Garis besar topik

    • Assalamualaikum Wr.Wb, Salam sejahtera buat semuanya.  

      Pada pertemuan pertama hari ini materi yang akan dibahas adalah mengenai arti penting manajemen karir. Dalam pembahasan materi ini terdapat tiga pokok bahasan penting yang akan diulas, yaitu: pengertian karir, pendekatan model pilihan karir, dan tipe jalur karir. Diakhir perkuliahan mahasiswa diharapkan untuk dapat memahami ketiga pokok bahasan tersebut

    • Bahan bacaan ini sebagai penjelasan lengkap mengenai topik arti penting manajemen karir. Dalam bahan bacaan, terdapat penjelasan mengenai definisi dari manajemen karir, model manajemen karir, dan model pilihan karir individu atau jalur karir.


    • Assalamualaikum, salam sejahtera semuanya, Pada pertemuan kedua ini, materi yang akan dibahas adalah mengenai sistem manajemen karir. Dalam pembahasan materi ini terdapat tiga pokok bahasan penting yang akan diulas, yaitu: pengertian sistem pengembangan karir, manfaat pengembangan karir, dan kunci sukses karir

    • Sebagai referensi untuk menambah wawasan Saudara, silahkan Saudara pelajari bahan bacaan dibawah ini :

    • Assalamualaikum, salam sejahtera semuanya, semoga kita masih diberikan kesehatan dan tetap semangat dalam mengikuti perkuliahan Manajemen Karir.  Hari ini perkuliahan dilaksanakan secara online, adapun materi yang akan dibahas adalah tentang "Tahap Pengembangan Karir".

      Untuk materi silahkan anda pelajari pada file berikut ini :

    • Silahkan Saudara pelajari bahan bacaan ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan Saudara. 

    • Untuk tugas hari ini silahkan Saudara kerjakan pada PPT slide terakhir.  Tugas dikirim dalam bentuk pdf dan dikirimkan melalui LMS sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

      Batas waktu pengiriman tugas sampai dengan hari Jumat tanggal 14 Oktober 2022, jam18.30 WIB.

      Bagi yang tidak mengirimkan tugas maka dianggap tidak mengerjakan tugas.

      Terimakasih.

    • Assalamualaikum, salam sejahtera semuanya.  Perkuliahan hati ini membahas tentang "Perencanaan Karir".  Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu memahami tentang :

      1 Pengertian Perencanaan  Karir

      2 Ciri-ciri Perencanaan  Karir

      3  Faktor-faktor Perencanaan  Karir.

      4. Jenjang karir

      Untuk materi silahkan Saudara pelajari file berikut ini :


    • Bahan bacaan ini menjelasan lengkap mengenai topik tahapan perencaan karir, dengan topik yang dibahas mengenai ruang lingkup perencaan karir, manfaat perencanaan  karir, serta motivasi dalam perencaan karir


    • Assalamualaikum, selamat malam dan salam sejahtera semuanya.  

      Pada pertemuan hari ini, materi yang akan dibahas adalah mengenai" Elemen Perencanaan Karir".  Dalam pembahasan materi ini terdapat beberapa pokok bahasan penting yang akan diulas, yaitu: karir individu dan karir organisasi.

    • Bahan bacaan ini sebagai penjelasan lengkap mengenai materi elemen perencaan karir, dengan topik yang dibahas mengenai manajemen karir individu dan organisasi, kesuksesan karir, dan contoh study kasus


    • Assalamualaikum, selamat malam dan salam sejahtera semuanya. Semoga masih seamangat dalam mengikuti perkuliahan Manajemen Karir.

      Pada pertemuan keenam topik yang akan dibahas mengenai aspek perencanaan karir. Dalam pembahasan materi ini terdapat beberapa pokok bahasan penting yang akan diulas, yaitu: jenis perencanaan karir, perencanaan karir organisasi, syarat perencanaan karir, dan faktor yang mempengaruhi perencanaan karir

      .  

    • Bahan bacaan ini sebagai penjelasan lengkap mengenai topik elemen perencaan karir, dengan topik yang dibahas mengenai jenis perencanaan karir, perencanaan karir organisasi, syarat perencanaan karir, dan faktor yang mempengaruhi perencanaan karir.


    • Silahkan Saudara tanggapi yang ada di PPT slide terakhir.

