaha yang tidak kalah pentingnya, yaitu menentukan strategi pemasaran. Strategi pemasaran meliputi, mempelajari kelebihan dan kekurangan produk kompetitornya.

      Seperti halnya saat bertempur di medan perang, yang memerlukan strategi. Untuk memulai sebuah usaha pun memerlukan strategi marketing yang bagus. Hal tersebut berfungsi agar produk atau jasa yang dihasilkan dapat diterima di pasaran. Dalam pembuatan strategi pemasaran harus meliputi:

      1.    Strategi pemasaran harus merupakan hasil analisa pasar, yang telah dilaksanakan dengan teliti, sebagai kekuatan untuk membuat target pembeli.

      2.    Di sini kamu membutuhkan analisa SWOT agar bisa mengenal keunggulan, kelemahan, peluang, dan ancaman produk. Dengan hasil analisa SWOT ini, kamu dapat menentukan strategi pemasaran yang sesuai dan menghemat waktu, biaya, dan tenaga.

      5. Anggota Tim

      Jika beberapa tahapan sebelumnya telah dilakukan, maka selanjutnya adalah melakukan komponen perencanaan usaha dengan mengatur manajemen operasional. Manajemen operasional meliputi pengaturan peralatan untuk proses produksi, dan penggunaan bahan baku.

      Manajemen operasional juga meliputi pemilihan sumber daya manusia yang berkualitas atau anggota tim yang akan bekerja sama membangun bisnis tersebut, guna efisiensi aktivitas produksi yang pertama kali dijalankan. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset perusahaan yang berfungsi untuk memaksimalkan kegiatan bisnis.

      6. Anggaran (Proyeksi Pendapatan, Pengeluaran, dan Profit)

      Faktor pembiayaan atau anggaran menjadi komponen perencanaan usaha juga rencana bisnis yang krusial. Dari mana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien dan usaha dapat berjalan lancar adalah tugas penting yang harus direncanakan dalam komponen pembiayaan.

      Beberapa dokumen keuangan yang dibutuhkan untuk menyusun faktor pembiayaan, antara lain laporan keuangan, laporan arus kas, laporan Neraca, dan analisis pengembalian modal.

      Sebagai informasi, dalam perhitungan biaya, modal awal untuk memulai suatu usaha baru dianggap penting. Ini terkait sumber dana perusahaan serta cara mengelola dana tersebut agar dapat lebih efisien.

      1.    Perusahaan harus mempersiapkan dana untuk persediaan bahan baku, pembelian alat produksi, biaya marketing, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, dana dapat digunakan secara lebih efisien agar tidak kekurangan dana.

      2.    Untuk perhitungan biaya diperlukan adanya laporan keuangan perencanaan, laporan neraca perencanaan, laporan arus kas, serta laporan pengembalian modal.

      3.    Jika perlu perusahaan bisa bekerja sama dengan jasa penyedia layanan akuntansi untuk membuat analisis keuangan usaha sesuai perencanaan usaha. Kamu juga bisa menggunakan jurnal software akuntansi online.

      7. Kebutuhan investasi

      Setelah menentukan anggaran atau pembiayaan, pastinya kamu juga perlu merinci secara detail darimana pemasukan anggaran ataupun modal ini berasal. Sebab, hal ini juga mempengaruhi perkembangan bisnis yang sedang atau akan kamu jalani. Dengan demikian, kamu juga akan paham apakah kamu membutuhkan seorang investor untuk membangun bisnismu? Atau cukup dengan dibiayai menggunakan modalmu dan anggota tim saja bisnis ini akan berkembang.

      8. Penutup

      Komponen yang terakhir dalam komponen penutup perencanaan usaha yaitu meninjau ulang dari keseluruhan komponen perencanaan yang telah dilakukan. Jika berhasil, maka dapat dengan mudah untuk menuai keuntungan. Jika tidak, berarti ada yang salah dalam menjalankan perencanaan usaha.

      Perencanaan usaha tidak dapat diketahui keberhasilannya jika tidak dipraktekkan secara langsung. Dengan begitu, dapat dengan mudah untuk meninjau ulang, kelebihan dan kekurangan dari perencanaan usaha yang telah dilakukan.

