Garis besar topik

  • Dalam melaksanakan bisnis, ada beberapa hal yang diperhatikan agar bisa sukses. Kita perlu memperhatikan bagaimana keadaan internal dari bisnis yang dijalankan. Disisi lain, Kita juga perlu memperhatikan faktor-faktor eksternal dari perusahaan. 

    Berikut 5 faktor eksternal yang harus diperhatikan untuk memulai bisnis :

    1. Ekonomi

    Faktor ekonomi dari negara atau tempat kita melakukan bisnis menjadi faktor yang sangat penting. Sementara untuk bisnis atau usaha sekelas internasional anda harus memperhatikan kondisi dan keadaan dari ekonomi global.

    Kita tahu bahwa konsumsi dipengaruhi oleh kekayaan penduduk, dan pelaku bisnis harus merencanakannya dengan tepat. Beberapa pertimbangan utama meliputi tersedianya kredit dan jumlah pendapatan disposable di pasar tertentu. Baik inflasi dan tingkat suku bunga dan GDP negara tertentu adalah faktor ekonomi lain yang dapat menghambat atau membantu usaha pemasaran Anda.

    2. Keyakinan dan Sikap Sosial

    Manusia ditakdirkan untuk merespons rangsangan yang berbeda dengan cara yang unik. Entah itu melalui budaya umum, unit keluarga, pendidikan, atau agama, kita dilatih untuk bereaksi positif terhadap hal-hal tertentu dan negatif terhadap orang lain.

    Masyarakat memberlakukan kepercayaan, sikap, dan gaya hidup yang diadopsi oleh lingkungan sekitarnya. Sikap ini sering berubah karena orang berusaha untuk mengakomodasi tuntutan yang ditempatkan pada mereka oleh dunia di sekitar mereka.

    Seperti yang mereka lakukan, permintaan akan gaya pakaian, perangkat teknologi, aktivitas rekreasi, dan produk / layanan lainnya meningkat sementara permintaan akan alternatif lain memudar.

    3. Politik

    Faktor politik mencakup masalah hukum dan peraturan yang mengendalikan industri dan bisnis perorangan. Ada beberapa masalah yang perlu dipertimbangkan di sini termasuk keputusan fair trade, undang-undang antimonopoli, pajak, upah, dan kegiatan pemerintah lainnya yang dirancang untuk melindungi kelas yang berbeda dalam masyarakat

    4. Teknologi

    Teknologi terus membaik pada tingkat eksponensial. Perusahaan terbaik tetap berada di atas perubahan teknologi dan menggunakannya untuk mendapatkan lebih banyak pekerjaan dalam periode waktu yang lebih singkat. Pemasar harus menyadari perubahan yang mungkin mempengaruhi bisnis dan industri mereka. Perangkat, strategi, dan teknik baru dapat membantu bisnis tetap berada di depan persaingan dan menghindari keusangan.

    5. Ekologi

    Konsep ini mengacu pada bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan fisik. Lebih dari sebelumnya, dunia pada umumnya berkaitan dengan polusi dan hilangnya habitat dan keanekaragaman hayati. Ini memiliki konsekuensi bagi perusahaan di hampir semua industri dan bahkan telah menelurkan produk dan bisnis "hijau".


    • Pada dasarnya komunikasi adalah untuk menginformasikan danmembuat konsumen potensial menyadari atas keberadaan produk yangditawarkan. Komunikasi digunakan untuk membujuk konsumen potensialagar berhasrat masuk ke dalam hubungan pertukaran. Komunikasi digunakansebagai pengingat bagi konsumen mengenai keberadaan produk, yang padamasa lalu pernah dilakukan transaksi pada produk itu.Proses komunikasi yang bersifat mengingatkan ini sangat pentingartinya bagi kelangsungan hidup perusahaan. Perusahaan dapat bertahanhidup karena adanya konsumen, dan mencari atau memperoleh konsumenmerupakan sesuatu yang sulit. Oleh karena itu, ketika perusahaan sudahmendapatkan konsumen kemudian melupakan konsumen, maka berartiperusahaan tidak berusaha menjaga konsumen yang telah diraihnya. Peranyang penting dari komunikasi juga berkaitan dengan konsumen yang saat inidimiliki dan juga konsumen potensial untuk melakukan pembelian.Peran lain komunikasi adalah untuk membedakan produk yangditawarkan oleh suatu perusahaan dengan produk lainnya. Upayamembedakan produk ini dilakukan dengan mengkomunikasikan kepadakonsumen bahwa produk yang ditawarkan berbeda dengan produk lain yangsejenis. Meskipun produk yang ditawarkan secara fisik tidak jauh beda, tetapipemasar membedakan produk itu dari lainnya dengan menanamkan suatupersepsi tertentu kepada konsumen, seolah-olah produk yang ditawarkanmemang berbeda dengan produk lainnya yang sejenis.

