Garis besar topik

    • Selamat Datang Dan Selamat Bergabung 

      2022-1 | Senin, 20:10 s/d 21:40 | 3AK-S1 | IBI21204 Kewirausahaan | 2 | T | Yusminar Wahyuningsih, S.E.,M.M


      KATA SAMBUTAN 


      Assalamualaikum ..
      Tabik pun..

      Salam sejahtera buat kalian semua...

      Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan.
      Dimanapun berada..., semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

      Selamat datang di Mata kuliah KEWIRAUSAHAAN  Daring SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Bandar Lampung. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana terkait dengan bidang studi: Technopreneur.

      Mata kuiah KEWIRAUSAHAAN ini memiliki beban SKS sebesar 2 SKS, dengan kode Mata Kuliah  IBI21204

      Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik,
      Salam hangat dan tetap semangat !!

      Wassalamu'alaikum Wr. Wb
      YUSMINAR WAHYUNINGSIH, SE.MM


      DESKRIPSI MATA KULIAH

      Mata kuliah Kewirausahaan merupakan mata kuliah yang membekali pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana membangung mindset seorang entrepreneur (entrepreneurial mindset). Kemampuan dan kepekaan melihat problem disekitar untuk menangkapnya menjadi peluang usaha melalui pencipataan ide bisnis yang inovatif.


      CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH

      1.   Mahasiswa mampu memahami konsep kewirausahaan dan menumbuhkkan keingingan untuk berwirausaha.

      2.   Mahasiswa mampu menemukan permasalahan di lingkungan sekitar dan menentukan sebuah solusi permasalahan yang ada melalui penciptaan ide bisnis.

      3.   Mahasiswa mampu mengembangkan ide bisnis menggunakan metode design thinking.


      CAPAIAN PENGETAHUAN

      1.   Mahasiswa mampu memahami falsafat dan konsep kewirausaahaan.

      2.   Mahasiswa mampu memahami teknis dalam pengembangan jiwa kewirausaahaan.

      3.   Mahasiswa memiliki wawasan untuk mengembangkan usaha untuk  menciptakan lapangan kerja.


      BOBOT PENILAIAN

      Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:

      Tugas = 20 % 

      Etika = 20 % 

      Presensi Kehadiran = 20 % 

      UTS   = 20 %

      UAS  =  20 %

      PROFIL DIRI

      NAMA           = Yusminar wahyuningsih, SE.MM

      NIK                = 1112001

      NIDN            = 217067505

      AGAMA         = ISLAM

      EMAIL            = yusminar.darmajaya.co.id

      IG                   = kwu- kelas

  • Mahasiswa mampu memahami konsep kewirausahaan

    • Konsep Kewirausahaan: Pengertian, Konsep Dasar, hingga Jenis-jenisnya


      Konsep kewirausahaan adalah hal penting yang perlu dipahami oleh pengusaha. Foto: Unsplash.com

      Konsep kewirausahaan adalah suatu konsep yang perlu dipahami oleh para pengusaha agar dapat menjalankan usaha bisnisnya dengan baik. Konsep tersebut perlu dimiliki serta diterapkan oleh pengusaha agar bisa mencapai tujuan.

      Pengertian Kewirausahaan

      Pada zaman ekonomi digital seperti saat ini, kewirausahaan adalah salah satu istilah yang sering yang sudah tidak asing lagi. Praktik-praktik kewirausahaan pun kini banyak dijalankan oleh orang-orang.

      Secara sederhana, kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menciptakan visi, inovasi dan melihat suatu peluang di masa datang.

      Banyak para ahli yang telah memberikan definisinya mengenai istilah kewirausahaan.

      Dikutip dari buku Konsep-Konsep Dasar Kewirausahaan karya Ojat Darojat dan Sri Sumiyati berikut ini,

      ┬╖       Menurut Robert C. Ronstadt, kewirausahaan adalah suatu proses yang dinamis untuk meningkatkan kesejahteraan. Kesejahteraan ini diciptakan oleh individu-individu yang bersedia mengambil risiko, atas kekayaan, waktu, dan/atau karier dalam menyediakan nilai (sesuatu yang bernilai) pada barang atau jasa.

      • Menurut Peggy A. Lambing & Charles R. Kuehl, kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu nilai dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh orang banyak
      • Menurut Thomas Zimmerer, kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.

      Konsep Kewirausahaan


      Salah satu konsep dasar kewirausahaan adalah kemampuan menanggapi peluang yang ada. Foto: Unsplash.com

      Perbesar

      Salah satu konsep dasar kewirausahaan adalah kemampuan menanggapi peluang yang ada. Foto: Unsplash.com

      Konsep kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang bisnis.

      Dalam kewirausahaan, ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dimiliki oleh seorang pengusaha. Hal tersebut adalah konsep dasar kewirausahaan.

      Lantas, apa konsep dasar kewirausahaan? Menurut Mardia, dkk dalam buku Kewirausahaan, berikut dua konsep dasar kewirausahaan.

      1. Peluang

      Peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang dimiliki oleh semua orang yang mempunyai jiwa kreativitas dalam dirinya untuk memulai usaha.

      Dengan adanya peluang, seorang wirausahawan tentunya dapat berbagai macam aktivitas kewirausahaan.

      Peluang usaha dapat dimanfaatkan oleh orang demi mendapatkan tujuan dengan cara melakukan sebuah usaha yang akan memanfaatkan berbagai macam sumber daya yang akan dimiliki.

      2. Kemampuan Menanggapi Peluang

      Kewirausahaan sangat berkaitan dengan kemampuan atau kecakapan dalam menanggapi peluang usaha.

      Kemampuan menanggapi peluang sendiri merupakan kemampuan seseorang dalam merespons peluang usaha yang ada dan ditanggapi dengan seperangkat tindakan.

      Tindakan-tindakan tersebut kemudian akan menghasilkan suatu usaha bisnis baru yang produktif dan inovatif serta menjawab peluang usaha yang ada.


      Tujuan Kewirausahaan


      Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas adalah salah satu tujuan dari kewirausahaan. Foto: Unsplash.com

      Perbesar

      Sebagai suatu konsep, kewirausahaan tentunya mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai. Dikutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK/MAK karya Muh, Nur Eli Brahim, M.Si, tujuan diterapkannya konsep kewirausahaan adalah sebagai berikut:

      • Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
      • Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan.
      • Membiasakan dan membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan wirausaha di kalangan masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
      • Menumbuh kembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat kepada masyarakat.

       

      Sifat Kewirausahaan


      Mampu bekerja sama adalah salah satu sifat kewirausahaan yang harus dimiliki oleh pengusaha. Foto: Unsplash.com

      Perbesar

      Mampu bekerja sama adalah salah satu sifat kewirausahaan yang harus dimiliki oleh pengusaha. Foto: Unsplash.com

      Sifat kewirausahaan adalah sejumlah sifat yang mencerminkan konsep kewirausahaan. Sifat-sifat atau karakteristik kewirausahaan yang wajib dimiliki oleh seorang wirausahawan agar dapat menjalankan bisnisnya dengan baik.

      Jadi, sifat apa saja yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis? Berikut jawabannya.

      1. Berani Mengambil Risiko

      Berbeda dengan seorang penjudi, berani mengambil risiko dalam konsep kewirausahaan merupakan perilaku yang berkaitan keyakinan diri dalam mengambil keputusan.

      Pengambilan risiko didasarkan pada pemikiran dan hasil analisis yang kuat serta dengan kreativitas dan inovasi yang membuat seorang wirausahawan menjadi semakin mantap dalam mengambil keputusan.

      2. Berkomitmen dan Berkemauan Keras

      Komitmen terhadap usaha dan kemauan yang keras untuk mencapai sasaran merupakan aspek yang paling pokok dari seorang wirausaha. Dengan memiliki karakteristik tersebut seorang wirausaha akan mengabdikan dirinya secara total terhadap usaha yang ditanganinya.

      3. Berintegritas dan Dapat Dipercaya

      Integritas adalah hal penting yang wajib dimiliki oleh seorang wirausaha karena hal ini merupakan modal penting dalam rangka membangun dan mempertahankan kepercayaan semua klien.

      Sifat berintegritas dan dapat dipercaya dapat dibangun dengan perilaku yang bertanggung jawab serta jujur dalam melaksanakan tugasnya.

      4. Percaya Diri

      Percaya diri adalah sikap yang mengenal diri sendiri, meyakini potensi yang dimiliki, dan mengetahui jelas tujuan-tujuan serta kebutuhannya dan bagaimana cara untuk mencapainya.

      5. Mampu Bekerja Sama

      Keberhasilan seorang wirausaha dalam berwirausaha tidak terlepas dari kesediaannya untuk bekerja sama dengan tim yang tangguh serta kemauan untuk mengenali kelebihan dan kelemahan orang lain dan berupaya mengarahkan orientasinya pada pencapaian tujuan kelompok dalam menyelesaikan suatu masalah.

      6. Berwawasan Jauh ke Depan

      Keberhasilan para wirausaha sangat banyak tergantung pada kemampuannya mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan dan mengembangkan pokok-pokok strategi yang akan ditempuh oleh perusahaannya sesuai dengan antisipasi keadaan masa depan tersebut.

      7. Kepemimpinan

      Dalam dunia bisnis, sudah tidak jadi rahasia lagi jika kunci sukses dalam menjalankan suatu usaha adalah sifat kepemimpinan dan manajerial yang dimiliki oleh seorang wirausahawan.

      Wirausaha yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil, baik yang memimpin sedikit ataupun banyak karyawan yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dibutuhkan.

      Sumber daya tersebut termasuk sumber daya manusia. Seorang pemimpin juga harus menentukan tujuan-tujuan untuk organisasi, membimbing, dan memimpin mereka untuk mencapai sasaran organisasi.

      Jenis Kewirausahaan


      Salah satu jenis kewirausahaan adalah ecopreneurship. Foto: Unsplash.com

      Perbesar

      Salah satu jenis kewirausahaan adalah ecopreneurship. Foto: Unsplash.com

      Dikutip dari buku Kewirausahaan dari Industry 4.0 Menuju Society 5.0 oleh Dr. Muhamad Toyib Daulay SE, MM. dan Annisa Sanny SE, MM., kewirausahaan dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan orientasi dan cara kerjanya. Berikut adalah jenis-jenis kewirausahaan.

      1. Ecopreneurship

      Ecopreneurship adalah jenis kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan atau profit semata, tetapi juga mendukung aktivitas perlindungan terhadap lingkungan.

      Dalam penerapannya, perusahaan yang menggunakan konsep ini akan melakukan sejumlah kegiatan ekonominya dengan ramah lingkungan, seperti mengolah limbah dengan baik, menghemat pemakaian energi, menggunakan energi alternatif, dan lain-lain.

      2. Sociopreneurship

      Sociopreneurship adalah jenis kewirausahaan yang bukan hanya memikirkan laba dan keuntungan sebagai tujuan akhir, melainkan juga mementingkan aspek sosial masyarakat yang ada.

      Jenis kewirausahaan ini diterapkan dengan bertujuan untuk hadir dalam menjawab masalah sosial yang ada, menyejahterakan masyarakat, serta membantu masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

      3. Technopreneurship

      Technopreneurship adalah suatu jenis kewirausahaan yang menggabungkan konsep bisnis dan penggunaan teknologi yang mutakhir dalam menjalankan bisnisnya.

      Penggunaan teknologi biasanya didasarkan pada keuntungan yang diperoleh, yaitu lebih efisien dan menghemat biaya. Jenis kewirausahaan banyak ditemukan pada zaman sekarang .

      4. Intrapreneurship

      Intrapreneurship adalah jenis kewirausahaan dengan sistem dan proses yang menstimulus para karyawan dalam mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga bertindak seperti seorang pebisnis. Contoh perusahaan yang menerapkan hal ini adalah Google

       


  • Mahasiswa mampu menjabarkan pengembangan kewirausahaan dan menyadari potensi diri.

    • 10 Karakter Wirausaha untuk Meraih Kesuksesan Bisnis

      Karakter wirausaha merupakan faktor penting dalam membangun bisnis


      Karakter wirausaha merupakan faktor yang berperan penting dalam mempertahankan jalannya bisnis. Karakteristik wirausahawan yang kuat akan mampu membantu seorang wirausahawan untuk tetap bertahan menghadapi persaingan bisnis yang semakin hari semakin ketat.

      Karakteristik Wirausahawan

      karakteristik wirausahawan adalah suatu sikap atau perilaku yang dimiliki oleh seorang wirausahawan untuk menjalankan kegiatan kewirausahaan. 

      10 Karakter Wirausaha yang Harus Dimiliki Seorang Wirausahawan

      1.                Memiliki Komitmen yang Tinggi

      Karakteristik wirausaha untuk sukses yang pertama adalah harus mempunyai komitmen yang tinggi. Ini disebabkan komitmen berkaitan dengan setiap perkataan maupun tindakan yang akan kamu pertanggung jawabkan.

      Dengan komitmen yang tinggi dalam membangun usaha membuat sebuah kepercayaan terhadap diri kamu ataupun perusahaan. Maka dari itu, bisa membuat langkah kamu dalam berbisnis juga lebih mudah.

      2.                Disiplin

      Sebagai seorang wirausahawan kamu harus mempunyai karakter disiplin yang tinggi. Sikap disiplin akan memperlihatkan bahwa kamu berusaha keras untuk melakukan apapun dalam urusan bisnis. 

      Disiplin di sini maksudnya adalah keteraturan kamu dalam menjalankan usaha. Dengan sikap ini, kamu dapat memotivasi dan membangkitkan semangat diri untuk mencapai sebuah tujuan.

      Dengan menjadi seorang wirausaha, artinya kamu harus mampu memimpin diri sendiri. Kamu harus mampu mendisiplinkan diri sendiri. Mulai dari hal kecil seperti waktu bangun tidur, jadwal kerja harian, kapan harus beristirahat, kapan harus bertemu dengan klien, dan lain sebagainya. 

      3.                Percaya Diri

      Percaya diri merupakan suatu langkah awal bagi kamu untuk bisa memulai usaha, karena kamu percaya terhadap kemampuan dirimu bahwa dapat membangun dan menjalankan bisnis.

      Kepercayaan diri menandakan kalau kamu siap menghadapi segala rintangan kedepannya tapi jangan terlalu berlebihan, kamu harus mengimbanginya juga dengan pengendalian diri agar kesannya tidak sombong.

      4.                Pantang Menyerah

      Tentu saja, membuat usaha dari awal itu pasti ada tantangannya atau kegagalan selama berjalannya usaha. Sifat pantang menyerah wajib dimiliki oleh wirausahawan agar kita tidak mudah menyerah jika mengalami suatu kegagalan. Dari kegagalan tersebut dapat dijadikan motivasi untuk kamu kedepannya agar meminimalisir gagal dalam berwirausaha.

      5.                Memiliki Kreativitas Tanpa Batas

      Kreativitas salah satu karakter wirausaha yang juga sangat penting. Dengan kreativitas yang dimiliki seorang wirausaha dapat menciptakan ide usaha maupun produk yang tidak terbatas dengan produk atau usaha serupa.

      Satu kreativitas harus dibarengi dengan adanya inovasi tujuannya adalah agar menarik minat para pelanggan terhadap usaha kamu. Kamu bisa mengadakan riset kepada orang-orang mengenai tren yang sedang berkembang saat itu.

      6.                Jujur

      Dalam semua aspek, kejujuran adalah hal penting di dunia ini. Dalam dunia bisnis pun sangat penting bagi kamu untuk selalu bersikap jujur. Kejujuran akan menghadirkan rasa percaya. Bila kamu sudah mendapatkan kepercayaan maka perjalanan di dunia wirausaha akan jauh lebih mudah. 

      7.                Berani Mengambil Risiko

      Karakteristik wirausaha lainnya adalah dengan memiliki sikap berani bertanggung jawab atas semua keputusannya dan bahkan mengambil risiko terberat. Berani mengambil risiko jika bisnisnya nanti akan mengalami kerugian atau kegagalan. Dengan adanya permasalahan tersebut, biasanya wirausahawan dapat mengatasinya dengan baik dan sudah memiliki solusi supaya kejadian yang terjadi tidak dapat terulang kembali.

      Ada beberapa karakteristik wirausaha yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan dalam menjalankan bisnis


      8.                Selalu Bekerja Keras

      Selain prinsip kerja cerdas, sebaiknya kamu juga mengimbanginya dengan sebuah resep ampuh dalam menjalankan bisnis yaitu kerja keras. Bayangkan seorang yang ingin mendapatkan air. Bila kamu hanya bekerja keras, mungkin Anda rela menjadi pengangkut air dengan cara berjalan bolak-balik antara sumur menuju rumah.

      Namun, jika kamu kombinasikan kerja keras dengan kerja cerdas, maka kamu akan berpikir keras bagaimana caranya menyalurkan air menggunakan pipa menuju rumah. Seorang wirausaha bersedia untuk bekerja keras dengan cara yang cerdas.

      9.                Mampu Bekerja Sama dengan Orang Lain

      Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa adanya makhluk lain. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa tidak semua orang bisa bersosialisasi, apalagi bekerja sama dengan orang lain dalam hubungan yang juga baik.

      10.         Berorientasi pada Masa Depan

      Karakteristik wirausahawan yang terakhir adalah selalu memiliki orientasi ke masa depan. Menjadi seorang wirausahawan artinya selalu mampu berpikir untuk situasi yang akan datang. Misalnya, mencari peluang untuk menciptakan bisnis yang lebih sukses di masa yang akan datang.

      Seorang yang visioner atau selalu berorientasi pada masa depan, akan menjadikan kekurangan dan kesalahan di masa lalu sebagai pembelajaran, dan tidak akan terlalu mengingat-ingat kekurangan atau kegagalan tersebut.

      Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta

      Kembali lagi pada karakter wirausaha, ternyata masih ada sebagian orang yang menganggap bahwa wirausaha dan wiraswasta adalah dua hal yang sama. Sehingga mereka hampir tidak menemukan perbedaan wirausaha dan wiraswasta.

      Bukan sekali atau dua kali wirausaha disebut sebagai wiraswasta karena beberapa ahli menganggap bahwa memang tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pengertiannya. Bahkan, di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kedua istilah tersebut memiliki definisi yang sama. 

      Padahal perbedaan wiraswasta dan wirausaha terlihat dengan jelas. Orang yang berwirausaha bisa dipastikan memiliki bisnis atau usahanya sendiri, sedangkan wiraswasta terkadang bisa juga dilakukan dengan bekerja pada orang lain. Penggunaaan kedua istilah ini memang sering tumpang-tindih. Jika disimpulkan perbedaan wirausaha dan wiraswasta ada pada sikap mental atau wujud usaha/operasinya.

      Istilah wiraswasta memang sudah lebih dulu muncul, yaitu pada sekitar tahun 1970. Istilah ini dideskripsikan berdasarkan paham neoklasik dan didefinisikan sebagai berikut.

      • Orang yang mampu bersikap, berpikir, serta bertindak berdasarkan kemampuan serta keberanian untuk mengadakan pekerjaan sendiri, mencari uang sendiri, serta bekerja dengan sikap yang mandiri.
      • Orang yang mempunyai dorongan untuk membuat sesuatu yang berbeda dengan yang lain, dengan cara mempergunakan waktu dan kegiatan, yang diikuti oleh modal serta kemungkinan gagal, juga penerimaan balas jasa dan kepuasan serta kewenangan yang bebas atas bisnisnya tersebut.

      Sedangkan istilah wirausaha baru muncul saat perkembangan teori ekonomi modern dan didefinisikan sebagai berikut.

      • Orang yang menciptakan sebuah kreasi serta inovasi
      • Orang yang mempunyai visi berjangka panjang
      • Orang yang dapat menguasai keahlian dalam produksi, pemasaran, penyediaan modal, serta pengawasan.

      Dilihat dari fokus usahanya, kegiatan wirausaha mencakup seluruh waktu dalam hidupnya. Sedangkan wiraswasta umumnya hanya memfokuskan separuh waktu hidupnya untuk melakukan kegiatan tersebut. 

      Jika dilihat berdasarkan pola pikir dalam bisnis, perbedaan wirausaha dan wiraswasta pun terlihat jelas. Wirausaha adalah seorang yang membuka sebuah usaha baru dan mandiri. Ia melihat sejumlah peluang yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan profit. Sedangkan seorang wiraswasta merasa bahwa meneruskan sebuah konsep yang sudah ada bisa menghasilkan profit lebih besar.


      10 Karakter Wirausaha Ini Wajib Anda Miliki

      Menjadi wirausaha saat ini menjadi impian banyak orang. Terlebih dengan tingginya persaingan kerja membuat banyak orang tertarik menjadi wirausaha ini. Salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah karakter wirausaha.

      karakteristik wirausaha

       

      Wirausaha adalah individu yang menciptakan bisnis baru, menanggung sebagian besar risiko dan menikmati sebagian besar laba yang didapatkan. Proses mendirikan bisnis dikenal sebagai kewirausahaan.

      Wirausaha pada umumnya dipandang sebagai inovator, sumber ide, barang, jasa, dan bisnis atau prosedur baru.

      Pengusaha memainkan peran kunci dalam ekonomi, menggunakan keterampilan dan inisiatif yang diperlukan untuk mengantisipasi kebutuhan dan membawa ide-ide baru yang bagus ke pasar. Wirausaha yang terbukti berhasil dalam mengambil risiko menciptakan startup dihargai dengan keuntungan, ketenaran, dan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.

      Sedangkan kewirausahaan yang gagal menghasilkan kerugian dan berkurangnya prevalensi di pasar bagi mereka yang terlibat.

      karakter wirausaha


      Siapakah Pengusaha itu? Apa ciri-ciri wirausahawan yang bisa memperoleh kesuksesan?

      Seperti yang telah dijelaskan di atas, wirausaha adalah orang yang memiliki hasrat untuk berkreasi dan kemampuan untuk menindaklanjuti ide-ide mereka. Wirausaha ini merupakan seseorang yang memiliki kemampuan untuk melihat kebutuhan yang sebelumnya tidak terpenuhi atau dalam beberapa kasus menciptakan kebutuhan yang bahkan tidak ada.

      Wirausaha juga ingin bekerja untuk diri mereka sendiri dan bersedia mengambil risiko agar ide atau produk mereka berhasil.

      Banyak orang ingin menjadi wirausaha dan bertanya-tanya apakah mereka cocok untuk menjadi seorang wirausaha, berikut adalah beberapa ciri umum yang ditemukan pada pengusaha.


      1. Kreativitas

      Kreativitas melahirkan sesuatu yang baru. Tanpa kreativitas, tidak mungkin bisa ada inovasi. Wirausaha harus memiliki kemampuan untuk menjabarkan banyak ide dan menindaklanjutinya.

      Meski tidak setiap ide yang didapatkan bisa menjadi tren, tapi pengalaman yang didapat sangatlah berharga. Kreativitas akan membantu dalam menghasilkan solusi baru untuk masalah yang dihadapi dan memungkinkan seseorang untuk memikirkan solusi yang out of the box.

      Ini juga memberi wirausaha kemampuan untuk merancang produk baru untuk pasar yang serupa dengan pasar yang saat ini dia mainkan.

      2. Profesionalisme

      Profesionalisme adalah kualitas yang harus dimiliki oleh semua pengusaha yang baik. Perilaku serta perilaku wirausaha terhadap karyawan dan klien mereka sangat membantu dalam mengembangkan budaya organisasi.

      Seiring dengan profesionalisme datang kehandalan dan disiplin. Disiplin diri memungkinkan seorang wirausahawan untuk mencapai target mereka, terorganisir dan menjadi contoh bagi semua orang.

      Keandalan menghasilkan kepercayaan dan untuk sebagian besar usaha, kepercayaan pada wirausaha adalah apa yang membuat orang-orang dalam organisasi termotivasi dan bersedia memberikan yang terbaik. Profesionalisme adalah salah satu karakteristik terpenting yang wajib dimiliki oleh seorang wirausaha.

      3. Berani Mengambil Risiko

      Pengambilan risiko Kemampuan mengambil risiko sangat penting bagi seorang wirausahawan. Tanpa keinginan untuk menjelajahi yang tidak diketahui, seseorang tidak dapat menemukan sesuatu yang unik.

      Dan keunikan ini mungkin membuat semua perbedaan. Pengambilan risiko melibatkan banyak hal. Menggunakan metode yang tidak ortodoks juga berisiko. Berinvestasi dalam ide, tidak ada orang lain yang percaya tetapi Anda juga berisiko.

      Pengusaha memiliki pendekatan yang berbeda terhadap risiko. Pengusaha yang baik selalu siap untuk menginvestasikan waktu dan uang mereka. Tapi, mereka selalu memiliki cadangan untuk setiap risiko yang mereka ambil.

      Untuk menjelajah di tempat yang tidak diketahui, seseorang harus diberikan kartu truf; pengusaha yang baik memilikinya, selalu. Selain itu, evaluasi risiko yang akan dilakukan juga penting. Tanpa mengetahui konsekuensinya, seorang wirausahawan yang baik tidak akan mempertaruhkan semuanya.

      4. Semangat

      Pekerjaan  harus menjadi sumber semangat . Jadi ketika bekerja,  harus menikmati apa yang  lakukan dan tetap termotivasi. Gairah bertindak sebagai kekuatan pendorong, yang dengannya, Anda termotivasi untuk berusaha menjadi lebih baik.

      Ini juga memungkinkan bagi untuk menggunakan waktu ekstra di kantor yang dapat atau mungkin membuat perbedaan. Pada awal setiap usaha wirausaha atau usaha apa pun, ada rintangan tetapi semangat yang  miliki akan memastikan bahwa mampu mengatasi hambatan ini dan terus maju menuju tujuan.

      5. Perencanaan

      Mungkin ini yang terpenting dari semua langkah yang diperlukan untuk menjalankan sebuah usaha. Tanpa perencanaan, semuanya akan menjadi longgar seperti yang mereka katakan, ΓÇ£Jika Anda gagal merencanakan, Anda berencana untuk gagal.ΓÇ¥

      Perencanaan adalah menyusun strategi yang dilakukan sebelum memulai usaha. Ini pada dasarnya merangkum semua sumber daya yang ada dan memungkinkan untuk membuat struktur dan cara tentang bagaimana mencapai tujuan tersebut.

      Langkah selanjutnya adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya ini secara optimal hingga bisa memperoleh kesuksesan. Menghadapi situasi atau krisis dengan rencana selalu lebih baik daripada tidak membuat rencana.

      Ini memberikan pedoman dengan minimum atau tidak ada kerusakan yang terjadi pada bisnis. Perencanaan adalah salah satu karakteristik terpenting dari seorang wirausahawan.

      6. Pengetahuan

      Pengetahuan adalah kunci kesuksesan. Seorang wirausaha harus memiliki pengetahuan lengkap tentang niche atau industrinya. Karena hanya dengan pengetahuan kesulitan dapat diselesaikan atau krisis dapat diatasi.

      Ini memungkinkan untuk melacak perkembangan dan persyaratan pasar yang terus berubah. Mungkin itu adalah tren terbaru di pasar atau kemajuan teknologi atau bahkan masuknya pengiklan baru, seorang wirausaha harus terus mengikuti perkembangan tersebut.