      Memulai suatu bisnis tentunya tidak mudah, berbagai resiko yang mungkin terjadi. Seperti kurang diterimanya produk di pasaran, atau beberapa peristiwa yang merugikan yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, seperti bencana alam misalnya. Oleh sebab itu, pentingnya untuk menjalankan setiap komponen perencanaan usaha.

      Pentingnya perencanaan usaha dalam bisnis agar dapat bersaing dengan para kompetitornya. Bertahan dalam sebuah persaingan bisnis tentunya tidak mudah. Terutama jika orientasi bisnis untuk memperoleh keuntungan sebanyak banyaknya. Sehingga diperlukan strategi marketing agar penjualan mencapai target.

      Sebagai catatan, untuk perusahaan yang lebih besar, pada umumnya akan ditambahkan lagi bab khusus tentang peta risiko dan strategi untuk menekan atau memitigasi risiko tersebut. Tak hanya itu, target penjualan juga biasanya tidak disajikan secara sederhana, namun dengan rincian yang detail terkait sumber-sumber produknya dari mana, kontribusi setiap jalur distribusi, serta rincian target penjualan dari setiap wilayah usaha.

      Sementara itu untuk strategi pemasaran, biasanya juga perlu dirinci dari tataran Strategi Umum pemasaran (segmen, target, memposisikan produk di tengah persaingan pasar atau positioning), sampai strategi untuk berpromosi memperkenalkan brand, mengakuisisi konsumen, sampai menjaga loyalitas konsumen.

      Contoh Perencanaan Usaha

      Setelah memahami isi atau langkah-langkah dari perencanaan usaha di atas, kamu bisa melihat contoh dari beberapa perencanaan usaha yang akan dibuat. Berikut contoh lengkapnya.

      1. Contoh Perencanaan Usaha Makanan

      Perencanaan usaha berikut merupakan contoh perencanaan usaha makanan dari perusahaan PT. Snack Enak Indonesia. Perusahaan ini memproduksi bahan makanan kripik singkong. Simak penjelasan lebih lengkap nya di bawah untuk melihat perencanaan usaha makanan.

      Nama bisnis

      Aroma Rasa Tea Shop.

      Bidang usaha

      Jenis usaha yang dibuat adalah kuliner.

      Visi

      Kedai teh yang menawarkan kondisi, suasana, lokasi, dan menu yang bervariatif dengan cita rasa dan kualitas dari daun teh terbaik di Indonesia.

      Misi

      1.    Mempertahankan cita rasa dari daun teh terbaik di Indonesia yang melegenda secara turun-temurun.

      2.    Menawarkan kenyamanan tempat untuk menikmati teh.

      Deskripsi bisnis

      Aroma Rasa Tea Shop adalah bisnis kuliner yang menawarkan berbagai menu teh berkualitas dengan racikan langsung dari daun teh terbaik di Indonesia.

      Keunikan produk

      Kualitas teh dibuat dari daun teh terbaik di Indonesia.

      Rincian produk

      1.    Teh melati.

      2.    Teh hijau.

      3.    Teh susu.

      4.    Teh tarik.

      5.    Teh coklat.

      6.    Teh vanilla.

      7.    Teh blackberry.

      8.    Teh Vanilla.

      Target pasar

      Anak muda pecinta teh dengan penghasilan menengah ke atas.

      Rencana pemasaran

      1.    Membuka tea shop di Kota Besar dan beberapa cabang lainnya.

      2.    Mengoptimalkan pemasaran di sosial media.

      3.    Menggunakan jasa food vlogger, food blogger, youtuber, influencer untuk membuat konten dan memberikan feedback.

      4.    Membuat event grand opening yang mengundang anak muda.

      Sumber Daya Manusia

      1.    Nina (pemilik bisnis).

      2.    Riski (Business Development).

      3.    Lili (Product Manager).

      4.    Vigo dan Ami (Barista).

      5.    Fitri (Social Media Officer).

      Biaya operasional yang diperlukan

      1.    Peralatan membuat teh Rp10 juta.

      2.    Bahan teh dan Perlengkapan Rp8 juta.

      3.    Sewa Tempat Rp20 juta per tahun.

      4.    Gaji SDM Rp20 juta.

      5.    Lain-lain Rp5 juta.

      6.    Total Rp63 juta.

      Target dan Timeline Bisnis

      1.    1 Tahun: Mendapatkan 20 pelanggan per hari.