      Pada tingkatan yang lebih tinggi, peran komunikasi tidak hanya mendukung transaksi dengan menginformasikan, membujuk, mengingatkan,dan membedakan produk tapi juga menawarkan sarana pertukaran itu sendiri.Walaupun berdasarkan konsep periklanan, suatu iklan akan menarik. Namunharus memperhatikan bukan melebihi batas-batas nilai moral masyarakat maka bukan perhatian baik yang diperoleh, tapi hujatan dari masyarakatbahwa iklan yang ditampilkan melanggar nilai-nilai yang berkembang dimasyarakat. Konsumen akan berusaha menolak produk yang diiklankan jikaiklan itu menyinggung perasaan sosial masyarakat. Perlu diperhatikan bahwaselain kepuasan terhadap materi iklan dalam menyampaikan pesanan produk, juga ada kepuasan yang tidak nyata yang bersifat psikologis.

    • Kebudayaan adalah faktor penentu keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar. Dengan kata lain faktor budaya merupakan faktor paling utama dalam perilaku pengambilan keputusan dan perilaku pembelian.Budaya konsumsi yang muncul juga dipengaruhi oleh strategi pemasaran, konsumsi massal meningkat sejalan dengan semakin banyaknya orang yang memiliki pendapatan.Konsumen adalah makhluk sosial yang hidup bersama dengan orang lain, berinteraksidengan sesamanya. 

      Orang- orang sekeliling inilah yang disebut sebagai lingkungan sosial konsumen  Konsumen saling berinteraksi satu sama yang lain, saling mempengaruhi dalam membentuk perilaku, kebiasaan, sikap, kepercayaan dan nilai-nilai yang dianggap penting. Salah satunya unsur lingkungan social adalah budaya.


      Budaya

      Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar danmeliputi banyak kegiatan sosial manusia.Engel, Blackwell dan Miniard (1995) menyebutkan 10 sikap dan perilaku yang sangat dipengaruhi oleh budaya , yaitu :

      1. Kesadaran diri dan ruang (sense of self and space).

      2. Komunikasi dan bahasa.

      3. Pakaian dan penampilan.

      4. Makanan dan kebiasaan makan.

      5. Waktu dan kesadaran akan waktu.

      6. Hubungan keluarga, organisasi, dan lembaga pemerintah.

      7. Nilai dan norma.

      8. Kepercayaan dan sikap.

      9. Proses mental dan belajar.

      10. Kebiasaan kerja.

       Budaya dan Periaku Konsumen 

      Produk mempunyai fungsi, bentuk dan arti. Ketika konsumen membeli suatu produk mereka berharap produk tersebut menjalankan fungsi sesuai harapannya, dan konsumen terus membelinya hanya bila harapan merekadapat dipenuhi dengan baik. Namun, bukan hanya fungsi yang menentukan keberhasilan produk. Produk jugaharus memenuhi harapan tentang norma,

       Misalnya  persyaratan nutrisi dalam makanan, crispy (renyah) uuntuk makanan yang digoreng, makanan harus panas untuk  ΓÇ£steak  hot plateΓÇ¥  atau dingin untuk  ΓÇ£agar -agar pencuci mulutΓÇ¥.

      Seringkali produk juga didukung dengan bentuk tertentu untuk menekankan simbol fungsi seperti  ΓÇÿkristalbiruΓÇÖ  pada detergen untuk pakaian menjadi lebih putih. Produk juga memberi simbol makna dalam masyarakat misal  ΓÇ£bayamΓÇ¥ yang diassiasikan dengan kekuatan dalam film Popeye atau makanan yang disimbolkan sebagai hubungan keluarga yang erat sehingga resep turun temurun keluarga menjadi andalan dalam memasak, misal iklan Sasa atau Ajinomoto. Produk dapat menjadi simbol dalam masyarakat untuk menjadi ikondalam ibadat agama.

