Garis besar topik
-
Mahasiswa Mampu Memahami Konsep Industri Pariwisata
-
Apa yang disebut industri pariwisata?
Industri Pariwisata dapat diartikan sebagai sehimpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh mereka yang melakukan perjalanan wisata.
Sejarah pariwisata di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak era penjajahan Belanda. Pada sekitar 1910- 1920, pemerintah Belanda membentuk Vereeneging Toesristen Verker (VTV) yang memfasilitasi orang- orang dari Benua Eropa yang ingin berwisata ke Indonesia.
Pasca pendudukan Jepang dan setelah meraih kemerdekaan, pemerintah Indonesia mulai berjuang menghidupkan industri-industri yang mendukung perekonomian, salah satunya pariwisata.
Pengelolaan sektor pariwisata mulai dikembangkan ke dalam struktur pemerintahan sejak tahun 1959 di bawah Kementerian Muda Perhubungan Darat, Pos, Telegraf dan Telepon yang dipimpin oleh Menteri Djatikusumo dalam Kabinet Kerja Soekarno. Djatikusumo menjabat hingga 1963.
Selama kurang lebih tiga dekade, nama Lembaga yang bertugas menyelenggarakan hal-hal kepemerintahan di bidang pariwisata mengalami transformasi. Setelah Djatikusumo, tongkat estafet diteruskan oleh oleh sejumlah menteri lain di antaranya Hidajat Martaatmadja (1963-1966), Soerjadi Soerjadarma (1966), Hamengkubuwono IX (1966), dan S.H. Simatupang (1966).
Perlahan namun pasti, selama itu pula industri pariwisata tanah air mulai berkembang dan jumlah wisatawan mancanegara yang berplesir ke Indonesia terus tumbuh.
Tahun 1969, ketika jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 86.000 orang, Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden RI No. 9 tentang Pedoman Pembinaan Pengembangan Kepariwisataan Nasional.
Instruksi presiden ini sekaligus menandai bermulanya pengembangan pariwisata secara formal. Upaya- upaya pengembangan pariwisata disebutkan dalam pasal 4:
- Memelihara/membina keindahan dan kekayaan alam serta kebudayaan masyarakat Indonesia sebagai daya tarik kepariwisataan
- Menyediakan/membina fasilitas-fasilitas transportasi, akomodasi, entertainment dan pelayanan pariwisata lainnya yang diperlukan, termasuk pendidikan kader
- Menyelenggarakan promosi kepariwisataan secara aktif dan efektif di dalam maupun di luar negeri
- Mengusahakan kelancaran formalitas-formalitas perjalanan dan lalu-lintas para wisatawan dan demikian menghilangkan unsur-unsur yang menghambatnya
- Mengarahkan kebijaksanaan dan kegiatan perhubungan, khususnya perhubungan udara, sebagai sarana utama guna memperbesar jumlah dan melancarkan arus wisatawan.
Tahun berikutnya, 1970, pemerintah berusaha menggenjot sektor pariwisata dengan membentuk Bali Tourist Development Corporation (BDTC). Kala itu, Bali menjadi pilot project pengembangan pariwisata Indonesia sebab jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali melebihi wilayah Indonesia lainnya.
Namun demikian, pemerintah sudah menyadari bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa hanya dilakukan di Pulau Bali. Oleh sebab itu, dalam kurun 1970 hingga 1980, promosi pariwisata Indonesia digaungkan dengan jargon-jargon seperti ΓÇ£Indonesia, there is more to it than BaliΓÇ¥, ΓÇ£Indonesia, Bali and BeyondΓÇ¥, serta ΓÇ£Indonesia, Bali plus NineΓÇ¥.
Ruang Lingkup Industri Pariwisata
Jenis-jenis Pekerjaan dalam Industri Pariwisata
a. AkomodasiAdalah tempat bagi seseorang untuk tinggal sementara, dapat berupa hotel, losmen, guest house, pondok, cottage inn, perkemahan, caravan, bag packer dan sebagainya.