      2.    2 Tahun: Buka cabang dan produk baru.

      3.    3 Tahun: Mendapatkan 50 pelanggan per hari di masing-masing cabang.

      4.    4 Tahun: Bekerja sama dengan perusahaan lain.

      5.    5 Tahun: Membuka franchise atau cabang.

      2. Contoh Perencanaan Usaha Cafe

      Perencanaan usaha berikut merupakan contoh perencanaan usaha cafe dari perusahaan PT. Anak Muda Berkarya. Perusahaan ini membuka cafe dengan konsep kekinian yang menyajikan beragam jenis kopi dan makanan pendamping. Simak penjelasan lebih lengkap nya di bawah untuk melihat perencanaan usaha makanan.

      Profil Perusahaan

      “XYZ Café” adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang kuliner yang mengarah ke dalam aspek restoran serta kopi untuk para pecinta setianya. Perusahaan ini telah berdiri sejak awal tahun 2021 dan berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat dengan lokasi yang sangat strategi karena berhadapan dengan lampu merah yang menjadi pusat pandangan semua orang saat berkendara, serta mudah dijangkau siapa saja sebagai pelanggan yang berkunjung.

      Masyarakat Indonesia yang saat ini hidup di era modern rupanya telah memiliki gaya hidup yang berbeda dan berubah setiap tahunnya. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menerapkan pola hidup yang tidak biasa dengan mengonsumsi kopi setiap hari. Maka dari itu, hal ini mendorong “XYZ Café” untuk menciptakan terobosan yang unik bagi masyarakat dengan menyediakan 20 jenis produk kopi asli yang diciptakan dari biji kopi asli pilihan yang berasal dari seluruh Indonesia.

      Visi

      “XYZ Café” memiliki sebuah visi untuk menjadi sebuah tempat terbuka dan ramah lingkungan bagi semua kalangan masyarakat di Indonesia, khususnya di sekitar Bandung.

      Misi

      1.    Menyediakan tempat dengan layanan terbaik untuk semua masyarakat dan pelanggan sebagai pecinta kopi.

      2.    Meningkatkan mutu dan kepercayaan pelanggan dengan menyediakan beberapa cabang di seluruh Indonesia dalam waktu 3 tahun pertama.

      Layanan dan Produk

      “XYZ Café” menghadirkan berbagai macam produk kopi terbaik dengan proses pembuatan yang sangat signifikan dan steril sehingga cita rasa aslinya selalu terjaga di setiap tegukannya. Tak hanya itu, perusahaan ini juga akan memberi kenyamanan yang tinggi bagi para pelanggan karena menyediakan sebuah tempat terbuka dengan lingkungan bersih dan sejuk sehingga dapat menjadi lokasi pilihan untuk menikmati berbagai cita rasa kopi dengan menu hidangan yang lezat.

      Rincian Pendanaan Badan Usaha

      Pendanaan yang berlaku sampai sekarang bahwa “XYZ Café” memiliki 55% dari modal keseluruhan yang ditetapkan agar badan usaha dapat berjalan dalam jangka panjang. Jumlah pendanaan sebesar 55% dari pemilik serta pendiri “XYZ Café” juga diakumulasi dengan 45% dari investor. Selain itu juga, kami menetapkan sistem pembagian hasil sebanyak 60% untuk pihak pengelola dan 40% untuk pihak investor dengan kontrak berjalan selama 3 tahun yang telah berlangsung sejak awal tahun 2018.

      Aspek Produksi dan Pemasaran

      Berikut ini adalah penjabaran perihal aspek produksi dan pemasaran dari suatu usaha.