      Pengetahuan adalah kekuatan penuntun ketika harus meninggalkan kompetisi. Potongan-potongan informasi baru mungkin terbukti sama bergunanya dengan strategi yang baru dibuat.

      Wirausaha ini harus tahu apa kekuatan dan kelemahan bisnisnya sehingga bisa digarap dan bisa menghasilkan organisasi yang lebih sehat.

      Seorang wirausaha yang baik akan selalu berusaha untuk menambah pengetahuannya, oleh karena itu ia selalu ingin belahar. Semakin baik seorang pengusaha mengetahui area bisnisnya, semakin mudah dia bisa menguasai bisnis tersebut.

      7. Keterampilan Sosial

      Keahlian adalah senjata yang digunakan wirausaha untuk menjalankan bisnisnya. Keterampilan sosial juga diperlukan untuk menjadi wirausaha yang baik. Secara keseluruhan, ini membentuk kualitas yang diperlukan agar wirausahawan berfungsi.

      • Keterampilan Sosial meliputi hal-hal berikut ini:
      • Membangun Hubungan
      • Perekrutan dan Sumber Bakat
      • Perumusan Strategi Tim
      • Dan masih banyak lagi.

      8. Keterbukaan Pikiran

      Seorang pengusaha harus menerima. Realisasi sebenarnya dari skenario atau peristiwa mana yang dapat menjadi peluang yang berguna diperlukan. Untuk mengenali celah seperti itu, diperlukan sikap berpikiran terbuka.

      Seorang pengusaha harus ditentukan. Dia harus menghadapi kekalahannya dengan sikap positif dan kemenangannya, dengan rendah hati. Setiap pengusaha yang baik akan tahu untuk tidak mengerutkan kening pada kekalahan.

      Mencoba sampai bisa berhasil adalah mentalitas yang tepat. Kegagalan adalah suatu langkah atau cara yang tidak berjalan sesuai rencana. Seorang pengusaha yang baik mengambil pengalaman ini dan bekerja lebih keras dengan tujuan berikutnya sejalan.

      Pengalaman ini ditanamkan melalui proses pembelajaran yang diterima. Wirausaha yang baik tahu bahwa mereka dapat belajar dari setiap situasi dan orang di sekitar mereka. Informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk proses perencanaan.

      Belajar dengan pikiran terbuka memungkinkan  melihat kesalahan dengan rendah hati. Informasi baru selalu membuat seorang pengusaha mempertanyakan tekadnya saat ini. Ini juga memberikan perspektif baru terhadap aspek tertentu. Keterbukaan pikiran juga memungkinkan Anda untuk mengetahui dan belajar dari pesaing Anda.

      9. Empati

      Ciri-ciri pengusaha sukses Mungkin nilai yang paling sedikit dibicarakan di dunia saat ini adalah empati atau memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Empati adalah pemahaman tentang apa yang ada dalam pikiran seseorang.

      Ini adalah keterampilan yang layak disebut. Pengusaha yang baik harus mengetahui kekuatan dan kelemahan setiap karyawan yang bekerja di bawahnya.  harus memahami bahwa orang-oranglah yang membuat bisnis berjalan!  harus menyebarkan empati terhadap orang-orang Anda.

      Karyawan yang tidak bahagia ditentukan oleh bagaimana  menciptakan lingkungan kerja di mana orang-orang senang datang. Untuk menjaga kesejahteraan mereka, seorang wirausaha harus mencoba memahami situasi karyawan.

      Apa yang bisa menjadi faktor motivasi? Bagaimana saya bisa membuat karyawan saya ingin memberikan yang terbaik? Semua ini dipahami melalui empati.

      Menjaga tempat kerja tetap ringan dan bahagia sangat penting. Karena tanpa empati, seorang wirausaha tidak dapat menjangkau hati karyawan maupun kesuksesan yang diinginkannya. Empati adalah salah satu karakteristik terpenting seorang wirausahawan.

      10. Pelanggan Adalah Segalanya

      Pengusaha yang baik akan selalu mengetahui hal ini; bisnis adalah tentang pelanggan. Bagaimana  menarik perhatian pelanggan adalah langkah pertama. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai media seperti pemasaran dan periklanan.

      Penting juga  untuk mengetahui kebutuhan pelanggan. Produk atau layanan yang dibuat oleh bisnis ini perlu memenuhi kebutuhan konsumen. Personalisasi bisnis untuk konsumen juga akan meningkatkan penjualan.

      Kemampuan untuk menjual diri sendiri di depan investasi potensial ketika datang dalam bentuk pelanggan juga diperlukan. Siap dengan pengetahuan untuk menyenangkan pelanggan, adalah cara untuk memiliki bisnis yang sukses.

      Tidak perlu bahwa setiap usaha kewirausahaan adalah sukses besar. Selain ide yang cemerlang, kelangsungan hidup juga merupakan aspek yang tidak kalah pentingnya dari sebuah bisnis, dimana memiliki pendidikan bisnis dapat memainkan peran penting. Semua karakteristik wirausaha ini dapat ditanamkan dalam diri individu.



  • Mahasiswa mampu menganalisa dan memahami pola pikir wirausahawan

    • Pola Pikir dan Karakteristik Menjadi Wirausaha

      BAB I

      MENJADI WIRAUSAHA

      1.         Pendahuluan

                  Pada tahun 1998, perekonomian Indonesia memasuki masa yang sangat sulit. Pergantian kekuasan dari era orde baru ke era reformasi yang disertai multidimensi mengakibatkan penggangguran dimana-mana. Perusahaan-perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Maka untuk mengatasi hal ini diperlukan wirausaha. Ekonomi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) menjadi tumpuan dan pilihan penting bagi para sarjana untuk sejahtera dan mandiri sederhana dan menolong orang mengatasi pengangguran.

      Tabel 1. Karakteristik Usaha Mikro dan Kecil

      Positif

      Negatif

      1. Tahan Banting

      1. Informal

      2. Fleksibel

      2. Skala Ekonomi Rendah

      3. Mandiri

      3. Tidak ada Standar SOP

      4.Efisiensi (dikerjakan seluruh keluarga)

      4. Belum mendapatkan/menerapkan prinsip manajemen

      5. Self-finance

      5. Tidak disiapkan untuk jadi besar/tumbuh

      6. Pengembangan Terbatas

      Ada empat jenis usaha yang berkembang di masyarakat, yakni:

      1.    Usaha Mikro

      Usaha mikro merupakan usaha yang paling banyak di Indonesia yakni sekitar 50.700.000 usaha mikro yang berkembang di Indonesia sehingga membuat usaha ini menyerap paling banyak tenaga kerja yakni sebanyak 83.647.711 jiwa atau sama dengan 80% tenaga kerja di Indonesia memilih untuk menjadi wirausaha di usaha mikro.

      2.    Usaha Kecil

      Usaha kecil merupakan usaha kedua terbanyak yang berkembang di Indonesia yakni 520.000 usaha kecil.

      3.    Usaha Menengah

      Usaha menengah merupakan usaha ketiga paling banyak berkembang di Indonesia yakni sebanyak 39.660 usaha menengah.

      4.    Usaha Makro

      Usaha makro adalah usaha yang paling sedikit berkembang di Indonesia yakni sekitar 4370 usaha mikro.

      2.         Karakter-Karakter Dasar Seorang Wirausaha

      Wirausaha itu haruslah sebagai berikut:

      1.    Bukan sekedar tumpangan hidup

      Tidak semua orang yang berusaha itu adalah entrepreneur. Entrepreneur adalah seseorang yang berusaha dengan keberanian dan kegigihan sehingga usahanya mengalami pertumbuhan. Seseorang yang hanya melakukan usaha dan stagnant, taka da perubahan dari waktu ke waktu, dan mengerjakan suatu pekerjaan tanpa perencanaan kemajuan sama sekali bukan disebut entrepreneur, mereka hanyalah pedagang biasa.

      Seorang entrepreneur adalah seseorang yang moving forward, maju terus ke depan, dan bertumbuh dari waktu ke waktu

      2.    Bersahabat dengan ketidakpastian

      Salah satu karakter utama seorang wirausaha adalah persahabatan yang kental dengan ketidakpastian atau dengan kata lain berani mengambil resiko. Hal ini karena, seorang wirausaha tidak mempunyai gaji yang stabil setiap bulannya dan tantangan penjualan dagangannya setiap harinya. Mereka yang bersahabat dengan ketidakpastian, mengenal betul karakter-karakter ketidakpastian dan mampu mengambil manfaat besar darinya.

      3.    Usaha sesungguhnya, bukan spekulatif

      Perbedaan antara usaha spekulatif dengan usaha riil dapat dilihat pada Tabel 2.

      Tabel 2. Perbedaan Usaha Spekulatif dengan Usaha Riil

      Usaha Spekulatif

      Usaha Riil

      Wealth = Money

      Wealth = Well Being

      Illusionary Wealth, magic.

      (kehidupan yang bisa didapat melalui spekulasi)

      Instrinsic Wealth

      (Kehidupan yang artistic, spiritual, intelligence, intellectual)

      Tingkat pengembalian (rate of return), kinerja ekonomi (economic performance), peringkat (rating and scoring)

      Kontribusi ekonomi dalam jangka panjang terhadap manusia dan alam/habitatnya

      Aset yang terus meningkat nilainya, penampilan yang berlebih (over valued asset, handsome performance)

      Saling memelihara/menjaga

      (Mengurangi ketergantungan pada uang), mengutamakan tat nilai

      Yang kaya semakin kaya, uang bisa memperbesar uang

      Kekayaan yang diperoleh dari kerja keras,inovasi, persaingan

      Jangan bekerja untuk uang, buatlah uang bekerja untuk Anda. Bekerja hari ini untuk hari ini.

      Jangan berilusi, bekerja keraslah, hidup yang hemat, nikmati pada masanya.bekerja sekarang, nikmati hari tua, dan sisakan untuk generasi yang akan datang

      Inilah Tradisi Wall Street

      Inilah Tradisi Market Street

      3.         Karakter-Karakter Dasar Entrepreneurial Mindset

                  Ada tujuh karakter-karakter dasar entrepreneurial mindset, yaitu:

      Action Oriented

      1.        Bukan tipe menunda, wait and see, atau membiarkan sesuatu (kesempatan) berlalu begitu saja. Prinsip yang dianut adalah see and do. Bagi mereka, resiko bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadappi dan ditaklukkan dengan tindakan dan kelihaian.

      2.        Berpikir simpel

      Walaupun suatu keadaan di dunia ini berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu belajar menyederhanakannya. Mereka melihat persoalan dengan proses berfikir yang jernih dan menyelesaikan masalah satu demi satu secara bertahap.

      3.        Mereka selalu mencari peluang-peluang baru

      Jika mereka mulai dari usaha yang baru, maka mereka mau untuk bekajar memahami usaha baru tersebut, dan apabila usaha yang sama, mereka mau unutuk mencari alternatif-alternatif baru. Mereka meraih keuntungan bukan hanya dari bisnis atau produk baru, melainkan juga dari cara-cara baru.

      4.        Mengejar peluang dengan disiplin tinggi

      Karena wirausaha melakukan inventasi dan menanggung resiko, maka seseorang wirausaha harus memiliki disiplin yang tinggi. Mereka bertarung dengan waktu karena peluang selalu berhubungan dengan waktu. Sekali suatu kesempatan hilang, maka belum tentu kesempatan yang sama datang kembali di lain waktu.

      5.        Hanya mengambil peluang yang terbaik

      Wirausaha hanya akan mengambil peluang yang terbaik baginya. Ukuran menarik itu adalah pada nilai-nilai ekonomis yang terkandung di dalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukkan prestasi, dan perubahan yang dihasilkan. Pada akhirnya, sukses yang diraih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan orang itu dalam memilih

      SUCCESS = f (CHOICE)

      6.        Fokus pada eksekusi

      Manusia dengan entrepreneurial mindset mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasikan apa yang dipikirkan daripada menganalisa ide-ide baru sampai mati.

      7.        Menfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti

      Kemampuan untuk mengumpulkan orang, membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi.

      4.         Pilihan Entrepreneurship

                  Pilihan entrepreneurship antara lain:

      a.    Karyawan                           : bekerja pada orang lain, professional executive (decision market)

      b.    Intrapreneurship                 : karyawan dengan jiwa kewirausahaan (inovatif dan tajam dalam peluang)

      c.    Social- Entrepreneurship    : Pelaku kegiatan sosial berwatak entrepreneur

      d.   Eco-Preneur                       : wirausaha dalam lingkungan hidup yang berwatak sosial

        

      BAB II

      BERFIKIR  PERUBAHAN

      1.         Perbedaan Pola Pikir Entrepreneurship dengan Non Entrepreneurship

                  Perbedaan Pola Pikir Entrepreneurship VS Non Entrepreneurship adalah sebagai berikut:

      a.         Produktif VS Konsumtif

      b.        Resources Utilization VS Resources Disposal

      Untuk memulai usaha bisnis hanya dapat dilakukan dengan metode ΓÇ£3MΓÇ¥, yakni:

      a.       Motivasi

      b.      Mindset

      c.       Make It

      2.         Mindset Menggerakan Perilaku

                  Pola pikir atau mindset adalah keseluruhan/kesatuan dari keyakinan yang kita miliki, nilai-nilai yang kita anut, kriteria, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, dan pendapat yang kita keluarkan dalam memandang diri kita sendiri, orang lain atau kehidupan ini. Pola pikir memberi tahu kita bagaimana hidup ini harus dijalankan yang akhirnya akan menentukan apakah kita berhasil atau tidak.

      3.         Mengubah Pola Pikir

                  Pola pikir dapat diubah karena pola pikir merupakan hasil dari sebuah proses pembelajaran maka pola pikir juga diubah dan dibentuk ulang. Pola pikir itu tentu saja sulit untuk diubah. Ada yang cepat, ada yang memerlukan waktu yang lama. Tanda-tanda terjasinya perubahan pola pikir yakni ketika kita dapat memahami suatu hal yang selama ini kita benci seharusnya dapat kita kasihi. Perubahan pola pikir berarti juga berubah dari satu pola pikir kepada pola pikir yang lain.

      4.         Pola Pikir Entrpreneurship

                  Pola pikir entrepreneurship berkarakter produktif, bukan konsumtif. Dia selalu berusaha mencari cara baru untuk meningkatkan utilitas sumber daya secara efisien. Dia selalu mencari alternated bila sumber daya yang  ada terbatas. Dia cenderung job creator daripada sekedar job seeker. Semua karakter tersebut disebabkan oleh jumlah total pola pikir positif, kreatif, keuangan, dan pola pikir produktif yang dimilikinya.

      5.         Hambatan Persepsi saat Memulai Usaha

      Hambatan Persepsi Memulai Usaha, yakni:

      a.         Merasa terlalu tua atau terlalu muda

      b.        Tidak berbakat

      c.         Tidak punya modal

      Untuk memulai usaha, kita hanya butuh 3M, yaitu motivasi yang kuat, mindset yang tepat (produktif, kreatif, positif), dan make it (lakukan saja).

      6.         Kreatifitas Financial Entrepreneurship

                  Kunci kesuksesan transformasi dari perjuangan finansial hingga menuju pada kondisi kebebasan finansial sebagaimana konsep transformasi Cashflow Quadrantnya Kiyosaki tergantung pada kecerdasaan finansial Anda. Untuk mencapainya diperlukan kreativitas finansial. Kreativitas finansial berusaha mengubah  mind set yang ada pada diri kita masing-masing mengikuti pola pikir manusia sejahtera yang efisien dan sesuai konsep ekonomis. Kreativitas secara finansial dalam kenyataanya meruapakan ketersediaan untuk berpindah dari zona nyaman menuju zona baru yang penuh tantangan.

      BAB III

      BERFIKIR KREATIF

      1.         Orang Dewasa yang Tidak Kreatif

                  Dengan otak yang sehat, kita dapat berfikir kreatif sehingga timbul gagasan-gagasan dan terobosan-terobosan usaha yang inovatif. Penurunan tingkat kreativitas sejalan dengan makin lanjutnya usia seseorang disebabkan oleh hubungan antara intensitas eksperimen dengan keinginan mencari aman. Maka, semakin tua seseorang manusia semakin cemnderung menghindari risiko dan ingin menjalani hal-hal yang aman saja (status quo).

      2.         Pembuka Pintu Kesulitan

                  Kreativitas dibagi ke dalam tiga unsur, yaitu melihat dengan sudut pandang (perspektif) yang baru, menemukan hubungan baru, atau membentuk kombinasi baru dari objek, konsep, atau fenomena. Ide yang ideal dan bermanfaat adalah pikiran yang terarah pada invensi (pengembangan gagasan), inovasi (mengubah gagasan menjadi produk), dan paten (proteksi produk). Pemunculan ide sebagai jiwa dari kretivitas membutuhkan suatu fokus pemikiran konsentrasi. Dengan fokus dan konsentrasi, Anda dengan cepat memilah dan memilih mana informasi dan aktivitas yang mendukung ide Anda dan mana yang tidak. Dengan menfokuskan diri pada hal-hak yang mendukung serta mengabaikan semua yang tidak mendukung, ide yang Anda gagas tersebut akan dapat berkembang dan mampu menghasilkan nilai ekonomis.

      3.         Hambatan Kreativitas

                  Ada 5 hambatan kreativitas dapat dilihat pada Tabel 1.

        

      Tabel 1. Hambatan Kreativitas

      Jenis Hambatan

      Contoh

      Hambatan persepsi

      -       Pola pikir stereotip

      -       Membatasi masalah secara berlebihan

      -       Terlalu banyak atau sedikit informasi

      Hambatan Emosi

      -       Takut mengambil resiko

      -       Tidak menyukai ketidakpastian

      -       Lebih suka menilai daripada menghasilkan gagasan

      -       Menggangap remeh suatu masalah

      -       Tergesa-gesa menyelesaikan masalah

      Hambatan Kultural

      -       Kultur menghambat pengakumulsian gagasan

      Hambatan Lingkungan

      -       Kurangnya dukungan sarana, prasarana kerja

      Hambatan Intelektual

      -       Terlalu mengandalkan logika

      -       Enggan menggunakan intuisi

      -       Menggunakan pengalaman atu cara lama yang terbukti efektif hasilnya.

      a.         Hambatan Persepsi

      Merupakan hambatan yang membuat manusia sulit mempersepsikan masalah atau menangkap informasi yang relevan.

      b.        Hambatan Emosi

      Hambatan emosi dapat menggangu kemampuan  seseorang memecahkan masalah melalui berbagai cara. Hambatan emosi antara lain:

      1.        Takut mengambil resiko

      Karena manusia tidak diberikan peluang untuk melakukan kesalahan, banyak orang takut salah dan akhirnya takut mengambil resiko

      2.        Berani menghadapi ketidakpastian

      Ini berarti kita harus berani berpindah dari zona nyaman ke zona baru. Ingatlah selalu bahwa seseorang entrepreneur ada karena ada orang-orang yang mau mengarungi samudera ketidakpastian.

      3.        Lebih suka menilai daripada menghasilkan gagasan baru

      Jika dalam suatu keadaan penilian negatif yang awalnya muncul, maka akan banyak sekali gagasan hebat yang akan ditolak.

      4.        Kurang Tantangan

      Segala sesuatu yang dipandang sepele membuat kita kurang memiliki tantangan sehingga tidak bergerak

      5.        Terburu-buru

      Sikap terburu-buru tidak baik dalam mencari suatu pemikiran yang kreatif, maka diperlukan suasana yang tenang agar pemikiran kreatif itu dapat muncul.

      c.         Hambatan Kultural

      Salah satu jenis hambatan kultural yang paling umum adalah takut untuk tampil berbeda dengan yang lain, atau takut mengambil tindakan, mengemukakan gagasan yang kemungkinan bakal dianggap kontroversial

      d.        Hambatan Lingkungan

      Merupakan hambatan kultural yang lebih luas.

      e.         Hambatan Intelektual

      Biasanya disebabkan oleh sikap mental yang tidak efisien atau keengganan untuk menggunakan pendekatan baru.

      Hambatan kreativitas beserta pendorong untuk keluar dari hambatan tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.

      Tabel 2. Hambatan Kreativitas dan Pendorong Kreativitas

      Penghambat Kreativitas

      Lakukan perubahan dengan

      Pendorong Kreativitas

      Sikap negatif

      Sikap positif

      Taat pada aturan

      Melanggar aturan

      Membuat asumsi

      Memeriksa asumsi

      Stress yang berlebihan

      Mampu menyalurkan stress

      Takut gagal

      Teknik mengambil resiko

      Berkeyakinan bahwa diri sendiri tidak kreatif

      Yakinlan bahwa anda kreatif

      Terlalu mengandalkan logika

      Menggunakan imajinasi dan intuisi

      BAB IV

      BERORIENTASI PADA TINDAKAN

      1.         Pendahuluan

      Orientasi PDCA (Plan, Do, Check and Action) digunakan untuk menghindari hal-hal berikut ini, yakni :

      - NATO (No Action Talk Only); hasil : gosip, konflik

      - NADO (No Action Dream Only);  hasil : visi, karya seni

      - NACO (No Action Concept Only); hasil : teori, falsafah

      2.         8 Habits of Highly Effective People

      8th Habits of Highly Effective People (Stephen Covey), yaitu:

      1.         Proaktif

      Berfikir proaktif adalah mengambil tindakan sebelum sebuah kejadian yang tidak dikehendaki mncul. Proaktig juga mengambil inisiatif untuk bertindak, bukan menunggu atau berwacana. Mengambil tindakan sebelum sebuah kejadian yang tidak dikehendaki muncul :

      Terlatih di lapangan _ memiliki intuisi

      2.         Bermula dari Ujung Pemikiran (end of mind)

                  Manusia yang berorientasi pada tindakan tidak hanya mengejar pencapaian tujuan, akan tetapi juga berburu tujuan yang benar. Agar Mencapai Tujuan Yang Benar,  Tuliskan misi pribadi hidup Anda yang menggambarkan tujuan dan citra diri. Misi pribadi ditemukan melalui serangkaian tindakan atau kejadian-kejadian pahit sehingga membentuk kebajikan dan filosofi hidup. Secara bertahap kebajikan dapat diperoleh melalui tahap-tahap berikut:

      a.         Penginderaan fisik

      Terdiri dari belajar dari orang lain, manusia sakti,

      b.        Pengalaman  hidup,

      c.         Ilmu pengetahuan, melawan mitos, lepaskanlah belenggu-belenggu negatif, keluarlah dari zona kenyamanan, kepribadian menentukan penglihatan

      d.        Kebajikan

      3. Dahulukan Hal yang Utama

      Urgent

      Tidak begitu urgent

      Penting

      -       Deadline dari klien

      -       Menghadapi bencana-bencana seperti kebakaran

      -       Aktivitas preventif

      -       Menjaring network

      -       Perencanaan

      -       Pengetahuan professional

      Tidak begitu penting

      -       Interupsi

      -       Cek e-mail

      -       Meeting yang tidak direncanakan

      -       Aktivitas tidak produktif

      -       Membaca buku tak berguna

      4.         Berfikir Menang ΓÇô Menang (win ΓÇô win )

                  Manusia efektif akan selalu bersikap win-win. Mereka berusaha agar semua pihak mencapai kondisi akhir yang baik. Mereka menyadari  bahwa menang sendiri dapat bersifat destruktif karena hal itu hanya menghasilkan pihak yang kalah dan akhirnya akan memunculkan  perasaan bermusuhan dan perasaan buruk lainnya.

      5.         Memahami Untuk Dipahami

                  Seorang wirausaha harus memiliki keterbukaan untuk mendengarkan, dan tidak menolak, beragumentasi, atau melawan atas apa yang mereka dengar dari pihak lain. Maka yang perlu dikembangkan yakni kebiasaan mendengarkan dan memikirkannya dan ada usaha menempatkan diri kita pada posisi orang lain.

      6.         Sinergi

      Seorang Wirausaha harus mencari sinergi, yaitu suatu total yang lebih besar dari penjumlahan elemenelemen tunggalnya. Merespon kooperatif, Sinergi yang efektif  sangat bergantung pada komunikasi.

      7.         Menajamkan Ketahanan, Fleksibilitas dan Kekuatan

      8.         Menemukan Keunikan dan Membantu Orang Lain Menemukannya

      BAB V

      PENGAMBILAN RISIKO

      1.         Definisi Risiko

                  Risiko didefinisikan sebagai adanya konsekuensi, sebagai dampak adanya ketidakpastian, yang memunculkan dampak yang merugikan pelaku usaha. Sebaliknya, konsekuensi yang memunculkan dampak yang menguntungkan tidak dianggap sebagai risiko. Konsekuensi positif ini dianggap sebagai keuntungan yang diharapkan. Alasan orang mengambil risiko adalah menginginkan pengembalian yang sepadan (return) yakni dengan mampu mengkalkulasi risiko dan kepepet. Kepepet dapat terjadi karena tidak mampu mengkalkulasi risiko, atau tidak tahu risiko yang dihadapi.

      2.         Jenis-jenis Risiko dalam Bisnis

                  Ada 2 macam Risiko dalam bisnis, yaitu:

      a.         Risiko Murni

      Resiko murni adalah resiko yang muncul sebagai akibat dari sebuah situasi atau keputusan yang konsekuensinya adalah kerugian. Bentuk risiko murni yang sering muncul antara lain:

      1.      Risiko hilang/rusaknya asset yang dimiliki

      2.      Kecelakaan kerja pada proses produksi

      3.      Risiko akibat tuntutan hukum pihak lain

      4.      Risiko operasional lainnya

      5.      Bencana alam

      b.        Risiko Spekulatif

      Risiko spekulatif adalah risiko yang muncul akibat situasi atau keputusan yang konsekuensinya bisa berupa keuntungan ataupun kerugian. Contoh resiko spekulatif yakni resiko perubahan harga dan risiko kredit.

      3.         Bentuk-Bentuk Kerugian Akibat Adanya Resiko

                  Ada 2 jenis kerugian yang diakibatkan oleh risiko, yaitu:

      a.    Kerugian Langsung

      Yaitu jumlah nominal yang harus ditanggung akibat dampak langsung dari risiko yang dapat terjadi. Misalnya, kebakaran pada toko yang digunakan sebagai usaha.

      b.    Kerugian Tidak Langsung

      Yaitu nominal yang harus ditanggung akibat dampak tidak langsung risiko yang terjadi, misalnya kemungkinan penjualan mendapatkan keuntungan.

                  Cara yang dapat digunakan untuk mengalkulasikan seberapa besar resiko yang terjadi, yakni:

      1.      Tentukan seberapa sering suatu risiko terjadi (frekuensi atau probabilitasnya)

      2.      Tentukan dampak yang ditimbulkan dari risiko yang terjadi

      3.      Hitung kemungkinan prediksi kerugian, dengan formula:

      Frekuensi x Dampak

      4.         Pengelolaan Risiko

                  Ada 4 pilihan strategi pengelolaan risiko, yaitu:

      a.         Dikontrol (risk control)

      Yaitu upaya-upaya yang dilakukana agar probabilitas terjadinya risiko yang diidentifikasi menjadi berkurang.

      b.        Ditransfer kepada pihak lain (risk transfer)

      Yaitu upaya-upaya yang secara sadar dilakukan dengan memindahkan risiko yang kita hadapi terhadap pihak lain.

      c.         Dibiayai sendiri (risk retention)

      Yaitu upaya-upaya mendanai dampak yang ditimbulkan oleh risiko

      d.        Dihindari (risk avoidance)

      Yaitu tindakan secara sadar untuk menghindari risiko yang dihadapi

       

      Pola Pikir (Mindset) Wirausaha

      1365926983303154428

      Pola pikir (mindset) adalah cara memandang terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indradan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang kita lihat dan kita alami. pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha.

