Pertemuan ke 4, Hari : Senin, Tanggal : 27 Maret 2023, Waktu : 16.30 -18.00, Materi : Dasar Perancangan Sistem Manajemen Kinerja
Garis besar topik
-
Dasar Perancangan Sistem Manajemen Kinerja
a. Faktor Yang Mempengaruhi Sistem Manajemen Kinerja
b. Sistem Terbuka dan Tertutup Manajemen Kinerja
c. Aturan Kebijakan Pemerintah
d. Isu-isu Sistem Penilaian Manajemen KInerja
e. Kerangka Sistem Manajemen KInerja
-
KERANGKA KERJA SISTEM MANAJEMEN KINERJA
Ada beberapa penyebab kegagalan manajer tidak berhasil menerapkan visi, misi, dan strategi yang telah dirancang ke dalam system manajemen kinerja, yaitu :- Perbedaan lingkungan organisasi/perusahaan yang dihadapi dibandingkan dengan yang ada dalam buku teks.
- Adanya penolakan (resistensi) dari dalam organisasi/perusahaan.
- Menurunnya komitmen manajer dan karyawan, kurangnya kerja sama, kurang efektifnya komunikasi manajer dengan karyawan, kurang memadainya sarana dan prasarana termasuk dana, kurangnya pengawasan, dan belum baiknya penerapan system ganjaran dan hukuman
- Menyelaraskan pengembangan system manajemen kinerja dengan strategi perubahan lain dalam perusahaan. Tujuannya adalah untuk menetapkan sasaran dari pengembangan system manajemen kinerja dalam kerangka peningkatan kinerja organisasi / perusahaan.
- Menjelaskan tujuan pengembangan dan manfaat system manajemen kinerja baru. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan orang-orang yang akan terlibat dalam perubahan pada saat system manajemen kinerja yang telah dirancang tersebut akan diterapkan.
- Memantapkan kesepakatan dalam proses pengembangan dan pemanfaatan system manajemen kinerja. Tujuannya adalah untuk memadukan semua tingkat organisasi mulai dari kelompok kerja, departemen, divisi, dan organisasi secara keseluruhan.
- Melakukan identifikasi factor-faktor keberhasilan yang kritis bagi perusahaan. Tujuannya adalah untuk menetapkan apa yang harus diukur.
- Pembentukan tim yang ditugasi memilih system manajemen kinerja. Tujuannya adalah untuk melacak kinerja organisasi/perusahaan sehingga dapat dilakukan identifikasi factor kebrhasilan kritis.
- Mengembangkan kerangka display, laporan, dan review pada setiap level perusahaan.
- Memfasilitasi pemanfaatan system manajemen kinerja untuk meningkatkan kinerja oraganisasi/perusahaan.
Sedangkan menurut Bacal (2005), langkah-langkah untuk mengembangkan system manajemen kinerja adalah :- mengetahui adanya kekurangan dalam system manajemen kinerja sekarang
- mengenali kekurangan dan tingkat keseriusannya
- mengidentifikasi hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan batik yang berhubungan dengan system maupun yang berhubungan dengan manusia (manajer dan karyawan)
- mengembangkan rencana tindakan untuk menanggulangi penyebab kekurangan itu
- melaksanakan rencana tindakan
- melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum
Kerangka kerja system manajemen kinerja :Ada tiga hal utama yang harus diperhatikan, yaitu pemilihan variable kinerja, ketrkaitan antarvariabel kinerja, dan kaji banding yang akan diambil.Ada beberapa kritik yang disampaikan oleh para pakar mengenai The Balanced Scorecard (BSC), diantaranya :- Kritik pertama berkaitan dengan focus pada perspektif finasial
- Kritik kedua berkenaan dengan keterkaitan antarvariabel secara lurus (linier) yang hanya berdasarkan anggapan (asumsi) atau keterkaitan antarvariabel tersebut tanpa disertai data statistic pendukung
- Kritik ketiga menyangkut tidak disediakannya ruang untuk kaji banding
- Kritik keempat menyangkut kebingungan memahami antara system manajemen kinerja dengan strategi operasi.
- Kritik kelima berkaitan dengan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
Kesalahan tipikal dalam penentuan variabel kinerja yang mungkin dijumpai saat perancangan sistem manajemen kinerja adalah :- Adanya variabel kritis yang belum tercantum,
- Terlalu banyak variabel,
- Variabel kurang bermakna,
- Salah penekanan terhadap variabel,
- Sukar dalam penerjemahan dan penerapan, dan
- Bias antara fokus untuk pengendalian versus perbaikan. Untuk menentukan, memetakan, dan menganalisis apakah variabel yang kita pilih sudah sesuai dengan yang seharusnya dipilih, dapat digunakan angket. Penentuan variabel kunci kinerja hendaknya bersifat dinamis yaitu harus disesuaikan dengan perkembangan organisasi/perusahaan dan perubahan lingkungan persaingan yang terjadi.