      Tujuan Pasar

      1.    Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats)

      2.    Peluang Pasar

      3.    Penetapan Harga Pasar

      4.    Perkembangan Pasar

      Aspek Pemasaran

      1.    Sumber Bahan Pokok

      2.    Lingkungan Produksi

      Aspek Finansial dan Pendanaan

      Berikut ini adalah penjabaran perihal aspek finansial dan pendanaan dari suatu usaha.

      Jumlah Modal yang Digunakan

      Untuk aspek finansial dan pendanaan, total biaya keseluruhan yang digunakan “XYZ Café” sejak awal berdiri sampai sekarang adalah:

      1.    Sewa tempat per tahun: Rp30 juta

      2.    Renovasi: Rp15 juta

      3.    1 unit sepeda motor: Rp15 juta

      4.    Komputer (kasir): Rp4,5 juta

      5.    Peralatan (makan dan minum): Rp2,5 juta

      6.    Kursi dan meja: Rp13 juta

      7.    Biaya lain-lain: Rp20 juta

      Total biaya yang dibutuhkan oleh “XYZ Café” pada periode awal sebesar Rp100 juta.

      Prediksi Biaya per Bulan Biaya Kebutuhan Pokok ΓÇ£XYZ Caf├⌐ΓÇ¥

      1.    Daging sapi: Rp7,2 juta

      2.    Daging ayam: Rp4,2 juta

      3.    Aneka kopi: Rp3 juta

      4.    Sayuran: Rp2 juta

      5.    Kentang: Rp2,5 juta

      6.    Beras: Rp1,2 juta

      7.    Bumbu dapur: Rp1,5 juta

      8.    Buah-buahan: Rp2,5 juta

      9.    Gas LPG: Rp1,8 juta

      10.         Biaya lain-lain: Rp1 juta

      Total biaya yang diperkirakan untuk kebutuhan pokok setiap bulannya sebesar Rp26,9 juta.

      Biaya Gaji dan Operasional

      1.    Transportasi: Rp500 ribu

      2.    Gaji pengelola: Rp3,5 juta

      3.    Gaji chef: Rp6,5 juta

      4.    Listrik dan air: Rp5 juta

      5.    Gaji waitress: Rp4 juta

      6.    Gaji kasir: Rp2 juta

      7.    Gaji bagian order: Rp3 juta

      8.    Jadi, hasil perhitungan biaya keseluruhan untuk gaji dan operasional sebesar Rp24,5 juta.

      Perhitungan Modal untuk Investasi

      Jika menganalisa semua hasil perhitungan di atas, maka total biaya yang akan dibutuhkan oleh “XYZ Café” dalam kurun waktu sebulan berjalan memiliki rincian sebesar:

      Rp100 juta + Rp26,9 juta + Rp24,5 juta = Rp151,4 juta.

      3. Contoh Perencanaan Usaha Kerajinan

      Selanjutnya, ada juga contoh perencanaan usaha kerajinan jika kamu tak ingin membuat bisnis di bidang kuliner. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

      Judul proposal usaha

      Hiasan Kumbang Kepik.

      Bahan dan alat yang dibutuhkan

      1.    Botol plastik (ukuran bebas).

      2.    Cat berwarna cerah.

      3.    Kuas.

      4.    Bola pimpong.

      5.    Bola mata kecil plastik.

      6.    Lem.

      7.    Kawat.

      8.    Gunting dan pisau.

      9.    Pernak-pernik.

      10.         Paku kecil.

      Cara membuat produk

      1.    Pertama, membuat bagian badan terlebih dahulu dengan memotong bagian bawah botol plastik menggunakan gunting atau pisau.

      2.    Cat pada bagian dalam botol plastik agar penampilan semakin menarik.

      3.    Setelah dicat, jemur botol plastik di bawah sinar matahari agar semakin kering.

      4.    Lalu, membuat bagian kepala dengan memotong bola pimpong menjadi ukuran ┬╝.

      5.    Untuk terlihat menyerupai kepala kumbang, cat bola pimpong dengan warna hitam.

      6.    Potong kawat sekitar 4-5 cm dan tekuk pada bagian ujungnya. Kawat tersebut nantinya akan digunakan sebagai antena si kumbang.

