Garis besar topik
-
Assalamulaikum wr.wb.
Selamat Pagi. Apa kabar kalian semua.
Pembelajaran on line kita di perpanjang ya... Semoga kalian semua tetap semangat. Jalani saja prosesnya ya... Sehat semua kan?? Di situasi seperti ini kita harus tetap ikuti aturan di rumah aja, belajar dari rumah. Baik....Pada pagi ini kita akan membahas tentang Emosi dan Suasana Hati. Silahkan pelajari dahulu dari bahan pembelajaran yang saya ambil dari sumber lain. Ada PPT tentang bahasan hari ini. Ada video sebagai materi tambahan. Ada forum diskusi silahkan untuk menanggapi atau bertanya tentang materi Emosi dan Suasana Hati.
Terima Kasih
-
Di sebuah kantor, terdapat dua proyek yang harus dikerjakan dalam waktu yang sama. Kepala Kantor yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek-proyek tersebut, membagi anak-anak buahnya ke dalam kedua proyek dengan berbagai pertimbangan. Kepala Kantor menimbang berdasarkan kemampuan dan kompetensi tiap karyawan dalam membagi-baginya.
Andi, salah seorang karyawan kantor tersebut, dimasukkan oleh Kepala Kantor ke proyek A. Saat melihat keputusan tersebut, Andi merasa kecewa karena tidak ditempatkan bersama rekan-rekan yang memang sudah cocok dengannya. Selain itu Andi merasa tidak cocok dengan orang-orang pada proyek A dan pernah merasa jengkel dengan salah satu orang di dalamnya.
Andi mengajukan diri kepada Kepala Kantor untuk dipindahkan ke proyek B. Menurut Andi, orang-orang di proyek B lebih cocok dengannya dan Andi akan dapat bekerja lebih baik dan bersemangat di proyek B. Setelah mempertimbangkan permintaan Andi, Kepala Kantor memindahkan Andi ke proyek B dengan harapan agar kedua proyek berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya.
Dalam kasus di atas terlihat bahwa ada keterlibatan emosi Andi dalam melaksanakan pekerjaan. Emosi yang muncul terdiri dari dua kategori, yakni emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif Andi terlihat pada kecenderungannya pada orang-orang di proyek B yang akan membuatnya lebih semangat bekerja. Sedangkan emosi negatif terlihat pada kerisauannya saat dimasukkan ke dalam proyek A, dan rasa ketidakcocokannya pada orang-orang di proyek A.
Emosi-emosi seperti ini dapat selalu ditemukan di setiap tempat kerja. Emosi pada dasarnya adalah sebuah perasaan seorang manusia yang secara intens diarahkan pada seseorang atau sesuatu hal. Emosi terbagi menjadi dua kategori: emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif contohnya antara lain cinta/afeksi, penerimaan, pemujaan, kebahagiaan, kesukaan, ketertarikan, kegairahan, semangat, kekaguman, dan keingintahuan. Sedangkan kegelisahan, keprihatinan, kerisauan, kecemasan, ketakutan, kesedihan, kekecewaan, keputus-asaan, kekesalan, kemurkaan, permusuhan, penyesalan, dan penghinaan merupakan contoh dari emosi negatif. Untuk melihat emosi dari seseorang dapat kita perhatikan dari respon yang dia tampilkan pada orang-orang yang berbeda maupun topik-topik pembicaraan tertentu. Emosi memengaruhi suasana hati (moods) manusia.
Oleh karena itu, sebuah organisasi yang terdiri dari sekumpulan manusia yang saling berinteraksi di dalamnya tidak luput dari emosi. Emosi sapat berasal dari masa lalu ataupun dari saat ini. Emosi yang muncul dalam suatu organisasi dapat mengganggu kestabilan dan kinerja organisasi, atau justru meningkatkan kinerja organisasi.
Pengambilan keputusan manajerial pun seringkali dipengaruhi oleh emosi. Misalnya, atasan yang memiliki emosi negatif kepada salah satu stafnya, besar kemungkinan akan jarang memberikan kepercayaan atas suatu pekerjaan kepada staf tersebut. Walaupun sebenarnya, staf tersebut memiliki kemampuan dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.
Bagi karyawan, fluktuasi emosi dapat memengaruhi perhatian dalam bekerja dan produktivitas. Hal-hal yang mempengaruhi emosi dalam organisasi, dan secara otomatis memengaruhi suasana hati antara lain kepribadian, waktu (suasana hati para karyawan biasanya akan semakin baik menjelang akhir minggu), tekanan di kantor, istirahat yang cukup, olahraga, usia, dan jenis kelamin.
Emosi dalam organisasi memiliki fungsi salah satunya untuk menjadi kritik atas pemikiran rasional. Seperti, pembagian proyek dalam kasus tadi. Walau Kepala Kantor telah membagi sesuai dengan kemampuan, namun apabila ada ketidakcocokan antar personal justru dapat berakibat buruk bagi proyek. Fungsi lainnya yaitu menjadi motivasi. Misal, emosi positif yang ditampilkan oleh seorang staf (bekerja dengan perasaan bahagia) akan memengaruhi staf lain untuk memiliki emosi positif itu juga.
-