-
7 Faktor yang Mampu Mempengaruhi Kinerja Karyawan
06 Oct 2021

©pixabay.com
Sebagai seorang pemimpin perusahaan, Anda perlu tahu berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Faktor-faktor ini perlu diperhatikan guna menjaga kestabilan produktivitas setiap karyawan yang bekerja di perusahaan atau organisasi Anda.
Maka dari itu, Sodexo akan memberikan informasi penting seputar berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan untuk Anda. Silakan simak informasi lengkapnya di bawah ini.
Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan?
Berikut ini, setidaknya ada 7 faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, yaitu:
1. Pemimpin Perusahaan
Faktor pertama yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah pemimpin dari perusahaan tempat mereka bekerja, termasuk Anda. Pemimpin memiliki peranan penting di dalam sebuah perusahaan atau organisasi yakni untuk memberikan motivasi dan arahan bagi seluruh karyawan agar mereka dapat memberikan hasil yang terbaik dalam memajukan perusahaan.
Bayangkan jika Anda berada di posisi karyawan dan memiliki pemimpin yang bersifat seperti bos dan hanya memberikan tugas tanpa arahan atau motivasi. Tentu saja karyawan yang berada di perusahaan tersebut akan mulai mengalami penurunan semangat dalam bekerja dan bahkan memutuskan untuk bekerja dalam waktu yang sebentar saja.
2. Jenjang Karir
Jenjang karir merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Dengan adanya jenjang karir yang pasti, karyawan akan merasa aman dan nyaman dalam bekerja di sebuah perusahaan karena mereka dapat memiliki tambahan penghasilan dan juga pengalaman kerja yang baik.
3. Lingkungan Kerja
Kinerja karyawan juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan tempat mereka bekerja. Apabila karyawan tersebut bekerja di lingkungan yang kurang suportif dan bahkan memiliki rekan kerja yang tidak bisa diajak untuk bekerja sama, maka hal tersebut dapat membuat karyawan menjadi cepat jenuh dan kehilangan motivasi untuk menyelesaikan tugas serta tanggung jawab yang telah diberikan.
4. Beban Pekerjaan
Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah beban pekerjaan yang bisa jadi terlalu banyak atau melebihi kapasitas dari yang semestinya. Oleh karena itu, sebagai seorang atasan, Anda harus dapat mengetahui seberapa besar kemampuan masing-masing karyawan dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan memberikan pekerjaan tersebut sesuai dengan porsinya.
Kami paham bahwa beberapa perusahaan memiliki keterbatasan tenaga kerja, namun memiliki permintaan yang cukup tinggi dari customer. Akan tetapi, sebagai seorang pemimpin Anda dapat mencoba mengatasi hal-hal tersebut dengan menambah karyawan atau membekali karyawan yang saat ini sudah bekerja di perusahaan tersebut agar dapat bekerja secara cepat dan efektif.
5. Kemampuan Individual
Kadangkala, seorang karyawan bisa saja mengalami kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan karena adanya keterbatasan kemampuan. Selain itu, mungkin saja karyawan tersebut belum pernah mengerjakan tugas tersebut sehingga mereka tidak mengerti harus bagaimana untuk menyelesaikannya.
Sebagai seorang pemimpin, Anda bisa memfasilitasi karyawan dengan program training atau workshop yang dapat membantu mengembangkan potensi dalam diri mereka. Dengan adanya program training, maka karyawan akan merasa lebih yakin dan percaya diri dalam menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan kepadanya.
6. Fasilitas Perusahaan
Sering dianggap sepele, tapi tahukah Anda bahwa ketersediaan fasilitas perusahaan dalam menunjang karyawan selama bekerja sangatlah penting? Beberapa fasilitas perusahaan mulai dari ketersediaan meja dan kursi yang layak pakai, sirkulasi udara yang baik, pencahayaan yang cukup, hingga sistem keamanan sangat dibutuhkan oleh karyawan agar mereka dapat bekerja dengan nyaman.
7. Bonus
Terakhir, faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah bonus. Dengan adanya bonus, karyawan akan merasa diapresiasi atas seluruh kerja kerasnya dan mereka akan semakin termotivasi untuk bekerja dengan lebih giat.
Anda dapat memberikan bonus baik dalam bentuk insentif ataupun hadiah berupa barang yang dapat digunakan oleh karyawan. Selain itu, bonus juga dapat diberikan dalam bentuk voucher belanja.
-