      Pola pikir seorang entrepreneur itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena polapikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua entrepreneur untuk menjalankan suatu usaha. wirausahawan tidak selamanya mulus dalam menjalankan usahanya. ada beberapa hambatan yg mungkin saja dialami oleh wirausahawan saat akan membangun suatu usaha. masalah paling utama yang dihadapi adalah MODAL, merasa dirinya tidak berbakat dalam berwirausaha, merasa dirinya terlalu tua untuk memulai usaha. mungkin hal-hal di bawah ini bisa dilakukan dalam memulai suatu usaha.

       

      Pola Pikir Pengusaha

      Apa yang membuat seorang pengusaha berbeda dengan seorang pekerja biasa? Jawabannya singkat, pola pikirnya.

      Lalu, bagaimana sih pola pikir pengusaha sehingga mereka bisa menjadai pemilik bisnis yang sukses? Menarik untuk dibahas, terutama buat Anda yang ingin memulai berbisnis.

      Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan menjadi seorang pekerja atau karyawan. Selain gaji bulanan akan membuat kita merasa aman dan terhindar dari kendala keuangan, bekerja kantoran juga memberikan kita banyak pengalaman.

      Namun, rutinitas yang membosankan tentu harus dijalankan setiap hari untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang karyawan.

      Nah, agar tak terjebak dengan zona nyaman ala pekerja biasa, mulailah mengumpulkan modal dan rencanakan alih profesi sebagai pengusaha.

       

      Pola Pikir Pengusaha yang Patut Ditiru

      Pebisnis tentunya memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada pekerja biasa. Kita harus menempa mental untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, disiplin, dan inovatif.

      Buang jauh-jauh mental pekerja bila kita ingin menjadi pengusaha yang sukses. Lalu, pola pikir seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha?

      1. Bertanggung Jawab Untuk Semua Situasi dan Keputusan yang Diambil

      Pengusaha adalah sosok luar biasa yang punya kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang tadinya tak ada menjadi ada.

      Dulu saat jadi seorang pekerja biasa, mungkin kita tinggal menjalankan semua tugas tanpa harus pusing berpikir baik buruknya kontribusi tugas tersebut untuk perusahaan.

      Pola pikir ini tentunya harus diubah, karena seorang pengusaha tidak hanya bertanggung jawab untuk kesejahteraan dirinya sendiri, tapi juga harus bertanggung jawab terhadap kesejahteraan usahanya atau bahkan kesejahteraan tim dalam usaha.

      Sebelum terjun menjadi pengusaha, pola pikir pengusaha seperti ini harus dipraktikkan saat masih bekerja kantoran.

      2. Visi Jangka Pendek dan Jangka Panjang Berjalan Seiringan

      Seorang pekerja biasanya fokus kepada hal-hal yang bersifat jangka pendek saja. Namun pengusaha harus membangun visi jangka pendek dan visi jangka panjang kemudian menjalankannya secara bersamaan.

      Jangan pernah bermalas-malasan untuk mewujudkan setiap visi dan ide brilian yang sudah terlintas di benak kita selama ini.

      Jika Anda punya rencana untuk menjalankan sebuah bisnis, maka Anda harus punya pandangan yang jelas tentang bisnis tersebut.

      Misalnya visi jangka pendek, Anda ingin punya usaha untuk penghasilan tambahan. Sedangkan visi jangka panjangnya, dalam waktu 5 tahun ke depan bisnis Anda sudah 100 kali lebih besar dan stabil.

      3. Ketidaknyamanan Merupakan Zona Nyaman

      Pengusaha selalu dituntut untuk berpikir ΓÇ£out of the boxΓÇ¥. Segala ide-ide baru yang liar serta keinginan untuk mewujudkannya harus dijalankan secara terencana agar bisa mendatangkan keuntungan dan reputasi yang baik bagi bisnis yang sedang dibangun.

      Keluarlah dari zona nyaman seorang pekerja, dan jadikan ketidaknyamanan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

      4. Belajar adalah Perjalanan Tanpa Henti

      Seperti kata Steve JobsStay hungrystay foolish. Tetaplah merasa lapar, tetaplah merasa bodoh.

      Para pengusaha sukses tidak pernah merasa dirinya sudah hebat. Mereka selalu belajar hal baru dan mengkuti teknologi sesuai dengan perkembangan jaman.

      Keterampilan spesifik biasanya dibutuhkan seorang pekerja untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya. Namun memilih menjadi seorang entrepreneur berarti memutuskan untuk melakukan proses pembelajaran seumur hidup.

      Karena sebuah bisnis tak dapat meraih sukses tanpa proses pembelajaran yang dilakukan secara berkesinambungan. Belajar dari banyak hal akan membuat kita lebih aware terhadap perubahan situasi yang terjadi secara signifikan.

      5. Pribadi yang Objektif dan Mencintai Usaha yang Dibangun

      Jujur saja, seorang pekerja biasa seringkali harus berupaya menyelesaikan semua pekerjaannya, meskipun itu hal yang tidak ia sukai.

      Tapi saat seorang pekerja sudah bertransformasi sebagai pengusaha, berarti orang tersebut sudah memilih bidang yang akan ia cintai.

      Lakukan segala cara yang objektif dan masuk akal untuk mulai memajukan bisnis yang dibangun dari nol.

      6. Melanggar Aturan Baku Bukanlah Hal Tabu Bagi Pengusaha

      Melanggar aturan kala bekerja dengan perusahaan lain bisa berujung pada pemecatan, tapi tidak demikian halnya dengan seorang pengusaha.

      Mendobrak aturan-aturan yang baku dan kebiasaan-kebiasaan konvensional berarti mencari cara baru untuk memajukan bisnis secara positif.

      Menjadi eksentrik untuk mencapai kesuksesan ternyata sah-sah saja, selama hal tersebut halal dan tidak mengganggu hak serta kepentingan orang lain.

      7. Dedikasikan Waktu yang Tak Terbatas

      Eight to five, begitulah kira-kira jam kerja yang harus dipatuhi oleh pekerja biasa.

      Menjadi pengusaha berarti mengorbankan kebahagiaan ketika melihat angka 5 di jam tangan. Karena seorang entrepreneur membutuhkan waktu yang tak terbatas untuk membangun kesuksesan suatu bisnis.

      Para pengusaha sukses tidak mengenal waktu dalam bekerja ketika memulai usahanya. Bahkan mereka bisa bekerja belasan jam per hari.

      Carilah berbagai inovasi dalam keadaan yang rileks dan santai agar kita tak merasa terbebani dengan waktu yang sedang kita gunakan.

      8. Gaya Hidup Sederhana

      Ok, mungkin Anda berasal dari keluarga kaya dan memiliki usaha. Tapi memamerkan kekayaan dan harta benda di sosial media bukanlah gaya hidup para pengusaha sukses.

      Para pengusaha sukses memiliki pola pikir bahwa kesederhanaan hidup itu lebih penting ketimbang pengakuan orang di sosial media.

      Dan yang menjadi tujuan utama para pengusaha itu adalah bagaimana cara menjadi kaya, bukan bagaimana agar terlihat kaya.

      Itulah sebabnya mengapa ada banyak pengusaha sukses yang menggunakan pakaian dan mobil sederhana.

      9. Menerapkan Sikap Disiplin

      Sikap disiplin merupakan salah satu kebiasaan dan pola pikir para pengusaha sukses. Sikap disiplin sebaiknya diterapkan sejak dini oleh para orang tua kepada anak-anaknya.

      Sikap disiplin ini sesuatu yang dapat dipelajari dan harus dilatih secara terus menerus. Ini membutuhkan konsistensi, motivasi, dan keinginan kuat menahan diri dari godaan yang membuat malas.

      Kedisiplinan membuat seseorang dapat memilah dan memilih apa yang yang dibutuhkan dan fokus pada pencapaiannya. Itulah sebabnya mengapa sikap disiplin itu menjadi gaya hidup bagi para pengusaha sukses.

      10. Pantang Menyerah

      Para pengusaha tahu fakta bahwa menjalankan bisnis itu akan banyak tantangan dan rintangan. Kegagalan, ditinggalkan, kehilangan semangat, merupakan bagian dari jalan ninja para pengusaha sukses.

      Namun ketika semua tantangan dan rintangan itu menghadang, seorang pengusaha tidak mudah menyerah. Berbagai kesalahan, baik itu dalam perencanaan maupun pelaksanaan, menjadi pelajaran berharga bagi mereka.

      Menyerah tidak ada dalam kamus mereka. Mungkin mereka akan mundur beberapa langkah, tapi itu hanya sebagai ancang-ancang untuk melesat berlari lebih kencang.

      11. Persaingan Menumbuhkan Inovasi

      Lihatlah para pengusaha sukses, mereka tidak takut untuk bersaing dengan bisnis lain. Dan mereka tidak menganggap pesaing itu musuh atau ancaman yang harus dimusnahkan.

      Para pengusaha memiliki pola pikir bahwa persaingan adalah kesempatan untuk belajar untuk meningkatkan kinerja bisnisnya.

      Pengusaha sukses menggunakan para pesaing sebagai pembanding terhadap usahanya dan mempelajari hal-hal yang harus diperbaiki sehingga bisnisnya lebih maju dan berkembang.

      12. Tidak Menunda Waktu

      Banyak orang yang bingung kapan waktu yang tepat untuk keluar dari zona nyaman dan mulai bertransformasi jadi pengusaha.

      Kuncinya hanya satu, yaitu memulainya dari sekarang.

      Seperti kata Bob Sadino, bisnis yang bagus adalah bisnis yang dibuka, bukan yang ditanyakan terus.

      Bila kita masih terikat pekerjaan dengan perusahaan, kita bisa merintis bisnis dengan bantuan keluarga dan orang-orang terdekat.

      Tak ada entrepreneur yang langsung sukses ketika merintis bisnis. Semangat untuk maju dan dedikasi yang besar akan membawa sebuah perubahan ke arah yang lebih positif.

      Kita tinggal meyakinkan diri sendiri untuk memilih dan menjalankan bisnis sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki.

      ItΓÇÖs not about ideas. ItΓÇÖs about making ideas happen

      Itulah 10 pola pikir pengusaha sukses yang patut ditiru. Jadi meskipun saat ini Anda masih bekerja kantoran, menerapkan pola pikir di atas bisa diterapkan sebelum bener-benar terjun menjadi pengusaha.

       


  • Mahasiswa mampu menganalisa dan menumbuhkan kreativitas dalam dirinya

    • Kreativitas dan Inovasi dalam Kewirausahaan


      Dengan adanya kreativitas dan inovasi dalam kegiatan wirausaha, maka ada beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan sebagai seorang pebisnis pemula. Untuk itu, silakan simak informasi di bawah ini karena Sodexo akan membahas mengenai beberapa manfaat yang dihasilkan dari kreativitas dan inovasi dalam bidang enterpreneur.

      5 Manfaat Kreativitas dan Inovasi dalam Kewirausahaan

      1. Memiliki Unique Selling Point (USP)

      Sebuah bisnis yang dijalankan dengan kreatif dan inovatif maka akan membantu Anda dalam menemukan Unique Selling Point (USP) atau keunggulan yang dimiliki dari produk atau jasa yang ditawarkan. USP dapat menjadi alasan mengapa konsumen harus membeli produk atau jasa dari bisnis yang Anda jalankan.

      Untuk dapat menemukan USP ini, Anda perlu melakukan riset pasar terlebih dahulu agar bisa mencari tahu apa yang diinginkan oleh masyarakat saat ini. Dari data yang valid dari hasil riset pasar, nantinya Anda bisa menggunakan data tersebut untuk mengembangkan sebuah inovasi dan ide baru ke dalam bentuk bisnis yang dapat memenuhi permintaan pasar.

      2. Mampu Bersaing dengan Bisnis Kompetitor

      Persaingan bisnis sangatlah ketat dan hal ini tidak hanya berlaku bagi perusahaan-perusahaan besar saja. Perusahaan-perusahaan kecil seperti kegiatan wirausaha juga memiliki tingkat persaingan yang cukup tinggi.

      Oleh karena itu, setiap pebisnis dituntut untuk dapat berpikir kreatif dalam menemukan ide baru agar mampu bertahan di tengah persaingan yang ketat. Selain itu, inovasi juga diperlukan agar Anda mampu mencari solusi baru yang mungkin saja belum pernah ditawarkan oleh kompetitor manapun.

      3. Meningkatkan Penjualan

      Di saat seorang pebisnis memiliki kreativitas dan inovasi dalam menjalankan usaha yang dimilikinya, maka hasil akhir yang diharapkan adalah terjadinya peningkatan penjualan. Bagaimana bisa terjadi peningkatan penjualan?

      Sebagai contoh, ada pebisnis yang membuka sebuah warung dan hanya dapat diakses oleh warga sekitar. Namun setelah bekerja sama dengan berbagai mitra yang menyediakan layanan antar jarak jauh, pelanggan yang tinggal di wilayah yang berbeda juga dapat membeli dari warung tersebut sehingga penjualan dapat semakin meningkat.

      4. Menciptakan Terobosan Baru

      Inovasi memiliki manfaat yang sangat penting dalam bisnis yaitu untuk dapat menciptakan terobosan baru sesuai dengan apa yang menjadi permintaan masyarakat. Anda dapat mencari hal baru yang mungkin belum ditawarkan oleh pebisnis manapun dan tentunya dapat bermanfaat bagi seluruh orang atau setidaknya sebagian besar masyarakat.

      5. Menarik Minat Konsumen

      Manfaat terakhir yang dapat Anda rasakan dengan adanya kreativitas dan inovasi dalam kegiatan wirausaha adalah daya minat konsumen akan menjadi lebih tinggi. Konsumen pasti akan menuntut adanya suatu hal yang unik atau baru dari suatu bisnis agar mereka tertarik untuk selalu membeli produk atau jasa dari Anda.

      Salah satu cara kreatif yang dapat Anda lakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan melakukan kegiatan promosi seperti memberikan hadiah tertentu. Meskipun kegiatan promosi merupakan cara yang sering dilakukan oleh pebisnis, namun Anda dapat berkreasi dengan jenis hadiah yang diberikan kepada konsumen.

      Maka dari itu, jika Anda tertarik untuk memberikan hadiah yang unik agar konsumen tertarik untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan, silakan intip ide hadiah menarik dari Sodexo yaitu Sodexo Gift Pass. Sodexo Gift Pass merupakan voucher belanja yang dapat digunakan untuk berbelanja ataupun membeli makanan di restoran dan Anda dapat melakukan custom pada nominal yang ingin dicantumkan pada voucher belanja tersebut.

      cara Tepat Menumbuhkan Kreativitas dalam Bisnis 


      Banyak orang kreatif namun sedikit yang

      direalisasikan menjadi bisnis dan beberapa pemilik bisnis justru sering menghadapi jalan buntu saat mencari kreativitas baru dalam bisnis mereka.

      Untungnya, ada cara yang bisa dilakukan pengusaha untuk membuat diri dan perusahaan mereka lebih kreatif. Berikut cara kreatif dan inovatif yang dapat diterapkan oleh setiap pengusaha.

      1. Berani beda
      Berani beda adalah kunci kreativitas sebuah inovasi usaha. Terlebih lagi kerjasama tim yang beragam bisa jauh lebih kreatif daripada individu karena secara alami akan dapat menghasilkan lebih banyak ide daripada satu otak.

      Untuk menghasilkan ide kreatif, tim harus memiliki orang-orang dengan keterampilan, bakat, dan latar belakang yang berbeda, tetapi dengan nilai dan motivasi yang sama.

      2. Beristirahat
      Tidak henti-hentinya menyelesaikan masalah cenderung tidak menghasilkan terobosan kreatif, hal ini akan lebih maksimal jika dikombinasikan dengan istirahat sesekali saat mencari ide.

      Sebuah penelitian pernah dilakukan dan menunjukkan bahwa orang-orang memunculkan ide-ide yang lebih banyak dan lebih baik saat berjalan daripada saat berdiam diri. Latihan mindfulness yang teratur secara konsisten dikaitkan dengan kinerja otak yang lebih baik.

      3. Mengurangi tekanan waktu
      Menjadi kreatif memang membutuhkan waktu lebih banyak, tapi hal ini jangan terlalu diporsir dengan deadline. Faktanya, tenggat waktu terbukti membuat orang kurang kreatif.

      Jadi, meskipun terkadang dipaksa untuk menjadi kreatif ketika masalah terjadi, kamu mungkin akan berada pada situasi yang tidak siap untuk memberikan hasil dengan cepat.

      4. Menjadikan kegagalan sebagai pelajaran
      Salah satu hubungan yang paling baik dari kreativitas adalah berkaitan dengan bagaimana perusahaan memperlakukan kegagalan. Sederhananya, orang-orang kreatif harus merasa aman dan nyaman untuk menemukan sebuah inovasi.

      Jadikan sebuah kegagalan bisnis sebagai pelajaran berharga di masa mendatang. Analisis kegagalan, lalu koreksi dengan sebuah cara inovatif yang menjadikannya lebih baik dari sebelumnya

       


       

      6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

      Kreativitas dan inovasi adalah dua hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan karier kita. Kreativitas dan inovasi bukanlah hal yang diwariskan begitu saja. Kreativitas dan inovasi juga bukanlah hal yang hanya dimiliki oleh seniman, penulis, desainer, pembuat film. 

      Semua orang dapat memiliki kreativitas dan inovasi. Kreativitas dan inovasi dapat dimunculkan jika kita memiliki sikap ingin tahu. Keingintahuan kita mendorong kita untuk mencoba banyak hal, terutama hal-hal baru. Ini mendorong kita untuk mencoba banyak hal, berbicara dengan banyak orang dan lainnya. Jika kita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kita adalah orang-orang kreatif.

      Begitu juga dalam dunia pekerjaan, Tidak masalah apa pun jenis perusahaan yang kita miliki, baik itu firma hukum, restoran, akuntansi, perbankan, atau perusahaan aplikasi seluler. Kita semua memiliki kreativitas di dalam organisasi. Yang sering kali membedakannya adalah, apakah kita benar-benar menumbuhkan kreativitas dan inovasi di tempat kerja? 

      Dunia bisnis bergerak terlalu cepat dalam segala hal, teknologi dan produk serta layanan baru. Inilah yang dapat mengganggu industri dan menciptakan banyak masalah setiap hari. cara kita memecahkan masalah membutuhkan kreativitas dan inovasi. Semakin kita kreatif dan inovatif, maka semakin kita menemukan cara pemecahan masalah yang tepat

      Kali ini, kita kan membahas 6 cara menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Sehingga, kita akan mampu meningkatkan karier dan mendorong kita untuk maju mencapai tujuan kita. Inilah 6 cara yang dapat kita lakukan agar memiliki pola pikir yang terbuka terhadap kreativitas dan inovasi.

      1. Lebih sering mengamati. 

      Apakah kita benar-benar menaruh perhatian pada setiap hal yang ada di tempat kerja? Cobalah untuk mengamati lebih sering. Kreativitas dan inovasi timbul dari pengamatan yang kita lakukan. Amati lebih banyak dan biarlah pikiran kita mengalir secara natural saat kita mengamati sesuatu. 

      Cobalah untuk mengamati benda-benda yang ada di kantor, rekan kerja dan hal yang mereka lakukan atau hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan kita. lakukan juga pengamatan di luar tempat kerja. Kapan terakhir kali kita mengambil rute yang berbeda saat menuju dan pulang dari kantor, atau kapan terakhir kali kita mengunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya?

      Jika diperlukan, catatlah hasil pengamatan yang kita lakukan. Perhatikan warna, bau, dan suara yang kita dengar.

      2. Menghubungkan diri dengan pemikiran yang baru.

      Kapan terakhir kali kita membaca buku yang tidak berkaitan dengan karier kita? atau, kapan terakhir kali kita menghadiri seminar atau acara lain yang dapat menunjang kemajuan karier kita? cobalah untuk melakukan hal baru dan mempelajari keterampilan baru 

      Ingat, semakin kita memiliki keingintahuan yang tinggi, semakin besar peluang kita untuk memiliki kreativitas dan inovasi. Temukan pengetahuan baru atau keterampilan baru yang dapat dipelajari. Misalnya, mengambil kelas belajar bahasa asing, mengambil kelas pemrograman atau kelas  lainnya.

      3. Berbicara dengan rekan kerja atau atasan.

      Kapan terakhir kali kita berdiskusi dengan rekan kerja atau atasan untuk saling bertukar pikiran dan mendapatkan wawasan baru? Memiliki percakapan dengan orang lain merupakan cara yang baik untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi kita. Ini juga melatih kita untuk lebih memiliki empati.

      Ini juga dapat dilakukan di luar kerja. Misalnya, saat menghadiri seminar atau saat berada di sebuah pelatihan. Jangan ragu untuk memulai percakapan dan membahas hal-hal luar biasa yang dapat membuka wawasan kita. Jadi, milikilah waktu rutin untuk dapat berdiskusi dan bertukar wawasan dengan orang lain. 

      4. Selalu bertanya ΓÇÿmengapaΓÇÖ.

      Ketika kita bertemu dengan orang-orang dan mencari untuk membantu mereka memecahkan masalah, apakah kita membentuk pendapat sendiri dengan cepat dan mengajukan banyak pertanyaan, kemungkinan untuk mengonfirmasi pendapat itu, atau apakah kita bertanya "mengapa" untuk berusaha menemukan jawaban, atau hanya sekedar mendengarkan saja? 

      Bertanya ΓÇÿmengapaΓÇÖ akan membantu kita untuk memiliki pemikiran yang jauh lebih kritis. Berpikir kritis merupakan jembatan yang menghubungkan kita dengan kreativitas dan inovasi. Jadi, bertanyalah mengapa, dengarkan penjelasannya dan munculkan pertanyaan-pertanyaan dalam pemikiran kita. Kemudian, temukan jawaban atas pertanyaan tersebut.

      5. Mengatur ulang sudut pandang terhadap tantangan yang kita hadapi.

      Ketika kita menutup diri terhadap tantangan yang kita hadapi, atur ulang tantangan tersebut. jangan melihat tantangan sebagai penghalang kita untuk mencapai tujuan. Ganti perspektif tersebut 

      Lihatlah tantangan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri kita dan kesempatan untuk mencoba hal-hal terbaik yang bisa kita lakukan. Jika gagal, jangan menyerah dan berputus asa. Lakukan lagi sampai kita benar-benar berhasil.

      6. Membangun koneksi.

      Langkah terakhir untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi adalah dengan membangun jaringan. Coba rekan pembaca melihat kembali, dengan siapakah Anda bergaul di tempat kerja atau dalam kehidupan sehari-hari? Lingkungan adalah faktor pembentuk kita. 

      Jika kita menempatkan diri dalam lingkungan yang penuh dengan orang-orang yang kreatif dan inovatif, kita juga akan menjadi orang kreatif dan inovatif. Jadi, pastikan kita juga memilih lingkungan pergaulan yang tepat, yang mampu mendorong kita untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi. 

      Itulah 6 cara menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Setiap kita dilahirkan dengan rasa keingintahuan. Kembangkan rasa ingin tahu tersebut agar kita juga dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam kehidupan kita. 

      Jadi, jangan ragu untuk terus mengasah kreativitas dan inovasi yang Anda miliki ya, rekan pembaca. Ini akan membawa kita mengalami peningkatan jenjang karier yang lebih baik atau bahkan memulai bisnis baru.

      CONTOH PRODUK KREATIF

       








       


  • Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis untuk mengambil suatu tindakan dan mengidentifikasi resiko

    • Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis untuk mengambil suatu tindakan dan mengidentifikasi resiko.


      Penerapan manajemen risiko sangat penting untuk dilakukan. Dengan melakukan manajemen risiko akan membuat kekurangan-kekurangan usaha Anda terdeteksi lebih awal.

      Proses Melakukan Manajemen Risiko Perusahaan


      Ada beberapa tahapan dalam melakukan manajemen risiko pada suatu perusahaan. Berikut beberapa proses untuk melakukan manajemen risiko pada suatu perusahaan.

      1. Identifikasi Risiko

      Pada tahap ini pihak manajemen risiko perusahaan harus melakukan identifikasi mengenai kemungkinan-kemungkinan risiko yang akan timbul. Risiko bisa datang dari internal maupun eksternal. Untuk melakukan identifikasi risiko sangat tidak mudah. Karena selain harus melakukan identifikasi risiko pada masa sekarang juga akan lebih baik jika melakukan identifikasi risiko untuk masa yang akan datang.

      1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk risiko

      Pada tahap ini risiko sudah dapat diidentifikasi dengan baik. Anda sudah bisa mengetahui ciri-ciri dan penyebab timbulnya risiko. Mengidentifikasi risiko merupakan salah satu tahapan penting karena tujuannya yaitu agar risiko yang ada berada pada prioritas yang harus segera ditindak.

      1. Melakukan analisis terhadap setiap alternatif

      Tahap ini sangat penting untuk dilakukan dengan sangat teliti untuk menemukan efek yang mungkin akan timbul dari risiko yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan dari melakukan analisis setiap alternatif adalah menemukan cara yang tepat dan efektif.

      1. Memutuskan satu alternatif

      Setelah melakukan analisis terhadap banyak alternatif langkah selanjutnya yaitu adalah memutuskan satu alternatif. Dibutuhkan pengambilan keputusan yang baik agar dapat memilih alternatif pemecahan masalah dengan tepat.

      1. Melaksanakan alternatif yang dipilih

      Pada tahap ini manajer perusahaan telah mengeluarkan surat keputusan dan juga anggaran biaya yang dibutuhkan. Anggaran biaya yang dikeluarkan oleh manajer perusahaan.

      1. Mengontrol alternatif yang dipilih

      Agar alternatif yang dipilih berjalan dengan baik maka harus dilakukan tindakan pengontrolan. Dengan melakukan kontrol akan membantu perusahaan untuk bisa mengevaluasi jika terjadi kekurangan.

       

      LANGKAH ΓÇô LANGKAH DALAM PROSES MANAJEMEN RISIKO


      Manajemen risiko dibuat guna untuk melindungi suatu perusahaan atau organisasi yang juga mencakup karyawan, properti, reputasi dan lainnya dari sebuah bahaya yang sewaktu ΓÇô waktu dapat terjadi. Dapat kita ketahui bahwa tidak semua risiko dapat dihilangkan atau dihindari, oleh karena itu diperlukan tindakan ΓÇô tindakan pencegahan atau tindakan untuk menghadapi risiko yang telah teridentifikasi tersebut. Dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam proses manajemen risiko untuk membantu organisasi merancang dan mengimplementasikan rencana manajemen risiko yang efektif dan proaktif. Berikut adalah langkah ΓÇô langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

      1.      Risk Identification

      Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi kemungkinan risiko yang dapat terjadi pada organisasi atau perusahaan. Ini bertujuan untuk mengetahui keadaan yang akan dihadapi oleh organisasi atau perusahaan tersebut dalam berbagai aspek seperti sosial, hukum, ekonomi, produk/jasa, pasar, dan teknologi yang ada. Risiko dari setiap aspek akan diklasifikasikan menurut kategorinya masing ΓÇô masing agar mempermudah proses selanjutnya.