      7.    Melubangi pada kepala agar antena dapat dipasang dengan paku kecil.

      8.    Menempelkan bagian kepala dan badan kumbang menggunakan lem.

      9.    Setelah itu, tempel bagian matanya serta tambahkan pernak-pernik pada bagian badan kumbang.

      10.         Hiasan kumbang kepik yang lucu siap digunakan.

      Perencanaan anggaran

      Modal

      1.    Cat: Rp 35.000

      2.    Kuas: Rp 5.000

      3.    Bola pimpong: Rp 25.000

      4.    Kawat: Rp 5.000

      5.    Bola mata plastik kecil: Rp 4.000

      6.    Lem: Rp 6.000

      7.    Jumlah: Rp 80.000 estimasi untuk 35 unit

      Penjualan

      Rencana harga jual: Rp 90.000 untuk 35 unit

      Profit

      Harga jual ΓÇô modal: Rp 90.000 ΓÇô Rp 80.000 = Rp 10.000

      Analisis SWOT

      Strength

      1.    Harga murah dan relatif terjangkau.

      2.    Menarik dan lucu sehingga akan disukai berbagai kalangan khususnya anak-anak.

      Weakness

      1.    Tidak ramah lingkungan karena berbahan dasar plastik.

      Opportunity

      1.    Dapat Menerima pre order.

      2.    Melayani jual beli via online.

      3.    Belum ada yang mengerjakan bisnis yang menjanjikan serupa di area Sleman.

      Threat

      1.    Banyak pesaing yang memproduksi produk serupa dengan bahan baku yang lebih baik seperti kain flanel.

      4. Contoh Perencanaan Usaha Kue

      Berikut ini terdapat contoh perencanaan usaha kue yakni Roti Bakar Rasa Rasa yang bisa kamu jadikan contoh untuk dokumen perencanaan usaha di bidang sejenis.

      Judul proposal usaha

      Roti Bakar Macam Rasa

      Variasi rasa roti bakar yang ditawarkan

      1.    Roti Bakar Coklat

      2.    Roti Bakar Keju

      3.    Roti Bakar Kacang

      4.    Roti Bakar Strawberry

      5.    Roti Bakar Srikaya

      6.    Roti Bakar Nanas

      7.    Roti Bakar Blueberry

      Rincian harga roti bakar

      1.    Strawberry + Nanas Rp 10.000

      2.    Strawberry Rp 10.000

      3.    Nanas Rp 10.000

      4.    Kacang Rp 12.000

      5.    Kacang + strawberry Rp 10.000

      6.    Kacang + nanas Rp 10.000

      7.    Kacang + blueberry Rp 10.000

      8.    Cokelat Rp 12.000

      9.    Cokelat + strawberry Rp 10.000

      10.         Cokelat + nanas Rp 10.000

      11.         Cokelat + kacang Rp 12.000

      12.         Blueberry + strawberry Rp 10.000

      13.         Blueberry + nanas Rp 10.000

      14.         Blueberry + coklat Rp 11.000

      15.         Srikaya + blueberry Rp 10.000

      16.         Srikaya + nanas Rp 10.000

      17.         Srikaya + kacang Rp 12.000

      18.         Srikaya + cokelat Rp 12.000

      19.         Keju + srikaya Rp 12.000

      20.         Keju + coklat Rp 12.000

      21.         Komplit Rp 15.000

      Strategi promosi

      Pada usaha roti bakar jelas memiliki banyak pesaing. Selain menciptakan berbagai inovasi dalam produknya, produsen juga harus memiliki cara promosi yang efektif dan efisien. Dalam mempromosikan usaha ini, kami akan menggunakan beberapa metode yaitu dari menawarkan secara langsung ke calon konsumen, pemanfaatan media online, pengembangan pasar dan juga produk.

