PERTEMUAN MINGGU 12 , KEWIRAUSAHAAN , KELAS 3AK-S1 ,SENIN 19- 12 - 22 , JAM 08.10 - 21.40 WIB
Garis besar topik
-
Mahasiswa mampu mengembangkan ide dan menentukan ide dari berbagai kategori.
-
Fungsi Prototipe untuk Mendapatkan Hasil Rancangan
Apa Itu Prototype
Prototype bisa diartikan sebagai contoh atau model awal yang diciptakan guna melakukan uji coba konsep yang telah diperkenalkan sebelumnya.
Umumnya, prototype diciptakan untuk melakukan beberapa uji coba sekaligus. Tujuannya untuk mengetahui apakah konsep yang sudah diperkenalkan tadi dapat diimplementasikan atau hanya sekadar menguji selera pasar.
Pembuatan prototype adalah langkah yang dilakukan setelah menemukan ide untuk pembuatan produk baru. Prototype hanya bersifat uji coba, bukan final. Jadi, produk prototype tidak akan diedarkan atau dipublikasikan langsung kepada end user nantinya.
Dalam dunia programming, prototype dibuat hanya untuk memenuhi kebutuhan di awal software development. Ini dilakukan guna mengetahui bagaimana fungsi dan fitur pada program bekerja. Apakah sesuai dengan yang diperkirakan atau tidak.
Apabila ada kesalahan atau error akan lebih mudah dideteksi jika menggunakan prototype terlebih dahulu. Sehingga produk yang nantinya dipublikasikan kepada end user sudah sempurna.
Tujuan dan Manfaat dari Membuat

Perancangan prototype memiliki tujuan untuk mengembangkan rancangan atau model produk sampai menjadi produk final yang bisa memenuhi kebutuhan serta keinginan user. Dalam proses product development dan perancangan prototype, pengguna juga bisa dilibatkan.
Jadi, pengguna akhir atau end user ini nantinya turut mengevaluasi prototype serta memberikan feedback atau umpan balik. Adapun feedback dari pengguna tersebut nantinya dipakai untuk acuan dalam pengembangan produk lebih lanjut.
Itulah tujuan dari perancangan prototype. Ternyata, ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pembuatan prototype dalam pengembangan produk. Berikut penjelasannya
1. Mendapatkan Gambaran yang Nyata
Prototype merupakan langkah yang dilakukan untuk mengonversi konsep atau ide yang belum pasti menjadi wujud yang lebih real atau nyata. Dengan prototype tersebut, kamu bisa benar-benar memastikan apakah konsep tersebut bisa diimplementasikan atau tidak.
Jadi, ide-ide yang tadinya hanya ada di dalam kepala bisa diwujudkan menjadi gambaran yang lebih nyata melalui prototype.
2. Tahu Kebutuhan Konsumen
Jika mengingat kembali arti prototype, sebenarnya tidak menggambarkan seluruh fitur dan fungsi produk secara keseluruhan. Prototype hanyalah gambaran sederhana yang bisa mewakili minat pengguna.
Adanya interaksi dengan calon end user memungkinkan kamu sebagai developer untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan user secara langsung.
3. Mengembangkan Produk Baru
Melalui prototype yang sudah dihasilkan, kamu bisa melakukan evaluasi kembali. Tujuannya adalah menemukan berbagai kekurangannya. Setelah itu kamu bisa mencari solusi untuk kekurangan tersebut.
Ini bisa menjadi acuan dalam proses pengembangan produk baru. Tentunya produk baru tersebut akan menjadi penyempurnaan dari prototype yang telah dibuat tadi.
4. Bahan untuk Presentasi

Mungkin kamu memiliki ide atau gagasan yang spektakuler. Sayangnya, ide tersebut tidak bisa diwujudkan karena kendala biaya. Jika ini terjadi, solusinya adalah mencari investor yang mau mendanai pengembangan produk kamu.
Nah, disinilah prototype berperan sangat penting. Prototype akan memudahkan kamu sebagai pengembang untuk mempresentasikan produk di hadapan investor. Prototype memudahkan para calon investor melihat gambaran produk secara lebih real dan konkret.
Prototype juga bisa menjadi faktor terbesar bagi keberhasilan produk. Setelah melihat prototype dan mendapatkan penjelasan lengkap dari kamu, investor akan memberikan keputusan. Apakah akan mendanai produk yang sedang kamu kembangkan atau tidak.
5. Menghemat Biaya
Manfaat terakhir dari perancangan prototype adalah menghemat biaya dan waktu. Di tahap trial and error, akan sangat berisiko jika kamu sudah ΓÇÿtotalΓÇÖ dari segi waktu dan biaya. Akan lebih baik jika dibuat prototype terlebih dahulu.
Jika dari prototype sudah sempurna dan dinyatakan layak, baru kamu kembangkan produk yang sebenarnya. Dengan begitu, tidak akan banyak waktu dan biaya yang terbuang.
Manfaat ini akan sangat terasa apabila produk yang kamu kembangkan tidak hanya berupa software, melainkan hardware.
Jika kamu membuat alat dan langsung produksi massal tanpa ada prototype, akan sangat rugi jika nantinya ditemukan error. Sebaiknya sempurnakan prototype terlebih dahulu sebelum kamu maju ke produksi massal.
Contoh Prototype
Setelah membaca penjelasan di atas, kamu sudah bisa memahami arti prototype, tujuan perancangan, serta manfaat yang akan kamu dapatkan. Sekarang adalah waktunya untuk mengetahui berbagai contoh prototype. Langsung saja, ini dia penjelasan lengkapnya.
- High Fidelity Prototype