      Budaya pada gilirannya akan mempengaruhi pengembangan dalam implikasi pemasaran seperti perencanaan produk, promosi ,distribusi dan penetapan harga. Untuk mengembangkan strategi yang efektif pemasar perlu mengidentifikasi aspek- aspek penting kebudayaan dan memahami bagaimana mereka mempengaruhi konsumen.

      Sebagaimana strategi dalam penciptaan ragam produk , segmentasi pasar dan promosi yang dapat disesuaikan dengan budaya masyarakat. Beberapa perubahan pemasaran yang dapat mempengaruhi kebudayaan, seperti :

      1. Tekanan pada kualitas

      2. Peranan wanita yang berubah

      3. Perubahan kehidupan keluarga 

      4. Sikap yang berubah terhadap kerja dan kesenangan 

      5. Waktu senggang yang meningkat

      6. Pembelian secara impulsif 

      7. Hasrat akan kenyamanan


    • Silahkan isi via link ini 

      https://forms.gle/KpwXzMYJ6VC1brsZ6

    • Setiap budaya terdiri sub budaya yang lebih kecil yang memberikan lebih banyak ciri ΓÇô ciri dan sosialisasi khusus bagi anggotanya. Sub budaya terdiri dari bangsa, agama, kelompok ras, dan daerah geografis. Banyak sub budaya yang membentuk segmen pasar penting dengan merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Suatu perusahaan membuat produk sesuai dengan daerah dimana produk tesebut dipasarkan (Kotler dan Keller, 2007). Menurut Solomon (2004), sub budaya terdiri dari anggota yang memiliki kesamaan kepercayaan dan pengalaman yang membedakan anggota tersebut dari yang lain. Anggota ini bisa didasarkan dari kesamaan umur, ras, latar belakang suku, atau tempat tinggal. Setiap suku memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda, seperti dalam menentukan suatu produk, memilih tempat wisata, perilaku politik serta keinginan untuk mencoba produk baru. Dalam segi umur pun juga mempengaruhi dalam perilaku konsumsi. Menurut Schifman dan Kanuk (2008), sub budaya membagi keseluruhan masyarakat menjadi berbagai macam variabel sosiobudaya dan demografis seperti kebangsaan, agama, lokasi geografis, ras, usia, gender, dan bahkan status pekerjaan. Para anggota sub budaya tertentu mempunyai nilai ΓÇô nilai, kepercayaan, dan kebiasaan yang membedakan anggota sub budaya tersebut dari anggota lain dalam masyarakat yang sama.

      Kelas Sosial

       Kotler dan Keller (2014) mengemukakan bahwa kelas sosial mengacu pada pendapatan atau daya beli. Banyak indikator yang menempatkan seorang anggota masyarakat untuk masuk dalam kelas sosial antara lain penghasilan, berbusana, cara berbicara, preferensi rekreasi, dan lain ΓÇô lain. Kelas sosial memiliki empat ciri ΓÇô ciri antara lain: a. Orang-orang pada kelas sosial yang sama cenderung bertingkah laku seragam. b. Orang-orang yang merasa menempati posisi superior atau inferior sehubung dengan kelas sosial dimana orang tersebut berada. c. Kelas sosial ditandai dengan sekumpulan variabel, seperti pekerjaan, penghasilan, pendidikan, dan sebagainya. d. Individu dapat berpindah dari satu kelas ke kelas sosial lainnya. Menurut Solomon (2004), kelas sosial memiliki dampak pada seseorang dalam menggunakan uangnya, bagaimana cara pemilihan konsumsi merefleksikan ΓÇ₧tempatΓǃ konsumen dalam masyarakat. Konsumen sering membeli dan menunjukkan produk sebagai penanda kelas sosialnya. Menurut Schiffman dan Kanuk (2008), kelas sosial merupakan variabel yang penting dalam menentukan dimana seorang konsumen berbelanja. Berbagai kelas sosial mempunyai sudut pandang yang berbeda mengenai apa yang konsumen anggap sesuai dengan mode atau selera yang baik.

      sUMBER:

      Kotler, P. & Keller, K. L. (2014). Manajemen pemasaran (15th ed). Jakarta: PT. Indeks.

      Schiffman, L. G. & Kanuk, L. L. (2008). Consumer behavior (7th ed). International Edition, Upper Saddle River, New Jersey: Prentice Hall

      Solomon, M. R. (2004). Consumer behavior: buying, having, and being (6th ed). Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Prentice Hall.