      Aspek perencanaan keuangan

      Modal awal

      = Rp 5.500.000

      Pendapatan

      Rata-rata penjualan per hari = 15 bungkus

      Penghasilan produksi 

      1.    = harga produk (rata-rata ) x estimasi produksi per hari

      2.    = Rp 11.000 x 1

      3.    = Rp 165.000

      Penghasilan bruto per malam

      = Rp 165.000

      Laba kotor

      1.    Harian = Rp 165.000

      2.    Bulanan = Rp 4.950.000

      Biaya operasional per bulan

      1.    Gaji karyawan = Rp 600.000

      2.    Biaya transportasi = Rp 200.00

      3.    Biaya sewa tempat = Rp 200.000

      4.    Biaya bahan = Rp 2.500.000

      5.    Total biaya operasional = Rp 3.500.000

      Laba bersih per bulan

      1.    = laba kotor per bulan ΓÇô total biaya operasional

      2.    = Rp 4.950.000 ΓÇô Rp 3.500.000

      3.    = Rp 1.450.000

      5. Contoh Perencanaan Usaha Konveksi atau Baju

      Terakhir, ada juga contoh perencanaan usaha konveksi atau baju jika kamu bergerak di bidang fashion. Berikut penjelasan lengkapnya.

      Jenis usaha

      Pasar yang mudah dijangkau dan tidak banyak makan biaya angkut. Bisnis konveksi sangat menjanjikan untuk menjadi pengusaha sukses. Saat ini banyak pedagang grosir yang menjual berbagai jenis pakaian jadi di pasaran, motifnya biasa-biasa saja Hal ini menjadi peluang potensial untuk membuka bisnis konveksi yang bernuansa tradisional sampai yang mewah. Karena setiap orang memiliki selera yang berbeda. kebanyakan pedagang hanya mengandalkan harga murah saja, namun kualitas bahan yang digunakan tidak diperhatikan. Bisnis yang kami rencanakan ini akan membuat konsumen tidak hanya puas dengan harga yang relatif murah, namun konsumen juga akan puas dengan motif yang ditawarkan. sehingga konsumen akan menjadi loyal. Hal ini akan dipantau dengan selalu mencari motif yang lebih baru dan memperhatikan motif yang bagus dan menarik.

      Rencana Produksi

      1.    Kain soft jeans dengan timbul bunga-bunga di proses dalam pemotongan.

      2.    Kain yang telah dipotong sesuai desain di bordil di dalam mesin bordir.

      3.    Kain yang telah selesai di bordil di jahit sesuai desain dan diberi resleting.

      4.    Setelah selesai penjahitan dan pemasangan resleting kemudian di obras agar mendapatkan kualitas yang rapi dan halus.

      5.    Setelah itu penyetrikaan.

      6.    Setelah selesai di setrika lalu di masukkan dalam plastik.

      7.    Dan yang terakhir di ikat dengan tali, 1 ikat berisi 10 potong.

      Rencana Pemasaran

      Berikut ini adalah penjabaran rencana pemasarannya.

      Analisis target pelanggan atau konsumen

      Target pelanggan kami adalah para pedagang di pasar grosir, dengan modal yang cukup besar perusahaan kami masuk ke dalam pasar grosir, kami tidak membutuhkan pedagang (pelanggan) yang banyak bagi kami cukup 10 pedagang, dengan daya beli 100 potong per hari di setiap pedagang.

      Strategi penentuan harga

      1.    Penentuan harga berdasarkan Biaya Produksi

      Harga kami tentukan dengan menghitung semua biaya produksi per potong ditambah Rp 5000, misal semua bahan dan biaya produksi adalah Rp 50.000 harga jualnya menjadi Rp 55.000 per potong.

      2.    Penentuan Harga Berdasarkan Permintaan

      Namun pada 2 bulan sebelum hari raya idul fitri keuntungan per potong kami tingkatkan menjadi Rp7000, karena semakin banyaknya permintaan.

      Strategi promosi

      1.    Penjualan personal (Personal Selling)

      Dengan secara personal kami melakukan penjualan dengan tidak banyaknya konsumen yang kami rencanakan, dengan membawa beberapa contoh produk kami menawarkan langsung pada calon pelanggan atau konsumen kami.