      2.      Risk Assessment

      Setelah risiko telah diidentifikasi pada perusahaan atau organisasi tersebut, selanjutnya akan dinilai potensi keparahan kerugian dan kemungkinan terjadinya. Dalam hal ini, diperlukan kemampuan individu disetiap bidangnya untuk memberikan penilaian terhadap risiko ΓÇô risiko yang telah diidentifikasi. Tujuannya adalah agar setiap risiko berada pada prioritas yang tepat.

      3.      Risk Response

      Proses ini dilakukan untuk memilih dan menerapkan langkah ΓÇô langkah pengelolaan risiko. Tantangan bagi manajer risiko adalah untuk menentukan portofolio yang tepat untuk membentuk sebuah strategi yang terintegrasi sehingga risiko dapat dihadapi dengan baik. Tanggapan risiko umumnya terbagi dalam kategori seperti berikut:

      1.      Risk Avoidance, Mengambil tindakan untuk menghentikan kegiatan yang dapat menyebabkan risiko terjadi

      2.      Risk Reduction, Mengambil tindakan untuk mengurangi kemungkinan atau dampak atau keduanya, biasanya melalui pengandalian di bagian internal perusahaan/organisasi

      3.      Risk Sharing or Transfer, Mengambil tindakan untuk mentransfer beberapa risiko melalui asuransi, outsourcing atau hedging.

      4.      Risk Acceptence, Tidak mengambil tindakan apapun untuk menganggulangi risiko, melainkan menerima risiko tersebut terjadi.

      5.      Create a Risk Management Plan

      Membuat penanggulangan risiko yang tepat untuk setiap masing ΓÇô masing kategori risiko. Mitigasi perlu mendapat persetujuan oleh level manajemen yang sesuai, berikut adalah contoh tabel manajemen risiko:

      5.      Implementation

      Melaksanakan seluruh metode yang telah direncanakan untuk mengurangi atau menanggulangi pengaruh dari setiap risiko yang ada.

      6.      Evaluate and Review

      Perencanaan yang telah direncanakan di awal tidak akan seluruhnya dapat berjalan dengan lancar. Perubahan keadaan atau lingkungan yang tidak diprediksi sebelumnya akan menyebabkan perubahan rencana manajemen risiko yang telah dibuat, oleh karena itu perlu dilakukan perubahan rencana untuk menanggulangi risiko yang akan mungkin terjadi.


      Manfaat Melakukan Manajemen Risiko Bisnis


       

      1. Sebagai Bahan Evaluasi & Keputusan Bisnis

      Evaluasi adalah proses penilaian dan pengukuran efektivitas strategi yang telah digunakan dan yang telah dilakukan di masa yang telah lalu untuk mencapai tujuan dari suatu perusahaan.

      Hasil dari analisis risiko bisnis akan menjadi sebuah bahan bagi Anda untuk mengevaluasi apakah cara-cara yang telah dilakukan selama ini adalah cara-cara yang sudah benar dan tepat untuk mencapai tujuan bisnis?

      Serta agar Anda tidak melakukan kesalahan yang sama, yang pernah Anda lakukan di masa yang  lalu sehingga menyebabkan Anda terhambat untuk mencapai tujuan Anda.

      Dengan adanya evaluasi, Anda akan lebih mudah membuat suatu keputusan usaha yang lebih tepat.

      2. Peningkatan Produktivitas & Keuntungan

      Produktivitas merupakan suatu kegiatan produksi yang menjadi sebuah ukuran bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal.

      Melalui manajemen risiko bisnis yang Anda lakukan, Anda bisa menjadi lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnis dan terhindar dari jatuh ke dalam lubang yang sama.

      Hal ini otomatis akan membantu Anda meningkatkan produktivitas yang terjadi, serta keuntungan yang diperoleh akan ikut meningkat dibandingkan dengan sebelum adanya manajemen risiko bisnis yang dilakukan.

      3. Memudahkan Estimasi Biaya

      Estimasi biaya adalah perhitungan kebutuhan biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan.

      Estimasi biaya adalah hal yang sangat penting dalam sebuah bisnis.

      Ketidakakuratan estimasi biaya dapat memberikan dampak yang negatif bagi pihak-pihak yang terlibat dan untuk berjalannya proses produksi itu sendiri, seperti terhambatnya proses produksi dalam suatu perusahaan.

      Dengan adanya analisis serta manajemen risiko akan mempermudah Anda untuk menghitung estimasi biaya yang dibutuhkan, seperti estimasi biaya produksi bisnis Anda.

      Proses Melakukan Manajemen Risiko


      • Lingkungan Internal (Internal Environment)

      Proses pertama ini berkaitan dengan lingkungan perusahaan beroperasi.

      Mulai dari risk-management philosophy, integrity, risk-perspective, risk-appetite (penerimaan risiko), ethical values, struktur organisasi, hingga pendelegasian wewenang yang dilakukan oleh perusahaan.

      • Penentuan Sasaran (Objective Setting)

      Langkah selanjutnya adalah penentuan tujuan dari organisasi agar risiko dapat didentifikasi, diakses, dan dikelola sesuai dengan tujuan tersebut.

      Objective ini bisa kita klasifikasikan menjadi dua yaitu strategic objective yang berfokus pada perwujudan visi-misi dan activity objective yang bertujuan pada aktivitas seperti operasi, reportasi, dan kompliansi.

      • Identifikasi Peristiwa

      Berikutnya adalah mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial yang memengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi.

      Kejadian tidak pasti tersebut bisa berdampak positif (opportunities), namun dapat pula sebaliknya yang lebih sering kita sebut sebagai risiko (risk).

      • Penilaian Risiko (Risk Assessment)

      Langkah ini menilai sejauh mana kejadian atau keadaan tadi dapat mengganggu pencapaian tujuan.

      Besarnya dampak dapat dianalisis melelui dua perspektif, yaitu likelihood (kecenderungan atau peluang) dan impact/consequence (besaran dari terealisirnya risiko).

      • Tanggapan Risiko (Risk Response)

      Setelah itu organisasi harus menentukan sikap atas hasil penilaian risiko.

      Tanggapan ini dapat berupa menghindari (avoidance) risiko, mengurangi (reduction) risiko, memindahkan (sharing) risiko, dan menerima (acceptance) risiko, tergantung dengan risiko yang dihadapi.

      • Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

      Proses ini berperan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif.

      Aktivitas pengendalian ini berupa pembuatan kebijakan dan prosedur, pengamanan kekayaan organisasi, delegasi wewenang dan pemisahan fungsi, serta supervisi atasan.

      • Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

      Fokus dari langkah ini adalah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang sesuai dan tepat.

      Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi dan komunikasi adalah kualitas informasi, arah komunikasi, dan alat komunikasi.

      • Pemantauan (Monitoring)

      Langkah terakhir adalah monitoring, baik yang dilaksanakan secara terus menerus (on-going) maupun terpisah (separate evaluation).

      Pada proses monitoring, perlu dicermati adanya kendala seperti reporting deficiencies, yaitu pelaporan yang tidak lengkap atau bahkan berlebihan (tidak relevan).

      Tips dalam Melakukan Manajemen Risiko Bisnis

      1. Lakukan Identifikasi Risiko

      Anda dapat mencoba identifikasi kira-kira apa jenis risiko yang dapat muncul, apakah dari sisi finansial, pemasaran, produksi, dan sebagainya.

      Identifikasi risiko ini dapat bermanfaat untuk mengenali kemungkinan adanya risiko yang sedang maupun akan terjadi dalam bisnsi Anda.

      Output dari identifikasi risiko ini adalah berupa daftar dari setiap risiko yang dapat terjadi pada bisnis Anda.

      2. Ranking Berdasar Kerugian

      Setelah memiliki daftar tentang berbagai risiko bisnis, saatnya Anda menganalisa dan mengurutkannya berdasarkan dampak terburuk.

      Fokuslah pada risiko yang paling besar akibatnya dan paling sering dialami terutama terhadap jenis bisnis serupa.

      Cari apa saja dampaknya terhadap Anda, karyawan, kelangsungan perusahaan, dan lingkungan.

      3. Lakukan Kontrol Risiko

      Daftar dengan berbagai risiko ini tidak akan berarti jika tidak ada rencana aksi yang dapat dilakukan untuk penanggulangannya.

      Dalam menyikapi resiko usaha terdapat 5 bentuk sikap yang harus Anda ambil, seperti:

      • Risk Avoidance (Menghindari Risiko)

      Sikap berikut sering kali tidak efektif karena dengan menghindari risiko ini berarti Anda tidak berani mengambil kesempatan untuk berusaha dan mengatasi risiko, Anda bahkan tidak belajar akan apapun.

      Tindakan ini berarti Anda tidak melakukan tindakan yang dapat menyebabkan risiko tersebut terjadi, termasuk tidak jadi melakukan suatu strategi usaha yang telah disusun.

      • Risk Reduction (Mengurangi Resiko)

      Hal ini berarti mencari sebuah tindakan untuk mengurangi kerugian dari sebuah risiko yang dapat terjadi. Kemungkinan risiko terjadi tetap ada, namun dampaknya sebisa mungkin diminimalisasi.

      Misalnya, sistem alarm pendeteksi kebakaran, kebakaran tetap dapat terjadi namun risiko kerugian dapat dikurangi dengan sistem ini.

      • Risk Transfer (Memindahkan Risiko)

      Selain menghindari dan mengurangi risiko, Anda juga bisa mengalihkan risiko. Anda bisa mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain dengan membayar jasa tersebut.

      Contoh jika Anda memiliki perusahaan barang pecah belah dan harus mengirimkannya ke tempat yang cukup jauh dan jalan yang kurang memadai, daripada Anda sendiri atau karyawan sendiri yang mengantar lebih baik Anda memilih membayar jasa pengantar yang memiliki asuransi barang pecah belah.

      Tentu risikonya akan Anda pindahkan ke pihak pengantar ini.

      • Risk Retention (Menerima Risiko)

      Menerima artinya Anda hanya bisa merelakan kerugian tersebut terjadi. Sikap ini tentunya diambil jika tidak ada cara lain untuk menghadapinya.

      Contohnya jika Anda salah menghitung uang atau salah mengirim barang tentunya kerugian mau tidak mau harus Anda terima.

      Perlu diingat pula jika dampak kerugiannya terlalu besar maka lebih baik menghindari daripada menerimanya.

      4. Monitoring dan Review

      Setelah Anda berhasil mengidentifikasi risiko dan memilih strategi yang dapat diterapkan untuk setiap risiko, saatnya Anda untuk selalu waspada akan segala isu yang ada.

      Sebuah isu adalah sebuah gejala dari datangnya sebuah risiko atau bahkan krisis yang akan melanda.

      Sebuah isu tentu tidak selalu memiliki gejala tapi setidaknya setelah mengenal jenis-jenis risiko bisnis ini maka Anda akan tahu di mana fokus Anda akan tertuju jika iesiko tersebut terjadi.

      Jika sebuah isu tersebut telah menjadi risiko yang sebenarnya dan mendatangkan krisis, saatnya Anda meresolusi atau mengevaluasi apakah tindakan Anda terhadap risiko tersebut berhasil sesuai yang Anda rencanakan atau tidak.

      Setidaknya setelah Anda berhasil mendapatkan hasil review ini, Anda bisa menjadikan masalah tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk dapat lebih baik jika menghadapi risiko ini kembali.

      Jurnal software akuntansi online memudahkan Anda untuk memiliki analisis yang akurat terhadap kemungkinan terjadinya risiko bisnis dari sisi finansial.

      Dengan adanya sistem pencatatan dan pembuatan laporan keuangan secara praktis, Anda bisa melihat potensi maupun masalah keuangan yang mungkin sedang dihadapi perusahaan secara realtime.

      Manfaatkan juga inventory management software untuk membantu Anda mengelola Inventory.

      Daftarkan bisnis Anda sekarang juga pada aplikasi persediaan barang atau aplikasi pengelola keuangan dari Jurnal di sini dan dapatkan pilihan untuk mengenali risiko bisnis Anda sejak dini.

       



  • Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai konsep kepemimpinan dan etika berwirausaha

    • 12 Prinsip Etika Bisnis yang Harus Dimiliki Oleh Wirausahawan


      sejarah telah telah mengatakannya, prinsip etika dan karakter itu penting, terutama dalam bisnis. Organisasi besar seperti Enron, Arthur Andersen, dan Health South telah dihancurkan dan yang lainnya dirusak secara serius oleh para eksekutif yang memiliki ambisi dan kecerdasan yang sangat besar tetapi tidak memiliki etika yang benar.

      Dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif, berteknologi tinggi, dan saling bergantung saat ini, karisma tanpa hati nurani dan kepintaran tanpa karakter adalah jalan untuk kegagalan ekonomi yang luar biasa besarnya.

      Dalam bisnis, cara orang menilai karakter Anda sangat penting untuk kesuksesan yang berkelanjutan karena itu adalah dasar kepercayaan dan kredibilitas. Kedua aset penting ini dapat dihancurkan oleh tindakan yang dianggap tidak etis. Jadi, pemilik bisnis yang sukses harus memperhatikan karakter dan reputasi mereka.

      Dengan demikian, reputasi Anda murni merupakan fungsi persepsi (yaitu, apakah orang menganggap niat dan tindakan Anda baik dan etis). Sementara karakter dalam bisnis Anda ditentuk oleh tindakan Anda yang disebut dengan prinsip etika bisnis yang akan kita bahas lebih lanjut di bawah ini:

       

      1. Kejujuran

      Jujurlah dalam semua komunikasi dan tindakan. Pemimpin atau manajer yang baik adalah inti dari bsinis yang berkembang dan layak dipercaya, dan kejujuran adalah landasan kepercayaan.

      Mereka selalu jujur dan berterus terang. Para pemilik bisnis yang beretika tidak dengan sengaja menyesatkan atau menipu orang lain dengan representasi yang keliru, pernyataan yang berlebihan, kebenaran parsial, penghilangan selektif, atau cara tidak jujur apapun.

      Dan ketika kepercayaan mengharuskannya, mereka akan memberikan informasi yang relevan dan mengoreksi kesalahpahaman fakta.

      2. Integritas

      Selalu pertahankan integritas pribadi. Pemilik bisnis yang memiliki prinsip etika bisnis yang benar akan mendapatkan kepercayaan orang lain melalui integritas pribadi.

      Integritas mengacu pada keutuhan karakter yang ditunjukkan oleh konsistensi antara pikiran, kata-kata dan tindakan. Mempertahankan integritas sering kali membutuhkan keberanian moral, kekuatan batin untuk melakukan hal yang benar bahkan ketika biayanya lebih mahal daripada yang ingin mereka bayarkan.

      Pemimpin yang beretika selalu berprinsip, terhormat, tegas dan teliti. Mereka memperjuangkan keyakinan mereka dan tidak mengorbankan prinsip demi kemanfaatan semu.

      3. Tepati Janji dan Penuhi Komitmen

      Wirausahawan atau pemilik bisnis harus dapat dipercaya karena mereka melakukan segala upaya yang benar untuk memenuhi janji dan komitmen mereka. Mereka tidak menafsirkan perjanjian dengan cara teknis atau legalistik yang tidak masuk akal untuk merasionalisasi ketidakpatuhan atau menciptakan pembenaran untuk keluar dari komitmen mereka.

      4. Loyalitas

      Setialah dalam kerangka prinsip etika bisnis lainnya. Wirausah yang baik selalu memberikan kepercayaan dengan selalu loyal kepada organisasi mereka dan orang-orang yang bekerja dengan mereka. Para pemilik bisnis yang beretika menjunjung tinggi perlindungan dan memajukan kepentingan dari perusahaan dan kolega mereka.

      Namun perlu diperhatikan, mereka tidak menempatkan loyalitas di atas prinsip etika lain atau menggunakan loyalitas kepada orang lain sebagai alasan untuk perilaku yang tidak berprinsip.

      Pemimpin yang baik menunjukkan kesetiaan dengan menjaga kemampuan mereka untuk membuat penilaian profesional yang independen. Mereka menghindari konflik kepentingan dan mereka tidak menggunakan atau mengungkapkan informasi yang dipelajari secara rahasia untuk keuntungan pribadi.

      Jika mereka memutuskan untuk menerima pekerjaan lain, mereka akan memberikan pemberitahuan, menghormati informasi kepemilikan perusahaan sebelumnya, dan menolak untuk terlibat dalam aktivitas apa pun yang mengambil keuntungan yang tidak semestinya dari posisi mereka sebelumnya.

      5. Bersikap Adil

      Berusahalah untuk bersikap adil dalam semua urusan. Wiraushawan yang baik pada dasarnya berkomitmen pada keadilan. Mereka tidak menjalankan kekuasaan secara sewenang-wenang, juga tidak menggunakan cara yang berlebihan atau tidak senonoh untuk mendapatkan atau mempertahankan keuntungan atau mengambil keuntungan yang tidak semestinya dari kesalahan atau kesulitan orang lain.

      Pemilik bisnis juga harus berusaha mewujudkan komitmen terhadap keadilan, perlakuan yang sama terhadap individu, toleransi dan penerimaan keragaman. Mereka berpikiran terbuka; bersedia mengakui bahwa mereka salah dan, jika sesuai fakta, mereka dapat mengubah posisi dan keyakinan mereka.


      6. Bijaksana

      Tunjukkan kasih sayang dan kepedulian yang tulus untuk kesejahteraan orang lain. Salah satu prinsip etika bisnis yang penting adalah orang yang peduli, penyayang, baik hati, dan peka terhadap keadaan sekitar.

      Mereka memahami konsep pemangku kepentingan (mereka yang memiliki kepentingan dalam suatu keputusan karena mereka terpengaruh olehnya) dan mereka selalu mempertimbangkan konsekuensi bisnis, keuangan dan emosional dari tindakan mereka pada semua pemangku kepentingan.

      Pemilik bisnis yang beretika berusaha untuk mencapai tujuan bisnis mereka dengan cara yang paling sedikit menyebabkan kerugian dan memilih cara yang memiliki kebaikan positif terbesar.

      7. Menghormati Orang Lain

      Perlakukan semua orang dengan hormat. Wirausahawan harus menunjukkan rasa hormat terhadap martabat manusia, otonomi, privasi, hak, dan kepentingan semua orang yang memiliki kepentingan dalam keputusan mereka.

      Anda harus sopan dan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan martabat yang sama tanpa memandang jenis kelamin, ras atau asal kebangsaan. Pastikan Anda selalu berusaha untuk memperlakukan orang lain seperti mereka ingin diperlakukan.

      8. Mematuhi Hukum

      Wirausahawan harus selalu mematuhi hukum, aturan, dan regulasi yang berkaitan dengan aktivitas bisnis mereka.

      9. Komitmen Terhadap Keunggulan

      Kejar kesempurnaan setiap saat dalam segala hal. Wirausahawan yang baik selalu mengejar kesempurnaan dalam menjalankan tugas mereka, memiliki informasi yang baik dan siap, dan terus berupaya untuk meningkatkan kemahiran mereka di semua bidang tanggung jawab.

      10. Kepepimpinan

      Kepemimpinan merupakan salah satu prinsip etika bisnis yang berpengaruh untuk keteladanan dan kehormatan baik bagi individu dan bisnis yang ia bangun.

      Para wirausahawan harus sadar akan tanggung jawab dan peluang dari posisi kepemimpinan mereka dan berusaha menjadi teladan untuk etika yang positif dengan perilaku mereka sendiri dan dengan membantu menciptakan lingkungan di mana penalaran berprinsip dan pengambilan keputusan etis sangat dihargai.

      11. Reputasi dan Moral

      Pastikan Anda membangun reputasi yang baik bagi perusahaan dan moral karyawan Anda. Wirausahawan harus selalu memahami pentingnya reputasi mereka sendiri dan perusahaan mereka serta pentingnya kebanggaan dan moral yang baik dari karyawan.

      Dengan demikian, mereka dapat menghindari perbuatan atau tindakan yang dapat merusak rasa hormat dan mereka mengambil langkah tegas untuk mengoreksi atau mencegah perilaku orang lain yang tidak pantas baik dalam internal perusahaan atau eksternal perusahaan.

      12. Akuntabilitas

      Para wirausahawan yang baik mengakui dan menerima pertanggungjawaban pribadi atas kualitas etika dari keputusan dan kelalaian mereka kepada diri mereka sendiri, kolega mereka, perusahaan mereka, dan komunitas mereka.

      Rasa tanggung jawab merupakan nilai yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan, dan prinsip etika bisnis ini akan membawa perusahaan tersebut pada tujuan berdasarkan tanggung jawab yang diemban oleh seorang pemimpin.

      Kesimpulan

      Itulah 12 prinsip etika bisnis yang harus Anda perhatikan jika Anda ingin menjadi wirausahawan yang sukses. Pastikan Anda juga memathui segala norma yang ada di Negara ini, agar bisnis Anda berjalan sesuai rencana.

      Jika dirasa Anda sudah memilik prinsip etika bisnis diatas, langkah selanjutnya adalah memastikan usaha berjalan lancar sesuai dengan rencana yang Anda buat.

       


  • Mahasiswa mampu menganalisis dalam pencarian sebuah gagasan baru dan penentuan rencana bidang usaha.

    • Analisis Usaha: Pengertian, Cara, dan Tujuannya dalam Pengembangan Usaha


      JIka Anda sedang berencana membangun sebuah bisnis, penting melakukan analisis usaha sebelum menjalankan bisnis yang sukses dan berkelanjutan. Hal ini tentu berlaku untuk semua jenis usaha tak memandang skala kecil maupun besar.

      Jika Anda memiliki modal awal yang besar, ada baiknya jika Anda  merekrut para pakar untuk melakukan analisi terhadap bisnis yang akan dibangun.

      Analisis usaha adalah sebuah analisa yang berupa kegiatan melakukan perencanaan, meriset, memprediksi, mengevaluasi kegiatan usaha atau bisnis.

      Hal ini dilakukan untuk mengetahui atau menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi ketika proses bisnis dijalankan, karena  dalam sebuah usaha pasti memiliki resiko.

      Resiko yang terburuk pun dapat diminimalisir bahkan diantisipasi dengan melakukan analisis usaha.

      Cara Melakukan Analisis Usaha

      Untuk menganalisis sebuah usaha, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Ada tujuh hal yang wajib dilakukan agar sebuah usaha dapat semakin berkembang dan bertahan pada ekosistem ekonomi yang sulit.

      Dengan melakukan sebuah analisa usaha maka resiko terjadinya kegagalan dapat diatasi. Serta, hambatan dalam sebuah usaha dapat diprediksi serta ditanggulangi sebelum menimbulkan kerugian yang besar.

      1. Tentukan Peluang Usaha dengan Analisis SWOT

      Cara pertama dalam sebuah analisis usaha adalah menentukan peluang usaha yang memungkinkan dapat dilaksanakan dengan analisis SWOT.

      Ya, analisis SWOT yang merupakan analisis secara keseluruhan mulai dari kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan hambatan. Analisis ini dilakukan untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan dalam sebuah usaha.

      Munculnya kesempatan dan hambatan ini biasanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendukung suatu bisnis.

      Sebagai contoh usaha kedai kopi namun lokasi di rumah yang terletak di kawasan perkampungan. Untuk kesempatan yang ada dengan membuka layanan take away karena toko tersebut berada di depan jalan raya. Sedangkan untuk hambatan, karena akses yang cukup susah, pemilik kedai kopi bisa menggunakan layanan pesan antar untuk mengatasi masalah tersebut.

      2. Antisipasi Ancaman Bisnis Terlebih Dahulu Dengan Inovasi

      Berikutnya, setelah melakukan analisis SWOT, dalam analisis usaha penting untuk mempersiapkan diri dengan solusi dari semua tantangan yang ada. Dengan melakukan tindakan pencegahan dan mitigasi akan resiko-resiko yang terjadi, sebuah bisnis akan dapat bertahan bahkan dalam kondisi sulit pun.

      Biasanya tantangan berupa kesempatan dan hambatan bisnis yang ada terjawab melalui inovasi-inovasi baru. Inovasi tersebut merupakan bentuk antisipasi pengusaha terhadap ancaman-ancaman bisnis yang mungkin akan terjadi pada usahanya.

      3. Tentukan Target Pasar

      Dalam sebuah usaha, menentukan target pasar adalah hal yang wajib dilakukan. Walaupun target pasar untuk sebuah bisnis bisa semua kalangan, namun ada baiknya bila target pasar dikategorikan berdasarkan rentang umur, pekerjaan, dan minat.

      Hal ini diperlukan untuk membuat konten promosi dan pemasaran yang tepat sasaran.

      Sebagai contoh kedai kopi pada umumnya memang dapat dinikmati berbagai kalangan. Namun untuk menu-menu tertentu bisa ditargetkan pada kalangan tertentu.

      Misalnya, jenis latte lebih diminati oleh rentang usia anak-anak hingga dewasa, biasanya membeli take away atau melalui layanan pesan antar, mayoritas pembelinya merupakan mahasiswa dan pekerja kantoran milenial.

      Nah, setelah mengetahui segmen pasar, maka akan semakin mudah untuk merambah kalangan tersebut dengan media sosial. Terutama melalui konten-konten di platform Instagram, Facebook, dan masih banyak lagi.


      4. Hitung Anggaran Dana

      Selanjutnya, dalam sebuah bisnis tentu harus merencanakan anggaran dana yang dibutuhkan mulai dari proses produksi hingga barang sampai ke tangan pelanggan. Hal yang harus diperhitungkan dalam sebuah usaha adalah biaya untuk bahan baku, tenaga karyawan, biaya pemasaran,biaya energi yang dibutuhkan seperti listrik, gas, kayu bakar, dsb.

      Setelah menghitung biaya untuk proses produksi, berikutnya adalah menghitung laba yang ditargetkan. Mulai dari 30%, 50%, bahkan sampai 100% untuk laba yang ditargetkan berdasarkan HPP. Kemudian biaya pemasaran biasanya dihitung di pos khusus karena dengan perhitungan biaya pemasaran diperuntukan untuk menjaring pasar yang lebih luas.

      Tak lupa biaya yang dikeluarkan untuk biaya yang dikeluarkan dalam proses pendistribusian seperti pengiriman. Serta, biaya untuk maintenance database pelanggan yang pernah membeli produk atau jasa. Semua biaya tersebut harus dirinci secara detail.

      5. Rencanakan dan Lakukan Promosi

      Langkah selanjutnya adalah merencanakan pemasaran dan kegiatan promosi yang baik. Lalu, laksanakan rencana pemasaran dan promosi tersebut agar tepat sasaran. Sehingga, biaya untuk pemasaran dan promosi tidak dikeluarkan dengan sia-sia.

      Karena promosi dan pemasaran tersebut sebenarnya dilakukan untuk meningkatkan angka penjualan demi menaikkan nilai laba yang ditargetkan sebelumnya. Bila promosi dan pemasaran dilakukan tidak terarah dan tidak direncanakan dengan matang, maka akan menhasilkan hal yang sia-sia dan hanya menjadi pemborosan karan biaya yang dikeluarkan.