Contoh yang pertama adalah high fidelity prototype. Tampilan dari prototype yang satu ini sangat mendekati produk aslinya. Biasanya, prototype jenis ini digunakan dalam pengembangan aplikasi atau website. Ada banyak tools di internet yang bisa kamu pakai untuk membuatnya.
- Low Fidelity Prototype

Low fidelity prototype adalah sketsa dari produk yang akan dikembangkan. Prototype jenis ini juga menunjukkan langkah-langkah atau flow dalam penggunaan produk. Ada pula contoh tampilannya.
Biasanya, prototype memiliki tampilan yang sangat sederhana, hanya berupa sketsa berwarna hitam atau abu-abu saja.
- Paper Prototype

Contoh yang terakhir adalah paper prototype. Jika dibandingkan dengan dua contoh sebelumnya, jenis ini memang sangat sederhana. Seperti namanya, paper prototype dibuat di atas kertas.
Meski sederhana, paper prototype juga dapat memberikan banyak opsi mengenai tampilan serta fungsionalitas produk yang kamu kembangkan.
Arti prototype sendiri adalah gambaran awal untuk sebuah produk yang tengah dikembangkan. Perancangannya sangat penting dan sangat disarankan sebelum kamu benar-benar mengembangkan produk aslinya.
Fungsi Prototype Dan Keuntungannya
Dalam membuat prototype ini, sebuah perusahaan tentunya memiliki tujuan-tujuan tertentu. Sehingga bisa dikatakan, bahwa pembuatan prototype ini tidak semata-semata hanya untuk melihat keinginan konsumen saja. Tujuannya secara tidak langsung, erat kaitannya dengan fungsi dari prototype bagi perusahaan itu sendiri.
Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan dibawah ini mengenai beberapa fungsi serta keuntungan prototype bagi perusahaan. Diantaranya yaitu:
1. Memberikan Gambaran Produk
Fungsi prototype bagi perusahaan yang pertama yaitu memberikan gambaran secara utuh mengenai suatu produk. Artinya, saat prototype produk tersebut dibuat serta diperkenalkan kepada masyarakat.
Perusahaan akan bisa lebih mudah dalam menganalisa produk, target serta strategi pemasaran, hingga kepuasan konsumen. Jika nantinya produk tersebut diproduksi dalam jumlah banyak.
2. Mengukur Daya Beli Masyarakat dan Target Pasar
Prototype juga dimaksudkan untuk mengukur daya beli masyarakat. Dalam arti, jika prototype tersebut disukai banyak orang. Maka otomatis produk yang nantinya akan diproduksi secara masal itu pun bisa saja terjual dalam jumlah banyak. Yang tentunya juga berdampak pada target pasar yang akan menjadi tujuan perusahaan selanjutnya.
Cara seperti ini biasanya dilakukan oleh beberapa perusahaan otomotif. Dimana perusahaan tersebut akan membuat prototype otomotif terlebih dahulu, sebelum memproduksi dalam jumlah banyak. Baru setelah dirasa, produk tersebut disukai masyarakat. Maka perusahaan akan mulai melakukan produksi secara besar-besaran.
3. Memberikan Kesempatan bagi Pihak Lain Untuk Mengembangkan Ide
Dengan membuat prototype bisa menjadi langkah untuk memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk mengembangkan ide. Misalnya prototype produk kecantikan yang dibuat perusahaan kosmetik. Selain mengenalkan produk baru. Secara tidak langsung, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada konsumen, untuk menyempurnakan produk.
Apakah prototype tersebut sudah sempurna untuk diproduksi, ataupun konsumen menginginkan tambahan komposisi lainnya. Contohnya komposisi bengkoang sebagai pencerah alami. Ataupun tambahan komposisi lainnya.
4. Menghemat Biaya Produksi
Salah satu fungsi prototype lainnya yaitu, perusahaan tersebut bisa menghemat biaya. Setidaknya jika dibandingkan dengan produk yang langsung diproduksi dalam jumlah besar. Yang dibuat tanpa melalui prosedur prototype.
Karena bisa saja, produk yang dibuat tanpa melalui prosedur prototype tersebut. Justru malah anjlok di pasaran, dikarenakan tidak sesuai dengan keinginan konsumen misalnya. Sehingga untuk membuat prototype terlebih dahulu, dianggap penting. Karena selain bisa mengukur sejauh mana produk tersebut disukai konsumen. Juga tentunya untuk menghemat anggaran biaya.
5. Meminimalisir Resiko
Ada beberapa perusahaan yang sengaja membuat prototype untuk meminimalisir resiko. Sehingga saat prototype tersebut dibuat, perusahaan bisa mendeteksi seandainya ada kerusakan ataupun kekurangan dalam produk yang akan diproduksi.
Jika ternyata, memang masih terdapat kekurangan dan resiko pada prototype. Maka perusahaan tentunya akan memperbaiki kerusakan tersebut. Yang tentunya bisa lebih menyempurnakan kualitas dan mutu dari produk yang akan diproduksi nantinya.
6. Sebagai Presentasi kepada Investor
Selain yang telah disebutkan di atas, fungsi prototype lainnya yaitu sebagai presentasi kepada investor. Dimana untuk mendapatkan sejumlah tambahan dana dan modal, perusahaan tentunya membutuhkan bantuan investor.
Nah, untuk meyakinkan investor ini. Maka perusahaan haruslah melakukan sebuah presentasi, dengan prototype sebagai medianya. Dengan adanya prototype ini, investor akan memperoleh gambaran mengenai produk yang dibuat oleh perusahaan tersebut.
Penutup
Demikianlah pembahasan singkat yang dapat saya bagikan mengenai beberapa fungsi prototype bagi perusahaan. Dari semua penjelasan diatas, bisa diperoleh kesimpulan bahwa prototype ini ternyata memiliki peran penting dalam sebuah kelangsungan dan kinerja perusahaan.
-