      2.    Hubungan Masyarakat (publik relation)

      Promosi kami juga dengan mengenalkan,membangun citra produk dan memberi kesan yang baik pada masyarakat lewat jejaring sosial facebook, untuk masalah membeli bisa datang ke pelanggan kami yang ada di pasar grosir. Dengan seperti itu kami bisa lebih menghemat biaya promosi, karena di face book promosinya gratis.

      Rencana Keuangan

      Berikut ini adalah penjabaran dari rencana keuangan yang dimaksud!

      Biaya pembelian mesin

      1.    Mesin pemotong kain 4 unit per unit Rp 400.000 = Rp1,6jt

      2.    Membeli mesin jahit sebanyak 60 mesin per unit Rp1.500.000 = Rp90jt

      3.    Mesin obras sebanyak 4 unit, per unit nya Rp 2.000.000 = Rp8jt

      4.    Mesin pasang kancing 2 unit Rp 600.000 = Rp1,2jt

      5.    Mesin bordir 1 unit = Rp 190jt

      6.    1 unit Komputer untuk gambar bordir= Rp4jt

      7.    Jumlah keseluruhan = Rp 294.800.000

      Biaya operasional per bulan

      1.    Biaya tagihan listrik perbulan = Rp 1.500.000

      2.    Biaya penyusutan mesin 10% = Rp 29.480.000

      3.    Biaya transportasi (solar) untuk pengiriman barang per hari = Rp 50.000

      4.    Biaya makan siang perhari untuk 70 karyawan Rp5000 x 70 = Rp 350.000

      5.    Gaji satpam dan cleaning service = Rp 6.400.000

      6.    Gaji karyawan jahit Rp30.000 x 50 = Rp 1.500.000

      7.    Gaji karyawan obras Rp20.000 x 4 = Rp 80.000

      8.    Gaji karyawan penyetrika dan pengemasan Rp 20.000 x 4 = Rp 80.000

      9.    Gaji tim kreatif dan desain gambar bordir Rp 40.000 x 4 = Rp160.000

      10.         Gaji karyawan potong kain Rp 30.000 x 4 = Rp120.000

      11.         Gaji sopir = Rp 40.000

      12.         Gaji marketing Rp50.000 x 2 = Rp 100.000

      13.         Gaji karyawan administrasi = Rp 50.000

      14.         Jumlah keseluruhan = Rp 39.910.000

      15.         Jumlah keseluruhan dikali 20 hari kerja = Rp 798.200.000

      Biaya bahan baku

      1.    1 pis kain Rp 1.700.000 x 28 = Rp 47.600.000

      2.    Harga 1 benang Rp1500, x 375 = Rp 562.500

      3.    Biaya bordir per potong Rp 4000 , x 1500 = Rp 6.000.000

      4.    Resleting 1 = Rp500, x 1500 = Rp 750.000

      5.    Kemasan 1 potong Rp200, x 1500 = Rp 300.000

      6.    Jumlah keseluruhan dikali 20 hari kerja = Rp1.104.250.000

      Jumlah biaya perbulan secara keseluruhan

      1.    Jumlah biaya bahan baku = Rp1.104.250.000

      2.    biaya operasional = Rp 798.200.000

      3.    Jumlah keseluruhan = Rp 1.902.450.000

      Arus kas penerimaan per hari

      1.    Rata-rata harga jual barang kami adalah = Rp 75.000

      2.    1000 potong x Rp75.000 = Rp75 juta x 30 hari = Rp2.250.000.000

      3.    Dikurangi semua biaya pengeluaran = Rp 1.902.450.000

      4.    Keuntungan perbulan kami = Rp 347.550.000

      Rencana Personalia

      Berikut ini adalah penjabaran perihal rencana personalia yang akan diterapkan!