      Batas waktu Rabu tanggal 2 November 2022 Jam 18.30 - 22.00 WIB

    • Assalamualaikum, salam sejahtera semuanya. Pada pertemuan ketujuh ini materi yang akan dibahas adalah mengenai metode dan bentuk perencanaan karir. Dalam pembahasan materi ini terdapat beberapa pokok bahasan penting yang akan diulas, yaitu: bentuk perencaan dan pengembangan karir, fase pengembangan karir, peran pengembangan karir, promosi,dan mutasi
        

    • Bahan bacaan ini sebagai penjelasan lengkap mengenai topik metode dan bentuk perencanaan karir, dengan topik yang dibahas yaitu: bentuk perencaan dan pengembangan karir, fase pengembangan karir, peran pengembangan karir, promosi,dan mutasi


    • Assalamualaikum, selamat malam semuanya.  Pada pertemuan kesembilan materi yang akan dibahas adalah mengenai pengembangan karir. Dalam pembahasan materi ini terdapat beberapa pokok bahasan penting yang akan diulas, yaitu: Pengertian pengembangan karir, bentuk pengembangan karir, manfaat pengembangan karir


    • Silahkan Saudara pelajari bahan bacaan berikut ini sebagai penjelasan lengkap mengenai topik pengembangan karir, dengan topik yang dibahas yaitu: pengertian pengembangan karir, manfaat pengembangan karir, dan bentuk pengembangan karir

    • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Karir
      Dalam perencanaan dan pengelolaan karir yang efektif, sejumlah faktor yang mempengaruhi perencanaan karir yang perlu dipahami oleh pegawai dalam merencanakan karirnya dan oleh organisasi dalam membantu pegawainya untuk merencanakan serta merealisasikan karirnya adalah tahapan-tahapan kehidupan karir, jangkar karir, dan jalur-jalur karir. Pengetahuan ini sangat diperlukan dalam upaya menentukan apa yang dilakukan organisasi sehingga perencanaan karir individu akan bermanfaat bagi organisasi atau mendukung tujuan-tujuan organisasi.

      Di samping peran individu, manajer, dan organisasi dalam pengembangan karir, ada berbagai faktor yang lebih spesifik yang mempengaruhi pengembangan karir. Hasto Joko Nur Utomo dan Meilan Sugiarto memberikan contoh 9 faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan karir individu di suatu organisasi, yaitu :

      a. Hubungan pegawai dan organisasi
      Secara ideal, hubungan pegawai dan organisasi berada dalam hubungan yang saling menguntungkan, sehingga pada saat yang demikian organisasi dapat mencapai produktifitas kerja yang lebih tinggi. Namun kadang kala ada berbagai macam kendala yang dihadapi di lapangan.

      b. Personalia pegawai
      Manajemen karir pegawai terganggu dengan adanya pegawai yang mempunyai personalitas yang menyimpang, seperti terlalu apatis, emosional, ambisius, curang, dan lain-lain. Seorang pegawai yang apatis akan sulit dibina karirnya sebab dirinya sendiri tidak perduli dengan karirnya sendiri.

      c. Faktor eksternal
      Aturan dalam manajemen karir sebuah organisasi menjadi kacau lantaran ada intervensi dari pihak luar.

      d. Politik dalam organisasi
      Perencanaan karir akan menjadi sekedar basa-basi ketika ada virus politicking seperti hubungan antar teman, nepotisme, feodalisme, dan lain sebagiannya.

      e. Sistem penghargaan
      Organisasi yang tidak mempunyai sistem penghargaan yang jelas (selain gaji dan insentif) akan cenderung memperlakukan pegawainya secara subyektif. Pegawai yang berprestasi baik dianggap sama dengan pegawai yang malas.

      f. Jumlah pegawai
      Semakin banyak jumlah pegawai maka semakin ketat persaingan untuk menduduki jabatan, demikian pula sebaliknya. Jumlah pegawai yang dimiliki sebuah organisasi sangat mempengaruhi manajemen karir yang ada.

      g. Ukuran organisasi
      Ukuran organsiasi dalam konteks ini berhubungan dengan jumlah jabatan yang ada dalam organisasi tersebut, semakin besar organisasi, semakin kompleks urusan manajemen karir pegawai. Namun, kesempatan untuk promosi dan rotasi pegawai juga lebih banyak.

      h. Kultur organisasi
      Sebagaimana masyarakat pada umumnya, organisasi juga mempunyai kultur. Ada organisasi yang berkultur professional, obyektif, rasional dan demokratis. Dan kultur ini sedikit banyak akan mempengaruhi pengembangan karir yang ada dalam organisasi tersebut.


