Garis besar topik

    • Kata Sambutan


      Assalamualaikum ..
      Tabik pun..

      Salam sejahtera buat kalian semua...

      Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan.
      Dimanapun berada..., semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

      Selamat datang di Mata kuliah Technopreneur  Daring SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Bandar Lampung. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana terkait dengan bidang studi: Technopreneur.

      Mata kuiah Technopreneur ini memiliki beban SKS sebesar 2 SKS, dengan kode Mata Kuliah IBI 20208

      Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik,
      Salam hangat dan tetap semangat !!

      Wassalamu'alaikum Wr. Wb
      Niken Paramitasari


      Deskripsi Mata Kuliah

      Mata kuliah ini bertujuan mengembangkan spirit berwiraussaha dengan membangun dan mengelola start up business mahasiswa. Meminimalisir antara pemahaman teori dan realita praktek dalam pengelolaan bisnis diawali dengan melakukan validasi ide hingga membangun prototype. Bila dimungkinkan untuk dilakukan praktek pemasarannya. Objektif kami para dosen adalah membentuk pengusaha muda dari kalangan mahasiswa.

      Menurut kamus Merriam-Webstertechnopreneur adalah gabungan ΓÇ£technologyΓÇ¥ dan ΓÇ£entrepreneurΓÇ¥. 

      Entrepreneur adalah pengusaha atau wiraswasta, yaitu orang yang memiliki usaha  sendiri dan mengelola usahanya sendiri dengan  ide atau konsep yang baru

      Menurut S. Goodman dkk. dalam Fresh Perspective: Business Management (2005), technopreneur adalah pengusaha yang menggabungkan keterampilan teknologi dan kewirausahaan mereka.

      Menurut Sosrowinarsidiono (2010)  mengatakan, technopreneurship merupakan proses sinergi dari kemampuan yang kuat pada penguasaan teknologi serta pemahaman menyeluruh tentang konsep kewirausahaan.

      Menurut Chua Eung Hwa (2009), seorang technopreneur adalah perpanjangan dari seorang  wirausahawan, dan memanfaatkan teknologi untuk membuat penemuan baru sebagai inovasi dan dengan demikian mengeksploitasi prestasinya di  pasar untuk menghasilkan uang.


      Capaian Pembelajaran

      • Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan telah dapat memvalidasi ide bisnisnya, sudah dapat menentukan model bisnisnya, di desain dalam Business Model Canvas (BMC) serta membangun prototype produknya untuk membangun bisnis rintisan (startup business-nya).

        1. Mahasiswa mampu memahami ruang lingkup Entreprenuership dan Technoprenuership
        2. Mahasiswa mampu memahami pengaruh teknologi dalam bisnis
        3. Mahasiswa mampu memahami pembangunan bisnis berdasarkan inovasi & kreativitas
        4. Mahasiswa mampu memahami pentingnya inspirasi dan menganalisis peluang bisnis
        5. Mahasiswa faham dan mampu mempersiapkan bisnis baru
        6. Mahasiswa mampu membuat Rencana bisnis sesuai dengan sistematika yang standar
        7. Mahasiswa mampu membuat dan menggunakan kanvas model bisnis
        8. Mahasiswa mampu mendesain model bisnis berbasis teknologi
        9. Mahasiswa mampu mendesain organisasi dan manajemen
        10. Mahasiswa mampu mendesain sistem produksi dan perencanaan persediaan
        11. Mahasiswa mampu mengembangkan bisnis dengan menggunakan manajemen pemasaran
        12. Mahasiswa mampu mengelola bisnis dengan menggunakan manajemen SDM
        13. Mahasiswa mampu mengelola bisnis dengan desain administrasi dan tata kelola keuangan
        14. Mahasiswa mampu memahami pentingnya aspek hukum dan legalitas
        15. Mahasiswa mampu memahami dan membuat strategi dalam bisnis berbasis teknologi


      • Struktur Pelaksanaan

        Struktur Pelaksanaan Perkuliahan matakuliah Technopreneur ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat menyelesaikan mata kuliah ini dalam kurun waktu antara 6 bulan. Adapun struktur pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

        Peserta didik diwajibkan membaca setiap materi dan konten yang diberikan per pokok bahasan, yang diikuti dengan secara aktif berpartisipasi dalam diskusi dan pengerjaan kuis yang telah tersedia

          1. Setiap tiga pokok bahasan selesai, peserta didik akan diberikan tugas yang harus dikumpulkan dalam waktu yang telah ditentukan.
          2. Setelah peserta didik menguasai 7 (tujuh) atau lebih pokok bahasan, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UTS
          3. Pada saat seluruh pokok bahasan telah dipahami dan dipelajari oleh peserta didik, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UAS
          4. Semua bentuk aktivitas selama perkuliahan harus terdata di LMS ini

      • Model Assesment

        Dalam mengikuti perkuliahan ini, para mahasiswa harus mengadopsi paradigma dan mekanisme pembelajaran dengan prinsip-prinsip utama sebagai berikut:

        - Mahasiswa diharapkan untuk aktif melakukan proses pembelajaran mandiri melalui beraneka ragam cara yang tersedia dan memungkinkan, yaitu: (a) menggunakan referensi yang tersedia; (b) memanfaatkan berbagai sumber yang dapat diakses via internet; (c) melakukan komunikasi intensif antar sesama mahasiswa; (d) mengerjakan seluruh latihan dan tugas-tugas yang diberikan; (e) menghadiri sesi temu virtual dengan dosen pengampu mata kuliah; dan (f) mengikuti ujian terjadwal yang telah ditetapkan. Paradigma pembelajaran e-learning adalah aktif dan mandiri, dimana keberhasilan mahasiswa akan ditentukan oleh intensitas pembelajaran yang dilakukannya sendiri, bukan bergantung pada pihak lain sebagaimana model perkuliahan konvensional berbasis tatap muka.

        - Mengingat bahwa capaian pembelajaran mahasiswa (standar kompetensi kelulusan) peserta program pendidikan jarak jauh harus sama dengan model pembelajaran berbasis tatap muka, maka model evaluasi atau penilaiannya akan jauh lebih ketat dan bersifat multi dimensi. Dalam penyelenggaraan matakuliah ini, dosen pengampu menilai mahasiswa dengan menggunakan berbagai instrumen dan indikator, seperti: (a) keaktifan dalam mengikuti forum diskusi; (b) keteraturan atau frekuensi dalam melakukan akses terhadap sumber daya pendidikan yang tersedia pada aplikasi learning management system yang dipakai; (c) kuantitas kehadiran dan kualitas interaksi dalam sesi komunikasi virtual dengan dosen, baik yang bersifat sinkronus maupun asinkronus; (d) kelengkapan pengumpulan tugas yang diberikan; (e) partisipasi aktif mengerjakan soal-soal latihan; dan (f) hasil ujian tengah semester/quis maupun ujian akhir semester. Keseluruhan kinerja mahasiswa melalui beragam model interaksi tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi dosen dalam memberikan penilaian akhir pencapaian mahasiswa dalam mata kuliah yang bersangkutan. Perlu diperhatikan bahwa bobot keseluruhan model interaksi dan evaluasi tersebut kurang lebih sama karena sifatnya yang holistik.

      BOBOT PENILAIAN

      Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan yaitu : Nilai akhir ditentukan dngan komponen Tugas (32%), Ujian Tengah Semester (20%), Ujian Akhir Semester (20%), dan Kehadiran (20%) dan Etika (20%).