      Tugas Marketing (2 marketing) 

      1.    Menawarkan produk pada konsumen.

      2.    Bertanggung jawab atas semua pembayaran barang.

      3.    Menentukan harga yang lebih spesifik.

      4.    Menentukan nilai lebih pada setiap produk.

      5.    Menampung semua keluhan dan masukan dari pelanggan.

      6.    Melaporkan pada tim kreatif tentang kekurang produk.

      7.    Melaporkan semua penerimaan uang, pada bagian keuangan.

      Tugas Tim kreatif (3 orang) 

      1.    Membuat gambar-gambar bordil

      2.    Membuat desain baru

      3.    Mencari produk yang lebih unik dan menarik

      4.    Memperbaiki desain, yang dilaporkan marketing ada kekurangan.

      Tugas Bagian keuangan (2 orang) 

      1.    Mencatat semua keluar masuk nya uang

      2.    Memberikan upah pada semua karyawan

      3.    Mengabsen untuk semua karyawan

      4.    Menyiapkan dana untuk pengeluaran per hari maupun per bulan

      Tugas Pemotong kain (4 orang) 

      1.    Memotong kain sesuai pola yang telah dibuat tim kreatif

      Tugas Operator mesin bordir (3 orang, tiap 8 jam ganti)

      1.    Menjalankan mesin

      2.    Menyesuaikan potongan kain yang telah dipotong sesuai pola

      Tugas Penjahit (50)

      1.    Menjahit kain yang telah dipotong sesuai desain

      2.    Memasang resleting

      Tugas Pengobras (5 orang) 

      1.    Mengobras semua jahitan yang telah selesai di jahit dan dipasang resleting

      2.    Membersihkan sisa-sisa benang jahitan dan bordir

      Tugas Penyetrika (4 orang)

      1.    Menyetrika baju yang telah di obras

      2.    Melipat baju dengan rapi

      3.    Memasukkan kedalam plastik

      4.    Mengikat dengan tali baju-baju yang telah dimasukkan kedalam plastik

      Tugas Sopir (1 orang) 

      1.    Mengantar barang ke pasar grosir

      2.    Merawat mobil pengiriman barang

      3.    Membantu mengangkat barang ke tempat pedagang

      Tugas Satpam (3 orang) 

      1.    Menjaga keamanan lingkungan pabrik pada siang dan malam hari

      Tugas Cleaning service (5 orang)

      1.    Membersihkan ruang kerja setelah dan sebelum para karyawan mulai kerja

      Rencana Strategi

      Berikut ini merupakan penjabaran dari rencana strategi yang direncanakan untuk diterapkan!

      Strategi persaingan

      1.    Focus dengan kualitas yang lebih baik

      Suatu cara untuk memenangkan persaingan khususnya pada konveksi adalah dengan membandingkan produk yang dihasilkan dengan produk pesaing. Dalam hal ini keunggulan produk lah yang akan membedakannya dari produk pesaing. Kami menggunakan strategi kualitas barang yang bagus, desain sesuai trend, unik, menarik, cantik, dan jahitan yang rapi untuk bersaing dengan konveksi lain.

      2.    Penentuan harga prestise

      Menggunakan harga diatas pesaing karena mempunyai keunggulan tersendiri dan untuk meraih kesan terbaik dari pesaing-pesaing lain.

      Strategi pengembangan wilayah pemasaran

      Wilayah pemasaran akan direncanakan di perluas ke luar kota, seperti di surabaya disana ada pasar grosir besar yaitu di pasar kapasan. Dengan model titip barang dan bayarnya menggunakan bilyet giro para pedagang akan lebih tertarik untuk mencoba produk kami, tapi setelah produk kami laku di pasaran Surabaya kami akan memberlakukan model cash, tidak menggunakan bilyet giro lagi, ada uang ada barang.

      Strategi pengembangan produk

      1.    Strategi pengembangan produk baru

      Produk baru dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar dan dengan selalu mengikuti trend yang ada, dengan melihat dan mengikuti pameran- pameran busana. Tim kreatif yang bertanggung jawab atas pengembangan produk, tetapi kami tidak hanya mengandalkan tim kreatif saja untuk mengembangkan produk kami, tapi kami juga menerima masukan dari para pelanggan tentang produk-produk yang lebih bagus, unik, menarik, dan cantik. Selain itu kami selalu menjaga kualitas jahitan dan kemasan untuk menjaga nama merek kami.

       


    • MODEL BISNIS CANVAS