Garis besar topik

  • Mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan utama pelanggan  untuk mendapatkan point of view (POV) dari proses empathize

    • Point of View dan How Might We


      Define

      Jika sebelumnya Anda mengumpulkan berbagai macam data serta informasi, maka di dalam tahap ini anda bersama dengan tim akan mendefinisikan masalah inti yang ada.

      Anda bisa membuat problem statement yang fokus terhadap penggunaan akhir sebagai gambaran anda bisa membuat definisi sebagai berikut. Bagaimana anda memperoleh pendapatan 5% pada target market bekerja. Namun versi yang benar adalah ΓÇ£bekerja memerlukan perangkat yang tepat guna mengembangkan skillnya sehingga hidupnya akan lebih mudahΓÇ¥.

      Tahapan desain sendiri bisa membantu tim di dalam memahami berbagai macam permasalahan dengan lebih mudah. Dan bisa memikirkan ide yang dapat dijadikan solusi dari permasalahan tersebut. Ide hebat bisa berupa fitur baru di dalam aplikasi, fungsi-fungsi atau bentuk yang benar-benar eksperimental yang sebelumnya memang belum ada.

      Analisis dan Sintesis

      Menurut Tim Brown, IDEO, Bagaimana Berpikir Desain Mengubah Organisasi dan Menginspirasi Inovasi, bahwa analisis dan sintesis ΓÇ£sama pentingnya, dan masing-masing memainkan peran penting dalam proses menciptakan opsi. dan membuat pilihan.ΓÇ¥

      Analisis adalah memecah konsep dan masalah yang kompleks menjadi bagian yang lebih kecil dan mudah dipahami. Sintesis melibatkankan penyatuan puzzle secara kreatif untuk membnetuk seluruh ide.

      Selama define, sintesis kita gunakan untuk mengatur, menafsirkan, dan memahami data yang telah kita kumpulkan untuk membuat pernyataan masalah. Analisis-sintesis juga bisa terjadi dalam proses design thinking yang lain.

      Membuat Problem Statemen

      Pernyataan masalah dalam Design Thinking sangat penting, karena akan mengarahkan Anda dan Tim Anda untuk fokus menemukan kebutuhan pengguna, menciptakan perasaan optimisme para anggota tim dalam membuat gagasan atau ide dalam tahap ideation.

      Rikke Dam dan Teo Siang menjelaskan bahwa Problem Statemen harus yang baik harus memiliki sifat ΓÇôsifat sebagai berikut:

      Point of View (POV) adalah pernyataan masalah yang mempunyai makna dan dapat ditindaklanjuti yang memungkinkan Anda membuat ide dengan cara berorientasi tujuan.

      POV yang telah dibuat berupa pernyataan masalah yang dapat ditindaklanjuti yang akan mendorong sisa pekerjaan desain Anda.

      POV menggabungkan tiga elemen: pengguna, kebutuhan, dan wawasan dalam kalimat:

      [Pengguna. . . (deskriptif)] kebutuhan [kebutuhan. . . (kata kerja)] karena [wawasan. . . (meyakinkan)]

      Setelah membuat POV, Anda dapat menggunakan POV dengan mengajukan pertanyaan spesifik yang dimulai dengan: ΓÇ£How Might WeΓÇ¥ (baca bagaimana Kami Mungkin/Dengan Cara Apa kita MungkinΓÇ¥.

      ΓÇ£How Might WeΓÇ¥ dapat memicu sesi ide dalam brainstorming.

      Contoh, Anda melihat bahwa anak dengan penyandang Tunanetra mempunyai kecenderungan tidak keluar kelas dan bersosialisasi dengan teman sebayanya di sekolah. Beberapa pertanyaan yang dapat memandu dan memicu gagasan:

      Bagaimana membuat jalan didepan kelas lebih aksesibel bagi siswa penyandang Tunanetra sehingga bisa memudahkan mereka untuk bersosialisasi?

       

      1. Berpusat pada Manusia.

      Problem statemen harus sesuai dengan pengguna, kebutuhan mereka dan pengetahuan yang diperoleh tim. Bukan berfokus pada teknologi, atau spesifikasi produk.

      2. Cukup luas untuk kebebasan kreatif.

      Problem statemen tidak boleh fokus pada metode spesifik, mencantumkan persyaratan teknis, karena itu semua akan membatasi tim dan mencegah mereka untuk menggali nilai atau wawasan yang luas.

      3. Sempit dan dapat dikelola.

      Problem statemen tidak boleh terlalu luas, misalnya ΓÇ£Problemnya beraneka ragamΓÇ¥. Pernyataan masalah harys memiliki kendala yang cukup untuk membuat proyek dapat dikelola.

      Define and Frame Your Design Challenge by Creating Your Point Of View and  Ask ΓÇ£How Might WeΓÇ¥ | IxDF

      Revising your POV: "Imperfect" Example - YouTube

      Panduan Menggunakan Design Thinking Untuk Inovasi (Edisi Lengkap) - Teras  Academy

      Design Thinking Stage 2: Define ΓÇô Riyanthi Sianturi