Saat ini telah berkembang lebih jauh kearah tuntutan pemenuhan kebutuhan manusia lainnya seperti makan, minum rekreasi, olah raga, konvensi, pertemuan-pertemuan profesi dan asosiasi perjamuan-perjamuan pernikahan dan lainnya. Oleh karena itu dengan kemajuan teknologi dan perkembangan jaman juga dapat mempengaruhi jenis, macam dan banyaknya fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dan harus disediakan oleh pengusaha pada bidang akomodasi.Hotel dan fasilitasnyab. Jasa Boga dan Restoran
Adalah industri yang bergerak dalam bidang penyediaan makanan dan minuman, yang dikelola secara komersial. Jenis usaha ini dapat dibedakan dalam manajemennya, yaitu cara pengelolaannya, apakah dikelola secara mandiri maupun terkait dengan usaha lain. Industri yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman ini merupakan industri yang paling menjanjikan karena seperti dikatakan banyak orang dalam berwisata, orang boleh menahan diri untuk tidak membeli pakaian atau jenis sandang lainnya tetapi tidak ada wisatawan yang dapat menahan untuk mencicipi makanan dan miunuman. Di samping itu pula industri makanan dan minuman ini juga banyak dikonsumsi atau dibeli untuk kenangan sebagai oleh- oleh dan buah tangan menandakan telah melakukan wisata.Jasa boga dan Restoranc. Transportasi dan Jasa Angkutan
Adalah bidang usaha jasa yang bergerak dalam bidang angkutan. Transportasi dapat dilakukan melalui darat, laut dan udara. Pengelolaan dapat dilakukan oleh Swasta maupun BUMN. Jasa angkutan dan transportasi ini juga sangat mempengaruhi industri pariwisata, terjadinya kemudahan jasa transportasi terutama udara, yang memberikan harga yang cukup terjangkau bagi seluruh kalangan membuat meningkatnya kegiatan berwisata dari satu tempat ke tempat atau daerah lainnya.
Bus Pariwisata sebagai contoh Transportasi dan Jasa Angkutan d. Tempat Penukaran Uang (Money Changer)
Tempat penukaran mata uang asing (money changer) kini telah berkembang dengan pesat, penukaran uang tidak hanya dilakukan di bank, melainkan juga pada perusahaan-perusahaan money changer yang tersebar di tempat-tempat strategis, terutama dikota- kota besar.e. Atraksi Wisata
Atraksi wisata dapat berupa pertunjukan tari, musik, upacara adat dll sesuai dengan budaya setempat. Pertunjukan ini dapat dilaksanakan secara tradisional maupun modern, melalui atraksi wisata ini dapat dilakukan salah satunya mengangkat keunggulan lokal setempat .
Tarian Tor - tor f. Cindera Mata
Adalah oleh-oleh atau kenang-kenangan yang dapat dibawa oleh wisatawan pada saat kembali ke tempat asalnya. Cindera mata ini biasanya berupa benda-benda kerajinan tangan yang dibentuk sedemikian rupa sehingga memberikan suatu keindahan seni dan sifatnya khas untuk tiap daerah.g. Biro Perjalanan
Adalah suatu badan usaha dimana operasionalnya meliputi pelayanan semua proses perjalanan dari seseorang sejak berangkat hingga kembali, sehingga mereka merasa nyaman selama perjalanan.- Jenis karir yang berkaitan langsung dengan industri pariwisata :
NoBidang karirRuang lingkupJenis pekerjaan1AkomodasiMemberikan jasa akomodasi dari mulai kedatangan, sampai dengan keberangkatan para tamu (wisatawan)Doorman, bellboy, receptionist, reservationist, cashier, engineer, pay accountable, carpenter, cost controller , dan sebagainya.2Jasa boga dan RestoranMemberikan layanan makanan dan minuman, dan layanan hiburan, missal tari-tarian dan nyanyianMaitre dΓÇÖhotel, waiters, bartender, bar captain , chef, steward, wine maker, pattiser, baker, dan sebagainya.3Transportasi dan Jasa angkutanMemberikan jasa mengantarkan wisatawan dari satu negara ke negara lain, atau dari satu kota ke kota lain ditambah dengan layanan lainnya misal tour guide.Pramugari pesawat udara, Pramugari kereta api, tour guide, dan tour operator .4Objek wisataPenyedia tempat wisata, hiburan, dan lainnyaTourism planner, professional organizer, tourism organization, tourism operator, dan tour guide.5Meeting Incentive Convention Exhibition (MICE)Menyelenggarakan berbagai event baik untuk pertemuan, insentif, konvensi, pameran disuatu negara atau kota atau tempat tertentuBiro konvensi, meeing planner, PCO (professional congress organizer), exhibition organizer, destination manager, dan steering committee- Jenis karir yang tidak berkaitan langsung dengan industri pariwisata :
NoBidang karirRuang lingkupJenis pekerjaan1AirlineJasaPilot dan co pilot2SouvenirProduk souvenirPengrajin dan penjual3ArtisJasa hiburanArtis teater/ film4PendidikJasa pendidikan bagi tenaga kepariwisataanGuru, tutor5Dokter dan paramedis lainnyaMemberikan jasa layanan kesehatanDokter, perawat, tenaga medik
file:///C:/Users/yuni%20yusminar/Downloads/31-Article%20Text-64-1-10-20180117.pdfHAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DALAM INDUSTRI PARIWISATA Studi Kasus: Perlindungan Hukum Pemanfaatan Local Genius dalam ProdukPengusaha Lokal
-