    • Pengembangan Karir Karyawan dan Aplikasinya di Dalam Perusahaan

      Posted by. Admin LinovHR on Maret 26, 2019

      Setiap karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan tentu ingin berkembang karirnya. Pengembangan karir ini merupakan suatu keniscayaan karena tidak ada manusia yang ingin mengalami kemunduran dalam hidupnya termasuk karyawan yang tidak ingin stagnan dalam satu posisi apalagi turun jabatan.

      Hal ini juga tidak boleh diabaikan oleh perusahaan. Suatu perusahan justru perlu dipertanyakan keprofesionalitasannya ketika karyawan yang ada di dalamnya tidak bisa berkembang sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, perusahaan selayaknya menjadi pengembangan karir karyawan sebagai salah satu perhatian untuk memajukan perusahaan itu sendiri.

      Dalam pelaksanaanya, pengembangan karir bagi karyawan juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas dan kompetitif, pengambangan karir harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Dengan kata lain, pengembangan karir karyawan adalah suatu kegiatan manajemen SDM yang terintegrasi dengan kegiatan SDM lainnya.

       A.     Apa itu Pengembangan Karir?

      Pengembangan karir adalah suatu proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan perubahan status, posisi, atau kedudukan karyawan di perusahaan tersebut. Tidak hanya soal jabatan, pengembangan karir ini juga menekankan pada peningkatan kemampuan karyawan agar mampu menampilkan performa terbaiknya.

      Dalam proses pengembangan karir, terdapat 3 pihak yang berperan yaitu individu (karyawan itu sendiri), manajer, dan perusahaan. Individu dimaksudkan bahwa setiap karyawan bertanggung jawab dalam mengembangkan dirinya untuk mencapai posisi tertentu. Semua upaya akan sia-sia jika dari individu karyawannya tidak berkeinginan untuk mengembangkan diri.

      Dari segi manajer, berperan dalam memberikan dukungan dan umpan balik atas kinerja yang sudah ditampilkan karyawannya. Sedangkan dari segi perusahaan, perannya adalah menjadi penggerak dengan memberikan program pelatihan, pilihan jenjang karir, dan melalui kebijakan yang dimiliki.

       B.     Membuat Rencana Pengembangan Karir

      Pengembangan karir karyawan artinya karyawanlah yang menjadi fokus kebutuhan untuk berkembang sehingga mereka bisa menumbuhkan karirnya. Untuk itu, perlu komunikasi dan pemahaman yang baik antara perusahaan dan karyawan. Itulah mengapa, pengembangan karir harus direncanakan dengan baik pula agar tepat guna.

      Dikutip dari laman thebalancecareers, Susan M.Heathfield memberikan beberapa langkah dalam membuat rencana pengembangan karir oleh perusahaan untuk karyawannya, yaitu :

      • Terbuka pada tanggapan karyawan, yaitu seorang manajer atau bagian HRD bisa menanyakan bagaimana karyawan melihat karirnya di perusahaan tersebut. Gali pemikiran mereka tentang apa yang mereka inginkan dari karir di perusahaan tersebut.
      • Sarankan agar karyawan memikirkan akan beberapa hal seperti ΓÇÿapa sasaran pengembangan kariri yang ingin dicapai dalam tiga tahun?ΓÇÖ dan ΓÇÿapa yang ingin dicapai dalam tahun ini?ΓÇÖ. Serta tanyakan pula langkah apa yang mereka pertimbangkan dalam mencapai tujuan tersebut?
      • Siapkan rekomendasi tentang apa yang bisa perusahaan berikan dalam upaya mengembangkan karir karyawan. Dukungan seperti apa yang bisa perusahaan berikan sehingga sasaran pertumbuhan karir bisa diraih.
      • Libatkan karyawan dalam merumuskan rencana-rencana pengembangan karir. Bersikaplah fleksibel karena karyawan mungkin saja memiliki cara yang ingin mereka diskusikan.
      • Perusahaan juga bisa membuat suatu formulir yang memuat secara rinci akan rencana pengembangan karir untuk ditinjau dan dilakukan input tambahan oleh karyawan.