      6. Minta Saran Dan Kritik dari Para Pelanggan

      Saran dan kritik dari pelanggan akan menambah nilai plus bagi sebuah bisnis. Karena pelanggan akan merasa diperhatikan dan bernilai bagi sebuah bisnis. Ya, hal ini penting karena sebuah bisnis tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dari pelanggan loyalnya.

      Saran dan kritik pelanggan biasanya akan menjawab tantangan bisnis yang ada sekaligus menentukan arah perkembangan bisnis yang lebih baik.

      Selain itu, dengan meminta saran dan kritik pelanggan akan meningkatkan customer engagement sehingga mampu meningkatkan brand awareness sebuah bisnis di masyarakat.

      7. Lakukan Evaluasi Setiap Bulan

      Dari semua poin analisis usaha, jangan lupa untuk melakukan evaluasi setiap bulannya. Evaluasi ini dilakukan mulai dari proses produksi, distribusi, pemasaran, dan penjualan. Tak lupa juga, evaluasi dari pelanggan berupa kritik dan saran yang membangun juga harus diperhatikan demi keberlangsungan usaha.

      Evaluasi yang rutin setiap bulan akan menjadi tolak ukur seberapa efektifkah proses bisnis yang saat ini telah dilakukan. Hasil evaluasi dari bulan ke bulan akan menunjukkan hasil mengenai seberapa efektifkah cara-cara yang saat ini dipakai dalam sebuah proses bisnis.

      Tujuan Analisis Usaha

      Tujuan dari sebuah analisis usaha adalah mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan menentukan solusi untuk masalah bisnis

      Analisa juga berfungsi sebagai acuan bagi pengusaha untuk mengambil keputusan tentang usahanya. Keputusan ini didasari oleh hasil analisa dan data yang menunjukkan resiko-resiko yang akan timbul di kemudian hari.

      Selain itu, analisis ini akan menunjukkan kelebihan yang menjadi kekuatan dalam sebuah bisnis. Serta, hasil analisis juga menampilkan kekurangan yang dapat diminimalisir dengan mempersiapkan solusi dari kelemahan bisnis tersebut. Maka, analisa bisnis dan usaha dapat dikatakan sebagai peta strategi dalam berperang di dunia bisnis

      Nah, informasi mengenai analisis usaha ini cukup mudah dipahami dan dipraktekkan bukan? Segera mulai lakukan analisis bisnis yang sedang digeluti saat ini. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan bisnis dan usaha Anda dimasa depan.

      6 Komponen Perencanaan Usaha Juga Rencana Bisnis Penting untuk Perusahaan

      Terdapat 6 komponen perencanaan bisnis yang penting untuk perusahaan.  Berikut penjelasan lengkapnya.

      1. Membuat Deskripsi Bisnis

      Deskripsi bisnis bertujuan untuk menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan, beserta potensi produk dan kemungkinannya untuk bertahan dan berkembang di masa depan.

      Dalam deskripsi bisnis ini, diharapkan semua orang yang nantinya terlibat dalam bisnis, akan mengetahui potensi dan arah pengembangan dari bisnis tersebut.

      2. Perencanaan Usaha Melakukan Strategi Pemasaran

      Strategi pemasaran adalah merupakan salah satu komponen perencanaan usaha juga rencana bisnis yang penting.

      Strategi pemasaran yang akan dijalankan harus merupakan hasil analisa pasar yang telah dilakukan dengan cermat.

      Analisa pasar adalah kekuatan yang harus digunakan untuk menciptakan target pembeli.

      Dalam menuliskan strategi ini, Anda membutuhkan suatu analisis yang tepat sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang ada.

      Jenis analisa yang dapat digunakan misalnya adalah analisis SWOT.

      Dengan analisa ini, Anda dapat mengetahui keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi suatu produk sehingga dapat menerapkan strategi pemasaran yang tepat tanpa membuang waktu, tenaga dan biaya.

      Misalnya saja, komponen proposal yang berisi rencana pemasaran usaha pengolahan makanan internasional adalah perlu memiliki analisa SWOT untuk meyakinkan pelanggan untuk memilih produk yang tersedia.

      Di sisi lain, berikut yang bukan termasuk komponen dalam proposal usaha berdasarkan analisis wirausaha adalah, hanya berisi analisa kelemahan dan ancaman saja, tanpa menyertakan keunggulan dan peluangnya.

      3. Perencanaan Usaha Membuat Analisa Pesaing

      Analisa pesaing digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam satu pasar yang sama.

      Setelah menemukan kekuatan dan kelemahan dari produk pesaing, kemudian perusahaan dapat mencari strategi untuk memasarkan produk dengan cara yang berbeda dengan pesaing.

      Komponen perencanaan usaha juga rencana bisnis yang satu ini penting agar bisnis Anda bisa bertahan dan mengalahkan bisnis sejenis lainnya.

      4. Desain Pengembangan

      Rencana desain dan pengembangan diperlukan untuk menunjukkan tahap perencanaan produk, grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan.

      Selain berguna untuk mengetahui rencana usaha ke depan, desain pengembangan juga akan mempengaruhi perencanaan pembiayaan usaha.

      5. Rencana Operasional dan Manajemen

      Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana usaha akan berjalan dan berkelanjutan.

      Komponen ini berfokus pada kebutuhan logistik perusahaan, misalnya bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi dalam perusahaan, serta kebutuhan anggaran dan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional perusahaan.

      6. Menghitung Pembiayaan

      Faktor pembiayaan menjadi komponen perencanaan usaha juga rencana bisnis yang krusial.

      Dari mana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien dan usaha dapat berjalan lancar adalah tugas penting yang harus direncanakan dalam komponen pembiayaan.

      Beberapa dokumen keuangan yang dibutuhkan untuk menyusun faktor pembiayaan, antara lain laporan keuanganlaporan arus kaslaporan Neraca, dan analisis pengembalian modal.

      Untuk memenuhi semua dokumen keuangan yang dibutuhkan dalam membuat perencanaan bisnis, perusahaan dapat menggunakan bantuan program akuntansi atau jasa penyedia layanan akuntansi untuk membuat sebuah analisis keuangan usaha.


      Gunakan Analisis Peluang Usaha Ini Agar Tidak Rugi 

      ΓÇ£Bekerja pintar bukan bekerja kerasΓÇ¥. Kata-kata sentilan tersebut pasti sudah tidak asing di telinga Anda. Ada sebagian orang yang begitu gigih membangun bisnisnya namun lupa untuk memasang strategi sebelum bisnis dijalankan. Alhasil, usahanya tidak berjalan lancar dan mengalami kerugian yang besar. Salah satu strategi yang perlu disusun sebelum mendirikan bisnis adalah analisis peluang usaha.

      Analisis peluang usaha adalah cara yang disusun oleh calon wirausahawan untuk menentukan apa saja yang hendak dilakukan di dalam persaingan bisnis. Menetapkan bidang usaha apa yang akan dibangun kerap kali menjadi permasalahan utama para wirausahawan, khususnya bagi mereka yang baru saja terjun di dunia wirausaha. Mereka mengalami kendala saat menentukan nilai-nilai yang terdapat dalam produk, merasa tidak yakin untuk mampu bersaing dengan produk serupa, dan bahkan meragukan produknya sendiri. Inilah pentingnya melakukan analisis peluang usaha dalam menyusun rencana saat membangun usaha yang pertama kali ataupun menciptakan ide bisnis yang baru, yaitu untuk memuluskan perjalanan bisnis dan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kerugian di dalam bisnis Anda.

      Tidak hanya itu, analisis peluang usaha juga berfungsi untuk menggali daya minat masyarakat terhadap suatu produk/jasa, menetapkan cara yang dapat digunakan untuk promosi, dan menentukan kelayakan usaha tersebut untuk dibangun.

      SWOT, Metode Analisis Peluang Usaha yang Mudah Dilakukan

      Salah satu cara melakukan analisis peluang usaha adalah dengan menggunakan metode analisis peluang usaha SWOT. Metode analisis peluang usaha tersebut cukup terkenal dan mudah dilaksanakan. Analisis peluang usaha SWOT merupakan singkatan dari Strength (Kekuatan), Weakness (Kekurangan), Opportunity (Kesempatan), dan Threat (Ancaman). Strength dan Weakness merupakan faktor yang berasal dari dalam perusahaan, sedangkan Opportunity dan Threat merupakan faktor yang timbul dari luar perusahaan yang tentunya tidak dapat dikontrol. Meskipun begitu, Opportunity dan Threat dapat diprediksi dan ditelaah apabila melaksanakan analisis peluang usaha secara mendalam.

      Tidak hanya mengetahui kelebihan perusahaan, metode analisis peluang usaha SWOT juga membuat Anda menyadari kekurangan perusahaan yang perlu diatasi sehingga kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mengancam perusahaan dapat diketahui dan diselesaikan secepat mungkin.

      Dengan menggunakan metode analisis peluang usaha SWOT, Anda bisa mendapatkan jawaban dari empat sisi yang berlainan namun saling terkait, seperti apa yang akan Anda lakukan supaya Strength berhasil meraih keuntungan dari Opportunity, cara apa yang digunakan untuk menuntaskan Weakness yang dapat menutupi pintu keuntungan dan bahkan membuat Threat menjadi muncul atau menghadirkan Threat yang baru, serta upaya apa yang dilakukan agar Strength bisa melawan Threat yang timbul.

      1. Strength (Kekuatan)

      Membuat produk atau jasa yang sama dengan pesaing merupakan hal yang lumrah di dunia bisnis. Nilai-nilai yang dimiliki suatu produklah yang membuatnya berbeda. Anda harus mengetahui kekuatan atau kelebihan apa yang Anda punya untuk memikat hati konsumen atau bahkan menciptakan kekuatan baru yang tidak dimiliki oleh kompetitor. Hal tersebut yang digolongkan sebagai poin analisis peluang usaha Strength. Apabila Anda mampu memaksimalkan poin analisis peluang usaha ini, Anda bisa menjaring banyak pelanggan.

      Sebagai contoh, apabila Anda hendak membuat bisnis laundry, Anda bisa membuat pernyataan bahwa wangi pada pakaian mampu bertahan lama, pelayanan yang ramah, dan proses penyucian cepat. Selain itu, Anda juga bisa menciptakan kekuatan yang baru, seperti menginformasikan kepada para pengguna jasa bahwa pakaiannya sudah selesai dibersihkan atau mengantar pakaian yang sudah selesai ke rumah pengguna jasa.

      1. Weakness (Kekurangan)

      Tidak ada salahnya untuk terus menggali kekurangan yang Anda miliki sebelum membangun usaha. Hal ini berguna untuk mencari jalan keluar dari setiap kekurangan-kekurangan yang Anda punya saat menyusun analisis peluang usaha. Jika Anda mengabaikan kekurangan yang dimiliki, seiringnya waktu kekurangan tersebut akan seperti bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Akibatnya, kerugian akan menimpa Anda.

      Apa saja sih kekurangan-kekurangan yang mungkin Anda miliki? Kekurangan tersebut bisa dari dalam diri Anda maupun dari luar. Contohnya adalah Anda kurang dapat memahami bisnis yang hendak Anda rintis atau Anda tidak memiliki modal yang cukup. Dua contoh tersebut merupakan kekurangan yang datang dari dalam. Sedangkan, contoh kekurangan yang dari luar adalah tidak strategisnya lokasi toko yang mungkin terlanjur Anda sewa.

      Setelah mengetahui kekurangan-kekurangan tersebut, Anda harus mencari cara untuk mengatasinya. Misalnya, Anda belajar lebih banyak lagi tentang seluk-beluk bisnis yang ingin dibangun dengan pengusaha yang sudah lebih berpengalaman.

      1. Opportunity (Peluang)

      Kemajuan dan kesuksesan bisnis tidak terlepas dari peluang yang ada di sekitar kita. Poin analisis peluang usaha ini meminta Anda untuk mengkombinasikan peluang dengan kelebihan-kelebihan yang Anda miliki. Dengan demikian, Anda harus pandai mencari peluang.

      Anda bisa memanfaatkan peluang maupun menciptakan peluang dari memikirkan apa yang menjadi kebutuhan orang. Misalnya saja, di dekat sekolah atau universitas Anda tidak menemukan fotocopy. Anda bisa menciptakan peluang usaha di sana dengan mendirikan bisnis fotocopy. Fotocopy pastinya dibutuhkan oleh para guru maupun siswa baik untuk menyalin lembaran kertas maupun membeli peralatan belajar. Contoh lainnya adalah banyak orang yang tidak memiliki keahlian untuk membuat CV, sedangkan CV merupakan salah satu aspek yang paling penting ketika melamar pekerjaan. Anda bisa memanfaatkan hal tersebut dengan membuka bisnis pembuatan CV yang menarik dan sesuai dengan keinginan si pengguna jasa.

      1. Threat (Ancaman)

      Hambatan atau sandungan yang dapat menyerang bisnis Anda sewaktu-waktu dikategorikan sebagai poin analisis peluang usaha Threat (ancaman). Hambatan tersebut dapat berupa adanya pesaing baru yang letaknya tidak jauh dari lokasi usaha Anda dan memiliki produk sama seperti yang Anda jalani. Oleh karena itu, Anda harus mengoptimalkan kekuatan usaha yang Anda miliki agar para pelanggan tidak berpaling dari bisnis Anda.

      Selain itu, cepatnya kemajuan teknologi yang sukar dikejar, strategi pesaing yang berubah, trend yang sudah habis masa waktunya, dan bencana alam juga masuk ke dalam kategori ini.

      Membangun bisnis memang bukan suatu hal yang mudah, namun tidak berarti tidak bisa dilakukan. Diperlukan banyak perhitungan dan pertimbangan yang kompleks saat membuat analisis peluang usaha sebelum membangun bisnis. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kemajuan bisnis, salah satunya ialah modal usaha.

      Kekurangan modal usaha bisa Anda masukkan ke dalam daftar Weakness di dalam analisis peluang usaha SWOT yang Anda buat. Memaksa membangun bisnis dengan modal yang tidak mencukupi dapat menjadi bumerang ke diri Anda sendiri. Kurangnya modal dapat mengakibatkan bisnis berjalan dengan tidak optimal sehingga mengancam kualitas produk maupun kenyamanan pelayanan. Alih-alih meraih kesuksesan, Anda malah menghadapi kegagalan.


      MANFAAT PERENCANAAN USAHA

      Memahami secara detail model bisnis yang akan atau sedang dijalani

      Manfaat pertama dari perencanaan usaha yaitu untuk mengetahui model bisnis yang akan dikembangkan. Sebuah usaha atau bisnis yang baru akan cukup sulit untuk berkembang apabila hanya dijalankan saja tanpa ada rencana yang matang. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk membuat perencanaan agar bisnis yang dikembangkan lebih terorganisir untuk mencapai target-target yang ada.

      Target pasar jelas dan rinci

      Dengan adanya perencanaan usaha, tentunya kamu pun akan lebih mudah menentukan target pasar yang sesuai dengan pasar yang ada. Jika target pasar sudah jelas, maka kamu juga dapat memasarkan barang atau jasa dengan sasaran yang tepat. Coba bayangkan jika tidak ada perencanaan usaha dan tidak mengetahui target pasar yang dituju, kemungkinan besar barang atau jasa yang dijual tidak akan diminati oleh orang.

      Mencari sumber dana atau modal bisnis

      Perencanaan usaha juga bermanfaat untuk mencari sumber dana dari pihak yang menjanjikan. Secara tidak langsung, dokumen penting ini ternyata bisa menjadi proposal untuk mendapatkan sumber pendanaan dari pihak lain, bisa dari investor, perbankan, atau lembaga pembiayaan lainnya. Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan dana yang cukup besar biasanya memerlukan dokumen resmi untuk mengetahui seperti apa gambaran atau model bisnis yang dijalani. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah mencari sumber dana untuk kemajuan bisnis.

      Mempunyai rencana bisnis yang terarah dan lebih fokus

      Manfaat perencanaan usaha yang tak kalah pentingnya yaitu untuk memfokuskan rencana bisnis hingga jangka panjang. Perencanaan usaha penting ini akan membantumu untuk menentukan langkah selanjutnya saat mengembangkan bisnis. Dengan demikian, bisnis yang sedang dikembangkan pun jadi lebih terarah untuk mencapai tujuan yang di masa depan.

      Memberikan pandangan terhadap prediksi masa depan

      Saat kamu membuat perencanaan usaha, maka akan terlihat apa saja gambaran jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang bagi bisnismu. Dengan begitu, kamu dapat memprediksi masa depan dari kemajuan bisnis dan meminimalisir risiko kerugian yang mungkin saja ada. Prediksi ini bukan rencana semata, akan tetapi juga harus didukung oleh data dari riset yang telah dilakukan sebelumnya. Apabila tanpa riset yang matang, perencanaan usaha bisa saja akan meleset dari tujuan awal yang ditentukan.

      Menaikkan level bisnis dengan baik

      Perencanaan usaha juga memberikan kesempatan kepada kamu untuk menaikkan level bisnis yang sedang dirintis. Rencana yang dibuat dengan matang akan memperlihatkan bisnis yang dikembangkan cukup profesional. Tak hanya itu, dokumen tersebut bisa menjadi gerbang awal untuk menarik perhatian pelaku bisnis lain demi menjalankan roda bisnis hingga jangka panjang.

      Isi Perencanaan Usaha Secara Umum

      Saat kamu ingin membuka sebuah usaha, kamu harus mengetahui langkah-langkah atau isi dari penyusunan perencanaan usaha. Jika sudah membuat perencanaan usaha yang tepat, bisnis yang kamu mulai pun bisa berkembang lebih pesat. Agar lebih paham berikut penjelasan mengenai langkah-langkah penyusunan perencanaan usaha apa saja yang tidak boleh terlewatkan.

      1. Profil Usaha: Sejarah, Visi, dan Misi

      Profil usaha merupakan deskripsi ringkas yang mencerminkan kualitas dan fokus kerja usaha. Dengan menyusun profil usaha, kamu akan memberikan gambaran umum tentang bisnis dan sekilas rencana bisnismu.

      Profil usaha ini mencakup sejarah, visi, misi serta menunjukkan keahlian dan kekuatan usaha. Kamu harus mempunyai profil usaha yang baik jika ingin bisnismu mendapatkan perhatian orang banyak.

      2. Deskripsi dan keunggulan produk

      Komponen perencanaan usaha selanjutnya dan menjadi bagian penting dalam sebuah usaha yang dijalankan, yaitu adanya deskripsi usaha dan keunggulan produk. Deskripsi usaha sangat penting, sebab bisa menjelaskan kepada pihak yang terkait mengenai penjelasan usaha yang akan dijalankan.

      Deskripsi usaha berguna untuk memberitahukan kepada pihak terkait mengenai ide usaha yang akan dilakukan. Dengan begitu, mereka akan mengerti informasi bisnis yang akan dirilis. Untuk usaha yang lebih besar, maka sebaiknya diinformasikan kepada setiap stakeholder. Adapun tujuan lainnya dari deskripsi usaha, antara lain:

      1.    Tujuannya adalah untuk menjelaskan dengan singkat bidang usaha yang hendak dijalankan, serta potensi produk untuk dapat bertahan dan berkembang di masa mendatang.

      2.    Setiap orang yang berkepentingan dalam bisnis ini juga harus memahami potensi dan rencana masa depan bisnis ini.

      3.    Selain itu, bisnis juga harus memiliki rencana inovasi dan evaluasi agar produk dapat bertahan di pasaran

      3. Peta persaingannya

      Mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam satu pasar yang sama, merupakan hal yang perlu dilakukan oleh pebisnis. Pasalnya, setelah menemukan kekuatan dan kelemahan dari produk pesaing, kamu akan lebih mudah untuk mencari strategi yang berbeda untuk memasarkan produkmu dengan cara yang berbeda dari pesaing. Ketahui juga bagaimana cara agar pesaing tidak bisa melakukan hal yang sama baik strategi, maupun produk yang dikembangkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini seperti:

      1.    Memperhatikan kualitas barang/jasa,

      2.    Menghadirkan desain produk yang menarik

      3.    Perhatikan persaingan harga pesaing

      4.    Rencana kompetitor di masa mendatang

      5.    Promosi yang dijalankan oleh pesaing

      4. Strategi Pemasaran

      Setelah menentukan deskripsi usaha dan peta persaingannya, maka dalam perencanaan usaha yang tidak kalah pentingnya, yaitu menentukan strategi pemasaran. Strategi pemasaran meliputi, mempelajari kelebihan dan kekurangan produk kompetitornya.

      Seperti halnya saat bertempur di medan perang, yang memerlukan strategi. Untuk memulai sebuah usaha pun memerlukan strategi marketing yang bagus. Hal tersebut berfungsi agar produk atau jasa yang dihasilkan dapat diterima di pasaran. Dalam pembuatan strategi pemasaran harus meliputi:

      1.    Strategi pemasaran harus merupakan hasil analisa pasar, yang telah dilaksanakan dengan teliti, sebagai kekuatan untuk membuat target pembeli.

      2.    Di sini kamu membutuhkan analisa SWOT agar bisa mengenal keunggulan, kelemahan, peluang, dan ancaman produk. Dengan hasil analisa SWOT ini, kamu dapat menentukan strategi pemasaran yang sesuai dan menghemat waktu, biaya, dan tenaga.

      5. Anggota Tim

      Jika beberapa tahapan sebelumnya telah dilakukan, maka selanjutnya adalah melakukan komponen perencanaan usaha dengan mengatur manajemen operasional. Manajemen operasional meliputi pengaturan peralatan untuk proses produksi, dan penggunaan bahan baku.

      Manajemen operasional juga meliputi pemilihan sumber daya manusia yang berkualitas atau anggota tim yang akan bekerja sama membangun bisnis tersebut, guna efisiensi aktivitas produksi yang pertama kali dijalankan. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset perusahaan yang berfungsi untuk memaksimalkan kegiatan bisnis.

      6. Anggaran (Proyeksi Pendapatan, Pengeluaran, dan Profit)

      Faktor pembiayaan atau anggaran menjadi komponen perencanaan usaha juga rencana bisnis yang krusial. Dari mana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien dan usaha dapat berjalan lancar adalah tugas penting yang harus direncanakan dalam komponen pembiayaan.

      Beberapa dokumen keuangan yang dibutuhkan untuk menyusun faktor pembiayaan, antara lain laporan keuangan, laporan arus kas, laporan Neraca, dan analisis pengembalian modal.

      Sebagai informasi, dalam perhitungan biaya, modal awal untuk memulai suatu usaha baru dianggap penting. Ini terkait sumber dana perusahaan serta cara mengelola dana tersebut agar dapat lebih efisien.

      1.    Perusahaan harus mempersiapkan dana untuk persediaan bahan baku, pembelian alat produksi, biaya marketing, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, dana dapat digunakan secara lebih efisien agar tidak kekurangan dana.

      2.    Untuk perhitungan biaya diperlukan adanya laporan keuangan perencanaan, laporan neraca perencanaan, laporan arus kas, serta laporan pengembalian modal.

      3.    Jika perlu perusahaan bisa bekerja sama dengan jasa penyedia layanan akuntansi untuk membuat analisis keuangan usaha sesuai perencanaan usaha. Kamu juga bisa menggunakan jurnal software akuntansi online.

      7. Kebutuhan investasi

      Setelah menentukan anggaran atau pembiayaan, pastinya kamu juga perlu merinci secara detail darimana pemasukan anggaran ataupun modal ini berasal. Sebab, hal ini juga mempengaruhi perkembangan bisnis yang sedang atau akan kamu jalani. Dengan demikian, kamu juga akan paham apakah kamu membutuhkan seorang investor untuk membangun bisnismu? Atau cukup dengan dibiayai menggunakan modalmu dan anggota tim saja bisnis ini akan berkembang.

      8. Penutup

      Komponen yang terakhir dalam komponen penutup perencanaan usaha yaitu meninjau ulang dari keseluruhan komponen perencanaan yang telah dilakukan. Jika berhasil, maka dapat dengan mudah untuk menuai keuntungan. Jika tidak, berarti ada yang salah dalam menjalankan perencanaan usaha.

      Perencanaan usaha tidak dapat diketahui keberhasilannya jika tidak dipraktekkan secara langsung. Dengan begitu, dapat dengan mudah untuk meninjau ulang, kelebihan dan kekurangan dari perencanaan usaha yang telah dilakukan.

      Memulai suatu bisnis tentunya tidak mudah, berbagai resiko yang mungkin terjadi. Seperti kurang diterimanya produk di pasaran, atau beberapa peristiwa yang merugikan yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, seperti bencana alam misalnya. Oleh sebab itu, pentingnya untuk menjalankan setiap komponen perencanaan usaha.

      Pentingnya perencanaan usaha dalam bisnis agar dapat bersaing dengan para kompetitornya. Bertahan dalam sebuah persaingan bisnis tentunya tidak mudah. Terutama jika orientasi bisnis untuk memperoleh keuntungan sebanyak banyaknya. Sehingga diperlukan strategi marketing agar penjualan mencapai target.

      Sebagai catatan, untuk perusahaan yang lebih besar, pada umumnya akan ditambahkan lagi bab khusus tentang peta risiko dan strategi untuk menekan atau memitigasi risiko tersebut. Tak hanya itu, target penjualan juga biasanya tidak disajikan secara sederhana, namun dengan rincian yang detail terkait sumber-sumber produknya dari mana, kontribusi setiap jalur distribusi, serta rincian target penjualan dari setiap wilayah usaha.

      Sementara itu untuk strategi pemasaran, biasanya juga perlu dirinci dari tataran Strategi Umum pemasaran (segmen, target, memposisikan produk di tengah persaingan pasar atau positioning), sampai strategi untuk berpromosi memperkenalkan brand, mengakuisisi konsumen, sampai menjaga loyalitas konsumen.

      Contoh Perencanaan Usaha

      Setelah memahami isi atau langkah-langkah dari perencanaan usaha di atas, kamu bisa melihat contoh dari beberapa perencanaan usaha yang akan dibuat. Berikut contoh lengkapnya.

      1. Contoh Perencanaan Usaha Makanan

      Perencanaan usaha berikut merupakan contoh perencanaan usaha makanan dari perusahaan PT. Snack Enak Indonesia. Perusahaan ini memproduksi bahan makanan kripik singkong. Simak penjelasan lebih lengkap nya di bawah untuk melihat perencanaan usaha makanan.

      Nama bisnis

      Aroma Rasa Tea Shop.

      Bidang usaha

      Jenis usaha yang dibuat adalah kuliner.

      Visi

      Kedai teh yang menawarkan kondisi, suasana, lokasi, dan menu yang bervariatif dengan cita rasa dan kualitas dari daun teh terbaik di Indonesia.

      Misi

      1.    Mempertahankan cita rasa dari daun teh terbaik di Indonesia yang melegenda secara turun-temurun.

      2.    Menawarkan kenyamanan tempat untuk menikmati teh.

      Deskripsi bisnis

      Aroma Rasa Tea Shop adalah bisnis kuliner yang menawarkan berbagai menu teh berkualitas dengan racikan langsung dari daun teh terbaik di Indonesia.

      Keunikan produk

      Kualitas teh dibuat dari daun teh terbaik di Indonesia.

