Garis besar topik

    • Teori Dan Efektif Manajemen Karir

      Teori tentang karir ini menjelaskan derajat kesesuaian antara pekerja dan  lingkungannya. Untuk menerapkan  perspektif  ini diperlukan  data   yang    valid   dan    reliabel  mengenai  perbedaan individual (seperti  kemampuan, minat, kepribadian dan   nilai  diri) dan  pekerjaan. Pendekatan ini secara positif terkait dengan kesejahteraan pekerja dan  berhubungan negative dengan ketidakpuasan pekerjaan (Tinsley dalam Rothmann & Cooper, 2008). Pendekatan kesesuaian individu dan  lingkungan diukur dari penghargaan   yang    diharapkan   individu   dan    kepuasaan   yang mungkin dapat dicapai oleh  mereka, atau kesesuaian antara kemampuan   individu  dan    tuntutan  dari    pekerjaan.   Berikut   ini beberapa teori yang  fokus dengan pendekatan ini :

      a. The Minnesota Theory of Work Adjustment dari  Davis dan  Lofquist b. The Attraction-Selection-Attrition (ASA) Model dari  Schenieder

      c. The Theory of Vocational Choice dari  Holland

      Manajemen karir dapat mengurangi ketidaksesuaian antar orang dengan perannya, dapat  mengembangkan kompetensi dan menumbuhkan  tersedianya  orang  yang   akan   menciptakan kombinasi bakat yang  harmonis bagi teamwork yang  optimal, pengembangan bakat yang  fleksibel dan  pembelajaran yang  dinamis. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut  maka manajemen karir harus  mengkaitkan sistem manusia dengan sistem.

       Aspek-Aspek Perencanaan Karir

      Menurut Parsons dalam Winkel Hastuti, 2006, ada tiga aspek yang harus terpenuhi dalam membuat suatu perencanaan karir, yaitu: 1 Pengetahuan dan pemahaman diri sendiri, yaitu pengetahuan dan pemamahan akan bakat, minat, kepribadian, potensi, prestasi akademik, ambisi, keterbatasan-keterbatasan, dan sumber-sumber yang dimiliki. 2 Pengetahuan dan pemahaman dunia kerja, yaitu pengetahuan akan syarat- syarat dan kondisi-kondisi yang dibutuhkan untuk sukses dalam suatu pekerjaan, keuntungan dan kerugian, kompensasi, kesempatan, dan prospek kerja di berbagai bidang dalam dunia kerja. 3 Penalaran yang realistis akan hubungan pengetahuan dan pemahaman diri sendiri dengan pengetahuan dan pemahaman dunia kerja, yaitu kemampuan untuk membuat suatu penalaran realistis dalam merencanakan atau memilih bidang kerja danatau pendidikan lanjutan yang mempertimbangkan pengetahuan dan pemahaman diri yang dimiliki dengan pengetahuan dan pemahaman dunia kerja yang tersedia.