      C.     Mengaplikasikan Pengembangan Karir di Perusahaan

      Pengembangan karir bagi karyawan di perusahaan harus dibangun dengan tepat sesuai dengan tahapan dalam karir karyawan. Setidaknya ada 3 tahap karir bagi karyawan yaitu awal, pertengahan, dan akhir. Ketiganya memerlukan peran serta perusahaan dalam upaya mewujudkan pengembangan karir tersebut.

       

      1. Tahap Karir Awal

      Setiap karyawan tentu memulai karirnya dari posisi tertentu sesuai kebidangan, keahlian, dan pendidikannya. Inilah yang disebut karir awal. Dalam prosesnya, karir awal tidak selalu berjalan mulis karena ada berbagai masalah seperti ketidaksesuaian realitas pekerjaan, seniorisasi, batasan loyalitas yang tidak jelas, sulit beradaptasi dengan lingkungan internal maupun eksternal, insentivitas akan aspek politik organisasi, dan lain sebagainya.

      Dengan berbagai kemungkinan masalah tersebut, perusahaan selayaknya mengambil peran dalam mendorong para karyawan agar berpartisipasi dalam penilaian mandiri dan membantu mereka menentukan jalur karir yang realistis. Memformulasikan rencana karir ini akan memberikan gambaran kepada karyawan di tahap awal agar bisa melakukan perencanan diri akan karirnya.

      2. Tahap Karir Pertengahan

      Tahap pertengahan bisa dikatakan sebagai periode stabilisasi karena mereka sudah cukup mampu memahami kerja dengan segala tanggung jawabnya. Pada tahap ini, karyawan mulai menemukan pengalaman baru seperti penugasan khusus, promosi, hingga tawaran dari perusahaan lain.

      Menyikapi hal-hal yang terjadi pada tahap ini, perusahaan harus bisa memposisikan diri sebagai partner yang siap memberi pembinaan melalui pelatihan dan sejenisnya. Karena orang-orang di tahap ini biasanya sudah cukup berumur, artinya mereka juga perlu memperoleh ilmu dan kecakapan baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Perusahaan bisa melakukannya dengan mengirimkan karyawan untuk mengikuti seminar, workshop, kursus, dan lain sebagainya.

      3. Tahap Karir Akhir

      Pada akhirnya, karyawan akan masuk ke tahap akhir dimana mereka yang sudah senior dan bersiap pensiun mulai mengurangi beban kerja sekaligus mentransfer ilmu kepada mereka yang akan menggantikan posisinya. Pada tahap ini, perusahaan bisa memberikan kebebasan kepada karyawannya namun memastikan mereka tetap produktif selama masa-masa akhir tersebut.

      Pengembangan karir karyawan sebagai suatu kegiatan manajemen sumber daya manusia menjadi bentuk realisasi akan hubungan antara karyawan dengan perusahaannya. Meskipun tergantung dari profesionalisme masing-masing karyawan, perusahaan tetap mengambil peranan penting dalam pengembangan karir ini. Semakin baik sistem pengembangan karir karyawan di suatu perusahaan, maka semakin mudah juga bagi karyawan merencanakan pengembangan karirnya.

    • Untuk merancang karir di masa depan, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini yaitu:

      1.Portofolio karir seperti apa yang Anda ingin capai?

      2. Strategi dan upaya apa yang akan Anda lakukan dalam membangun karir yang ingin anda capai?

      Jawaban dikirim melalui LMS dalam bentuk Pdf

      Batas waktu pengiriman 1 x 24 jam 

    • Teori Dan Efektif Manajemen Karir

      Teori tentang karir ini menjelaskan derajat kesesuaian antara pekerja dan  lingkungannya. Untuk menerapkan  perspektif  ini diperlukan  data   yang    valid   dan    reliabel  mengenai  perbedaan individual (seperti  kemampuan, minat, kepribadian dan   nilai  diri) dan  pekerjaan. Pendekatan ini secara positif terkait dengan kesejahteraan pekerja dan  berhubungan negative dengan ketidakpuasan pekerjaan (Tinsley dalam Rothmann & Cooper, 2008). Pendekatan kesesuaian individu dan  lingkungan diukur dari penghargaan   yang    diharapkan   individu   dan    kepuasaan   yang mungkin dapat dicapai oleh  mereka, atau kesesuaian antara kemampuan   individu  dan    tuntutan  dari    pekerjaan.   Berikut   ini beberapa teori yang  fokus dengan pendekatan ini :