      Rincian produk

      1.    Teh melati.

      2.    Teh hijau.

      3.    Teh susu.

      4.    Teh tarik.

      5.    Teh coklat.

      6.    Teh vanilla.

      7.    Teh blackberry.

      8.    Teh Vanilla.

      Target pasar

      Anak muda pecinta teh dengan penghasilan menengah ke atas.

      Rencana pemasaran

      1.    Membuka tea shop di Kota Besar dan beberapa cabang lainnya.

      2.    Mengoptimalkan pemasaran di sosial media.

      3.    Menggunakan jasa food vlogger, food blogger, youtuber, influencer untuk membuat konten dan memberikan feedback.

      4.    Membuat event grand opening yang mengundang anak muda.

      Sumber Daya Manusia

      1.    Nina (pemilik bisnis).

      2.    Riski (Business Development).

      3.    Lili (Product Manager).

      4.    Vigo dan Ami (Barista).

      5.    Fitri (Social Media Officer).

      Biaya operasional yang diperlukan

      1.    Peralatan membuat teh Rp10 juta.

      2.    Bahan teh dan Perlengkapan Rp8 juta.

      3.    Sewa Tempat Rp20 juta per tahun.

      4.    Gaji SDM Rp20 juta.

      5.    Lain-lain Rp5 juta.

      6.    Total Rp63 juta.

      Target dan Timeline Bisnis

      1.    1 Tahun: Mendapatkan 20 pelanggan per hari.

      2.    2 Tahun: Buka cabang dan produk baru.

      3.    3 Tahun: Mendapatkan 50 pelanggan per hari di masing-masing cabang.

      4.    4 Tahun: Bekerja sama dengan perusahaan lain.

      5.    5 Tahun: Membuka franchise atau cabang.

      2. Contoh Perencanaan Usaha Cafe

      Perencanaan usaha berikut merupakan contoh perencanaan usaha cafe dari perusahaan PT. Anak Muda Berkarya. Perusahaan ini membuka cafe dengan konsep kekinian yang menyajikan beragam jenis kopi dan makanan pendamping. Simak penjelasan lebih lengkap nya di bawah untuk melihat perencanaan usaha makanan.

      Profil Perusahaan

      “XYZ Café” adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang kuliner yang mengarah ke dalam aspek restoran serta kopi untuk para pecinta setianya. Perusahaan ini telah berdiri sejak awal tahun 2021 dan berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat dengan lokasi yang sangat strategi karena berhadapan dengan lampu merah yang menjadi pusat pandangan semua orang saat berkendara, serta mudah dijangkau siapa saja sebagai pelanggan yang berkunjung.

      Masyarakat Indonesia yang saat ini hidup di era modern rupanya telah memiliki gaya hidup yang berbeda dan berubah setiap tahunnya. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menerapkan pola hidup yang tidak biasa dengan mengonsumsi kopi setiap hari. Maka dari itu, hal ini mendorong “XYZ Café” untuk menciptakan terobosan yang unik bagi masyarakat dengan menyediakan 20 jenis produk kopi asli yang diciptakan dari biji kopi asli pilihan yang berasal dari seluruh Indonesia.

      Visi

      “XYZ Café” memiliki sebuah visi untuk menjadi sebuah tempat terbuka dan ramah lingkungan bagi semua kalangan masyarakat di Indonesia, khususnya di sekitar Bandung.

      Misi

      1.    Menyediakan tempat dengan layanan terbaik untuk semua masyarakat dan pelanggan sebagai pecinta kopi.

      2.    Meningkatkan mutu dan kepercayaan pelanggan dengan menyediakan beberapa cabang di seluruh Indonesia dalam waktu 3 tahun pertama.

      Layanan dan Produk

      “XYZ Café” menghadirkan berbagai macam produk kopi terbaik dengan proses pembuatan yang sangat signifikan dan steril sehingga cita rasa aslinya selalu terjaga di setiap tegukannya. Tak hanya itu, perusahaan ini juga akan memberi kenyamanan yang tinggi bagi para pelanggan karena menyediakan sebuah tempat terbuka dengan lingkungan bersih dan sejuk sehingga dapat menjadi lokasi pilihan untuk menikmati berbagai cita rasa kopi dengan menu hidangan yang lezat.

      Rincian Pendanaan Badan Usaha

      Pendanaan yang berlaku sampai sekarang bahwa “XYZ Café” memiliki 55% dari modal keseluruhan yang ditetapkan agar badan usaha dapat berjalan dalam jangka panjang. Jumlah pendanaan sebesar 55% dari pemilik serta pendiri “XYZ Café” juga diakumulasi dengan 45% dari investor. Selain itu juga, kami menetapkan sistem pembagian hasil sebanyak 60% untuk pihak pengelola dan 40% untuk pihak investor dengan kontrak berjalan selama 3 tahun yang telah berlangsung sejak awal tahun 2018.

      Aspek Produksi dan Pemasaran

      Berikut ini adalah penjabaran perihal aspek produksi dan pemasaran dari suatu usaha.

      Tujuan Pasar

      1.    Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats)

      2.    Peluang Pasar

      3.    Penetapan Harga Pasar

      4.    Perkembangan Pasar

      Aspek Pemasaran

      1.    Sumber Bahan Pokok

      2.    Lingkungan Produksi

      Aspek Finansial dan Pendanaan

      Berikut ini adalah penjabaran perihal aspek finansial dan pendanaan dari suatu usaha.

      Jumlah Modal yang Digunakan

      Untuk aspek finansial dan pendanaan, total biaya keseluruhan yang digunakan “XYZ Café” sejak awal berdiri sampai sekarang adalah:

      1.    Sewa tempat per tahun: Rp30 juta

      2.    Renovasi: Rp15 juta

      3.    1 unit sepeda motor: Rp15 juta

      4.    Komputer (kasir): Rp4,5 juta

      5.    Peralatan (makan dan minum): Rp2,5 juta

      6.    Kursi dan meja: Rp13 juta

      7.    Biaya lain-lain: Rp20 juta

      Total biaya yang dibutuhkan oleh “XYZ Café” pada periode awal sebesar Rp100 juta.

      Prediksi Biaya per Bulan Biaya Kebutuhan Pokok ΓÇ£XYZ Caf├⌐ΓÇ¥

      1.    Daging sapi: Rp7,2 juta

      2.    Daging ayam: Rp4,2 juta

      3.    Aneka kopi: Rp3 juta

      4.    Sayuran: Rp2 juta

      5.    Kentang: Rp2,5 juta

      6.    Beras: Rp1,2 juta

      7.    Bumbu dapur: Rp1,5 juta

      8.    Buah-buahan: Rp2,5 juta

      9.    Gas LPG: Rp1,8 juta

      10.         Biaya lain-lain: Rp1 juta

      Total biaya yang diperkirakan untuk kebutuhan pokok setiap bulannya sebesar Rp26,9 juta.

      Biaya Gaji dan Operasional

      1.    Transportasi: Rp500 ribu

      2.    Gaji pengelola: Rp3,5 juta

      3.    Gaji chef: Rp6,5 juta

      4.    Listrik dan air: Rp5 juta

      5.    Gaji waitress: Rp4 juta

      6.    Gaji kasir: Rp2 juta

      7.    Gaji bagian order: Rp3 juta

      8.    Jadi, hasil perhitungan biaya keseluruhan untuk gaji dan operasional sebesar Rp24,5 juta.

      Perhitungan Modal untuk Investasi

      Jika menganalisa semua hasil perhitungan di atas, maka total biaya yang akan dibutuhkan oleh “XYZ Café” dalam kurun waktu sebulan berjalan memiliki rincian sebesar:

      Rp100 juta + Rp26,9 juta + Rp24,5 juta = Rp151,4 juta.

      3. Contoh Perencanaan Usaha Kerajinan

      Selanjutnya, ada juga contoh perencanaan usaha kerajinan jika kamu tak ingin membuat bisnis di bidang kuliner. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

      Judul proposal usaha

      Hiasan Kumbang Kepik.

      Bahan dan alat yang dibutuhkan

      1.    Botol plastik (ukuran bebas).

      2.    Cat berwarna cerah.

      3.    Kuas.

      4.    Bola pimpong.

      5.    Bola mata kecil plastik.

      6.    Lem.

      7.    Kawat.

      8.    Gunting dan pisau.

      9.    Pernak-pernik.

      10.         Paku kecil.

      Cara membuat produk

      1.    Pertama, membuat bagian badan terlebih dahulu dengan memotong bagian bawah botol plastik menggunakan gunting atau pisau.

      2.    Cat pada bagian dalam botol plastik agar penampilan semakin menarik.

      3.    Setelah dicat, jemur botol plastik di bawah sinar matahari agar semakin kering.

      4.    Lalu, membuat bagian kepala dengan memotong bola pimpong menjadi ukuran ┬╝.

      5.    Untuk terlihat menyerupai kepala kumbang, cat bola pimpong dengan warna hitam.

      6.    Potong kawat sekitar 4-5 cm dan tekuk pada bagian ujungnya. Kawat tersebut nantinya akan digunakan sebagai antena si kumbang.

      7.    Melubangi pada kepala agar antena dapat dipasang dengan paku kecil.

      8.    Menempelkan bagian kepala dan badan kumbang menggunakan lem.

      9.    Setelah itu, tempel bagian matanya serta tambahkan pernak-pernik pada bagian badan kumbang.

      10.         Hiasan kumbang kepik yang lucu siap digunakan.

      Perencanaan anggaran

      Modal

      1.    Cat: Rp 35.000

      2.    Kuas: Rp 5.000

      3.    Bola pimpong: Rp 25.000

      4.    Kawat: Rp 5.000

      5.    Bola mata plastik kecil: Rp 4.000

      6.    Lem: Rp 6.000

      7.    Jumlah: Rp 80.000 estimasi untuk 35 unit

      Penjualan

      Rencana harga jual: Rp 90.000 untuk 35 unit

      Profit

      Harga jual ΓÇô modal: Rp 90.000 ΓÇô Rp 80.000 = Rp 10.000

      Analisis SWOT

      Strength

      1.    Harga murah dan relatif terjangkau.

      2.    Menarik dan lucu sehingga akan disukai berbagai kalangan khususnya anak-anak.

      Weakness

      1.    Tidak ramah lingkungan karena berbahan dasar plastik.

      Opportunity

      1.    Dapat Menerima pre order.

      2.    Melayani jual beli via online.

      3.    Belum ada yang mengerjakan bisnis yang menjanjikan serupa di area Sleman.

      Threat

      1.    Banyak pesaing yang memproduksi produk serupa dengan bahan baku yang lebih baik seperti kain flanel.

      4. Contoh Perencanaan Usaha Kue

      Berikut ini terdapat contoh perencanaan usaha kue yakni Roti Bakar Rasa Rasa yang bisa kamu jadikan contoh untuk dokumen perencanaan usaha di bidang sejenis.

      Judul proposal usaha

      Roti Bakar Macam Rasa

      Variasi rasa roti bakar yang ditawarkan

      1.    Roti Bakar Coklat

      2.    Roti Bakar Keju

      3.    Roti Bakar Kacang

      4.    Roti Bakar Strawberry

      5.    Roti Bakar Srikaya

      6.    Roti Bakar Nanas

      7.    Roti Bakar Blueberry

      Rincian harga roti bakar

      1.    Strawberry + Nanas Rp 10.000

      2.    Strawberry Rp 10.000

      3.    Nanas Rp 10.000

      4.    Kacang Rp 12.000

      5.    Kacang + strawberry Rp 10.000

      6.    Kacang + nanas Rp 10.000

      7.    Kacang + blueberry Rp 10.000

      8.    Cokelat Rp 12.000

      9.    Cokelat + strawberry Rp 10.000

      10.         Cokelat + nanas Rp 10.000

      11.         Cokelat + kacang Rp 12.000

      12.         Blueberry + strawberry Rp 10.000

      13.         Blueberry + nanas Rp 10.000

      14.         Blueberry + coklat Rp 11.000

      15.         Srikaya + blueberry Rp 10.000

      16.         Srikaya + nanas Rp 10.000

      17.         Srikaya + kacang Rp 12.000

      18.         Srikaya + cokelat Rp 12.000

      19.         Keju + srikaya Rp 12.000

      20.         Keju + coklat Rp 12.000

      21.         Komplit Rp 15.000

      Strategi promosi

      Pada usaha roti bakar jelas memiliki banyak pesaing. Selain menciptakan berbagai inovasi dalam produknya, produsen juga harus memiliki cara promosi yang efektif dan efisien. Dalam mempromosikan usaha ini, kami akan menggunakan beberapa metode yaitu dari menawarkan secara langsung ke calon konsumen, pemanfaatan media online, pengembangan pasar dan juga produk.

      Aspek perencanaan keuangan

      Modal awal

      = Rp 5.500.000

      Pendapatan

      Rata-rata penjualan per hari = 15 bungkus

      Penghasilan produksi 

      1.    = harga produk (rata-rata ) x estimasi produksi per hari

      2.    = Rp 11.000 x 1

      3.    = Rp 165.000

      Penghasilan bruto per malam

      = Rp 165.000

      Laba kotor

      1.    Harian = Rp 165.000

      2.    Bulanan = Rp 4.950.000

      Biaya operasional per bulan

      1.    Gaji karyawan = Rp 600.000

      2.    Biaya transportasi = Rp 200.00

      3.    Biaya sewa tempat = Rp 200.000

      4.    Biaya bahan = Rp 2.500.000

      5.    Total biaya operasional = Rp 3.500.000

      Laba bersih per bulan

      1.    = laba kotor per bulan ΓÇô total biaya operasional

      2.    = Rp 4.950.000 ΓÇô Rp 3.500.000

      3.    = Rp 1.450.000

      5. Contoh Perencanaan Usaha Konveksi atau Baju

      Terakhir, ada juga contoh perencanaan usaha konveksi atau baju jika kamu bergerak di bidang fashion. Berikut penjelasan lengkapnya.

      Jenis usaha

      Pasar yang mudah dijangkau dan tidak banyak makan biaya angkut. Bisnis konveksi sangat menjanjikan untuk menjadi pengusaha sukses. Saat ini banyak pedagang grosir yang menjual berbagai jenis pakaian jadi di pasaran, motifnya biasa-biasa saja Hal ini menjadi peluang potensial untuk membuka bisnis konveksi yang bernuansa tradisional sampai yang mewah. Karena setiap orang memiliki selera yang berbeda. kebanyakan pedagang hanya mengandalkan harga murah saja, namun kualitas bahan yang digunakan tidak diperhatikan. Bisnis yang kami rencanakan ini akan membuat konsumen tidak hanya puas dengan harga yang relatif murah, namun konsumen juga akan puas dengan motif yang ditawarkan. sehingga konsumen akan menjadi loyal. Hal ini akan dipantau dengan selalu mencari motif yang lebih baru dan memperhatikan motif yang bagus dan menarik.

      Rencana Produksi

      1.    Kain soft jeans dengan timbul bunga-bunga di proses dalam pemotongan.

      2.    Kain yang telah dipotong sesuai desain di bordil di dalam mesin bordir.

      3.    Kain yang telah selesai di bordil di jahit sesuai desain dan diberi resleting.

      4.    Setelah selesai penjahitan dan pemasangan resleting kemudian di obras agar mendapatkan kualitas yang rapi dan halus.

      5.    Setelah itu penyetrikaan.

      6.    Setelah selesai di setrika lalu di masukkan dalam plastik.

      7.    Dan yang terakhir di ikat dengan tali, 1 ikat berisi 10 potong.

      Rencana Pemasaran

      Berikut ini adalah penjabaran rencana pemasarannya.

      Analisis target pelanggan atau konsumen

      Target pelanggan kami adalah para pedagang di pasar grosir, dengan modal yang cukup besar perusahaan kami masuk ke dalam pasar grosir, kami tidak membutuhkan pedagang (pelanggan) yang banyak bagi kami cukup 10 pedagang, dengan daya beli 100 potong per hari di setiap pedagang.

      Strategi penentuan harga

      1.    Penentuan harga berdasarkan Biaya Produksi

      Harga kami tentukan dengan menghitung semua biaya produksi per potong ditambah Rp 5000, misal semua bahan dan biaya produksi adalah Rp 50.000 harga jualnya menjadi Rp 55.000 per potong.

      2.    Penentuan Harga Berdasarkan Permintaan

      Namun pada 2 bulan sebelum hari raya idul fitri keuntungan per potong kami tingkatkan menjadi Rp7000, karena semakin banyaknya permintaan.

      Strategi promosi

      1.    Penjualan personal (Personal Selling)

      Dengan secara personal kami melakukan penjualan dengan tidak banyaknya konsumen yang kami rencanakan, dengan membawa beberapa contoh produk kami menawarkan langsung pada calon pelanggan atau konsumen kami.

      2.    Hubungan Masyarakat (publik relation)

      Promosi kami juga dengan mengenalkan,membangun citra produk dan memberi kesan yang baik pada masyarakat lewat jejaring sosial facebook, untuk masalah membeli bisa datang ke pelanggan kami yang ada di pasar grosir. Dengan seperti itu kami bisa lebih menghemat biaya promosi, karena di face book promosinya gratis.

      Rencana Keuangan

      Berikut ini adalah penjabaran dari rencana keuangan yang dimaksud!

      Biaya pembelian mesin

      1.    Mesin pemotong kain 4 unit per unit Rp 400.000 = Rp1,6jt

      2.    Membeli mesin jahit sebanyak 60 mesin per unit Rp1.500.000 = Rp90jt

      3.    Mesin obras sebanyak 4 unit, per unit nya Rp 2.000.000 = Rp8jt

      4.    Mesin pasang kancing 2 unit Rp 600.000 = Rp1,2jt

      5.    Mesin bordir 1 unit = Rp 190jt

      6.    1 unit Komputer untuk gambar bordir= Rp4jt

      7.    Jumlah keseluruhan = Rp 294.800.000

      Biaya operasional per bulan

      1.    Biaya tagihan listrik perbulan = Rp 1.500.000

      2.    Biaya penyusutan mesin 10% = Rp 29.480.000

      3.    Biaya transportasi (solar) untuk pengiriman barang per hari = Rp 50.000

      4.    Biaya makan siang perhari untuk 70 karyawan Rp5000 x 70 = Rp 350.000

      5.    Gaji satpam dan cleaning service = Rp 6.400.000

      6.    Gaji karyawan jahit Rp30.000 x 50 = Rp 1.500.000

      7.    Gaji karyawan obras Rp20.000 x 4 = Rp 80.000

      8.    Gaji karyawan penyetrika dan pengemasan Rp 20.000 x 4 = Rp 80.000

      9.    Gaji tim kreatif dan desain gambar bordir Rp 40.000 x 4 = Rp160.000

      10.         Gaji karyawan potong kain Rp 30.000 x 4 = Rp120.000

      11.         Gaji sopir = Rp 40.000

      12.         Gaji marketing Rp50.000 x 2 = Rp 100.000

      13.         Gaji karyawan administrasi = Rp 50.000

      14.         Jumlah keseluruhan = Rp 39.910.000

      15.         Jumlah keseluruhan dikali 20 hari kerja = Rp 798.200.000

      Biaya bahan baku

      1.    1 pis kain Rp 1.700.000 x 28 = Rp 47.600.000

      2.    Harga 1 benang Rp1500, x 375 = Rp 562.500

      3.    Biaya bordir per potong Rp 4000 , x 1500 = Rp 6.000.000

      4.    Resleting 1 = Rp500, x 1500 = Rp 750.000

      5.    Kemasan 1 potong Rp200, x 1500 = Rp 300.000

      6.    Jumlah keseluruhan dikali 20 hari kerja = Rp1.104.250.000

      Jumlah biaya perbulan secara keseluruhan

      1.    Jumlah biaya bahan baku = Rp1.104.250.000

      2.    biaya operasional = Rp 798.200.000

      3.    Jumlah keseluruhan = Rp 1.902.450.000

      Arus kas penerimaan per hari

      1.    Rata-rata harga jual barang kami adalah = Rp 75.000

      2.    1000 potong x Rp75.000 = Rp75 juta x 30 hari = Rp2.250.000.000

      3.    Dikurangi semua biaya pengeluaran = Rp 1.902.450.000

      4.    Keuntungan perbulan kami = Rp 347.550.000

      Rencana Personalia

      Berikut ini adalah penjabaran perihal rencana personalia yang akan diterapkan!

      Tugas Marketing (2 marketing) 

      1.    Menawarkan produk pada konsumen.

      2.    Bertanggung jawab atas semua pembayaran barang.

      3.    Menentukan harga yang lebih spesifik.

      4.    Menentukan nilai lebih pada setiap produk.

      5.    Menampung semua keluhan dan masukan dari pelanggan.

      6.    Melaporkan pada tim kreatif tentang kekurang produk.

      7.    Melaporkan semua penerimaan uang, pada bagian keuangan.

      Tugas Tim kreatif (3 orang) 

      1.    Membuat gambar-gambar bordil

      2.    Membuat desain baru

      3.    Mencari produk yang lebih unik dan menarik

      4.    Memperbaiki desain, yang dilaporkan marketing ada kekurangan.

      Tugas Bagian keuangan (2 orang) 

      1.    Mencatat semua keluar masuk nya uang

      2.    Memberikan upah pada semua karyawan

      3.    Mengabsen untuk semua karyawan

      4.    Menyiapkan dana untuk pengeluaran per hari maupun per bulan

      Tugas Pemotong kain (4 orang) 

      1.    Memotong kain sesuai pola yang telah dibuat tim kreatif

      Tugas Operator mesin bordir (3 orang, tiap 8 jam ganti)

      1.    Menjalankan mesin

      2.    Menyesuaikan potongan kain yang telah dipotong sesuai pola

      Tugas Penjahit (50)

      1.    Menjahit kain yang telah dipotong sesuai desain

      2.    Memasang resleting

      Tugas Pengobras (5 orang) 

      1.    Mengobras semua jahitan yang telah selesai di jahit dan dipasang resleting

      2.    Membersihkan sisa-sisa benang jahitan dan bordir

      Tugas Penyetrika (4 orang)

      1.    Menyetrika baju yang telah di obras

      2.    Melipat baju dengan rapi

      3.    Memasukkan kedalam plastik

      4.    Mengikat dengan tali baju-baju yang telah dimasukkan kedalam plastik

      Tugas Sopir (1 orang) 

      1.    Mengantar barang ke pasar grosir

      2.    Merawat mobil pengiriman barang

      3.    Membantu mengangkat barang ke tempat pedagang

      Tugas Satpam (3 orang) 

      1.    Menjaga keamanan lingkungan pabrik pada siang dan malam hari

      Tugas Cleaning service (5 orang)

      1.    Membersihkan ruang kerja setelah dan sebelum para karyawan mulai kerja

      Rencana Strategi

      Berikut ini merupakan penjabaran dari rencana strategi yang direncanakan untuk diterapkan!

      Strategi persaingan

      1.    Focus dengan kualitas yang lebih baik

      Suatu cara untuk memenangkan persaingan khususnya pada konveksi adalah dengan membandingkan produk yang dihasilkan dengan produk pesaing. Dalam hal ini keunggulan produk lah yang akan membedakannya dari produk pesaing. Kami menggunakan strategi kualitas barang yang bagus, desain sesuai trend, unik, menarik, cantik, dan jahitan yang rapi untuk bersaing dengan konveksi lain.

      2.    Penentuan harga prestise

      Menggunakan harga diatas pesaing karena mempunyai keunggulan tersendiri dan untuk meraih kesan terbaik dari pesaing-pesaing lain.

      Strategi pengembangan wilayah pemasaran

      Wilayah pemasaran akan direncanakan di perluas ke luar kota, seperti di surabaya disana ada pasar grosir besar yaitu di pasar kapasan. Dengan model titip barang dan bayarnya menggunakan bilyet giro para pedagang akan lebih tertarik untuk mencoba produk kami, tapi setelah produk kami laku di pasaran Surabaya kami akan memberlakukan model cash, tidak menggunakan bilyet giro lagi, ada uang ada barang.

      Strategi pengembangan produk

      1.    Strategi pengembangan produk baru

      Produk baru dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar dan dengan selalu mengikuti trend yang ada, dengan melihat dan mengikuti pameran- pameran busana. Tim kreatif yang bertanggung jawab atas pengembangan produk, tetapi kami tidak hanya mengandalkan tim kreatif saja untuk mengembangkan produk kami, tapi kami juga menerima masukan dari para pelanggan tentang produk-produk yang lebih bagus, unik, menarik, dan cantik. Selain itu kami selalu menjaga kualitas jahitan dan kemasan untuk menjaga nama merek kami.

       


    • MODEL BISNIS CANVAS








  • Mahasiswa mampu memahami konsep metode Design Thinking untuk inovasi bisnis

    • DESIGN THINKING


      Manfaat Design Thinking untuk Bisnis agar Semakin Bersinar

       


       

      Sejarah Design Thinking

      Dasar-dasar design thinking sudah dikembangkan selama periode Bauhaus di tahun 1920-an. Kemudian di tahun 1960-an pendekatan ini disempurnakan oleh British Design Council. Metode design thinking di tahun 1960-an muncul sebagai pendekatan khusus untuk pemecahan masalah secara kreatif. Beberapa penulis yang mempelopori pembahasan tentang design thinking, yakni John E. Arnold di dalam bukunya yang berjudul ΓÇ£Creative EngineeringΓÇ¥ (1959) dan L. Bruce Archer di dalam bukunya yang berjudul ΓÇ£Systematic Method for DesignersΓÇ¥ (1965).

      Dalam konferensi, istilah ΓÇÿDesign ThinkingΓÇÖ ini pertama kali digunakan di awal 1990-an. Pendiri gerakan Design Thinking yakni Terry Winograd, Larry Leifer, dan Tom Kelly juga memasarkan konsep tersebut pada agensi mereka. Pada tahun 2005, Hasso Plattner ΓÇô pendiri dan mantan ketua SAP ΓÇô menyadari potensi metode ini. Kemudian ia mendirikan Institut Hasso Plattner di Potsdam, yang dianggap sebagai inti dari gerakan design thinking di Jerman.

      Apa itu Design Thinking?

      Design thinking adalah istilah yang digunakan untuk mewakili serangkaian proses kognitif, strategis, dan praktik dalam rangka memecahkan masalah dan menciptakan solusi yang inovatif. Design thinking menggunakan pendekatan sistematis, non-linier, dan praktis untuk menemukan ide dan memecahkan masalah kompleks.

      Dalam hal ini, keinginan dan kebutuhan pengguna menjadi fokusnya. Kelayakan teknis dan efektivitas biaya dari ide-ide tersebut merupakan titik fokus selanjutnya. Pada saat yang sama, mewakili kondisi dalam menerapkan prosedur proyek agar mencapai sukses. Design thinking dikaitkan pula sebagai resep inovasi untuk sebuah produk dan layanan dalam konteks bisnis maupun sosial.

      Design thinking mencakup aktivitas seperti analisis konteks, pengujian pengguna, penemuan dan pembingkaian masalah, pembuatan ide dan solusi, pemikiran kreatif, pembuatan sketsa dan gambar, pembuatan prototipe, dan evaluasi. Fitur inti dari design thinking meliputi kemampuan untuk:

      1. Menyelesaikan Wicked Problem

      Jenis masalah ini tak hanya kompleks, tetapi umumnya juga sulit untuk ditelaah mana awalnya, tengah, maupun ujung permasalahannya. Bahkan, jika menggunakan solusi yang tidak tepat atau yang biasa diterapkan, dapat berkemungkinan mengundang permasalahan baru.

      2. Mengadopsi Strategi yang Berfokus pada Solusi

      Pembingkaian masalah, menerimanya, lalu mengeksplorasi hingga dapat menafsirkan ulang atau merestrukturisasi masalah yang ada, agar mencapai pembingkaian masalah. Selanjutnya menetapkan saran menuju solusi.

      3. Menggunakan Penalaran Abduktif dan Produktif

      Desainer memulai dengan pengamatan tak menyeluruh atau tak lengkap. Kemudian berlanjut pada penjelasan yang memiliki kemungkinan lebih besar. Penalaran abduktif didasarkan pada pengujian hipotesis yang berasal dari beragam informasi yang tersedia.

      Sering kali desainer akan mengamati suatu fenomena yang tidak ada penjelasan yang jelas. Seluruh informasi masalah yang tersedia, ditambahkan pengalaman, dan penggunaan analogi, semua akan dihimpun untuk menebak atau menyimpulkan solusi yang paling mungkin untuk diterapkan. Ini telah ditafsirkan sebagai bentuk penalaran abduktif Peirce, yang disebut innovative abduction.

      4. Menggunakan Media Pemodelan Grafis/Spasial Non-Verbal

      Representasi dan pemodelan, misalnya membuat sketsa dan prototipe.
      Secara konvensional, design thinking dikomunikasikan sebagian besar dalam wujud visual atau objek untuk menerjemahkan keabstrakan menjadi objek konkret.

      Apa Manfaat Design Thinking untuk Bisnis?

      Apabila cara kerja tradisional tidak lagi efektif dalam menghadapi persaingan yang makin ketat, kita harus mempertimbangkan untuk menerapkan cara berpikir baru. Design thinking adalah langkah pertama menuju inovasi. Alasan utama menggunakan design thinking adalah cara kreatif untuk memecahkan masalah yang kompleks dan untuk mengembangkan ide-ide luar biasa bagi produk, layanan, dan area bisnis baru.
      Selain itu, dalam sebuah penelitian dengan IBM, perusahaan riset pasar Forrester menemukan bahwa penggunaan design thinking juga mempermudah dalam mencapai peningkatkan kepuasan pelanggan dan memprioritaskan peluang pasar baru yang strategis.

       

      Manfaat Design Thinking untuk Bisnis

      Secara historis, dahulu desainer design thinking cenderung hanya terlibat di bagian akhir dari proses pengembangan produk baru, memusatkan perhatian pada estetika dan fungsionalitas produk. Kini, banyak bisnis dan organisasi yang menyadari kegunaan design thinking di seluruh kebijakan dan praktik organisasi.

      Design thinking juga telah digunakan dalam berbagai jenis bisnis dan organisasi sosial agar menjadi lebih konstruktif dan inovatif. Pada tahun 2000-an ada pertumbuhan yang signifikan terkait minat terhadap design thinking yang mampu menjadi katalis untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam bisnis.

      Design Thinking dalam Pendidikan

      Semua bentuk pendidikan profesional dapat diasumsikan mengembangkan design thinking pada siswa. Meskipun umumnya hanya secara implisit, tetapi design thinking kini juga mulai secara eksplisit diajarkan dalam pendidikan professional, terutama di tingkat universitas terkait dengan studi bisnis dan inovasi. Di sektor pendidikan K-12, design thinking digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dan mempromosikan pemikiran kreatif, kerja tim, dan tanggung jawab siswa untuk belajar

      Design Thinking dalam Ilmu Komputer

      Design thinking berpusat pada penggunanya yakni manusia. Dalam ilmu komputer, ini menjadi metode dominan dalam designing human ΓÇô computer interfaces, selama lebih dari empat puluh tahun. Design-thinking juga merupakan pusat konsepsi terbaru dari pengembangan perangkat lunak secara umum.

      Design Thinking & Innovation

      Bekerja dengan proses design thinking memungkinkan kreativitas terstruktur. Proses ini membantu tim memahami masalah, kemudian menyelesaikannya secara kreatif. Sebuah perbedaan dibuat antara ruang masalah dan ruang solusi. Telah banyak bisnis, perusahaan, dan organisasi menerapkan design thinking, karena menyadari manfaatnya.

      Tentunya anda ingin mengurangi risiko bisnis yang anda kelola gagal akibat terlalu banyak menghabiskan waktu dan uang demi produk yang tak diinginkan konsumen. Dan hal ini yang merupakan faktor Utama kesalahan star-up karena membuat sesuatu yang pengguna tidak inginkan

      Selain itu desain thinking bisa mengurangi biaya yang terjadi dalam bisnis anda karena anda akan mengetahui terlebih dahulu kegagalan anda lebih cepat bahkan sebelum anda meluncurkan produk tersebut


       

      5 tahap dalam metode design thinking yang bisa anda terapkan di perusahaan anda. Lima tahap itu adalah:



      1. Empathize


      source : google.co.id

      Tahap awal ialah mencari tahu lebih banyak tentang kebutuhan manusia yang berkaitan dengan bisnis anda. Caranya yakni melalui pengamatan dan keterlibatan anda dengan pengguna untuk mendapatkan pemahaman empatik dari masalah yang coba anda selesaikan.

      Masalah yang dialami pengguna adalah masalah anda juga, dan kepuasan pengguna adalah kepuasan anda juga. Itulah prinsip yang mesti diutamakan di tahap ini. Dengan meneliti pengguna anda bisa sepenuhnya memahami mereka dan mendapatkan informasi berharga seperti:

      1. Job to be done (apa yang dilakukan pengguna)

      2. Users pain (hal-hal apa yg menjadi hambatan pengguna)

      3. Users gain (hal apa yg mereka harapkan)

      4. Users persona (gambaran pengguna)

      5. UsersΓÇÖ journey (apa yang pengguna lalui)


      Ilustrasi output session di tahap emphatize/via uxdesign.cc

      2. Define (the Problem)


      Di tahap ini, tim anda akan menganalisis informasi yang sudah dikumpulkan di tahap sebelumnya dan mencoba memahami masalah inti yang anda dihadapi. Dari sinilah tim designer kemudian akan mulai mengumpulkan ide-ide di benak mereka untuk membangun fitur, fungsi, dan elemen lain yang berguna dalam pemecahan masalah.

      Tapi ingat, fokus anda masih harus tertuju pada manfat bagi pelanggan, bukan pada keinginan pribadi maupun kepentingan perusahaan (misalnya profit). Kalau belum punya ide brilian, setidaknya pikirkan design yang bisa membantu pengguna menyelesaikan masalah mereka sendiri dengan tingkat kesulitan minimal. Itulah aturan main design thinking yang mesti anda ikuti.

      3. Ideate


      Suasana dalam agile brainstorming

      Setelah melalui tahap empathize dan define, tim anda sudah memiliki pondasi kuat untuk menelurkan ide-ide yang solutif. Dan di tahap inilah mereka akan menjabarkan satu per satu solusi kreatif yang tentunya berguna bagi pengguna.

      Beberapa jenis teknik ideation yang bisa anda gunakan antara lain Brainstorm,Design Sprint, Brainwrite, dan Worst Possible IdeaBrainstorm Design Sprint punya keunggulan merangsang pemikiran bebas tim anda dengan cara memperluas ruang masalah. Semakin banyak ide yang terkumpul, semakin banyak pula pilihan solusi yang bisa diambil. Di antara pilihan solusi yang ada, tim designer akan berdiskusi memilih yang terbaik.

      4. Prototype

      Oke, sekarang anggap saja tim anda sudah menentukan customer-centric solution terbaik, lengkap dengan fitur-fiturnya dari tahap ideation. Di tahap prototype, solusi tersebut diimplementasikan dalam bentuk prototipe atau versi awal dari produk anda.

      Prototipe ini bisa anda tes pada orang-orang di dalam tim. Tujuannya agar mereka bisa memosisikan diri sebagai pelanggan dan memberi gagasan yang lebih baik tentang kendala pada produk. Intinya, di tahap ini anda akan mengujicobakan solusi yang dibentuk dari tiga tahap sebelumnya dan menganalisisnya lebih dalam.

      Jika dirasa ada kekurangan, tim bisa kembali mengembangkan solusi baru atau memodifikasi prototipe yang sudah dibuat. Dengan begitu, tim anda akan punya gambaran mengenai feedback pengguna yang akan terungkap di tahap berikutnya.


      Contoh prototype, Via masadesign.net

      .5. User Test


      suasana usabilty testing

      Akhirnya anda sampai di tahap terakhir design thinking. Di tahap ini, anda akan menguji prototipe yang sudah rampung pada target pasar alias pengguna. Prototipe tersebut kemudian akan dinilai berdasarkan pengalaman para pelanggan. Di sinilah tim harus mengoleksi informasi selengkap mungkin untuk mendefinisikan ulang masalah atau menyempurnakan kembali kualitas produk. User test membantu tim memperoleh sedalam mungkin pemahaman tentang produk dan penggunanya.

      Jika produk anda mendapatkan banyak feedback positif, anda punya alasan kuat untuk memasarkannya ke masyarakat luas.

      Selanjutnya tentang design thinking

      Setelah menguraikan tahapan design thinking anda bisa melihat kalau prosesnya dilakukan secara bertahap. Tapi dalam praktiknya, design thinking bisa dilakukan dengan cara yang lebih fleksibel. Misalnya tim yang terdiri dari berbagai kelompok melakukan lebih dari satu tahap secara bersamaan. Atau hasil dari tahap pengujian mengungkapkan wawasan tentang pengguna yang pada akhirnya menuntun pada fase ideate dan lain sebagainya.


      source : interaction design foundation

      Sebagai informasi, perusahaan yang menerapkan design thinking biasanya memiliki catatan dari pelanggan yang nantinya bisa jadi acuan untuk mengembangkan produk. Tentunya dengan mengikuti perkembangan pasar dari waktu ke waktu. Catatan pengalaman pelanggan bisa ditempel di dinding ruang rapat, sehingga orang yang masuk bisa membacanya sebelum mulai berinovasi.


      Experience room.

      Kesimpulan

      Kesimpulannya, design thinking digunakan untuk menangani problem kompleks yang dihadapi perusahaan dengan cara:

      1. Empathizing: mengerti dan memahami kebutuhan manusia yang terlibat

      2. Defining: membingkai ulang dan mendefinisikan masalah dengan cara yang manusiawi

      3. Ideating: menelurkan ide-ide solutif

      4. Prototyping: merancang dan mengembangkan prototipe

      5. Testing: menguji prototipe atau solusi masalah pada pengguna

      Lima tahap di atas sudah terlihat manfaatnya terhadap inovasi dan bisnis, khususnya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sebelum kita membuat produk dan . Ia adalah metode yang membantu inovator berkolaborasi dengan user dan memperkecil kegagalan bisnis. #Salaminovasi

       

       

       


  • Mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan di linkungan sekitar untuk menemukan ide bisnis yang solutif.

    • Mempelajari Empathize dalam Design Thinking untuk Memahami User

      Memahami empathize dan tips penerapannya akan membantumu memahami pengalaman dan kondisi user secara menyeluruh.

       

       

      Cara Identifikasi Masalah Menggunakan Design Thinking Framework: Empathise  & Define Stages

       

      Apa Itu Empathize dalam Design Thinking?

      Secara harfiah, empathize artinya perbuatan memahami, sadar, sensitif, dan mewakili perasaan tertentu, dan merasakan apa yang dirasakan orang lain tanpa mengalaminya. Dalam konteks design thinking, pengertian empathize tak jauh beda dengan arti sebenarnya.

      Empathize dalam design thinking adalah upaya designer memahami keinginan dan kebutuhan pengguna. Pernahkah kamu memiliki prasangka tertentu kepada seseorang, tapi ternyata apa yang kamu pikirkan tentangnya selama ini tidak benar?

      Inilah mengapa kamu tak boleh menggunakan prasangka untuk berempati kepada pengguna. Makanya, kamu harus menyingkirkan asumsimu mengenai kondisi mereka. Berinteraksilah langsung kepada pengguna agar mendapat pemahaman secara menyeluruh secara emosional serta psikologis.

      Empathize merupakan tahapan paling krusial dalam design thinking. Jika kamu tak melakukannya dengan benar, maka keseluruhan idemu juga pasti tak diterima. Misalnya dengan menggunakan prasangka bahwa pengguna membutuhkan smartphone lipat.

      Kalau kamu tak punya data cukup atau dasar meyakinkan mengenai kebutuhan tersebut, bisa jadi produk akhirmu tak mendapat perhatian, atau paling buruk tak mendapat angka penjualan yang bagus. Sesederhana karena mereka tak membutuhkannya, atau setidaknya, tak menginginkannya.

      Apa yang dilakukan Nadiem Makarim sebelum mendirikan Gojek merupakan contoh empathize dalam design thinking yang baik. Simak penggunaan design thinking dalam perumusan Gojek di sini.

      Cara Menerapkan Empathize dalam Design Thinking

      Ada banyak cara untuk memahami permasalahan pengguna. Sebelum melakukan tahapan empathize, ada baiknya kamu mengetahui beberapa tips untuk menjadi designer yang lebih berempati.

      Bangun karakter empatik dalam kehidupan sehari-hari

      Jalan pintas untuk menerapkan empathize dengan maksimal adalah dengan memiliki empati yang baik. Mulailah menjadi pribadi yang lebih peka dan sadar terhadap lingkungan sekitar.

      Bermodal karakter empatik akan membuatmu lebih mudah memahami pengguna. Tentunya, ini juga akan memperlancar pekerjaanmu di proyek-proyek selanjutnya.

      Tiru ekspresi wajah dan perhatikan gerak tubuh

      Sebuah penelitian mengatakan bahwa meniru ekspresi wajah seseorang akan membantu meningkatkan empati pada diri seseorang. Meniru ekspresi seseorang dapat meningkatkan kegiatan di pusat emosi otak kita daripada hanya memperhatikan mimik muka.

      Kamu juga bisa memperhatikan gerak tubuh pengguna untuk menambah interpretasi atas kebutuhan mereka. Jangan salah, sekecil apapun bahasa tubuh seseorang, dapat memperlihatkan sesuatu yang nyata. Kamu bisa mempraktikkan ini saat berinteraksi dengan pengguna untuk meningkatkan empatimu.

      Dengarkan, jangan menghakimi

      Untuk bisa memahami pengguna secara menyeluruh, mendengarkan menjadi salah satu skill yang sangat dibutuhkan. Mendengarkan memang bukan pekerjaan mudah. Namun, mengingat fungsinya, mau tidak mau kamu harus menguasai kemampuan ini.

      Mendengarkan bukan berarti hanya diam dan mempersilakan pengguna untuk terus berbicara. Kamu juga harus bisa melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang ΓÇÿpengertianΓÇÖ dan ΓÇÿmemahamiΓÇÖ. Coba ubah mindset kamu menjadi sebuah kertas kosong.

      Hilangkan sejenak kepercayaan dan nilai-nilai tertentu. Kemampuan mendengarkan yang baik dapat dilakukan jika kamu sudah membebaskan diri dari penghakiman terhadap pengalaman pengguna.

      Metode Empathize dalam Design Thinking

      Setelah mengetahui tips-tips di atas, saatnya melakukan empathize. Berikut beberapa cara untuk menerapkan empathize yang baik untuk mengumpulkan data seakurat mungkin mengenai pengguna.

      Wawancara mendalam

      Salah satu cara memahami pengguna adalah dengan menanyainya melalui wawancara. Jangan menggunakan metode wawancara jurnalis yang seringkali menyudutkan narasumber dengan dugaan tertentu.

      Akan tetapi, buatlah suasana yang nyaman dan gunakan pertanyaan-pertanyaan yang membuka percakapan. Cobalah berada di posisi yang tak memiliki basis pengetahuan apapun terhadap narasumber. Selain itu, fokuslah terhadap wawancara dan perhatikan ketika narasumber bercerita.

      Observasi mendalam

      Selain wawancara, kamu juga bisa mengamati pengguna dengan seksama. Misalnya ketika mereka berinteraksi atau menggunakan produk dari perusahaanmu.

      Tujuan dari metode ini adalah mendapatkan perilaku yang se-natural mungkin. Jadi, amati diam-diam dan jangan sampai pengguna tahu kalau dirinya sedang diamati.

      Memahami extreme user

      Extreme user merupakan pengguna yang punya keluhan berbeda dengan pengguna biasa. Meski berbeda dari pengguna kebanyakan, extreme user diyakini sebagai kelompok yang mengetahui inti permasalahan.

      Maka dari itu, memperhatikan dan memahami extreme user dapat memperlihatkan masalah sesungguhnya, bahkan berpotensi memberikan insight baru.

      Ini bukan berarti kamu meninggalkan pengguna biasa. Mendengarkan dan memahami baik pengguna biasa maupun extreme user dapat membantumu menemukan solusi yang inovatif.

      Tanyakan ΓÇ£WhatΓÇ¥ ΓÇ£HowΓÇ¥ ΓÇ£WhyΓÇ¥

      Selama melakukan tahapan empathize, selalu ingat untuk mencari jawaban atas tiga pertanyaan: ΓÇ£WhatΓÇ¥, ΓÇ£HowΓÇ¥, dan ΓÇ£WhyΓÇ¥. Berikut contoh penerapan ΓÇ£WhatΓÇ¥, ΓÇ£HowΓÇ¥, dan ΓÇ£WhyΓÇ¥.

      ΓÇ£WhatΓÇ¥: Mempertanyakan apa yang terjadi secara detail. Misalnya, pengguna melakukan checkout produk sesuai tahapan yang telah dibuat.

      ΓÇ£HowΓÇ¥: Cari tahu kondisi-kondisi yang terjadi saat pengguna melakukannya. Apakah pengguna tidak mengalami kebingungan saat melakukan checkout produk? Bagaimana ekspresi wajahnya? Apakah mereka harus mengeluarkan usaha lebih untuk checkout produk?

      ΓÇ£WhyΓÇ¥: Saatnya kamu menginterpretasikan mengapa misalnya pengguna kebingungan saat checkout produk.

      Empathy Map

      Kamu juga bisa memetakan kondisi atau pengalaman-pengalaman pengguna dengan empathy map. Secara umum, kamu bisa membaginya dalam 4 bagian. Mari kita gunakan kasus pada ΓÇ£WhatΓÇ¥, ΓÇ£HowΓÇ¥, dan ΓÇ£WhyΓÇ¥.

      Pertama, petakan kutipan langsung dari pengguna mengenai pengalaman melakukan checkout produk, misalnya saat wawancara mendalam (says). Kedua, tuliskan kira-kira apa yang ada dalam pikiran pengguna saat checkout, apakah tahapannya mudah atau terlalu ribet (thinks).

      Ketiga, amati apa yang dilakukan pengguna ketika dirinya kebingungan melakukan checkout, apakah dia melakukan refresh page, atau dia langsung menghubungi customer service (does). Keempat, temukan apa yang dirasakan pengguna saat tidak bisa melakukan checkout produk, misalnya frustasi, bingung (feels).

       


       

       




      Pengertian Design Thinking dan 5 Tahapan di Dalamnya

       


       

       

       

       


       

       

      Pengguna (user ataupun konsumen) cenderung membeli produk yang memenuhi kebutuhan mereka. Emphaty Map alias Peta Empati adalah salah satu alat bantu (tools) yang dapat digunakan untuk memahami kebutuhan dari calon pengguna kita. Bagaimana proses menggunakanya agar menemukan kebutuhan pengguna ?

       

      Dalam menggunakan Empathy Map diperlukan untuk melakukan beberapa riset, observasi dan interview untuk mendapatkan data dan insight awal pengguna. Empathy Map membuat kita mampu menyatukan seluruh data dan insight awal yang didapatkan. Hasil dari pemetaan empati ini akan menjadi sumber data yang berharga pada saat membuat user persona.

      Empathy Map terdiri dari lima area yang mewakili elemen komunikasi calon user :

      1. Apa yang mereka pikirkan.
      2. Apa yang mereka rasakan.
      3. Apa yang mereka dengar.
      4. Apa yang mereka ucapkan.
      5. Apa yang mereka lakukan.

      Dari observasi dan interview makan kita akan mendapatkan data berupa ΓÇ£apa yang calon pengguna ucapkan dan lakukanΓÇ¥. Namun, menentukan apa yang pengguna pikirkan dan rasakan memerlukan analisis yang mendalam.

      Beberapa langkah proses menggunakan Empathy Map untuk menemukan kebutuhan calon user adalah :

      1. Tentukan profil calon pengguna.
        Mengumpulkan tim researcher. Bertugas untuk membawa dan mengumpulkan semua catatan, gambar, rekaman dan segala data yang didapatkan selama proses riset/obervasi/interview. Tentukan profil yang mewakili calon pengguna. Beri nama dan profesi/jabatannya.
      2. Mengisi Empathy Map.
        Cetak atau buat template blanko Peta Empati dalam ukuran besar (misalnya A1 atau A0 ). Berikan setiap anggota tim Post It dan spidol. Pastikan setiap orang menuliskan pemikiran mereka di Post It tersebut. Misalnya dengan mengajukan contoh pertanyaan sebagai berikut:
        • Apa yang mereka katakan? Tuliskan kata kunci dan kutipan yang pengguna katakan.
        • Apa yang mereka pikirkan? Gali lebih dalam. Apa yang mungkin mereka pikirkan? Apa ketakutan mereka? Apa harapan mereka? Apa motivasi mereka? Apa tujuan mereka? Apa keinginan mereka?
        • Apa yang mereka rasakan? Amati tanda-tanda terkait emosi seperti ekspresi muka, bahasa tubuh, nada suara, dan pilihan kata mereka.

      1. Simpulkan kebutuhan mereka.
        Simpulkan kebutuhan mereka berdasarkan Peta Empati yang dibuat. Kebutuhan biasanya berbentuk kata kerja, berupa aktivitas atau keinginan. Kebutuhan biasanya berupa kesenjangan antara apa yang pengguna katakan dengan pengguna laku

       

       

      Buatlah setiap anggota tim menyumbangkan idenya dan tempelkan Post It di blanko Peta Empati. Ajukan pertanyaan-pertanyaan lanjutan untuk mendapatkan insight yang lebih dalam.

       


       


      peta empati

       


       


        


       


       


       

       

       


       



       

       

       


       


       

       

       

       

       

       

       

       


       

       


       



       



  • Mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan utama pelanggan  untuk mendapatkan point of view (POV) dari proses empathize

    • Point of View dan How Might We


      Define

      Jika sebelumnya Anda mengumpulkan berbagai macam data serta informasi, maka di dalam tahap ini anda bersama dengan tim akan mendefinisikan masalah inti yang ada.

      Anda bisa membuat problem statement yang fokus terhadap penggunaan akhir sebagai gambaran anda bisa membuat definisi sebagai berikut. Bagaimana anda memperoleh pendapatan 5% pada target market bekerja. Namun versi yang benar adalah ΓÇ£bekerja memerlukan perangkat yang tepat guna mengembangkan skillnya sehingga hidupnya akan lebih mudahΓÇ¥.

      Tahapan desain sendiri bisa membantu tim di dalam memahami berbagai macam permasalahan dengan lebih mudah. Dan bisa memikirkan ide yang dapat dijadikan solusi dari permasalahan tersebut. Ide hebat bisa berupa fitur baru di dalam aplikasi, fungsi-fungsi atau bentuk yang benar-benar eksperimental yang sebelumnya memang belum ada.

      Analisis dan Sintesis

      Menurut Tim Brown, IDEO, Bagaimana Berpikir Desain Mengubah Organisasi dan Menginspirasi Inovasi, bahwa analisis dan sintesis ΓÇ£sama pentingnya, dan masing-masing memainkan peran penting dalam proses menciptakan opsi. dan membuat pilihan.ΓÇ¥

      Analisis adalah memecah konsep dan masalah yang kompleks menjadi bagian yang lebih kecil dan mudah dipahami. Sintesis melibatkankan penyatuan puzzle secara kreatif untuk membnetuk seluruh ide.

      Selama define, sintesis kita gunakan untuk mengatur, menafsirkan, dan memahami data yang telah kita kumpulkan untuk membuat pernyataan masalah. Analisis-sintesis juga bisa terjadi dalam proses design thinking yang lain.

      Membuat Problem Statemen

      Pernyataan masalah dalam Design Thinking sangat penting, karena akan mengarahkan Anda dan Tim Anda untuk fokus menemukan kebutuhan pengguna, menciptakan perasaan optimisme para anggota tim dalam membuat gagasan atau ide dalam tahap ideation.

      Rikke Dam dan Teo Siang menjelaskan bahwa Problem Statemen harus yang baik harus memiliki sifat ΓÇôsifat sebagai berikut:

      Point of View (POV) adalah pernyataan masalah yang mempunyai makna dan dapat ditindaklanjuti yang memungkinkan Anda membuat ide dengan cara berorientasi tujuan.

      POV yang telah dibuat berupa pernyataan masalah yang dapat ditindaklanjuti yang akan mendorong sisa pekerjaan desain Anda.

      POV menggabungkan tiga elemen: pengguna, kebutuhan, dan wawasan dalam kalimat:

      [Pengguna. . . (deskriptif)] kebutuhan [kebutuhan. . . (kata kerja)] karena [wawasan. . . (meyakinkan)]

      Setelah membuat POV, Anda dapat menggunakan POV dengan mengajukan pertanyaan spesifik yang dimulai dengan: ΓÇ£How Might WeΓÇ¥ (baca bagaimana Kami Mungkin/Dengan Cara Apa kita MungkinΓÇ¥.

      ΓÇ£How Might WeΓÇ¥ dapat memicu sesi ide dalam brainstorming.

      Contoh, Anda melihat bahwa anak dengan penyandang Tunanetra mempunyai kecenderungan tidak keluar kelas dan bersosialisasi dengan teman sebayanya di sekolah. Beberapa pertanyaan yang dapat memandu dan memicu gagasan:

      Bagaimana membuat jalan didepan kelas lebih aksesibel bagi siswa penyandang Tunanetra sehingga bisa memudahkan mereka untuk bersosialisasi?

       

      1. Berpusat pada Manusia.

      Problem statemen harus sesuai dengan pengguna, kebutuhan mereka dan pengetahuan yang diperoleh tim. Bukan berfokus pada teknologi, atau spesifikasi produk.

      2. Cukup luas untuk kebebasan kreatif.

      Problem statemen tidak boleh fokus pada metode spesifik, mencantumkan persyaratan teknis, karena itu semua akan membatasi tim dan mencegah mereka untuk menggali nilai atau wawasan yang luas.

      3. Sempit dan dapat dikelola.

      Problem statemen tidak boleh terlalu luas, misalnya ΓÇ£Problemnya beraneka ragamΓÇ¥. Pernyataan masalah harys memiliki kendala yang cukup untuk membuat proyek dapat dikelola.