      a. The Minnesota Theory of Work Adjustment dari  Davis dan  Lofquist b. The Attraction-Selection-Attrition (ASA) Model dari  Schenieder

      c. The Theory of Vocational Choice dari  Holland

      Manajemen karir dapat mengurangi ketidaksesuaian antar orang dengan perannya, dapat  mengembangkan kompetensi dan menumbuhkan  tersedianya  orang  yang   akan   menciptakan kombinasi bakat yang  harmonis bagi teamwork yang  optimal, pengembangan bakat yang  fleksibel dan  pembelajaran yang  dinamis. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut  maka manajemen karir harus  mengkaitkan sistem manusia dengan sistem.

       Aspek-Aspek Perencanaan Karir

      Menurut Parsons dalam Winkel Hastuti, 2006, ada tiga aspek yang harus terpenuhi dalam membuat suatu perencanaan karir, yaitu: 1 Pengetahuan dan pemahaman diri sendiri, yaitu pengetahuan dan pemamahan akan bakat, minat, kepribadian, potensi, prestasi akademik, ambisi, keterbatasan-keterbatasan, dan sumber-sumber yang dimiliki. 2 Pengetahuan dan pemahaman dunia kerja, yaitu pengetahuan akan syarat- syarat dan kondisi-kondisi yang dibutuhkan untuk sukses dalam suatu pekerjaan, keuntungan dan kerugian, kompensasi, kesempatan, dan prospek kerja di berbagai bidang dalam dunia kerja. 3 Penalaran yang realistis akan hubungan pengetahuan dan pemahaman diri sendiri dengan pengetahuan dan pemahaman dunia kerja, yaitu kemampuan untuk membuat suatu penalaran realistis dalam merencanakan atau memilih bidang kerja danatau pendidikan lanjutan yang mempertimbangkan pengetahuan dan pemahaman diri yang dimiliki dengan pengetahuan dan pemahaman dunia kerja yang tersedia.


    •  A. PENGERTIAN

      Manajemen Karir adalah proses untuk membuat karyawan dapat memahami dan mengembangkan dengan lebih baik keahlian dan minat karir mereka dan untuk memanfaatkan keahlian da minat ini dengan cara yang paling efektif.Manajemen karir individu sebagai manajemen karir yang dilakukan secara individu dengan tujuan menetapkan perencanaan da perkembangan karirnya selanjutnya

      Manajemen karir adalah proses dimana organisasi mencoba untuk menyesuaikan minat karir individual dan kemampuan organisasi untuk merekrut karyawan (Gutteridge, 1976)

       B. TUJUAN KARIR

      Tujuan atau sasaran karir adalah ΓÇ£posisi atau jabatan tertentu yang dapat dicapai oleh seorang pegawai bila yang bersangkutan memenuhi semua persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan jabatan tersebut.ΓÇ¥ Tujuan atau sasaran karir tidak otomatis tercapai bila seorang pegawai memenuhi syarat yang harus dipenuhi karena untuk menduduki suatu karir tertentu, kadang- kadang harus memenuhi syarat- syarat yang seringkali di luar kekuasaannya yaitu ada tidaknya lowongan jabatan yang dituju, ada tidaknya keputusan dan referensi dari pimpinan, dan ada tidaknya kandidat lain yang sama kualitasnya, semua itu dapat membatasi kemajuan karir seorang pegawai.

       C. PROSES MANAJEMEN KARIR

      TAHAP 1 : Career Exploration

      Didasarkan pada tingkat exploration behavior dikembangkan oleh vocational psychologist. Exploraion behavior mental atau fisik aktifitas seseorang. Dalam hal ini diperlukan diperlukan informasi mengenai individu tersebut dalam lingkungan. Informasi digunakan untuk pengembangkan individu dan accupational concept.