      Define and Frame Your Design Challenge by Creating Your Point Of View and  Ask ΓÇ£How Might WeΓÇ¥ | IxDF

      Revising your POV: "Imperfect" Example - YouTube

      Panduan Menggunakan Design Thinking Untuk Inovasi (Edisi Lengkap) - Teras  Academy

      Design Thinking Stage 2: Define ΓÇô Riyanthi Sianturi



  • Mahasiswa mampu mengembangkan ide dan menentukan ide dari berbagai kategori.

    • Fungsi Prototipe untuk Mendapatkan Hasil Rancangan

      Apa Itu Prototype

      Prototype bisa diartikan sebagai contoh atau model awal yang diciptakan guna melakukan uji coba konsep yang telah diperkenalkan sebelumnya.

      Umumnya, prototype diciptakan untuk melakukan beberapa uji coba sekaligus. Tujuannya untuk mengetahui apakah konsep yang sudah diperkenalkan tadi dapat diimplementasikan atau hanya sekadar menguji selera pasar.

      Pembuatan prototype adalah langkah yang dilakukan setelah menemukan ide untuk pembuatan produk baru. Prototype hanya bersifat uji coba, bukan final. Jadi, produk prototype tidak akan diedarkan atau dipublikasikan langsung kepada end user nantinya.

      Dalam dunia programming, prototype dibuat hanya untuk memenuhi kebutuhan di awal software development. Ini dilakukan guna mengetahui bagaimana fungsi dan fitur pada program bekerja. Apakah sesuai dengan yang diperkirakan atau tidak. 

      Apabila ada kesalahan atau error akan lebih mudah dideteksi jika menggunakan prototype terlebih dahulu. Sehingga produk yang nantinya dipublikasikan kepada end user sudah sempurna.

      Tujuan dan Manfaat dari Membuat 


      tujuan dan manfaat prototype

      Perancangan prototype memiliki tujuan untuk mengembangkan rancangan atau model produk sampai menjadi produk final yang bisa memenuhi kebutuhan serta keinginan user. Dalam proses product development dan perancangan prototype, pengguna juga bisa dilibatkan.

      Jadi, pengguna akhir atau end user ini nantinya turut mengevaluasi prototype serta memberikan feedback atau umpan balik. Adapun feedback dari pengguna tersebut nantinya dipakai untuk acuan dalam pengembangan produk lebih lanjut.

      Itulah tujuan dari perancangan prototype. Ternyata, ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pembuatan prototype dalam pengembangan produk. Berikut penjelasannya

      1. Mendapatkan Gambaran yang Nyata

      Prototype merupakan langkah yang dilakukan untuk mengonversi konsep atau ide yang belum pasti menjadi wujud yang lebih real atau nyata. Dengan prototype tersebut, kamu bisa benar-benar memastikan apakah konsep tersebut bisa diimplementasikan atau tidak.

      Jadi, ide-ide yang tadinya hanya ada di dalam kepala bisa diwujudkan menjadi gambaran yang lebih nyata melalui prototype.

      2. Tahu Kebutuhan Konsumen

      Jika mengingat kembali arti prototype, sebenarnya tidak menggambarkan seluruh fitur dan fungsi produk secara keseluruhan. Prototype hanyalah gambaran sederhana yang bisa mewakili minat pengguna. 

      Adanya interaksi dengan calon end user memungkinkan kamu sebagai developer untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan user secara langsung.

      3. Mengembangkan Produk Baru

      Melalui prototype yang sudah dihasilkan, kamu bisa melakukan evaluasi kembali. Tujuannya adalah menemukan berbagai kekurangannya. Setelah itu kamu bisa mencari solusi untuk kekurangan tersebut. 

      Ini bisa menjadi acuan dalam proses pengembangan produk baru. Tentunya produk baru tersebut akan menjadi penyempurnaan dari prototype yang telah dibuat tadi. 

      4. Bahan untuk Presentasi

      tujuan prototype sebagai bahan untuk presentasi

      Mungkin kamu memiliki ide atau gagasan yang spektakuler. Sayangnya, ide tersebut tidak bisa diwujudkan karena kendala biaya. Jika ini terjadi, solusinya adalah mencari investor yang mau mendanai pengembangan produk kamu.

      Nah, disinilah prototype berperan sangat penting. Prototype akan memudahkan kamu sebagai pengembang untuk mempresentasikan produk di hadapan investor. Prototype memudahkan para calon investor melihat gambaran produk secara lebih real dan konkret.

      Prototype juga bisa menjadi faktor terbesar bagi keberhasilan produk. Setelah melihat prototype dan mendapatkan penjelasan lengkap dari kamu, investor akan memberikan keputusan. Apakah akan mendanai produk yang sedang kamu kembangkan atau tidak.

      5. Menghemat Biaya

      Manfaat terakhir dari perancangan prototype adalah menghemat biaya dan waktu. Di tahap trial and error, akan sangat berisiko jika kamu sudah ΓÇÿtotalΓÇÖ dari segi waktu dan biaya. Akan lebih baik jika dibuat prototype terlebih dahulu. 

      Jika dari prototype sudah sempurna dan dinyatakan layak, baru kamu kembangkan produk yang sebenarnya. Dengan begitu, tidak akan banyak waktu dan biaya yang terbuang.

      Manfaat ini akan sangat terasa apabila produk yang kamu kembangkan tidak hanya berupa software, melainkan hardware. 

      Jika kamu membuat alat dan langsung produksi massal tanpa ada prototype, akan sangat rugi jika nantinya ditemukan error. Sebaiknya sempurnakan prototype terlebih dahulu sebelum kamu maju ke produksi massal.


      Contoh Prototype

      Setelah membaca penjelasan di atas, kamu sudah bisa memahami arti prototype, tujuan perancangan, serta manfaat yang akan kamu dapatkan. Sekarang adalah waktunya untuk mengetahui berbagai contoh prototype. Langsung saja, ini dia penjelasan lengkapnya. 

      - High Fidelity Prototype

      contoh high fidelity prototype

      Contoh yang pertama adalah high fidelity prototype. Tampilan dari prototype yang satu ini sangat mendekati produk aslinya. Biasanya, prototype jenis ini digunakan dalam pengembangan aplikasi atau website. Ada banyak tools di internet yang bisa kamu pakai untuk membuatnya.

      - Low Fidelity Prototype

      contoh low fidelity prototype

      Low fidelity prototype adalah sketsa dari produk yang akan dikembangkan. Prototype jenis ini juga menunjukkan langkah-langkah atau flow dalam penggunaan produk. Ada pula contoh tampilannya.

      Biasanya, prototype memiliki tampilan yang sangat sederhana, hanya berupa sketsa berwarna hitam atau abu-abu saja.

      - Paper Prototype

      Contoh yang terakhir adalah paper prototype. Jika dibandingkan dengan dua contoh sebelumnya, jenis ini memang sangat sederhana. Seperti namanya, paper prototype dibuat di atas kertas. 

      Meski sederhana, paper prototype juga dapat memberikan banyak opsi mengenai tampilan serta fungsionalitas produk yang kamu kembangkan.

      Arti prototype sendiri adalah gambaran awal untuk sebuah produk yang tengah dikembangkan. Perancangannya sangat penting dan sangat disarankan sebelum kamu benar-benar mengembangkan produk aslinya.


      Fungsi Prototype Dan Keuntungannya

      Dalam membuat prototype ini, sebuah perusahaan tentunya memiliki tujuan-tujuan tertentu. Sehingga bisa dikatakan, bahwa pembuatan prototype ini tidak semata-semata hanya untuk melihat keinginan konsumen saja. Tujuannya secara tidak langsung, erat kaitannya dengan fungsi dari prototype bagi perusahaan itu sendiri.

      Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan dibawah ini mengenai beberapa fungsi serta keuntungan prototype bagi perusahaan. Diantaranya yaitu:

      1. Memberikan Gambaran Produk

      Fungsi prototype bagi perusahaan yang pertama yaitu memberikan gambaran secara utuh mengenai suatu produk. Artinya, saat prototype produk tersebut dibuat serta diperkenalkan kepada masyarakat.

      Perusahaan akan bisa lebih mudah dalam menganalisa produk, target serta strategi pemasaran, hingga kepuasan konsumen. Jika nantinya produk tersebut diproduksi dalam jumlah banyak.

      2. Mengukur Daya Beli Masyarakat dan Target Pasar

      Prototype juga dimaksudkan untuk mengukur daya beli masyarakat. Dalam arti, jika prototype tersebut disukai banyak orang. Maka otomatis produk yang nantinya akan diproduksi secara masal itu pun bisa saja terjual dalam jumlah banyak. Yang tentunya juga berdampak pada target pasar yang akan menjadi tujuan perusahaan selanjutnya.

      Cara seperti ini biasanya dilakukan oleh beberapa perusahaan otomotif. Dimana perusahaan tersebut akan membuat prototype otomotif terlebih dahulu, sebelum memproduksi dalam jumlah banyak. Baru setelah dirasa, produk tersebut disukai masyarakat. Maka perusahaan akan mulai melakukan produksi secara besar-besaran.

      3. Memberikan Kesempatan bagi Pihak Lain Untuk Mengembangkan Ide

      Dengan membuat prototype bisa menjadi langkah untuk memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk mengembangkan ide. Misalnya prototype produk kecantikan yang dibuat perusahaan kosmetik. Selain mengenalkan produk baru. Secara tidak langsung, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada konsumen, untuk menyempurnakan produk.

      Apakah prototype tersebut sudah sempurna untuk diproduksi, ataupun konsumen menginginkan tambahan komposisi lainnya. Contohnya komposisi bengkoang sebagai pencerah alami. Ataupun tambahan komposisi lainnya.

      4. Menghemat Biaya Produksi

      Salah satu fungsi prototype lainnya yaitu, perusahaan tersebut bisa menghemat biaya. Setidaknya jika dibandingkan dengan produk yang langsung diproduksi dalam jumlah besar. Yang dibuat tanpa melalui prosedur prototype.

      Karena bisa saja, produk yang dibuat tanpa melalui prosedur prototype tersebut. Justru malah anjlok di pasaran, dikarenakan tidak sesuai dengan keinginan konsumen misalnya. Sehingga untuk membuat prototype terlebih dahulu, dianggap penting. Karena selain bisa mengukur sejauh mana produk tersebut disukai konsumen. Juga tentunya untuk menghemat anggaran biaya.

      5. Meminimalisir Resiko

      Ada beberapa perusahaan yang sengaja membuat prototype untuk meminimalisir resiko. Sehingga saat prototype tersebut dibuat, perusahaan bisa mendeteksi seandainya ada kerusakan ataupun kekurangan dalam produk yang akan diproduksi.

      Jika ternyata, memang masih terdapat kekurangan dan resiko pada prototype. Maka perusahaan tentunya akan memperbaiki kerusakan tersebut. Yang tentunya bisa lebih menyempurnakan kualitas dan mutu dari produk yang akan diproduksi nantinya.

      6. Sebagai Presentasi kepada Investor

      Selain yang telah disebutkan di atas, fungsi prototype lainnya yaitu sebagai presentasi kepada investor. Dimana untuk mendapatkan sejumlah tambahan dana dan modal, perusahaan tentunya membutuhkan bantuan investor.

      Nah, untuk meyakinkan investor ini. Maka perusahaan haruslah melakukan sebuah presentasi, dengan prototype sebagai medianya. Dengan adanya prototype ini, investor akan memperoleh gambaran mengenai produk yang dibuat oleh perusahaan tersebut.

      Penutup

      Demikianlah pembahasan singkat yang dapat saya bagikan mengenai beberapa fungsi prototype bagi perusahaan. Dari semua penjelasan diatas, bisa diperoleh kesimpulan bahwa prototype ini ternyata memiliki peran penting dalam sebuah kelangsungan dan kinerja perusahaan.



  • Mahasiswa mampu membuat prototype suatu produk untuk menentukan kelayanan produk

    • Tipe prototype, Building a prototype.



      Definisi,Tahapan,Jenis serta Model Prototyping

      1. Definisi Prototype

      Kebutuhan akan web sebagai media pendukung untuk menyampaikan suatu informasi yang sangat efektif kini telah melebar hingga ke dunia pendidikan. Saat ini penyampaian informasi dalam aktivitas yang berkaitan dengan pendidikan dapat diakses langsung oleh siswa dan mahasiswa melalui sebuah web. Dengan sebuah web yang berfungsi untuk menunjang proses interaksi suatu Institusi dengan user mereka, maka secara langsung akan sangat membantu pula agar transfer informasi yang terjadi dalam interaksi tersebut bisa berjalan dengan baik.

       

      Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem.Prototyping dapat diartikan sebagai proses yang digunakan untuk membantu pengembang perangkat lunak dalam membentuk model dari perangkat lunak yang harus dibuat.


      Model tersebut dapat berupa tiga bentuk:

      ┬╖       Bentuk prototype di atas kertas/model berbasis komputer yang menggambarkan interaksi manusia yang mungkin terjadi.

      ┬╖       Working prototype, yang mengimplementasikan sebagian dari fungsi yang ditawarkan perangkat lunak.

      ┬╖       Program jadi yang melakukan sebagian atau seluruh fungsi yang akan dilakukan, tapi masih ada fitur yang masih dikembangkan.

      Sering terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detal output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer. Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan.

       

      Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah ditentukan.

       

      Metode Prototyping sering digunakan pada dunia riil. Karena metode ini secara keseluruhan akan mengacu kepada kepuasan user. Bisa dikatakan bahwa metode ini merupakan metode waterfall yang dilakukan secara berulang-ulang.

       

      2. Tahapan Metode Prototyping

      ┬╖       Pemilihan Fungsi. Mengacu pada pemilahan fungsi yang harus ditampilkan oleh prototyping. Pemilahan harus selalu dilakukan berdasarkan pada tugas-tugas yang relevan yang sesuai dengan contoh kasus yang akan diperagakan.

      ┬╖       Penyusunan Sistem Informasi. Bertujuan memenuhi permintaan kebutuhan akan tersedianya prototype.

      ┬╖       Evaluasi.

      ┬╖       Penggunaan selanjutnya.

      3. Jenis Jenis Prototyping

       

      ┬╖       Feasibility prototyping. Digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun.

      ┬╖       Requirement prototyping. Digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user. Misalnya dalam sebuah perusahaan terdapat user direktur, manajer, dan karyawan. Maka penggunaan sistem dapat dibedakan berdasarkan user tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

      ┬╖       Desain Prototyping. Digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan.

      ┬╖       Implementation prototyping. Merupakan lanjutan dari rancangan protipe, prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.

       

      4. Keunggulan dan Kelemahan Prototyping

       

      a. Keunggulan metode Prototyping

      ┬╖       Adanya komunikasi baik antara pengembang dengan pelanggan.

      ┬╖       Pengembang dapat bekerja lebih baik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

      ┬╖       Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.

      ┬╖       Menghemat waktu dalam pengembangannya.

      ┬╖       Penerapan lebih mudah karena pemakai akan mengetahui apa yang diharapkan.


      b. Kelemahan metode Prototyping

      ┬╖       Kualitas sistem kurang baik karena hanya mengedepankan aspek kenyamanan user.

      ┬╖       Pengembang kadang-kadang menggunakan implementasi yang sembarangan.

      ┬╖       Tidak mencerminkan proses perancangan yang baik.

      Prototype merupakan bagian akhir dalam pembuatan website. Sebuah prototype sudah dilengkapi dengan fungsionalitas dan kualitas desain UI yang lebih baik. Selain melengkapi struktur informasi dan visualisasi dari dua tahap sebelumnya, prototype berisi interaksi dengan user yang memungkinkan pengguna untuk:

      ┬╖       mendapatkan pengalaman dengan content yang sebenarnya

      ┬╖       berinteraksi dengan UI layaknya produk jadi

      ┬╖       memprediksi dan menemukan solusi dari permasalahan sebelum dikembangkan lebih lanjut


      5. Tahapan-tahapan Prototyping

       

      Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:

      1.     Pengumpulan kebutuhan Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.

      2.     Membangun prototyping Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).

      3.     Evaluasi protoptyping Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil.Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangu langkah 1, 2 , dan 3.

      4.     Mengkodekan sistem Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.

      5.     Menguji sistem Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain.

      6.     Evaluasi Sistem Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan . Juka ya, langkah 7 dilakukan; jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.

      7.     Menggunakan sistem Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.

       


      6. Pendekatan Utama Prototyping


      Terdapat tiga pendekatan utama prototyping, yaitu :

       

      ┬╖       Throw-away : prototype dibuat dan ditest. Pengalaman yang diperoleh dari pembuatan prototype tersebut digunakan untuk membuat produk akhir (final),kemudian prototype tersebut dibuang (tak dipakai)


      ┬╖       Incremental : produk finalnya dibuat sebagai komponen-komponen yang terpisah. Desain produk finalnya secara keseluruhan hanya ada satu, tetapi dibagi-bagi dalam komponen-komponen lebih kecil yang terpisah (independent).


      ┬╖       Evolutionary : Pada metode ini, prototypenya tidak dibuang tetapi digunakan untuk iterasi desain berikutnya. Dalam hal ini, sistem atau produk yang sebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas menuju produk final atau produk akhir.


      Mengenal Metode Prototype Kelebihan Dan Kekurangan

      Metode Prototype ΓÇô Prototype merupakan sebuah metode pengembangan software yang cukup banyak digunakan. Dengan metode ini, pengembang dan pelanggan bisa saling berinteraksi selama proses pengembangan software. Hal ini tentu sangat menguntungkan dan semakin memudahkan dalam pembuatan perangkat lunak.

      Metode Prototype adalah teknik pengembangan sistem yang menggunakan prototype untuk menggambarkan sistem sehingga klien atau pemilik sistem mempunyai gambaran jelas pada sistem yang akan dibangun oleh tim pengembang.

      Prototype dalam bahasa Indonesia disebut purwarupa (rupa awal). Prototype adalah rupa awal dari sistem yang menggambarkan rupa akhir dari sebuah sistem.

      Keuntungan dari Metode Prototype

      Pertama-tama penting untuk memahami metode prototipe yang paling baik digunakan ketika sistem yang diinginkan perlu memiliki banyak interaksi dengan pengguna akhir.

      Saat menggunakan model jenis ini, kesalahan biasanya dapat dideteksi lebih cepat dan umpan balik pengguna yang lebih cepat tersedia untuk menghasilkan solusi yang lebih baik. Dalam metodologi ini model kerja dari sistem disediakan, pengguna mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sistem yang sedang dikembangkan.

      Developer bisa bekerja menentukan kebutuhan klien dengan baik, Efisiensi waktu tinggi dalam pengembangan sistem serta Lebih mudah dalam penerapannya karena klien mengetahui apa yang dibutuhkan.

      Kekurangan Metode Pembuatan Prototype

      Metode ini dapat meningkatkan kompleksitas. Rencana Anda mungkin mulai melampaui rencana awal Anda. Selain itu, Fokus pada prototipe terbatas dapat mengalihkan pengembang dari analisis lengkap proyek dengan benar. Namun itulah mengapa ada tahap penyempurnaan.

      Klien terus menerus menambah requirement dari sistem, pengen dibuatkan yang seperti inilah seperti itulah, sehingga menambah kompleksitas pembuatan sistem. Sistem akan terhambat jika komunikasi kedua belah pihak tidak berjalan secara efektif.

      Tahapan Dalam Metode Prototype

      Ada beberapa tahapan dalam metode prototype. Beberapa sumber menyebutkan prototype mempunyai 3,4,5,6 atau 7 tahapan. Dikutip dari guru99 model prototype setidaknya mempunyai 6 tahapan sebagai berikut:

      Tahap 1: Requirements Gathering and Analysis (Analisis Kebutuhan)

      Tahapan model prototype dimulai dari analisis kebutuhan. Dalam tahap ini kebutuhan sistem didefinisikan dengan rinci. Dalam prosesnya, klien dan tim developer akan bertemu untuk mendiskusikan detail sistem seperti apa yang diinginkan oleh user.

      Tahap 2: Quick Design (Desain cepat)

      Tahap kedua adalah pembuatan desain sederhana yang akan memberi gambaran singkat tentang sistem yang ingin dibuat. Tentunya berdasarkan diskusi dari langkah 1 diawal.

      Tahap 3: Build Prototype (Bangun Prototipe)

      Setelah desain cepat disetujui selanjutnya adalah pembangunan prototipe sebenarnya yang akan dijadikan rujukan tim programmer untuk pembuatan program atau aplikasi.

      Tahap 4: User Evaluation (Evaluasi Pengguna Awal)

      Di tahap ini, sistem yang telah dibuat dalam bentuk prototipe di presentasikan pada klien untuk di evaluasi. Selanjutnya klien akan memberikan komentar dan saran terhadap apa yang telah dibuat.

      Tahap 5: Refining Prototype (Memperbaiki Prototipe)

      Jika klien tidak mempunyai catatan revisi dari prototipe yang dibuat, maka tim bisa lanjut pada tahapan 6, namun jika klien mempunyai catatan untuk perbaikan sistem, maka fase 4-5 akan terus berulang sampai klien setuju dengan sistem yang akan dikembangkan.

      Tahap 6: Implement Product and Maintain (Implentasi dan Pemeliharaan)

      Pada fase akhir ini, produk akan segera dibuat oleh para programmer berdasarkan prototipe akhir, selanjutnya sistem akan diuji dan diserahkan pada klien. Selanjutnya adalah fase pemeliharaan agar sistem berjalan lancar tanpa kendala.


      Jenis-Jenis Teknologi 3D untuk Sarana Prototyping



      Istilah 3D prototyping sering pula dikenal sebagai rapid prototyping. Pelaksanaan rapid prototyping berbeda jauh dibandingkan dengan prototyping tradisional yang memerlukan waktu berbulan-bulan. Dalam rapid prototyping, pembentukan purwarupa dapat dilakukan secara cepat. 

      Proses pembentukan prototype pada rapid prototyping membuat Anda bisa membangun purwarupa untuk setiap perubahan atau pengembangan produk. Termasuk di antaranya adalah ketika Anda melakukan perubahan kecil. Dengan begitu, Anda bisa meningkatkan kualitas produk sedikit demi sedikit. 

      Teknologi rapid prototyping bisa menghasilkan produk purwarupa secara cepat dengan menggunakan beragam material. Anda bisa memilih material yang relatif lebih murah seperti PLA, nylon, ABSpolycarbonate, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga dapat mengaplikasikan teknologi ini dalam beragam jenis produk. 

       

      Jenis-Jenis Teknologi 3D untuk Sarana Prototyping

      Dalam praktiknya, ada 3 jenis teknologi rapid prototyping yang kerap dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis, yaitu: 

       

      1. 3D Printing

      Metode pertama dalam rapid prototyping adalah 3D printing. Teknik ini adalah metode pembentukan purwarupa yang paling populer saat ini. Alasannya adalah karena tingkat kecepatan serta pilihan material yang bisa Anda pilih. Selain itu, penggunaan 3D printing memungkinkan Anda untuk menciptakan purwarupa dengan biaya relatif terjangkau. 

      Teknik 3D printing bisa Anda lakukan dengan menambahkan material tertentu yang selanjutnya dibentuk sesuai keinginan. Di lapangan, terdapat beberapa jenis metode 3D printing yang masing-masing mempunyai tingkat akurasi berbeda-beda, yaitu: 

       

      ┬╖       Fused Deposition Modeling (FDM). Teknik ini merupakan metode 3D printing yang paling populer dan bisa Anda manfaatkan dengan biaya terjangkau. Pemakaiannya sangat cocok ketika Anda ingin membangun purwarupa versi pertama. 

      Dalam FDM, material yang digunakan adalah filamen thermoplastic yang kemudian dilelehkan. Setelah itu, material tersebut ditempatkan secara berlapis sehingga bentuknya sesuai keinginan. 

      ┬╖       Stereolithography (SLA). Selanjutnya adalah teknik 3D printing SLA yang mempunyai ciri khas pada keberadaan tangki yang berisi cairan resin. Resin tersebut akan mengalami pengerasan lewat proses photopolymerization menggunakan sinar UV. 

      Metode 3D printing ini mampu menciptakan prototype dengan tingkat akurasi tinggi dan detail. Hanya saja, proses pembuatannya relatif lebih mahal dibandingkan dengan FDM. 


      ┬╖       Selective Laser Sintering (SLS). 

      Teknik 3D printing yang ketiga adalah SLS. Berbeda dengan FDM atau SLA, 3D printing SLS menggunakan material berupa serbuk yang kemudian menjalani proses sintering sehingga tercipta model dengan bentuk yang diinginkan. 

      SLS merupakan metode 3D printing yang biasa digunakan untuk kepentingan khusus. Pemanfaatannya biasa dilakukan oleh perusahaan besar dan memerlukan biaya yang relatif jauh lebih besar dibandingkan metode FDM atau SLA.

       

      2. Laser Cutting dan Engraving

      Selain 3D prototyping menggunakan teknologi 3D printing, ada pula metode laser cutting yang dikombinasikan dengan laser engraving. Teknik ini termasuk dalam kelompok subtractive manufacturing yang memerlukan pemakaian alat canggih. 

      Laser cutting memungkinkan Anda untuk melakukan pemotongan objek dengan tingkat ketebalan sesuai keinginan dalam waktu cepat. Pemakaian laser pun memungkinkan Anda untuk memotong beragam jenis material. Selanjutnya, laser engraving digunakan untuk penambahan detail.

       

      3. CNC Milling

      Seperti halnya laser cuttingCNC milling merupakan proses prototyping yang termasuk dalam kategori subtractive manufacturing. Metode ini berjalan dengan menggunakan alat potong canggih yang kemudian dimanfaatkan untuk membentuk material menjadi objek tertentu. 

      Penggunaan CNC milling biasanya dilakukan oleh industri tertentu yang memerlukan alat khusus dalam pembentukan prototype. Contohnya adalah prototyping dalam industri aviasi, otomotif, ataupun peralatan medis. 

       

      Manfaat Teknologi 3D dalam Pembentukan Prototype

      Lalu, kenapa Anda perlu memanfaatkan 3D prototyping? Ada 4 alasan yang menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut, yaitu: 

       

      1. Menciptakan Iterasi Produk yang Variatif

      Tahapan prototyping memberi kebebasan bagi Anda dalam menciptakan produk sebelum memasarkannya secara massal. Tidak ada batasan jumlah prototype yang bisa Anda ciptakan. Lewat berbagai prototype tersebut, Anda bisa menciptakan produk akhir yang menawarkan keuntungan maksimal. 

       

      2. Hemat Biaya

      Dibandingkan dengan proses produksi tradisional, prototyping menawarkan biaya yang jauh lebih rendah. Apalagi, ketika Anda menggunakan metode 3D printing yang tersedia dalam berbagai ukuran. 

       

      3. Hemat Waktu

      Keuntungan yang tak kalah besar adalah pemanfaatan waktu yang lebih optimal. Rapid prototyping membantu Anda dalam menciptakan produk akhir secara lebih cepat. 

       

      4. Sarana  Uji Fungsional Produk

      Manfaat terakhir adalah kesempatan untuk menguji fungsional produk secara langsung. Dengan begitu, Anda dapat melakukan penilaian serta evaluasi apakah produk tersebut memiliki fungsi yang benar sesuai dengan harapan. 

       

       




       



  • Mahasiswa mampu melakukan proses test untuk menguji coba berbagai macam ide di tahap ketiga

  • Mahasiswa mampu melakukan proses design thinking dan menentukan ide bisnis yang inovatif untuk memecahkan permasalahan.