      TAHAP 2 : Development of Career Goal

      Menurut goal setting theory, tujuan aka mempengaruhi perilaku melalui direct attentions, stimulating effort, serta facilitating the development strategies (Loke dan Lartham) kemampuan dan keahlian lewat pengalaman kerja. Jadi kemajuan karir diperoleh dalam pengabdian

      TAHAP 3 : Political System

      Terutama pada perusahaan yang quasimatrix, seperti perusahaan telekomunikasi, akuntansi dan projek-projek kompleks yang ada dalam organisasi. Oleh James Rosenbaum disebut sebagai metode allokasi turnamen.yakni bersaing untuk memperebutkan kesempatan

      D. PERENCANAAN KARIR

      Perencanaan karir adalah suatu proses yang digunakan seseorang untuk memilih tujuan karir dan jalur karir untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sebagai suatu proses yang bertujuan untuk meD. nyesuaikan tujuan karir da kemampuan untuk mengisinya secara sistematis.

      Langkah-langkah perencanaan karir

      1. menilai diri sendiri
      2. Menetapkan tujuan karir
      3. menyiapkan rencana-rencana kegiatan untuk mencapai tujuan karir
      4. melaksanakan rencana-rencana

       E. MANFAAT PERENCANAAN KARIR

      1. Pengembangan karier memberikan petunjuk tentang siapa diantara para pekerja yang wajar dan pantas untuk dipromosikan di masa depan dan dengan demikian suplai intenal melalui karyawan dari dalam perusahaan dapat lebih tejamun. Berarti organisasi tidak selalu harus mencari tenaga kerja dari luar organisasi untuk mengisi lowongan yang terjadi karena berbagai hal seperti adanya pekerja yang berhenti, diberhentikan memasuki usia pensiun atau meninggal dunia.
      2. Perhatian yang lebih besar dari bagian kepegawaian terhadap pengembangan karier para anggota organisasi meumbuhkan loyalitas yang lebih tinggi dan komitmen organisasional yang lebih besar di kalangan pegawai. Sika demikian pada umumnya mengakibatkan keinginan pindah ke organisasi berusaha memelihara kepentingan dan memuaskan kebutuhan para anggotanya.
      3. Telah umum dimaklumi bahwa dalam diri setiap orang masih terdapat kemampuan yang belum digunakan secara optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari potensi menjadi kekuatan nyata. Dengan adanya sasaran karier yang jelas para pegawai terdorong untuk mengembangkan potensi tersebut untuk kemudian dibuktikan dalam pelaksanaan pekerjaan dengan lebih efektif dan produktif dibarengi oleh perilaku positif sehingga organisasi semakin mapu mencapai berbagai tujuan dan sasarannya, dan para pegawai pun mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi
      4. Perencanaan karier mendorong para pekerja untuk bertumbuh dan berkembang, tidak hanya secara mental intelektual, akan tetapi juga dalam arti profesional.

       F. PEDOMAN DALAM MANAJEMEN KARIR

      • Hindarkan Kejutan Realitias
      • Berikan pekerjaan awal yang menantang
      • Berikan tinjauan pekerjaan yang realistis dalam perekrutan
      • bersikap menuntut
      • adakan rotasi pekerjaan da pelacakan pekerjaan
      • tingkatkan penilaian prestasi yang berorientasi pada karir
      • dorongan aktifitas perencanaan karir.

    • Bahan Bacaan ini menjelaskan sebuah artikel yang menginvestigasi proses career self-management. Judul penelitian ini adalah Toward an integrated model of intrinsic motivation and career self-management yang ditulis oleh Quigley and Tymon, tahun 2006. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses karir karyawan dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu motivasi eksterinsik dan motivasi interinsik.


    • Untuk tugas hari ini silahkan download soalnya. 

      Batas waktu pengiriman jawaban 31 Desember 2023 melalui LMS.

    • Assalamualikum wr. wb. Selamat malamdan salam sejahtera semuanya.

      Alhamdulilah kita bisa ketemu lagi di minggu ke 14 ini secara online. Materi kita hari ini adalah membahas jurnal atau artikel tentang Perencanaan Karir dan Pengembangan Karir. Kalian bisa tampilkan contoh  jurnal atau artikel yang membahas tentang Perencanaan dan Pengembangan karir di suatu perusahaan.   Semua harus mengupload contoh jurnal di LMS. Terima Kasih. 

      Pengertian Pengembangan Karir

      Pengembangan karir adalah sebuah proses peningkatan kemauan kerja individu yang dicapai dalam rangka mencapai karir yang diinginkan (Affandi, 2018, hlm. 19). Namun demikian tentunya berbagai konsep, aspek, serta proses yang menyelubunginya tidaklah sesederhana itu. Seperti yang diungkapkan oleh Priansa (2018, hlm. 161) yang berpendapat bahwa pengembangan karir merupakan serangkaian kegiatan kerja yang terpisah-pisah masih merupakan hubungan yang saling melengkapi, berkelanjutan dan memberikan makna bagi kehidupan pegawai

      Tujuan Pengembangan Karir

      Tujuan utama dalam pengembangan karir adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan agar lebih efektif dan efisien dan memberikan hasil yang memuaskan dalam mencapai tujuan yang diharapkan organisasi. Beberapa tujuan pengembangan karir lainnya menurut Mangkunegara (2017, hlm. 77) di antaranya adalah sebagai berikut.

      1. Membantu dalam pencapaian tujuan individu dan perusahaan. Pengembangan karir ini sendiri dapat membantu karyawan dan organisasi yang ada di perusahaan dalam mencapai tujuan.
      2. Menunjukkan hubungan kesejahteraan pegawai. Perusahaan membantu karyawan dalam merencanakan karir salah satunya dengan menciptakan suasana dan hubungan kesejahteraan antar karyawan agar menimbulkan karyawan dengan loyalitas yang tinggi untuk perusahaan.
      3. Membantu pegawai menyadari kemampuan potensi mereka. Dalam pengembangan karir seorang karyawan dapat membantu menyadarkan akan kemampuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu dalam perusahaan sesuai dengan potensi dan keahlian yang dimiliki setiap individu.
      4. Memperkuat hubungan antar pegawai dan perusahaan. Pengembangan karir juga dapat menciptakan relasi dan memperkuat hubungan antar pegawai dan perusahaan.
      5. Membuktikan tanggung jawab sosial. Pengembangan karir dapat juga menciptakan suasana kerja yang positif dalam berkompetisi dan pegawai menjadi lebih sejahtera.
      6. Membantu memperkuat pelaksanaan program-program perusahaan. Pengembangan karir juga dapat menjadikan perusahaan melaksanakan program-program yang ada di dalamnya dengan tujuan untuk mencapai suatu target perusahaan.
      7. Mengurangi turnover dan biaya kepegawaian. Program pengembangan karir juga dapat menjadikan turnover rendah dan biaya kepegawaian menjadi lebih efektif.
      8. Menggiatkan suatu pemikiran jarak waktu yang panjang. Pengembangan karir sendiri ini memerlukan waktu yang cukup panjang karena penempatan suatu jabatan profesi dan manajerial didalam perusahaan memerlukan persyaratan dan kualifikasi sesuai dengan kemampuan dan persyaratan.

      Menurut Priansa (2018, hlm. 161) indikator pengembangan karier adalah sebagai berikut.

      1.       Perencanaan karir
      Pegawai harus merencanalan karirnya untuk masa yang akan datang.

      2.       Pengembangan karir
      Individu Setiap pegawai harus menerima tanggung jawab atas perkembangan karir atau kemajuan karir yang dialami.

      3.       Pengembangan Karir yang Didukung oleh Departemen SDM
      Pengembangan karir pegawai tidak hanya tergantung pada pegawai tersebut tetapi juga pada peranan dan bimbingan manajer dan departemen SDM.

      4.       Peran Umpan Balik Terhadap Kinerja
      Tanpa umpan balik yang menyangkut upaya-upaya pengembangan karir maka relatif sulit bagi pegawai bertahun-tahun untuk persiapan yang kadang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan pengembangan karir.



    • Bahan bacaan ini sebagai penjelasan  mengenai analisis Perencanaan dan Pengembangan Karir, dimana  bahan bacaan ini menjelaskan contoh penerapan pengembangan karir yang ada di PT BFI Finance.


    • Contoh Jurnal atau artikel tentang Perencaanan dan Pengembangan Karir. Silahkan di upload di sini

      Batas waktu : 7 Januari 2023 Jam 20.00 WIB


    • Materi hari ini masih membahas tentang analisis perenvanaan dan pengembangan karir, dimana kita akan membahas tugas pertemuan mimggu yang lalu mengenai jurnal atau artikel tentang perencanaan dan pengembangan karir yang sudah Saudara buat.